Psikodiagnostika 9 Pertemuan 7

Report
Reliabilitas dan
Validitas TAT
Materi Pertemuan ke-7
Reliabilitas

Reliabilitas TAT sulit ditentukan karena:
1.
Respon-respon klien pada TAT melibatkan materi
verbal yang kompleks dan bermakna sehingga analisa
kualitatif yang eksak sulit untuk dilaksanakan serta
interpretasinya lebih didasarkan pada analisa kualitatif
isi cerita.  pengukuran reliabilitas sulit. McClelland
(1961), Atkinson & Feather (1966) kembangkan cara
skoring yang kompleks untuk ach., aff., & power 
nilai kuantitatif disetujui, reliabilitas interscore lewat
pembobotan need-need yang berbeda telah tercapai,
tetapi belum ada kesepakatan tentang kesimpulang
berdasarkan skor-skor ini.
Lanjutan Reliabilitas
2. Luasnya keragaman cerita klien. Beberapa
kartu tidak dapat diperbandingkan karena
dirancang untuk mengukur daerah fungsi
psikologis yang berbeda-beda shg strategi
pengukuran reliabilitas (metode split half) tidak
memadai.
 Jadi aspek-aspek reliabilitas yang penting tidak
dapat diperoleh, bahkan pada beberapa kasus
tidak cukup memadai untuk dicoba
Validitas
 Mengukur validitas TAT sama sulitnya karena:
1. Adanya permasalahan pada pencapaian
kesepakatan kriteria eksternal yang
digunakan karena, t.l overt yang digunakan
sebagai kriterion berkorelasi tipis dengan skor
tes. Mis: agresi tinggi yang muncul pada
cerita-cerita TAT tidak mencerminkan perilaku
agresi yang sesungguhnya pada klien
Lanjutan Validitas
2. Pengukuran needs pada TAT berkorelasi tipis
dengan needs yang diukur melalui alat tes lain
(mis: EPPS, dan adjective Check List)
3. Titik pandang antar teknik proyektif bervariasi
dan hanya ada sedikit kesamaannya waktu
digunakan untuk mengukur individu yang sama.
 Hal2 diatas menyebabkan sulitnya
pengembangan generalisasi berdasarkan
protokol2TAT.
Lanjutan Validitas
 Namun demikian deskripsi individu berdasarkan
cerita-cerita pada TAT yang dibuat oleh klinisi
yang berpengalaman cenderung cocok dengan
deskripsi yang dibuat berdasarkan sejarah
kasus  Tetapi walaupun deskripsi tersebut
akurat, umumnya tetap ada perbedaan apabila
beberapa klinisi melakukan evaluasi terhadap
beberapa subyek  tiap klinis mengambil aspek
yang berbeda dari dalam diri individu yang sama
Kelebihan

Walaupun reliabilitas dan validitas TAT diragukan,
tetap banyak klinisi yang menggunakan.

Beberapa kelebihan TAT:
1.
Menyediakan sarana untuk melihat struktur
kepribadian individu yang covert dan lebih
mendalam
2.
Mengurangi kemungkinan klien untuk berbohong
karena penggunaan TAT tersamar dan mampu
melonggarkan defense yang disadari.
Lanjutan Kelebihan
3. Berfokus pada kepribadian secara keseluruhan, bukan
pada pengukuran obyektif mengenai sikap-sikap
tertentu. Selain mencakup karakteristik emosional dan
interpersonal juga tingkat intelektual umum, orisinalitas
dan gaya problem solving sso
4. Rapportnya mudah  tidak mengancam prestige
individu karena tidak ada jawaban salah, walaupun
ada bbrp klien yang merasa cemas dan tidak aman
dengan kurangnya struktur pada teknik-teknik
proyektif.
Kekurangan

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan
apabila kita menggunakan TAT:
1.
2.
Untuk skoring dan administrasi, standarisasi
kurang memadai
Data normatif kurang memadai  keakuratan
hasil tes lebih bergantung pada pengalaman
umum klinisi untuk menginterpretasi hasil tes
Lanjutan Kekurangan
3.
Kesukaran dalam pengembangan reliabilitas skor dan
reliabilitas retes yang akurat
4.
Penelitian mengenai validitas kurang memadai
5.
Kepekaan tes terhadap variabel situasional, seperti
stres, kelelahan, kurang tidur, dll, mampu mengubah
hasil tes secara signifikan sehingga menurunkan
kemungkinan pengukuran aspek-aspek ‘inti’ dari
kepribadian individu yang sesungguhnya
Sekian dan Terima
Kasih
Atas Partisipasi dan
Kehadirannya

similar documents