LAMPIRAN I PER-09/BC/2014 - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Report
“One Size Does Not Fit All ”
Konsep IT Inventory pada Pola Pelayanan dan
Pengawasan DJBC khususnya di TPB dan KITE
Shifting
Konvensional
Pola pelayanan
pengawasan melalui
mekanisme fisik, dan
post audit
Salah satu
Tools
IT INVENTORY
Modern
Pola pelayanan dan
pengawasan melalui
mekanisme fisik,
administratif, dan post
audit
2
KB
• Pasal 20 PMK 147/2011 jo. PMK
120/2013
• Pasal 26 PER-57/2011 jo. PER-35/2013
GB
• Pasal 20 PER-50/2011
TBB
• Pasal 16 PMK 37/2013
• Pasal 22 PER-19/2013
KITE
• Pasal 3 PMK 253/2011 jo. PMK 177/2013
• Pasal 3 PMK 254/2011 jo. PMK 176/2013
• Pasal 3 PER-15/2012 jo. PER-05/2014
• Pasal 3 PER-16/2012 jo. PER-04/2014
Secara umum mengatur bahwa
kriteria utama IT Inventory sbb:
harus mampu mencatat, antara lain
pemasukan dan pengeluaran barang
secara kontinu dan realtime, dan
pencatatan
tersebut
dapat
menggambarkan keterkaitan dengan
dokumen kepabeanan
harus memiliki sistem reporting
yang mampu membuat laporan
sesuai peraturan
harus dapat diakses oleh
KPPBC/KWBC
harus dapat diakses secara online
dari Kantor Pabean ( untuk KB)
Implementasi IT Inventory
Pemenuhan
ketentuan
pendayagunaan IT
Inventory,
dilakukan
sesuai
dengan peraturan
perundangundangan
Lampiran
I
Gambaran umum IT Inventory
Lampiran
II
Ketentuan IT Inventory pada perusahaan
pengguna fasilitas Kawasan Berikat, Gudang
Berikat, dan Toko Bebas Bea
Lampiran
III
Ketentuan IT Inventory pada perusahaan
pengguna fasilitas Pembebasan dan fasilitas
Pengembalian
Lampiran
IV
Perancangan
dan
penyesuaian
aplikasi
komputer database dalam rangka IT Inventory
Lampiran
V
Mekanisme
pencatatan
pemasukan
dan
pengeluaran barang serta sistem pelaporan IT
Inventory
Kerahasiaan Informasi
Akses IT Inventory untuk kepentingan pemeriksaan DJBC, hanya dapat
dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk.
Pejabat BC dilarang memberitahukan data dan/atau informasi yang
diperoleh dari akses IT Inventory kepada pihak lain yang tidak berhak.
Pejabat BC yang
a. menyalahgunakan akses IT Inventory; dan/atau
b. memberitahukan data dan/atau informasi yang diperoleh dari akses IT
Inventory kepada pihak lain yang tidak berhak,
dikenakan hukuman disiplin dan/atau hukuman lainnya sesuai ketentuan
perundang-undangan.
menjadi petunjuk teknis
yanglebihterperinci
Pegawai DJBC
dalam melakukan asistensi, pengujian, dan penilaian IT Inventory untuk
membantu update profil perusahaan, sehingga dapat memberikan
pelayanan dan pengawasan dengan lebih proporsional
Perusahaan
dalam merancang atau menyesuaikan IT Inventory yang dimiliki oleh
perusahaan dengan kriteria yang dipersyaratkan untuk dapat
memanfaatkan fasilitas TPB dan KITE
LAMPIRAN I PER-09/BC/2014
“Gambaran Umum IT Inventory”
7
Konsep Umum
Sistem Informasi Persediaan
Informasi
Stakeholder (pemilik,
pemerintah, bank, dll)
Decision making
8
Konsep Umum
Sistem Informasi Persediaan
Sistem
informasi
Information
Need
Informasi
yang
relevan dan reliable
9
Konsep Umum
Sistem Informasi Persediaan
PROSES PRODUKSI
Penerimaan Bahan
Baku (IN RM)
Pengeluaran Brg
Jadi (OUT FG)
IN
FG
OUT
RM
GUDANG
BAHAN BAKU
PRODUKSI
(WIP)
GUDANG
BARANG JADI
10
Konsep Umum
Sistem Informasi Persediaan
Penerimaan Bahan
Baku (IN RM)
Pengeluaran Brg
Jadi (OUT FG)
Pencatatan
IN
FG
OUT
RM
GUDANG
BAHAN BAKU
PRODUKSI
(WIP)
GUDANG
BARANG JADI
11
Konsep Umum
Sistem Informasi Persediaan
Sistem Informasi Persediaan
MANUAL
BERBANTUAN
KOMPUTER
BERBASIS
KOMPUTER
12
Sistem Informasi Persediaan Secara Manual
GUDANG BAHAN BAKU
IN
DOK
PENERI
MAAN
BRG
Menggunakan cara
tradisional (manual)
dalam mengumpulkan
dan mengolah data serta
menghasilkan informasi
yang diperlukan oleh
stakeholder-nya
Kelemahan :
Pengendalian kurang
Akurasi kurang
Redundancy
Memungkinkan
pemodifikasian data
PROSES PRODUKSI
GUDANG BARANG JADI
DOK
PEMAK
AIAN
BRG
DOK
PRODU
KSI
DOK
PENGE
LURAN
BRG
OUT
SCRAP
1.
Informasi
2.
3.
Bagian akuntansi untuk laporan
keuangan
Pimpinan untuk pengambilan
keputusan
Pemerintah untuk pajak dan bea
13
cukai
MANUAL
Pencatatan pemasukan &
pengeluaran secara manual
14
Sistem Informasi Persediaan Berbantuan Komputer
GUDANG BAHAN BAKU
IN
DOK
PENERI
MAAN
BRG
PROSES PRODUKSI
DOK
PEMAK
AIAN
BRG
GUDANG BARANG JADI
DOK
PRODU
KSI
DOK
PENGE
LURAN
BRG
OUT
 hampir sama dengan
manual, hanya saja sedikit
lebih maju dengan
menggunakan bantuan
komputer dalam proses
pengolahan data menjadi
informasi
 kelemahan :
 Bantuan komputer hanya
untuk entry & olah data
 Belum terintegrasi antar
bagian
 Rekam jejak tidak ada
 Kurang akuntabel
 Memungkinkan
pemodifikasian data
Dibantu dengan komputer dan tidak
berbasis database (misalnya MS. Excel)
1.
2.
Informasi
3.
Bagian akuntansi untuk laporan
keuangan
Pimpinan untuk pengambilan
keputusan
Pemerintah untuk pajak dan bea
15
cukai
BERBANTUAN KOMPUTER
Pencatatan pemasukan & pengeluaran menggunakan komputer
(misal Ms Excel)
16
Sistem Informasi Persediaan Berbasis Komputer
GUDANG BAHAN BAKU
IN
DOK
PENERI
MAAN
BRG
PROSES PRODUKSI
DOK
PEMAK
AIAN
BRG
 sistem informasi yang didesign & dibangun terkait
persediaan barang dengan
cara mengintegrasikan
sistem input, proses &
output menggunakan
teknologi komputer dalam
menghasilkan informasi
terkait persediaan yang
dibutuhkan oleh
stakeholder
 Kelebihan :
 Informasi yang diterbitkan
lebih cepat
 Akurat
 Ada rekam jejak
 Lebih akuntabel
GUDANG BARANG JADI
DOK
PRODU
KSI
DOK
PENGE
LURAN
BRG
OUT
database
Menggunakan aplikasi
komputer atau software
yang berbasis database,
seperti: VISUAL BASIC,
ORACLE, SAAP, BAAN,
PHP, dll.
1.
2.
Informasi
3.
Bagian akuntansi untuk laporan
keuangan
Pimpinan untuk pengambilan
keputusan
Pemerintah untuk pajak dan bea
cukai
17
BERBASIS KOMPUTER
Penerimaan Bahan Baku / Brg Jadi
Pengeluaran Bahan Baku / Brg Jadi
Laporan sesuai kebutuhan
18
BAGAIMANAKAH
SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN
BERBASIS KOMPUTER
YANG DIINGINKAN OLEH DJBC Pada
Perusahaan Penerima Fasilitas TPB dan
KITE?
19
Konsep Umum
Sistem Informasi Persediaan
Sistem Informasi Persediaan
MANUAL
BERBANTUAN
KOMPUTER
BERBASIS
KOMPUTER
20
Hal-Hal Penting terkait Kriteria Umum IT Inventory
DJBC tidak mengharuskan perusahaan membangun IT Inventory
baru. Perusahaan yang telah mendayagunakan IT Inventory, cukup
melakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan yang
dipersyaratkan.
DJBC tidak bekerja sama atau merekomendasikan software
tertentu dari perusahaan manapun terkait persyaratan pemenuhan
IT Inventory. Jenis software disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing perusahaan.
21
Manfaat IT Inventory
Bagi Perusahaan:
Bagi DJBC:
memudahkan pengelolaan persediaan
memudahkan
perusahaan
menghasilkan
informasi
stakeholder termasuk DJBC
dalam
bagi
memudahkan
perusahaan
dalam
melakukan
rekonsiliasi
dengan
dokumen kepabeanan di KPPBC
memperoleh peningkatan pelayanan
sesuai profil dan kriteria pemenuhan
persyaratan IT Inventory
kemudahan dalam memberikan
pelayanan yang baik
kemudahan dalam melakukan
rekonsiliasi dokumen kepabeanan
dengan pergerakan persediaan
dalam IT Inventory
memudahkan profiling terhadap
perusahaan
22
Sistem Pengendalian Internal terkait IT Inventory
- Lingkup Pengendalian terdapat pencacahan
fisik dan pengecekan
dengan dokumen
permintaan barang
pembuatan dokumen
penerimaan barang
yang prenumber dan
diotorisasi, baik
berbentuk hardcopy
maupun bentuk
elektronik
terdapat quality control
dalam proses produksi
SPI terkait
IT
INVENTORY
terdapat
pendokumentasian
pergerakan barang
dalam IT Inventory
terdapat otorisasi
pada dokumen
dokumen/formulir
yang digunakan
23
Sistem Pengendalian Internal terkait IT Inventory
- Elemen Data yang Digunakan -
Sistem pemasukan dan pengeluaran
barang:
1) Nomor dan tanggal dokumen yang
digunakan untuk merekam
pergerakan persediaan barang
2) Jenis dokumen pabean
3) Nomor dokumen pabean
4) Tanggal dokumen pabean
5) Nama gudang
6) Nama Pengirim
7) Kode barang
8) Nama barang
9) Satuan barang
10) Jumlah barang
Sistem pemakaian bahan baku serta
penerimaan barang jadi:
1) Nomor dan tanggal dokumen
pemakaian barang
2) Nama gudang asal
3) Nama gudang tujuan
4) Tujuan pemakaian (untuk diproses
sendiri/disubkontrakkan)
5) Kode barang
6) Nama barang
7) Satuan barang
8) Jumlah barang
24
LAMPIRAN II PER-09/BC/2014
“IT Inventory TPB (KB, GB, dan TBB)”
25
Kriteria IT Inventory TPB ...(1)
mencatat pemasukan,
pengeluaran,
WIP,
adjustment, dan stock
opname,
secara
kontinu dan realtime
menghasilkan laporan yang paling sedikit memuat data sesuai peraturan
GB
KB
Kontinu: pencatatan
dilakukan secara
terus-menerus untuk
setiap transaksi dan
mutasi barang
1.
Laporan Pemasukan Barang
per dokumen pabean;
2.
Laporan Pengeluaran Barang
per dokumen pabean;
3.
Laporan Saldo WIP;
4.
Laporan
Pertanggungjawaban Mutasi
Bahan Baku dan bahan
Penolong
5.
Laporan
Pertanggungjawaban Mutasi
Barang Jadi;
6.
Laporan
Pertanggungjawaban Mutasi
Barang Sisa dan Scrap;
7.
Laporan
Pertanggungjawaban Mutasi
Mesin dan Peralatan
Perkantoran.
Pencatatan realtime:
1) pencatatan arus
barang sesegera
mungkin sesuai
SOP Perusahaan
2) setiap proses
input dapat secara
langsung
memperbarui
(refresh) database
1.
Laporan Pemasukan
Barang per dokumen
pabean;
2.
Laporan Pengeluaran
Barang per dokumen
pabean;
3.
Laporan
Pertanggungjawaban
Mutasi Barang.
TBB
1.
Laporan Pemasukan
Barang per dokumen
pabean;
2.
Laporan Pengeluaran
Barang per dokumen
pabean;
3.
Laporan Penjualan
Barang;
4.
Laporan Persediaan
Barang.
26
Kriteria IT Inventory TPB ...(2)
harus
bisa
diakses
secara
online
dari
Kantor Pabean
Demi keamanan
dan kerahasiaan
data, perusahaan
memberikan
username dan
password kepada
KPPBC.
Data stock
barang/bahan
dalam laporan
harus dapat dibrowse dlm
tenggang waktu 1
tahun periode
tahun lalu dan
periode tahun
berjalan.
Sedangkan data
stock barang modal
harus dapat dibrowse dlm periode
4 tahun terakhir.
Alternatif akses secara online dapat berupa:
remote desktop dan
program sejenisnya
web-based
• dilakukan
dengan
mengakses
alamat
website IT
Inventory
perusahaan
melalui
internet;
• perusahaan
menyediakan PC
khusus untuk
dihubungkan dengan
PC di KPPBC;
• PC harus dipastikan
selalu dalam keadaan
aktif dan aman
(diperlakukan seperti
server) sehingga dapat
diakses setiap saat;
• program yang
menjalankan remote
desktop terpasang/terinstall pada PC di
KPPBC;
• Terdapat perlindungan
(misal: dipasang sistem
firewall)
web-services
• web-services
adalah suatu
sistem
perangkat lunak
yang dirancang
untuk
mendukung
interaksi antar
sistem pada
suatu jaringan;
• dapat
diterapkan
setelah website
penyedia
layanan webservice telah
siap dijalankan
oleh DJBC.
Untuk
perusahaan
yang berlokasi
di daerah tanpa
koneksi
internet
akses dapat
dilakukan
dengan
pengiriman
softcopy
dokumen
laporan berkala
ke KPPBC,
setelah
mendapatkan
persetujuan
dari Kepala
KPPBC.
27
Kriteria IT Inventory TPB ...(3)
Akses oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Akses sebatas membaca laporan dan mengunduh (download) data laporan
Hak akses terdiri dari 2 kelompok:
1. Hak akses KPU/KPPBC  atas Laporan KB/GB/TBB
2. Hak akses dalam rangka audit kepabeanan  akses terhadap seluruh kegiatan dan
pembukuan
28
Kriteria IT Inventory TPB ...(4)
menggambarkan keterkaitan dengan
dokumen pabean
Memiliki keterkaitan dengan dokpab apabila IT
dapat menampilkan Laporan Pemasukan dan
Pengeluaran Barang yang memuat data jenis,
nomor, dan tanggal dokumen pemberitahuan
pabean
Field
tambahan :
1. Jenis
Dokumen
2. Nomor
Dokumen
3. Tanggal
Dokumen
29
Kriteria IT Inventory TPB ...(5)
mampu mencatat, menyimpan, dan
menampilkan riwayat aktivitas (Log)
Riwayat aktivitas (log) adalah
historis perekaman dan update
data pada IT Inventory. Riwayat
aktivitas (log) harus dapat
ditelusuri dalam waktu 2 (dua)
tahun periode sebelumnya
apabila diperlukan.
Pencatatan dilakukan oleh pihak yang memiliki akses
(authorized access)
authorized access adalah pihak-pihak yang memang
ditugaskan oleh perusahaan untuk melakukan
pencatatan sesuai dengan kewenangannya
Perubahan pencatatan dan/atau perubahan data
dilakukan oleh atau dengan persetujuan pihak yang
lebih tinggi dari petugas pencatat di perusahaan
30
Kewajiban Perusahaan terkait IT Inventory
memiliki dan
mendayagunakan IT
Inventory yang dapat
menghasilkan laporan
kepabeanan
menyediakan back-up
data yang memadai
apabila server
mengalami gangguan
atau kerusakan
menyediakan akses sistem
informasi kepada DJBC
baik untuk kepentingan
pelayanan/pengawasan
oleh KPPBC atau
kepentingan pengawasan
secara post clearance audit
digunakan secara
konsisten dan
akurat
tidak menggunakan IT
Inventory lainnya selain yang
sudah terkoneksi dengan
KPUBC/KPPBC (tidak
menggunakan dua macam
pembukuan dalam mencatat
kegiatan operasionalnya)
31
Kewajiban KPUBC/KPPBC terhadap IT
Inventory Perusahaan Penerima Fasilitas
menjaga
kerahasiaan dan
keamanan data
menyiapkan sarana dan
prasarana agar akses
terhadap IT Iventory
dapat dilakukan secara
optimal
melakukan pengecekan
berdasarkan manajemen risiko
terhadap penerapan IT Inventory
dan/atau melakukan
pemutakhiran profil
memanfaatkan
Informasi yang didapat
dari akses ke IT
Inventory sesuai tujuan
melakukan asistensi
terhadap penerapan IT
Inventory oleh
perusahaan
32
LAMPIRAN III PER-09/BC/2014
“IT Inventory KITE”
33
Kriteria IT Inventory KITE ...(1)
mencatat
pemasukan,
pengeluaran, WIP, dan
saldo
barang,
secara
berkelanjutan
dan
realtime
Berkelanjutan:
dipergunakan secara
terus-menerus untuk
setiap transaksi dan
mutasi barang
Pencatatan realtime:
1) pencatatan arus barang
sesegera mungkin
sesuai SOP Perusahaan
2) setiap proses input
dapat secara langsung
memperbarui (refresh)
database
menghasilkan laporan
yang paling sedikit
memuat data sesuai
peraturan (8 jenis)
menggambarkan
keterkaitan dengan
dokumen pabean
1. Laporan Pemasukan Bahan Baku
per dokumen pabean;
2. Laporan Pemakaian Bahan
Baku;
3. Laporan pemakaian barang
dalam proses dalam rangka
kegiatan subkontrak, dalam hal
terdapat kegiatan produksi yang
disubkontrakkan;
4. Laporan pemasukan hasil
produksi;
5. Laporan pengeluaran hasil
produksi;
6. Laporan mutasi bahan baku;
7. Laporan mutasi hasil produksi;
Memiliki keterkaitan
dengan dokpab
apabila IT dapat
menampilkan
Laporan Pemasukan
dan Pengeluaran
Barang yang memuat
data jenis, nomor,
dan tanggal dokumen
pemberitahuan
pabean
8. Laporan penyelesaian
waste/scrap.
34
Kriteria IT Inventory KITE ...(2)
penggunaan kode yang
berbeda atas barang
dan/atau bahan yang
diimpor
Kode barang harus dibedakan
antara:
1. barang impor dengan fasilitas
2.barang impor tanpa fasilitas
3. waste/scrap yang timbul
sesuai konversi
Untuk
perusahaan
yang
memiliki 2 NIPER (Pembebasan
dan
Pengembalian)
cukup
memiliki 1 IT Inventory, namun
IT
Inventory
tsb
harus
membedakan
kode
barang
impor
dengan
fasilitas
pembebasan
atau
pengembalian
laporan bisa diakses oleh DJBC
Akses sebatas membaca laporan dan mengunduh (download)
data laporan
Jika akses dapat dilakukan secara online, ketersediaan data stock
bahan baku, WIP, dan hasil produksi harus dapat di-browse
paling kurang selama periode pembebasan/jangka waktu ekspor
ditambah masa penyelesaian BCL.KT 01/BCL.KT 02.
Mekanisme akses secara online dilakukan sesuai mekanisme
akses online terhadap IT Inventory perusahaan penerima fasilitas
TPB.
Hak akses terdiri dari 2 kelompok:
1. Hak akses KWBC  atas 8 Jenis Laporan
2. Hak akses dalam rangka audit kepabeanan  akses
terhadap seluruh kegiatan dan pembukuan
35
Kewajiban Perusahaan terkait IT Inventory
memiliki dan
mendayagunakan IT
Inventory yang dapat
menghasilkan laporan
kepabeanan
menyediakan back-up
data yang memadai
apabila server
mengalami gangguan
atau kerusakan
menyediakan akses sistem
informasi kepada DJBC
baik untuk kepentingan
pelayanan/pengawasan
oleh KWBC atau
kepentingan pengawasan
secara post clearance audit
digunakan secara
konsisten dan
akurat
tidak menggunakan IT
Inventory lainnya selain yang
sudah terkoneksi dengan
KPUBC/KWBC (tidak
menggunakan dua macam
pembukuan dalam mencatat
kegiatan operasionalnya)
36
Kewajiban KPUBC/KWBC terhadap IT
Inventory Perusahaan Penerima Fasilitas
menjaga
kerahasiaan dan
keamanan data
menyiapkan sarana dan
prasarana agar akses
terhadap IT Iventory
dapat dilakukan secara
optimal
melakukan pengecekan
berdasarkan manajemen risiko
terhadap penerapan IT Inventory
dan/atau melakukan
pemutakhiran profil
memanfaatkan
Informasi yang didapat
dari akses ke IT
Inventory sesuai tujuan
melakukan asistensi
terhadap penerapan IT
Inventory oleh
perusahaan
37
LAMPIRAN IV PER-09/BC/2014
“Perancangan dan
Penyesuaian IT Inventory”
38
Perancangan IT Inventory ...(1)
Perencanaan
Analisis
Perancangan
(design)
aplikasi
Pembuatan
aplikasi
Implementasi
Evaluasi dan
Monitoring
Yang harus diperhatikan oleh Perusahaan pada saat mendesign aplikasi,
1. menyiapkan master data antara lain sebagai berikut:
master barang
berupa master data bahan
baku, bahan penolong, WIP,
barang jadi, barang
reject/scrap, mesin, peralatan
perkantoran, spareparts
membedakan kodifikasi
bahan baku, bahan penolong,
WIP, barang jadi, barang
reject/scrap, mesin, peralatan
perkantoran, spareparts
membedakan kodifikasi
barang KITE Pembebasan,
KITE Pembelian atau
pembelian lokal (Khusus
KITE)
Untuk KITE, agar mengisi
kode barang pada kolom
“spesifikasi lain” pada saat
pengisian PIB.
master data
supplier
berisi kodifikasi
supplier/pihak
subkontrak,
nama
supplier/pihak
subkontrak,
alamat
supplier/pihak
subkontrak,
kontak person,
serta data-data
supplier /pihak
subkontrak
master data
pembeli
berisi kodifikasi
pembeli/
penerima
subkontrak,
nama pembeli
/penerima
subkontra,
kontak person
serta data-data
lain
master data
jenis transaksi
dibedakan antara
menerima barang
dari supplier, dari
pengirim
subkontrak,
transkasi internal
perusahaan atau
transaksi lainnya
dibedakan antara
pengiriman barang
dalam rangka ekspor,
dalam rangka
subkontrak, penjualan
antar KB, pengiriman
dalam rangka
subkontrak ke TLDDP
atau hal lainnya
master data
Konversi
berisi
kode bahan
baku dan kode
hasil produksi
yang
menggunakan
bahan baku
tersebut serta
koefisien
pemakaian
bahan baku
39
Perancangan IT Inventory ...(2)
Perencanaan
Analisis
Perancangan
(design)
aplikasi
Pembuatan
aplikasi
Implementasi
Evaluasi dan
Monitoring
Yang harus diperhatikan oleh Perusahaan pada saat mendesign aplikasi,
2. menyiapkan format data laporan sesuai ketentuan perundang-undangan yang
mengatur tentang KB, GB, TBB, dan KITE
40
Format Laporan IT Inventory TPB
CONTOH:
“Laporan KB”
41
LAPORAN KB
Laporan Yang
Dihasilkan
IT Inventory
Laporan Empat
Bulanan
42
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Dokumen Pabean a.l :
- BC 23
- BC 27
- BC 262
- BC 40
Seluruh Pemasukan Brg ke KB :
- Bahan baku
- Hsl Subkon (WIP/Brg Jadi)
- Mesin & Peralatan Kantor
KB
GUDANG
BAHAN BAKU
PRODUKSI
(WIP)
GUDANG
BARANG JADI
43
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Format Laporan : (Lampiran I A PER-2/BC/2012)
44
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
3 Field Yang Harus
ditambahkan ke dalam IT
Inventory Perusahaan
45
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Diisi NoPendaftaran &
Tgl Dok Pabean
(BC 2.3, BC 2.7, BC
2.6.2, BC 4.0, dll)
46
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Diisi Nomor Bukti & Tanggal
Penerimaan Barang
(Dok Internal Perusahaan :
RR, GR, LPB)
47
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Diisi Kode Barang
Internal yang digunakan
perusahaan
48
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Diisi Nama Barang yang
digunakan perusahaan
49
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Diisi Jumlah Barang
yang diterima perusahaan
50
1. Laporan Pemasukan Brg Per Dok Pabean
Diisi Nilai Barang
yang diakui perusahaan
51
2. Laporan Pengeluaran Brg Per Dok Pabean
Seluruh Pengeluaran Brg ke KB :
- Bahan baku
- Subkon (Bhn Baku/WIP)
- Brg Jadi
- Mesin & Peralatan Kantor
- Scrap
Dokumen Pabean a.l :
- BC 30 - BC 261
- BC 25 - BC 41
- BC 27 - BA Pemusnahan
KB
GUDANG
BAHAN BAKU
PRODUKSI
(WIP)
GUDANG
BARANG JADI
52
2. Laporan Pengeluaran Brg Per Dok Pabean
Format Laporan : (Lampiran I B PER-2/BC/2012)
53
3. Laporan Posisi WIP
Format Laporan : (Lampiran I C PER-2/BC/2012)
Per tanggal : ........(2)...........
54
4. Laporan Pertanggungjawaban Mutasi Bahan Baku dan
Bahan Penolong
- Jual Bahan Baku
- Subkon
IN
OUT
OUT
(selain produksi)
KB
OUT
(ke produksi)
IN
(retur dr produksi)
GUDANG
BAHAN BAKU
PRODUKSI
(WIP)
55
4. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Bahan Baku dan
Bahan Penolong
Format Laporan : (Lampiran I D PER-2/BC/2012)
56
4. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Bahan Baku dan
Bahan Penolong
Akumulasi seluruh
pemasukan bahan baku
& bahan penolong ke
gudang bahan baku
57
4. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Bahan Baku dan
Bahan Penolong
Akumulasi seluruh
pengeluaran bahan baku
& bahan penolong dari
gudang bahan baku
58
4. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Bahan Baku dan
Bahan Penolong
Diisi penyesuaian yang
hanya dikarenakan terdapat
perbedaan antara saldo
buku vs saldo fisik
(bisa + atau -)
59
4. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Bahan Baku dan
Bahan Penolong
Diisi dgn rumus :
Saldo awal + pemasukan –
pengeluaran + penyesuaian
60
5. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi
Barang Jadi
IN (Hasil Subkon)
OUT
KB
OUT
(selain dijual)
IN
(dr produksi)
OUT
(retur ke produksi)
PRODUKSI
(WIP)
GUDANG
BARANG JADI
61
5. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Barang Jadi
Format Laporan : (Lampiran I E PER-2/BC/2012)
62
5. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Barang Jadi
Akumulasi seluruh
pemasukan barang jadi
ke gudang barang jadi
63
5. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Barang Jadi
Akumulasi seluruh
pengeluaran barang jadi
dari gudang barang jadi
64
6. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi
Barang Sisa & Scrap
Pencatatan Barang Sisa dan Scrap :
GUDANG
BAHAN BAKU
MESIN
PRODUKSI
(WIP)
GUDANG
BARANG JADI
IN
OUT
KB
GUDANG SCRAP
65
6. Laporan Pertanggungjawasan Mutasi Barang Sisa &
Scrap
Format Laporan : (Lampiran I F PER-2/BC/2012)
66
7. Laporan Pertanggungjawaban Mutasi
Mesin & Peralatan Kantor
OUT (Jual)
OUT (Pemusnahan)
IN (Beli/Impor)
KB
OUT (Perusakan)
MESIN
OUT
GUDANG SCRAP
67
7. Laporan Pertanggungjawaban Mutasi
Mesin & Peralatan Kantor
Meliputi juga pemasukan dan pengeluaran :
1.Peralatan untuk pembangunan, perluasan, atau
konstruksi KB
2.Mould
3.Peralatan Pabrik
4.Suku Cadang (Spare Parts)
68
7. Laporan Pertanggungjawaban Mutasi Mesin &
Peralatan Kantor
Format Laporan : (Lampiran I G PER-2/BC/2012)
69
Format Laporan IT Inventory KITE
“Laporan IT Inventory KITE”
70
Format Laporan IT Inventory KITE ...(1)
I. Laporan pemasukan bahan baku
No.
Jenis
Dokumen Pabean
Bukti
Dokumen
Kode
Penerimaan
Nomor Tanggal Nomor seri
Nama
Satuan Jumlah
Barang Barang
Mata
Nilai
Uang
Barang
Gudang
Penerima
Negara
Subkontrak
asal
Barang
Nomor Tanggal
barang
barang
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
II. Laporan pemakaian bahan baku
No.
Bukti Pengeluaran
(3)
Kode
Nama
Satuan
Nomor
Tanggal
Barang
Barang
(4)
(5)
(6)
(7)
Jumlah
Digunakan
(8)
(9)
Penerima
Disubkontrakkan subkontrak
(10)
(11)
III. Laporan Pemakaian Barang Dalam Proses Dalam Rangka Kegiatan Subkontrak
No.
(3)
Bukti Pengeluaran Barang
Kode
Nama
Nomor
Tanggal
Barang
Barang
(4)
(5)
(6)
(7)
Satuan
Disubkontrakkan
(8)
(9)
Penerima
subkontrak
(10)
IV. Laporan Pemasukan Hasil Produksi
No.
(3)
Bukti Penerimaan
Nomor
Tanggal
(4)
(5)
Kode
Nama Satuan
Jumlah
Gudang
Barang Barang
dari produksi dari subkontrak
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
71
Format Laporan IT Inventory KITE ...(2)
V. Laporan Pengeluaran Hasil Produksi
No.
PEB
(3)
Bukti Pengeluaran Barang
Nomor
Tanggal
Nomor
Tanggal
(4)
(5)
(6)
(7)
Pembeli/Penerima
Negara
Kode
Nama
tujuan
Barang
Barang
(9)
(10)
(11)
(8)
Satuan Jumlah
(12)
(13)
Mata
Nilai
Uang
Barang
(14)
(15)
VI. Laporan Mutasi Bahan Baku
No.
(3)
Kode
Nama
Barang
Barang
(4)
(5)
Satuan
Saldo
Pemasukan Pengeluaran
Awal
(6)
(7)
Saldo
Gudang
Akhir
(8)
(9)
(10)
(11)
Saldo
Gudang
VII. Laporan Mutasi Hasil Produksi
No.
Kode
Nama
Barang
Barang
(4)
(5)
(3)
Satuan
Saldo
Pemasukan Pengeluaran
Awal
(6)
(7)
Akhir
(8)
(9)
(10)
(11)
VIII. Laporan Penyelesaian Waste/Scrap
No.
(3)
BC 2.4
Kode
Nama
Nomor Tanggal
Barang
Barang
(6)
(7)
(4)
(5)
Satuan Jumlah Nilai
(8)
(9)
(10)
72
Penyesuaian IT Inventory KITE
(Bagi Perusahaan yang telah memiliki IT Inventory)
Apakah pengelolaan persediaan
menggunakan aplikasi berbasis
database
NO
Perusahaan harus membuat Sistem
Informasi Persediaan Berbasis
Komputer
YES
Apakah field data yang ada saat ini
telah bisa menghasilkan laporan yang
diinginkan DJBC
YES
TAMBAH FIELD DATA
YANG BELUM ADA
SEHINGGA MENJADI
LENGKAP
Perusahaan telah memiliki Sistem
Informasi Persediaan Berbasis
Komputer
73
LAMPIRAN V PER-09/BC/2014
“Mekanisme Pencatatan Pemasukan
dan Pengeluaran Barang serta Sistem
Pelaporan IT Inventory”
74
Mekanisme Pencatatan dan Pemasukan Barang
Menggunakan IT Inventory
Bahan Baku
LPB
WIP
FG/Reject/Scrapp
Laporan
Produksi
Slip Issue
• MENCANTUMKAN
JENIS DOK, NO DOK
DAN
TGL
DOK
PABEAN PD DOK LPB
• MEMBEDAKAN
ANTARA
KODE
FASILITAS
DENGAN
NON
FASILITAS
(KHUSUS KITE)
• MENCANTUMKAN
JENIS DOK, NO DOK
DAN TGL DOK PABEAN
PD DOK SURAT JALAN
• MEMBEDAKAN
ANTARA
KODE
FASILITAS
DENGAN
NON
FASILITAS
(KHUSUS KITE)
Database
• Dokumen pabean pemasukan barang
TPB
-
BC 2.3
BC 2.7
BC 4.0
PPFTZ-02
Fasilitas Pembebasan dan/atau
Pengembalian
- BC 2.0
- BC 2.5
- PPFTZ-01
Menghasilkan Laporan
yang dibutuhkan yang
salah satunya oleh DJBC
• Dokumen pabean pengeluaran barang
TPB
-
BC 3.0
BC 2.7
BC 2.5
BC 4.1
berita acara pemusnahan
Surat Jalan
Akses atas Laporan
fasilitas Pembebasan dan/atau
Pengembalian
- BC 3.0
- SSTB
- BC 2.4
KWBC/KPUBC/KPPBC
75
Sistem Pelaporan Pada Perusahaan
Penerima Fasilitas TPB
Tujuan Pelaporan
Pertanggungjawaban barang fasilitas yang diterima kepada DJBC
dengan mekanisme laporan secara periodik
Kesempatan perusahaan secara self assesment mengakui barang yang
telah hilang di TPB dan membayar atas barang yang hilang tersebut
Dapat menghindarkan tagihan yang besar apabila diaudit oleh tim audit
76
Sistem Pelaporan Pada Perusahaan
Penerima Fasilitas KITE
Tujuan Pelaporan
Membuat laporan sesuai dengan pemakaian riil
Sebagai bahan dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi oleh
KPUBC/KWBC penerbit NIPER dan bidang pengawasan
Bahan pembuatan laporan pertanggungjawaban (BCL.KT 01) oleh
perusahaan ke DJBC
Untuk menyediakan data dan informasi dalam rangka audit kepabeanan
77
“one size doesn’t fit all”
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI - 2014

similar documents