Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat 2

Report




Definisi
Kecenderungan Global Masalah Kesehatan
Masyarakat
Program Kesehatan di Negara Maju dan
Berkembang
MDG’s 2015

A set of global processes that are changing
the nature of human interaction across a wide
range of social spheres including the
economic, political, cultural and
environmental.

One framework for understanding
globalization is to focus on three dimensions
of global change:
spatial, temporal and cognitive


Global health is derived from public health
and international health, which, in turn,
evolved from hygiene and tropical medicine
Global health can be thought of as a notion
(the current state of global health), an
objective (a world of healthy people, a
condition of global health), or a mix of
scholarship, research, and practice (with
many questions, issues, skills, and
competencies).


There are many working definitions of global
health.
Some emphasize certain types of health
problems (e.g., communicable diseases),
whereas others emphasize certain
populations of interest (e.g., the poor), focus
on a geographic area (e.g., the Global South),
or have a specific mission (e.g., equity).

Global health should be defined by two key
elements: its level of analysis, which involves
the entire population of the world, and the
relationships of interdependence that bind
together the units of social organization that
make up the global population (e.g., nation
states, private organizations, ethnic groups,
and civil society movements).


The Global Health Education Consortium defines
international health as a subspecialty that
“relates more to health practices, policies and
systems...and stresses more the differences
between countries than their commonalities”
“the application of the principles of public health
to problems and challenges that affect low and
middle-income countries and to the complex
array of global and local forces that influence
them” (Merson, Black, and Mills, 2006).


Global health has areas of overlap with the more
established disciplines of public health and
international health (table).
All three entities share the following
characteristics: priority on a population-based
and preventive focus; concentration on poorer,
vulnerable, and underserved populations;
multidisciplinary and interdisciplinary
approaches; emphasis on health as a public good
and the importance of systems and structures;
and the participation of several stakeholders
1.
PERGESERAN/TRANSISI BESAR-BESARAN KESEHATAN
PENDUDUK DUNIA SEDANG TERJADI.
2.
TANTANGAN YANG DIHADIRI PARA
MASYARAKAT KIAN BERTAMBAH LUAS.
AHLI
KES.
3. AGENDA MEMERANGI PENYAKIT-PENYAKIT MENULAR
BELUM SELESAI, MASALAH BARU YANG BERSIFAT
ENDEMIK BELUM TERSELESAIKAN TIMBUL MASALAH
BARU YANG BERUPA PANDEMIK MULAI MENGANCAM.
11
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
Communicable :
- Malaria, tuberculosis, polio, measles, small pox
Pandemic Diseases :
- SARS, DENGUE. HIV/AIDS. AVIAN & SWINE FLU
Non Communicable Diseases (NCD) :
- CVD : Hypertension, Diabetics, abesity, mental health
Global Environmental Changes :
- Climate Changes : bad weather, global warming hurricane, cyclone
Natural and man-made disasters.
Life Style and addictive diseases :
Tobacco, Narcotics, drugs abuse
Violence : TERRORISM and Bioterrorism
Traffic Accidents
12
Klasifikasi Risiko Kesehatan Global
Ideoscapes
Berbagai luaran dari ideologi yang dipercayai. Misal neoliberalisme
mempertajam kesenjangan & kemiskinan. Termasuk kesehatan &
terorisme
Technoscapes
Penggunaan teknologi dengan segala resikonya, termasuk
dependensi, limbah teknologi & Efek Gas Rumah Kaca (GRK)
Ethnoscapes
Arus migrasi dengan segala akibatnya termasuk kesehatan
Mediascapes
Syiar/promosi yang gencar termasuk “Communicated Disease”
Finanscapes
Arus kapital yang pengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial
ekonomi, termasuk kes
EnvironScapes
Bencana alam
Modifikasi dari: A. Appadurai, New School University,
PANDEMI
Lebih dari 1100 epidemik terjadi dalam 5 th
terakhir
Sejak dekade 70an, ≥1 penyakit baru
teridentifikasi setiap tahunnya
Lebih dari 40 penyakit baru, tidak pernah
diketahui pada 20thn yl
Kecepatan bertumbuh (emerging) semakin cepat
& luas dlm dekade terakhir
Wabah dan epidemi di suatu tempat hanya
berbeda sdkt waktunya dengan tempat lain
Penyakit (Relatif) Baru Dalam
20tahun Terakhir1
Acanthamebiasis
AIDS
Anthrax
Antimicrobial and insecticide resistance
Australian Bat Lyssavirus
Babesiosis
Bartonella henselae
Botulism
Campylobacteriosis
Penyakit (Relatif) Baru Dalam
20tahun Terakhir2
Chikungunya
Cryptosporidiosis
Cyclosporiasis
Prion Disease, Creutzfeldt-Jacob (vCJD)
Ebola Hemorrhagic Fever
Encephalitozoon cuniculi
Encephalitozoon hellem
Enterocytozoon bieneusi
Ehrlichia chafeensis Ehrlichiosis
Penyakit (Relatif) Baru Dalam
20tahun Terakhir3
Escherichia coli 0157:H7
Enterovirus 71
Guanarito Virus
Hantaan Hemorrhagic Fever with Renal
Syndrome (HFRS)
Hantavirus Pulmonary Syndrome
Helicobacter pylori
Hendra Virus
Hepatitis C
Penyakit (Relatif) Baru Dalam
20tahun Terakhir4
Hepatitis E
HIV
Human herpesvirus 6 (HHV-6)
Human herpesvirus 8 (HHV-8)
Human Monkeypox
Influenza, H5N1
Lassa Fever
Legionnaires Disease
Lyme Borreliosis
Penyakit (Relatif) Baru Dalam
20tahun Terakhir5
Sabia Virus
SARS Coronavirus
Sindbis
Sin Nombre Virus
Staphylococcal Infection, MethicillinResistant, Vancomycin-Resistant
Streptococcal Infection (toxic shock
syndrome, necrotizing fasciitis, etc.)
Tuberculosis (MDR-TB, XDR-TB)
Tularemia
Malaria, Drug-Resistant
Penyakit (Relatif) Baru Dalam
20tahun Terakhir6
Marburg Hemorrhagic Fever
Monkeypox, Human
Nipah Virus
O’nyong’nyong Fever
Oropuche Fever
Parvovirus B-19
Plague
Rift Valley Fever
Rotavirus
West Nile Encephalitis
Whitewater Arroyo Virus
AS Fauci
SAFETY-PANDEMIC & BIOTERORISME
Dampak Ekonomi
SARS,
Cina, HK, Kanada
$30-50M
$40M
$30M
$20M
$10M
PERKIRAAN KERUGIAN
$50M
Peny Mulut & Kuku
UK
$25-30M
BSE, UK
$10-13M
Avian Flu, Asia
$8-12 M
Swine Fever, Nl, $2-3M
1990 91 92 93
BSE, Jap
$1.5 M
FMD, Taiwan
$5-8M
Nipah, May
$350-400M
94 95 96
Avian Flu, NL
$500Jt
HPAI, Italy
$400Jt
97 98
99 00 01 02
BSE, US
$3-5 M
BSE, Can
$1.5M
03
04 05 2006
Source: Bio Economic Research Associates
Trend of Confirmed Cases of Malaria
2000-2006
3.50
3.14
3.00
2.85
2.67
2.50
2.00
1.42
1.50
1.47
1.31
1.00
0.98
0.50
0.00
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
Depkes, 2006
24
LAPORAN IPCC

United Nation Intergovernmental Panel on Climate
Change (IPCC) :
• Bukti – bukti menunjukkan peningkatan suhu
dibumi (Global Warming)
Sejak dekade 50 an :
Suhu permukaan bumi meningkat 0,6°C
Pegunungan bersalju mencair & wilayah
es berkurang
• Perkiraan moderat pada 2100 :
Rata – rata suhu meningkat 3°C
Peningkatan permukaan laut setinggi 45cm
25




1998
• Hurricane Mitch menyebabkan banjir di Central America
• Meningkatnya insidensi malaria, dengue, cholera & leptospirosis
1999
• Cyclone Orissa menyebabkan kematian 10,000 & 10 -1 5 juta jiwa
menderita
• Banjir di Caracas, Venezuela menyebabkan kematian 30,000 jiwa
2000
• Hujan dan Badai di Mozambique, meningkatkan insidensi malaria
5 kali
2003
• Suhu musim panas di Eropa yang meningkat, menyebabkan :
 Peningkatan kematian 27.000 jiwa,
 Kebakaran hutan yang luas,
 Melumernya pegunungan Alpian seluas 10%
26
 Penyebaran
penyakit semakin meluas akibat
pemanasan global dan cuaca yang berfluktuasi
ekstrim
 Suhu
menyebabkan pertumbuhan mikroba dan
vektor penyakit, yang lebih meluas dan
meningkatkan ketahanan hidupnya
 Iklim
berkolerasi dengan intensitas dan waktu
terjadinya wabah (McMichael et al, 2003)
27


DBD adalah salah satu penyakit virus yang
terpenting di dunia, termasuk di Indonesia.
Saat ini tidak ada vaksin dan tidak ada juga
pengobatannya (kecuali pengobatan pendukung
saja)
Penyebarannya di dunia terkait dengan :
• Suhu dan kelembaban udara
 Bagaimana proyeksi pertumbuhan DBD di Indonesia?
 Bersama HIV/AIDS, TBC  Prioritas Dunia dapat
bantuan dana International.
28
The Paradox of Globalization vs.
Localization
“The World is Flat”
“ The World is Still Round”
Thomas L. Friedman
Robert J. Samuelson
New York Times columnist
Newsweek columnist
29


Each year, the tobacco industry spends billions
of dollars on advertising, marketing and
promotion. In the United States alone, where
less than 5 percent of the world’s smokers live,
tobacco companies spent over $8.2 billion on
advertising and promotion in 1999.
“The media like the money they make from our
advertisements, and they are on ally that we
can and should exploit.”
-- Philip Morris”
30
The tobacco companies pay internationally
known musicians popular with young people
to perform in target markets. By blanketing
these countries with promotional materials
for the concerts, the companies gain an
invaluable link in the minds of young people
between their heroes and the companies’
cigarette brands.
31
Tobacco companies are now moving beyond
traditional promotional items to the marketing of
other products with shared brand name, such as
Marlboro Classics clothing and Camel Active Wear.
These now marketing ventures are designed to
keep promoting tobacco brand names even when
direct tobacco advertising is banned. Putting their
logos on t-shirt, hats, backpacks and other
consumer items popular with children helps
circumvent advertising restrictions and turn the
wearers into walking billboards.
32
Tobacco companies sponsor youth–oriented
contests which often require the purchase of
cigarettes in order to enter. They also sponsor
adventure holidays, which not only help them
circumvent advertising bans but help link smoking
with outdoor adventure and fun.
“If younger adults turn away from smoking, the
industry must decline, just as a population which
does not give birth will eventually dwindle”
--R.J. Raynolds.
33
“We’re in the cigarette business. We’re
not in the sports business. We use
sports as an avenue for advertising our
products… We can go into an area
where we’re marketing an event,
measure sales during the event and
measure sales after the event, and see
an increase in sales.”
-- R.J. Raynolds’
34
In many countries, cigarette advertising on billboards
is ubiquitous, dominating the visual landscape.
“Point of sale” advertising is displayed in stores and
other venues that sell cigarettes, usually at childrens’
eye level. Cigarette companies supply vendors with
promotional materials including posters and display
cases and in effect turn the stores into giant
cigarette advertisements.
35
Smoking prevalence
70%
64%
58%
60%
50%
42%
40%
30%
21%
20%
10%
0%
Illiterate
<6 years
6-12 years
>12 years
Length of schooling
36


Jika keluarga miskin berhenti merokok, maka
anak – anak gizi buruk akan berkurang 11,5 juta
(Effroymson, 2004)
Berbagai media di Indonesia memperlihatkan
anak – anak menderita gizi buruk tetapi kepala
keluarga tetap lebih mementingkan merokok
daripada gizi anak – anaknya.
37
 KECIL SEKALI DALAM MENAHAN ARUS COMMUNIVATED DISEASE INI :
• Belum ikut ratifikasi FCTC
• Tidak ada pengendalian sistematik penjualan rokok terhadap anakremaja
• Tidak ada pengendalian sistematik dlm “communicated disease” ini
dengan regulasi media – komunikasi yang efektif
PENGABAIAN HAK-HAK W.N OLEH PEMERINTAH
38
Menkes: Indonesia Akan Jadi Tempat Sampah
Rokok
Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Tenaga
Kerja dan Transmigrasi masih keberaratan
terhadap eksesi FCTC (Framework Convention on
Tobacco Control) karena FCTC milik asing dan
bisa mengancam 6 juta pekerja (Faktanya hanya
900.000 yang menjadi pekerja langsung. Sisanya
merupakan petani tembakau dan cengkeh.
Padahal kata Menkes, Indonesia salah satu
negara yang paling aktif dalam perumusan dan
pembahasan draft FCTC.
Myanmar
9%
Philippines
10%

Thailand
19%
Malaysia
4%

Vietnam
11%
Indonesia
47%

Total produksi
tembakau dunia:
7juta metrik ton
(2006)
Asean: 392rb metric
ton (6% produk
dunia)
Indonesia mengisi lk
3% produk dunia
(Tobacco atlas , 2009)
Diperkirakan 46% dari total perokok di ASEAN
Diperkirakan 4,8% dari total perokok di dunia
(WHO, Report on Global Tobacco Epidemic,2008)
1200
1000
800
600
400
200
0
(Tobacco atlas , 2009)
% Smoking Prevalence
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
ASEAN Countries
(SEATCA, 2008)
Indonesia
66.8
Malaysia
59
Philippi…
56.4
Vietnam
55.3
Thailand
47.8
Cambodia
47
Lao PDR
Singapore
Myanmar
42.9
35.1
34
Seconhand Smoke adalah resiko kematian tertinggi pada indoor air pollution
(SEATCA, 2008)
% Smoking Prevalence
45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
ASEAN Countries
(SEATCA, 2008)


Riset di 23 negara dengan sampel
20.000 subyek dengan status ekonomi
rendah memperlihatkan bahwa jatuh
sakit mendorong proses pemiskinan
dengan menghebat
Kaum papa akses membeli rokok terkait
dengan
◦ Harga murah
◦ Iklan
◦ Counter rokok yg mudah dijangkau
Meningkatnya
• faktor resiko personal &
lingkungan
• malnutrisi
Kesakitan
akibat Rokok
Menurunnya:
• kualitas hidup
• produktivitas
• kemampuan belajar
• tabungan
Menurunnya :
• akses ke pengetahuan &
informasi
• kemampuan
mengakses pelayanan
Meningkatnya hutang,
dll
Kemiskinan
Verifikasi empiris dlm disertasi Sirait, 20
PARADIGMA SAKIT
• PELAYANAN KURATIFREHABILITATIF
• HEALTH SERVICE MODEL
• HEALTH PROGRAM FOR
SURVIVAL
• PROGRAM KESEHATAN
MENCEGAH KEMATIAN
1945
PARADIGMA SEHAT
PARADIGMA HUMAN
DEVELOPMENT
• 1 MARET 1999
• PARADIGMA SEHAT
• MEMBERI KESADARAN
KEMAUAN DAN
KEMAMPUAN UNTUK
HIDUP SEHAT
• BANYAK YANG
BERPENDAPAT
PARADIGMA SEHAT
SEBELUM DILAKSANAKAN
DI INDONESIA
• SERUAN AKSI NASIONAL
MENINGKATKAN DERAJAT
KESEHATAN
MASYARAKAT DALAM
RANGKA PEMBANGUNAN
MANUSIA INDONESIA
• KEBIJAKAN
MENKOKESRA
1999
2006
SEKARANG
48
PARADIGMA SAKIT
• PELAYANAN KURATIFREHABILITATIF
• HEALTH SERVICE MODEL
• HEALTH PROGRAM FOR
SURVIVAL
PARADIGMA SEHAT
PARADIGMA HUMAN
DEVELOPMENT
• HEALTH GAIN APPROACH
• PEOPLE’S HEALTH
EMPOWERMENT
• COMBATING HEALTH
RISKS
• PROMOTIF, PREVENTIVE,
PROTECTIVE
• PENINGKATAN DAN
PEROLEHAN NILAI SEHAT
• MEMBANGUN MANUSIA
ATAU SDM YANG
BERKUALITAS
• MEMBANGUN GENERASI
YANG AKAN DATANG
• HUMAN DEVELOPMENT
• SUSTAINABLE
DEVELOPMENT OF
MANKIND
1970
1990
SEKARANG
49





1990 → KONSEP “SUSTAINABLE DEVELOPMENT”
NEGARA MAJU : “HUMAN SUSTAINABLE”
DEVELOPMENT : “SUSTAINABLE DEVELOPMENT OF
MANKIND”
GENERASI YANG AKAN DATANG HARUS LEBIH BAIK
DARI GENERASI SEKARANG
PEMAHAMAN BAHWA PENDUDUK SEBAGAI ASET
NEGARA TERPENTING
PEMBANGUNAN GENERASI YANG AKAN DATANG
HARUS MENJADI PERHATIAN SEMUA NEGARA DI
DUNIA SEBAGAI BAGIAN DARI SUSTAINABLE
DEVELOPMENT OF MANKIND
50







Sehat Belum Dilihat Sebagai Unsur Penting
Pembangunan
Sehat Belum Tersedia Alokasi Dana Di Uud45 Maupun UU - Kesehatan No. 23/1992
Berapa alokasi untuk bidang kesehatan ??
Sehat Belum Ada Bab Tersendiri Dalam
UUD-1945
Di Banyak Kabupaten/Kota Kesehatan
Prioritas Rendah
Pemda Yang Tidak Menyediakan Dana
Kesehatan Tidak Melanggar Konstitusi
Pembangunan Generasi Yang Akan Datang
Belum Ada Dalam UUD-45
1.
2.
3.
PROGRAM INVESTASI DINI UNTUK MEMBANGUN
GENERASI YANG AKAN DATANG SEHAT DAN CERDAS
MELAKUKAN
UPAYA
PROMOTIF,
PREVENTIF,
PROTEKTIF BAGI PENDUDUK USIA PRODUKTIF UNTUK
MENINGKATKAN
MELIHAT
KEADAAN
SEHAT
PRODUKTIF UNTUK KELANGSUNGAN PEMBANGUNAN
NEGARA
MENYEDIAKAN PELAYANAN PENGOBATAN YANG
BERKUALITAS BAGI MEREKA YANG SAKIT
52


BERDASAR-KEBIJAKAN POLITIK SBY-JK
- ASKESKIN  JAMKESMAS
- KEBIJAKAN POPULIS JANGKA PENDEK
- TIDAK DAPAT MENINGKATKAN DERAJAT KESMAS
SAMPAI SAAT INI KONSEP MICHAEL GROSSMAN, HENDRICK M. BLUM,
OTTAWA, CHARTER, DAN ‘DECADE OF HUMAN DEVELOPMENT’ PBB
BELUM DI JADIKAN RUJUKAN KEBIJAKAN DI INDONESIA MAKA
PROGRAM KESEHATAN DI INDONESIA :
1. UPAYA KURATIF DAN REHABILITATIF (90%)
2. PENINGKATAN & PEMELIHARAAN SDM AGAR TETAP (10%)
PRODUKTIF MELALUI PARADIGMA SEHAT BARU DI MULAI
3. MEMBANGUN GENERASI YANG AKAN DATANG MASIH (0%)
BELUM TERPIKIRKAN
53
GOAL 1
: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN
• Target 1a : Proporsi penduduk dengan pendapatan di bawah 1 dollar
per hari
• Status
: tercapai
(Achieved)
• Target 1c : Menurunkan prevalensi kekurangan gizi pada balita
Status
GOAL 2
: tercapai
(Achieved)
: MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA
• Target 2a : Menjamin pada 2015 semua anak perempuan, laki-laki
maupun perempuan dapat menyelesaikan pendidikan dasar
Status
GOAL 3
: akan
tercapai (on track)
: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN
PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN
• Target 3a: menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan
dasar dan lanjutan tahun 2005, dan di semua jenjang sebelum
2015
GOAL 4
: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK
•Target 4a : Mengurangi 2/3 angka kematian balita dalam
kurun waktu 1990 dan 2015
Status
GOAL 5
:
akan tercapai (on track)
: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU
•Target 5a : Mengurangi ¾ angka kematian ibu (AKI) dalam
kurun waktu 1990 dan 2015
penurunan AKI yang
signifikan tetapi perlu upaya keras untuk
mencapai target 2015.
•Status
: terjadi
•Target 5b : akses terhadap kesehatan reproduksi
•Status
: akan
tercapai (achieved)
GOAL 6
: MENGENDALIKAN HIV DAN AIDS, MALARIA DAN
PENYAKIT
MENULAR LAINNYA (TB)
• Target 6a : Mengendalikan penyebaran HIV dan AIDS dan mulai
menurun kasus baru pada tahun 2015
diperkirakan tidak tercapai dan
diperlukan upaya keras untuk
menurunkan status HIV pada tahun 2015.
• Status
:
• Target 6c : Mengendalikan penyakit malaria dan mulai
menurunnya kasus malaria dan penyakit menular lainnya
(TB) tahun 2015
pengendalian malaria akan tercapai
(on track)
• Status 2 : penemuan dan penyembuhan TB
tercapai (achieved)
• Status 1 :
GOAL 7
HIDUP
: MENJAMIN KELESTARIAN LINGKUNGAN
•Target 7a : Menurunkan hingga separuhnya proporsi
rumah tangga tanpa akses terhadap sumber air minum
yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar
pada 2015
• Status 1 : sanitasi
layak akan tercapai
(on track)
• Status 2 : air minum layak akan tercapai
(on track)
GOAL 8 : MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL
UNTUK PEMBANGUNAN
Target 8 a: MENGEMBANGKAN LEBIH JAUH LAGI
PERDAGANGAN TERBUKA.
Target 8b: MEMBANTU KEBUTUHAN-KEBUTUHAN
KHUSUS NEGARA-NEGARA KURANG
BERKEMBANG.
•Status 1 keterbukaan ekonomi (on track)
• Status 2 : rasio debt service (on track)


Globalization



Regionalization



Localization


ICT MEMBUKA LUAS INFORMASI
+TRANSPORTASI:BARANG & JASA LBH
MURAH
BORDERLESS WORLD
DUNIA PERSAINGAN MENGINCAR BIAYA
TERENDAH (seperti air mengalir pada
dataran yang rata = THE WORLD IS FLAT)
ARUS INFORMASI, BARANG & JASA
MEMENUHI SELERA REGIONAL
KESAMAAN BUDAYA DAN INTERES
MASING2 NEGARA
BATAS-2 NEGARA MEMILIKI ARTI
EKONOMIS YANG UNIK
PASAR INTERNAL SUATU NEGARA
DIBENTUK OLEH BUDAYA & KEPENTINGAN
POLITIK NEGARA SECARA SPESIFIK
KEGONCANGAN POLITIK & EKONOMI
SUATU NEGARA MENGANCAM KESTABILAN
GLOBAL
DUNIA TETAP BULAT
63






Does Sampoerno. Critical Issues In Global Public
Health.2010
Adang Bachtiar. Politik Tembakau &
Strategi Anti Rokok.2013
Adang Bachtiar. Tantangan Kesehatan Global
dan Jati diri Profesi Kesmas.2013
Jeffrey P Koplan ,et.all. Towards a common
definition of global health. 2009
Julio Frenk and Suerie Moon. Governance
Challenges in Global Health. 2013
Kelley Lee and Jeff Collin. Global change and
health. 2005

similar documents