Negara - sma negeri 3 bitung

Report
PENYUSUN
REFERENSI
COVER
e
MATERI
SK
TP
KD
INDIKATOR
HOME
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
KELAS X/SEMESTER GANJIL
BANGSA DAN NEGARA
Oleh: M.PUDJIANTORO,S.Ag
SMA NEGERI 3 BITUNG
HOME
STANDAR KOMPETENSI
1. Memahami Hakekat Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia
KOMPETENSI DASAR
1.1 Mendiskripsikan hakekat bangsa dan unsurunsur terbentuknya Negara
1.2 Mendeskripsikan hakekat negara dan
bentuk-bentuk kenegaraan
INDIKATOR
 Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai





makhluk individu dan makhluk sosial
Menganalisis pengertian bangsa
Menganalisis unsur-unsur terbentuknya bangsa
Menganalisis pengertian negara
Mendeskripsikan asal-usul terjadinya negara
Menguraikan unsur-unsur terbentuknya suatu negara
HOME
TUJUAN PEMBELAJARAN
*Siswa dapat menjelaskan manusia sebagai makhluk
pribadi juga sebagai makhluk sosial
*Siswa dapat menyebutkan pengertian bangsa menurut
ahli
*Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur terbentuknya
bangsa
*Siswa dapat memahami pengertian negara
*Siswa dapat memahami asal mula terjadinya suatu
negara
HOME
*Siswa dapat menyebutkan unsur-unsur terbentuknya
suatu negara
MATERI
*Manusia sebagai makhluk pribadi dan
makhluk sosial
*Pengertian bangsa
*Unsur-unsur terbentuknya bangsa
*Pengertian negara
*Asal mula terjadinya negara
*Unsur-unsur terbentuknya suatu negara
HOME
A. Manusia sebagai makhluk Individu dan
makhluk sosial
* Manusia, secara kodrati merupakan makhluk
ciptaan Tuhan yang memiliki identitas sebagai
makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial
(monodualisme)
1. Manusia sbg makhluk individu, terdiri dari
unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa)
Dibekali potensi/kemampuan: akal, pikiran,
perasaan dan keyakinan sehingga sanggup berdiri
sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya. HOME
a. Akal dan pikiran manusia, dapat digunakan
untuk menaklukan alam dan makhluk lain serta
sekaligus dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.
b. Perasaan dan keyakinan manusia, merupakan
anugerah Tuhan yang tidak diberikan kepada
makhluk lainnya sehingga manusia dapat
membedakan yang baik dan yang buruk, yang
benar dan salah.
2. Manusia sebagai makhluk sosial, sering disebut
zoon politicon, yaitu yang pada dasarnya
ingin bergaul dengan sesama manusia
HOME
lainnya (Aristoteles).
a. Status sebagai makhluk sosial, telah melekat
pada setiap manusia yang sejak lahir hingga
meninggal dunia tidak akan mampu hidup
sendirian dan akan selalu membutuhkan
bantuan orang lain.
b. Adanya potensi dasar kemanusiaan (sifat
kasih sayang,kerja sama,ingin dihormati,dsb)
merupakan potensi dasar manusia dalam
mengembangkan pergaulan sosial yang lebih
luas,yakni dengan keluarga,masyarakat, bangsa,
negara dan dunia.
HOME
B. Pengertian Bangsa
Apa itu bangsa? Sebagian ahli berpendapat
bahwa bangsa itu mirip dengan komunitas
etnik,meskipun tidak sama. Bangsa dalah suatu
komunitas etnik yang ciri-cirinya adalah: memiliki
nama, wilayah tertentu, mitos leluhur bersama,
kenangan bersama, satu atau beberapa yang sama
dan solidaritas tertentu.
Berikut ini pendapat beberapa ahli kenegaraan
ternama dalam mendefinisikan sebuah bangsa:
1. Hans Kohn (Jerman)
Bangsa adalah hasil tenaga hidup manusia dalam
sejarah
HOME
2. Ernest Renan (Perancis)
Bangsa adalah suatu senyawa, suatu akal
yang terjadi dari dua hal,yaitu rakyat yang harus
bersama-sama menjalankan satu riwayat,dan
rakyat yang kemudian harus mempunyai kemauan
atau keinginan hidup untuk menjadi satu.
3. Otto Bauer (Jerman)
Bangsa adalah kelompok manusia yang
mempunyai kesamaan karakter.
4. F. Ratzel (Jerman)
Bangsa terbentuk karena adanya hasrat
bersatu.
HOME
5. Jalobsen dan Lipman
Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultural
unity) dan kesatuan politik (political unity).
Definisi-definisi bangsa berkisar dari yang
menekankan faktor-faktor “objektif” seperti
bahasa, agama, adat istiadat, wilayah, institusi,
sampai definisi yang sepenuhnya menekankan
faktor-faktor “subjektif”, seperti sikap, persepsi
dan sentimen.
a. Definisi yang menekankan faktor objektif, Joseph
Stalin mengatakan bahwa “suatu bangsa yang
terbentuk secara historis merupakan komunitas
HOME
rakyat yang stabil yang
terbentuk atas dasar kesamaan bahasa, wilayah,
kehidupan ekonomi, serta perasaan psikologi yang
terwujud dalam budaya bersama.
b. Definisi yang menekankan faktor subjektif,
Benedict Anderson mengatakan bahwa “ bangsa
adalah suatu komunitas politik yang terbayang
dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat”.
Sedangkan Anthony D. Smith, bangsa adalah
suatu komunitas manusia yang memiliki nama,
menguasai suatu tanah air, memiliki mitos-mitos
dan sejarah bersama, budaya publik bersama,
perekonomian tunggal dan hak serta kewajiban
HOME
bersama bagi semua anggotanya.
C. Unsur-unsur terbentuknya bangsa
Menurut Hans Kohn, kebanyakan bangsa
terbentuk karena adanya faktor-faktor objektif
tertentu yang membedakannya dari bangsa lain
yakni kesamaan keturunan, wilayah, bahasa,
adat istiadat, politik, perasaan dan agama.
Dengan demikian, faktor objektif terpenting bagi
terbentuknya suatu bangsa ialah adanya
kehendak
atau
kemauan
bersama
(nasionalisme).
Contoh:
Terbentuknya bangsa Indonesia
dengan kebhinekaan suku, agama, ras dan
golongan yang
HOME
terbentang dari sabang sampai merauke telah
teruji dalam kurun waktu lebih dari 3 abad. Pada
masa penjajah Belanda 350 tahun dan Jepang 3,5
tahun, meskipun dengan berbagai politik pecah
belah dan adu domba (devide et impera), namun
tidak mampu dipisahkan dengan niat, tekad,
jiwa dan semangat bangsa Indonesia dalam
membentuk
NKRI
melalui
Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Friedrich Hertz (Jerman) dalam bukunya
Nationality in history and Politic mengemukakan
bahwa ada empat unsur yang berpengaruh bagi
terbentuknya suatu bangsa, yaitu:
HOME
a. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional
yang terdiri atas kesatuan sosial , ekonomi,
politik, agama, kebudayaan, komunikasi dan
solidaritas.
b. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan
kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dari
dominasi dan campur tangan bangsa asing
terhadap urusan dalam negerinya.
c. Keinginan akan kemandirian, keunggulan,
individualitas, keaslian atau kekhasan.
d. Keinginan untuk menonjolkan (unggul) diantara
bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan,
HOME
pengaruh, dan prestise.
D. Pengertian Negara
Secara etimologis, “negara” berasal dari bahasa
asing staat (Belanda, Jerman), atau state
(Inggris). Kata staat maupun state berasal dari
bahasa Latin yaitu status atau statum yang berarti
“menempatkan dalam keadaan berdiri, membuat
berdiri, dan menempatkan”.
Kata “negara” yang lazim digunakan di
Indonesia berasal dari bahasa sansekerta nagari
atau nagara yang berarti wilayah, kota, atau
penguasa.
Negara adalah organisasi yang didalamnya ada
rakyat, wilayah yang permanen, dan pemerintah
yang berdaulat (baik ke dalam maupun keluar).
HOME
Dalam arti luas, negara merupakan kesatuan
sosial
(masyarakat)
yang
diatur
secara
konstitusional untuk mewujudkan kepentingan
bersama.
Pengertian negara menurut beberapa pakar
kenegaraan:
1. George Jellinek, negara adalah organisasi
kekuasaan dari sekelompok manusia yang
mendiami wilayah tertentu.
2. G.W.F. Hegel, negara adalah organisasi
kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari
kemerdekaan individual dan kemerdekaan
HOME
universal.
3. Mr. Kranenburg, negara adalah suatu organisasi
yang timbul karena adanya kehendak dari suatu
golongan atau bangsa.
4. Karl Marx, negara adalah alat kelas yang
berkuasa untuk menindas atau mengeksplotasi
kelas yang lain.
5.
Logeman,
negara
adalah
organisasi
kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai
tujuan untuk mengatur dan memelihara
masyarakat tertentu dengan kekuasaannya.
6. Roger F. Soltau, negara adalah alat atau
wewenang yang mengatur atau mengendalikan
HOME
persoalan bersama atas nama rakyat.
Pada umumnya ada 3 pendekatan dalam
mempelajari
terjadinya negara yaitu:
1. Pendekatan teoritis, adalah pendekatan yang
didasarkan pada pendapat para ahli yang masuk
akal dari berbagai hasil penelitian, seperti:
- Teori Ketuhanan
- Teori Perjanjian masyarakat
- Teori Kekuasaan
- Teori Kedaulatan
- Teori Hukum alam
HOME
2. Pertumbuhan primer dan sekunder
a.
Fase
suku/persekutuan
masyarakat
(genootschaft)
b. Fase kerajaan (rijk)
c. Fase negara nasional
d. Fase negara demokrasi
3. Pendekatan faktual adalah pendekatan yang
didasarkan pada kenyataan-kenyataan yang
benar-benar terjadi, yang terungkap dalam
sejarah (kenyataan historis), seperti:
a. Occopatie (pendudukan)
HOME
b. Fusi (peleburan)
c. Cessie (penyerahan)
d. Accesie (penarikan)
e. Anexatie (penguasaan)
f. Proclamation (proklamasi)
g. Innovation (pembentukan baru)
h. Separatisme (pemisahan)
* Unsur-unsur terbentuknya negara
Suatu negara dapat terbentuk apabila memenuhi
minimal unsur konstitutif.
1. Unsur konstitutif merupakan syarat mutlak yang
harus ada untuk mendirikan negara Yakni berupa:
HOME
a. Rakyat merupakan unsur terpenting negara,
karena rakyatlah yang pertama kali berkehendak
membentuk negara.
b. Wilayah merupakan unsur suatu negara sebagai
tempat berhuninya rakyat (warga negara) dan tempat
berlangsungnya pemerintahan yang berdaulat.
c. Pemerintah yang berdaulat adalah suatu
pemerintahan yang berkuasa atas seluruh wilayah dan
segenap rakyatnya
2. Unsur deklaratif adalah unsur tidak mutlak
(formalitas untuk memperlancar dalam tata pergaulan
internasional)
yaitu pengakuan dari negara lain.
HOME
• Sifat Hakikat Negara :
Hakikat berdirinya suatu negara, sangat penting
artinya bagi rakyat atau bangsa yang
membutuhkan wadah yang dapat menjamin
kelangsungan hidupnya.
Sifat hakikat negara berkaitan erat dangan dasardasar terbentuknya negara, norma dasar yang
menjadi tujuan,falsafah hidup yang ingin
diwujudkan, perjalanan sejarah, dan tata nilai
sosial-budaya yang telah berkembang di dalam
negara.
HOME
EVALUASI
1. Jelaskan kembali pemahaman manusia sebagai
makhluk monodualis !
2. Sebutkan pengertian bangsa menurut Ernest
Renan dan F. Retsel!
3. Sebutkan apa sajakah yang menjadi syarat
terbentuknya suatu bangsa!
4. Jelaskan pengertian Negara!
5. Sebutkan unsur-unsur terbentuknya sebuah
Negara!
6. Jelaskan unsur konstitutif dan unsur deklaratif !
HOME
REFERENSI
Budiyanto, 2004, Kewarganegaraan untuk
SMA kelas X, Penerbit Erlangga, Jakarta
 Budiyanto, 2006, Kewarganegaraan untuk
SMA kelas X, Penerbit Erlangga, Jakarta
 Nurjadi dan Sukirno, 2006, Pendidikan
Kewarganegaraan 1B SMK, Penerbit LP21P,
Yogyakarta.

HOME
PENYUSUN
Nama : M.PUDJIANTORO,S.Ag
TTL
: Lembean,17 Desember 1971
Alamat : Jln.Cempaka 1 no.65 lingk.2 Kel.
Uluindano Kec.Tomohon Selatan
HOME
HOME

similar documents