H2 - WS 2 R. Komisi Utama - SESI 2

Report
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
A Success Story:
Simulasi e-Voting
Pemilukada Kab. Bantaeng
“Menuju Demokrasi Berkualitas”
Kerjasama:
KPU Bantaeng
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Latar Belakang Simulasi e-Voting
• Amar putusan MK No. 147/PUU-VII/2009 tanggal 30 Maret 2010:
”mencoblos/mencentang” dapat diartikan pula menggunakan
metode e-voting dengan syarat kumulatif, yaitu tidak melanggar
asas luber-jurdil, dan daerah sudah siap dari sisi teknologi,
pembiayaan, SDM maupun kesiapan masyarakatnya
• UU No. 11 Thn 2008 ttg Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)
Pasal 5: bahwa informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik
dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah.
• Namun, legalitas peraturan KPU yang belum mengakomodir sistem
e-voting sehingga dilakukan hanya simulasi e-voting di 48 TPS (dari
361 TPS) atau 15 ribu (dari 137 ribu) wajib pilih pada 8 kecamatan
61 desa/kelurahan
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Kerjasama Unhas – BPPT – KPU Bantaeng
• Alih teknologi BPPT untuk pelaksanaan simulasi e-voting
• Penguatan Unhas terhadap teknologi e-voting yang
dikembangkan BPPT: SDM Teknis & Peralatan e-voting
• Unhas sebagai insitutsi pendidikan bersifat netral dan
independen terhadap pemerintah dan parpol
• Dukungan KPU Bantaeng untuk dijadikan lokasi simulasi evoting yang bersamaan Pemilukada Bantaeng
• Hasil perhitungan simulasi e-voting tidak dipublikasi dan
tidak dibandingkan dengan sistem manual karena hanya
berupa uji coba dan keperluan evaluasi penelitian
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Rangkaian Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan simulasi e-voting pada Pemilukada
Kab. Bantaeng dapat dibagi dalam 3 tahap
A. Pra pemungutan suara
B. Pemungutan suara
C. Pasca pemungutan suara
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
A. Pra Pemungutan Suara
1.
2.
3.
4.
5.
Penyiapan Juklak/Juknis e-Voting
Survei kesiapan Jaringan Komunikasi Data
Survei kesiapan SDM Lokal sebagai pendukung
Identifikasi Pemilih dengan kebutuhan khusus
Kerjasama KPU Bantaeng dengan lembaga independen untuk
sertifikasi, audit, dan penyedia SDM Teknis
6. Sosialisasi dan Simulasi Penggunaan e-Voting
7. Pengadaan Perangkat, Sarana Prasarana
8. Sertifikasi Perangkat
9. Pelatihan SDM Pendukung / Teknisi, dan KPPS (BPPT melatih TOT)
10.Penyiapan Help-Desk
11.Instalasi, Distribusi serta Pengamanan Perangkat
12.Uji Coba Perangkat di Lokasi Sebelum Hari – H
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Tim Teknis e-Voting Bersama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi) dan IATI (Ikatan Auditor Teknologi Indonesia)
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Penyerahan Sertifikat Kepada Administrator tiap Kecamatan
setelah Pelatihan oleh IATI
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Poster sosialisasi pelaksanaan simulasii e-Voting Pemilukada Bantaeng
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
B. Pemungutan Suara
1. Penyiapan Perangkat
2. Pembukaan Kotak Suara Elektronis (Berita Acara)
3. Pemungutan Suara
4. Penutupan dan Penghitungan Hasil (Berita Acara)
5. Pengiriman Hasil
6. Backup Perangkat (Data dan Log File)
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Perangkat e-Voting
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Teknis e-Voting
• Pemilih melapor ke petugas untuk dibuatkan Kartu
Aktifasi menggunakan Smartcard.
• Pemilih menuju perangkat membawa Kartu Aktifasi
– Masukkan Kartu Aktifasi pada Smartcard Reader
– “SENTUH” gambar yang dipilih pada monitor perangkat
– Pilih “YA” jika calon sudah tepat, pilih “TIDAK” jika ingin mengubah
– Konfirmasi telah memilih dengan Kartu Audit tercetak dan diambil
– Masukkan Kartu Audit kedalam Kotak Audit
• Pemilih melapor ke Petugas dan mengembalikan
Kartu Aktifasi
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Pemilih pada Bilik Suara
E-voting
Pemilih mengambil Kertas Audit
Pemilih memasukkan
Kertas Audit pada
Kotak Audit
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Bilik Suara E-voting
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Kunjungan Anggota KPU Pusat
dan Kepala BPPT
Antrian Pemilih pada salah satu TPS
Simulasi E-Voting
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
C. Pasca Pemungutan Suara
1. Simulasi Penayangan Hasil Perolehan Suara
2. Random Post Audit (Kalau kotak suara/audit tidak dibuka
maka random post audit perlu dilakukan)
3. Jika ada Koreksi Hasil Perhitungan dan Penayangan
(melalui Berita Acara)
4. Pengemasan Kembali Perangkat
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Kemampuan Utama Sistem e-Voting
• Sistem e-voting mampu mengadaptasi sistem manual
sedekat mungkin.
• Sistem e-voting mampu secara tangguh me-recover kembali
pada checkpoint tertentu saat terjadi failure pada sistem
dgn history pemilih terekam tanpa mengetahui pilihan
pemilih (karena tidak ada relasi data-pemilih dan pilihan
secara independen)
• Sistem e-voting mampu bekerja dengan baik pada daerah
listrik terbatas (baik listrik padam atau tidak ada sumber
listrik) dengan memanfaatkan baterei kering.
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Kemampuan Utama Sistem e-Voting
• Sistem e-voting mampu dengan cepat merekapitulasi hasil
jumlah suara pada TPS dan dapat diverifikasi kesesuaiannya
dengan Kartu Audit dalam Kotak Audit
• Sistem e-voting mampu digunakan dengan mudah oleh
berbagai lapisan masyarakat (termasuk masy. berusia lanjut)
karena sifatnya user-friendly
– Hasil survey menunjukkan bahwa responden pemilih menyatakan evoting lebih mudah digunakan dibanding sistem manual
• Sistem e-voting stand alone dan tidak terkoneksi kemanamana sehingga aman dan tidak dapat diretas oleh hacker.
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Kelebihan Dibanding Sistem Manual
• Proses Cepat: Lama waktu memilih di TPS lebih cepat 1:5 dibanding cara
manual (rata-rata 55 detik), sehingga waktu tunggu di TPS tidak lama.
• Rekapitulasi Cepat dan Akurat: Hasil rekapitulasi di TPS dapat diketahui
langsung dengan akurasi hasil 99% dan dapat diverifikasi dmenggunakan
Kartu Audit yang ada dalam Kotak Audit.
– Rrekapitulasi untuk akumulasi hasil lebih lanjut juga akan lebih cepat diketahui
karena data terekam dengan baik dan aman.
• Hemat Biaya: Biaya satu perangkat e-voting hanya berkisar Rp 7-8 juta
termasuk investasi awal perangkat sistem atau lebih hemat 73%
dibandingkan dgn sistem manual.
– Penghematan dapat mencapai sekitar 80% jika inventaris perangkat
dimanfaatkan sebagau aktiva tetap
• Hasil Terpercaya: Akuntabilitas hasil pemilu dapat dipertanggung
jawabkan dan terpercaya sehingga pemilu lebih berkualitas
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Unhas Siap Mendukung e-Voting!
• Unhas memiliki perangkat e-voting yang siap pakai
• Unhas memiliki SDM Pakar Teknis dalam Bidang Teknologi,
Sosial-Budaya dan Hukum untuk impl. ementasi e-voting
• Unhas memiliki pengalaman melaksanakan simulasi e-voting
Pemilukada Kab. Bantaeng dan berhasil sukses
• Unhas mampu menyiapkan lembaga pengkajian dan
pengembangan khusus untuk pelaksanaan e-voting dan siap
bekerja sama dengan mitra yang membutuhkan
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Future Work: E-Counting
• Keamanan Komunikasi Data (Data Communication Security):
Butuh teknik penyandian atau kriptografi tertentu untuk
pengiriman data baik dengan skema kunci asimetris atau protokol
khusus agar lebih aman.
• Server Rekapitulasi Aman (Secure Recapitulation Server):
Butuh pengkajian menyangkut konfigurasi infrastruktur fisik yang
lebih aman pada sisi sever.
• Sistem Pangkalan Data High Availability (High Availability
Database System): Butuh pengkajian sistem komputasi terdistribusi
tangguh (robust distributed computing system) untuk mengatasi
dan menghindari ketidak-tersediaan data rekapitulasi dengan
pendekatan Replicated Database Managemen System (RDBMS).
Universitas Hasanuddin
Laporan Simulasi e-Voting Pemilukada Kab. Bantaeng, 17 April 2013
Kesimpulan
Lesson learned Pilkada Bantaeng:
 E-voting mampu mewujudkan pemilu yang murah,
cepat, demokratis dan terpercaya
 Infrastruktur e-voting sederhana, mudah digunakan
dan siap diimplementasi di seluruh Indonesia
 Masyarakat Indonesia siap menggunakan e-voting
 Unhas siap mendukung e-voting
Universitas Hasanuddin

similar documents