Design - GeNIUS

Report
PRAKARYA
Kerajinan dari
Bahan Kayu
Kompetensi Dasar (KD)
:
1.1. Menghargai keberagaman produk kerajinan di daerah
setempat sebagai anugerah Tuhan
2.1. Menghargai rasa ingin tahu dan sikap santun dalam
menggali informasi tentang keberagaman karya
kerajinan daerah setempat sebagai wujud cinta tanah
air dan bangga pada produk Indonesia
2.2. Menghayati perilaku jujur, percaya diri, dan mandiri
dalam merancang dan membuat karya kerajinan.
2.3. Menghargai kemauan bertoleransi, disiplin dan
bertanggung jawab dalam penggunaan alat dan bahan,
serta teliti dan rapi saat melakukan berbagai kegiatan
pembuatan karya kerajinan.
Kompetensi Dasar (KD)
:
3.1. Memahami desain pembuatan dan pengemasan karya
bahan alam berdasarkan konsep dan prosedur
berkarya sesuai wilayah setempat.
4.1 Mencoba membuat karya kerajinan dan pengemasan
dari bahan alam sesuai desain dan bahan alam yang
ada di wilayah setempat.
Wujud syukur dengan kekayaan alam,
khususnya hutan di Indonesia :
1. Melestarikan hutan, reboisasi
2. Mendukung pencegahan penebangan
hutan secara Ilegal
3. Menanam tanaman/apotik hidup di
sekitar rumah
Kayu
KELAS AWET KAYU
Kelas awet kayu adalah tingkat kekuatan alami
sesuatu jenis kayu terhadap pengaruh
kelembaban, pengaruh iklim dan cuaca, serta
serangan hama.
Ada lima penggolongan kelas awet kayu (makin
besar angka kelasnya, maka makin rendah sifat
keawetannya). yaitu sebagai berikut:
Kelas awet I (25 tahun)
Kelas awet II (15-25 tahun)
Kelas awet III (10-15 tahun)
Kelas awet IV (5-10 tahun)
Kelas awet V (<5 tahun)
Kelas Kuat Kayu
Kelas kuat kayu adalah tingkat ketahanan
alami suatu jenis kayu terhadap kekuatan
mekanis (beban) kayu yang terdiri dari berat
jenis, keteguhan lengkung mutlak (klm), dan
keteguhan tekan mutlak (ktm).
Kelas kuat kayu dinyatakan dalam Kelas Kuat I,
II, III, IV dan V. Makin besar angka kelasnya
makin rendah kekuatannya. Berikut adalah
tabel kelas kuat kayu:
KAYU JATI
Kayu jati termasuk kayu dengan Kelas
Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati
juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap
dan serangga lainnya karena kandungan
minyak di dalam kayu itu sendiri.
KAYU MERBAU
Kayu Merbau termasuk kayu dengan Kelas
Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Warna kayu
merbau coklat kemerahan dan kadang
disertai adanya highlight kuning. Pohon
merbau banyak ditemui di Irian / Papua.
KAYU MAHONI
Kayu Mahoni termasuk kayu dengan Kelas
Awet III dan Kelas Kuat II, III. Pohon
mahoni banyak ditemui di antara hutan
Jati di Pulau Jawa
KAYU BANGKIRAI
Kayu termasuk kayu dengan Kelas Awet I,
II, III dan Kelas Kuat I, II. Kayu bangkirai
termasuk jenis kayu yang tahan terhadap
cuaca . Pohon Bangkirai banyak
ditemukan di pulau Kalimantan.
KAYU SONOKELING
Kayu sonokeling termasuk kayu dengan
Kelas Awet I dan Kelas Kuat II. Pohon
sonokeling hanya tumbuh di hutan-hutan
di Jawa Tengah dan Jawa Timur
BENTUK UKIRAN
Ukiran Plong/Bobok
Ukiran Lemahan
Gunungan (Kayon / kekayon)
• Gunungan adalah simbol dari jagad raya.
Puncaknya adalah lambang keagungan dan
keesaan.
• Bentuk simbol ini memang menyerupai
gunung
• Orang Jawa memasang motif gunungan di
rumah mereka sebagi pengharapan akan
adanya ketenteraman dan lindungan Tuhan
dalam rumah tersebut.
Lung-lungan
• Arti harafiah kata “lung” sendiri yang berarti
batang tumbuhan yang masih muda, simbol ini
berupa tangkai, buah, bunga dan daun yang
distilir.
• Jenis tumbuhan yang sering digunakan adalah
tumbuhan teratai, kluwih, melati, beringin,
buah keben dsb.
• Simbol ini melambangkan kesuburan sebagai
sumber penghidupan di muka bumi.
Banaspati/Kala/Kemamang
• Ukiran berbentuk wajah hantu / raksasa.
Banaspati ini melambangkan raksasa yang akan
menelan / memakan segala sesuatu yang jahat
yang hendak masuk ke dalam rumah. Karenanya
ukiran ini biasa ditempatkan di bagian depan
bangunan, seperti pagar, gerbang, atau pintu
masuk.
Tugas Portofolio

similar documents