tipiter-tindak-pidana-tertentu-dalam-kuhp

Report
Tindak Pidana Tertentu
Dalam KUHP
(3 sks)
Bidang Studi Hukum Pidana
FHUI 2013
Pengajar
(Kelas Pararel)
• Eva Achjani Zulfa (EA)
Kejahatan terhadap Kesusilaan
• Topo Santoso (TS)
• Kejahatan terhadap harta benda
• Ignatius Sriyanto (IS)
• Kejahatan terhadap tubuh dan nyawa
Buku wajib/anjuran:
• Tindak Pidana Tertentu di Indonesia, Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, SH.
• Hukum Pidana 3, Mr. J.M. van Bemmelen
• Hukum Pidana Bagian Khusus (KUHP Buku II) Jilid 1 dan 2, Brigjen., Drs.,
H.A.K. Moch. Anwar, SH. (Dading)
• Delik-Delik Khusus; Kejahatan yang ditujukan terhadap Hak Milik dan
Lain-Lain Hak yang timbul dari Hak Milik; Drs. P.A.F Lamintang dan C.
Djisman Samosir, SH.
• Delik-Delik Khusus; Kejahatan yang ditujukan terhadap Nyawa, Tubuh
dan Kesehatan serta Kejahatan yang membahayakan Nyawa, Tubuh dan
Kesehatan ; Drs. P.A.F Lamintang
• Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, Drs. Adami Chazawi
• Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) beserta Penjelasannya, R.
Soesilo
• Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Prof. Moeljatno, SH
Komponen Penilaian
•
•
•
•
•
Kehadiran
5%
Tugas per materi 20%
Tes Materi 1 25 %
Tes Materi 2 25%
Tes Materi 3 25 %
Kontrak Belajar
• Disiplin :
Batas keterlambatan masuk kuliah
Pengumpulan tugas
Kuis (tdk ada susulan)
Tdk hadir saat UTS/UAS: ijin yang sah  surat
Tdk ada ujian susulan: ujian perbaikan nilai I
Tertib dan sopan dalam perkuliahan
• Kejujuran
Topik-Topik yang akan dibahas
• Tindak Pidana terhadap Nyawa dan Tubuh
• Tindak Pidana terhadap Harta Kekayaan
• Tindak Pidana terhadap Kesusilaan
SAP secara garis besar
•
•
•
•
•
Kuliah Pembuka : 16 Feb 2009
TP terhadap Harta Kekayaan (3X)
TP terhadap Kehormatan Kesusilaan (3X)
Ujian Tengah Semester (UTS):
TP terhadap Nyawa dan Tubuh (3X)
Tugas Kelompok
• Kelompok A : membuat analisis perbandingan
tentang Pasal 282-283 dengan UU Pornografi
(Diserahkan Tanggal 21-2-2013)
• Kelompok B : membuat analisis perbandingan
Pasal 284-288 dengan UU PKDRT/RKUHP
(Diserahkan Tanggal 28-2-2013)
• Keompok C : membuat analisis perbandingan
Pasal 289-296 dengan Perlindungan anak
(Diserahkan Tanggal 7-3-2013)
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Tindak Pidana
Definisi
• Simons : “kelakuan yg diancam dg pidana, yg bersifat
melawan hukum yg berhubungan dg kesalahan &
dilakukan oleh orang yg mampu bertanggung jawab”
• Van Hamel : “kelakuan manusia yg dirumuskan dalam
UU, melawan hukum, yg patut dipidana &
dilakukan dg kesalahan”
• Vos : “suatu kelakuan manusia yg oleh per UU an
diberi pidana; jadi suatu kelakuan manusia yg pada
umumnya dilarang & diancam dengan pidana”
Pada dasarnya ada 3 cara merumuskan Tindak Pidana:
• Disebutkan unsur-unsurnya & disebut
kualifikasinya --> mis, Ps 362 KUHP
• disebutkan kualifikasinya tanpa disebut unsurunsurnya --> mis. Ps 184, Ps 297, Ps 351
• disebutkan unsur-unsurnya, tidak disebut
kualifikasinya --> mis. Ps 106, Ps 167, Ps 209
Tindak Pidana
Unsur-unsur (van Bemmelen)
•
•
•
Di dalam perumusan (bagian)
dimuat dalam surat dakwaan
semua syarat yg dimuat dalam
rumusan delik merupakan bagianbagian, sebanyak itu pula, yg apabila
dipenuhi membuat tingkah laku
menjadi tindakan yg melawan hukum
1. Tingkah laku/akibat yg dilarang
2. Bagian subyektif : kesalahan, maksud,
tujuan, niat, rencana, ketakutan
3. Bagian obyektif : secara melawan
hukum, bagian2 lain yg menentukan
dapat dikenakan pidana (keadaan,
syarat tambahan)
4. Bagian yg memperberat/memperingan
pidana yang dapat dijatuhkan
• Di luar perumusan (unsur) :
syarat dapat dipidana
1. Melawan hukum
2. Dapat dipersalahkan
3. Dapat
dipertanggungjawabkan
Unsur-Unsur Tindak Pidana
Unsur2 dalam perumusan
. Unsur Obyektif
- perbuatan (aktif/pasif) atau
akibat
- melawan hukum
- syarat tambahan
- keadaan
B. Unsur Subyektif
- kesalahan :
(a) sengaja
(b) kealpaan
C. Keadaan
D. Syarat tambahan untuk pemidanaan
Unsur2 di luar perumusan
secara melawan hukum
- dapat dipersalahkan
- Dapat dipertanggungjawab
kan
Contoh unsur2 dalam rumusan tindak
pidana
Pasal 362 KUHP
• barangsiapa
• mengambil
• barang
- yg sebagian/
seluruhnya kepunyaan
orang lain
• dengan maksud memiliki
• secara melawan hukum
Pasal 338 KUHP
• barangsiapa
• dengan sengaja
• menghilangkan nyawa
orang lain
Tindak Pidana
Pembagian Tindak Pidana (Jenis Delik)
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Delik Kejahatan & Delik pelanggaran
Delik Materiil & Delik Formil
Delik Komisi & Delik Omisi
Delik Dolus & Delik Culpa
Delik Biasa & Delik Aduan
Delik yg Berdiri sendiri & Delik Berlanjut
Delik Selesai & Delik yg diteruskan
Delik Tunggal & Delik Berangkai
Delik Sederhana & Delik Berkualifikasi; Delik Berprivilege
Delik Politik & Delik Komun (umum)
Delik Propia & Delik Komun (umum)
• Pembagian delik menurut kepentingan yg dilindungi :
Lihat judul-judul bab pada Buku II dan Buku III KUHP
Jenis Delik
Kejahatan
(misdrijf)
• dlm. MvT : sebelum ada UU sudah
dianggap tidak baik (recht-delicten)
• Hazewinkel-Suringa : tidak ada
perbedaan kualitatif, hanya
perbedaan kuantitatif
a) Percobaan : dipidana
b) Membantu : dipidana
c) Daluwarsa : lebih panjang
d) Delik aduan : ada
e) Aturan ttg Gabungan berbeda
• KUHP : Buku II
Pelanggaran
(overtreding)
• dlm MvT : baru dianggap tidak baik
setelah ada UU (wet delicten)
• Perbedaan dg kejahatan:
a) Percobaan : tidak dipidana
b) Membantu : tidak dipidana
c) Daluwarsa : lebih pendek
d) Delik aduan : tidak ada
e) Aturan ttg Gabungan berbeda
• KUHP : Buku III
Jenis Delik
• D. Materiil : Yang
dirumuskan akibatnya -> Ps 338, Ps 187, dll
• D. Komisi : melanggar
larangan dg perbuatan
aktif
• D. Dolus : delik
dilakukan dg sengaja,
mis. Ps 338, Ps 351
• D. Formil : yang dirumuskan
bentuk perbuatannya --> Ps 362,
Ps 263, dll
• D. Omisi : melakukan delik dg
perbuatan pasif
• a) D. Omisi murni :
melanggar perintah dg tidak
berbuat, mis. Ps 164, Ps
224 KUHP
b) D. Omisi tak murni :
melanggar larangan dg tidak
berbuat, mis Ps 194 KUHP
• D. Culpa : Delik dilakukan dg
kealpaan, mis. Ps 359, Ps 360
Jenis Delik
Delik Biasa (bukan aduan)
Delik Aduan
• penuntutannya tidak
memerlukan pengaduan,
mis. Ps 340, Ps 285
• penuntutannya
memerlukan pengaduan,
mis. Ps 310, Ps 284
• Cukup dengan laporan dari
setiap orang yang melihat/
mengetahui tindak pidana
tsb., tidak harus dengan
pengaduan dari korban
atau orang2 tertentu
• Harus ada pengaduan dari
korban atau orang tertentu
Delik Selesai
• Satu atau beberapa
perbuatan tertentu
yang selesai dalam
suatu waktu tertentu
yang singkat
• Mis: Pasal 362, Pasal
338
Delik Berlangsung terus
• satu atau beberapa
perbuatan yang
melangsungkan suatu
keadaan yang dilarang
• Mis: Pasal 221, Pasal
261, Pasal 333
• Delik Berkualifikasi
• Delik Pokok/Sederhana
Delik pokok yang ditambah
• Delik yang dalam
dengan unsur yang
perumusannya
memperberat pemidanaan
mencantumkan unsur2
mis: Pasal 351 ayat (2), Pasal
363, Pasal 365 ayat (4)
pokok yang menentukan
pemidanaannya
Pasal 362, Pasal 351 ayat • Delik Berprevilege
Delik pokok yang ditambah
(1)
dengan unsur yang meringan
pemidanaan
Mis: Pasal 308. Pasal 364
Tindak Pidana Tertentu Dalam
KUHP
Tindak Pidana Di Bidang Kesusilaan
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Tindak Pidana Kesusilaan
• Wirjono Prodjodikoro : “…..kesusilaan
mengenai adat kebiasaan yang baik itu, tetapi
khusus yang sedikit banyak mengenai kelamin
(sex) seorang manusia”.
• Jadi Tindak Pidana Kesusilaan mengatur
mengenai:
(a)Sexual offences
(b)Moral offences
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Tindak Pidana Kesusilaan dalam KUHP
• Tindak Pidana terhadap kesopanan seksual
• Tindak Pidana terhadap kesusilaan seksual
• Tindak Pidana terhadap penggunaan minuman
yang memabukkan
• Tindak Pidana Perdagangan Wanita dan Anak
• Tindak Pidana terhadap penggunaan anak untuk
pekerjaan yang membahayakan
• Tindak pidana terhadap Penganiayaan Hewan
• Tindak Pidana Perjudian
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Kaitan antara Ketentuan KUHP dengan
Ketentuan Lain Diluar KUHP
• Tindak Pidana terhadap kesopanan seksual (perda:
misalnya perda tangerang)
• Tindak Pidana terhadap kesusilaan seksual (UU Pornografi
dan UU PKDRT)
• Tindak Pidana terhadap penggunaan minuman yang
memabukkan (Perda-Perda)
• Tindak Pidana Perdagangan Wanita dan Anak (UU
Perdagangan Orang)
• Tindak Pidana terhadap penggunaan anak untuk pekerjaan
yang membahayakan (UU Ketenagakerjaan)
• Tindak pidana terhadap Penganiayaan Hewan (perda)
• Tindak Pidana Perjudian (perda)
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Kesusilaan
• Mempunyai pengertian yang luas sekali
• Meliputi perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh di
dalam pergaulan masyarakat misalnya:
a) Perbuatan yang tidak sopan dimuka umum
b) Perbuatan tidak sopan yang tidak senonoh dimuka
orang lain
c) Perbuatan yang tidak senonoh dalam pergaulan
masyarakat
d) Perkosaan
e) Persetubuhan dengan wanita dalam keadaan tidak
sadarkan diri atau keadaan lemah
f) Perbuatan cabul
g) Homoseksualism atau lesbianism
h)
Perdagangan wanita dan
anak
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Pasal 281
• Diancam dengan pidana penjara paling lama
dua tahun delapan bulan atau pidana denda
paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:
• 1. barang siapa dengan sengaja dan terbuka
melanggar kesusilaan;
• 2. barang siapa dengan sengaja dan di depan
orang lain yang ada di situ bertentangan
dengan kehendaknya, melanggar kesusilaa
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Unsur-Unsur Pasal 281 KUHP
Ayat (1) :
• barang siapa
• dengan sengaja dan terbuka
• melanggar kesusilaan (dimuka umum);
Ayat (2)
• barang siapa
• dengan sengaja dan di depan orang lain yang ada
di situ bertentangan dengan kehendaknya
• melanggar kesusilaan
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Melanggar Kesusilaan
• Perbuatan yang dapat melanggar perasaan orang
lain yang melihatnya.
• Perbuatan yang dilakukann sedemikian rupa,
sehingga dapat menimbulkan perasaan kurang
sopan pada orang lain pada umumnya
• Setiap perbuatan yang tergolong kedalam
kehidupan seksual yang dilakukan dimuka umum
untuk menimbulkan atau memuaskan nafsu
birahi, perbuatan mana menyinggung perasaan
hati orang-orang lain dan menimbulkan perasaan
malu pada orang-orang lain.
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Dihadapan umum
• Perbuatan itu dilakukan ditempat umum atau
apa yang telah terjadi dapat terlihat dari
tempat umum.
• Tempat umum:
(a) suatu tempat yang dapat dimasuki oleh
semua orang/publik
(b) suatu tempat yang dilarang dimasuki orangorang publik dapat terlihat dari tempat
umum.
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Dimuka Orang Lain dengan tidak atas
Kemauannya Sendiri
• Terjadi apabila orang-orang itu tidak dapat pergi
secara cepat, karena perbuatan itu terjadi tanpa
persiapan atau tanpa pemberitahuan hingga
orang-orang itu baru menyadarinya setelah
perbuatan itu selesai atau
• Tidak dapat keluar karena terhalang atau
dihalang-halangi.
• Tidak menunjuk dengan kehadiran dalam tempat
yang sama secara fisik, tetapi bahwa orang yang
tersinggung perasaan kesusilaannya dapat
melihatnya. (Dading:1982:213)
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Dengan Sengaja
• Perbuatan merusak kesopanan itu harus dikehendaki
oleh pelaku tanpa adanya tujuan lain.
• Tujuan lain misalnya:
(a)Untuk kepentingan olahraga
(b)Untuk kepentingan kesenian
(c)Untuk kepentingan pengetahuan
• Dengan sengaja tidak harus meliputi unsur dihadapan
umum. Pasal ini tidak menuntut bahwa keadaan
dihadapan umum dihendaki oleh pelaku.
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Perkosaan
9/23/2017
Eva Achjani Zulfa
Perkosaan
Definisi :
Perkosa : Paksa, kekerasan, gagah, kuat, perkasa.
Memperkosa : menundukkan dg kekerasan
Perkosaan : perbuatan, memperkosa, penggagahan,
paksaan, pelanggaran dengan kekerasan
Latar belakang korban
Korban ………………………………………………………………………………
peranan
PERUMUSAN PERKOSAAN
DALAM KUHP DIMUAT PADA BAB XIV TENTANG
TINDAK PIDANA TERHADAP KESUSILAAN.
DI BEBERAPA NEGARA LAIN DIMASUKKAN
DALAM TINDAK PIDANA MORAL (CRIMES
AGAINST MORAL ) MISAL KOREA DAN
NORWEGIA.
• ADA JUGA YANG MASUK KE DALAM TINDAK
PIDANA TERHADAP TUBUH MANUSIA
(OFFENSES AFFECTING HUMAN BODY).
• MISALNYA SINGAPURA DAN MALAYSIA.
• DI POLANDIA DIMASUKKAN KE DALAM
TINDAK PIDANA TERHADAP KEMERDEKAAN
(OFFENSES AGAINST LIBERTY)
• MENURUT VAN BEMMELEN (PAKAR HUKUM
PIDANA BELANDA) DELIK PERKOSAAN INI
BANYAK MENIMBULKAN KESULITAN BAGI
PEMBUAT UNDANG-UNDANG, HAKIM DAN
ADMINISTRASI PELAKSANAAN PIDANA.
• PROF MARDJONO REKSODIPUTRO DALAM
BUKU SEKSUALITAS DAN HUKUM PIDANA
(SANTOSO, 1997) MENJELASKAN BAHWA
TINDAK PIDANA PERKOSAAN, PERZINAHAN,
PROSTITUSI,
PORNOGRAFI
TERDAPAT
PERBEDAAN PENDAPAT YANG CUKUP BESAR
DALAM MASYARAKAT, YAITU :
• PERTAMA : TENTANG PENGERTIANNYA
• ATAU CAKUPAN DELIK-DELIK TERSEBUT.
• KEDUA
: TENTANG BESARNYA ATAU
BERATNYA SANKSI PIDANA (HUKUM) YANG
DIANCAMKAN.
• MISALNYA TENTANG MARITAL RAPE APAKAH DAPAT
DIKATEGORIKAN SUATU TINDAK PIDANA?
Ciri pelaku perkosaan
• Mempunyai hub. buruk dg perempuan Takut
perempuan
• Sadis, frustasi thd perkawinannya
• Perempuan sbg pemuas hasrat
• Pembenaran diri, dia tdk menolak saya
• Dia mengundang saya kerumahnya.
DIDALAM RUMUSAN KUHP PERKOSAAN
TERDAPAT DALAM PASAL 285, SEDANGKAN
PADA RUU KUHP NASIONAL MENGALAMI
CUKUP BANYAK PERKEMBANGAN. TAPI
DALAM PEMBAHASAN BIASANYA CUKUP
ALOT.
DI
PHILIPINA
UU
ANTI
PERKOSAAN
DIBUTUHKAN 9 TAHUN UNTUK CUKUP
MEMBUAT PERUBAHAN YANG RADIKAL
DIBANDINGKAN UU SEBELUMNYA, JENIS
DELIKNYA DAN ANCAMAN PIDANANYA. DALAM
UU TERSEBUT JUGA DIPERLUAS TERMASUK
PENGERTIAN MARITAL RAPE.
• DALAM PASAL 285 KUHP DISEBUTKAN:
“BARANGSIAPA DENGAN KEKERASAN
MEMAKSA SEORANG WANITA BERSETUBUH
DENGAN DIA DILUAR PERKAWINAN, DIANCAM
KARENA MELAKUKAN PERKOSAAN DENGAN
PIDANA PENJARA PALING LAMA 12 TAHUN.
• JADI DISINI, KORBANNYA ADALAH WANITA,
• KORBAN HARUS MENGALAMI KEKERASAN
ATAU ANCAMAN KEKERASAN DAN PERBUATAN
ITU DILAKUKAN DILUAR PERKAWINAN
• (JADI SUAMI TIDAK DAPAT DIKATAKAN
MEMPERKOSA ISTRINYA)
• RUMUSAN INI TIDAK SELENGKAP DI NEGARA
LAIN.
• CONTOH : MALAYSIA WALAUPUN ADA
PERSETUJUAN KORBAN TETAP DISEBUT
PERKOSAAN KALAU SI WANITA MASIH DI
BAWAH UMUR. (MALAYSIA, AUSTRALIA 14
TAHUN, PHILIPINA 12 TAHUN).
• HAL LAIN YANG BELUM DIATUR KUHP KITA
ADALAH YANG MENGIRA BAHWA YANG
MENGGAULINYA
ADALAH
SUAMINYA
PADAHAL
ORANG
LAIN
DAPAT
DI
KATEGORIKAN PADA PERKOSAAN
(MISAL
PASAL 212 KUHP ARGENTINA DAN 375 KUHP
MALAYSIA) MISALNYA PENCURI MASUK
KAMAR DST.
MASALAH PERKOSAAN
• DALAM MASALAH PERKOSAAN ADA
BEBERAPA HAL KESULITAN PETUGAS
PELAKSANA PEMERIKSA UNTUK
MENDAPAT KAN FAKTA.
• DARI SEGI HUKUM SERING HANYA MELIHAT FAKTA
SAJA TANPA MEMPERHATIKAN REALITA YANG ADA
PADA KORBAN’
• HUKUM SERING TIDAK MERASAKAN PERASAAN SI
KORBAN : SEDIH, TAKUT, PHOBI, MALU, PERASAAN
MENYESAL,
PERASAAN
BERSALAH,
DEPRESI,
KETAKUT- AN DIBUNUH, KETAKUTAN BALAS DENDAM
DARI PELAKU KALAU DILAPOR KAN, STATUS NONA
ATAU NYONYA DLL.
• DALAM PROSES MENCARI FAKTA SERING
YANG DIUTAMAKAN HANYA LAH MENCAPAI
TUJUAN PELANGGAR AN YANG DIATUR
DALAM PASAL UU.
• TIDAK DIIKUTI OLEH EMPHATY, SIKAP ETIS,
TIDAK MENDALAMI PERASAAN PALING
DALAM DARI KORBAN YG UMUMNYA WANITA
ATAU ANAK-ANAK.
• KADANG-KADANG TIDAK BERPEDOMAN
KEPADA ELEMEN KEMANUSIAAN DAN
DIMENSI PRIBADI. MALAH SERING DALAM
REKONSTRUK- SI KORBAN MERASA SEPERTI
DIBUKA KAN LUKA PERIH YANG PERNAH
DIALAMI.
• DALAM KASUS PERKOSAAN KORBAN SERING TIDAK
DAPAT MELAPOR, TIDAK DAPAT MENJAGA BUKTIBUKTI SEHINGGA LENYAPNYA BUKTI-BUKTI TSB
BERAKIBAT SULITNYA PROSES PEMBUKTIAN.
• BELUM ADANYA KEMAMPUAN DARI KORBAN UNTUK
MELAPORKAN PERKOSAAN KARENA
KETIDAKTAHUAN KORBAN BAHWA BUKTI-BUKTI
MENJADI HILANG SEPERTI :
• KORBAN LANGSUNG MENCUCI BADANNYA KARENA MERASA
PENUH KEKOTORAN DAN MEMBERSIHKAN TEMPAT KEJADIAN,
MEMBUANG GELAS, SENDOK , MINUMAN ATAU BARANG LAIN
YG PERNAH DIPAKAI PELAKU
• SEHINGGA PENYEDIK TIDAK LAGI MENEMUKAN :
• SPERMA YG TERCECER,
• RAMBUT-RAMBUT YG RONTOK
• BEKAS CAKARAN, DARAH, SERPIHAN KULIT ATAU DAGING.
• BARANG-BARANG PELAKU YG TERTINGGAL
• KERUSAKAN SELAPUT DARA/LUKA DIKEMALUAN
• BEKAS PENGANIAYAAN
Ciri pelaku perkosaan thd anak
•
•
•
•
•
•
Tidak dewasa
Frustasi dg perkawinannya/wanita dewasa
Suka incest, hubungan ayah – anak
Memperkosa orang yg tidak dikenal
Tidak mampu menahan diri.
Pedofilia
Faktor penyebab terjadinya perkosaan
• Dendam pada korban
• Pengaruh lingkungan, film/vcd/dvd/gambar
porno/cerita porno
• Situasi dan kondisi lingkungan maupun pelaku
yang memungkinkan.
Dampak perkosaan
•
•
•
•
Kewajiban negara melindungi warga
Ganti rugi tidak memadai
Membuat jera pelaku
Keadilan bagi korban
Alasan ganti kerugian
•
•
•
•
Kewajiban negara melindungi warga
Ganti rugi tidak memadai
Membuat jera pelaku
Keadilan bagi korban
Aturan
•
•
•
•
KUHP psl 14c pidana bersyarat
KUHAP psl 98 ganti kerugian
KUHPerdata psl 1365
Rancangan KUHP ps 51 memikirkan ttg
kepentingan korban, ps 75 ttg denda.
Bentuk ganti kerugian
•
•
•
•
Kompensasi
Restitusi
Rehabilitasi
Bantuan
CIRI-CIRI KORBAN
•
•
•
•
LEMAH MENTAL
LEMAH FISIK
LEMAH SOSIAL/EKONOMI
CANTIK, SEKSI, MENGGODA, MENOR
JENIS KORBAN
• KORBAN MURNI
• KORBAN GANDA (DOUBLE/MULTIPLE
VICTIMIZATION)
• KORBAN SEMU, KORBAN PURA-PURA
• (PURA-PURA DIPERKOSA)
•
Jenis-jenis perkosaan
• Forcible rape : psl 285 KUHP
• Statutory rape perkosaan thd anak perempuan
dibawah umur < 14 thn
• Orang gila, lemah akal lemah mental (unable person)
• Exploitation rape : perkosaan thd seseorang yg
kedudukannya lebih rendah atau punya
ketergantungan thd pelaku, hutang budi, majikan
dan pembantu, atasan dan bawahan
• Sadistic rape, perkosaan yg disertai agresi/ serangan
beberapa kekejaman, tindakan merusak
• Anger rape, perkosaan sbg sarana pelampiasan
kemarahan/dendam, marah thd ibunya, anaknya
diperkosa
• Domination rape, memperkosa sbg alat untuk unjuk
kekuasaan
• Dating rape, perkosaan lanjutan dari pacaran, datingrape
• Rape related magic (Romli)
• Marital rape ??
• Perkosaan dalam keluarga, ditutup tutupi
urusan keluarga diselesaikan secara intern
kekeluargaan.
Unsur-unsur psl 285 KUHP
• Barang siapa
• Dengan kekerasan atau ancaman kekerasan ps
89 KUHP
• Memaksa, diluar kehendak
• Seorang perempuan
• Bersetubuh dgn dirinya
• Diluar perkawinan
• Dipidana 12 tahun

similar documents