Leila S. Chudori - Pesta Media 2013

Report
MENULIS : MERANGKAI KATA
DAN CERITA
Leila S.Chudori
There is no such thing as a moral or an
immoral book. Books are well written or
badly written”(Picture od Dorian Gray,
Preface-Oscar Wilde)
Faktor apa yang kita butuhkan untuk
menulis sebuah karya yang baik?
BAKAT
• Ini faktor yang sulit diraba; ada benang tipis antara
‘minat’ dan bakat.
• Bakat adalah sebuah pemberian alam
• Tetapi bakat akan selalu sia-sia jika tidak disertai
beberapa faktor lain bisa menjadi pupuk, air dan
vitamin agar lahir karya-karya yang baik.
KERJA KERAS
• Inilah faktor utama dari lahirnya sebuah karya yang
cemerlang
• Merawat Kemampuan Teknis:
• Berlatih:
• Rajin Observasi
RAJIN MEMBACA
• Jika anda ingin menulis dengan baik, anda
harus menjadi seorang bookworm
• Bacalah karya-karya sastra. Jatahkan minimal
satu buku dalam dua pekan
• Datang ke acara-acara diskusi sastra atau
komunitas buku orang lain
• Bacalah karya-karya klasik Pramudya Ananta
Toer, Umar Kayam, Ahmad Tohari, NH Dini,
Mark Twain, Ernest Hemingway, JD Salinger
hingga penulis kontemporer seperti Milan
Kundera, Julian Barnes, Zadie Smith, Alice
Sebold dan lainnya
SIKAP
• Rendah hati dan berlaku seperti sebuah sponge
• Jika seorang penulis rendah hati, dia akan tahu
bahwa dia harus banyak belajar, banyak membaca,
banyak berlatih, banyak mendengar dan bertanya,
banyak meresap seperti sebuah sponge.
TIPS DAN TEKNIK PENULISAN
IDE
• Segalanya dimulai dari ide.
• Ide tak harus diperoleh dari tempat
yang megah; tak selalu harus dengan
latar belakang yang heboh
• Catatlah berbagai ide itu. Satu cerita
bisa saja terdiri dari beberapa ide yang
diramu dalam satu cerita.
Contoh IDE
• Setiap pagi, jika anda berjalan-jalan di sekeliling
kompleks rumah anda, bayangkanlah, seperti apakah
rumah A yang kebunnya berantakan dengan keluarga
beranak 5? Mungkin berisik dan penuh mainan.
Bagaimanakah hubungan suami-isteri itu? Harmonis?
Bertengkar terus? Bagaimanakah keluarga besar mereka?
Tipe keluarga yang ikut campur? Keluarga relijius?
• Atau rumah B, suami-isteri musisi tanpa anak. Seperti
apakah rumahnya?
• Mengobservasi lingkungan rumah kita tak berarti kita
akan menulis tentang mereka, tetapi untuk belajar
bagaimana memperhatikan gerak-gerik manusia yang
wajar dan realistik.
TEMA
• Tema sebetulnya hanya akan
membantu anda untuk fokus.
• Tantangan utama membuat tema yang
berbeda dengan latar belakang adalah:
janganlah latar belakang itu menjadi
tempelan belaka
Contoh TEMA
•
anda ingin membuat sebuah kisah cinta dengan latar belakang
perang kemerdekaan 1945. Tema utama adalah kisah cinta
pasangan tersebut; sedangkan perang kemerdekaan Indonesia
•
Tantangan utama membuat tema yang berbeda dengan latar
belakang adalah: janganlah latar belakang itu menjadi tempelan
belaka. Kisah perang Indonesia melawan Belanda harus berhasil
masuk dan diramu dengan persoalan cinta antar pasangan
tersebut.
Jika latar belakang itu hanya tempelan, maka niscaya karya itu
gagal
Latar belakang hanya menjadi eksotisme/pajangan belaka.
Contoh: pasangan itu datang dari dua keluarga yang berbeda.
Yang lelaki datang dari keluarga yang membela Republik, sang
ayah ikut berjuang dan bergabung dengan salah satu pasukan
Sudirman, misalnya. Sang perempuan adalah puteri dari orangtua
yang berpihak pada Belanda
PLOT
• Sejak awal seorang penulis sudah harus menyiapkan
kerangka plot. Yang paling umum adalah plot 3 babak
yang dikenal dalam novel dan film konvensional.
• Babak 1: perkenalan karakter dan problem
• Babak 2: Puncak problem/klimaks
• Babak 3: Penyelesaian
Tetapi tentu saja setiap karya yang bagus tak harus
selalu mengikuti konsep 3 babak ini
PLOT (2)
• Plot yang sudah harus anda siapkan untuk sebuah cerita
pendek ataupun novel kita-kira seperti sinopsis untuk diri
anda:
• Babak 1: Protagonis anda seorang lelaki yang jatuh cinta
pada seorang perempuan dengan latar belakang perang
kemerdekaan 1945.
• Babak 2: suasana memanas, baik di kawasan konflik,
maupun antar kedua keluarga protagonis. Terjadi
pergulatan psikologi keluarga dan pasangan yang jatuh
cinta.
• Babak 3: Akhir cerita. Indonesia merdeka. Apakah
pasangan ini tetap bertahan atau berpisah?
KARAKTER
• “If you take real people and write about them you
cannot give them other parents than they have
(they are made by their parents and what happens
to them) you cannot make them do anything they
would not do. You can take you or me or Zelda or
Pauline or Hadley or Sara or Gerald but you have
to keep them the same and you can only make
them do what they would do. You can’t make one
be another. Invention is the finest thing but you
cannot invent anything that would not actually
happen…. Goddamn it you took liberties with
peoples’ pasts and futures that produced not
people but damned marvellously faked case
histories.”
KARAKTER (2)
• Implikasi dari kutipan panjang di atas
kira-kira adalah: saat membentuk
karakter/tokoh, anda harus membuat
tokoh itu sesuai fitrahnya dalam cerita
• Untuk saya: membangun tokoh/karakter
adakah bagian yang paling sulit sekaligus
paling menggairahkan dan menyenangkan.
Kita menciptakan sebuah karakter artinya
kita juga sekaligus membangun ‘sejarah
tokoh tersebut’
Contoh KARAKTER
•
Saya mengambil contoh
yang
paling mudah saja, tokoh di dalam
novel “Pulang”. Tokoh Segara
Alam adalah putera dari Hananto
Prawiro ,seorang aktivis kiri yang
dieksekusi
pada
saat
Alam
berusia lima tahun. Alam adalah
anak bungsu dari tiga bersaudara.
Kedua
kakaknya
perempuan:
Kenanga dan Bulan, dan ibunya:
Surti
,semuanya
mengalami
kekerasan saat di tahun 1965-68
tentara mengejar dan memburu
ayah Alam.
Contoh KARAKTER
Maka bagaimana kita menumbuhkan
sosok Alam?
Contoh KARAKTER
• Saya memilih dia menjadi pemuda yang keras,
pemarah dan tak sabar.
• Dia tak punya sosok Ayah, maka pamannya, Aji
Suryo menjadi substitusi baginya. Karena dia
sungguh pemarah sejak kecil, dia dimasukkan ke
dalam lembaga bela diri karate, dengan maksud agar
dia bisa belajar menahan diri (meski pada akhirnya
dia lebih sering menghajar kawan-kawan di
kelasnya karena dia diejek sebagai ‘putera
pengkhianat negara)
AKHIR CERITA
• Ini adalah hal pelik.
• Pembaca Indonesia umumnya menyukai akhir yang
bahagia
• Namun, anda harus jujur pada diri sendiri apakah
cerita ini layak untuk diakhiri dengan kebahagiaan
atau dengan kepedihan. Jangan memaksa diri
MENULIS: INTRO/ALINEA ADALAH SALAH
SATU BAGIAN TERPENTING
• Setelah kerangka ini anda siapkan; anda mulai menulis
dan mencoba disiplin paling tidak menulis dua jam dalam
sehari
• Dari seluruh petunjuk di atas, hal yang paling penting
adalah meringkus perhatian pembaca pada ALINEA
PERTAMA pada halaman pertama
• Dua alinea pertama anda harus berhasil membuat
pembaca melekat pada novel/cerita pendek Anda
MENULIS: INTRO/ALINEA ADALAH SALAH
SATU BAGIAN TERPENTING (2)
• contoh Alinea pertama yang menarik dan magnetis :
Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer (Hasta Mitra,
1981):
“ORANG MEMANGGIL AKU: MINKE. Namaku
sendiri.....Sementara ini tak perlu benar tampilkan diri di
hadapan mata orang lain.
Pada mulanya catatan pendek ini aku tulis dalam masa
berkabung: dia telah tinggalkan aku, entah untuk sementara
entak tidak..”
MENULIS: INTRO/ALINEA ADALAH SALAH
SATU BAGIAN TERPENTING (3)
Analisis:
Pada kalimat pertama ini, seorang pembaca ‘pemula’ akan
menganggapnya sebagai perkenalan biasa seorang protagonis
dari novel tersebut. Seorang pembaca yang sudah biasa
bergaul dengan buku sastra akan memperhatikan elemen
misteri yang terbangun sejak awal. Mengapa kalimat pertama
ditulis dengan huruf kapital. Mengapa nama seorang pribumi ini
tak lazim: Minke. Di mana dan kapan latar belakang cerita ini?
Anda bertanya siapa Minke, latar belakangnya, mengapa dia
bernama Minke dan mengapa dia terkesan enggan berkisah
tentang dirinya sejak awal kecuali menampilkan namanya yang
unik itu. Siapa yang meninggalkan dia hingga dia berkabung
Contoh lain
• Novel pemenang Booker Prize 2011, The Sense of an Ending
karya Julian Barnes
“I remember, in no particular order:
A shiny wrist;
Steam rising from a wet sink as a hot frying pan is laughingly
tossed into it;
Gouts of sperm circling a plughole, before being sluiced down
the full length of tall house....”
Analisis
• Pembukaan Julian Barnes dari novel yang menggemparkan ini
adalah sebuah adegan penting yang kemudian menjadi kunci
dari akhir cerita yang penuh teka-teki. Deskripsinya tampak
sederhana: sebuah kenangan protagonis terhadap ibunda dari
bekas kekasihnya. Bagaimana sang ibu yang memasak sarapan
untuk sang protagonis dengan gaya yang santai, begitu saja;
tetapi entah mengapa justru menimbulkan sebuah daya tarik
magnetis yang tak dipahaminya sendiri. Novel ini adalah satu
dari sedikit novel drama keluarga yang berhasil membuat
suspend (kejutan) pada akhir cerita yang sungguh
menggemparkan sekaligus menyedihkan
Contoh Lain
• Cerpen A Perfect Day for Bananafish, JD
Salinger (dalam kumpulan “Nine Short
Stories)
• “There were ninety-seven New York
advertising men in the hotel, and the way
they were monopolizing the long distance
lines, the girl in 507 in 507 had to wait from
noon till almost two-thirty to get her call
through. She used the time though. She read
an article in a women’s pocket-size
magazine, called “Sex is Fun-or Hell”. She
washed her comb and brush. She took the
spot out the skirt of her beige suit.....”
Analisis
• JD Salinger memulai cerita pendek legendarisnya dengan
sebuah deksripsi yang terlihat ‘biasa’. Sebuah kesibukan di
sebuah hotel di Florida, dan seorang isteri usia muda yang
menyibukkan diri untuk mendapatkan line telpon. Hal yang
‘biasa’ ini lama kelamaan terasa semakin ganjil ketika akhirnya
sang perempuan, bernama Muriel berbincang dengan ibunya
ditelpon; dan dari obrolan mereka kita mengenal sosok utama
cerpen ini: Seymour Glass, seorang protagonis Salinger yang
brilian, unik, aneh, magnetis, spiritual yang akhirnya
mengakhiri hidupnya pada akhir cerpen ini.
Sekian

similar documents