04-Perangkat Jaringan Wireless - Elista

Report
PERANGKAT W-LAN
Outline
• Pendahuluan
• Topologi wireless LAN
• Mode Operasi Access Point
• Perangkat wireless LAN
Pendahuluan
• Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang
memiliki pengertian yaitu kelompok standar yang digunakan
untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar
terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat
ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut
menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan
yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya
• Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel
dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak
digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan
seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless
card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung
dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal
dengan hotspot) terdekat
Akses Internet
• Sebuah alat Wi-Fi dapat terhubung ke Internet ketika berada dalam
jangkauan sebuah jaringan nirkabel yang terhubung ke Internet.
Cakupan satu titik akses atau lebih (interkoneksi) — disebut hotspot —
dapat mencakup wilayah seluas beberapa kamar hingga beberapa mil
persegi. Cakupan di wilayah yang lebih luas membutuhkan beberapa titik
akses dengan cakupan yang saling tumpang tindih. Teknologi Wi-Fi
umum luar ruangan berhasil diterapkan dalam jaringan mesh nirkabel.
• Router yang melibatkan modem jalur pelanggan digital atau modem
kabel dan titik akses WI-Fi, biasanya dipasang di rumah dan bangunan
lain, menyediakan akses Internet dan antarjaringan ke semua peralatan
yang terhubung dengan router secara nirkabel atau kabel.
• Dengan kemunculan MiFi dan WiBro (router Wi-Fi portabel), pengguna
bisa dengan mudah membuat hotspot Wi-Fi-nya sendiri yang terhubung
ke Internet melalui jaringan seluler.
• Sekarang, peralatan Android, Bada, iOS (iPhone), dan Symbian mampu
menciptakan koneksi nirkabel.[24] Wi-Fi juga menghubungkan tempattempat yang biasanya tidak punya akses jaringan, seperti dapur dan
rumah kebun.
Standar Perangkat WLAN
• Secara teknis operasional, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang
yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet)
yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas
kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
• Dalam teknologi Wireless ada dua standar yang digunakan yakni :
1. 802.11 standar indoor yang terdiri dari :
• 802.11 - 2,4 GHz 2 Mbps
• 802.11a - 5 GHz 54 Mbps
• 802.11a - 2X 5 GHz 108 Mbps
• 802.11b - 2,4 GHz 11 Mbps
• 802.11g - 2.4 GHz 54 Mbps
• 802.11n - 2,4 GHz 120 Mbps
2. 802.16 standar outdoor salah satunya adalah WiMAX (World
Interoperability for Microwave Access) yang sedang marak
penggunaannya di Indonesia.
Mode Koneksi / Topologi WLAN
1. Ad-hoc atau Independent Basic Service Set (IBSS)
2. Infrastruktur atau Basic Service Set (BSS)
2. ESS – Extended Service Set
Mode AP
1. Root Mode
• Root Mode digunakan ketika AP dikoneksikan ke sebuah
tulang punggung kabel (wired backbone) sepanjang interface
kabel (biasanya Ethernet)/ kebanyakan AP mendukung model
lebih dari model root telah dikonfigurasikan secara default.
2. Repeater Mode
• Dalam mode pengulangan, AP memiliki kemampuan untuk
mendukung sebuah koneksi wireless upstream (hulu) ke dalam
jaringan kabel lebih dari koneksi normal kabel
• AP dalam mode repeater terkoneksikan ke client sebagai AP
dan terkoneksikan ke AP upstream root sebagai client itu
sendiri.
• Menggunakan AP dalam mode repeater tidak disarankan jika
tidak benar-benar dibutuhkan karena cell di sekitar tiap AP
pada skenario ini harus tumpang tindih minimal 50 %.
• Konfigurasi ini mengurangi secara drastis jangkauan pada tiap
client yang apat konek ke accesss point repeater.
3. Bridge Mode
Perangkat WLAN
• Access Point
• Merupakan pusat dari client atau node yang terhubung ke jaringan
dengan menggunakan gelombang radio atau wireless.
• Untuk memiliki jaringan Wi-Fi, terlebih dahulu harus terpasang
Access Point sebagai pusat akses jaringan tersebut.
• Wireless Adapter untuk Desktop
Perangkat ini yang digunakan untuk 'berkomunikasi' secara
wireless, dengan Access Point menggunakan desktop.
- Wi-Fi PCI Adapter
Dipasangkan pada Slot PCI pada motherboard, di dalam
CPU. Perangkat ini adalah wi-fi internal adapter.
- Wi-fi USB Adapter
Merupakan External Adapter yang dihubungkan langsung
melalui port USB.
- PCMCIA dan ISA Card
Jika kita sudah memiliki wi-fi PCMCIA dan tidak ingin
membeli perangkat baru untuk Wi-Fi, dapat menggunakan
ISA / PCI PCMCIA Converter.
• Mini PCI bus adapter
• Perangkat miniPCI bus untuk WIFI notebook berbentuk card yang
ditanamkan di dalam case notebook.
• PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan
pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor di
dalam sebuah notebook. Umumnya perangkat hardware dengan
miniPCI bus tidak dijual secara umum, tetapi model terbaru seperti
pada Gigabyte GN-WIAG01 dengan kemampuan WIFI Super G
sudah dijual bebas untuk upgrade Wireless adaptor bagi sebuah
notebook.
• Wireless router adalah perangkat yang melakukan fungsi
sebuah router , tetapi juga mencakup fungsi sebuah titik
akses nirkabel dan switch jaringan . Mereka umumnya
digunakan untuk memungkinkan akses ke internet atau
jaringan komputer tanpa memerlukan koneksi kabel. Hal
ini dapat berfungsi dalam kabel LAN , WLAN , atau
Wireless.
Antena Wireless
• Ada 3 kategori umum yang membagi antenna wireless LAN : omni
directional, semi-directional, dan highly-directional.
1. Antenna Omni – directional (Dipole)
• Sederhana dalam design, antenna dipole merupakan peralatan
standar pada kebanyakan AP.
• Dipole adalah antenna omni-directional, karena ia memancarkan
energinya secara bersamaan pada semua arah sekitar porosnya
• Antenna omni-directional digunakan ketika melingkupi semua arah
•
•
•
•
sekitar poros horizontal dari antenna.
Antenna omni-directional sangat efektif dimana jangkauan besar
dibutuhkan di sekitar titik pusat. Sebagai contohnya, menempatkan
antenna omni-directional di tengan-tengah sebuah ruangan terbuka
dan besar akan melengkapi lingkupan yang bagus.
Antenna omni-directional umumnya digunakan untuk design point-tomultipoint dengan bentuk bintang.
Penggunaan di luar ruangan, antenna omni-directional harus
diletakkan di atas dari struktur (misalnya bangunan) pada
pertengahan lingkup area. Contohnya, pada sebuah kampus,
antenna bisa saja ditempatkan di pusat kampus untuk lingkup area
yang terbesar.
Ketika digunakan di dalam ruangan, antenna harus ditempatkan di
tengah bangunan atau lingkup area yang diinginkan, dekat dengan
langit-langit, untuk jangkauan yang optimum.
• Contoh antena Omni
2. Semi-directional
• Beberapa tipe antenna semi-directional yang sering digunakan
bersama wireless LAN adalah antenna Patch, Panel dan Yagi
(dibaca “YAH-gee”).
• Semua antenna tersebut umumnya berbentuk datar dan
dirancang untuk dinding gunung.
• Jangkauan antena semi-directional
• Antenna semi-directional idealnya cocok untuk bridge dengan
jarak pendek atau rata-rata. Sebagai contoh, dua bangunan
kantor yang bersebrangan jalan satu sama lain
• Pada ruang tertutup yang luas, bila pemancar harus diletakkan
di sudut atau pada bagian belakang bangunan, koridor, atau
ruangan besar, antenna semi-directional akan menjadi pilihan
yang baik untuk menyediakan jangkauan yang tepat.
3. Antenna highly-directional
• Dari namanya sudah bisa ditebak, antenna highlydirectional memancarkan sinyal terbatas dari tipe antenna
apapun dan mempunyai gain terbesar dari ketiga group
antenna.
• Antenna highly-directional secara khusus berbentuk
cekung, peralatan berbentuk piringan.
• Antenna ini cocok untuk jarak jauh, hubungan wireless
poin-to-point. Beberapa model ditujukan pada parabolic
dishes karena mereka menyerupai piringan satelit kecil.
Yang lainnya disebut antenna grid karena design mereka
yang bolong untuk pengisian angin.
• Antenna ini digunakan untuk hubungan komunikasi point-
to-point dan bisa memancarkan pada jarak hingga 25mil
(42km). Kemampuan antenna highly-directional adalah
bisa menghubungkan dua bangunan yang terpisah
beberapa mil satu sama lain dan tidak punya hambatan
jarak penglihatan diantara mereka. (Line Of Sight)
Security pada Wi-Fi
1. WEP ( Wired Equivalent Privacy )
• WEP adalah suatu metode pengamanan jaringan
nirkabel, merupakan standar keamanan & enkripsi
pertama yang digunakan pada wireless
Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan
(oleh administrator) ke klien maupun access point. Kunci
ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client,
dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi
menuju access point, dan WEP mempunyai standar
802.11b.
2. WPA ( Wi-Fi Protected Access )
• WPA adalah suatu sistem yang juga dapat diterapkan
untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metoda
pengamanan dengan WPA ini diciptakan untuk
melengkapi dari sistem yamg sebelumnya, yaitu WEP.
Para peneliti menemukan banyak celah dan kelemahan
pada infrastruktur nirkabel yang menggunakan metoda
pengamanan WEP. Sebagai pengganti dari sistem WEP,
WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer
802.11i. Nantinya WPA akan lebih banyak digunakan
pada implementasi keamanan jaringan nirkabel. WPA
didesain dan digunakan dengan alat tambahan lainnya,
yaitu sebuah komputer pribadi (PC).
Skema WPA
3. MAC Filtering
• Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan
keamanan MAC Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu
dalam mengamankan komunikasi wireless, karena MAC address
sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah. Tools ifconfig pada
OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac,
machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk
spoofing atau mengganti MAC address
4. Captive Portal
• Infrastruktur Captive Portal awalnya dirancang untuk
keperluan komunitas yang memungkinkan semua orang
dapat terhubung (open network). Captive portal
sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang
memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik hingga
user melakukan registrasi/otentikasi
Tips
• Sebuah Access point (perangkat WiFi) mempuyai Daya yang
beraneka mulai kurang dari 100 mWatt dan hingga lebih dari
1000 mWatt. Umumnya perangkat WiFi mempuyai daya 200 –
600 mWatt. Anda bisa lihat spesifikasi detail sebelum anda
membeli WiFi. Ada perangkat WiFi yang tidak menuangkan
daya dalam dB (Desibell) tidak mWatt, untuk konversi anda
bisa memanfaatkan Konversi dB ke mWatt *). Misalnya 600
mWatt akan setara dengan 27.78 dB.
• Dengan daya yang besar, secara umum daya akan terpancar
relatif lebih jauh. Namun ingat di WiFi adalah band ISM, ada
daya maksimal yang diperbolehkan, lebih detai bisa dilihat di
EIRP.
• Sinyal WiFi menggunakan gelombang Mikro yang secara teori
bisa maksimal jika merambat lurus tanpa halangan (LOS / line
of Sight).
• Untuk mengarahkan pancaran WiFi anda berbagai jenis antena yang
bisa digunakan, antena bawaan pada wifi (indoor) umumnya adalah
anten Omni directional dengan gain kecil (gain diukur dalam dBm).
Antena jenis lain adalah antena pengarah, parabolik, sectoral, kaleng,
dll. Yang mempunyai pola arahan sendiri-sendiri, sehingga misal kita
tidak berada pada area yang “terarah oleh Antena” kemungkinan kita
tidak akan menerima sinyal yang bagus, meskipun jaraknya jauh. dan
sebaliknya, bisa jadi jarak yang jauh malah mendapatkan sinyal lebih
bagus karena sesuai arah antenna.
• Hal yang lain, WiFi menggunakan frekuensi bebas (band ISM),
sehingga akan banyak sinyal-sinyal Wifi yang mempunyai frekuensi
(kanal yang sama). hal ini bisa jadi mengakibatkan terjadinya
interferensi yang merusak akan menurunkan, atau saling
mengganggu WiFi. perlu dilakukan survey untuk pemilihan kanal
yang tepat. Kanal yang ada adalah 1-13 (di Indonesia setahu saya
yang di ijikan hanya 1 – 11). Beda negara beda regulasi.
• Pada WiFi link jarak perbedaan pengarahan beberapa
derajat saja mungkin bisa jadi menghilangkan atau
menurunkan kualitas sinyal, oleh karena itu biasanya
Antena WiFi terpasang pada tower yang permanen untuk
mengurangi pergeseran yang tidak diharapkan.

similar documents