Legal Research & Digital innovation in law 4

Report
LEGAL RESEARCH &
DIGITAL INNOVATION
IN LAW 4.0
Iman Prihandono, Ph.D
Ketua Departemen Hukum Internasional
Fakultas Hukum Universitas Airlangga
E: [email protected]
Dengan
Artificial Intelegent, jutaan
lembar berkas tidak perlu di periksa satu
persatu kembali;
Ini
memberikan kesempatan Lawyers
untuk membuat keputusan secara lebih
baik dan cepat;
CHANGE IS HAPPENING
 52%
klien yang disurvei menyatakan akan
menggunakan jasa hukum dari non-traditional law
firm. Demikian juga biaya konsultasi yang tetap (fixed)
dan secara online semakin diminati.
 Jasa
hukum yang diinginkan: (1) Integrated crossborder advice beyond legal; (2) Use of technology;
(3) Regulatory and global compliance advice; (4)
Fixed fees, value pricing and greater transparency
DELOITTE: FUTURE TRENDS FOR LEGAL
SERVICES, GLOBAL RESEARCH STUDY
(2016)
 Bagaimana
meningkatkan process of
lawyering—memperbaiki kualitas, mengurangi
hal yang tidak perlu, dan menekan resiko
kesalahan;
 Membuat
jasa hukum menjadi lebih dapat
diakses, tersedia untuk lebih banyak orang,
dengan biaya yang rendah;
NEW GENERATION OF LAWYERS
TANTANGAN LAW 4.0

Dalam industry 4.0, terdapat integrasi produk, mulai dari
perancangan, pembuatan, supplier, distribusi sampai dengan
konsumen. Aspek tanggungjawab hukum menjadi sangat
penting.

Cyber Insurance mungkin diperlukan terhadap resiko cyberattacks atau kegagalan IT-system.
1. LIABILITY
 Siapa
yang berhak mengambil, menggunakan
atau menyebarkan data untuk keperluan bisnis.
 Data
diambil dari individu dan digunakan untuk
indivudu lainnya, hal ini menyangkut privacy.
 Ketentuan
mengenai data protection dan IT
Security tidak sama antar Negara menambah
rumit permasalahan.
2. DATA PROTECTION

Penggunaan robot dan automasi akan menghilangkan
pekerjaan manual oleh individu;

Penggunaan AI memunculkan model cara bekerja baru yang
lebih fleksibel (flexible work time models);

Teknologi melahirkan new job profiles dengan hubungan kerja
yang berbeda;
3. LABOR LAW
 Penggunaan
teknologi dan digitalisasi akan
melahirkan banyak inovasi;
 Proses
lahirnya inovasi melalui proses dan
melibatkan banyak pihak. Siapa yang berhak
atas produk teknologi tertentu dan bagaimana
cara terbaik penggunaannya membagi hasil dari
penggunaannya.
 Apakah
Big Data tertantu dapat dimiliki sebagai
HaKI; Bagaimana dengan Data Sharing;
4. INTELLECTUAL PROPERTY
 Lebih
dari 35% keterampilan yang dianggap
penting saat ini akan berubah dalam lima
tahun ke depan.
 McKinsey
memperkirakan 60% lapangan
pekerjaan, lebih dari 30% nya berkaitan
dengan automated technology.
THE LEGAL INDUSTRY NEEDS TO BE
UPDATED WITH THE NEW SKILLS
 Be
the change and be adaptable to change.
 Situasi
tidak menentu dan cepat berubah.
 Cepat
mengantisipasi perubahan industri 4.0,
tantangan hukum apa yang terjadi, dan
bagaimana tantangan ini dapat memberikan
peluang
1. BE OPEN TO CHANGE
 Cepat
melakukan switch (perpindahan) cara
berpikir.
 Bekerja
lintas disiplin dan konsep dari
berbagai bidang.
 Ilmu
hukum saja tidak akan banyak berguna,
pengetahuan tentang teknologi adalah
keharusan.
2. COGNITIVE FLEXIBILITY
Berpikir
menggunakan logika
komputer dan analisa data.
Kita
sedang dalam era Big Data
3. INNOVATIVE & ADAPTIVE
Berpikiran
kreatif dalam
pemecahan masalah.
Menggunakan
data driven
decision-making.
4. COMPLEX PROBLEM SOLVING
Memiliki
pengetahuan dalam berbagai
jenis platform teknologi yang dapat
membantu.
Gunakan
beberapa platform dalam
berkomunikasi.
5. VIRTUAL COLLABORATION
Self-awareness;
Self-management;
Intrinsic
motivation;
Empathy;
Social
dan
skills;
6. EMOTIONAL INTELLIGENCE
Client-vendor;
Upward-downward;
Win-win
solutions;
7. ADVANCED NEGOTIATION
TECHNIQUES
Robot
tidak memiliki human touch;
8. SERVICE ORIENTATION
Risk
taking;
Persistence;
Marketing
Coding
savviness; dan
skills.
9. TECHNICAL ENTREPRENEURSHIP
 TERIMA
KASIH

similar documents