askep remaja-dewasaa

gangguan jiwa

Report
DIAGNOSA
SEHAT REMAJA DEWASA
Ns.Winda Ratna
Wulan,
M.Kep.,Sp. Kep.J
Askep pada
Perkembangan
Psikososial
Remaja
12 - 18 tahun
Pembentukan Identitas Diri VS
Bingung Peran
• Masa remaja merupakan masa peralihan dari
masa anak-anak ke masa dewasa
• Adanya dorongan untuk pembentukan identitas
diri yang kuat yang diimbangi dengan perasaan
kesetiakawanan dan toleransi dengan teman
sebaya
• Adanya pembentukan kelompok dengan
pembagian peran yang akan dipatuhi oleh
masing-masing anggota kelompok
Cont’
• Menurut Erikson masa ini merupakan masa yang
mempunyai peranan penting, karena melalui tahap
ini orang harus mencapai tingkat identitas ego,
dalam pengertiannya identitas pribadi berarti
mengetahui siapa dirinya dan bagaimana cara
seseorang terjun ke tengah masyarakat.
• Menurut Erikson (1968, dalam Papalia et al,
2009), tugas remaja adalah menghadapi krisis
dari identitas vs kekacauan identitas, untuk
menjadi orang dewasa yang unik dengan
pemahaman diri yang kohern dan memiliki
peran yang bernilai dalam masyarakat.
• Krisis identitas ditemukan pada remaja yang
mengalami gangguan, tentara dalam perang
dan anggota dari kelompok minoritas (Erikson,
1968, 1973; L.J. Friedman, 1999)
Cont’
• Identitas yang terbentuk saat remaja
menyelesaikan tiga persoalan besar yaitu:
pilihan pekerjaan, pemilihan nilai-nilai untuk
diterapkan dalam hidup dan perkembangan
identitas seksual yang memuaskan.
Cont’
• Masa pubertas terjadi pada tahap ini
• Bila pada tahap sebelumnya berjalan dengan baik
maka seseorang dapat menyesuaikan diri dengan
orang lain dan dapat merasakan bahwa mereka
sudah menjadi bagian dalam kehidupan orang lain.
Karena sudah dapat mengetahui jati dirinya
Cont’
• Identity confusion atau kekacauan identitas
terjadi
apabila
tahap-tahap
sebelumnya
berjalan kurang lancar atau tidak berlangsung
dengan
baik,
disebabkan
anak
tidak
mengetahui dan memahami siapa dirinya yang
sebenarnya ditengah-tengah pergaulan dan
struktur sosialnya
Cont’
• identitas ego > kekacauan identitas =
fanatisisme
• Kekacauan identitas> identitas ego =
pengingkaran
• Identitas ego~kekacauan identitas =
kesetiaan
PENGKAJIAN
1. Perkembangan yang normal: pembentukan identitas
diri
a) Menilai diri secara objektif
b) Merencanakan masa depan
c) Dapat mengambil keputusan
d) Menyukai dirinya
e) Berinteraksi dengan lingkungannya
f) Bertanggung jawab
g) Memperlihatkan kemandirian dalam keluarga
h) Meminta bantuan pada orang lain yang dianggapnya
mampu
Cont’
2. Penyimpangan perkembangan: Bingung Peran
a) Tidak menemukan ciri khas dirinya
b) Merasa bingung dan bimbang
c) Tidak mempunyai rencana masa depan
d) Tidak mampu berinteraksi dengan lingkungannya
e) Berperilaku antisosial
f) Tidak menyukai dirinya
g) Sulit mengambil keputusan
h) Tidak mempunyai minat
i) Tidak mandiri
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
• Potensial (normal): Potensial pembentukan
identitas diri
• Resiko penyimpangan: Resiko bingung peran
TINDAKAN KEPERAWATAN
• Tujuan:
a) Remaja mampu menyebutkan karakteristik
perkembangan yang normal dan menyimpang
b) Remaja mampu menjelaskan cara
perkembangan yang normal
c) Remaja mampu melakukan tindakan untuk
mencapai perkembangan psikososial yang
normal
Cont’
1. Tindakan untuk DK Pembentukan identitas diri:
a) Diskusikan ciri perkembangan psikososial
yang normal dan menyimpang
b) Diskusikan cara untuk memcapai
perkembangan psikososial yang normal
(interaksi dengan orang lain, mengikuti
kegiatan positif, melaks kegiatan di rumah
sesuai dengan perannya)
c) Bimbing dan motivasi remaja dalam
melaksanakan rencana yang telah dibuatnya
CONT’
2. Tindakan untuk DK: Perkembangan bingung
peran:
a) Diskusikan aspek positif yang dimiliki
remaja
b) Bantu mengidentifikasi berbagai peran
yang dapat ditampilkan remaja dalam
kehidupannya
c) Diskusikan penampilan peran yang terbaik
untuk remaja
d) Bantu remaja mengidentifikasi peran
keluarga
1. Keluarga mampu menjelaskan perilaku
yang menggambarkan perkembangan
remaja yang normal dan menyimpang
2. Keluarga mampu menjelaskan cara
menstimulasi perkembangan remaja
3. Keluarga mampu mendemonstrasikan cara
menstimulasi perkembangan remaja
4. Keluarga mampu merencanakan tindakan
untuk menstimulasi perkembangan remaja.
Cont’
• Tindakan keperawatan untuk keluarga:
a) Jelaskan ciri perkembangan remaja yang
normal dan menyimpang
b) Jelaskan cara yang dapat dilakukan oleh
keluarga untuk memfasilitasi perkembangan
remaja yang normal
c) Diskusikan dan demonstrasikan tindakan
untuk membantu remaja memperoleh
identitas diri
d) Diskusikan rencana tindakan yang akan
dilakukan keluarga untuk memfasilitasi
remaja untuk memperoleh identitas diri
EVALUASI dan DOKUMENTASI
• Evalusi kemampuan remaja dan keluarga dalam
perkembangan psikososial remaja dan evaluasi
kemampuan perawat dalam memberikan askep
perkembangan psikososial remaja.
• Dokumentasi askep yang telah dilakukan sesuai
dengan format dokumentasi pengkajian,
dokumentasi perencanaan, dokumentasi
implementasi dan evaluasi
ASKEP
PERKEMBANGAN
PSIKOSOSIAL
DEWASA MUDA (18-25
TAHUN)
INTIM VS ISOLASI
• Masa Dewasa Awal (Young adulthood)
• Ditandai adanya kecenderungan intimacy –
isolation
• Ikatan kelompok sudah mulai longgar
• Selektif membina hubungan yang intim hanya
dengan orang-orang tertentu yang sepaham
• Adanya dorongan untuk membentuk hubungan
yang intim dengan orang-orang tertentu, dan
kurang akrab atau renggang dengan yang lainnya.
Cont’
• Jenjang yang ingin dicapai adalah adanya kedekatan
dengan orang lain dan berusaha menghindar dari sikap
menyendiri
• Apabila seseorang dalam tahap ini tidak mempunyai
kemampuan untuk menjalin relasi dengan orang lain
secara baik maka akan tumbuh sifat merasa terisolasi
• Intimasi>isolasi = cuek, terlalu bebas
• Isolasi > intimasi = terkucil -> benci,dendam
• Intimasi~isolasi= cinta yaitu kemampuan untuk
mengenyampingkan segala bentuk perbedaan dan
keangkuhan lewat rasa saling membutuhkan
Cont’
• Ritualisasi yang terjadi pada tahan ini yaitu adanya
afiliasi dan elitisme. Afilisiasi menunjukkan suatu
sikap yang baik dengan mencerminkan sikap untuk
mempertahankan
cinta
yang
dibangun
dengan
sahabat, kekasih, dan lain-lain.
• Sedangkan elitisme menunjukkan sikap yang kurang
terbuka dan selalu menaruh curiga terhadap orang
lain.
Pengkajian
• Karakteristik Perilaku Dewasa Muda:
1. Perkembangan yang normal: akrab dengan
orang lain:
a) Menjalin interaksi yang hangat dan akrab
dengan orang lain
b) Mempunyai hubungan dekat dengan orang
tertentu: pacar, sahabat
c) Mempunyai komitmen yang jelas dalam bekerja
dan berinteraksi
d) Merasa mampu mandiri dalam kehidupan
(sudah bekerja)
Cont’
e) Memperlihatkan tanggung jawab secara
ekonomi, sosial dan emosional
f) Mempunyai konsep diri yang realistis sesuai
kenyataan
g) Menyukai dirinya dan mengetahui tujuan
hidupnya
h) Berinteraksi baik dengan keluarga
i) Mampu mengatasi stres akibat perubahan
dirinya
j) Menganggap kehidupan sosialnya bermakna
k) Mempunyai nilai yang menjadi pedoman
hidupnya
Cont’
Karakteristik penyimpangan perkembangan:
Menyendiri/isolasi
• Ketakutan/ tidak siap menerima akibat dari
perbuatannya
• Sulit untuk memulai suatu hubungan
• Tidak mempunyai teman dekat
• Menghindari komitmen dalam berinteraksi
• Mudah beralih dalam bekerja, karier atau gaya hidup
• Tidak mempunyai nilai sebagai pedoman hidup
• Tidak mempunyai hubungan akrab dengan orang lain
• Tidak mampu mengatasi stres
Diagnosis Keperawatan
• Potensial (normal): Potensial berhubungan
akrab dengan orang lain
• Resiko (penyimpangan): Resiko isolasi sosial
Tindakan Keperawatan
Tujuan:
Individu dewasa muda mampu:
a) Memahami karakteristik perkembangan
psikososial yang normal dan menyimpang
b) Memahami cara mencapai perkembangan
psikososial yang normal (berinteraksi dan
bekerja)
c) Melakukan tindakan untuk perkembangan
psikososial yang normal
Cont’
• Tindakan keperawatan pada dewasa muda
a) Diskusikan perkembangan psikososial yang
normal dan menyimpang
b) Diskusikan cara mencapai perkembangan
psikososial yang normal
c) Motivasi dan beri dukungan pada individu
untuk melalkukan tidakan yang dapat
memenuhi perkembangan psikososialnya
Cont’
• Tindakan keperawatan untuk keluarga:
Tujuan:
1. Keluarga mampu memahami perilaku yang
menggambarkan perkembangan dewasa
muda yang normal dan menyimpang
2. Keluarga mampu memahami cara
menstimulasi perkembangan dewasa muda
3. Keluarga mampu mendemonstrasikan cara
menstimulasi perkembangan dewasa muda
4. Keluarga mampu merencanakan tindakan
untuk menstimulasi perkembangan dewasa
muda
Cont’
• Tindakan Keperawatan untuk keluarga:
a) Jelaskan pada keluarga tentang
perkembangan psikososial dewasa muda yang
normal dan menyimpang
b) Diskusikan dengan keluarga mengenai cara
memfasilitasi perkembangan psikososial
dewasa muda yang normal
c) Latih keluarga untuk memfasilitasi
perkembangan psikososial dewasa yang
normal
EVALUASI dan DOKUMENTASI
• Evalusi kemampuan dewasa muda dan keluarga
dalam perkembangan psikososial dewasa muda
dan evaluasi kemampuan perawat dalam
memberikan askep perkembangan psikososial
dewasa muda.
• Dokumentasi askep yang telah dilakukan sesuai
dengan format dokumentasi pengkajian,
dokumentasi perencanaan, dokumentasi
implementasi dan evaluasi
Askep pada
perkembangan
psikososial dewasa
(25-65 tahun)
Menyiapkan Generasi Berikutnya
VS
Terhambat
• Masa Dewasa (Adulthood) ditandai adanya
kecenderungan generativity-stagnation
• Salah satu tugas untuk dicapai ialah dapat
mengabdikan diri guna keseimbangan antara sifat
melahirkan sesuatu (generativitas) dengan tidak
berbuat apa-apa (stagnasi).
• Melalui generativitas akan dapat dicerminkan
sikap memperdulikan orang lain. Sedangkan
stagnasi yaitu pemujaan terhadap diri sendiri dan
tidak perduli terhadap siapapun.
Cont’
• Maladaptif yang kuat akan menimbulkan
sikap terlalu peduli, sehingga mereka tidak
punya waktu untuk mengurus diri sendiri.
Selain itu malignansi yang ada adalah
penolakan, di mana seseorang tidak dapat
berperan secara baik dalam lingkungan
kehidupannya sehingga kehadirannya kurang
dapat diterima dengan baik oleh lingkungan
Cont’
• Pada masa dewasa individu diharapkan dapat terlibat
dalam keluarga, masyarakat, pekerjaan dan mampu
membimbing keturunannya
• Masa dewasa ditandai dengan kebebasan pribadi,
kestabilan keuangan dan interaksi sosial yang baik
karena pada masa ini individu sudah beranjak dewasa
dan berkeluarga.
• Individu menyadari tanggung jawab bertambah pada
masa ini
• Kegagalan dalam mencapai kemampuan dapat
menyebabkan ketergantungan dalam keuangan dan
stagnasi
Pengkajian:
1. Perkembangan yang normal: Generativity
a) Membimbing dan menyiapkan generasi berikutnya
b) Memperhatikan kebutuhan orang lain
c) Kreatif
d) Produktif
e) Menerima perubahan fisik dan psikologis yang terjadi
f) Menyesuaikan diri dengan orang tuanya yang sudah lansia
g) Merasa nyaman dengan pasangannya
h) Menilai pencapaian tujuannya
2. Penyimpangan Perkembangan (Stagnasi)
a) Tidak dapat melakukan hal yang berguna
b) Bertindak sesuka hati/semaunya sendiri
c) Hanya memperhatikan diri sendiri
d) Kurang mempunyai keinginan untuk bekerja
dan berkeluarga
e) Tidak mempunyai komitmen pribadi
Diagnosis Keperawatan
• Potensial (normal): Potensial untuk produktif
• Resiko (penyimpangan): Resiko terjadi
stagnasi/ terhambat
Tindakan keperawatan
• Tujuan:Individu dewasa dapat...
a) Memahami perkembangan psikososial yang
normal dan menyimpang
b) Memahami tindakan untuk mencapai
perkembangan psikososial yang normal
c) Melakukan tindakan untuk mencapai
perkembangan psikososial yang normal
Cont’
1. Implementasi untuk Perkembangan yang normal:
a) Diskusikan dengan individu dewasa mengenai
perkembangan psikososial yang normal dan menyimpang
b) Diskusikan cara mencapai perkembangan psikososial
yang normal (menerima proses penuaan, menikmati
kebebasan dan kemandirian, berinteraksi dengan baik,
berumah tangga, memperbaharui minat, melakukan hobi)
c) Memotivasi pelaksanaan tindakan yang dapat memenuhi
perkembangan psikososial orang dewasa
d) Motivasi dalam membimbing generasi selanjutnya
Cont’
2. Implementasi penyimpangan perkembangan:
stagnasi/terhambat:
a) Diskusikan penyebab hambatan (fisik, sakit, tgs
perkembangan tidak tercapai, perpisahan,
kehilangan)
b) Diskusikan cara mengatasi hambatan
c) Motivasi dan dampingi individu dalam
menyelesaikan masalah
d) Motivasi dalam melakukan tidakan yang dapat
memenuhi perkembangan psikososialnya
Tindakan Kep Keluarga
• Tujuan:
1. Keluarga mampu menjelaskan perilaku yang
menggambarkan perkembangan dewasa yang
normal dan menyimpang
2. Keluarga mampu menjelaskan cara menstimulasi
perkembangan sosial dewasa
3. Keluarga mampu memfasilitasi perkembangan
psikososial dewasa
4. Keluarga mampu merencanakan tindakan untuk
menstimulasi perkembangan psikososial dewasa
yang normal
Cont’
• Tindakan Keperawatan untuk keluarga:
a) Jelaskan pada keluarga tentang
perkembangan psikososial dewasa yang
normal dan menyimpang
b) Diskusikan dengan keluarga mengenai cara
memfasilitasi perkembangan psikososial
dewasa yang normal
c) Latih keluarga untuk memfasilitasi
perkembangan psikososial dewasa yang
normal
Cont’
• Tindakan keperawatan keluarga dengan
penyimpangan: Stagnasi
a) Diskusikan dgn keluarga penyebab hambatan
(fisik, sakit, tgs perkembangan tidak tercapai,
perpisahan, kehilangan)
b) Diskusikan dengan keluarga cara mengatasi
masalah anggota keluarga dewasa
c) Diskusikan dengan keluarga cara mengatasi
hambatan
d) Diskusikan dgn keluarga cara mencapai
erkembangan psikososial dewasa
EVALUASI dan DOKUMENTASI
• Evalusi kemampuan dewasa dan keluarga dalam
perkembangan psikososial dewasa dan evaluasi
kemampuan perawat dalam memberikan askep
perkembangan psikososial dewasa .
• Dokumentasi askep yang telah dilakukan sesuai
dengan format dokumentasi pengkajian,
dokumentasi perencanaan, dokumentasi
implementasi dan evaluasi
Askep pada
Perkembangan
Psikososial
Lansia (>65 tahun)
Integritas Vs Putus Asa
• Masa
hari
tua
(Senescence)
ditandai
adanya
kecenderungan ego integrity – despair
• Perkembangan psikososial lansia adalah tercapainya
integritas diri yang utuh, pemahaman terhadap makna
hidup keseluruhan menyebabkan lansia membimbing
generasi selanjutnya berdasarkan sudut pandangnya.
Lansia yang tidak mencapai integritasnya akan
merasa putus asa dan menyesali masa lalunya karena
merasa hidupnya tidak bermakna
Cont’
• Individu telah memiliki kesatuan atau
intregitas pribadi menjadi pribadi yang
telah mapan di satu pihak tapi masih
memiliki beberapa keinginan atau tujuan
yang akan dicapai yang dihalangi oleh
faktor usia. Dalam situasi ini individu
merasa putus asa.
Cont’
• Tahap ini merupakan tahap yang sulit dilewati bagi
sebagian orang dikarenakan mereka sudah merasa
terasing dari lingkungan kehidupannya, karena orang
pada usia senja dianggap tidak dapat berbuat apa-apa
lagi atau tidak berguna.
• Integritas yang memiliki arti tersendiri yakni menerima
hidup dan oleh karena itu juga berarti menerima akhir
dari hidup itu sendiri
Cont’
• Integritas>kecemasan =
berandai-andai, tidak mau
menghadapi kesulitan dan
kenyataan di masa tua
• Kecemasan> integritas=
sikap menggerutu yang
diartikan Erikson sebagai
sikap sumpah serapah dan
menyesali kehidupan
sendiri.
• Integritas~kecemasan=
kebijaksanaan
Pengkajian
1.
a)
b)
c)
d)
Karakteristik Integritas Diri:
Mempunyai harga diri tinggi
Merasa disayang oleh keluarga
Menilai kehidupan berarti
Memandang segala sesuatu hal secara
keseluruhan
e) Menerima nilai dan keunikan orang lain
f) Menerima datangnya kematian
Cont’
2. Karakteristik Putus Asa:
a) Memandang rendah/ menghina/ mencela
orang lain
b) Merasakan kehidupannya selama ini tidak
berarti
c) Masih ingin berbuat banyak tapi takut tidak
mempunyai waktu lagi.
Diagnosa Keperawatan
• Potensial (normal);
Potensial
berkembangnya
integritas diri
• Resiko
(penyimpangan):
Keputusasaan
Tindakan Keperawatan
• Tujuan: lansia mampu
a) Menyebutkan karakteristik perkembangan
psikososial yang normal dan menyimpang,
merasa disayangi dna dibutuhkan keluarga,
mampu mengikuti kegiatan sosial dan
keagamaan di lingkungannya
b) Menjelaskan cara mencapai perkembangan
psikososial yang normal dan merasakan
hidupnya bermakna
c) Mampu melakukan tindakan untuk mencapai
perkembangan psikososial yang normal
Cont’
1. Tindakan Keperawatan pada potensial integritas
diri:
a) Jelaskan ciri perilaku perkembangan lansia
b) Diskusikan cara yang dapat dilakukan lansia
untuk mencapai integritas diri yang utuh ( makna
hidup, life review, reminisance, keberhasilan yang
sudah dicapai, kegiatan sosial, melakukan
kegiatan kelompok)
c) Bimbing lansia untuk membuat rencana kegiatan
untuk mencapai integritas diri yang utuh
d) Motivasi lansia untuk melaksanakan rencana
yang telah dibuatnya
Cont’
2. Tindakan keperawatan untuk DK putus asa:
a) Diskusikan penyebab hambatan dalam
mencapai tugas perkembangan lansia
(penyakit, putus asa)
b) Diskusikan cara mengatasi hambatan dan
motivasi keinginan lansia untuk mengobati
penyakit fisik yang dialaminya
c) Bantu lansia bersosialisasi secara bertahap
d) Fasilitasi untuk ikut kegiatan lansia
Tindakan Kep. Keluarga
• Tujuan:
1. Keluarga mampu menjelaskan perilaku yang
menggambarkan perkembangan lansia yang
normal dan menyimpang
2. Keluarga mampu menjelaskan cara
menstimulasi perkembangan psikososial
lansia
3. Keluarga mampu memfasilitasi perkembangan
psikososial lansia
4. Keluarga mampu merencanakan tindakan
untuk menstimulasi perkembangan psikososial
lansia
Cont’
1. Tindakan Kep keluarga : integritas diri
a) Jelaskan pada klg tentang perkembangan
psikososial lansia yang normal dan menyimpang
b) Diskusikan dengan keluarga mengenai cara
memfasilitasi perkembangan lansia yang
normal
c) Latih keluarga untuk memfasilitasi
perkembangan psikososial lansia
d) Buat rencana stimulasi perkembangan
psikososial lansia
Cont’
2. Tindakan Kep. Pada Keluarga dengan lansia putus
asa:
a) Diskusikan dengan keluarga mengenai cara
penyelesaian hambatan dalam mencapai tugas
perkembangan lansia saat ini, seperti sakit fisik
b) Motivasi dan dampingi keluarga dalam
menyelesaikan masalah tersebut
c) Diskusikan cara mengatasi hambatan tersebut
d) Diskusikan cara mencapai tugas perkembangan
psikososial lansia.
EVALUASI dan DOKUMENTASI
• Evalusi kemampuan lansia dan keluarga dalam
perkembangan psikososial lansia dan evaluasi
kemampuan perawat dalam memberikan askep
perkembangan psikososial lansia .
• Dokumentasi askep yang telah dilakukan sesuai
dengan format dokumentasi pengkajian,
dokumentasi perencanaan, dokumentasi
implementasi dan evaluasi
Terima Kasih
Selamat Berlajar, Sukses Selalu

similar documents