00-Kebijakan-Penanggulangan-Kemiskinan-Print2

Report
KEBIJAKAN PEMERINTAH
KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT
DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
SMART PLAN
FOR BETTER LIVING
Disampaikan Oleh:
Sekretaris Bappeda Kota Banjar
Pada Acara Teknis Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah
PEMERINTAH KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT
PROVINSI JAWA BARAT (2012)
Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk
44,3
Juta
RTRW2005-2025
Kabupaten/Kota
Luas
Kecamatan
Kelurahan
Desa
:
:
:
:
:
26
Penduduk 2012
Indonesia
Jabar
: 244.215.984 Jiwa
: 44.548.431 Jiwa
3.709.528,44 Ha
626
638
5.316
Jumlah Penduduk Miskin : 4,42 Juta Orang (9,89%)
PDRB (2012)
: 364,41 Trilyun
Inflasi (2012) : 3,86%
LPE (2012)
: 6,21%
IPM (2012)
: 73,19*
INDEKS PENDIDIKAN : 82,75
INDEKS KESEHATAN : 72,67
INDEKS DAYA BELI
: 64,17
PPP
: Rp 637,67 RIBU
RLS (2012)
: 8,15 th
AKI (2011)
: 217 per 100.000 Kel Hidup (rev)
AKB (2012)
: 30 per 1.000 Kel Hidup (rev)
APK SD
: 96,97 Rangking 10 (2011/2012)
APK SMP
: 94,55 Rangking 23 (2011/2012)
APK SMA
: 67,78 Rangking 26 (2011/2012)
KOTA BANJAR PROVINSI JAWA BARAT (2012)
Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk
44,3
Juta
Luas
Kecamatan
Kelurahan
Desa
Penduduk 2012
Kota Banjar
:
:
:
:
13,197,23 Ha
4
9
16
: 203.512 Jiwa
Jumlah Penduduk Miskin : 14.000 Jiwa(7,8%)
PDRB ADHB (2012)
:
2.136.566,62
PDRB ADHK (2012)
:
831.482,04
LPE (2012)
:
5,26
IPM (2012)
:
73,24
INDEKS PENDIDIKAN
:
83,97
INDEKS KESEHATAN
:
76,82
INDEKS DAYA BELI
:
64,95
RLS (2012)
:
8,07 Th.
AKI (2012)
:
114 Per 100.000 Kel. Hidup
AKB (2012)
:
14,2 Per 1.000 Kel. Hidup
APK SD (2012)
:
101,21
APK SMP (2012)
:
101,73
APK SMA
:
98,89
DEFINISI (Permendagri No. 42 Tahun 2010)
Penanggulangan Kemiskinan
: kebijakan dan program pemerintah dan
pemerintah daerah yang dilakukan secara
sistematis, terencana, dan bersinergi dengan
dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi
jumlah penduduk miskin dalam rangka
meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat
Program Penanggulangan Kemiskinan :
Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui bantuan sosial,
pemberdayaan masyarakat, serta pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil serta
program lain dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi
PERMASALAHAN KEBIJAKAN
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
• Integrasi program-program penanggulangan kemiskinan pada
tahap perencanaan, sinkronisasi program pada tahap
pelaksanaan, dan sinergi antar pelaku (pemerintah, dunia usaha,
masyarakat madani) belum optimal;
• Pendataan, pendanaan dan kelembagaan penanggulangan
kemiskinan belum optimal;
• Koordinasi antar program-program penanggulangan kemiskinan antara
instansi pemerintah pusat dan daerah lemah;
• Kemitraan dan kerjasama antara kelembagaan di pemerintah, dunia usaha,
LSM, dan masyarakat madani dalam bermitra dan bekerjasama dalam
penanggulangan kemiskinan belum optimal.
Relevansi Tingkat Kemiskinan (%)
Kota Banjar Terhadap Nasional Tahun 2002 - 2012
Sumber. Publikasi BPS
20.00
18.00
Nasional
Provinsi Jawa Barat
18.20
17.75
17.42
16.66
16.00
16.58
15.97
15.42
14.49
14.00
13.38
10.67
13.33
12.74
12.10
10.00
14.15
13.55
13.06
12.90
12.00
Kota Banjar
12.36
11.58
9.31
10.07
8.00
8.64
7.96
10.93 10.57
8.47
8.21
11.66
9.89
7.80
7.86
6.00
4.00
2.00
0.00
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
2014
RUMAH TANGGA SASARAN HASIL PPLS
2011 PROVINSI JAWA BARAT
Rumah Tangga Sasaran : 4.311.524 RT
Sumber : Hasil PPLS 2011
PERMASALAHAN PENDEKATAN PROGRAM PENANGANAN KEMISKINAN
JABAR:
1. Program-program kemiskinan selama ini belum sinergi serta belum mengacu kepada
hasil pendataan Rumah Tangga Sasaran (RTS) 2008 dan 2011 dari TNP2K; dan
2. Pendekatan program kemiskinan terlalu bertumpu kepada program dan anggaran
Pemerintah, Belum Berbasis pada pendekatan multi pihak. (Pemerintah, Swasta,
Akademisi dan Komunitas).
PROGRAM PERLINDUNGAN
SOSIAL
- Jamkesmas
- Rutilahu
DATA PPLS
2011
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
- Program Keluaga Harapan (PKH)
- Raskin
- Beasiswa Miskin
SOLUSI DAN STRATEGI KOTA BANJAR
DALAM PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
(Adopsi Skema Program Penanggulangan Kemiskinan Nasional dengan Menambah Program Lokal Kota Banjar)
KELOMPOK
PROGRAM I
Bantuan Sosial
Terpadu Berbasis
Keluarga
KELOMPOK
PROGRAM II
Penanggulangan
Kemiskinan
Berbasis
Pemberdayaan
KELOMPOK PROGRAM
III
Penanggulangan
Kemiskinan Berbasis
Pemberdayaan
Usaha Ekonomi
Mikro dan Kecil
KELOMPOK PROGRAM
IV
Tanggung Jawab
Sosial dan
Lingkungan
Adopsi Program Inovasi Kota Banjar untuk Percepatan penanggulangan kemiskinan berbasis
Individu yang ditangani bersama Multipihak: Pemerintah, Pelaku Usaha, Akademisi dan
Komunitas
Tahap 4:
Tahap 1:
Tahap 2:
Tahap 3:
Masyarakat Lepas
Efektivitas Bantuan Sosial
Pendampingan
Pengembangan Usaha
dari Kemiskinan
dan Pelayanan Publik
untuk Kemandirian
Produktif Mandiri
Program/Kegiatan:
- BOS APBD Kota
- Pelayanan Kesehatan
Puskesmas PONED
dan Puskesmas
DenganTempat
Perawatan (DTP)
- Jamkesda
- Perbaikan Gizi
Masyarakat
- Raskin Gratis
- Rumah Tdk Layak Huni
- Listrik Masuk Desa
- Beasiswa terancam DO
SMP/MTs.
- Banjar Cerdas
Program/Kegiatan:
- Ruang Kelas Baru
- Bebas Buta Huruf
- GEMAR/GEMPITA
- Kampoeng KB
- Pengembangan Desa
Mandiri Pangan
- Pemberdayaan Sosial
bagi WRSE
- Peningkatan Kualitas
KUBE
- Bank Sampah
Program/Kegiatan:
- BUMDES
- Revitalisasi Pasar
Tradisional
- Program Kemitraan
Bina Lingkungan
(PLPBK)
- Akses informasi
- PNPM
Program/Kegiatan:
- Diversifikasi Usaha
- Jabar Mengembara
- Membantu Masyarakat
Miskin: Penciptaan
lapangan kerja
EMPAT JENIS LEADING SECTOR DALAM
INTERVENSI PERCEPATAN PENANGGULANGAN
KEMISKINAN KOTA BANJAR
1. Pemerintah sebagai leading sector, melalui program/kegiatan :
BOS Provinsi, RKB, Poned, Jamkesda, KCR, Rutilahu, dll.
2. Pelaku Usaha sebagai leading sector, melalui TJSL bidang
pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
3. Akademisi sebagai leading sector , melalui KKN Tematik, bea
siswa, penelitian dan edukasi, penerapan Teknologi Tepat Guna.
4. Komunitas sebagai leading sector , melalui program Hibah
kompetisi antar komunitas berbasis masyarakat
Empat Prasyarat Utama Pengurangan Kemiskinan Kota Banjar:
1.
2.
3.
4.
Komitmen pimpinan daerah
Tersedianya Data Kemiskinan Jawa Barat yang akurat dan terpercaya
Tekad yang kuat untuk “rasa ingin keluar dari kemiskinan” dari penduduk miskin (self help)
Mewujudkan MASYARAKAT BANJAR SOMAHNA BAGJA BUANA yang difasilitasi oleh multi
pihak.
PETA SEBARAN LOKASI
PILOTING ANEKA USAHA MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Pendederan Lele dan Gurame serta
budi daya ikan hias
Optimalisasi Lahan Pekarangan
Budidaya Itik
Pengembangan Agro Industri
Pengembangan Kewirausahaan
Industri Kecil, Makanan, TPT dan
Perhiasan Batu Mulia
WKPP I
WKPP II
WKPP III
WKPP IV
PETA SEBARAN JUMLAH DESA RUMAH TANGGA MISKIN
KETERANGAN :
RUMAH TANGGA MISKIN 500
RUMAH TANGGA MISKIN 500 - 1000
RUMAH TANGGA MISKIN > 1000
Sumber : BPS Jabar (Penerima BLT 2008)
PRINSIP PENGELOLAAN
PROGRAM CSR JABAR
LOKASI CSR MITRA :
DIMANA LOKASI AKTIVITAS PERUSAHAAN “.....MITRA.....” BERADA,
DISITULAH PROGRAM CSR DILAKSANAKAN
POLA PERENCANAAN DAN REGISTRASI CSR JABAR:
MITRA CSR MEMBUAT DAN MELAKUKAN SINKRONISASI PERENCANAAN KEMUDIAN
MELAKUKAN REGISTRASI KEPADA PENGELOLA CSR JABAR
SEBARAN JUMLAH RUMAH TANGGA MISKIN
DI SETIAP DESA TAHUN 2008
KM 0 Pro POOR
Dimana Lokasi BTS ...disitulah Program CSR dilaksanakan
KETERANGAN :
RUMAH TANGGA MISKIN
PRINSIP PENETAPAN LOKASI CSR MITRA :
DIMANA LOKASI AKTIVITAS PERUSAHAAN “.....MITRA.....” BERADA,
DISITULAH PROGRAM CSR DILAKSANAKAN
21
BEBERAPA ILUSTRASI HASIL PENANGGULANGAN KEMISKINAN
(Sumber Dana APBD Kota Banjar)
SEMULA (2011)
PROGRAM/
KEGIATAN
MENJADI (2012)
Rp 25.269.160.000,-
Biaya Sekolah SD/SMP
gratis: BOS Provinsi
Rp 24.482.974.000,-
10 Unit
Pelayanan Kesehatan/
PONED dan DTP
10 unit
4.500 orang
JAMKESDA
? orang
RUTILAHU
0
Bantuan Beasiswa
Gubernur: SMA/D/S1/S2
0
Ruang Kelas Baru
0
KREDIT CINTA RAKYAT
(KCR
Rp. 165 milyard
0
Jabar Mengembara
Rp. 29.225.546.373 ,-
2.641.700 siswa
13.462 unit
HARAPAN DAN AJAKAN
 Orientasi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara
sistemik, serentak dan bersinergi multi pihak serta lintas level pemerintahan
(Pusat – Daerah).
 Perlunya intervensi bersama dari Pemerintah dan Pemerintah
Daerah kepada
penduduk miskin untuk memperkuat dirinya memiliki tekad yang kuat “rasa ingin
keluar dari kemiskinan”
 Perlunya pemberdayaan diri sendiri (self help) untuk mampu beradaptasi ke dalam
falsafah pengentasan kemiskinan Jabar yaitu MASYARAKAT BANJAR SOMAHNA
BAGJA BUANA yang difasilitasi oleh multi pihak. Untuk itu masyarakat
dipermudah mendapat akses pendidikan keterampilan, akses informasi, akses modal
usaha, dan akses lapangan kerja
 Berdasarkan fenomena kemiskinan dan pengalaman Jawa Barat, Penanggulangan
kemiskinan dilakukan melalui 4 tahap : (1) Efektivitas Bantuan Sosial dan
Pelayanan Publik, (2) Pendampingan untuk Kemandirian, (3)Pengembangan
Usaha Produktif Mandiri dan (4) Masyarakat lepas dari kemiskinan.
MARI KITA WUJUDKAN
KOTA BANJAR
SOMAHNA BAGJA BUANA
TERIMA KASIH
Informasi lebih lanjut :
 Sekretariat Daerah Kota Banjar
Jalan Siliwangi No.3 Banjar
Telp. (0265) 745800
 Bappeda Provinsi Jawa Barat
Jalan. Batulawang No. 26 Banjar
Telp. (0265) 745 270, Fax (0265) 7450 270
Website : http//www.bappeda.banjar-jabar.go.id

similar documents