Formula_Anggaran_Dewi_FK_Unpad

Report
FORMULA ANGGARAN
DR. Dewi Marhaeni Diah Herawati, drg, MSi
Pendahuluan
• Alokasi anggaran kesehatan ke daerah
saat ini lebih didasarkan pada:
1. Historical budget
2. Usulan yang disampaikan daerah
3. Perhitungan berdasarkan jumlah
penduduk miskin
• Alokasi anggaran belum menggunakan formula
yang fair, daerah yang kaya atau kapasitas
fiskalnya tinggi mendapat anggaran lebih besar
dari pada daerah dengan fiskal kapasitas
rendah
• Alokasi anggaran tidak menghitung health need
dan faktor risiko
• Faktor yang dominan adalah adanya political
approch
• Inggris sejak thn 1980 membagi anggaran dengan
menggunakan formula. Indikator yang digunakan
adalah health need index (Hill et al, 1998).
• Negara NSW (Gibs et al, 2002), juga membagi
anggaran ke AHS (Area Health Services) dengan
menggunakan formula yang berdasar health need
index
• Moore (2003) di Amerika Serikat, formula
merupakan peraturan yg digunakan untuk
membagi transfer anggaran sektor pemerintah.
Mengapa Butuh Formula Anggaran?
• Formula merupakan alat atau instrumen
untuk membagi anggaran, karena
understandable, equitable, adequate
dan predictable.
• Menghindari terjadinya intervensi politik
Subunit membagi
anggaran
Propinsi
(Herawati, 2008)
Unit membagi
anggaran
subunit
Pagu Indikatif
Kemenkes
ditetapkan
berdasarkan SE
Kemenkeu dan
Bappenas
Kemenkes
membagi
anggaran Unit
pada saat
Rakorpim
Kemenkes
mengusulan pagu
anggaran
sementara kpd
Kemenkeu
Kemenkeu
menetapkan
pagu sementara
Atas usulan
Kemenkes
Penetapan
pagu
definitif di
DPR
Pembahasan
anggaran di
DPR
(Herawati, 2008)
Aktor di DPR menggunakan kekuasaan untuk
melakukan perubahan anggaran saat penetapan
pagu definitif, pada kegiatan yang bersifat fisik
Untuk memperjuangkan konstituennya, meskipun
ujungnya memenuhi preferensi kelompok atau
partainya
Terjadi konflik internal di DPR, beberapa
diantaranya merambah daerah yang bukan
kekuasaannya
Keuntungan Penggunaan Formula
• Bebas dari manipulasi, terbuka untuk
dilakukan review
• Menggambarkan keadilan dan pemerataan
antar daerah
• Lebih dapat memenuhi kebutuhan program
• Secara politik dapat diterima
Kelemahan Penggunaan Formula
• Rumit dalam penyusunan formula
(penggunaan penghitungan matematika)
• Oversimplification dunia nyata
• Jika data tidak valid, hasil tidak dapat
optimal
• Jika kebijakan yang dibuat tidak jelas
(tujuan, fokus maupun sasaran), kesulitan
dalam menyusun formula
Bagaimana Formula Anggaran Yg
baik?
Yang memenuhi prinsip-prinsip:
1. Equity: untuk mengatasi celah fiskal
antar daerah
2. Equality: untuk memenuhi health
need program
3. Adequacy: untuk memenuhi
kebutuhan anggaran program
Contoh Formula Dana Dekonsentrasi Anak
1. Equity (antar daerah): celah fiskal
2. Equality (antar daerah): health need program
meliputi:
a. Kelangsungan Hidup
b. Kualitas Hidup
3. Adequacy: beban kerja
a. Jumlah Puskesmas
b. Jumlah Bidan
c. Jumlah Penduduk Miskin
a) Kriteria Umum: keterbatasan anggaran daerah, variabel yang
diukur adalah
Celah Fiskal (Kebutuhan Fiskal – Kapasitas Fiskal)
(1). Kapasitas Fiskal (KF)
(2). Kebutuhan Fiskal (KBF) :
a. Jumlah Penduduk (JP)
b. Luas Wilayah (LW)
c. Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK)
b) Kriteria Khusus: faktor pengali: beban kerja
(1) Jumlah Puskesmas (JPusk)
(2) Jumlah Bidan (JBdn)
(3). Indeks Persentase Penduduk Miskin Daerah (IPPMD)
c) Kriteria Teknis: health need
(1). Kelangsungan hidup:
a. KN1
b. KN Lengkap (KNL)
c. Penanganan Neonatal Komplikasi (PNK)
d. Pelayanan Kesehatan bayi (PKB)
e. Pelayanan Kesehatan Anak Balita (PKAB)
(2). Kualitas Hidup:
a. Penjaringan Kesehatan Siswa Klas I SD
(PKSSD)
b. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
(PKPR)
c. Puskesmas Tatalaksana Kasus Kekerasan
Terhadap Anak (PTKKTA)
Indeks akhir
IA = ICF + 2 (IKN1+IKNL+ IPNK+ IPKB + IPKAB) + (IPKSSD +
IPKPR + IPTKKTA) * IJPusk *IJBdn *HPI
Anggaran Kes Anak Kab/Kota di Kab/Kota ke-i adalah
ADKi = IAi /Juml IA x Pagu
Sumber Data
•
•
•
•
•
•
•
Kapasitas Fiskal: PerMenkeu No 226/PMK.07/2012
Jumlah Penduduk: KPU/Kpts/KPU/Tahun 2012
Luas Wilayah: Profil Kabupaten Kota 2013 (Wikipedia)
Indeks Kemahalan Konstruksi: BPS, 2010
Jumlah Puskesmas: Risfaskes 2011
Jumlah Bidan: Risfaskes 2011
Indeks persentase Penduduk Miskin Daerah:
PerMenkeu No 54/PMK.07/2012
• Indikator kelangsungan hidup dan kualitas hidup:
Direktorat Anak 2012.
• Persentase Penduduk Miskin: BPS 2012
Pertanyaan
• Apakah transfer dana bantuan keuangan
Maskin dapat mengurangi terjadinya
ketimpangan fiskal antar daerah?
• Apakah transfer dana bantuan keuangan
Maskin dapat meningkatkan pencapaian
indikator bidang kesehatan?
• Bagaimana Idealnya Formula Anggaran
Bantuan Keuangan Maskin?
Kebijakan Bantuan Keuangan Maskin
• Tujuan kebijakan adalah meningkatkan
akses masyarakat miskin terhadap
pelayanan kesehatan.
• Sasaran kebijakan: masyarakat miskin
diluar kuota Jamkesmas
Varriabel/indikator yang diukur:
• Equity: Celah Fiskal
1. Kapasitas fiskal: data Kemenkeu
2. Kebutuhan Fiskal
a. Jumlah Penduduk Miskin Non Kuota
Jamkesmas (data kab/kota)
b. Luas Wilayah (data kab/kota)
c. Indeks Kemahalan Konstruksi (data
BPS)
• Equality: Health Need Program
1. Cakupan rawat jalan dan rawat inap maskin non
jamkesmas
2. Gizi buruk balita maskin non jamkesmas
3. Cakupan rujukan maskin non jamkesmas
4. Cakupan pelayanan KDRT miskin non Jamkesmas
• Adequacy
1. Persentase Alokasi APBD kab/kota
2. Realisasi anggaran maskin tahun lalu
3. Lain-lain?

similar documents