Masyarakat Standardisasi dalam Mendukung ASEAN Economic

Report
MASTAN
DALAM MENDUKUNG
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 :
PELUANG DAN TANTANGAN
Syamsir Abduh
Universitas Trisakti-DPN Mastan
Medan, 26 Juni 2013
ASEAN COMMUNITY 2015





ASEAN Community terdiri atas tiga pilar utama yang saling
terintegrasi, yakni ASEAN Security Community, ASEAN
Economic Community, dan ASEAN Socio-Culture Community.
Wajah baru ASEAN : One Vision, One Identity and One
Community
Membangun ASEAN yang lebih Kuat dan Solid
Mengapa ASEAN semakin relevan dan penting di tengah
gejolak peta pergeseran kekuatan regional di kawasan ini?
Mengapa ASEAN diperlukan sebagai sentra kendali bagi
masyarakat ASEAN, yang terbentang di 10 negara anggota
yang tersebar dari ujung Myanmar hingga ufuk timur
Indonesia, Merauke?
ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)

AEC ini bertujuan untuk mendorong efisiensi dan
daya saing ekonomi di kawasan ASEAN
1. single market dan production base,
2. penciptaan kawasan regional ekonomi yang
berdaya saing tinggi,
3. menuju penciptaan kawasan regional ekonomi
yang berdaya saing tinggi,
4. menuju satu kawasan dengan pembangunan
ekonomi yang merata serta menuju integrasi
penuh pada ekonomi global.
AEC 2015: PERAN INDONESIA?
Penerapan AEC 2015 ini akan berdampak pada
perekonomian negara-negara di kawasan ASEAN.
 Terbukanya akses-akses ekonomi akan
memunculkan persaingan di sektor usaha
semakin tinggi.
 Bukan hanya bersaing di dalam negeri,
pengusaha-pengusaha Indonesia akan
berhadapan secara langsung dengan pengusaha
di tingkat regional.

AEC 2015:
INDONESIA DI PERSIMPANGAN JALAN




Pertama, jika Indonesia mampu memanfaatkannya,
perekonomian Indonesia akan mencapai kejayaan.
Kedua, perekonomian Indonesia akan terjun bebas.
Artinya Indonesia hanya dimanfaatkan sebagai pasar bagi
berbagai komoditas
barang dan jasa negara-negara ASEAN.
Ketiga, begitu banyak yang perlu segera dilakukan untuk
mengatasi berbagai ketertinggalan, khususnya dalam
kecepatan doing business, peraturan dan perundangan,
birokrasi, permodalan, infrastruktur, dan kualitas produk.
Keempat, peningkatan daya saing adalah kebutuhan
masa kini yang harus segera dipenuhi.
NILAI TAMBAH
Kunci Lompatan Ekonomi
1 kg biji kopi = Rp 18,000
8 gram kopi = Rp 18,000
NILAI TAMBAH
Kunci Lompatan Ekonomi
1 kg bunga = Rp 2,000
1 ton bunga kenanga =
15 kg atsiri @ Rp 210,000
28 gram = US$ 82
STANDAR DAN DAYA SAING GLOBAL
•Keunggulan Produk
Kompetitor
•Perilaku & Selera
Pasar/Konsumen
•Standar & Regulasi
Teknis Negara tujuan
ekspor
•Ketertelusuran &
keberterimaan
Pengukuran
ProduK Impor
•Murah & Menarik
•Kualitas (?)
PRODUK EKSPOR
Edukasi & membangun budaya
mutu, standar dan cinta produk
Nasional
•Teknologi & Inovasi
•Penerapan SNI (UKM)
•Kewirausahaan/Modal
Akses Pasar
INDUSTRI & UKM
Nasional
Mampu menghadirkan produk
nas. yg unggul, mampu bersaing
& digemari masyarakat
•QCD
INFRASTRUKTUR MUTU
Quality
Daya Saing Produk Nasional
Metrology
Standardization
Conformity
Assessment
PP102/2000
KSNSU
BSN
Keppres 79/2001
Keppres 103/2001
Pengembangan,
pemeliharaan dan
desiminasi ketertelusuran standar
ukuran
Pengembangan,
penerapan dan
pemeliharaan
standar (SNI)
KAN
Keppres 78/2001
Akreditasi LPK
dan Sertifikasi (LPK
= Lembaga Penilaian
Kesesuaian)
METROLOGI-PROSES PRODUKSI & TRANSAKSI PASAR
INDUSTRI
Transaksi
PASAR
Daya
Quality
Konsumen
Spek Teknis
SNI
•Berat/Volume/Panjang
•Meter kWh/gas/air
•Pulsa HP/telepon
Alat Ukur
TERA
PROSES
Produksi
PRODUK
Saing
Metrologi Industri
Alat Ukur
Lemb. Sertifikasi
Produk
Besaran
Metrologi Industri
Lab. Penguji
Alat Ukur
Lemb. Inspeksi
Metrologi Legal
LAB. Kalibrasi
Metrologi Ilmiah
Lembaga Metrologi Nas
KELEMBAGAAN STANDARDISASI DALAM PERDAGANGAN
ISO/IEC
ILAC/IAF
BIPM
APLAC/PAC
BSN
OIML
CIPM
APMP
APLMF
KSNSU
KAN
LMN : (Metrologi Ilmiah)
SNI
LPK (Lab. Kalibr)
•Voluntari
•Wajib
LIPI/BATAN
Metrologi Industri/Terapan
Metrologi Legal
DIMET
INSTRUMENTASI dan KENDALI (Alat Ukur - Sensor)
Mesin dan Peralatan Industri
Tera
Bahan Baku
Proses Produksi
INDUSTRI
Produk
Pasar
Konsumen
TENTANG MASTAN
DEKLARATOR
APA ITU MASTAN ?

MASTAN atau Masyarakat Standardisasi Indonesia adalah
suatu organisasi yang bersifat independen; mandiri, nirlaba
dan terbuka yang dideklarasikan para pemangku
kepentingan standardisasi pada tanggal 18 Desember
2003 berdasarkan tindak lanjut dari hasil Konvensi
Nasional para pemangku kepentingan di Jakarta pada
tanggal 15 Oktober 2003

Deklarator MASTAN meliputi wakil dari unsur pelaku usaha/
produsen,
konsumen,
pakar/cendekiawan,
dan
pemerintah yang terkait dan/atau memperhatikan
standardisasi (a.l. Ir Aburizal Bakrie, Ir Thomas Dharmawan, Dra
Indah Suksmaningsih, Almarhum Prof Dr Nurcholis Madjid,, Ir Iman
Sudarwo, dan Dr Ir Delima H Azahari)
APA ITU MASTAN ? (lanjutan)

sebagai wadah untuk mensinergikan pelaku usaha,
konsumen, ilmuwan dan pemerintah dalam upaya
mewujudkan
 industri nasional dengan daya saing yang tangguh
di tingkat nasional, regional dan internasiona,l serta
 perlindungan
konsumen, pelaku usaha dan
masyarakat lainnya dengan penerapan dan
pengembangan
sistem
mutu, keselamatan,
keamanan, kesehatan, maupun fungsi kelestarian
lingkungan hidup melalui Sistem Standardisasi
Nasional (SSN) yang selaras dengan Sistem
Internasional
KEANGGOTAAN MASTAN

Berdasarkan kelembagaan terdiri dari anggota
perorangan, perusahaan, organisasi nirlaba, dan
organisasi pemerintah, serta anggota kehormatan

Berdasarkan komponen pemangku kepentingan terdiri
atas unsur kelompok pelaku usaha/ produsen,
konsumen, cendekiawan dan regulator/pemerintah

Berdasarkan data per 31 Desember 2012, jumlah
anggota MASTAN sebanyak 3673 anggota
GRAFIK PERKEMBANGAN ANGGOTA dan
KOMPOSISI STAKEHOLDER ANGGOTA MASTAN
per 31 Mei 2013
4000
3500
3000
2500
2000
1500
1000
500
0
2973
3173
3533
3758
3844
2605
Pemerintah,
1225, 32%
Cendekiawan
/ Akademisi
1143
30%
Pelaku
Usaha, 1204,
31%
Konsumen,
272, 7%
PARTISIPASI ANGGOTA MASTAN
DALAM E-BALLOTING RANCANGAN SNI
12000
10691
11056
9490
10000
7491
8000
6523
6000
4000
2000
3800
818
1121
1472
1644
1858
0
Jumlah RSNI
Jumlah Suara eBallot
1999
BAGAIMANA PERAN MASTAN ?

Sebagai salah satu jalur utama dalam pengusulan
pengembangan standar nasional yang diperlukan pasar (atau
pemangku
kepentingan)
dalam
program
nasional
pengembangan standar (PNPS)

Sebagai pihak utama yang memperoleh kewenangan dan
tanggung jawab untuk menyelenggarakan konsensus nasional
rancangan SNI (standar nasional Indonesia) melalui SISNI
pada tahap jajak pendapat dan pemungutan suara anggota
MASTAN terkait

Berpartisipasi aktif dalam pemasyarakatan (penerapan)
standar, peningkatan posisi Indonesia dalam forum
standardisasi internasional dan regional, serta pembinaan
kemampuan sumberdaya manusia di bidang standardisasi
FOKUS PROGRAM MASTAN TAHUN 2010-2015
1. Konsolidasi dan Penguatan Organisasi MASTAN
2. Rekrutasi dan Pembinaan Kompetensi, Partisipasi dan Peran
Anggota MASTAN di Bidang Standardisasi
3. Peningkatan Kemampuan Penerapan Standar dan Penilaian
Kesesuaian
4. Advokasi, Konsultasi dan Pelatihan Standardisasi
5. Sosialisasi/kampanye gerakan budaya peduli standar dan
mutu (termasuk publikasi, promosi, penyuluhan dll)
6. Pengembangan Jejaring Nasional, Regional, Dan Internasional
Di Bidang Standardisasi Termasuk Peningkatan Partisipasi
Organisasi Dalam Kerjasama Tersebut
Bersama untuk Maju Bersama
Terima Kasih..
20

similar documents