Tanggap Darurat dan Pencehagan Kebakaran Pertemuan 12

Report
KERANGKA TEORI
KESELAMATAN
KERJA
Ir. MUH. ARIF LATAR, MSc
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
1
Menurut America Society of safety and Engineering (ASSE)
KESELAMATAN KERJA diartikan sebagai bidang kegiatan yang
ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan yang ada
kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
2
2.2. KERANGKA TEORI –K3
•
Teori kebetulan murni ( pure chance
•
Teori Kecenderungan (Accident Prone Theory), teori ini mengatakan
theory) mengatakan bahwa
kecelakaan terjadi atasKehendak Tuhan, secara alami dan kebetulan
saja kejadiannya, sehinggatak adapola yang jelas dalam rangkaian
peristiwanya.
pekerja tertentu lebih sering tertimpa kecelakaan, karena sifat-sifat
pribadinya yang memang cenderung untuk mengalami kecelakaan.
•
Teori tiga faktor Utama (There Main Factor Theory), mengatakan
bahwa penyeba kecelakaan adalah peralatan, lingkungan kerja, dan
pekerja itu sendiri.
•
Teori Dua Factor (Twa Factor Theory), mengatakan bahwa kecelakaan
kerja disebabkan oleh kondisi berbahaya (unsafe condition) dan
perbuatan berbahaya (unsafe action)
•
Teori Faktor manusia (human fctor theory), menekankan bahwa pd
akhirnya semua kecelakaan kerja,
disebabkan kesalahan manusia.
•
langsung
dan
tdk
langsung
Teori
Domino (domino seguence theory). Thompkin (1982)
memberikan gambaran di dalam teori domino Henirich, yang intinya
adalah
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
3
2.2.1. Teori tiga faktor Utama (There Main Factor Theory),
mengatakan bahwa penyeba kecelakaan adalah peralatan,
lingkungan kerja, dan pekerja itu sendiri.
ALAT
MANUSIA
LINGKUNGNAN
KECELAKAAN
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
4
2.2.2 Teori Dua Factor (Twa Factor Theory),
mengatakanbahwa kecelakaan kerja
disebabkan oleh ;


kondisi berbahaya (unsafe
condition) dan
perbuatan berbahaya (unsafe
action)
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
5
Faktor Personal Yang Kurang Baik
(the unsafe personal factor)
 Physical impairment meliputi ketidak sempurnaan pancaindera
terutama yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja
(pendengaran, penglihatan, atau anggota tubuh kurang berfungsi
dengan baik, misalnya tangan/jari tangan yang cacat atau tidak
sempurna, gerakan tangan yang kaku atau tenaga terlalu lemah )
 Improper attitude, adalah berkenan dengan sifat, sikap atau
kebiasan kurang baik, misalnya : ( mudah bingung, gelisah, gugup,
bersifat pelupa, mudah terangsang (emosi), phobi (takut pada
ketingggian, atau takut berda dalam ruangan tertutup), kurang
perhatian, acu tak acuh, kerja sembrono, atau mengabaikan
instruksi- instruksi , bersifat anti social seperti suka merusak
barang, suka mengganggu atau mengejek orang lain, bersikap
senang bermusuhan .
 Lack of knowledge or skill, yaitu ketidak tahuan tentang metode
atau prosedur kerja yang baik dan aman . Hal ini disebabkan antara
lain ; penempatan kerja pada tugas kerja (job) yang tidak tepat .
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
6
Kondisi Yang Tidak Aman
( unsafe condition)
bahan bahan yang bersifat korosif
Bahan yang mudah terbakar
Benda panas
Adanya obyek yang bergerak,
seperti berputar, naik turun
atau mundur maju
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
7
8
TEORI HEINRICH’S, H.W.
(1931)
HEINRICH’S DALAM PENELITIANNYA TERHADAP 75.000
KECELAKAAN KERJA MENGADAKAN RATIO 88 : 10 : 2,

88
PERSEN
SEMUA
KECELAKAAN
KERJA
DISEBABKAN OLEH TINDAKAN TIDAK AMAN,

10 PERSEN OLEH KONDISI TIDAK AMAN,

2 PERSEN OLEH KONDISI YANG DAPAT DICEGAH.
Dalam tahun 1931 Heinrich’s mengembangkan suatu teori yang
disebut “ teori domino “, dimana ia melukiskan sebagai
suatu mata rantai dari beberapa kejadian
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
Injury Loss
Accident
Henrich’s Dominos
9
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
10
1.5. Teori Gunung Es
Manfaat
yang
terlihat
Penerapan
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
Kerusakan bangunan
Menghindari/
mencegah
kerugian akibat
kecelakaan
5 s/d 50 X
Kerusakan
peralatan
Kerusakan Hasil produksi
Kegagalan produksi
Kehilangan waktu kerja
Kehilangan sumberdaya
manusia
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
11
Costs of Accident
Injury and Illness Costs
(insured)
• medical
• compensation costs
$1
•
Property
Damage and
Other Uninsured
costs
•
•
•
•
$5 - 50
•
•
•
•
•
•
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
property damage
production stoppages
replacement of equipment
additional labour cost to replace
injured personnel
emergency supplies, cleanup
costs
Investigation costs
Legal procedures and costs
Penalties, fines, future liabilities
and additional conditions
Administrative costs
Morale and motivation of workers
and new hires
Loss of reputation, goodwill and
business opportunities
12
KESELAHAA
N
KECELAKAAN
BAHAYA
CACAT LUKA
Wigglesworth : 1972
Gbr. . Model sebab cacat luka
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
13
III.
KECELAKAAN KERJA DAN
PENCEGAHAN KECELAKAAN
KERJA
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
14
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
15
EMERGENCY PLANNING
Pengertian.
Suatu kondisi yang abnormal dan berbahaya yang
membutuhkan penanganan segera untuk mengendalikan,
membetulkan dan mengembalikan
pada kondisi
sebelumnnya atau kondisi yang selamat (CCH Australia,
1997)
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
16
KEADAAN DARURAT
(emergency)
• Tidak dapat ditangani dengan
segera oleh petugas yang ada pada
waktu terjadi insiden
• Menimbulkan ancaman/keresahan
yang selanjutnya dimungkinkan
dapat mengakibatkan korban jiwa
• Menimbulkan kerusakan harta
benda dan melukai manusia
• Menimbulkan kerusakan peralatan
yang membahayakan (ledakan,
kebakaran, dll)
• Potensi untuk merusak makhluk
luar dan lingkungan hidup
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING
CONSULTAN
17
Prosedur
perencanaan
KEADAAN DARURAT
(emergency)
 Pengaktifan sistem
 Prosedur evakuasi
 Mobilitas sumbersumber daya
 Pelaporan
 Pengamanan
 Pusat komando
pengendalian keadaan
 Komunikasi
masyarakat
 Sistim komunikasi
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING
CONSULTAN
18
jenis - jenis
A. NATURAL EMERGENCY,adalah keadaan darurat
yang disebabkan oleh kondisi alam yang diluar
pengendalian manusia (banjir, gempa bumi,badai angin)
B. INDUSTRIAL EMERGENCY, adalah keadaan darurat
yang diakibatkan sesuatu yang berhubungan dengan
proses industri.
C. PUBLIC EMERGENCY, adalah suatu keadaan yang
menimbulkan keresahan, perasaan terancam, atau
sangat menggangu ketenagan dalam masyarakat umum
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
19
2.3 BAHAYA KEBAKARAN &
PELEDAKAN
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
20
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
21
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
22
tejadinya kebakaran
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
23
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
24
KEGAGALAN TIDAK
TERKENDALI
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
25
3.3. Terjadinya peledakan
Peladakan merupakan lepasan energi secara
mendadak, dari tiga macam enegi yaitu, energi : phisikal,
kemikal dan nuklir
• energi phisikal : atara lain disebakan karena adanya, tekan
kerja gas atau uap didalam bejana tertutup, tegangan
bahan/string material serta terjadinya kenaikan suhu prorses
kerja/work proses.
• enengi kemikal : pada umumnya disebabkan oleh adanya
reaksi kimia yang bersifat eksotermis
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
26
BAHAN KIMIA MUDAH MELEDAK , REAKTIF ,
OKSIDATOR
•
KRITERIA MUDAH MELEDAK :
o
o
o
•
Bila bereaksi menghasilkan gas dlm jumlah besar
Tekanan dan suhu meningkat dg cepat
Bejana / wadah akan pecah
KRITERIA REAKTIF :
o
o
•
Bila terkena air, timbul gas panas mudah terbakar
Bila tercampur senyawa asam, timbul gas panas yg
mudah terbakar, atau beracun atau korrosif
KRITERIA OKSIDATOR :
o
Bila terjadi reaksi kimia atau penguraiannya akan
menghasilkan gas O2
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
27
IV. PRINSIP DASAR
PENCEGAHAN
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
28
Pencegahan Kecelakaan Kerja
•
Pengamatan resiko bahaya di tempat kerja
Basis informasi yang berhubungan dengan banyaknya dan tingkat
jenis kecelakaan yang terjadi di tempat kerja.
•
Ada dua tipe data untuk mengamati resiko bahaya di tempat
kerja
a. Pengukuran tingkat resiko kecelakaan,
- Mengkalkulasi frekwensi kecelakaan
- Mencatat tingkat jenis kecelakaan,
Hal ini Untuk mengetahui hari kerja yang hilang dan
kejadian fatal
b. Penilaian resiko bahaya,
Mengindikasi adanya
- Sumber pencemaran,
- Factor bahaya
- Tingkat kerusakan
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
- Jenis kecelakaan yang terjadi
29
Pemasangan peringatan bahaya kecelakaan di
tempat kerja
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
30
PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Eliminasi , yaitu perpindahan sumber
bahaya
Subtitusi, yaitu menganti dengan bahan
lain yang kurang berbahaya
Isolasi, yaitu proses kerja berbahaya
disendirikan
Engeneering control/pengemdalian teknis,
adalah pengendalian yang sifatnya teknis
Pengendalian administrasi
PPE/personal protective equipment, yaitu
penggunaan alat pelindung diri (masker,
kaca mata, pakaian kerja khusus, sepatau,
dan lain- lain
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
31
PENGENALAN BAHAYA
KUALAITAS BAHAYA/EVALIASI
Tkt pemaparan
diperkenankan
Monitoring
Besarnya tkt
pemaparan
PENGENDALIAN
BAHAYA
ya
ELIMINASI ATAU
SUBSTITUSI a.l.
Material
tidak
ya
ISOLASI
tidak
ya
ya
PENGENDALIAN TEKNIK
e.g. ventilasi sistim
tidak
PENGENDALIAN ADMINISTRASI
tidak
ya
APD (Alat Pelindung Diri)
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
Usaha-usaha pencegahan
32
Terima Kasih
ETAPRIMA SAFETY ENGINEERING CONSULTAN
33

similar documents