SMK Rujukan sebagai sekolah yang efektif

Report
Pengembangan SMK
Tahun 2015-2019
&
Quick-Wins
Direktorat Pembinaan SMK
Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jakarta, 26 November 2014
1
1
DATA PENDUKUNG 2010-2014
Latar Belakang
1. Efektifitas pembinaan SMK yang terkait dengan Mutu, relevansi,
akses, kelembagaan, peserta didik dan proses pembelajaran;
2. Dorongan dari eksternal : MEA 2015, Sertifikasi Kompetensi,
Persaingan, kebutuhan industri, dan tuntutan masyarakat;
3. Responsi kepercayaan masyarakat yang makin memilih SMK;
4. Revitalisasi SMK dibidang program keahlian, SDM, manajemen
dan kebutuhan lokal;
5. Perlunya wadah keunggulan di SMK sebagai bagian dari layanan
prima kepada masyarakat;
6. Membangun sinergitas antara pemerintah dengan pemerintah
provinsi, Kab/kota, industri dan masyarakat.
HASIL PENGEMBANGAN SMK
2010-2014
KONDISI
KONDISI
SMK
8.593
SISWA
3.276.921
GURU*
122,622
SMK
9,164
SISWA
3,737,158
GURU*
135,930
KONDISI
SMK
9,918
SISWA
4,019,157
GURU*
156,268
KONDISI
KONDISI
SMK
12.177
KONDISI
SMK
11,708
SISWA
4.415.179
SMK
10,685
SISWA
4,372,406
GURU
219,000
SISWA
4,189,519
GURU
197,000
GURU
179,000
2014
2013
2012
2009
2010
2011
INTERVENSI
1. Pencitraan, 2. Beasiswa, 3. Revitalisasi Sarpras, 3. Pembelajaran Berbasis TIK,
4. Pengembangan Teaching Industry, 5. Penambahan Guru Produktif,
6. Kemitraan dengan PT, 7. Kemitraan dengan Industri, 8. Penambahan RKB/USB
JUMLAH SEKOLAH & SISWA SMK NAS (1)
Jumlah SMK
Jml Siswa
Banyak
(600 ke atas)
19%
Range Siswa Jumlah SMK % Jumlah Siswa
%
Jml Siswa Banyak
2,174 18.55
2,242,608 54.94
(600 ke atas)
Jml Siswa Sedang
(200 - 599)
Jml Siswa Sedikit
(001 - 199)
TOTAL
3,531
30.13
1,246,771
30.54
6,016
51.33
592,409
14.51
11,721
100
4,081,788
100
Jml Siswa
Sedikit
(001 - 199)
51%
51.33
Jml Siswa Sedikit
(001 - 199)
14.51
Jml Siswa
Sedikit
(001 - 199)
14%
30.13
Jml Siswa Sedang
(200 - 599)
Jml Siswa
Sedang
(200 - 599)
30%
Jumlah Siswa
30.54
18.55
Jml Siswa Banyak
(600 ke atas)
54.94
-
10.00
20.00
30.00
% SMK
% SISWA
40.00
50.00
60.00
Jml Siswa
Sedang
(200 - 599)
31%
Jml Siswa
Banyak
(600 ke atas)
55%
Tingkat Kebekerjaan Lulusan SMK
2010/2011
NO
2011/2012
2012/2013
2013/2014
INDIKATOR
JUMLAH
1 Jumlah Lulusan
%
JUMLAH
1,010,339
%
JUMLAH
1,086,387
1,169,218
58% 730,059
%
JUMLAH
%
1,241,398
Jumlah Lulusan yang
Bekerja
556,797
55%
632,385
Jumlah Lulusan yang
3 Bekerja Mandiri
(Wirausaha)
50,153
5%
55,141
5%
61,337
5%
68,028
5%
2
62%
804,674 65%
4
Jumlah Lulusan yang
Bekerja Sambil Kuliah
51,527
5%
56,492
5%
61,968
5%
68,276
5%
5
Jumlah Lulusan yang
Melanjutkan
71,835
7%
79,306
7%
88,860
8%
98,070
8%
Bantuan Kepada SMK
2010 - 2014 • RKB 2012
= 528
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
USB
RPS
Peralatan
RBOS
BKM
Beasiswa
=
=
=
=
=
=
Ruang
140 Unit
300 Unit
30 Set
3,8 juta Siswa
345.709 Siswa
20.000 Siswa
•
•
•
•
•
•
•
2014
RKB
= 3.100 Ruang
USB
= 23 Unit
RPS
= 250 Unit
Peralatan = 700 Set
BOS
= 4.3 juta Siswa
BSM
= 550.000 siswa
Beasiswa = 18.355 Siswa
2010
RKB
= 1.015 Ruang
USB
= 140 Unit
RPS
= 300 Unit
Peralatan = 708 Set
RBOS
= 3 juta Siswa
Beasiswa = 5.000 Siswa
2010
Baseline :
• Siswa SMA:SMK = 60%:40%
• APK SMK = 25 %
• SMK Unggul = 90 Sekolah
• Spektrum keahlian = 121 Kom.
•
•
•
•
•
•
2011
RKB
= 528 Ruang
USB
= 55 Unit
RPS
= 27 Unit
Peralatan = 5.743 Set
RBOS
= 3,3 juta Siswa
Beasiswa = 180.000 Siswa
•
•
•
•
•
•
•
2015
2013
RKB
= 1.015 Ruang
USB
= 140 Unit
RPS
= 300 Unit
Peralatan = 700 Set
RBOS
= 3,87 juta Siswa
BSM
= 617.057 Siswa
Beasiswa = 14.426 Siswa
Ketercapaian 2014 / Kontrak Kinerja
• Siswa SMA:SMK = 49%: 51%
• APK SMK = 35 %
• SMK Unggul = 330 Sekolah
• Spektrum keahlian = 128 Kom.
7
2
RENCANA PENGEMBANGAN SMK 2015-2019
Usulan Bantuan Kepada SMK
2015 - 2019 • RKB 2017
= 12.061 Ruang
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
USB
RPS
Peralatan
BOS
PIP
Beasiswa
= 93 Unit
= 7.543 Ruang
= 17.108 Set
= 5.407 juta Siswa
= 1,081 juta Siswa
= 20.852 Siswa
•
•
•
•
•
•
•
2018
RKB
= 11.092 Ruang
USB
= 91 Unit
RPS
= 7.543 Ruang
Peralatan = 17.108 Set
BOS
= 5,624 juta Siswa
PIP
= 1,124 juta Siswa
Beasiswa = 21.478 Siswa
2015
RKB
= 10.501 Ruang
USB
= 136 Unit
RPS
= 7.543 Ruang
Peralatan = 17.108 Set
BOS
= 4,851 juta Siswa
PIP
= 970.378 Siswa
Beasiswa = 19.655 Siswa
2015
Baseline :
• Siswa SMA:SMK = 49%:51%
• APK SMK = 33%
• SMK Rujukan= 109 Sekolah
•
•
•
•
•
•
•
2016
RKB
= 10.666 Ruang
USB
= 120 Unit
RPS
= 7.543 Ruang
Peralatan = 17.108 Set
BOS
= 5,199 juta Siswa
PIP
= 1,039 Juta Siswa
Beasiswa = 20.245 Siswa
•
•
•
•
•
•
•
2019
2019
RKB
= 11.595 Ruang
USB
= 102 Unit
RPS
= 7.543 Ruang
Peralatan = 17.108 Set
BOS
= 5,849 juta Siswa
PIP
= 1,169 juta Siswa
Beasiswa = 22.122 Siswa
Ketercapaian 2019/ Kontrak Kinerja
• Siswa SMA:SMK = 40%: 60%
• APK SMK = 44 %
• SMK Rujukan= 1.650 Sekolah
9
Milestone Akses , Mutu dan Relevansi SMK s.d 2020
2018
Pembangunan, Pendampingan,
Revitalisasi spektrum SMK •
7,5% lulusan berwirausaha •
Penguatan dan Produktivitas
2020
Implementasi MEME** •
2014
• BOS Dikmen
• PMU
• 109 SMK Rujukan
• 340 SMK Maritim
• 650 Buku Kejuruan
• Verifikasi Wilayah
2014
baseline
84,0
38,6
88,0
300
2016
• 500 SMK 4 tahun HOTS*
• Reorganisasi 6000 SMK kecil
• UN online semua mapel
• Tabletisasi SMK
2015
• Revitalisasi SMK 4 tahun
• K13 seluruh kelas
• 1650 SMK Rujukan dibina
• UN online T. Kejuruan
• Sertifikasi lulusan SMK via UKK
% APK SMK/SMA/MA
% APK SMK
% Kebekerjaan Lulusan SMK
SMK Rujukan
* HOTS = High Order Thinking Skills
2019
• APK SMK 60 % dari SM
• 3500 SMK punya TEFA
• TV SMK on deman SMK
Dwi bahasa.
• 789 SMK Maritim
2017
• 1000 SMK dgn Sertifikasi int’l
• e- Pembelajaran
• 2300 Materi animatif online
Target 2020 /
Kontrak Kinerja
96,0
44,0
93,0
1.650
** MEME = Multi Entry Multi Exit
10
3
QUICK-WINS
1. Kebijakan
2. Program
1. Kartu Indonesia Pintar
2. SMK Rujukan
3. SMK Kemaritiman
4. SMK Pertanian
5. SMK di Pondok Pesantren
1. KEBIJAKAN
Hasil yang diharapkan :
Sekolah kondusif
Tersedia, terjangkau,
berkualitas, memiliki tata
kelola yg baik.
Orangtua peduli
Guru penyemangat
Sadar pendidikan, aktif
memberi stimulus, tekun
mendampingi.
Peduli pada murid,
berkompeten, belajar
berkelanjutan.
Organisasi profesi
suportif
Lulusan Mandiri
dan Berkepribadian
Warga peduli
Menyusun kurikulum
khusus, menjadi
narasumber.
Konsisten memantau, aktif
berkontribusi.
Industri suportif
Menyusun kurikulum
khusus, aktif berkontribusi.
Pemerintah
suportif
Menyediakan akses dan
jaminan, menyederhanakan
birokrasi, memiliki tata
kelola yang baik.
PINTAR: GERAKAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT UNTUK INDONESIA PINTAR
Sekolah kondusif
Percontohan sekolah pintar
yang memenuhi SPM dan
adanya program sister school
serta komunitas pembelajar
Kepala Sekolah/Madrasah
Guru penyemangat
Orang tua peduli
Guru yang mengikuti program
pendidikan karakter dan
pelatihan online, serta
mendapatkan coaching rutin
dari Kepala Sekolah /
Madrasah
Orang tua akan ikut memonitor
kondisi sekolah, pencapaian
siswa dan kompetensi diri
sendiri lewat Buku Panduan
Orang Tua
Warga peduli
Partisipasi “Masyarakat Pejuang
Pendidikan” melalui Blusukan
Nilai (survey nasional nilai-nilai
baik) dan Kelompok Pengawas
Mandiri
Lulusan Mandiri
dan Berkepribadian
Industri suportif
Program pemagangan di
industri, pendampingan
profe-ssional untuk
meningkatkan tata kelola
akuntansi sekolah, dan menjadi
narasumber penyusunan
kurikulum
Pesantren global
Pemberdayaan santri tani
mandiri dan akreditasi
pesantren
Pemerintah suportif
Pendistribusian KIP dan
perluasan penerima bantuan
termasuk anak putus sekolah,
kesetaraan dan peningkatan
BOS, perluasan penerima
bantuan operasional
Rangkuman Quick Win
Quick win
Definisi
Pelaksana
1. Indonesia
Pintar
Program holistik Indonesia Pintar dengan 5 komponen:
a. Pendistribusian Kartu Indonesia Pintar
b. Kesetaraan dan peningkatan unit cost BOS: Untuk SMA/MA menjadi Rp. 2,35 jt per tahun, untuk SMK/MAK Rp.
2,972 jt per tahun, penyetaraan BOS MI sesuai dengan SD, penyetaraan BOS MTS sesuai dengan SMP
c. Bantuan Operasional untuk penyelenggara pendidikan kesetaraan / keaksaraan / PAUD / TBM / inklusi / lifeskill /
layanan khusus, serta tunjuangan guru untuk daerah 3T; diutamakan untuk satuan pendidikan yang telah
terakreditasi
d. Peningkatan tata kelola akuntansi untuk institusi pendidikan dasar & menengah di kecamatan-kecamatan pilot
e. Percontohan sekolah pintar: pilot program di sekolah/madrasah di 10 kabupaten untuk mencapai SPM,
mempraktikkan sister school, menjalankan pendampingan pendidikan karakter guru, menguatkan komunitas
pembelajar Kepala Sekolah/Madrasah, dan berpartisipasi dalam pelatihan online untuk guru
f. Badan Perijinan Pesantren: pembentukan badan di Hari Santri Nasional (1 Muharram) untuk melegitimasi
keberadaan pesantren, percontohan “Smart Pesantren”
•
•
•
•
•
•
•
•
Tim/sekretariat
yang diketuai
Kemensos
Kemdikbud
Kemenag
Kemdagri
Perbankan
PSDK, IHF
Pemda
BAS
2. Meningkatkan
keterampilan
kerja, kewirausahaan dan
kepedulian sosial
a.
•
•
•
•
•
•
Kemdikbud
Dikti
Kemenag
Kemen Desa
Kem-UMKM
Pemkab/prov
3. Santri Tani
Mandiri
Program pemberdayaan santri di 1.000 desa pilot mandiri benih yang dimana dalam 1 tahun pesantren diharapkan
mempunyai aset produktif
•
Kemenag
4. Masyarakat
pejuang
pendidikan
Partisipasi masyarakat dalam pendidikan melalui 3 komponen:
a. Buku panduan untuk orang tua yang akan digunakan untuk memonitor kondisi sekolah, kemampuan anak dan
kompetensi orang tua yang diharapkan sesuai jenjang belajar
b. Blusukan nilai—survey satu Indonesia yang diluncurkan pada hari Sumpah Pemuda 2014 untuk mendapatkan nilainilai dan praktik-praktik baik bangsa Indonesia
c. Kelompok pengawas mandiri untuk kualitas sekolah dan guru, di mana: 1) Stakeholder pendidikan bisa
mengirimkan sms ke nomor hotline mengenai kualitas sekolah/guru, dan 2) Kelompok professional di tingkat
kabupaten/kota bertemu secara berkala untuk mendiskusikan hasil sms
•
Kemdikbud
5. Evaluasi
Pendidikan
Universal
Evaluasi di tahun 5, 8 dan 11 yang memasukkan elemen tumbuh kembang anak dan kompetensi akademik sebagai
standar minimum kenaikan kelas
•
Kemdikbud
b.
Gerakan Kewirausahaan Nasional:
• Portal online kewirausahaan
• Jaringan kewirausahaan di 30 universitas terkemuka
• Olimpiade kewirausahaan nasional
Program pemagangan dengan 4 komponen:
• Pemagangan siswa SMK di tahun 10 atau 11 di perusahaan mitra selama 3 bulan
• Pelatihan kewirausahaan untuk siswa SMA yang mengambil ekstra kurikuler vokasi
• Pemagangan mahasiswa S-1 di industri selama 6 bulan
• KKN tematik di 3.500 desa pilot untuk 35.000 mahasiswa s-1, SMK dan LPTK selama 2 bulan
Indonesia Pintar
 5 komponen :
1.
2.
3.
4.
Pendistribusian Kartu Indonesia Pintar untuk 28 juta anak (miskin & rentan miskin—
40% dari populasi)
Kesetaraan dan peningkatan unit cost BOS: Untuk SMA/MA menjadi Rp. 2,35 jt per
tahun, untuk SMK/MAK Rp. 2,972 jt per tahun, penyetaraan BOS MI sesuai dengan SD,
penyetaraan BOS MTS sesuai dengan SMP
Bantuan Operasional untuk penyelenggara pendidikan kesetaraan / keaksaraan / PAUD
/ TBM inklusi / lifeskill / layanan khusus; diutamakan untuk yang telah terakreditasi
Peningkatan tata kelola akuntansi untuk institusi pendidikan dasar & menengah di
kecamatan-kecamatan pilot:
i. Panduan akuntansi dasar dalam bentuk buku
ii. Sistem pelaporan tata kelola dan akuntasi untuk sekolah/madrasah yang terhubung online di tingkat
kecamatan dan pusat
iii. Pendampingan oleh professional perbankan untuk Kepala Sekolah / Madrasah
5.
6.
Percontohan sekolah pintar: pilot program di 10 kabupaten yang akan menjalankan 4
program: 1) Penguatan komunitas pembelajar Kepala Sekolah & Madrasah, 2)
Pendampingan pendidikan karakter untuk guru, 3) Sister school, 4) Memenuhi SPM, 5)
Pelatihan online bagi guru
Badan Akreditasi Pesantren: program akreditasi pesantren untuk mengukur kualitas
pesantren; pesantren yang terakreditasi akan mendapatkan bantuan dana operasional
QUICK-WIN # 1 : Program Indonesia Pintar
Tujuan Program Indonesia Pintar
1. Menjamin anak usia 7-18 tahun untuk mendapatkan
layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan
menengah untuk mendukung program Pendidikan
Menengah Universal/ Wajib Belajar 12 Tahun.
2. Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus
sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan akibat
kesulitan ekonomi.
3. Menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan
agar kembali mendapatkan layanan pendidikan di
sekolah/madrasah/pesantren/pusat kegiatan belajar
masyarakat (PKBM)/sanggar kegiatan belajar
(SKB)/lembaga kursus dan pelatihan.
17
17
Sasaran PIP Tahun 2015
No
Jenjang
Proyeksi
Jumlah Siswa
2015
Sasaran KIP 2015
Rencana Sasaran Alt. 1 Rencana Sasaran Alt.
(+25%)
2 (+50%)
DIPA 2015
1 SD
26.439.515
5.046.921
19%
6.308.652
24%
7.570.382
29%
2 SMP
10.429.726
1.569.890
15%
1.962.363
19%
2.354.835
23%
3 SMA/SMK
9.410.343
975.033
10%
1.218.792
13%
1.462.550
16%
JUMLAH
46.279.584
7.591.844
16%
9.489.807
21%
11.387.767
25%
Sumber Data: Proyeksi Siswa, PDSP Kemdikbud, Mei 2014
“Tahun 2015, jumlah penduduk Indonesia usia 7-18 tahun diproyeksikan mencapai 54,05
juta orang, dan diperkirakan sekitar 46,3 juta penduduk berpartisipasi dalam pelayanan
pendidikan dasar dan menengah. Tahun 2015, Kemdikbud menyediakan program Kartu
Indonesia Pintar (KIP) bagi 7,6 juta siswa”
18
Sasaran dan Anggaran PIP Tahun 2015
DIPA 2015
No
Rencana Sasaran Alt. 1 (+25%)
Rencana Sasaran Alt. 2 (+50%)
Jenjang
Sasaran
Anggaran
Sasaran
Anggaran
Sasaran
Anggaran
1 SD
5.046.921
2.271.114.450
6.308.652
2.838.893.400
7.570.382,00
3.406.671.900
2 SMP
1.569.890
1.177.417.500
1.962.363
1.471.772.250
2.354.835,00
1.766.126.250
975.033
975.033.000
1.218.792
1.218.792.000
1.462.550,00
1.462.550.000
7.591.844
4.423.564.950
9.489.807
5.529.457.650
11.387.767
6.635.348.150
3 SMA/SMK
Total
Catatan:
1) Anggaran dalam ribuan
2) Satuan biaya:
SD
= Rp 450.000,SMP
= Rp 750.000,SMA dan SMK
= Rp 1.000.000,-
19
QUICK-WIN # 2 : SMK Rujukan
Pengembangan SMK Rujukan
1. Tiap SMK Rujukan Menyusun SDP (School Development Plan);
2. Tiap SMK Rujukan dibina secara bertahap pencapaian SNP;
3. Setiap SMK Rujukan memiliki fasilitas bersama yang meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Bengkel standard sesuai program keahlian yang dimiliki;
Sumber belajar/materi ajar online; website dan informasi kebekerjaan
Perpustakaan termasuk e-library
Bengkel unggul untuk praktik bersama,
jaringan internet yang cukup, server bahan ajar,
Tempat pendampingan/Pelatihan guru,;
Teaching Factory;
Testing center untuk kompetensi, produk dan jasa ; dan
Ruang Pamer produk/jasa SMK, dan hubungan industri.
SMK Rujukan & SMK Aliansi
Sekolah Efektif :
SMK Aliansi 1
1. Kepemimpinan yang profesional;
2. Visi dan tujuan bersama ;
SMK
Rujukan #1
SMK Aliansi 2
3. Kultur sekolah dan lingkungan belajar ;
4. Fokus pada kegiatan pembelajaran;
SMK Aliansi 3
5. Harapan yang tinggi pada hasil
pembelajaran;
SMK Aliansi 4
6. Penguatan/pengayaan/pemantapan
positif pada sikap;
7. Pemantauan kemajuan belajar ;
SMK
Rujukan # n
SMK Aliansi 1
8. Menguatkan Hak dan tanggung jawab
peserta didik;
SMK Aliansi 2
9. Pemberian Materi pembelajaran yang
kaya makna;
SMK Aliansi 3
SMK Aliansi 4
10.Pengelolaan institusi sebagai organisasi
pembelajar;
11.Perkuatan kemitraan antara keluargasekolah-industri.
(Harris and Bennett, 2001)
KRITERIA & Fungsi SMK RUJUKAN
KRITERIA
1. Memiliki peserta didik > 1000 siswa
2. guru produktif yg cukup ~ > 75
3. lahan yg siap dikembangkan>50000
m2;
4. jaringan kerja sama industri > 100
industri;
5. fasilitas sarana dasar yg baik;
6. Letak sekolah di lokasi strategis;
7. kinerja baik, khususnya dalam bidang
kebekerjaan, dan nilai UN;
8. Memiliki fasilitas kemampuan sebagai
TUK;
9. Para siswanya berkarakter baik.
FUNGSI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Sebagai SMK yang unggul, efektif
dan berakses besar;
Tempat TUK dan ujian online
teori kejuruan;
Sebagai SMK ICT Center;
Pusat pengembangan bahan ajar
SMK;
Pusat promosi lulusan SMK dan
kerjasama industri;
Fasilitasi pendampingan mutu
guru SMK aliansi;
Pengembangn bahan ajar SMK;
Pendamping bagi USB SMK
Negeri dan swasta yang sedang
berkembang.
Tahapan Pengembangan SMK Rujukan
No
Tahun
Jumlah
SMK
Rujukan
SMK Rujukan
yang membuka
program 4 Tahun
SMK Rujukan
yang Memiliki
Teaching Factory
SMK Rujukan yang
Terakreditasi
Internasional
1
2014
109
30
60
20
2
2015
300
160
320
75
3
2016
638
200
500
125
4
2017
975
240
680
160
5
2018
1213
260
860
180
6
2019
1650
275
1000
210
Catatan :
1. Program SMK 4 Tahun untuk mendukung penyediakan tenaga profesional skill tinggi;
2. Bekerjasama / terakreditasi secara internasional maknanya SMK Rujukan telah diakui
dan diakreditasi oleh industri, lembaga, institusi dan asoisasi profesi internasional;
3. Daya tampung siswa SMk Rujukan sampai dengan thn 2019 = 2,79 juta atau 49,3%.
4. Jumlah siswa yang dilayani termasuk siswa aliansinya adalah diproyeksikan
mencapai 4,23 Juta atau 74, 8 % dari total siswa SMK 5,65 juta di tahun 2019.
QUICK-WINS # 3 : Pengembangan SMK Kemaritiman
 Pengembangan SMK Perikanan dan Kelautan
dalam rangka Pengembangan Poros Maritim
Pembinaan SMK Bidang Kemaritiman
1. Pemetaan dan percepatan pembangunan SMK bidang kemaritiman:
1.
2.
3.
4.
Inventarisasi dan identifikasi unsur potensi maritim
Identifikasi dan iventarisasi industri dan jasa maritim
Inventarisasi kebutuhan infrastruktur pendukung
Inventarisasi industri berbasis kelautan antara lain :
• Industri perikanan
• Industri berbasis potensi sumber daya lokal
• Industri pariwisata bahari
• Industri jasa transportasi
• Perdagangan
2. Dukungan Pembinaan:
1. Revitalisasi SMK Kemaritiman yang ada termasuk Penambahan program di SMK
2. membangun USB SMK di daerah yang membutuhkan bidang maritim yang tinggi
3. Pengembangan 450 SMK unggulan di bidang maritim melalui dukungan untuk Ruang
kelas dan ruang bengkel, pembaruan peralatan, teaching factory, asrama.
4. Penguatan kelembagaan , tata kelola institusi, proses pembelajaran , kualitas PTK,
sertifikasi lulusan dan peningkatan kebekerjaan;
5. membangun sektor kewirausahaan yang berbasis keunggulan lokal
Quickwin Program SMK Pertanian
NO
Quickwins
Kebutuhan
Output
Kegiat
Volume
1. Pemenuhan Sarpras;
2. Sertifikasi Guru dan siswa;
3. Kerjasama magang
dengan armada niaga,
perikanan dan pariwisata.
Peningkatan kualitas Program SMK Unggul Bidang
4. Pengolahan hasil kelautan
Kemaritiman (Kelautan
400 SMK
1 Kemaritiman dengan
dan potensi ekonomi
Pembangunan SMK Kelautan dan Perikanan)
kelautan agar memiliki nilai
tambah;
5. Membangun wirausahawan
muda lulusan SMK Kelautan
dan Perikanan.
1. Pembangunan USB dan
sarpras SMK Kelautan dan
SMK bidang kelautan dan Perikanan;
perikanan yang mampu 2. Pengolahan hasil kelautan
Peningkatan Akses Program
dan potensi ekonomi
Kemaritiman , pengolahan hasil mengelola hasil
389 SMK
2
perikanan dan sumber
kelautan agar memiliki nilai
laut, serta pemberdayaan
daya kemaritiman
tambah;
keunggulan lokal
lainnya.
3. Membangun wirausahawan
muda lulusan SMK Kelautan
dan Perikanan.
BIDANG KEAHLIAN
SMK Perikanan dan Kelautan
5.1
5.2
Teknologi
Penangkapan Ikan
5.1.1
Nautika Kapal Penangkap Ikan
092
5.1.2
093
Teknologi dan
Produksi Perikanan
Budidaya
5.2.1
Teknika Kapal Penangkap Ikan
Budidaya Perikanan
Budidaya Krustacea
Budidaya Kekerangan
Budidaya Rumput Laut
Nautika Kapal Niaga
Teknika Kapal Niaga
5.2.2
5.2.3
5.2.4
5.3
Pelayaran
5.3.1
5.3.2
094
095
096
097
098
099
Grafik : SMK Kelautan/Kemaritiman
250
200
192
136
150
73
100
Jumlah SMK
91
50
0
Neutika Kapal
Teknika Kapal
Penangkap Ikan Penangkap Ikan
18000
16000
14000
12000
10000
8000
6000
4000
2000
0
Neutika Kapal
Niaga
15390
Teknika Kapal
Niaga
15046
7767
6070
Neutika Kapal
Teknika Kapal
Penangkap Ikan Penangkap Ikan
Neutika Kapal
Niaga
Jumlah Siswa
Teknika Kapal
Niaga
QUICK-WINS # 4 : SMK Pertanian
• Pengembangan SMK Agribisnis dan
Agroindustri dalam rangka mendukung
Ketahanan Pangan Nasional
Kondisi SMK Agribisnis dan Agroindustri
Ditjen Dikmen Kemdikbud RI (2014)
Kemdikbud – RI
12.177 SMK
di Indonesia
Kemdikbud – RI (2014)
1.322 SMK Agribisnis &
Agroindustri
di Indonesia (12,07%)
Agribisnis Produksi Tanaman &
Hortikultura
Agribisnis Hasil Pertanian
Penyuluhan Pertanian
Agribisnis Produksi Ternak
Kehutanan
Agribisnis Produksi
Sumberdaya Perikanan
Agribisnis Mekanisasi Pertanian
Quickwin Program SMK Pertanian
NO
Quickwins
Peningkatan Program
Ketahanan Pangan
melalui Program
1
Revitalisasi dan
Pengembangan SMK
Pertanian
Peningkatan Akses,
pemerataan, mutu dan
2
relevansi kompetensi lulusan
SMK bidang pertanian.
Kebutuhan
Output
Kegiatan
Volume
1. Pemenuhan Sarpras;
2. Sertifikasi Guru dan siswa;
3. Kerjasama magang dengan
industri pertanian dan
SMK Unggul Bidang
perkebunan.
Agribisnis dan Agro
4. Budidaya pertanian;
600 SMK
Teknologi dalam
5. Pengolahan hasil pertanian
rangka memperkuat agar memiliki nilai tambah;
ketahanan pangan 6. Membangun Teaching Factory
bidang pertanian untuk
menghasilkan wirausahawan
muda lulusan SMK Pertanian
1. Pembangunan USB dan
SMK bidang kelautan dan sarpras SMK Pertanian
perikanan yang mampu
khususnya di Luar jawa;
mengelola hasil
2. Pengolahan hasil pertanian
600 SMK
perikanan dan sumber
sehingga memiliki nilai
daya kemaritiman
tambah keekonomian;
lainnya.
3. Membangun wirausahawan
muda lulusan SMK Pertanian.
BIDANG KEAHLIAN
Agrobisnis dan Agroteknologi
4.1 Agribisnis Produksi
Tanaman
4.1.1 Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
076
4.1.2 Agribisnis Tanaman Perkebunan
077
4.1. 3 Agribisnis Perbenihan dan Kultur Jaringan
Tanaman
4.2.1 Agribisnis Ternak Ruminansia
078
4.2. 2 Agribisnis Ternak Unggas
080
4.2.3 Agribisnis Aneka Ternak
081
4.3 Kesehatan Hewan
4.3.1 Kesehatan Hewan
082
4.4 Agribisnis
Pengolahan Hasil
Pertanian dan
Perikanan
4.4.2 Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian
083
4.4. 3 Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan
084
4.4. 4 Pengawasan Mutu Hasil Pertanian dan Perikanan
085
4.5 Mekanisasi
Pertanian
4.5.1 Alat Mesin Pertanian
086
4.5.2 Teknik Tanah dan Air
087
4.6 Kehutanan
4.6.2 Teknik Inventarisasi dan Pemetaan Hutan
088
4.6.3 Teknik Konservasi Sumberdaya Hutan
089
4.6.4 Teknik Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan
090
4.6.5 Teknik Produksi Hasil Hutan
091
4.2 Agribisnis Produksi
Ternak
079
Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)
Koridor Jawa : Pengembangan Industri Pangan
Tabel Distribusi SMK Bidang Keahlian Agribisnis dan Agroindustri
di Indonesia dan Jawa
Distribusi SMK
Bidang Keahlian Agribisnis &
Agroindustri
Indonesia
DKI Jakarta
Jawa
Barat
Jawa
Tengah
DIY
Jawa
Timur
1322
3
112
64
12
105
572
1
65
28
2
25
283
0
38
21
6
49
30
1
2
4
0
1
Kompetensi Keahlian


Produksi Tanaman
Pangan & Hortikultura
Teknologi Hasil Pertanian

Mekanisasi Pertanian
Ditjen Dikmen Kemdikbud RI (2013)
SMK Agribisnis dan Agroindustri untuk masa depan
Agribisnis Produksi Tanaman &
Hortikultura
Agribisnis Hasil Pertanian
SMK Bidang Agribinis
& Agroindustri
Asean Community
2015
AFTA 2020
PERTANIAN
ORGANIK
Penyuluhan Pertanian
Agribisnis Produksi Ternak
Agribisnis Produksi
Sumberdaya Perikanan
Agribisnis Mekanisasi Pertanian
INDUSTRI
PANGAN
MODERN
• Aman
• Sehat
• Fungsional
• Organik
PROGRAM DAN HASIL SMK PERTANIAN
PROGRAM
1. Transfer keunggulan teknologi dan
pengetahuan produk Pangan dari industri
ke sekolah;
2. Pembaruan Technologi di SMK Pertanian
3. Kurikulum Agribisnis SMK terselaraskan
dengan dunia industri
4. Uji kompetensi lulusan SMK
5. Membangun sistem pembelajaran yang
mampu menciptakan lulusan siap pakai dan
sesuai dengan kebutuhan dan kriteria dunia
industri;
6. Mengganti SDM bidang pertanian dengan
tenaga muda terampil dan terdidik.
HASIL
1. Memberikan jaminan kualitas kompetensi
lulusan SMK
2. Mempertajam Kompetensi Bisnis Lulusan
SMK
3. Mendukung Perkembangan Industri dan
Pertumbuhan Ekonomi pertanian
4. Mendukung Pertumbuhan produk produk
unggulan pertanian Domestik
5. Banyaknya generasi muda yang mau
meniti karier dibidang pertanian.
6. Meningkatnya tingkat kebekerjaan
Lulusan SMK pertnatian.
7. Meningkatnya wirausahawan muda lulusan
SMK yang bergerak dibidang bisnis sektor
pertanian.
0
Jumlah SMK
36
7
31
22
Penyuluhan Pertanian
Kehutanan
283
Pengawasan Mutu
382
Teknologi Pengolahan Hasil
Pertanian
37
Mekanisasi Pertanian
14
Agribisnis Rumput Laut
400
Agribisnis Perikanan
41
Perawatan Kesehatan Ternak
100
Agribisnis Aneka Ternak
145
Agribisnis Ternak Unggas
113
Agribisnis Ternak Ruminansia
200
Agribisnis Pembibitan Dan
Kultur Jaringan Tanaman
300
Agribisnis Tanaman
Perkebunan
700
Agribisnis Tanaman Pangan
Dan Holtikultura
Grafik : Jumlah SMK Agrobisnis & Agroindustri
638
600
500
344
176
0
Jumlah Siswa
2624
719
1566
2823
Pengawasan Mutu
Penyuluhan Pertanian
Kehutanan
24385
Teknologi Pengolahan Hasil
Pertanian
1846
Mekanisasi Pertanian
1213
Agribisnis Rumput Laut
25586
Agribisnis Perikanan
1782
Perawatan Kesehatan Ternak
9995
Agribisnis Aneka Ternak
20000
Agribisnis Ternak Unggas
8839
Agribisnis Ternak Ruminansia
10000
Agribisnis Pembibitan Dan Kultur
Jaringan Tanaman
30000
Agribisnis Tanaman Perkebunan
60000
Agribisnis Tanaman Pangan Dan
Holtikultura
Grafik : Siswa SMK Agrobisnis & Agroindustri
54637
50000
40000
28452
13552
4
Rencana Kerja dan Anggaran 2015 - 2019
TARGET KINERJA SMK 2015-2019
NO
INDIKATOR
2014
2015
2016
2017
2018
2019
1
Jumlah Siswa
2
APK
33%
37%
39%
41%
42%
44%
3
SMK
12,177
12,303
12,439
12,559
12,652
12,749
4
SMK Rujukan
109
300
638
975
1,213
1,650
5
Lulusan yang Bekerja
80%
81%
82%
83%
84%
85%
6
Lulusan yang Bekerja
Mandiri (Wirausaha)
5%
5%
5%
5%
5%
5%
7
Lulusan yang Bekerja
sambil kuliah
5%
6%
6%
6%
6%
6%
8
Lulusan yang
melanjutkan kuliah
8%
8%
7%
6%
5%
4%
4,415,778 4,851,890 5,199,933 5,407,931 5,624,248 5,849,218
ROADMAP PENGEMBANGAN SMK
2015-2019
Kondisi
SMK
SMK
12,303
12,177
SISWA
SISWA
4,851,890
4,415,778
SMK Rujukan SMK Rujukan
300
109
Kebekerjaan Kebekerjaan
89%
87,5%
SMK
12,439
SISWA
5,199,933
SMK Rujukan
638
Kebekerjaan
90%
SMK
12,559
SISWA
5,407,931
SMK Rujukan
975
Kebekerjaan
91%
SMK
12,652
SISWA
5,624,248
SMK Rujukan
1213
Kebekerjaan
92%
SMK
12,749
SISWA
5,849,218
SMK Rujukan
1650
Kebekerjaan
93%
2019
2018
2017
2014
2015
2016
INTERVENSI
1. BOS 2. PIP 2. SMK Rujukan, 3. Pembelajaran Berbasis TIK,4. Teaching Factory,
5. Penambahan Guru Produktif, 6. Kewirausahaan, 7. Kemitraan dg Industri/institusi,
8. Penambahan RKB/USB, 9. Modernisasi Peralatan
Rencana Pengembangan SMK 2015-2019
NO
1 BOS
KOMPONEN
2 Program Indonesia Pintar
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
Beasiswa Prestasi dan
Keahlian Khusus
USB
RKB
Rehabilitasi
RPS, Laboratorium,
Perpustakaan
Peralatan
SMK Rujukan
SMK Berbasis
Komunitas/Ponpes
Pengebangan SMK di
Daerah 3T, P2B, dan
Khusus
Pengembangan SMK
Kelautan/Kemaritiman
Pengembangan SMK
Pertanian
SATUAN
Siswa
2015
4.851.890
2016
5199933
2017
5407931
2018
5624248
2019
5849218
Siswa
970378
1039987
1081586
1124850
1169844
Siswa
19655
20245
20852
21478
22122
Unit
Ruang
Ruang
136
10501
2308
120
10666
2308
93
12061
2308
97
11092
2308
102
10595
2308
Ruang
7543
7543
7543
7543
7543
Paket
SMK
17108
300
17108
638
17108
975
17108
1213
17108
1,65
SMK
150
200
250
350
450
Paket
100
100
100
100
100
SMK
240
310
480
610
789
SMK
290
389
589
789
970
Rencana Kerja dan Anggaran 2015-2019
(dalam jutaan rupiah)
NO
KOMPONEN
SATUA
N
2015
VOL
2016
UNIT
COST
JUMLAH
1
BOS
Siswa 4.851.890
2
Program Indonesia
Pintar
Siswa
970378
1
3
Beasiswa Prestasi
Siswa
dan Keahlian Khusus
19655
1
4
USB
Unit
136
1.700
5
RKB
Ruang
10501
205
6
Rehabilitasi
Ruang
2308
105
7
RPS, Laboratorium,
Perpustakaan
Ruang
7543
225
8
Peralatan
Paket
17108
200
9
SMK Rujukan
SMK
300
1.000
10
SMK Berbasis
Komunitas/Ponpes
SMK
150
750
11
Pengebangan SMK di
Daerah 3T, P2B, dan Paket
Khusus
100
1.700
12
Pengembangan SMK
Kelautan/Kemaritim SMK
an
240
800
13
Pengembangan SMK
SMK
Pertanian
290
600
TOTAL
1,2
5.822.268
970.378
19.655
231.200
2.152.705
242.340
1.697.175
3.421.600
300.000
112.500
170.000
192.000
174.000
15.505.821
VOL
5199933
2017
UNIT
COST
JUMLAH
1,2 6239919,6
VOL
2018
UNIT COST JUMLAH
5407931
VOL
2019
UNIT COST JUMLAH
1,2 6489517,2 5624248
1,2 6749097,6 5849218
1039987
1
1039987
1081586
1
20245
1
20245
20852
1
20852
21478
1
21478
120
1.700
204000
93
1.700
158100
97
1.700
205 2.186.530
12061
205
2472505
11092
10666
1081586 1124850
VOL
1
1124850 1169844
UNIT COST JUMLAH
1,2 7019061,6
1
1169844
22122
1
22122
164900
102
1.700
173400
205
2273860
10595
205
2171975
2308
105
242340
2308
105
242340
2308
105
242340
2308
105
242340
7543
225
1697175
7543
225
1697175
7543
225
1697175
7543
225
1697175
17108
200
3421600
17108
200
3421600
17108
200
3421600
17108
200
3421600
638
1.000
638000
975
1.000
975000
1213
1.000
1213000
1,65
1.000
1650
200
750
150000
250
750
187500
350
750
262500
450
750
337500
100
1.700
170000
100
1.700
170000
100
1.700
170000
100
1.700
170000
310
800
248000
480
1000
480000
610
1100
671000
789
1200
946800
389
600
233400
589
750
441750
789
750
591750
970
850
824500
16.491.197
17.837.925
18.603.551
18.197.968
Terima kasih
44

similar documents