Seminar Talent Management_30 Oktober 2014 (Pak Marcus LSPP).

Report
Peran Sertifikasi Kompetensi Profesi Dalam
Peningkatan Kompetensi Bankir Indonesia
Disampaikan dalam seminar “Memilih Strategi Talent Management yang Tepat”
Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan
30 Oktober 2014
Key points
•1
Isu pokok SDM perbankan Indonesia
•2
Pengertian dan proses sertifikasi
•3
LSPP dan Peta Kompetensi Perbankan
Indonesia
•4
Peran dan manfaat sertifikasi
kompetensi
2
Indonesia mengalami liberalisasi keuangan sejak tahun 1966 dan mengalami
berbagai krisis keuangan global pada tahun-tahun berikutnya.
Sumber: Indonesian Banking Development : Financial Services Liberalization, The Regulatory Framework and Financial Stability
3
Banyak perusahaan Indonesia tidak akan berperan dalam pertumbuhan
negara hingga perusahaan-perusahaan tersebut dapat merekrut,
mengembangkan dan mempertahankan orang yang tepat.
Hasil survei menyatakan
…
Dalam survei terkini yang
dilakukan oleh Boston
Consulting Group dan the World
Federation of People
Management Associations,
eksekutif senior menyatakan
mengelola karyawan bertalenta
dan mengembangkan
kepemimpinan adalah dua hal
yang menjadi isu penting di
Indonesia.
Manajemen tingkat menengah
adalah titik yang krusial. Pada
2020, Indonesia akan
mengalami kesenjangan antara
kebutuhan dan ketersediaan
manajer menengah sebesar 4060%
4
Perusahaan di Indonesia menghadapi isu kuantitas dan kualitas karyawan
yang bertalenta di semua level dalam organisasi. Saat ini Indonesia
kekurangan tenaga terampil menengah sebesar 20%
Kondisi SDM Indonesia
Pada tahun 2020, perusahaanperusahaan besar tidak akan
mampu untuk memenuhi
kebutuhan posisi entry-level
dengan kandidat yang
berkualitas baik.
55% pekerjaan di Indonesia
akan bersifat administratif atau
manajerial, dibandingkan
dengan saat ini yang sebesar
36%.
Indonesia belum mampu
menghasilkan lulusan perguruan
tinggi berkualitas untuk
memenuhi posisi tersebut.
5
Sementara itu negara tetangga, Singapura, sudah bersiap diri untuk
menyambut MEA 2015…
Berita di Strait Times
tanggal 18 Juni 2014
…. when it becomes mandatory
for firms that want to hire
foreign professionals to
advertise for Singaporeans first
on the national jobs bank. They
have to advertise for at least 14
days befor hiring skilled
foreigners on Employment
Passes (EPs)….
….. Although the jobs listings
can be viewed by all job seekers,
the Singapore Workforce
Development Agency (WDA)
said only Singaporeans,
permanent residents and
Singapore-registered firms with
Sing Pass accounts can access
features such as job
applications and post job
vacancies…..
6
Kondisi sumber daya manusia di Indonesia saat ini belum siap untuk
berkompetesi di Masyarakat Ekonomi ASEAN
Jumlah Penduduk Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang
Ditamatkan
Jumlah Angkatan Kerja,
Penduduk Bekerja,
Pengangguran
120000000
140.00
120.00
100.00
80.00
60.00
40.00
20.00
0.00
100000000
Tidak/belum pernah sekolah
Angkatan Kerja
Bekerja
Jumlah Penduduk
2013
2011
2009
2007
2005
2003
2001
1999
1997
1994
1992
1990
1988
1986
Tidak/belum tamat SD
80000000
SD
SLTP Umum
60000000
SLTP Kejuruan
SMTA Umum
SMTA Kejuruan
40000000
Pengangguran
Diploma I/II
Diploma III/Akademi
20000000
Diploma IV/Universitas
Jumlah/Total
0
Keterangan:
Jumlah penduduk bekerja mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, seiring dengan peningkatan jumlah
angkatan kerja. Menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan dari penduduk bekerja, lulusan SD adalah yang
paling mendominasi. Sedangkan dua urutan jumlah paling sedikit adalah lulusan Diploma III/Akademi dan
Diploma IV/Universitas.
7
Perbankan perlu fokus dalam peningkatan kualitas dan kapabilitas SDM
Indonesia untuk bersaing dengan bankir asing
Human Development Index Indonesia
masih rendah dibandingkan negara-negara
di ASEAN
Talent Management menjadi suatu hal yang
critical
“More talented young investment bankers
are over twice as productive as their less
talented colleagues” – Bodden et al, The
McKinsey Quarterly
Human Development Index
Trend
Global Rank
ASEAN
Country
2010
2011
2012
2010
2012
Singapore
0.85
0.89
0.895
27
18
Brunei
0.80
0.85
0.855
37
30
Malaysia
0.74
0.76
0.769
57
64
Thailand
0.65
0.68
0.690
92
103
Philippines
0.64
0.65
0.654
97
114
Indonesia
0.60
0.62
0.629
108
121
Vietnam
0.57
0.56
0.617
113
127
Laos
0.50
0.48
0.543
122
138
Cambodia
0.49
0.49
0.543
124
138
Myanmar
0.45
0.44
0.498
132
149
ASEAN Countries
Intra-ASEAN Migration
Outward
Migration
Inward
Migration
Ratio
(outward/inward
)
1,518,68
7
1,195,56
6
158,485
9.58
1,882,98
7
0.63
Philippines
335,407
9,096
36.87
Singapore
122,254
1,162,96
0
0.11
Thailand
262,721
448,218
0.59
Indonesia
Malaysia
Sumber: Tower Watson Presentation on Indonesian Banking Expo 2013
Dengan semakin kencangnya arus globalisasi dan persaingan di tingkat regional, kehadiran bankir
asing di Indonesia merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Untuk itu dibutuhkan
peningkatan kompetensi bankir lokal sehingga mampu bekerja secara handal dan kompeten
dibidangnya masing-masing.
8
Dengan semakin berkembangnya industri perbankan, mutlak diperlukan
pengembangan pada kompetensi bankir untuk mengantisipasi trend yang ada
Bankir harus mengetahui
international best practices
dalam pengembangan
bisnisnya
Bankir harus memiliki kompetensi
dan kapabilitas melakukan inovasi
sejalan dengan :
1. tingkat persaingan yang
semakin ketat dengan kehadiran
pemain global dan regional
2. Persaingan dengan produk
industri keuangan lainnya
Bankir harus memitigasi
berbagai risiko yang muncul
dari pengembangan produk
dan teknologi perbankan
yang semakin canggih dan
kompleks
Bankir harus
mengantisipasi
berbagai faktor
global yang
mempengaruhi
bisnis perbankan
(krisis 1998, 2008)
3. Kebutuhan nasabah yang
semakin kompleks
9
Salah satu tantangan bankir Indonesia adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN
2015
10
Kondisi SDM Indonesia di industri perbankan
Proyeksi pegawai industri perbankan 2011 - 2018
Nama Bank
2014
2015
2016
2017
2018
Bank BUMN
182.271
200.498
220.498
242.603
266.863
Bank Swasta Devisa
242.059
266.265
292.892
322.181
354.399
Bank Swasta Non Devisa
37.984
41.783
45.961
50.557
55.613
Bank BPD
41.795
45.975
50.572
55.630
61.193
Bank Asing
17.169
18.886
20.775
22.852
25.137
9.954
10.949
12.044
13.249
14.574
531.235
584.359
642.794
707.074
777.781
Bank Campuran
Jumlah
Catatan :
1. Tahun 2010 data riil pegawai bank di Indonesia sebanyak 362.841 orang
2. Tahun 2012 s.d. 2018 proyeksi pegawai bank tumbuh rata-rata sebesar ± 10% per tahun
dengan asusmsi pertumbuhan bisnis bank sebesar 20% per tahun
11
Isu-isu pokok perbankan Indonesia dalam menghadapi integrasi sektor
keuangan ASEAN dapat dirangkum sebagai berikut:
Mitigasi atas
dampak negatif
dari financial
liberalization dan
krisis keuangan
global
Meningkatkan
daya saing Bank
dalam sektor
keuangan dan
pelebaran akses
perbankan dalam
pembiayaan
sektor publik
Efisiensi dan
kondisi
governance
perbankan
Indonesia
Isu-isu
pokok
perbankan
indonesia
Belum
berperannya
asosiasi
sebagai Self
Regulatory
Organization
(SRO)
Manajemen tingkat
menengah adalah titik
yang krusial. Pada
2020, Indonesia akan
mengalami
kesenjangan antara
kebutuhan dan
ketersediaan manajer
menengah sebesar 4060%
Tantangan
perubahan
sehubungan
pengalihan otoritas
pengawasan Bank
dari Bank Indonesia
ke Otoritas Jasa
Keuangan
12
Penyebab hal-hal ini bisa terjadi adalah:
1
Perguruan Tinggi dan lembaga pelatihan belum mampu mencetak tenaga sesuai
dengan kebutuhan industri
2
Lulusan Perguruan Tinggi dan lembaga pelatihan masih ditampung pada level
bawah karena masih membutuhkan pembekalan lebih lanjut
3
Masih ada Perusahaan belum mampu untuk menyiapkan atau melatih tenaga
kerja sendiri
4
Hal-hal tersebut diatas menyebabkan pembajakan dan perpindahan kerja dari
satu perusahaan ke perusahaan lain dengan alasan mencari gaji yang lebih tinggi
13
Key points
•1
Isu pokok SDM perbankan Indonesia
•2
Pengertian dan proses sertifikasi
•3
LSPP dan Peta Kompetensi Perbankan
Indonesia
•4
Peran dan manfaat sertifikasi
kompetensi
14
Kompetensi sebagai sebuah konsep
 Kompeten diartikan kemampuan
dan kewenangan yang dimiliki oleh
seseorang untuk melakukan suatu
pekerjaan, yang didasari oleh
pengetahuan, keterampilan dan
sikap sesuai dengan unjuk kerja
yang ditetapkan.
Knowledge
(Pengetahuan)
Attitude
Skill
(Etos Kerja)
(Keahlian)
 Standar Kompetensi adalah
pernyataan yang menguraikan
keterampilan, pengetahuan dan
sikap yang harus dilakukan saat
bekerja serta penerapannya,
sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan oleh tempat kerja
(industri).
Kompetensi
15
Dalam peningkatan kompetensi diperlukan sertifikasi profesi untuk tahu
kompetensi apa yang dimiliki seorang bankir
 Sertifikasi terhadap kompetensi
profesi: dilakukan oleh Lembaga
Sertifikasi Personil/Profesi, berlaku
apabila masih kompeten.
 Sertifikasi untuk mendapat status
profesi dilakukan organisasi
profesi, biasa disebut juga
lisensi/registrasi profesi.
 Sertifikat pelatihan: oleh lembaga
pelatihan, biasa disebut juga
Certificate of attainment, berlaku
selamanya.
 Sertifikat kehadiran/attendance.
16
Pengukuran kompetensi yang baik adalah berdasarkan asesmen yaitu
Competency Based Assessment (CBA)
1.
2.
Proses pengumpulan
bukti-bukti dan
membuat keputusankeputusan tentang
apakah kandidat
mencapai standar
(kompeten) atau tidak
kompeten.
 criterion referenced
or standards-based
assessment.
1. Criterion referenced
2. Evidence-based
3. Participatory
17
Competency Based Assessment (CBA) memiliki siklus asesmen yang
berkesinambungan
1.Mengembangkan
Kontek asesmen
2.Mempersiapkan
kandidat
8.Mendukung proses
banding
7.Review proses
asesmen
3.Merencanakan
pengumpulan bukti
6.Merekam dan
melaporkan temuan
4.Mengumpulkan bukti
dan mengambil keputusan
5. Memberikan
umpan balik
18
Competency Based Assessment (CBA) memiliki proses asesmen yang
terstruktur
II
III
BENCHMARK
BUKTI
SKILL
KNOWLEDGE
ATTITUDE
ASESOR
PRA
ASESMEN
I
LANJUT
INTERVIEW
IV
ACUAN,
STANDAR,
DLL
------------
V
K
PL
HASIL
ASESMEN
PERANGKAT
Q&A
PORTFOLIO
BK
STOP
19
Key points
•1
Isu pokok SDM perbankan Indonesia
•2
Pengertian dan proses sertifikasi
•3
LSPP dan Peta Kompetensi Perbankan
Indonesia
•4
Peran dan manfaat sertifikasi
kompetensi
20
IBI bersama asosiasi perbankan lainnya telah membentuk Lembaga Sertifikasi
Profesi Perbankan (LSPP) untuk menjalankan proses sertifikasi bagi bankir
LSPP didirikan oleh asosiasi profesi dan
asosiasi industri perbankan
1.
LSPP didirikan oleh asosiasi profesi dan industri perbankan
seperti IBI, Himbara, Perbanas, Asbanda, Asbisindo dan
Perbarindo
2.
LSPP
3.
4.
5.
LSPP telah memperoleh lisensi dari BNSP dengan SK No.
KEP.16/BNSP/ VI/2008 tanggal 19 Juni 2008
Rekomendasi dan Lisensi:
Lisensi dari BNSP untuk bidang Audit
Intern Bank, Treasury Dealer dan Wealth
Management sesuai SK BNSP No. KEP16/BNSP/VI/2008 tgl 19 Juni 2008.
Rekomendasi dari Bank Indonesia dengan
surat nomor 11/19/DpG/DPNP tgl 17 Juli
2009 dan lisensi dari BNSP sesuai SK BNSP
No. BNSP-LSP-030-ID tgl 7 September
2011 untuk bidang Manajemen Risiko
Lisensi dari BNSP untuk bidang General
Banking sesuai SK BNSP No.
KEP/784/BNSP/XII/2012 tgl 28 Desember
2012
Lisensi dari BNSP untuk bidang
Compliance sesuai SK BNSP No. KEP
68/BNSP/II/2014 tgl 18 Februari 2014
Lisensi dari BNSP untuk bidang Credit,
Operation dan Funding & Services dalam
persiapan pengajuan ke BNSP
Kerjasama yang erat antara LSPP dan asosiasi industri perbankan maupun asosiasi profesi diharapkan dapat
mendukung LSPP dalam menyusun metode pengujian kompetensi yang didasari oleh kondisi real di lapangan
(pragmatism - tidak hanya terfokus pada teori), mengacu pada global best practice dan latest thinking / applied
research.
21
Dalam menjalankan peranannya, LSPP selalu berlandaskan pada hal-hal
berikut
Organ LSPP
Visi
Menjadi mitra strategis industri
perbankan dalam mendukung terciptanya
bankir kompeten bertaraf internasional di
Indonesia
Misi
Menetapkan sistem dan metode
sertifikasi sesuai kebutuhan industri
perbankan
2. Melaksanakan sertifikasi bankir yang
independen dan bermutu
3. Menggunakan standar kompetensi
kerja bidang perbankan yang terkini
dan bertaraf internasional
Dewan Pengarah
(ex officio)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Zulkifli Zaini
Sigit Pramono
Gatot M. Suwondo
Eko Budiwiyono
Yuslam Fauzi
Joko Suryanto
: Ketua Umum IBI
: Ketua Umum Perbanas
: Ketua Umum Himbara
: Ketua Umum Asbanda
: Ketua Umum Asbisindo
: Ketua Umum Perbarindo
1.
2.
Eko Budiwiyono
Ogi Prastomiyono
3.
Irwan M. Habsjah
: Ketua Umum II IBI
: Ketua Bid. Organisasi,
Keanggotaan & Advokasi IBI
: Ketua Bid. Riset, Pengkajian
dan Publikasi IBI
1.
Herwidayatmo
2.
3.
4.
5.
Sentot A. Sentausa
Darmadi Sutanto
Hidayat Prabowo
Panji Irawan
: Ketua Bid. Pembinaan &
Pengembangan Profesi IBI
: Ketua Umum BARA
: Ketua Umum CWMA
: Ketua Umum IAIB
: Ketua Umum ACI Forexindo
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Sasmita
Richard S Dompas
Sudirman Mikin
Marcus S. Rahardjo
I Nyoman Samkara
Moh. Ilham Soeroer
: Direktur Eksekutif
: Sekretaris Jendral
: Bendahara
: Direktur Bidang Sertifikasi
: Direktur Bidang Standarisasi
: Direktur Bidang Operasional
1.
Dewan Kode Etik
Dewan Sertifikasi
Strategi Utama
1.
Meningkatkan kompetensi dan
sertifikasi bankir
2. Meningkatkan program surveillance
dan refreshment
3. Melaksanakan pemberian
professional degree
4. Penguatan kapasitas kelembagaan
Pengurus Harian
22
Program utama dan program sertifikasi telah disiapkan oleh LSPP untuk
meningkatkan kompetensi bankir
1.
2.
3.
4.
Peningkatan sertifikasi dan kompetensi
Memberikan identifikasi kualifikasi profesi bankir
Meningkatkan program surveilan/ refreshment.
Peningkatan kapasitas kelembagaan.
1.
2.
3.
Program
Utama
Program
Sertifikasi
LSPP
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Sertifikasi bidang manajemen risiko untuk memenuhi
ketentuan Bank Indonesia.
Sertifikasi bidang general banking untuk program ODP, MDP
dan SESPI.
Sertifikasi bidang treasury dealer untuk dealer dan pejabat
treasury bank.
Sertifikasi untuk pegawai dan pejabat internal audit bank.
Sertifikasi untuk pegawai dan pejabat compliance bank.
Sertifikasi bidang wealth management untuk bisnis priority
bank.
Sertifikasi bidang credit untuk analis kredit dan pejabat credit
dan pembuat kebijakan kredit.
Sertifikasi bidang operation untuk petugas/pejabat operation
bank yang mencakup ; administrasi kredit, internasional
banking dan treasury.
Sertifikasi bidang funding officer untuk teller, funding officer,
funding sales representative dan funding manager.
23
Di masa yang akan datang, LSPP akan menghadapi beberapa tantangan dalam
isu pengembangan kompetensi
1. Menjadikan sertifikasi kompetensi
bidang manajemen risiko menjadi
salah satu kegiatan utama.
2. Menjadikan
refreshment/surveilance sebagai
salah satu kegiatan utama.
3. Pekerjaan operasional masih bersifat
manual sedangkan program
modernisasi komputer masih
berjalan.
4. Belum jelasnya instansi teknis yang
membina dalam pembuatan dan
review SKKNI bidang perbankan.
5. Kuantitias dan Kualitas asesor masih
perlu ditingkatkan antara lain
melalui standarisasi (Kebijakan,
pembekalan/pelatihan dan
asesmen).
6. Belum berperannya IBI dan Komda IBI
dalam menunjang pelaksanaan program
sertfikasi dan refreshmen/surveilan.
7. Belum adanya pengakuan internasional
terhadap sertifikasi kompetensi yang
diselenggarakan oleh LSPP.
24
Dalam mendorong terciptanya bankir yang tangguh dan unggul, LSPP akan
mendorong pengembangan kompetensi bankir nasional melalui RJP 20142018
Visi
Menjadi mitra strategis industri perbankan
dalam mendukung terciptanya bankir-bankir
bertaraf internasional di Indonesia
Membangun bankir
nasional yang memiliki
kesetaraan
profesionalisme, karakter
dan kompetensi bertaraf
internasional
Memberikan identifikasi
kualifikasi profesi bankir
Menjadi mitra
strategis bagi bank
dan regulator otoritas
dalam
mengembangkan
profesi bankir
Infrastruktur (media komunikasi dan database informasi)
Pendanaan
Organisasi (struktur organisasi dan sumber daya manusia)
Sinergi dengan asosiasi dan lembaga profesi lainnya
25
Rencana Jangka Panjang LSPP tersebut diimplementasikan dalam 3 (tiga) fase
2014-2015
Build a strong foundation
Peningkatan
sertifikasi dan
Kompetensi
Bankir
• Menyelesaikan dan atau mereview perangkat
ke 9 bidang kompetensi yang direncanakan.
• Meningkatkan jumlah dan kualitas asesor.
• Meningkatkan kualitas pelayanan proses
sertifikasi.
Memberikan
indentifikasi
kualifikasi profesi
bankir
• Menyusun standar operasi dan kebijakan
program pemberian profesional degree.
• Menyiapkan tata cara pelaksanan pemberian
professional degree dan sistem data basenya.
2016-2017
Build best services and
qulaity certification
2018
Sertifikasi bertaraf
international
• Mengidentifikasi dan menyiapkan kerjasama
dengan lembaga pelatihan untuk setiap jenis
bidang kompetensi.
• Mengembangkan sistem TUK mandiri
• Melakukan benchmark dengan
international best practices
• Mengembangkan aliansi dengan mitra
strategis dari lembaga profesi
internasional.
• Inisiasi kerjasama pemberian profesional
terakreditasi dengan lembaga asing untuk 4
bidang kompetensi (Risk Management,
Treasury, audit dan general banking)
• Inisiasi kerjasama pemberian
• Mereview organisasi dan fungsi refreshment
dan surveillance
• Memperkuat personal pengelola fungsi
refreshment dan surveilance.
• Membangun database peserta yang belum dan
sudah melakukan refreshment/surveilance.
• Meningkatkan jumlah dan kualitas kerjasama
pihak ketiga untuk pelaksanaan refreshment &
surveilance.
• Membentuk tim penyusun modul sebagai
bahan refreshment/surveilance.
• Membentuk dedicated assesor yang mampu
memberikan refreshment.
• Melakukan benchmark dengan
international best practices
• Mengembangkan aliansi dengan mitra
strategis dari lembaga profesi
internasional.
Penguatan
Kapasitas
Kelembagaan
• Memperkuat sistem IT
• Membangun website yang lebih user friendly
dan multi language
• Revitalisasi Struktur Organisasi Pengurus harian
dan dibawahnya.
• Pembelian gedung untuk Kantor LSPP
• Meningkatkan brand awareness LSPP
• Meningkatkan muatan website.
• Meningkatkan kemampuan bidang non risk
management.
• Mengadakan harmonisasi dan sosialisasi untuk
meningkatkan branding.
• Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
• Membangun kerjasama dengan
Komisariat Daerah IBI dan asosiasi
perbankan untuk pelaksanaan uji
kompetensi.
• Sinergi dengan asosiasi atau lembaga
profesi yang bertaraf internasional.
Key
Indicators
• Jumlah peserta : 29.687 orang
• Jumlah surveilance/refreshment :10.000 org
• Jumlah profesional degree : 1.000 orang
• Jumlah peserta : 39.891 orang
• Jumlah surveilance/refreshment: 20.000 org
• Jumlah profesional degree : 3.000 orang
• Jumlah peserta : 46.070 orang
• Jumlah survei/refreshment: 25.000 org
• Jumlah profesional degree : 5.000 org
Meningkatkan
Program
surveilance/
refreshment
profesional degree terakreditasi
dengan lembaga asing untuk 5 bidang
kompetensi lainnya
26
Untuk menjalankan strategi utamanya, LSPP melakukan pemetaan
kompetensi bankir yang digunakan untuk menentukan keahlian yang harus
dimiliki bankir
Perbankan yang sehat, kuat dan efisien
Internal audit
Human
Resources
Compliance
Treasury
Finance
and
Accounting
Sales
and
Marketing
Funding
and
Services
Credit
Wealth
Manageme
nt
Operation
Teknologi
Informasi
Manajemen Risiko
General Banking
Sudah Sertifikasi
Tidak Disertifikasi
27
Realisasi peserta uji sertifikasi LSPP tahun 2014
Target – Realisasi 9 Bidang Sertifikasi per 30 Oktober 2014
30,000
25,000
Orang
20,000
15,000
10,000
5,000
Manajemen
Risiko
Treasury
Dealer
Internal
Audit
Wealth
Manajemen
General
Banking
Compliance
Credit
Opereation
Funding &
Services
Nonbankir
Semua
Bidang
Total
Peserta
Sertifikasi
Target
19,005
400
75
100
3,000
100
500
500
750
1,000
25,430
Realisasi
12,716
70
18
100
1,391
184
-
-
-
-
14,479
67%
18%
24%
117%
50%
184%
0%
0%
0%
0%
57%
6,000
35
30
25
20
15
10
5
-
4,000
Orang
Orang
5,000
3,000
2,000
1,000
-
35%
Surveilance/Refreshment
7
6
5
4
3
2
1
-
Lokasi
%
64%
Workshop Asesor
100%
TUK
Target
5,000
Target
33
Target
6
Realissasi
1,764
Realisasi
21
Realisasi
6
%
35%
%
64%
%
100%
28
Selama tahun 2014 LSPP telah melakukan berbagai kegiatan untuk menunjang
kegiatan sertifikasi
Jumlah Asesor (kumulatif)
Tahun
Jumlah
2011
2012
2013
2014
73
129
157
178
Jumlah Tempat Uji Kompetensi (kumulatif)
Tahun
Jumlah
2011
2012
2013
2014
11
17
43
64
Jumlah Asesor per Bidang Kompetensi
Bidang
‘11
‘12
‘13
‘14
16
12
-
1
29
8
-
6
-
14
Treasury
14
-
3
-
17
General
Banking
-
-
4
1
45
Manajemen
Risiko
33
34
15
9
81
Compliance
-
-
2
4
6
Operation
-
-
-
3
-3
Funding & Ser.
-
-
-
-
Credit
-
-
-
73
56
30
Internal Audit
W.elth Mgt
Jumlah
2011
2012
Jumlah
7.273
34.194
2013
Jadwal Uji Kompetensi Tahun 2014
Bulan
Audit
Wealt
h
Mngt
Tr
General
Bankin
g
Jan
Manajemen
Risiko
Co
Cr
Op
F&S
18
Feb
8
8,22
Mar
8
22
8
Apr
15
1,8,15,22,25
1,15,22
1,8,15,22,29
8
5,19
5,15,19,26
19
3,10,13,17,24
24
3
17
10
14,21
7,14,17,21,28
28
7
21
7
Mei
3,17
3,17
Jun
7
21
Jul
5
19
5
5,19
5,12,15,19
19
5
19
12
-
Agt
16
16
23
16
9,12,16,23,30
30
16
30
23
3
3
Sep
20
13,20
13,16,20,27
27
27
20
21
178
Okt
4
18
11,18
4,11,14,18
18
18
11
Nov
8,22
22
8,22
1,8,15,18,22,2
9
22
15
1,8
Des
6,13
6
13
6,13
13
13
6
Jumlah Asesi (kumulatif)
Tahun
Jml
2014
56.624 70,003
24
8
4
6
29
Key points
•1
Isu pokok SDM perbankan Indonesia
•2
Pengertian dan proses sertifikasi
•3
LSPP dan Peta Kompetensi Perbankan
Indonesia
•4
Peran dan manfaat sertifikasi
kompetensi
30
Peran lembaga pelatihan dalam program sertifikasi
Peran lembaga pelatihan dalam program sertifikasi
1. Lembaga pelatihan sebagai jembatan penghubung antara dunia pendidikan/
pelatihan dengan dunia kerja untuk dilakukan sertifikasi.
2. Lembaga pelatihan merupakan feeder bagi lembaga sertifikasi.
3. Tingkat keberhasilan asesmen kompetensi yang bersumber dari lembaga
pendidikan/pelatihan sangat tergantung pada kurikulum yang ada.
4. Untuk dapat menghasilkan kelulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja
maka kurikulum lembaga pendidikan perlu adanya sinkronisasi dengan program
sertifikasi (SKKNI).
Peran sertifikasi kompetensi dalam meningkatkan kualitas bankir Indonesia
1. SDM dalam industri perbankan memerlukan pegawai berstandar kompetensi kerja guna dapat
bersaing dalam menghadapi MEA 2020.
2. Standar kompetensi kerja menjadi acuan dalam penilaian kemampuan kompetensi pegawai bank
yang dilakukan melalui sertifikasi kompetensi untuk menghasilkan pegawai bank yang kompeten.
3. Lembaga pelatihan bank merupakan feeder bagi lembaga sertifikasi
sehingga Tingkat keberhasilannya sangat tergantung pada kesesuaian
kurikulum dengan standar kompetensi kerja yang ada.
4. Dengan adanya sertifikasi kompetensi dapat memotivasi pegawai bank
untuk meningkatkan kompetensinya.
5. Dengan adanya sertifikasi juga dapat mempermudah dalam melakukan
penilaian kemampuan kerja pegawai bank.
31
Sertifikasi kompetensi memiliki banyak manfaat bagi para bankir
1
Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada organisasi/industri/kliennya
bahwa dirinya kompeten dalam bekerja atau menghasilkan produk atau jasa.
2
Membantu memastikan dan memelihara kompetensi untuk meningkatkan
percaya diri tenaga profesi.
3
Membantu tenaga profesi dalam merencanakan karirnya.
4
Membantu tenaga profesi dalam mengukur tingkat pencapaian kompetensi
dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri.
5
Membantu tenaga profesi dalam memenuhi persyaratan regulasi.
6
Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara.
7
Membantu tenaga profesi dalam promosi profesinya dipasar tenaga kerja.
32
Hubungi Kami:
Alamat
Telp
Fax
Email
Website
: Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan
Menara Mandiri Lt. 9 Bapindo Plaza
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54 – 55
Jakarta 12190
: 021 – 5267306
: 021 – 5278690
: [email protected]
: www.lspperbankan.or.id

similar documents