analisis kebijakan sosial

Report
ANALISIS KEBIJAKAN SOSIAL
(PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL)
KEBIJAKAN SOSIAL
• Seperangkat tindakan, kerangka kerja, petunjuk,
rencana, peta atau strategi yang dirancang untuk
menterjemahkan visi politis pemerintah atau
lembaga pemerintah ke dalam program dan
rindakan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang
kesejahteraan sosial.
ANALISIS KEBIJAKAN SOSIAL
• Menurut DUNN (1991 dalam Suharto, 2010)
analisis kebijakan sosial adalah ilmu sosial terapan
yang menggunakan berbagai metode penelitian dan
argumentasi untuk menghasilkan informasi yang
relevan dalam menganalisis masalah-masalah
sosial yang mungkin timbul akibat diterapkannya
suatu kebijakan.
ANALISIS KEBIJAKAN SOSIAL
• Menurut Quade (1995 dalam Suharto, 2010)
analisis kebijakan sosial adalah jenis penelaahan
yang menghasilkan informasi sedemikian rupa yang
dapat dijadikan dasar-dasar pertimbangan para
pembuat kebijakan dalam memberikan penilaianpenilaian terhadap penerapan kebijakan sehingga
diperoleh alternatif-alternatif perbaikannya.
ANALISIS KEBIJAKAN SOSIAL
• Usaha yang terencana dan sistematis dalam
membuat analisis atau asesmen akurat mengenai
konsekuensi-konsekuensi kebijakan sosial, baik
sebelum maupun sesudah kebijakan tersebut
diimplementasikan (Suharto, 2004)
MODEL ANALISIS KEBIJAKAN SOSIAL
• Menurut DUNN (1991 dalam Suharto, 2010) terdapat 3
model AKS: (1) Model Prospektif; (2) Model
Retrospektif, dan (3) Model Integratif.
• Model Prospektif: AKS yang mengarahkan kajiannya
pada konsekuensi-konsekuensi SEBELUM kebijakan
diterapkan.
• Model Retrospektif: AKS yang dilakukan terhadap
akibat-akibat SETELAH kebijakan diterapkan.
• Model Integratif: AKS yang memadukan model
prospektif dan restrospektif..
KERANGKA ANALISIS KEBIJAKAN
SOSIAL
• Kerangka AKS secara umum berpijak pada 2 pedoman,
yaitu FOKUS dan PARAMETER analisis.
• FOKUS AKS meliputi: (1) Definisi Masalah Sosial, yaitu
perumusan atau pernyataan masalah sosial yang akan
direspon oleh suatu kebijakan; (2) Implementasi
Kebijakan Sosial yaitu pernyataan tentang cara atau
metode suatu kebijakan diimplementasikan; (3) AkibatAkibat Kebijakan Sosial yaitu berbagai pertimbangan
mengenai konsekuensi-konsekuensi atau akibat
diterapkan suatu kebijakan.
KERANGKA ANALISIS KEBIJAKAN
SOSIAL
• Dalam menganalisis FOKUS AKS, diperlukan
PARAMETER analisis yang dijadikan dasar
pengambilan keputusan yang meliputi: (1)
Penelitian dan Rasionalisasi untuk menjamin
keilmiahan; (2) Orientasi Nilai yaitu untuk menilai
baik-buruknya kebijakan; (3) Pertimbangan Politik
untuk menjamin keamanan dan stabilitas.
KERANGKA ANALISIS KEBIJAKAN
SOSIAL
DEFINISI KEBIJAKAN SOSIAL
a. Apa masalah sosialnya?
b. Faktor-faktor apa saja yang memperngaruhi
masalah tersebut?
c. Siapa yang terpengaruh secara langsung oleh
masalah tersebut?
KERANGKA ANALISIS KEBIJAKAN
SOSIAL
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SOSIAL
a. Apa tujuan kebijakan sosial?
b. Program dan pelayanan sosial apa yang
diberikan?
c. Bagaimana kebijakan tersebut didanai?
KERANGKA ANALISIS KEBIJAKAN
SOSIAL
KONSEKUENSI KEBIJAKAN SOSIAL
a. Apa keuntungan dan kerugian kebijakan?
b. Apa konsekuensi kebijakan bagi klien, sistem
sosial dan sistem pelayanan sosial?
PROSES ANALISIS KEBIJAKAN SOSIAL
LANGKAH 1: Mendefinisikan Masalah Sosial
LANGKAH 2: Mengumpulkan Bukti tentang Masalah
LANGKAH 3: Mengkaji Penyebab Masalah
LANGKAH 4: Mengevaluasi Kebijakan yang ada
LANGKAH 5: Mengembangkan Alternatif Kebijakan
LANGKAH 6: Menyeleksi Alernatif Kebijakan Terbaik
MENDEFINISIKAN MASALAH SOSIAL
a. Kegiatan untuk mengeksplorasi berbagai isu atau
masalah sosial dan kemudia menetapkan suatu
masalah sosial yang akan menjadi fokus AKS.
b. Pemilihan masalah sosial didasari beberapa
pertimbangan, antara lain: bersifat aktual; penting
dan mendesak, relevan dengan kebutuhan dan
aspirasi publik, berdampak luas dan positif, sesuai
dengan visi dan agenda perubahan sosial.
MENGUMPULKAN BUKTI TENTANG
MASALAH
a. Kebijakan adalah seperangkat pernyataan
strategis yang didukung oleh fakta, bukan gosip.
b. Bukti atau fakta tentang kebijakan dapat
berdasarkan hasil penelitian (data primer), data
dari temuan pihak lain (data sekunder).
MENGKAJI PENYEBAB MASALAH
Contoh:
Masalah: banyaknya remaja di Kota Surabaya yang
mabuk dan mengendarai kendaraan yang
didorong oleh:
a. Akses yang mudah terhadap alkohol
b. Iklan alkohol dalam hiburan dan olah raga
c. Pengemudi remaja yang agresif
d. Kurangnya kepercayaan diri pada remaja
e. Rasa ingin tahu pada remaja
MENGEVALUASI KEBIJAKAN YANG ADA
a. Mengkaji kebijakan yang ada berkaitan dengan
penanggulangan masalah sosial merupakan sebuah
langkah penting dalam proses AKS.
b. Menganalisis kelebihan dan kekurangan kebijakan
sosial yang sedang diterapkan dapat melahirkan
rekomendasi bagian-bagian mana saja dari kebijakan
yang sedang dioperasikan harus dipertahankan,
diperkuat atau diubah.
c. Jika kebijakan yang ada dipandang tidak efektif
secara menyeluruh maka kebijakan tersebut perlu
diganti secara total.
MENGEMBANGKAN ALTERNATIF
KEBIJAKAN
a. Bertujuan untuk memecahkan masalah sosial atau
faktor-faktor penyebab masalah.
b. Merumuskan alternatif kebijakan berdasar analisis
kekuarangan dalam pelaksanaan kebijakan yang
ada.
MENYELEKSI ALTERNATIF TERBAIK
a. Menentukan alternatif kebijakan yang memiliki
fisibilitas dan efektifitas.
b. Fisibilitas adalah kemungkinan atau probabilitas
tentang apakah kebijakan yang diusulkan akan
diterima oleh audien kebijakan. Fisibilitas
dipengaruhi oleh faktor-faktor penerimaan kultural
dan biaya serta manfaat.
c. Efektifitas menunjuk pada kemungkinan bahwa
kebijakan yang diusulkan akan menghasilkan
manfaat untuk menyelesaikan masalah.
MENYUSUN NASKAH KEBIJAKAN
PENGANTAR
• Naskah kebijakan adalah alat komunikasi dan
pembuatan keputusan yang bersifat TERAPAN,
berorientasi pada masalah, dan membela nilai (value
driven)
• Perumusan naskah kebijakan ditujukan untuk memberi
argumen komprehensif dan persuasif yang
menjustifikasi rekomendasi-rekomendasi atau opsi-opsi
tindakan pada naskah kebijakan yang dibuat.
• Fungsi naskah kebijakan adalah sebagai sebuah alat
pembuatan keputusan dan panggilan terhadap
sasaran/audien kebijakan untuk melakukan tindakan.
SISTEMATIKA NASKAH KEBIJAKAN
•
•
•
•
•
•
•
•
•
JUDUL
DAFTAR ISI
ABSTRAK ATAU RANGKUMAN EKSEKUTIF
PENDAHULUAN
DESKRIPSI MASALAH
PILIHAN-PILIHAN KEBIJAKAN
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
JUDUL
• Bersifat deskriptif; Jelas; Ringkas dan Tegas;
Menarik Pembaca.
• Kata-kata kunci merupakan dasar sebuah judul
DAFTAR ISI
a. Daftar isi berperan sebagai pembimbing yang
membantu pembaca memahami keseluruhan
paper.
b. Daftar isi membantu pembaca yang berminat
mengetahui bagian-bagian tertentu (saja) dari
sebuah naskah
c. Sistem penomoran dalam daftar isi dapat
membedakan bagian-bagian daan sub-subnya
dari suatu naskah.
ABSTRAK (RANGKUMAN EKSEKUTIF)
• Abstrak secara ringkas menggambarkan sebuah naskah,
sedangkan rangkuman eksekutif memberikan sinopsis yang
lebih detil mengenai keseluruhan naskah.
• Tampilan antara abstrak dan rangkuman eksekutif seringkali
serupa, namun fokus dan skopenya berbeda. Sebuah
rangkuman eksekutif memuat diskusi yang lebih detil
daripada abstrak.
• Isi abstrak: (a) definisi dan deskripsi masalah sosial; (b)
tujuan naskah kebijakan; (c) evaluasi kebijakan yang ada; (d)
alternatif-alternatif kebijakan yang diusulkan; (e) kesimpulan
dan rekomendasi.
PENDAHULUAN
a. Menjelaskan dan menegaskan isi atau kajian
utama yang akan dijelaskan dalam pembahasan
berikutnya.
b. Berisi: konteks masalah kebijakan, definisi
masalah kebijakan, pernyataan tujuan, metodologi
dan keterbatasan studi,alur atau ringkasan isi
paper
DESKRIPSI MASALAH
Memuat 2 hal penting: Latar Belakang Masalah dan Masalah
dalam konteks kebijakan saat ini.
a. Menjelaskan masalah yang menjadi fokus AKS. Dapat
dimulai dengan membahas beberapa isu atau masalah
sosial yang berkaitan.
b. Menyakinkan pembaca bahwa isu yang diangkat
memerlukan perhatian audien kebijakan.
c. Memfokuskan dan menggarisbawahi masalah dalam
konteksnya secara spesifik, termasuk sebab-sebab dan
akibat-akibat dari masalah tersebut.
d. Membangun kerangka dengan mana pilihan-pilihan memiliki
dasar argumen secara komprehensif.
PILIHAN-PILIHAN KEBIJAKAN
Bagian ini mendiskusikan beberapa alternatif kebijakan (biasa 5
sampai 7 opsi), kemudian diikuti dengan alternatif kebijakan yang
dipilih (biasanya 2 s/d 3 opsi).
a. Mengevaluasi dan membandingkan alternatif-alternatif kebijakan
yang mungkin.
b. Memberikan argumen menyakinkan bagi alternatif kebijakan
yang paling baik.
c. Memfokuskan pada sebuah keputusan yang dibuat.
d. Menjelaskan strategi atau cara-cara tertentu yang akan
memudahkan audien menerapkan opsi kebijakan tersebut.
e. Membangun kaitan yang jelas dan koheren dengan kesimpulankesimpulan dan rekomendasi-rekomendasi pada naskah
kebijakan.
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
Ada 3 elemen penting yang harus termuat dalam
simpulan dan rekomendasi:
a. Sintesis temuan-temuan utama
b. Seperangkat rekomendasi-rekomendasi kebijakan
c. Kalimat atau pernyataan penutup

similar documents