SA-Skema Jenjang Dikti

Report
SKEMA JENJANG
SISTIM PENDIDIKAN TINGGI
Komisi Pengembangan
SENAT AKADEMIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
SKEMA
JENJANG
SISTIM
PENDIDIKAN
TINGGI
SKEMA
JENJANG
SISTIM
PENDIDIKAN
TINGGI
UGM
PascaSarjana
DrTerapan
(DBA)
Mag Terapan
(MBA,MPA)
Sar Terapan
(Dipl.Eng.)
S-3
S-3
Dr Sains
(Ph.D.)
SP-2
S-2
MTer
S-2
MSi
Mag Sains
(MSc, MEc)
SP-1
180-190 sks
S-1
Sar Sains
(UnderGrad)
Profesi
140-160 sks
D-4
Sar Muda
Non Gelar
(alm)
Profesi/spesialis
Ahli Madya
D-3
Ahli Muda
D-2
80-90 sks
Ahli Pratama
D-1
40-50 sks
Jalur Vokasi (D)
S-0
Jalur Akademik(S)
110-120 sks
• Alih jalur dengan syarat (entry
requirements):
– Menempuh sejumlah pre-requisite untuk
memenuhi core competences
Keruwetan SKEMA JENJANG SISTIM PENDIDIKAN TINGGI di Indonesia
PascaSarjana
DrTerapan
(DBA)
Mag Terapan
(MBA,MPA)
Sar Terapan
(Dipl.Eng.)
S-3
S-3
Dr Sains
(Ph.D.)
SP-2
S-2
MTer
S-2
MSi
Mag Sains
(MSc, MEc)
SP-1
180-190 sks
S-1
Sar Sains
(UnderGrad)
Profesi
140-160 sks
D-4
Sar Muda
Non Gelar
(alm)
Profesi/spesialis
Ahli Madya
D-3
Ahli Muda
D-2
80-90 sks
Ahli Pratama
D-1
40-50 sks
Jalur Vokasi (D)
S-0
Jalur Akademik(S)
110-120 sks
Pasal 19 ayat (1)
Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan
menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana,
magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan
tinggi.
Pasal 20 ayat (3)
Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi,
dan/atau vokasi.
Penjelasan Pasal 15
Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan
pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu
pengetahuan tertentu.
Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana
yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan
persyaratan keahlian khusus.
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan
peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu
maksimal setara dengan program sarjana.

similar documents