indikator kinerja

Report
KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
DAN REFORMASI BIROKRASI
SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA
INSTANSI PEMERINTAH
Drs. EDDY SURYANTO, M.M.
OUT LINE

Latar Belakang

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP)

Perencanaan Kinerja


Renstra

Rencana Kinerja Tahunan (RKT)

Penetapan Kinerja (PK)

Pengukuran Kinerja
Laporan Kinerja (LAKIP)
LATAR BELAKANG
Usaha Mewujudkan Kepemerintahan yang Baik
(Good Governance) di Indonesia
 Reformasi untuk mewujudkan Sistem Kepemerintahan yang Baik
(good governance) dimulai dengan dikeluarkannya TAP MPR
XI/1998 dan UU No. 28/1999 tentang Penyelenggaraan Negara
Yang Bersih dan Bebas dari KKN
 Azas-azas penyelenggaraan negara yang baik (UU No. 28/1999):






Asas Kepastian Hukum
Asas Tertib Penyelenggaraan Negara
Asas Kepentingan Umum
Asas Keterbukaan
Asas Proporsionalitas
Asas Profesionalistas

Asas Akuntabilitas
Asas Akuntabilitas
setiap program dan kegiatan dari kegiatan
Penyelenggara Negara harus dapat
dipertanggungjawabkan kinerja atau hasil
akhir kepada masyarakat atau rakyat
sebagai pemegang kedaulatan tertinggi
negara sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
(TAP MPR XI/98 dan UU No. 28 Th. 1999)
Perubahan model manajemen
pemerintahan
Pemerintahan
berorientasi
input
Pemerintahan
yang
berorientasi
hasil
SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI
PEMERINTAH ( S A K I P )
PERENCANAAN
KINERJA
PENGUKURAN
KINERJA
EVALUASI
KINERJA
PELAPORAN
KINERJA
PELAKSANAAN SAKIP
Renstra :
Perencanaan Strategis merupakan suatu
proses yang berorientasi pada hasil yang
ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu)
sampai dengan 5 (lima) tahun dengan
memperhitungkan potensi, peluang, dan
kendala yang ada atau mungkin timbul.
4 Komponen Renstra
• Memuat secara jelas arah masa depan yang hendak
dituju, yang terangkum dalam perumusan Visi, Tujuan
dan Sasaran. (Where we want to be)
• Renstra
mempertimbangkan
kondisi
saat
ini,
mengidentifikasi nilai-nilai yang dianut organisasi,
melakukan SWOT analysis dan menetapkan misi
organisasi. (Where we are now)
• Memuat cara-cara mencapai tujuan dan sasaran yang
berupa Kebijakan, Program dan Kegiatan. (How do we
get there)
• Memuat ukuran keberhasilan berupa Indikator kinerja.
(How do we measure our progress)
PLANNING
INPUTS
OUTPUTS
OUTCOMES
Programmatic
Investments
Activities/
Participation
Short/Medium/
Longterm
EVALUATION
RENCANA STRATEGIS
HASIL
CARA (STRATEGI)
RENCANA STRATEGIS
SASARAN
URAIAN
HASIL YANG
INGIN
DICAPAI
INDIKATOR
OUTCOME
UKURAN
STRATEGI
PROGRAM/KEGIATAN
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
 Hasil yang diinginkan oleh organisasi/instansi
atas pelaksanaan kebijakan, program, dan
kegiatan-kegiatannya.
 Merupakan outcome ataupun output yang
diinginkan untuk mengatasi permasalahan yang
menjadi tugas dan fungsi organisasi/instansi.
 Hasil yang akan dicapai secara nyata oleh
organisasi/instansi dalam rumusan yang lebih
spesifik, terukur, dalam kurun waktu satu tahun.
 Mengikuti
kaidah-kaidah
penyusunan
perencanaan pada saat menyusun perencanaan
jangka menengah (RPJMN/D dan Renstra).
VARIABEL UNTUK
MENGUKUR ?
INDIKATOR KINERJA
KINERJA
Apa yang akan dihasilkan
(Outcome)
Rencana kinerja, berarti:
KERJA
Apa yang akan dikerjakan
(aktivitas)
Apa yang akan dibuat
(output)
Sesuatu yang ’disediakan’
atau ’dibeli’
Rencana Kerja, berarti:
Membuat rencana mengenai Membuat rencana yang
outcome yang akan
berfokus pada penggunaan
dihasilkan
input, pemilihan kegiatan,
dan output yang akan dibuat
INDIKATOR
Alat ukur yang digunakan
untuk melihat perubahanperubahan yang terjadi,
baik secara langsung
maupun tidak langsung.
KINERJA
Upaya atau unjuk kerja
dalam mencapai hasil dan
capaiannya
INDIKATOR KINERJA
Ukuran kinerja yang digunakan untuk mengetahui
perkembangan upaya dalam mencapai hasil dan
hasil kerja yang dicapai
FUNGSI INDIKATOR KINERJA
1. Memperjelas apa, berapa & kapan suatu
program/kegiatan dilaksanakan.
2. Memperjelas siapa yang bertanggungjawab dan
yang melaksanakan indikator dimaksud.
3. Menciptakan konsensus yg dibangun bersama
oleh pihak terkait utk menghindari kesalahan
interprestasi selama pelaksanaan kegiatan dan
dalam menilai kinerjanya.
4. Membangun dasar utk pengukuran, analisis &
evaluasi kinerja organisasi/unit kerja.
Kriteria Indikator Kinerja yang baik
(SMART)
Spesific (Spesifik)
Measurable (Dapat diukur)
Attainable (Dapat dicapai)
Relevan (Sesuai dengan kinerja atau hasil
yang diukur)
Time bound (Berjangka waktu tertentu)
Trackable (Dapat dipantau dan dikumpulkan)
Spesific (Spesifik)
Indikator kinerja harus sesuai dengan program
dan/atau kegiatan sehingga mudah dipahami
dalam memberikan informasi yang tepat tentang
hasil atau capaian kinerja dari kegiatan dan atau
sasaran.
Sasaran
Meningkatnya kualitas
pendidikan masyarakat
Indkator Kinerja
Angka melek huruf
Angka Partisipasi Kasar/Murni
Measurable (Dapat diukur)
Indikator kinerja harus dapat diukur secara obyektif
baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Jika
dua pihak atau lebih mengukur indikator kinerja
yang sama, maka keduanya harus mempunyai
hasil yang sama pula.
Meningkatnya kesadaran masyarakat,
aparatur pemerintah dan pengusaha
akan pentingnya program jaminan
sosial
Jumlah perusahaan yang mengikuti
program jaminan sosial
Tidak Measurable
Measurable
Attainable (Dapat dicapai)
 Indikator kinerja yang ditetapkan, bukan
merupakan hal yang mustahil untuk dicapai
dan harus dalam kendali instansi
pemerintah.
 Dalam penetapan indikator kinerja perlu
mempertimbangkan kemampuan organisasi
untuk dapat menyediakan data kinerja
yang akurat dan tepat waktu.
Relevan (Sesuai dengan kinerja atau
hasil yang diukur)
Indikator kinerja harus merupakan alat ukur yang
menggambarkan sedekat mungkin (keberhasilan/
kegagalan) apa yang akan diukur ( Input-> IK Input,
Output->IK Output, Outcome-> IK Outcome).
Sasaran
Indkator Kinerja
Meningkatnya penggunaan
metode keluarga berencana.
Jumlah alat kontrasepsi yang
digunakan
(RELEVAN)
Meningkatnya kualitas
pelayanan jasa
Jumlah penyedia jasa yang terlatih
(KURANG RELEVAN)
Time
bound (Berjangka waktu tertentu)
Indikator Kinerja harus mempertimbangkan
periode waktu tertentu pencapaiannya
Trackable
(Dapat dipantau dan
dikumpulkan)
Indikator Kinerja yang dapat ditelusur secara
jelas sumber datanya.
Satuan Indikator Kinerja

Jumlah (buah, unit, set)

Nilai uang (Rp, $, ₤)

Persentase (%)

Ratio (:)

Perubahan angka ratio atau
persentase perubahan
(incremental)
Jenis Indikator Kinerja
•
IK Input/masukan: Ukuran yang menggambarkan penggunaan
inputs
Inputs: adalah segala sesuatu yang dibutuhkan dalam rangka
menghasilkan keluaran/outputs.
• IK Keluaran/Output: Ukuran yang menggambarkan keluaran/
outputs yang dihasilkan dari suatu kegiatan
Keluaran/Outputs: adalah segala sesuatu berupa produk/jasa (fisik
dan atau non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu
kegiatan berdasarkan masukan yang digunakan.
•
IK Outcome: Ukuran yang menggambarkan outcomes yang
dihasilkan karena adanya outputs kegiatan/program.
Hasil/Outcomes: adalah segala sesuatu yang mencerminkan
berfungsinya keluaran/outputs atau manfaat dari keluaran/outputs
kegiatan/program. Outcome dapat dikelompokkan dalam terdiri dari
(i) immediate outcome/jk pendek, (ii) intermediate outcome/jk
menengah, (iii) Ultimate outcome/jk panjang
POSISI IK DALAM SISTEM AKIP
Indikator
Kinerja
Perencanaan
strategis
Perencanaan
Kinerja Tahunan
Pelaporan
Kinerja
Pengukuran
Kinerja
Penganggaran
Kinerja
Kontrak
Kinerja
Indikator
Kinerja
merupakan
unsur penting
Akuntabilitas
Kinerja
KESALAHAN DALAM
MEMBUAT INDIKATOR
Contoh Kasus
INDIKATOR
KINERJA UTAMA
( Key Performance Indicator )
Instansi pemerintah diwajibkan menetapkan Indikator
Kinerja Utama
Indikator Kinerja Utama adalah ukuran keberhasilan
dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi
PERMENPAN No. PER/09/M.PAN/5/2007
PERMENPAN NO.PER/20/M.PAN/11/2008
(Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Instansi Pemerintah)
Hakekat IKU
 Indikator
Kinerja
Utama
merupakan
indikator yang paling menentukan (strategis)
bagi kelangsungan hidup suatu organisasi
 Indikator
Kinerja
Utama
merupakan
indikator kinerja yang dipilih dari sekian
banyak indikator kinerja yang dimiliki
organisasi tersebut
LATAR BELAKANG
 Masih banyak Instansi Pemerintah Pusat maupun
Daerah belum memiliki seperangkat indikator kinerja
yang digunakan untuk mengukur keberhasilannya;
 Banyak Instansi Pemerintah/Satker yang melaporkan
kinerjanya hanya berdasarkan realisasi DIPA  yang
dilaporkan barang/jasa yang dibeli, BUKAN
barang/jasa yang dihasilkan;
 Pelaporan di tingkat Kementerian/Pemda hanya
mengompilasi output kegiatan Unit Organisasi/Satker
TUJUAN PENETAPAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA
1. Untuk memperoleh informasi kinerja yang
penting dan diperlukan dalam melakukan
manajemen kinerja secara baik;
2. Untuk memperoleh ukuran keberhasilan
yang digunakan bagi perbaikan kinerja
dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
SIAPA YANG MENETAPKAN PENETAPAN
INDIKATOR KINERJA UTAMA
 Menteri/Pimpinan Lembaga  untuk tingkat
kementerian/lembaga, unit eselon I dan unit
mandiri;
 Sekjen Lembaga Tinggi/Lembaga lain  untuk
tingkat lembaga, unit eselon I dan unit mandiri;
 Gub  untuk tingkat pem provinsi, SKPD dan
unit kerja mandiri.
 Bupati/Wali  untuk tingkat pem kab/kota,
SKPD dan unit kerja mandiri.
KUALITAS INDIKATOR KINERJA UTAMA YANG
DITETAPKAN :
– Harus selaras antar tingkatan unit organisasi;
– Indikator kinerja utama pada tingkat Kementerian
Negara/ Departemen/ LPND/Pemerintah Provinsi/
Pemerintah Kabupaten/ Pemerintah Kota sekurangkurangnya menggunakan indikator hasil (outcome)
sesuai dengan kewenangan, tugas, dan fungsi;
– Indikator kinerja utama pada unit organisasi
setingkat eselon I menggunakan indikator hasil
(outcome);
– Indikator
setingkat
kinerja utama pada unit organisasi
eselon II/SKPD/unit kerja mandiri
sekurang-kurangnya menggunakan indikator keluaran
(output).
Keterkaitan Renstra, RKT,
RKA, dan PK
Kondisi JM (15 thn) yg akan
diwujudkan
Kondisi tahunan
yg akan
diwujudkan
TUJUAN
CARA MENCAPAI
TUJUAN DAN SASARAN (STRATEGI)
SASARAN
URAIAN
INDIKATOR
TARGET
URAIAN
INDIKATOR
KEBIJAKAN
PROGRAM
1
2
3
4
5
6
7
KETERANGAN
8
SASARAN
INDIKATOR KINERJA
TARGET
1
2
3
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
TARGET
1
2
3
KETERKAITAN
RENSTRA DENGAN RKT
RENSTRA
TUJUAN
SASARAN
STRATEGI
KETERANGAN
URAIAN
INDIKATOR
TARGET
URAIAN
INDIKATOR
KEBIJAKAN
PROGRAM
1
2
3
4
5
6
7
Meningkatnya derajat
kesehatan
masyarakat
Usia harapan
hidup
80 Thn
Tujuan/sasaran
berorientasi
hasil
Meningkatnya
aksesibilitas
masyarakat kurang
mampu thdp sarana
kesehatan
% pemegang kartu
gakin yg mendapat
layanan pengobatan
saat dibutuhkan
Meningkatnya jaminan
layanan kesehatan
yang terjangkau bagi
masyarakat
Rasio penduduk yang
yang memiliki jaminan
kesehatan per 100000
penduduk
SASARAN
INDIKATOR KINERJA
TARGET
1
2
% pemegang kartu gakin yg
mendapat layanan pengobatan saat
dibutuhkan
3
Meningkatnya
aksesibilitas
masyarakat kurang mampu thdp
sarana kesehatan
RKT
75%
8
RKT
KETERKAITAN
RKT DENGAN RKA
RKA
SASARAN
INDIKATOR KINERJA
TARGET
1
2
3
Meningkatnya
aksesibilitas
masyarakat kurang mampu thdp
sarana kesehatan
% pemegang kartu gakin yg
mendapat layanan pengobatan saat
dibutuhkan
75%
Indikator & Tolok Ukur Kinerja Belanja Langsung
Indikator
Tolok Ukur Kinerja
Target Kinerja
Capaian Program
Masukan
Keluaran
Hasil
% pemegang kartu gakin yg
mendapat layanan pengobatan saat
dibutuhkan
75%
KETERKAITAN RKT DENGAN PK
RKT
SASARAN
INDIKATOR KINERJA
TARGET
1
2
3
Meningkatnya aksesibilitas
masyarakat kurang mampu
thdp sarana kesehatan
% pemegang kartu gakin yg
mendapat layanan pengobatan
saat dibutuhkan
75%
usulan
Penetapan Kinerja
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
TARGET
1
2
3
Meningkatnya
aksesibilitas
masyarakat kurang mampu thdp
sarana kesehatan
% pemegang kartu gakin yg mendapat
layanan pengobatan saat dibutuhkan
80%
Atasan Pejabat,
Pejabat,
Tanda tangan
Tanda tangan
Disepakati
sesuai
sumber daya
Suatu dokumen pernyataan kinerja/
kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja
antara atasan dan bawahan untuk
mewujudkan target kinerja tertentu
berdasarkan pada sumber daya yang
dimiliki oleh instansi
INSTANSI YANG WAJIB MENYUSUN
PENETAPAN KINERJA






Kementerian/Lembaga;
Unit Organisasi Eselon I;
Satuan Kerja dan Unit Mandiri di Pusat;
Pemerintah Provinsi/Kabupaten/ Kota;
SKPD;
Unit Mandiri di Pemerintah Daerah;
PERNYATAAN PENETAPAN KINERJA TINGKAT
KABUPATEN
Logo Lembaga --PENETAPAN KINERJA TAHUN …….
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan
akuntabel serta berorientasi pada hasil, yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
Jabatan
;
:
Pada tahun ….. ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan sesuai
lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah
seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan
kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab kami.
.........................., ......................20..
Bupati ................................
( ................................................... )
LAMPIRAN PENETAPAN KINERJA TINGKAT
KABUPATEN
Kabupaten
Tahun Anggaran
: Nabire
: 2012
Sasaran Strategis
Indikator Kinerja
Target
(1)
(2)
(3)
Jumlah Anggaran Tahun 2012 : Rp ..........
Tempat, . . . . . . . . 2012
Bupati Kaur
(................)
PERNYATAAN PENETAPAN SATUAN KERJA PERANGKAT
DAERAH (SKPD)
--- Logo Lembaga --PENETAPAN KINERJA TAHUN …….
Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, dan
akuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
Jabatan
:
:
...............................................
...............................................
Selanjutnya disebut pihak pertama
Nama
Jabatan
:
:
...............................................
...............................................
Selaku atasan langsung pihak pertama
Selanjutnya disebut pihak kedua
Pihak pertama pada tahun ….. ini berjanji akan mewujudkan target kinerja tahunan
sesuai lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah
seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan
kegagalan pencapaian target kinerja tersebut menjadi tanggung jawab pihak pertama.
Pihak kedua akan memberikan supervisi yang diperlukan serta akan melakukan
evaluasi akuntabilitas kinerja terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini dan mengambil
tindakan yang diperlukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.
Pihak Kedua,
.........., .............
Pihak Pertama,
LAMPIRAN PENETAPAN KINERJA
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD)
Satuan Kerja Perangkat Daerah : Dinas Pendidikan
Tahun Anggaran
: 2012
Sasaran
Strategis
(1)
Indikator
Kinerja
(2)
Target
(3)
Program/
Kegiatan
(4)
Anggaran
Jumlah Anggaran Tahun 2012 : Rp ..........
Bupati Nabire........
Kepala Dinas
.......................
( .....................................)
( ..............................)
(5)
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
• Kontrak kinerja antara Presiden
dengan Menteri;
• Dokumen perencanaan jangka
menengah;
• Dokumen perencanaan kinerja
tahunan;
• Dokumen penganggaran dan atau
pelaksanaan anggaran.
• Memantau dan mengendalikan
pencapaian kinerja organisasi;
• Melaporkan capaian realisasi kinerja
dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah;
• Menilai keberhasilan organisasi.
•
•
•
Setiap akhir periode instansi melakukan
pengukuran pencapaian target kinerja yang
ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja;
Pengukuran kinerja dilakukan dengan
membandingkan antara target kinerja dan realisasi
kinerja;
Hasil pengukuran kinerja dituangkan dalam
Laporan Akuntabilitas Kinerja.
PENETAPAN KINERJA
Unit Kerja
Tahun Anggaran
: (a)
: (b)
Sasaran strategis
Program/
Anggaran
Kegiatan
(3)
(4)
(5)
Indikator Kinerja Target
(1)
(2)
Jumlah Anggaran :
Program …………………………. : Rp ……………… ( c )
PENGUKURAN KINERJA
Sasaran strategis
Indikator Kinerja
(1)
(2)
............. , ..................., 20 ...
GUBERNUR
( ................................................ )
KA SKPD
( .......................................... )
Jumlah Anggaran Tahun ………………: Rp ……( c )
Jumlah Realisasi Anggaran Tahun ………: Rp …..: ( d )
Target Realisasi %
(3)
(4)
(5)
Penetapan Kinerja
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
TARGET
1
2
3
Meningkatnya
aksesibilitas
masyarakat kurang mampu thdp
sarana kesehatan
% pemegang kartu gakin yg mendapat
layanan pengobatan saat dibutuhkan
80%
Atasan Pejabat,
Pejabat,
Tanda tangan
Tanda tangan
Pengukuran
Kinerja
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
TARGET
REALISASI
%
1
2
3
4
5
Meningkatnya
aksesibilitas
masyarakat kurang mampu thdp
sarana kesehatan
% pemegang kartu
gakin yg mendapat
layanan
pengobatan
saat dibutuhkan
80%
55%
68,75%
SASARAN
STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
TARGET
REALISASI
%
1
2
3
4
5
74,76
76,08
101,77
69,31
87.61
73,60
4,08
4,70
84,80
≤2
0,14
193
83
87,6
105,54
53
23,46
155,74
≤ 0,5
0,04
192
Balita dengan gizi buruk (%)
0,53
0,45
115,09
Persentase penduduk yang
menjadi peserta Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan (%)
51
67,7
132,74
Meningkatnya
Derajat Kesehatan
Usia Harapan hidup (tahun)
Angka kematian ibu per
100.000 kelahiran hidup
Angka kematian bayi (AKB)
per 1.000 kelahiran hidup
Angka Kematian Balita per
1.000 kelahiran hidup
Angka Kesembuhan
penderita TB Paru dan BTA
(%)
Angka kesakitan DBD per
100.000 penduduk
Prevalensi HIV terhadap
penduduk berresiko (%)
Cara menghitung Persentase Capaian KINERJA
1. Semakin tinggi realisasi menunjukan Pencapaian Kinerja
yang semakin baik, digunakan rumus:
Persentase Tingkat
=
Capaian
Realisasi
Target
X 100%
2. Semakin tinggi realisasi menunjukan semakin rendah
Pencapaian Kinerja, digunakan rumus:
Persentase Tingkat
=
Capaian
Target - (Realisasi - Target)
Target
X 100%
Laporan kinerja tahunan yang berisi
pertanggung jawaban kinerja suatu
instansi dalam mencapai tujuan/sasaran
strategis instansi.
Pengukuran
Kinerja
Laporan Kinerja Tahunan
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA
TARGET
REALISASI
%
1
2
3
4
5
Meningkatnya
aksesibilitas
masyarakat kurang mampu thdp
sarana kesehatan
% pemegang kartu
gakin yg mendapat
layanan
pengobatan
saat dibutuhkan
80%
55%
68,75%
I. URAIAN SINGKAT ORGANISASI
Pada bab ini diuraikan secara singkat tentang organisasi seperti Dasar
hukum, uraian singkat tugas dan fungsi, mandat yang dimiliki, issu strategis
dan berbagai permasalahan (secara garis besar) yang mungkin dapat
mempengaruhi capaian kinerja organisasi serta hal lain yang perlu
diungkapkan.
II. PERJANJIAN KINERJA
Pada bab ini diuraikan secara singkat muatan/substansi dari Perjanjian
Kinerja tahun yang bersangkutan serta kaitannya dengan Renstra/RPJMD.
RENSTRA
III. AKUNTABILITAS KINERJA
1. Tujuan/Sasaran #1
Indikator Kinerja
Utama
Meningkatnya aksesibilitas masyarakat kurang mampu
thdp sarana kesehatan
Target
Renstra/RPJMD
Realisasi s.d
Tahun Berjalan
Target
Tahun Berjalan
Realisasi
Capaian
Analisis Capaian Kinerja
Penjelasan yang memadai atas capaian kinerja di atas.
2. Tujuan/Sasaran # 2
Indikator Kinerja
Utama
Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
Target
Renstra/RPJMD
Realisasi s.d
Tahun Berjalan
Target
Tahun Berjalan
Realisasi
Capaian
TUJUAN
SASARAN
STRATEGI
KETERANGAN
URAIAN
INDIKATOR
TARGET
URAIAN
INDIKATOR
KEBIJAKAN
PROGRAM
1
2
3
4
5
6
7
Meningkatny
a derajat
kesehatan
masyarakat
Usia
harapa
n hidup
80
Thn
Meningkatn
ya
aksesibilitas
masyarakat
kurang
mampu
thdp sarana
kesehatan
%
pemega
ng kartu
gakin yg
mendap
at
layanan
pengob
atan
saat
dibutuhk
an
Analisis Capaian Kinerja
Penjelasan yang memadai atas capaian kinerja di atas.
IV. REALISASI ANGGARAN
V. PENUTUP
LAKIP thn V, harus
menginformasikan
capaian target Tujuan yg
ada di Renstra
8
Bab Akuntabilitas Kinerja
Sasaran :
Meningkatnya aksesibilitas masyarakat kurang mampu thdp sarana
kesehatan
Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan seberapa banyak masyarakat kurang
mampu yang dapat dilayani oleh penyedia layanan kesehatan pada saat mereka
membutuhkan………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Indikator dan capaian kinerja dari sasaran ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Indikator
Target
Realisasi
% capaian
% pemegang kartu gakin yg mendapat
layanan pengobatan saat dibutuhkan
80%
55%
68,75%
Indikator # 2
..dst..
•
•
Penjelasan memadai atas capaian (Realisasi vs target)
Penjelasan tentang tren realisasi kinerja 3 atau 5 tahun terakhir
ANALISIS CAPAIAN KINERJA
Indikator
% pemegang kartu gakin yg
mendapat layanan pengobatan
saat dibutuhkan
Realisasi
2006
Realisasi
2007
Realisasi
2008
Realisasi
2009
Realisasi
2010
55%
Indikator # 2
..dst..
• Penjelasan tentang hambatan yang dijumpai
• Penjelasan tentang pembandingan Realisasi s/d saat ini dengan target yang
ada di Renstra
• Pembandingan dengan standar nasional (jika ada)
• Pembandingan dengan organisasi sejenis dan setara
• Penjelasan tentang langkah kedepan yang akan diambil
• Penyajian data akuntabilitas keuangan
o Jumlah dan rincian resumber dana
per sasaran
o Jumlah dan rincian pengeluarannya
• dll….
• Grafik, chart
PELAPORAN




JUJUR
OBYEKTIF
TRANSPARAN
CUKUP

similar documents