Capaian Pembelajaran Minimum

Report
Mengapa Terintegrasi?
Perhatikan persoalan dlm kehidupan!
1. Penentuan awal Ramadhan?
2. Penentuan Idhul Fitri dn Adha?
3. Hukum anak di luar nikah?
4. Umat Islam cukup membayar zakat saja atau
harus jg membayar pajak?
6. Bunga bank?
7. Bayi tabung?
8. Kehalalan makanan? Dsb.
Islam normatif VS Islam historis
Secara normatif: Nabi Muhammad SAW diutus
sbg rahmat bg alam semesta; Rasul diutus
utk menyempurnakan akhlak; sebaik baik
manusia yg bermanfaat bg manusia lain;
umat Islam adalah umat terbaik.
Tetapi scr historis/empiris: umat Islam selama
berabat-abat hidupnya terbelakang, tdk
merdeka, terdhalimi, tdk adil, penuh korupsi,
dsb.
Integrasi Ilmu
Integrasi ilmu dapat dilakukan dg
memasukkan ilmu-ilmu keislaman
ke dalam bangunan keilmuan umum
atau sebaliknya.
SDM
asing
ALASAN EKSTERNAL
• Tantangan dan persaingan
global
• Ratifikasi Indonesia di
berbagai konvensi
KKNI
(IQF)
ALASAN INTERNAL
Sebuah
Pernyataan
kualitas SDM
Indonesia
• Kesenjangan mutu, jumlah
dan kemampuan
• Relevansi penghasil vs
pengguna pengangguran
• Beragam aturan kualifikasi
• Beragam pendidikan
Penilaian
kesetaraan
dan
pengakuan
kualifikasi
SDM
Indonesia
[email protected]
9
8
7
6
5
4
3
2
1
kerangka penjenjangan kualifikasi
kerja yang menyandingkan,
menyetarakan, mengintegrasikan,
sektor pendidikan dan pelatihan
serta pengalaman kerja dalam
rangka pemberian pengakuan
kompetensi kerja sesuai dengan
jabatan kerja di berbagai sektor.
perwujudan
mutu dan jati diri
bangsa Indonesia
terkait dengan sistem
pendidikan dan
pelatihan serta
program peningkatan
SDM secara nasional
Jenjang kualifikasi adalah
tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional,
disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan/ atau
pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal,
nonformal, informal, atau pengalaman kerja.
[email protected]
S3
S2
S1
D4
9
Sp
8
D3
D2
7
D1
SMA
SMP
6
5
4
3
2
1
Tingkat keahlian
AQF
EQF
SQF
kemampuan dalam
ke-profesi-an
Jabatan pada
perusahan,
industri,
kepegawaian
Tingkat
penghargaan
masy/pengguna
tenaga kerja
[email protected]
AFTA 2015
9
8
7
Sarjana
Indonesia
6
5
4
3
2
1
ASEAN
endrotomoits@ yahoo.com
DESKRIPSI LEVEL 6
(setara dengan lulusan S1)
9
KEMAMPUAN
KERJA
8
7
6
PENGUASAAN
PENGETAHUAN
5
4
3
2
1
KEWENANGAN
DAN
TANGGUNG JAWAB
• Mampu mengaplikasikan bidang keahliannya dan
memanfaatkan IPTEKS pada bidangnya dalam
penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi
terhadap situasi yang dihadapi.
• Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan
tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian
khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara
mendalam, serta mampu memformulasikan
penyelesaian masalah prosedural.
• Mampu mengambil keputusan yang tepat
berdasarkan analisis informasi dan data, dan
mampu memberikan petunjuk dalam memilih
berbagai alternatif solusi secara mandiri dan
kelompok.
Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan
dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil
kerja organisasi.
KEMAMPUAN KERJA
UMUM DITETAPKAN
DALAM SNPT
TERCANTUM DALAM
DESKRIPSI UMUM
KKNI
KEMAMPUAN
KERJA KHUSUS
DITETAPKAN
MENTERI ATAS
USUL FORUM
PRODI
9
8
7
6
5
4
DITETAPKAN MENTERI
ATAS USUL FORUM
PRODI SESUAI
RUMPUN ILMU
SEBAGIAN DITETAPKAN
DLM SNPT SEBAGIAN
DIUSULKAN FORUM
PRODI
3
2
1
[email protected]
1. mampu melakukan penerapan ilmu pengetahuan dan atau teknologi,
melalui penalaran ilmiah, dengan menggunakan pemikiran logis, kritis
dan inovatif;
2. mampu melakukan pengkajian pengetahuan dan atau teknologi di
bidangnya berdasarkan kaidah keilmuan yang disusun dalam bentuk
skripsi/laporan tugas akhir, atau menghasilkan karya desain/seni
beserta deskripsinya berdasarkan metoda atau kaidah rancangan
baku;
3. mampu mempublikasikan hasil tugas akhir atau karya desain/ seni
yang dapat diakses oleh masyarakat akademik;
4. mampu mengkomunikasikan informasi dan ide melalui berbagai
media kepada masyarakat sesuai dengan bidang keahliannya.
• Berdasarkan rumpun ilmu sesuai nomenklatur
keilmuan
• Diusulkan oleh forum prodi sejenis , diperiksa
oleh tim pakar, ditetapkan oleh Menteri
• Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu
menunjukkan sikap religius;
• Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta tanggungjawab pd negara & bangsa;
• Mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berdasarkan Pancasila;
• Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan moral dan etika;
• Mampu bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta
kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
• Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
• Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara;
• Mampu menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
• Mampu menginternalisasi semangat kemandirian dan kejuangan.
1. Mampu bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya
secara mandiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian
hasil kerja institusi atau organisasi dengan mengutamakan
keselamatan dan keamanan kerja.
2. Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis
dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pekerjaan yang
menjadi tanggung jawabnya
3. Mampu mengelola pembelajaran diri sendiri.
4. Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan
pembimbing, kolega, sejawat di dalam maupun di luar institusi
[email protected]
CAPAIAN PEMBELAJARAN
PARAMETER
DESKRIPSI
SIKAP DAN
TATA NILAI
(learning outcomes)
D3
S1
Profesi
S2
S3
level 5
level 6
level 7
level 8
level 9
Mengacu pada deskripsi umum KKNI
KEMAMPUAN DI
BIDANG KERJA
Diturunkan dari profil lulusan
PENGETAHUAN
YANG DIKUASAI
Kesesuaian dengan rumpun ilmu
KEWENANGAN dan
TANGGUNG JAWAB
Lingkup tanggung jawab bidang keahlian
[email protected]
BAN PT
LEARNING
OUTCOMES
PERGURUAN
TINGGI
Calon
Mhs
PROSES
PEMBELAJARAN
SPMI
Masyarakat
akademik
Leader
Dosen - pengelola
Organisasi
Dana
Pegawai
Resources
Lab
Pustaka
Dokumen
Kurikulum
STANDAR
KOMPETENSI
KERJA
KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA
PENILAI KUALITAS PT
Pengakuan
Masyarakat
ASOSIASI
PROFESI
SISTEM PERGURUAN TINGGI
BERUBAH
PROSES
PEMBELAJARAN
SPMI
Leader
Masyarakat
akademik
Pengakuan
Masyarakat
Dosen - pengelola
Organisasi
Dana Pegawai
Resources
Lab
Dokumen
Pustaka Kurikulum
Kebutuhan
pendidikan
Kurikulum yang disarankan oleh IBE UNESCO
The International Bureau of Education UNESCO
(The International Comission on Education for the 21 st Century)
EMPAT PILAR PENDIDIKAN
Learning to know (think)
Learning to do (learn)
Learning to be
Learning to live together
Life long learning
Pengelompokan mata kuliah dalam kurikulum dan perubahannya
ELEMEN KOMPETENSI
(SK mendiknas no.045/U/2002)
KURIKULUM
INTI
KURIKULUM
INSTITUSIONAL
Kompetensi
utama
Kompetensi
pendukung
Kompetensi
lainnya
40%-80%
20%-40%
0-30%
Landasan Kepribadian
Keilmuan dan Ketrampilan
Keahlian Berkarya
Sikap dan Perilaku Berkarya
Berkehidupan Bermasyarakat
Kompetensi Utama
ditetapkan oleh kalangan Perguruan Tinggi, masyarakat profesi
dan pengguna lulusan.
Kompetensi Pendukung dan Kompetensi lainnya
ditetapkan oleh Institusi penyelenggara program studi
PERUBAHAN DALAM SNPT 2013
Kurikukulum INTI
CAPAIAN PEMBELAJARAN
(DRAFT Permendikbud SNP 2013)
Capaian
Pembelajaran
Minimal
Kurikulum
INSTITUSIONAL
Capaian
Pembelajaran
Penciri PT
Sikap dan tata nilai
pengetahuan
Kemampuan psikomotorik
Kewenangan dan tanggung jawab
Capaian Pembelajaran Minimum
dirumuskan oleh forum atau pertemuan pengelola program studi sejenis, yang kemudian
disyahkan oleh menteri sesuai degan kualifikasi KKNInya
Capaian Pembelajaran penciri PT
ditetapkan oleh Institusi penyelenggara program studi
KBI
KBK
KBK
Kurikulum
Nasional
Kurikulum inti
& Institusional
Kurikulum
Pendidikan Tinggi
KBI :
KBK :
KKNI dan SNPT :
MKU
MKDK
MKK
Kompetensi Utama
Kompetensi Pendukung
Kompetensi Lainnya
Kompetensi lulusan =
capaian pembelajaran
minimum
MK Wajib
100-110
sks
Kompetensi Utama :
kesepakatan
program
studi sejenis
Perumusan kompetensi
lulusan melibatkan kelompok
ahli yang relevan, asosiasi
profesi , instansi pemerintah
terkait/pengguna lulusan.
Implikasi kebijakan dalam penyusunan kurikulum
KURIKULUM NASIONAL
1994
(no. 056/ U/ 1994 )
KONTEKS ILMU/ IPTEKS
KURIKULUM INTI &
INSTITUSIONAL
(no. 045/ U/ 2002)
KONTEKS KEBUDAYAAN
yang menjadi fokus adalah
materi keilmunya
yang menjadi fokus adalah
kemampuan orangnya
penetapan sejumlah
mata kuliah wajib untuk
suatu program studi
kesepakatan sejumlah
kompetensi utama/ minimal
untuk suatu program studi
oleh
KONSORSIUM
(MIPA/SENI/TEKNOLOGI)
dievaluasi oleh
Perguruan tinggi sendiri
oleh
FORUM PROGRAM STUDI
SEJENIS & STAKEHOLDERS
dievaluasi oleh
PT dan masyarakat
endrop3ai@ its.ac.id
KONSEP
LULUSAN
MUTU
LULUSAN &
RELEVANSI
PROFIL
LULUSAN
termuat dalam
Visi dan Misi
dirumuskan
dalam
KOMPETENSI LULUSAN
(capaian pembelajaran)
dicapai
dengan
dicapai
dengan
PROGRAM
AKADEMIK
utamanya
dalam
Pengaturan
Bahan Kajian
(Peta Keilmuan)
mendukung &
melengkapi
hard skills
Strategi
Pembelajaran
(SCL)
soft skills
[email protected]
Kebijakan
Universitas &
Program Studi
Masukan
Asosiasi &
Stake holders
Tugas Tim
Kurikulum Prodi
Kelompok Studi/
Bidang studi /
Laboratorium
Keterlibatan
semua dosen
prodi
Ketetapan
Program studi
dan Universitas
Tugas
Dosen pengampu
mata kuliah
[email protected]
Kebijakan
Universitas &
Program Studi
Tugas Tim
Pengembang
Kurikulum Prodi
Kelompok Studi/
Bidang studi /
Laboratorium
Peta keilmuan
Program Studi
Tracer study
Analisis SWOT
(University values)
(Need assessment)
(Scientific vision
Prodi)
PROFIL LULUSAN
(Market signal)
Masukan
Asosiasi &
Stake holders
RUMUSAN
CAPAIAN PEMBELAJARAN
(Learning Outcomes)
Pemilihan bahan
kajian :
Tingkat keluasan,
Tingkat kedalaman,
Tingkat kemampuan
yang ingin dicapai
Matriks bhn kajian capaian pembelajaran
Konsep mata kuliah
dan besarnya sks
Keterlibatan
semua dosen
Konsep mata kuliah
terintegrasi
Ketetapan
Program studi
Struktur kurikulum &
Rancangan pembelajaran
DOKUMEN KURIKULUM BARU
4 pilar pendidikan
UNESCO
Tugas Tim
Pengembang
Kurikulum Prodi
Konsep
kurikulum
Konsep &
Strategi
pembelajaran
1. Pemilihan profil lulusan
Profil lulusan adalah jawaban terhadap pertanyaan :
Program studi ini akan menghasilkan lulusan seperti apa ?
Suatu ‘peran’ di kehidupan yang dapat dilakukan oleh lulusan di
kemudian hari (outcomes ).
CONTOH PROFIL SARJANA
ARSITEKTUR
CONTOH PROFIL SARJANA
PERTANIAN
CONTOH PROFIL
PSIKOLOGI
•
•
•
•
Arsitek profesional
Peneliti/Akademisi
Birokrat lingkungan
Kontraktor
•
•
•
•
•
Konselor
Guru PAUD
Konsultan HRD
Manajer HRD
Administrator
psikotes
• Trainer/pengembang
SDM
•
•
•
•
Manajer
Peneliti & pengamat
Administrator
Pendidik
Tim DIKTI 2011
Untuk dapat berperan
sebagai profil tersebut,
dibutuhkan sejumlah kompetensi yang
harus dimiliki oleh lulusan
Tim DIKTI 2011
MAKNA KOMPETENSI
(dalam Bahasa Inggris)
•PELATIHAN
(CBT)
•MENEKANKAN
PADA SKILLS
•HASIL
LANGSUNG
(OUTPUT)
•Ngelas, nyolder,
menerima telp
dll
competency
K
0
M
P
E
T
E
N
S
I
competence
•PENDIDIKAN
(CBC)
•INTEGRASI
KOGNITIF –
AFEKSI –
PSIKOMOTOR
•HASILNYA TIDAK
LANGSUNG
•Mengelola,
merancang dll
Pengertian Kompetensi dalam pendidikan
(Pengetahuan)
KOGNITIF
KEMAMPUAN
(BLOOM)
AFEKTIF
(sikap,nilai,minat)
PSIKOMOTOR
(ketrampilan)
Sebuah Model Kompetensi-bidang kedokteran
Profesional authenticity
A simple model of competence
DOES
BEHAVIOR
SHOW HOW
KNOWS HOW
KNOWS
Miller GE. The assessment of clinical skills/ competence/
performance. Academic Medicine (Supplement) 1990; 65 :
563.57.
COGNITION
2. Dari profil lulusan ke perumusan kompetensi
CONTOH
PENCIRI
PROGRAM STUDI
PENCIRI
LEMBAGA/
INSTITUSI
PENCIRI
NASIONAL
SARJANA SENI
KOMPETENSI
UTAMA
KOMPETENSI
KHUSUS
KOMPETENSI
UMUM
KOMPETENSI
APA
YANG
MENJADI CIRI
SARJANA
PERGURUAN
TINGGI
INI ?
LIMA MATA KULIAH
WAJIB NASIONAL
(PP 17/2010)
1. Pendidikan
agama (2)
2. Kewarganegara
an (2)
3. Pancasila (2)
4. Bahasa
Indonesia (2)
PROFIL LULUSAN
1
Pencipta
seni
Mampu mengksplorasi
secarakreatif
Memiliki sikap nasionalisme
Religius
2
Pengkaji
3
Pengelola
Mengidetifikasi dan
menyelesaikan masalah seni
Menguasai berbagai
pendekatan
Memiliki pengetahuan
menejemen
berjiwa kepemimpinan
4
Pendidik
seni
Melestarikan dan
mengembangkan IPTEKS
Memiliki tanggung jawab
keilmuan
Tim DIKTI 2011
PROFIL
LULUSAN S1
1
2
Manajer /
Administrator
Peneliti
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MINIMUM
Mampu mengelola bagian dari industri
pertanian berdasarkan prinsip
manajemen
Memiliki leadership
Mampu melakukan penelitian sesuai
kaidah keilmuan dan mampu
mengkomunikasikan hasilnya.
Memiliki kepekaan terhadap masalah
pertanian
Menguasai prinsip-prinsip
3
Pendidik
Memiliki kemampuan untuk belajar
sepanjang hayat
Mampu berkomunikasi dalam forum
ilmiah bidang pertanian
4
Penyuluh
CAPAIAN PEMBELAJARAN
TAMBAHAN SESUAI
VISI-MISI PT SENDIRI
Mampu merencanakn dan melaksanakan
program penyuluhan bidang pertanian
Dikaji apakah
kemampuan
lulusannya sudah
setara dengan
level 6 KKNI (S1)
CAPAIAN PEMBELAJARAN SARJANA
AKADEMIK S1 (MENURUT PERMENDIKBUD
SNPT)
menerapkan ilmu pengetahuan dan/atau
teknologi di bidang keahliannya melalui
penalaran ilmiah berdasarkan pemikiran
logis, kritis, sistematis, dan inovatif;
mengkaji pengetahuan dan atau teknologi
di bidang keahliannya berdasarkan kaidah
keilmuan, atau menghasilkan karya
desain/seni beserta deskripsinya
berdasarkan kaidah atau metoda
rancangan baku, yang disusun dalam
bentuk skripsi atau laporan tugas akhir;
mempublikasikan hasil tugas akhir atau
karya desain/ seni, yang memenuhi syarat
tata tulis ilmiah, dan dapat diakses oleh
masyarakat akademik;
CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(DITETAPKAN OLEH ASOSIASI PROGRAM
STUDI)
CAPAIAN PEMBELAJARAN SARJANA
AKADEMIK S1 (MENURUT PERMENDIKBUD
SNPT)
menyusun dan mengkomunikasikan ide
dan informasi bidang keilmuannya secara
efektif, melalui berbagai bentuk media
kepada masyarakat akademik;
mengambil keputusan secara tepat
berdasarkan analisis dalam melakukan
supervisi dan evaluasi terhadap pekerjaan
yang menjadi tanggungjawabnya;
mengelola pembelajaran diri sendiri;
mengembangkan dan memelihara
jaringan kerja dengan pembimbing,
kolega, sejawat baik di dalam maupun di
luar lembaganya.
CAPAIAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(DITETAPKAN OLEH ASOSIASI PROGRAM
STUDI)
(1)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
(Learning outcomes)
(Kompetensi Lulusan)
(2)
BAHAN KAJIAN/
materi ajar yang
harus dikuasai
(3)
DICAPAI LEWAT
strategi
pembelajaran
(4)
PENILAIAN/ASSES.
tingkat
ketercapaian
• Sesuai dengan
deskripsi KKNI baik
kelengkapan unsur
deskripsinya maupun
level kualifikasinya
• Sesuai dengan
rumpun ilmunya
• Dipilih
berdasarkan
capaian
pembelajaran
yang diharapkan
• Penilaian proses
sama pentingnya
dengan penilaian
produk/hasil
belajar.
• Dengan
pertimbangan 3
aspek:
mahasiswa,
sarana -media,
dan macam
bahan kajian
• Penggunaan
instrumen rubrik
dan porto folio
• Merupakan hasil
kesepakatan prodi
sejenis
• Tetapi setiap Prodi
tetap bisa menambah
kemampuan
lulusannya sesuai
dengan visi dan misi
PT nya masingmasing.
• Dipilih yang
diperlukan untuk
memenuhi capaian
pembelajaran
tersebut
• Berdasarkan bidang
keilmuan yang akan
dikembangkan
• Ditambah dengan
keilmuan yang
dibutuhkan lulusan
untuk masa depan
Paragraf 2 UUPT Tahun 2012
RUMPUN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pasal 10
1) Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi merupakan
kumpulan sejumlah pohon, cabang, dan ranting Ilmu
Pengetahuan yang disusun secara sistematis
2) Rumpun Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terdiri atas :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
rumpun ilmu agama
rumpun ilmu humaniora
rumpun ilmu sosial
rumpun ilmu alam
rumpun ilmu formal, dan
rumpun ilmu terapan
3) Rumpun ilmu ini dapat diturunkan dalam cabang dan
ranting ilmu hingga pada pokok bahasan
IS : Information System
CS : Computer Science
SE : Software Engineering
IT : Information Technologi
CE : Computer Engineering
Diolah dari presentasi Aptikom
Tahapan pembentukan mata kuliah
PROFIL
LULUSAN
1
2
3
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
BAHAN
KAJIAN
MATA
KULIAH
Pembentukan mata kuliah
PROFIL
LULUSAN
CAPAIAN
PEMBELAJARAN
BAHAN
KAJIAN
1
2
3
Mata kuliah A bersifat komprehensif  KONSEP BLOK
Mata kuliah B bersifat parsial
MATA
KULIAH
MEMBANGUN STRUKTUR KURIKULUM
• Berdasar logika keilmuan.
• Asumsi dasar, ada prasyarat.
• Parsial, integrasi diakhir
Huminity, Social science,
profesional practice & Ethic
Engineering Displine
Specialization
Mathematic & Basic
Science
Engineering Design
Basic Engineering
(Engineering Principle)
Basic Engineering
(Engineering Principal)
Engineering Design
Mathematic &
Basic Science
Engineering Disipline
Specialization
Humanistic,social science ,
profesional practice & ethic
(ada dua model struktur kurikulum)
• Berdasar strategi pembelajaran
• Prasyarat dieliminir dalam
proses pembelajaran
• Integrasi lebih awal.
Tim DIKTI
MATA KULIAH
Semester
ALTERNATIF
sks
A
B
C
Sem 8
18
12
10
Sem 7
18
18
18
Sem 6
18
19
19
Sem 5
18
19
19
Sem 4
18
19
19
Sem 3
18
19
19
Sem 2
18
19
20
Sem 1
18
19
20
1
2
3
4
5
6
7
Program
Pendidikan
Akademik
Sem 12
Sem 11
Sem 10
Sem 9
Tim DIKTI 2011
a. RENCANA
b. PEMBELAJARAN
(CURRICULUM PLAN)
(ACTUAL CURRICULUM)
RANCANGAN TUGAS
Tgs 1
Studi kasus
RENCANA PEMBELAJARAN
Mng
Pokok Bahasan
1
Lingkup
manajemen DAFTAR MATA KULIAH
2
Manajemen
3
1
Manjemen I
Perkembangan
.
UTS
.
.
15
UAS
PROSES
PEMBELAJARAN
Ref.
SEMESTER I
sks
4
2
Pengantar Ekonomi
3
3
Statistik
3
4
Bahasa Indonesia
2
5
Bahasa Inggris
2
6
Pancasila
2
7
Olah raga
2
18
PROSES EVALUASI
(Assessment)
PENCIPTAAN
SUASANA AKADEMIK
[email protected]
KOMPETENSI dan MATA KULIAH (BSNP)
KOMPETENSI UMUM
(penciri nasional)
MATA KULIAH UMUM/ WAJIB :
•
•
•
•
Pendidikan Agama
Pendidikan Kewarganegaraan
Pancasila
Bahasa Indonesia.
KOMPETENSI UTAMA
(penciri program studi)
MATA KULIAH KEAHLIAN
KOMPETENSI KHUSUS
(penciri Universitas)
(2 sks)
(2 sks)
(2 sks)
(2 sks)
STANDAR ISI dari BSNP
(dalam proses penetapan)
1
Kurikulum berbasis kompetensi
dengan mengacu pada 4 ranah
kompetensi (pengetahuan, kemampuan
berkarya, kewenangan dan tanggung
jawab, sikap tata nilai)
2
Satu Semester
Minimal 16 minggu
3
Beban studi S1
Beban studi S2
Beban studi S3
Minimal 144 sks (lama studi 4-7 th)
36-42 sks (lama studi 1-3 tahun)
42-54 sks (lama studi 3-6 tahun)
4
Mata kuliah wajib S1 dan D3
a. Pendidikan agama
b. Pendidikan Kewarganegaraan
c. Bahasa Indonesia
d. Pendidikan Pancasila
5
Mata kuliah wajib untuk S2
a. Filsafat Ilmu (2 sks)
Minimal 8 sks
2 sks
2 sks
2 sks
2 sks
Minimal 4 sks
Kompetensi lulusan harus mengandung 5 elemen kompetensi
RUMUSAN KOMPETENSI
1
Kompetensi Utama
ELEMEN KOMPETENSI
A
B
C
D
E
V
V
V
V
V
V
V
V
2
3
V
4
V
5
6
V
V
Kompetensi Pendukung
V
7
V
V
8
V
V
V
V
9
10
Kompetensi lainnya
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
(A) Landasan kepribadian. (B) Penguasaan ilmu, pengetahuan, teknologi, seni dan OR
(C) Kemampuan berkarya (D) Sikap dan perilaku dalam berkarya
(E) Pemahaman kaidah berkehidupan bermasyarakat
Tim DIKTI 2011
3. Menetapkan bahan kajian/ materi ajar
untuk menetapkan bahan kajian yang akan dipelajari perlu
MENYUSUN PETA KEILMUAN BIDANG STUDI
1. Bahan kajian yang ditetapkan oleh program studi,
diambil dari peta keilmuan (IPTEKS) yang menjadi
ciri program studi atau dari khasanah IPTEKS yang
akan dibangun oleh program studi sendiri.
2. Bahan kajian bisa ditambah bidang/cabang ilmu yang
dianggap diperlukan bagi lulusan untuk antisipasi
pengembangan ilmu di masa depan.
3. Bahan kajian bisa juga dipilih berdasarkan analisis
kebutuhan dunia kerja/profesi yang akan diterjuni
oleh lulusan di masa datang.
Tim DIKTI 2011
4. Membentuk mata kuliah dan menetapkan besarnya sks
1. Dibuat matriks yang menunjukkan hubungan antara kompetensi dengan
bahan kajian, untuk membentuk sebuah mata kuliah.
2. Dalam konsep ini, sebuah mata kuliah memungkinkan berisi berbagai bahan
kajian yang terkait erat dan diperlukan untuk disatukan karena
pertimbangan efektifitas pembelajaran.
Artinya suatu bahan kajian dipahami dalam konteks tertentu.
( Materi etika bisa digabung dengan materi rekayasa, atau mungkin dengan
manajemen. Belajar matematika dalam konteks elektro, sangat mungkin
menjadi satu mata kuliah ). Konsep ini yang memungkinkan kurikulum
disusun secara blok (misal di PS Kedokteran).
3. Demikian pula sebuah mata kuliah dapat dibangun dari satu bahan kajian
untuk mencapai satu kompetensi atau beberapa kompetensi sekaligus.
4. Sehingga dengan adanya penggabungan bahan kajian ini, ada
kecenderungan jumlah mata kuliah menjadi lebih sedikit dengan bobot sks
yang lebih besar.
Tim DIKTI 2011
CONTOH FORMAT MATRIKS KOMPETENSI DENGAN BAHAN KAJIAN
RUMUSAN
KOMPETENSI
1
Kompetensi Utama
2
3
4
5
6
Kompetensi Pendukung
7
8
9
10
Kompetensi lainnya
BAHAN KAJIAN
(bidang ilmu, cabang ilmu, ranting ilmu atau pokok
bahasan yang digunakan untuk membentuk kompetensi)
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
1
Kemampuan merancang arsitektur
2
Kemampuan mengkomunikasikan ide.
3
Kemampuan bekerjasama
4
Memiliki kepekaan masalah nyata
5
Kemampuan membaca gambar
6
Memiliki kemampuan managerial & leadership
7
Mempunyai kemampuan dasar praktek
8
Kemampuan belajar sepanjang hayat
9
Berfikir & berkomunikasi secara akademik& etis.
10
kemampuan mengembangkan arsitektur
11
Menjunjung tinggi norma akademik
12
Memiliki penget. strategi pembangunan
A
Mk
B
m
k
C
Ciri
PT
Lingk & IT
Strategi pemb
Untuk
ms dpn
CAD
Permukiman
Mata kuliah
Ars nusantara
Lansekap ars
Interior
Yang
dikemb
Sains ars-tek
IPTEKS
pelengk
Perk. Ars.
Seni
IPTEKS
pendukung
Perencanaan
RUMUSAN KOMPETENSI
Struktur bang.
Inti keilmuan
Teori, metode
CONTOH
PEMBENTUKAN MATA
KULIAH
Desain ars.
BAHAN KAJIAN
Besarnya sks mata kuliah dimaknai sebagai :
a. Waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk
dapat mencapai suatu kompetensi/ learning
outcomes dengan metode pembelajaran yang dipilih.
b. Waktu yang dibutuhkan mahasiswa untuk menguasai
bahan/ materi ajar dengan kedalaman dan keluasan
yang ditetapkan.
c. Besarnya peran dalam pencapaian kompetensi/
learning outcomes lulusan, yang ditunjukkan dengan
proporsi besarnya sks mata kuliah ini terbanding
terhadap keseluruhan beban studi di tiap semester.
Tim DIKTI 2011
PERKULIAHAN
Kegiatan
tatap muka
60 menit
PENGERTIAN
1 sks
(sebagai satuan
waktu kegiatan)
Kegiatan
terstruktur
60 menit
Kegiatan
mandiri
60 menit
RESPONSI - TUTORIAL
100 menit kegiatan tatap muka
100 menit
kegiatan mandiri
PRAKTIKUM- STUDIO- BENGKEL
Semua kegiatan dihitung
per Minggu - per Semester
4 jam kegiatan di laboratorium/ studio/ bengkel
Pengertian SATU sks
dalam standar isi (BSNP)
•
•
•
•
•
•
Kuliah, adalah kegiatan belajar perminggu per semester yang terdiri dari 3 kegiatan
yaitu tatap muka , Tugas terstruktur , dan belajar mandiri ,masing-masing 60 menit.
Responsi/ tutorial/ seminar, adalah kegiatan per minggu per semester yang terdiri
dari tatap muka dan belajar mandiri masing-masing 100 menit.
Praktikum adalah kegiatan belajar di laboratorium/ bengkel/ studio, selama 4 jam
(240 menit) perminggu, per semester.
Praktek lapangan/ kerja praktek, adalah kegiatan praktek di lapangan selama 160
jam per semester atau 10 jam (600 menit) per minggu.
Skripsi/ tugas akhir/ karya seni/ bentuk lain yang setara, adalah kegiatan
penelitian/pembuatan model/ pembuatan dan atau pergelaran karya seni/
perencanaan/ perancangan, setara dengan 4 jam (240 menit) per minggu, per
semester.
Tesis dan disertasi adalah kegiatan penelitian yang setara dengan 4 jam (240 menit)
per minggu, per semester.
LEVEL 6
• Mampu memanfaatkan IPTEKS dalam bidang keahliannya, dan
mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi dalam
penyelesaian masalah.
• Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara
umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan
tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan
penyelesaian masalah prosedural.
• Mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan analisis
informasi dan data, dan memberikan petunjuk dalam memilih
berbagai alternatif solusi. Mampu Menggerakkan masyarakat untuk
menjadi lebih berdayaguna (community development)
• Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi
tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi.
LEVEL 7
• Mampu merencanakan dan mengelola sumberdaya di bawah
tanggung jawabnya, dan mengevaluasi secara komprehensif
kerjanya dengan memanfaatkan IPTEKS untuk menghasilkan
langkah-langkah pengembangan strategis organisasi.
• Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau
seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan
monodisipliner.
• Mampu melakukan riset dan mengambil keputusan strategis
dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh atas semua
aspek yang berada di bawah tanggung jawab bidang
keahliannya.
LEVEL 8
• Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau
seni di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya
melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji.
• Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau
seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter
atau multidisipliner .
• Mampu mengelola riset dan pengembangan yang bermanfaat
bagi masyarakat dan keilmuan, serta mampu mendapat
pengakuan nasional maupun internasional.
LEVEL 9
• Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau
seni baru di dalam bidang keilmuannya atau praktek
profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya
kreatif, original, dan teruji.
• Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau
seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter,
multi atau transdisipliner.
• Mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset
dan pengembangan yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan
dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat
pengakuan nasional maupun internasional.
PP 17 TAHUN 2010
Pasal 97
1) Kurikulum perguruan tinggi dikembangkan dan
dilaksanakan berbasis kompetensi.
2) Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program
studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan
oleh tiap-tiap perguruan tinggi dengan mengacu Standar
Nasional Pendidikan.
3) Kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling
sedikit memenuhi elemen kurikulum sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
landasan kepribadian;
penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga;
kemampuan dan keterampilan berkarya;
sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian
berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai;
penguasaan kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan
keahlian dalam berkarya.

similar documents