6. berbagai dokumen penting ekspor

Report
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
BERBAGAI DOKUMEN
EKSPOR
Invoice
Sales Contract
PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang )
Full Set on Board Ocean Bill of Lading /
Airway bill
Packing / weight List
Certificate of Origin (COO)
Insurance policy
Shipping Agent Certificate
Exporter’s Certificate
DOKUMEN-2 EKSPOR (lanjutan)
10. Manufacturer’s Certificate
8. Beneficiary’s Certificate
9. Surveyor’s Certificate
10. Drafts
11. Certificate of Quality
12. Manufacturer’s Quality Certificate
13. Sanitasi Helth and Veterinary Certificate
14. Weight Note and Measurement List
15. Letter of Credit ( L/C)
1. INVOICE
 Adalah bukti perincian tentang barang-2 yg
dijual/beli, ada tiga macam invoice:
1. Proforma Invoice: Penawaran dlm bentuk
invoice (faktur)
2. Commercial Invoice: merupakan bukti
transaksi yang memuat tentang perincian
barang termasuk merek, berat, ukuran,
nama kapal, harga satuan barang, nama
kapal, nama pelabuhan dll.
3. Consular Invoice: Invoice yg dikeluarkan
Kedutaan/Konsulat
Jenderal,
tujuannya
untuk mengetahui adanya dumping atau
tidak pada suatu negara.
2. SALES CONTRACT
• Adalah suatu kontrak dagang antara pihak penjual
dengan pihak pembeli komoditi.
• Sebelum sales contract diterbitkan, maka
dokumen pertama yg muncul adalah “Enquiry”,
yaitu permintaan pembelian dari potential buyer.
Enquiry akan dibalas dengan “Quotation” atau
penawaran harga, jika quotation tersebut disetujui,
maka tahap berikutnya adalah penerbitan “sales
contract” oleh saller.
• Sales contract tsb akan dijadikan dasar pembuatan
Leter of Credit (L/C).
URUTAN-URUTAN SALES CONTRACT
•
Ada 13 hal yg harus menjadi perhatian dalam
sales contract:
1. Adanya penunjukan oleh supplier kepada pihak
importir / buyer / distributor
2. Setelah penunjukan diterima oleh pihak yg
ditunjuk, kesepakatan diantara kedua belah
pihak telah terjadi yakni perihal perjanjian
pendistribusian komoditas tertentu yg diatur dlm
pasal/clausel tertentu
3. Adanya pernyataan yg jelas tentang jenis
komoditas yg akan disepakati.
4. Setelah disepakati jenis komoditasnya, lalu
dijelaskan kemana komoditi tersebut
didistribusikan serta wilayah yg ditunjuk
5. Kewajiban / target-target yang harus dicapai oleh
distributor, misal dalam satu bulan harus tercapai
berapa peti kemas, sebaliknya supplier pun wajib
mematuhi ketentuan kelancaran pencapaian target
6. Supplier & distributor wajib menjaga misalnya
harga penjualan, promosi maupun strategi
pemasaran lainnya.
7. Dalam perjanjian harus diperjelas berbagai
kemungkinan risiko di luar kemampuan manusia,
seperti gempa, banjir dll (force majeur), para
pihak tidak dapat disalahkan, baik tidak
tercapainya target maupun terlambat pengiriman
8. Perlu dijelaskan tentang penggunaan merk
dagang/trade marks, logo, disain, hak
cipta dll yang berhubungan dg hak milik
intelektual. Juga diperjelas bila salah
disain, pihak mana yang bertanggung
jawab
9. Syarat pembayaran dan penerimaan
barang harus tercantum di dalam sales
contract
10. Dalam kontrak perjanjian tersebut hukum
di negara mana yang berlaku, jika sampai
terjadi sengketa atau selisih pendapat
11. Kontrak tersebut akan berlaku efektif sejak kapan,
berapa jangka waktu yang dianggap ideal. Dalam
keadaan bagaimana sales contract tersebut
berakhir. Bila supplier melakukan wanprestasi /
ingkar janji tidak tepat waktu, tidak mengirim
sesuai yang diminta, spesifikasi komoditi tidak
sesuai dengan sales contract apa solusinya
12. Jika terjadi wanprestasi, maka pihak-pihak yang
merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan /
claim
13. Hal-hal lain di luar 12 poin di atas, maka perlu
dicantumkan juga misal biaya pembuatan kontrak
tanggung jawab siapa, after sales service, jika
terjadi likuidasi/kepailitan, pihak siapa yang harus
merealisasikan proses tersebut.
ISI SALES CONTRACT
Isi kontrak dagang (sales contract) meliputi:
1. Nilai, harga satuan dan total komoditi
2. Volume komoditi
3. Syarat-syarat / metode pembayaran
4. Syarat-syarat / metode penyerahan barang
5. Berbagai dokumen yg diperlukan spt :
Commercial invoice / faktur dagang, Bill of
exchange, B/L dan atau AWB, wesel, packing list,
COO, Certificate of analysis, dll
6. Cara-cara pengapalan (part shipment /
transhipment)
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
Cara pembuatan dokumen
Perusahaan pelayaran mana yg ditunjuk
Nama Bank pengirim L/C (advising bank)
Jenis, bentuk & cara penyampaian L/C
Pihak yang menanggung biaya L/C
Cara penyelesaian claim
Klausal asuransi
Pelabuhan muat & pelabuhan bongkar termasuk
(Place of delivery & Place of receipt )
Tanggal pengapalan terakhir & berlakunya L/C
Jangka waktu penyerahan dokumen
Shipping marks pada kemasan &
Special condition.
3. PEB (PEMBERITAHUAN
EKSPOR BARANG )
Pasal 2 Bab II SK Menkeu RI No.
557/KMK.04/2002 tentang Tata Laksana
Ekspor, dinyatakan bahwa:
(1) Barang yang akan diekspor wajib diberitahukan
dan didaftarkan ke Kantor Pabean dengan
menggunakan PEB
(2) Penyampaian PEB dapat dilakukan secara
langsung dg tulisan di atas formulir atau melalui
media elektronik
(3) Eksportir wajib mengisi PEB dg lengkap &
benar dan bertanggung jwb atas kebenaran hal-2
yg diberitahukan dlm PEB
4. a. FULL SET ON BOARD OCEAN BILL
OF LADING ( B/L)
 B/L adalah dokumen pengapalan yg
membuktikan
bahwa
barang
yg
tercantum di dalammnya sudah termuat
di dalam kapal.
 FUNGSI BIL OF LADING ( B / L )
1. Bukti tanda penerimaan barang oleh carrier
dari shipper
2. Bukti
Kontrak
pengangkutan
dan
penyerahan barang antara pengangkut
dan pengirim
3. Bukti pemilikan yg menyatakan bahwa
orang
yg
memegang
B/L
adalah
merupakan pemilik syah dr barang yg
tercantum dlm B/L
b. Air Way Bill (AW/B)
Adalah tanda bukti pengiriman barang
(komoditi) yg dikirim via pesawat udara
utk / kepada orang dan alamat tertentu.
5. PACKING / WEIGHT LIST
 Dokumen yg berisi tentang uraian
barang-2 yg dipak, dibungkus, atau
diikat dlm peti, kaleng, kardus dsb yg
fungsinya utk memudahkan pemeriksaan oleh Kantor Bea Cukai (KBC) dan
pembongkaran di negara tujuan
6. CERTIFICATE OF ORIGIN (COO)
Surat Keterangan Asal ( SKA)
 Surat pernyataan yg ditandatangani utk membuktikan asal
usul barang-2 yg diekspor dan
bahwa barang-2 tsb benar-2
hasil produksi dari negara
eksportir.
7. INSURANCE DOCUMENT
Dokumen asuransi atau polis asuransi
mencantumkan pihak yg meminta
asuransi dan kpd siapa claim harus
dibayarkan jika terjadi risiko.
8. SHIPPING AGENT CERTIFICATE
Dikeluarkan oleh Shipping Agent atas
perintah
beneficiary
berdasarkan
perintah L/C, isinya mengenai jenis kapal
beserta jalur pelayarannya.
9. EXPORTER’S CERTIFICATE
Merupakan
surat
keterangan
dari
eksportir yg menyatakan bahwa barang2 yg dikapalkan merupakan hasil
produksi sendiri atau produksi dari pihak
lain
10. MANUFACTURER’S CERTIFICATE
Merupakan surat keterangan
dari
pembuat barang yg menyatakan bahwa
barang itu merupakan benar-2 hasil
sendiri.
11. BENEFICIARY’S CERTIFICATE
Surat keterangan yang menyatakan tentang telah dikirimnya
dokumen asli / copy yang dibuat oleh eksportir.
12. SURVEYOR’S CERTIFICATE

1)
2)

1)
2)
3)
4)
Merupakan sertifikat / keterangan tentang :
Keadaan barang yang dibuat oleh independent surveyor,
Juru pemeriksa barang / badan resmi yang disahkan oleh
pemerintah (di Indonesia oleh PT Sucofindo) dan dikenal oleh
dunia perdagangan internasional.
Surat / sertifikat ini memberikan jaminan :
Mutu dan jumlah barang,
Ukuran dan berat barang,
Keadaan barang, pembungkus dan pengepakan,
Banyaknya satuan isi masing-masing pengepakan.
13. DRAFTS / BILL OF
EXCHANGE (WESEL)
Dalam hubungannya dengan L/C
maka wesel tersebut disebut juga
sebagai documentary draft (wesel
yang disertai dengan dokumen).
Jenis-jenis wesel : Sight draft dan
Time Draft (Usance Draft)
14. Bill of Lading (B/L)
Jenis-jenis B/L :
1. Short Form B/L : di dalam B/L tidak
mencantumkan
syarat-syarat
pengangukutan
2. Long Form B/L : di dalam B/L mencantumkan
syarat-2 peng-angukutan secara terperinci
3. Trought B/L : dapat digunakan terus meskipun
terdapat transhipment
4. Liner B/L : dikeluarkan oleh pelayaran yg
memiliki jalur khusus
5. Charter B/L: digunakan utk penyewaan
sebagian atau sebuah kapal
letter of credit (L/C)
• Jaminan pembayaran bersyarat, artinya surat yg
diterbitkan oleh suatu bank (bank devisa) / issuing
bank yg ditujukan kpd suatu bank di negara tujuan
/ advising / negotiating bank untuk kepentingan
suatu pihak (beneficiary), atas permintaan suatu
pihak (applicant) agar sejumlah dana disiapkan
utk dibayarkan bila syarat-2 di dlm L/C terpenuhi.
• Syarat-2 L/C seperti: tgl pengapalan, daluarsa L/C,
uraian barang, dokumen-2 yg diminta dll.

similar documents