Analisa - IMMC News - Media Monitoring Indonesia

Report
Media
Monitoring
Hari Anti
Narkoba SeDunia 2012
Latar Belakang
• Memperingati Hari Anti Narkoba se-Dunia
pada 26 Juni 2012, Indonesia Media
Monitoring Center (IMMC) melakukan riset
media tentang isu tersebut. Riset dilakukan
terhadap pemberitaan isu tersebut selama
rentang 1 tahun, 15 Juni 2011 hingga 15 Juni
2012. Riset ini diharapkan dapat memberikan
sebuah perspektif tentang dinamika isu
narkoba di Indonesia, dalam berbagai
perspektif. Hasil riset ini kami olah dalam
bentuk rilis.
Metodologi
• Penelitian menggunakan metode purposive
sampling pada 4 media online terkemuka,
yakni: Kompas.com, Rakyat Merdeka Online,
dan Detik.com, dan Media Indonesia.com
• Proses pengumpulan data dilakukan dari
tanggal 15 Juni 2011 – 15 Juni 2012.
• Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah mengumpulkan, mengkategori isu dan
menganalisa semua berita (content analysis)
mengenai narkoba dan narkotika.
Sebaran Isu Narkoba di Media
Regulasi
13%
Pencegahan
18%
Pemberantasan
28%
Rehabilitasi
3%
Penindakan
38%
N=1694
• Isu narkoba yang paling banyak diberitakan media dalam waktu 1
tahun ini adalah penindakan terhadap kejahatan narkoba yaitu 38%
dari 1694 berita. Kemudian disusul pemberantasan sebesar 28%,
pencegahan sebesar 18%, regulasi sebesar 13% dan rehabilitasi
sebesar 3%.
Analisa
• Proses penindakan terhadap kasus narkoba masih
menjadi primadona pembahasan di media online.
Prosentasenya jika diihat cukup besar yaitu 38 %
pemberitaan. Terlebih jika dibandingkan dengan
proses lainnya seperti pencegahan (18 %), regulasi
(13 %), dan rehabilitasi (3 %).
• Kondisi ini tentu saja sedikit banyak dapat
memberikan gambaran bahwa isu-isu narkoba di
media lebih cenderung membahas mengenai
penindakan terhadap sebuah kasus ataupun
pemberantasan.
Sementara
untuk
proses
pencegahan, media tidak cukup banyak mengangkat
tema ini, dimana hal ini cukup disayangkan.
Penempatan Berita
In Title
In News
310
97
471
477
35
199
58
47
• Isu narkoba pada beberapa
media selalu menjadi fokus
pemberitaan. Hal ini terlihat
dari jumlah pemberitaan
dengan menggunakan judul
“narkoba” atau “narkotika”
cukup banyak di media.
• Kompas.com, detik.com, dan
media Indonesia adalah
media-media yang banyak
mengangkat isu narkoba
menjadi fokus pemberitaan.
Analisa
• Dari hasil monitoring beberapa media,
terlihat bahwa isu narkoba masih menjadi
isu utama dalam sebuah pemberitaan. Hal
ini menunjukkan bahwa media masih
cukup konsisten turut ambil bagian dalam
upaya memerangi narkoba.
Tone Instansi
Positif
Netral
Negatif
152
385
268
228
129
307
107
Kepolisian
27
Pemerintah
102
BNN
• Untuk tone instansi
terkait dengan isu
narkoba, pemerintah
paling banyak mendapat
pemberitaan bernada
negatif yaitu sebanyak
268 berita. Sementara
untuk pemberitaan
positif, pihak kepolisian
mendominasi sebanyak
307 berita.
Analisa
•
•
•
Beberapa kebijakan pemerintah terkait dengan isu narkoba selama satu tahun ini
nampaknya mendapat respon negatif dari sisi pemberitaan. Hal ini tampak dari sisi
tone pemberitaan, pemerintah cenderung mendapat respon negatif. Beberapa
kebijakan yang dinilai negatif antara lain, isu grasi yang diberikan kepada Corby,
maraknya peredaran narkoba di dalam Lapas, kebijakan Menkumham membatalkan
MoU dengan BNN, serta beberapa PNS yang terbukti menjadi pengedar maupun
pengguna narkoba.
Sementara untuk pihak kepolisian, walaupun dominasi pemberitaan secara umum
adalah positif, tapi beberapa pemberitaan negatif tidak dapat dikesampingkan.
Pemberitaan tersebut berkaitan dengan proses pengungkapan kasus narkoba yang
dinilai masih belum maksimal. Selain itu, beberapa anggota kepolisian yang turut
terjerat
kasus narkoba, baik sebagai bandar maupun pemakai, juga turut
menyumbang pemberitaan negatif di media.
Tidak jauh berbeda dengan kepolisian maupun pemerintah, BNN juga terdapat
pemberitaan negatif terkait dengan upaya penanganan narkoba tidak secara
terkoordinir dilakukan. Terutama terkait dengan persoalan narkoba di dalam Lapas.
Akibatnya, pihak pemerintah membatalkan MoU dengan pihak BNN. Selain itu,
beberapa anggota BNN yang terkait kasus narkoba juga turut menyumbang
pemberitaan negatif di media.
Tone Kebijakan Pemerintah
85
73
20
Positif
Netral
Negatif
• Tone pemberitaan terkait
kebijakan pemerintah lebih
banyak netral, yaitu sebanyak
85 berita. Sementara itu, tidak
jauh berbeda, tone negatif juga
tergolong cukup tinggi yaitu
sebanyak 73 berita.
Analisa
• Selama rentang waktu setahun, kebijakan
pemerintah terkait dengan narkoba dianggap
‘’biasa” oleh media. Tentu saja ini sangat erat
kaitannya dengan kecenderungan media
yang lebih tertarik dengan isu-isu seputar
penangkapan atau pemberantasan. Namun,
tidak dapat dipungkiri, ada beberapa
kebijakan yang mendapat perhatian tersendiri
dari media, seperti kasus pemberian grasi
kepada Corby.
Jenis Narkoba
Prekusor Cair
21
Kokain
41
Prekusor Padat
54
Heroin
Ganja
Ekstasi
Sabu
• Sabu adalah jenis
narkoba yang paling
banyak dimuat di
media, yaitu sebanyak
738 berita. Sementara
untuk ekstasi
sebanyak 314 berita
dan ganja sebanyak
296 berita.
95
296
314
738
Analisa
• Sabu-sabu masih menjadi jenis narkoba
paling favorit di kalangan pemakai atau
pengedar di Indonesia. Perbandingannya
juga cukup mencolok jika dibandingkan
antara Indonesia dengan luar negeri.
• Sebagai perbandingan, harga sabu-sabu di
Malaysia bisa dibandrol dengan harga Rp
300.000,00. Sementara di Indonesia harga
sabu-sabu bisa mencapai harga Rp 2 juta.
Subjek Pencegahan Narkoba
LSM
Swasta
Akademik
21
25
34
Polisi
79
BNN
80
Pemerintah
121
• Pemerintah masih cukup
dominan disorot media
dalam upaya pencegahan
narkoba yaitu sebanyak
121 berita.
• Untuk BNN dan Polisi
masing-masing sebanyak
80 dan 79 berita.
• Pihak LSM adalah pihak
yang paling sedikit
mendapat sorotan media
dalam pencegahan
narkoba. Hanya sebanyak
21 berita.
Analisa
• Dalam upaya pencegahan bahaya narkoba,
media nampaknya lebih condong melihat
Pemerintah, BNN dan kepolisian sebagai
garda terdepan.
• Sementara untuk LSM, perannya tidak begitu
banyak diangkat oleh media. Kondisi yang
sama juga dialami oleh pihak swasta, dimana
media tidak banyak mengulas mengenai
sepakterjang swasta dalam pencegahan
bahaya narkoba.
Cara Pencegahan Narkoba
Pembdy. Masyarakat
Kerjasama
Sosialisasi/Kampanye
82
132
201
• Pemberitaan di media melihat
bahwa kecenderungan metode
yang sering dipakai adalah
melalui sosialisasi/kampanye.
Jumlahnya sebanyak 201
berita.
• Sementara untuk
pemberdayaan masyarakat,
media tidak banyak mengulas.
Hal ini ditunjukkan dengan
jumlah pemberitaan yang
hanya sebanyak 82 berita.
Analisa
• Metode sosialisasi/kampanye, nampaknya masih
dianggap sebagai metode yang cukup efektif untuk
dilakukan dalam rangka pencegahan bahaya narkoba.
Hal ini mengindikasikan bahwa tidak banyak perubahan
metode dalam rangka pencegahan bahaya narkoba.
• Sementara itu, untuk pemberdayaan masyarakat, cukup
disayangkan masih sedikit mendapat pemberitaan di
media. Padahal pemberdayaan masyarakat cukup
penting untuk dilakukan. Dengan membangun
masyarakat menjadi pribadi yang tangguh dan unggul,
seperti program “Kampung Bebas Narkoba” maka
kekhawatiran akan bahaya narkoba sedikit banyak akan
teratasi.
Metode Sosialisasi/ Kampanye
• Metode sosialisasi yang
paling banyak dilakukan
yaitu melalui pemberitaan
di media dan sosialisasi di
lembaga-lembaga
pendidikan.
Pameran
Internet
Iklan
Seminar
Pagelaran
Lainnya
0
10
20
30
40
50
60
70
Analisa
• Kemajuan teknologi informasi nampaknya
tidak cukup banyak membuat perubahan
dalam
metode
sosialisasi/kampanye
pencegahan narkoba. Hal ini terbukti dari
masih minimnya penggunaan internet
sebagai salah satu cara atau bentuk
sosialisasi.
Kerjasama Antar Institusi
Pemerintah
Swasta
81
52
40
27
26
20 19
18
8
10
7
10
• Pihak yang paling aktif
melakukan kerjasama atau
koordinasi dalam mencegah
narkoba adalah pemerintah.
• Begitu juga pihak yang paling
banyak diajak kerjasama oleh
pihak-pihak lain adalah
pemerintah.
• Akan tetapi pihak LSM,
Akamdemik dan Swasta lebih
banyak bekerjasama dengan
pihak swasta dibanding pihak
pemerintah.
Analisa
• Pemerintah masih menjadi acuan dalam
upaya pemberantasan narkoba. Hal ini
terlihat dari upaya dan koordinasi yang
sering kali dilakukan oleh pemerintah.
Selain itu, pemerintah juga selalu diajak
kerjasama oleh berbagai pihak baik
swasta maupun instansi terkait seperti
kepolisian dan BNN.
Subyek Pemberantasan Narkoba
280
132
Polisi
Pemerintah
126
BNN
• Pihak polisi adalah pihak
yang paling aktif dalam
pemberantasan narkoba,
yaitu sebanyak 280
berita.
• Sementara untuk
pemerintah dan BNN ,
masing-masing sebesar
132 dan 126 berita.
Analisa
• Dalam proses pemberantasan narkoba, dari hasil
pantauan di media, pihak kepolisian paling banyak
menjadi pelaku atau pionir. Jumlah ini cukup jauh
jika dibandingkan pemerintah maupun BNN.
• Hal ini tentu cukup menggembirakan, namun di
satu sisi juga cukup mengkhawatirkan. Upaya
pemberantasan narkoba masih sangat bergantung
dengan peran aktif dari kepolisian. Padahal
dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak. Dan
tidak hanya dalam proses pemberantasan saja,
akan tetapi juga pencegahannya.
Pemberantasan Narkoba
323
259
53
18
• Kegiatan
pemberantasan narkoba
yang paling banyak
dilakukan adalah
pembongkaran jaringan
sidikat.
• Kemudian disusul
pengungkapan kasus
baik secara internal
maupun eksternal dari
institusi masing-masing
pihak.
Analisa
• Jika dilihat dari jumlah berita yang ada,
pemberantasan jaringan sindikat narkoba
dominan diberitakan oleh media. Hal ini
mengindikasikan bahwa cukup banyak
jaringan sindikat narkoba di Indonesia baik
yang sudah terungkap, maupun yang
masih dalam proses pengungkapan.
Pengungkapan Sindikat/ Jaringan
Narkoba
163
160
Nasional
Internasional
• Jaringan yang paling
banyak diungkap adalah
jaringan nasional, akan
tetapi jaringan
internasionla juga banyak
diungkap oleh pihak BNN,
Kepolisian dan
Pemerintah.
Analisa
• Jaringan nasional maupun internasional
dari sindikat narkoba cukup banyak
mendapat
pemberitaan
di
media.
Pengungkapan kasusnya juga lebih
banyak pada jaringan nasional. Hal ini
secara tidak langsung mengindikasikan
bahwa sel – sel jaringan narkoba di tingkat
nasional cukup dominan walaupun dalam
bentuk yang tidak besar.
Subyek Penindakan Kasus Narkoba
• Kepolisian
merupakan pihak
yang paling aktif
dalam penindakan
kasus narkoba di
Indonesia.
• Kemudian disusul
pihak pemerintah
melalui Bea dan
Cukai dan BNN.
Kejaksaan
Peradilan
BNN
Pemerintah
Kepolisian
0
100
200
300
400
500
600
Analisa
• Tidak jauh berbeda dengan proses
pemberantasan, pihak kepolisian juga
masih cukup dominan perannya dalam
penindakan kasus narkoba. Sebagai
aparat
penegak
hukum,
kepolisian
menjadi tumpuan dalam upaya memerangi
narkoba selain didukung pula oleh BNN
dan Pemerintah.
Penindakan Kasus Narkoba
Persidangan
38
Penuntutan
39
Hukuman
126
Penyelidikan/Penyidikan
128
Penangkapan
• Media lebih banyak
memberitakan penangkapan
terhadap penjahat narkoba.
Hal ini sesuai dengan subyek
yang paling banyak
diberitakan yaitu kepolisan.
• Proses penyelidikan sampai
hukuman terhadap pelaku
kejahatan naroba ternyata
tidak banyak diberitakan
media.
531
Analisa
• Kasus penangkapan pemakai maupun pengedar
narkoba selalu menjadi tema utama yang
diangkat oleh media. Namun, hal yang cukup
menarik adalah media ternyata tidak terlalu
concern dengan proses persidangan, maupun
penuntutan. Hanya pada kasus-kasus tertentu
saja yang menjadi perhatian media. Terutama
yang melibatkan pemerintah dan instansi terkait.
Situasi inilah yang menimbulkan kerawanan
adanya kasus-kasus yang menguap di tengah
proses penyelidikan.
Jenis Kejahatan Narkoba
Produksi
Pemakai
Pengedar/Penyelundup
24
573
623
• Kejahatan yang paling
banyak terbongkar
maupun tertangkap
adalah pengedar/
penyelundupan
dibanding pemakai
dan produksi.
Analisa
• Pengungkapan kasus narkoba selama ini
nampaknya tidak banyak menyentuh pada
tingkatan produksi narkoba. Tentu saja kondisi ini
patut menjadi perhatian. Sudah sejauh apa proses
penyelidikan atau investigasi yang sudah
dilakukan oleh pihak terkait dalam mengungkap
kejahatan di level produksi narkoba.
• Untuk penangkapan pihak pemakai maupun
pengedar, kinerja ini cukup patut diacungi jempol.
Walaupun tidak dapat dipungkiri, dengan kondisi
perekonomian yang serba sulit di Indonesia,
sangat mudah untuk mencari penggantinya.
Pemakai Narkoba Berdasarkan Profesi
226
121
81
13
13
9
7
7
2
Petugas Lapas
DPR/DPRD
Jaksa
TNI
BNN
17
PNS
Pelajar/ Mahasiswa
WNA
Polisi
Swasta
Masyarakat
20
Pemerintah
57
• Masyarakat yang tidak
jelas profesinya
(pengangguran) ternyata
merupakan konsumen
terbesar narkoba.
• Polisi ternyata masuk
dalam tiga besar
pemberitaan
pengkonsumsi narkoba.
Hal ini sangat
disayangkan, apalagi ada
beberapa pihak lain
terkait penegak hukum.
Analisa
• Cukup menjadi peringatan, jika melihat frekuensi
pemberitaan siapa yang paling banyak mengkonsumsi
narkoba di Indonesia. Dilihat dari 3 besar, terdapat
masyarakat, swasta, dan Polisi. Dari list tersebut,
masyarakat menjadi konsumen terbesar narkoba.
Tentu saja kondisi ini cukup memprihatikan. Terlebih
jika melihat aparat kepolisian juga masuk daftar
pengkonsumsi narkoba.
• Salah satu penyebab yang dapat diidentifikasi adalah
kurangnya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan
oleh berbagai pihak terkait. Fokus utama yang
ditetapkan adalah pada bagian pencegahan, bukan
penindakan semata.
Pemakai Berdasarkan Jenis Kelamin
342
156
Laki-laki
Perempuan
• Laki-laki merupakan pihak
yang paling banyak
mengkonsumsi narkoba.
• Akan tetapi, sangat
menghawatirkan apabila
dibandingkan antara lakilaki dan perempuan yaitu
2:1.
Analisa
• Laki-laki masih menjadi konsumen utama
narkoba
dibandingkan
perempuan.
Terdapat beberapa alasan yang dapat
dijadikan sebab mengapa hal tersebut
terjadi. Mulai dari proses pencarian jati
diri, kondisi rumah yang tidak harmonis,
serta faktor himpitan ekonomi.
Pemakai Berdasarkan Umur
174
129
66
25
>30
25-29
20-24
<15
22
16-19
• Umur 30 tahun keatas
merupakan konsumen
yang paling banyak.
• Yang paling
memprihatinkan adalah
sudah banyaknya remaja
usia di bawah 15 tahun
yang mengkonsumsi
narkoba.
Analisa
• Usia pemakai lebih banyak diatas 30 tahun. Hal
ini
disebabkan
para
pemakai
narkoba
merupakan para pekerja profesional. Para
pekerja profesional seperti artis, pilot, dan
pegawai swasta yang bekerja dengan tekanan
tinggi lebih banyak mengkonsumsi narkoba.
• Namun yang lebih dikhawatirkan adalah anak
usia sekolah, dibawah 20 tahun, juga menjadi
konsumen narkoba yang jumlahnya juga sangat
banyak.
Pengedar Berdasarkan Jenis
Profesi
303
161
64
30
26
12
8
6
6
3
2
2
• Masyarakat yang
mempunyai profesi tidak
jelas (pengangguran)
banyak menjadi
pengedar narkoba di
Indonesia, kemudian
disusul WNA.
• Akan tetapi yang
memprihatinkan adalah
banyaknya oknum
Petugas Lapas dan Polisi
yang sebagai pengedar
narkoba.
Analisa
• Peredaran narkoba juga didominasi oleh masyarakat yang
tidak jelas profesinya. Lalu disusul oleh WNA. Kemudian
disusul oleh Petugas Lapas dan Aparat Kepolisian.
• Faktor ekonomi menjadi alasan utama bagi pelaku peredaran
narkoba baik itu masyarakat biasa dan WNA. Karena tidak
ada pekerjaan yang pasti, masyarakat akhirnya memilih
menjadi pengedar narkoba dengan keuntungan yang berlipat
ganda. Begitu juga dengan WNA, kebanyakan mereka adalah
kurir yang dikirim ke Indonesia dengan bayaran yang tinggi.
• Yang menjadi kekhawatiran utama adalah peredaran narkoba
yang dilakukan oleh petugas lapas dan aparat kepolisian yang
seharusnya menjadi tameng dalam pemberantasan korupsi.
Jumlahnya masih sangat besar. Dari riset IMMC, terdapat 94
berita yang melibatkan petugas lapas dan aparat kepolisian
sebagai pengedar narkoba.
Pengedar Berdasarkan Jenis
Kelamin
368
103
Laki-laki
Perempuan
• Pengedar narkoba
masih didominasi
oleh laki-laki.
• Meskipun hanya 1/3
nya, perempuan
sangat disayangkan
masuk dalam
jaringan pengedar
narkoba.
Analisa
• Laki-laki masih menjadi pelaku utama
dalam peredaran narkoba. Secara umum
hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi.
Akan tetapi secara psikologis, laki-laki
dianggap lebih siap menerima resiko
dalam melakukan kejahatan ini.
• Meskipun demikian, profesi sebagai
pengedar narkoba juga banyak dilakonai
oleh perempuan meski tidak sebanyak
laki-laki.
Jalur Peredaran Narkoba
180
144
120
Laut
Darat
Udara
• Jalur laut merupakan
jalur yang favorit bagi
peredaran narkoba
mengingat banyaknya
pelabuhan ilegal di
Indonesia.
• Jalur udara ternyata juga
banyak digunakan para
pengedar/penyelundup
narkoba untuk
memasarkan barang
haram tersebut.
Analisa
• Laut menjadi primadona bagi peredaran
narkoba. Luasnya wilayah lautan yang ditunjang
dengan minimnya pengawasan menjadi alasan
utama bagi pelaku peredaran narkoba. Selain
itu, banyaknya pelabuhan-pelabuhan illegal juga
semakin
mendukung
aktivitas
peredaran
narkoba lewat jalur laut.
• Sementara untuk wilayah darat dan udara,
penjagaan yang dilakukan ketat, baik itu melalui
razia di jalan raya atau melalui pemeriksaan
berlapis di airport.
10 Besar Negara Asal Pengedar
Narkoba
78
25
16
14
9
9
9
8
6
5
• Penyelundupan narkoba
dari luar negeri ternyata
didominasi dari negara
tetangga yaitu Malaysia
dan australia.
• Kemudian disusul dari
negara China, iran dan
Afrika.
Analisa
• Malaysia dan Australia menjadi dua negara yang
menjadi asal penyelundupan narkoba. Malaysia
menjadikan Jakarta sebagai Daerah Tujuan dan
Australia menjadikan Bali sebagai Daerah Tujuannya.
• Kedua negara tersebut merupakan negara tetangga
Indonesia yang berbatasan secara langsung.
Sehingga penyelundupan bisa dilakukan dengan
mudah baik lewat laut maupun udara.
• Malaysia juga menjadi negara transit dari negaranegara lain seperti Iran dan beberapa negara Afrika
seperti Nigeria dalam penyelundupan narkoba.
Daerah Asal Narkoba
17
9
7
6
4
3
3
2
2
• Dari dalam negeri,
Jakarta merupakan
daerah asal narkoba yang
paling banyak, baik
sebagai tempat produksi
maupun sebagai tempat
transit.
• Daerah lain yang
mempunyai potensi
besar produksi narkoba
adalah Aceh yaitu
produksi Ganja.
Analisa
• Narkoba yang berasal dari luar negeri
didistribusikan kebeberapa kota besar di
Indonesia lewat Jakarta. Di Jakarta juga
terdapat beberapa pabrik pembuatan narkoba
yang dipasok ke kota-kota lain di Indonesia.
• Selain Jakarta, Aceh juga merupakan daerah
pemasok narkoba khusunya ganja. Hal ini
disebabkan karena masih banyaknya ladangladang ganja yang masih beroperasi di wilayah
Aceh.
Daerah Tujuan Peredaran Narkoba
kalbar
3
Batam
4
Aceh
4
Kaltim
5
sumsel
6
Banten
6
Lampung
7
Jateng
7
Sulsel
12
Sumut
24
Riau
25
Jatim
Jabar
Bali
Jakarta
32
41
54
175
• Selain daerah asal,
Jakarta juga
merupakan daerah
potensial tujuan
peredaran narkoba.
• Sebagai daerah
wisata, Bali juga
menjadi daerah yang
potensial peredaran
narkoba.
Analisa
• Sebagai pusat pemerintahan dan Pusat
Bisnis, Jakarta masih menjadi primadona
utama dalam peredaran narkoba. Itulah
yang menyebabkan Jakarta menjadi
tujuan utama dalam peredaran narkoba
baik dari luar negeri maupun daerahdaerah lain di Indonesia. Hal yang sama
juga terjadi di Bali sebagai daerah
pariwisata terbesar di Indonesia.
Institusi Quote
426
179
103
50
44
39
24
24
19
15
14
8
3
• Kepolisian, pemerintah dan
BNN merupakan lembaga yang
paling banyak komentar
mengenai narkoba. Hal ini
sangat wajar karena 3 institusi
tersebut yang paling
berkompenten dalam
menangani masalah narkoba
• Sebagai lembaga yang mewakili
rakyat DPR/DPRD juga banyak
berkomentar isu narkoba yaitu
terkait kebijakan pemerintah
dan langkah-langkah yang
diambil ketiga institusi diatas
dalam menangani narkoba.
Analisa
• Kepolisian dan BNN adalah dua institusi yang diperintahkan oleh
Undang-Undang untuk melakukan tindakan pencegahan dan
penindakan bagi pelaku kejahatan narkoba. Sehingga kedua
institusi ini banyak mendapatkan pemberitaan seputar narkoba.
Namun kepolisian menjadi institusi yang paling banyak berkomentar
di media dalam hal narkoba. Hal ini disebabkan kerja-kerja
penindakan, seperti penangkapan dan razia ke beberapa lokasi
peredaran narkoba banyak dilakukan oleh kepolisian.
• Namun yang menarik, pihak pemerintah lebih banyak berkomentar
bila dibandingkan dengan BNN. Hal ini tidak terlepas dari berbagai
kebijakan yang dikeluarkan pemerintah seperti pemberian grasi
kepada Corby dan banyaknya pelaku kejahatan narkotika yang
berasal dari aparat pemerintah seperti sipir dan PNS.
Person Quote
Andjar Dewanto
7
Yusril Ihza Mahendra
8
Timur Pradopo
8
Hendri Yosodiningrat
8
Susilo Bambang Yudhoyono
9
Arman Depari
Untung S Rajab
Goerries Mere
11
15
17
Denny Indrayana
19
Saud Usman Nasution
20
Sumirat
Amir Syamsuddin
Nugroho Aji
Benny Joshua Mamoto
Rikwanto
• Tiga besar person yang paling
banyak komentar mengenai
narkoba adalah Kombes Rikwanto
dari Kepolisian, kemudian Benny
J. Mamoto dari BNN dan Kombes
Nugraho Aji.
• Dari pihak pemerintah yang aktif
dalam menanggapi isu narkoba
adalah Menkumham Amir
Syamsudin dan wakilnya Denny
Indrayana.
26
29
32
45
56
Analisa
• Humas di Institusi Kepolisian dan BNN cukup
banyak mendominasi komenter tentang
narkoba di media. Hal ini tidak terlepas dari
kewenangan yang dimiliki oleh kedua instansi
tersebut dalam pemberantasan narkoba.
Oleh sebab itu, Kepala Humas Polda Metro
Jaya Kombes Rikwanto dan Kepala
Penindakan dan Kebijakan BNN, Benny J
Mamoto menjadi orang yang sering
memberikan statement di media massa.
Tone DPR Quote
BNN
Kepolisian
Pemerintah
20
12
4
4
2
2
1
0
Positif
Netral
Negatif
• Komentar DPR terhadap isu
narkoba banyak
mengandung tone negatif
bagi pemerintah dan
Kepolisian.
• Komentar negatif terhadap
pemerintah adalah terkait
isu grasi terhadap corby dan
perdaran narkoba di Lapas.
• Komentar negatif terhadap
kepolisian adalah terkait isu
ketidak fokusan polisi dalam
menangani masalh narkoba.
Analisa
• Kalangan DPR mempunyai penilaian yang negatif
kepada pemerintah, Kepolisian dan BNN. Kebijakan
pemerintah memberikan grasi kepada Corby menjadi
salah satu penyebabnya. Selain itu, ketidakmampuan
pemerintah dalam mengontrol peredaran narkoba di
dalam Lapas menjadi penyebab yang lain.
• Untuk Kepolisian dan BNN, DPR banyak melakukan
kritik terkait kinerja kepolisian dan BNN dalam
melakukan kerja-kerja penindakan dan pencegahan
yang dianggap belum maksimal.
Kesimpulan
• Secara umum, isu narkoba di media masih menjadi isu yang
menarik untuk diangkat. Hal ini mengindikasikan media juga turut
serta dalam upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.
• Selama rentang waktu monitoring, sorotan media cukup banyak
ditujukan kepada pihak kepolisian, dimana perannya dalam proses
pemberantasan narkoba cukup terlihat. Dalam hal ini tidak ada
perbedaan apakah kasus tersebut masuk dalam jaringan
internasional maupun nasional.
• Untuk pihak lain seperti pemerintah, media cenderung datar dalam
pemberitaan. Beberapa terdapat pemberitaan yang bernada negatif,
seperti yang terkait dengan kasus grasi Corby. Kasus ini menjadi
salah satu kasus yang cukup banyak mempertanyakan integritas
pemerintah dalam upaya memberantas narkoba di Indonesia.
Kesimpulan
• Upaya pencegahan narkoba yang dilakukan
oleh BNN dan pemerintah terlihat belum
maksimal. Hal ini terlihat dari masih banyaknya
kasus-kasus narkoba yang dilakukan oleh
masyarakat terutama oleh para pekerja
profesional serta pelajar dan mahasiswa.
• Pemerintah harus memaksimalkan upaya
pengawasan di wilayah laut Indonesia karena
secara umum, peredaran narkoba lebih besar di
wilayah laut dibandingkan lewat darat dan
udara.
Rekomendasi
KEPOLISIAN
Pencegahan :
- Pada aspek pencegahan, peran kepolisian tidak begitu menonjol di media.
Kepolisian perlu kiranya untuk lebih memaksimalkan lagi upaya dalam
konteks pencegahan. Bentuknya bisa saja bekerja sama dengan pihak
terkait seperti pemerintah maupun lembaga-lembaga sosial yang concern
di bidang tersebut.
Pemberantasan :
- Dalam konteks pemberantasan, kepolisian hendaknya bisa lebih fokus pada
upaya mencari pusat-pusat produksi narkoba, yang dapat memberikan efek
cukup berpengaruh terhadap kelangsungan peredaran narkoba di
Indonesia.
Penindakan :
- Dalam proses penindakan, Kepolisian perlu untuk tetap berpijak pada
koridor hukum yang berlaku, dengan mengedepankan asas-asas
kemanusiaan.
Rekomendasi
Badan Narkotika Nasional (BNN)
Pencegahan :
- BNN perlu juga untuk lebih fokus pada upaya pencegahan. Cara
yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan program
pemberdayaan masyarakat melalui kampung bebas narkoba selain
tetap memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam bentuk
seminar, konseling atau lainnya.
Pemberantasan :
- Perlu memaksimalkan peran atau kerja sama dengan pihak terkait
seperti kepolisian dan institusi lainnya. Karena target pencapaian
Indonesia Bebas Narkoba 2015 bukanlah pekerjaan yang mudah
tanpa sinergi kuat dari pihak-pihak terkait.
Penindakan
- Tetap intensif dalam upaya mengawal proses penindakan. Mulai
dari penangkapan, penyidikan hingga hukuman.
Rekomendasi
Pemerintah
Pencegahan :
- Pemerintah
perlu
lebih
meningkatkan
perannya
dalam
mensosialisasikan mengenai bahaya narkoba. Bentuknya bisa
melalui kampanye di media seperti TV ataupun internet. Upaya ini
bisa dilakukan dalam bentuk kerjasama dengan beberapa pihak
terkait.
Pemberantasan :
- Pemerintah perlu lebih cepat lagi dalam upaya pemberantasan
narkoba di Indonesia. Dengan terus memperkuat institusinya
melalui kerja sama dan tindakan nyata dalam rangka menuju
Indonesia Bebas Narkoba tahun 2015.
Penindakan
- Konsisten dalam proses penindakan tanpa kemudian dicampuri
dengan proses di luar hukum yang dapat mengakibatkan lemahnya
penegakan hukum bagi kejahatan narkoba.

similar documents