abad I - V - XI SOS 2

Report
Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik
(abad I - V)
• Alkitab diterima sebagai pedoman utama
kekristenan yang berotoritas.
• Pada masa itu pemikir-pemikir Kristen
berpendapat bahwa setelah Allah
memberikan wahyu kepada manusia,
mempelajari filsafat Yunani adalah kesia-siaan
bahkan berbahaya
• Tokoh : Policarpus (69-155), Yustinus Martir
(150), Irenaeus (130-202) dan Tertulianus
(160-225). Selanjutnya diikuti oleh Clement
dari Alexandria (155-215), Athanasius (296373), Gregory dari Nanzianzus (330-394) dan
Gregory dari Nyssa (330-390), yang membuat
sintesa ajaran Kristen dengan filsafat Yunani,
tanpa mengorbankan kebenaran Alkitab.
Bapak gereja yang pemikirannya paling berpengaruh pada abad
pertengahan adalah :
Aurelius Augustinus (354-430).
Ajarannya tentang kasih karunia Allah
telah mendasari gerakan reformasi
Martin Luther di abad pertengahan.
Ia menulis ‘Confesiones’ (Pengakuan),
‘De Civitate Dei’ (kota Allah), dan
Trinitas. Pemikirannya sangat
dipengaruhi oleh ajaran NeoPlatonisme, namun ia tetap
berpegang teguh pada Alkitab
sebagai Firman Allah.
Zaman Bapa-bapa Gereja/ Patristik (abad I - V)
Iman Kristen
• Alkitab sebagai pedoman
utama kekristenan yang
berotoritas.
Perkembangan Ilmu
Pengetahuan
• Filsafat Yunani dianggap
sebagai kesia-siaan
Tokoh
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Policarpus (69-155)
Yustinus Martir (150)
Irenaeus (130-202)
Clement dari Alexandria
(155-215)
Tertulianus (160-225).
Athanasius (296-373),
Gregory dari Nanzianzus
(330-394)
Gregory dari Nyssa (330390) : sintesa ajaran
Kristen dengan filsafat
Yunani, tanpa
mengorbankan
kebenaran Alkitab.
Aurelius Augustinus
(354-430) : Ajaran kasih
karunia Allah
Zaman Skolastik – Abad
Pertengahan (abad V – XV)
• Sampai abad XII, institusi-institusi pendidikan di Eropa
berada di bawah kekuasaan gereja dan biara. Kemudian
lambat laun mereka mulai melepaskan diri dari dominasi
gereja dan secara perlahan menunjukkan otonominya.
• Contoh :
– Universitas Salerno (dekat Napoli) merupakan universitas
pertama yang didirikan untuk studi kedokteran.
– Universitas Paris dan Bologne di bidang Hukum.
– Di Inggris dibuka universitas Oxford (1170) dan Cambridge
(1209).
– Di Jerman berdiri juga universitas Vienna (1366) dan Heidelberg
(1386).
• Dengan suasana pendidikan yang lepas dari
pengawasan kaum rohaniawan, maka
mulailah muncul berbagai persoalan yang
menyangkut iman Kristen dan ilmu
pengetahuan. Dari universitas-universitas ini
muncul tokoh-tokoh dunia yang sangat
mempengaruhi zaman.
Anselmus
(Uskup dari Canterburry)
dengan pandangannya yang ortodok dan
diikuti gereja waktu itu, ia mencanangkan
semboyan ‘Credo ut Inteligam’ artinya
“Aku percaya agar aku
mengerti”. Melalui semboyan ini, ia
menegaskan kepercayaannya kepada
pernyataan Tuhan yang diajarkan gereja,
dan ia berusaha menjelaskan pasal-pasal
kepercayaannya itu, sehingga dapat
dimengerti dan diterima kebenarannya
secara rasio.
Petrus Abaelardus (1072-1142)
membalikkannya dengan berkata “Aku
mengerti agar aku percaya”. Ia
memperkenalkan metode keraguan. Ia
mengatakan, “dengan meragukan kita
mulai mencari dan dengan mencari kita
sampai pada kebenaran”. Dalam
bukunya yang terkenal ‘Sic et Non’ (Ya
atau Tidak), Abaelardus memadukan
beberapa pendapat ajaran Kristen yang
bertentangan dengan cara pendekatan
dialektika dan logika. Pemikiran ini
kemudian berkembang dan diteruskan
oleh
Petrus Lombardus (1160), yang dikenal
sebagai Guru Pemerian.
Thomas Aquinas (1225-1273)
berusaha memadukan rasio
dan iman, serta filsafat
Aristoteles dan teologi
Agustinus. Ia menulis
Summa Theologiae sebagai
karyanya yang terbesar,
berisi penjelasan iman
Kristen secara sistematis.
John Wycliffe (1384)
dengan semangat reformasi
diam-diam menerjemahkan
Alkitab dari bahasa Latin
(Vulgata) ke dalam bahasa
Inggris dan membagikannya,
dengan tujuan agar Alkitab
dapat dibaca di luar tembok
gereja. Teladan Reformasi
Wycliffe diikuti oleh …
Yohanes Hus (1415)
Sebagai dosen dan imam, Hus
menentang arogansi dan
keduniawian para rohaniawan
gereja. Ia menegaskan hanya
Kristus sajalah Kepala Gereja, dan
hanya Allah yang dapat
mengampuni dosa. Ia dituduh
menyebarkan ajaran sesat, dan
dihukum mati dengan dibakar
hidup-hidup.
Zaman Skolastik – Abad Pertengahan (abad V – XV)
Iman Kristen
•Institusi-institusi pendidikan di Eropa melepaskan diri dari dominasi
gereja
•Berusaha menggali dan memahami iman Kristen secara sistimatis
•Penterjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke dalam bahasa
Inggris
• Penterjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke dalam bahasa Inggris
Perkembangan Ilmu
Pengetahuan
•
•
•
•
Tokoh
Anselmus (Uskup dari Canterburry) : “Aku percaya agar aku mengerti”.
Petrus Abaelardus (1072-1142) : “Aku mengerti agar aku percaya”.
Petrus Lombardus (1160) : Guru Pemerian.
Thomas Aquinas (1225-1273)”Summa Theologiae” : penjelasan iman Kristen
secara sistematis.
• John Wycliffe (1384) : penterjemahkan Alkitab dari bahasa Latin (Vulgata) ke
dalam bahasa Inggris
• Yohanes Hus
Kesimpulan :
• Pada era Skolastik telah terjadi kebangunan
besar para mahasiswa/ kaum intelektual yang
berusaha mencari dan memahami kebenaran
Firman Tuhan dengan akal budi/ nalar mereka.
• Sebagian mereka tidak lagi mengutamakan
iman kepada Kristus sebagai dasar untuk
memahami kebenaran, namun ada juga di
antara mereka yang masih tetap berpegang
teguh pada iman sejati.
Jelaskan perbedaan perkembangan iman dan
pemikiran Kristen antara Zaman Bapa-bapa
Gereja/ Patristik (abad I - V) dengan Zaman
Skolastik – Abad Pertengahan (abad V – XV)!
Perbedaan perkembangan iman dan pemikiran Kristen antara Zaman Bapa-bapa
Gereja/ Patristik (abad I - V) dengan Zaman Skolastik – Abad Pertengahan (abad V –
XV
Zaman Bapa-bapa
Gereja/ Patristik (abad I
- V)
• Alkitab sebagai
pedoman utama
kekristenan yang
berotoritas.
Zaman Skolastik – Abad
Pertengahan
(abad V – XV)
• Institusiinstitusi pendidikan di
Eropa melepaskan diri
dari dominasi gereja
• Berusaha menggali dan
memahami iman
Kristen secara sistimatis
• Penterjemahkan Alkitab
dari bahasa Latin
(Vulgata) ke dalam
bahasa Inggris
Zaman Renaissance – Reformasi
(abad XV - XVI)
• Perhatian terpusat hanya pada manusia,
sebagai individu atau makhluk sosial :
– Manusia mulai mengembangkan pikiran secara
bebas dalam bidang seni, sastra dan ilmu
pengetahuan.
– Manusia mulai menyelidiki alam semesta dan
bebas dari ikatan-ikatan tradisi atau prasangkaprasangka zaman, semboyannya adalah “kembali
ke sumbernya”.
Leonardo da Vinci (1452-1519)
dengan kegeniusannya melukis, mematung,
meneliti anatomi tubuh manusia, tumbuhan
dan binatang, meneliti matematika, sipil,
permesinan, bahkan visi untuk merancang
kapal terbang, kendaraan lapis baja, kapal
selam dan manusia mekanik/ robot.
Ia membantu Raphael dan Michaelangeo
dalam merancang kapel Sistine di katedral
St. Petrus Roma. Mahakaryanya, The Last
Supper (1495-1497) dilukis pada dinding
biara Santa Maria di Milan. Lukisan terkenal
lainnya adalah Mona Lisa yang kini
diletakkan di musium Louvre Paris.
Nicolaus Copernicus (1473-1543) :
menulis buku yang menjelaskan tentang susunan
semesta bahwa matahari pusat semesta
(heliocentric) dan pandangan ini menjatuhkan
pandangan Ptolomeus, yang mengatakan bumi
adalah pusat semesta (geocentric) yang pada waktu
itu diyakini oleh gereja.
Pandangan Copernicus ini diperkuat oleh penyelidikan
yang dilakukan oleh :
Johanes Keppler (1571-1630) dan
Galileo Galilei (1564-1643).
Konflik ini ternyata menggoyahkan kepercayaan banyak
orang terhadap gereja. Walaupun sebenarnya pandangan
gereja waktu itu, bahwa bumi adalah pusat bukanlah
berdasarkan penyataan Alkitab tetapi sebenarnya sangat
dipengaruhi oleh ajaran filsafat Aristoteles. Namun
kesalahan tafsir gereja tersebut telah terlanjur dipercaya
oleh banyak orang, sehingga pada akhirnya menimbulkan
keraguan terhadap kewibawaan Alkitab.
Renaissance bukan hanya memunculkan pemikir-pemikir
bebas, tetapi juga melahirkan tokoh-tokoh Kristen di
antaranya:
Johannes Gutenberg (1397-1468)
menemukan mesin cetak, dan pertama kali mencetak
200 salinan Alkitab Vulgata. Selanjutnya Gutenberg
dengan cepat menggandakan terjemahan Alkitab dalam
bahasa lainnya, sehingga firman Allah dapat dibaca dan
dipahami secara bebas, dan Injil dengan cepat dapat
diberitakan ke penjuru dunia.
Desiderius Erasmus (1466-1536),
ia mengadakan pembaharuan gereja melalui
penyelidikan Alkitab dalam bahasa Ibrani dan
Yunani, dan mempelajari pemikiran Bapabapa Gereja terdahulu. Erasmus meletakkan
dasar reformasi Protestan.
Kemudian dilanjutkan oleh
Martin Luther (1483-1546),
ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman,
dan menempelkan 95 dalil di pintu gereja Wittenberg
sebagai wujud perlawanan terhadap Surat Penghapus
Siksa yang dikeluarkan gereja saat itu. Surat ini dapat
dibeli oleh semua orang. Dengan memiliki surat ini,
jiwa seseorang yang sudah meninggal dapat
dibebaskan dari api penyucian.
(Johann Tetzel menyerukannya, “Ketika uang bergemerincing dalam peti,
jiwapun melompat dari api penyucian.” Sehingga masyarakat terbiasa
percaya bahwa dosa bisa diampuni hanya dengan membeli surat ini.)
Perjuangan ini membuahkan reformasi Protestan dimanamana :
Ulrich Zwingly (1484-1531) : memimpin reformasi di Swiss.
John Calvin (1509-1564) :
– melanjutkan perjuangan reformasi dengan menerbitkan
Institutio: Pengajaran Agama Kristen.
– Wibawa moral Calvin sebagai seorang Kristen telah
memperbaharui kota Jenewa yang bejat, sehingga kota itu
disebut sebagai “kerajaan Allah di atas bumi”.
John Knox :(1513-1572) : memimpin reformasi di Skotlandia
dengan mempengaruhi parlemen.
Jacobus Arminius (1560-1609) menolak pandangan
reformator Agustinus dan Calvin yang dituangkan dalam
tulisannya Declaration of Sentiments. Gerakan dari para
tokoh ini melahirkan gereja-gereja Protestan, Lutheran,
Anabaptis, Menonit dan Anglikan.
Zaman Renaissance – Reformasi
(abad XV - XVI)
•Manusia, sebagai individu atau makhluk sosial :
•1. Mengembangkan pikiran secara bebas dalam bidang seni, sastra dan ilmu pengetahuan
menyelidiki alam semesta
•2. Bebas dari ikatan-ikatan tradisi atau prasangka-prasangka zaman dengan “kembali ke
sumbernya
Iman Kristen
•Reformasi kristen :
•Manusia memperoleh pengampunan dan diselamatkan karena anugerah dan bukan karena
surat penghapus dosa
•Pelukis
Perkembangan •IImu Alam
Ilmu Pengetahuan •Mesin cetak Alkitab
Tokoh
• Pelukis : Leonardo da Vinci (1452-1519), Raphael dan Michaelangeo
• IImu Alam: Nicolaus Copernicus (1473-1543), Johanes Keppler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1643).
• Tokoh Kristen :
• Johannes Gutenberg (1397-1468) : mesin cetak Alkitab
• Desiderius Erasmus (1466-1536) : penyelidikan Alkitab dalam bahasa Ibrani dan Yunani
• Reformator :
• Martin Luther (1483-1546) :reformator Kristen dan penterjemahkan Alkitab ke bahasa Jerman,
• Ulrich Zwingly (1484-1531) di Swiss,
• John Calvin (1509-1564) di Jerman dan bukuInstitutio,
• John Knox :(1513-1572) di Skotlandia,Jacobus Arminius (1560-1609) menolak pandangan reformator
Agustinus dan Calvin
• Jelaskan sejarah terjadinya gerakan
reformasi kristen di Zaman Renaissance
– Reformasi (abad XV - XVI) !
Sejarah terjadinya gerakan reformasi kristen di Zaman
Renaissance – Reformasi (abad XV - XVI) !
Desiderius Erasmus (1466-1536), penyelidikan Alkitab dalam bahasa Ibrani
dan Yunani
Martin Luther (1483-1546),
•ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman, dan menempelkan 95 dalil di pintu gereja
Wittenberg sebagai wujud perlawanan terhadap Surat Penghapus Siksa yang dikeluarkan gereja
saat itu.
Ulrich Zwingly (1484-1531) : memimpin reformasi di Swiss.
John Calvin (1509-1564) : melanjutkan perjuangan reformasi dengan
menerbitkan Institutio: Pengajaran Agama Kristen. Wibawa moral Calvin
sebagai seorang Kristen telah memperbaharui kota Jenewa yang bejat,
sehingga kota itu disebut sebagai “kerajaan Allah di atas bumi”.
John Knox :(1513-1572) : memimpin reformasi di Skotlandia dengan
mempengaruhi parlemen.
Zaman Rasionalisme dan Revolusi Industri
(abad XVII- XVIII)
• Bapak Filsafat Modern :
Rene Descartes (1596-1650),
‘Cognito Ergo Sum’ (Aku berpikir
maka aku ada)
• Melepaskan diri dari kungkungan
gereja
• Filsafat mengalahkan peran
agama/ iman, karena dengan rasio
manusia memperoleh kebenaran
• Empirisisme : menuntut bukti-bukti pengalaman
yang bisa diterima panca indra sebagai kenyataan
yang logis
• Tokoh : John Locke (1632-1704) & David Hume
(1711-1776).
• Pandangan ini menjadi benih munculnya kritik
terhadap masalah mujizat di dalam Alkitab
G.W.Leibnitz (1646-1716) dan
Isaac Newton :
menyatakan bahwa struktur
alam semesta terdiri dari
substansi sederhana yang tak
terhingga jumlahnya.
Pandangan ini menimbulkan
tanda tanya, jikalau begitu
apakah Allah itu?
Rasionalisme :
dikenal sebagai zaman kebangkitan ilmu
pengetahuan alam, yang kemudian berlanjut
dengan terjadinya Revolusi Industri di manamana.
• Di Inggris digerakkan oleh para inovator/
penemu teknologi, diantaranya :
John Kay (1733) : penemu kumparan terbang,
Richard Arkwright (1769) : penemu alat tenun
yang bekerja secara otomotif,
James Hargreaves (1765) : penemu alat pemintal,
Edmund Cartwright (1785) : penemu alat tenun
dengan tenaga uap, dan
James Watt (1796) penemu mesin uap.
Di tengah zaman yang menuntut rasionalitas dan
pesimis mencurigai Alkitab, muncullah para ilmuwan
besar yang mengasihi Tuhan. Diantaranya adalah
Blaise Pascal (1623-1662), seorang ahli matematika. Ia
berpendapat, “Langkah terakhir akal adalah
mengakui bahwa masih sangat banyak hal-hal yang
belum terjangkau olehnya. Akal itu lemah jikalau
tidak bisa menyadari hal ini.” Ia menyadarkan banyak
orang, bahwa kebenaran Alkitab lebih dalam dari
pada argumen-argumen logika manusia.
Di tengah zaman yang menuntut rasionalitas dan
pesimis mencurigai Alkitab, muncullah para ilmuwan
besar yang mengasihi Tuhan. Diantaranya adalah :
Isaac Newton (1642-1727) juga menyatakan,
refleksi rasional terhadap gejala-gejala alam
membawa manusia kepada kesimpulan bahwa
ada keberadaan yang hidup, yang maha hadir,
yang cerdas dan yang esa.
Perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan alam pada
masa itu juga memberi dampak yang sangat besar
pada pergumulan iman Kristen. Ini nampak jelas
dalam ajaran Kristen yang diberitakan gereja :
 Gerakan reformasi terus berkembang semakin luas
 Injil diberitakan dengan berbagai cara yang sama
sekali berbeda dari waktu sebelumnya
 Formalitas dan kekakuan gereja telah ditinggalkan
sedikit demi sedikit
Pelukis Rembrant (1662) membuat setiap lukisannya sebagai
suatu pengakuan imannya.
John Bunyan (1628-1688) mengungkapkan ajaran Firman Tuhan
melalui kisah Perjalanan Seorang Musafir.
Comenius (1628) sebagai pakar pendidikan,
menyatakan bahwa pendidikan yang benar
akan meningkatkan perdamaian.
Muncul komposer-komposer besar seperti :
Johann Sebastian Bach, George Frederic Handel dan
Felix Mandelssohn (1685) yang menggubah lagulagu dan oratorio kisah-kisah di dalam Alkitab.
Isaac Watt (1709) menerbitkan lagu-lagu rohani dan
hymn yang sarat berisi ajaran Kristen.
• Jonathan Edwards (1703-1758) memimpin kebangunan
rohani dari kota ke kota, kotbahnya terfokus pada
“pembenaran hanya oleh iman.” Ia menulis buku
Religious Affections, berisi penolakan terhadap
kebangunan rohani yang bersifat rasional. Ia
menegaskan, keagamaan yang sesungguhnya tidak hanya
terdapat dalam pikiran, tetapi juga di dalam ‘perasaan’,
yaitu hati, emosi dan kehendak.
• John Wesley (1703-1784) dan Charles Wesley (17071788) memberitakan Injil dan mengajarkan Firman Tuhan
ke seluruh wilayah di Inggris dan Skotlandia, menjangkau
orang sederhana dan budak-budak. Mereka
membangkitkan kembali semangat Injil dan mendirikan
gereja Methodis.
• Robert Raikes (1780) membangkitkan gereja melalui
kelas-kelas sekolah Minggu.
• Kebenaran Injil diberitakan ke Asia oleh para misionaris
di antaranya adalah :
 William Carey (1793) ke India,
 Adoniram dan Ann Judson (1812) ke Myanmar dan yang
lainnya.
Iman Kristen
• Gerakan reformasi terus berkembang semakin luas
• Injil diberitakan dengan berbagai cara yang sama sekali berbeda dari waktu sebelumnya
• Formalitas dan kekakuan gereja telah ditinggalkan sedikit demi sedikit
•Rembrant (1662) : lukisan sebagai suatu pengakuan imannya
•John Bunyan (1628-1688) : buku Perjalanan Seorang Musafir sebagai ajaran firman Tuhan
•Johann Sebastian Bach, George Frederic Handel, Felix Mandelssohn (1685), Isaac Watt
(1709) :menggubah lagu-lagu dan oratorio kisah-kisah di dalam Alkitab
•Jonathan Edwards (1703-1758) :Religious Affections, pengkhotbah
•John Wesley (1703-1784) dan Charles Wesley (1707-1788) : mendirikan gereja Methodis
•Robert Raikes (1780) : sekolah minggu
•Missionaris : William Carey (1793) ke India, Adoniram dan (1812) dan Ann Judson ke
Myanmar
Perkembangan • Melepaskan diri dari kungkungan gereja
Ilmu Pengetahuan • Filsafat mengalahkan peran agama/ iman, karena dengan rasio manusia memperoleh kebenaran
• menuntut bukti-bukti pengalaman yang bisa diterima panca indra sebagai kenyataan yang logis
sehingga muncul kritik terhadap masalah mujizat di dalam Alkitab
Tokoh
• John Kay (1733) : penemu kumparan terbang
• Richard Arkwright (1769) : penemu alat tenun yang bekerja secara otomotif
• James Hargreaves (1765) : penemu alat pemintal
• Edmund Cartwright (1785) : penemu alat tenun dengan tenaga uap
• James Watt (1796) penemu mesin uap
• Blaise Pascal (1623-1662): ahli matematika
• Isaac Newton (1642-1727) : ilmuwan alam
Kekristenan Pada Zaman Modern
(abad XIX - XX)
• Memasuki abad XIX, pengaruh rasionalisme
dalam perkembangan ilmu pengetahuan telah
merambah semakin luas memasuki era
agnostisisme (meragukan keberadaan Allah)
dan ateisme (tidak mempercayai Allah ada).
• Agama dipahami tidak lebih sebagai suatu
pilihan pribadi, seperti memilih masuk suatu
perkumpulan yang disukai.
Era modern ditandai dengan kehadiran :
• Teori Evolusi : Charles Darwin (1809-1882).
• Sigmund Freud (1856-1939) “semua tingkah
laku manusia merupakan gejala-gejala jiwa
saja yang sebenarnya sudah ada dalam bawah
sadar jiwa manusia itu sendiri.”
• Menurut Freud, agama adalah ilusi manusia
belaka dan agama merupakan obyek pelarian
kejiwaan.
• Karl Marx (1818-1883) sebagai Bapa
Materialisme Modern
• Ludwig Feurbach (1820-1895) :
– adalah orang ateis, mereka menolak keberadaan
Allah.
– Menurut mereka alam hanya memiliki kekuatan
materi saja, hakekat keberadaan roh ditolaknya.
– Konsep Allah menjadi konsep alam, dan alam adalah
dasar keberadaan manusia.
– Feurbach mencetuskan suatu ide tentang Allah,
bahwa “God is dead”. Jadi karena tak ada Allah, maka
manusia dalam hidupnya harus memutuskan sendiri.
• Gerakan Liberalisme :merupakan awal
penyesuaian ajaran Kristen dengan dunia
modern. Kaum Kristen Liberal ini bersedia
melepaskan banyak ajaran tradisional iman
Kristen dalam usahanya untuk mencari makna
kebenaran.
• Tokohnya yang terkenal adalah :
– Friedrich Schleiermacher (1768-1834), ia memisahkan
pengalaman percaya dengan fakta-fakta sejarah;
– Albrecht Ritschl (1822-1889) memahami Yesus Kristus
sebagai manusia yang sempurna; dan
– Adolf von Harnack (1851-1930) mengupas inti Injil
dari sudut pandang sejarah.
• Bapak filsafat Eksistensialisme adalah
Søren Kierkegaard (1813-1855). Ia
menyerang Kekristenan, baginya iman itu
tidak rasional, menerima yang tidak masuk
akal dan paradoks. Baginya iman
merupakan langkah pertanggungjawaban
yang mengandung resiko.
• Kelompok Injili/ Evangelical :
juga berusaha menyesuaikan diri dengan cara tersendiri.
Dalam prosesnya mereka menekankan tidak boleh
menyimpang dari Injil yang diberitakan Alkitab.
Muncullah para tokoh di antaranya :
– Charles Finney (1792-1875), ia membakar semangat
kebangunan rohani dari kota ke kota.
– Dwight L. Moody (1837-1899) menggerakkan para
pengusaha untuk melayani Tuhan dengan harta mereka.
Moody mengadakan kebangunan rohani dimana-mana,
khususnya di kalangan pendidikan dan mahasiswa.
– Benjamin Warfield (1851-1921) membuktikan Alkitab tidak
dapat salah.
– Helmut Thielicke (1908-1985) dalam khotbahnya selalu
menghubungkan Injil dengan kenyataan dunia modern saat
itu.
• Setelah Perang Dunia Pertama dan kedua muncul reaksi terhadap
Liberalisme yang disebut sebagai gerakan Ortodoksi Baru. Gerakan
ini serupa dengan Injili yang mengutamakan penyataan Allah dan
Alkitab, namun tidak kembali kepada iman tradisional dari Alkitab.
• Tokohnya :
– Karl Barth (1886-1968), ia berpendapat bahwa Firman Allah bukan
suatu pedoman informasi yang statis, tetapi sebagai peristiwa dinamis
yang menuntut respon.
– Dietrich Bonhoeffer (1906-1945) di dalam bukunya ia membedakan
antara kasih karunia dalam Yesus Kristus yang murah dan yang mahal.
– Reinhold Niebuhr (1892-1971) berusaha menjelaskan relevansi iman
Kristen dengan kehidupan sosial dalam masyarakat modern.
– Gustaf Aulén (1879-1977) terkenal dengan ringkasan kuliahnya
berjudul Christus Victor (Kristus Sang Pemenang), Kristus mati untuk
memenuhi keadilan Allah, membuat manusia berdosa dapat diterima
oleh Allah
– Kekristenan terus berkembang hingga hari ini dengan pergumulannya
menghadapi pergolakan dan kemajuan zaman. Dengan berbagai cara/
upaya dan perjuangan pribadi-pribadi, Injil tetap diberitakan kepada
setiap orang yang belum percaya.
Dengan mempelajari langkah-langkah sejarah dari gereja mula-mula sampai
zaman modern ini, kita dapat menarik beberapa kesimpulan:
1. PERKEMBANGAN IMAN KRISTEN :
Timbulnya beberapa pemikiran yang menentang iman kristen berawal dari
kegagalan kaum rohaniawan dan pemikir Kristen. Mereka angkuh dengan
menganggap gereja mempunyai hak penuh mengatur apa yang baik bagi
setiap detail kehidupan manusia. Mereka menjadikan tafsir Alkitab terhadap
ilmu alam sebagai pandangan yang mutlak.
2. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN :
Konsep dan hasil penemuan para ilmuwan sangat mempengaruhi dan
membentuk pandangan masyarakat. Baik penemuan yang positif (seperti
Galileo Galilei dan Johanes Keppler), maupun yang negatif (seperti Charles
Darwin) semua berdampak pada pola pikir masyarakat.
3. IMAN KRISTEN DAN ILMU PENGETAHUAN :
Dunia membutuhkan ilmuwan yang mengasihi Tuhan dengan hasil karyakarya ilmiah yang berguna bagi masyarakat. Mereka dapat menyatakan
kebenaran iman Kristen melalui karyanya, mengoreksi dan memberikan
alternatif jawaban terhadap pandangan yang bertentangan dengan iman
Kristen.

similar documents