Peran Profesi Bimbingan dan Konseling dalam Implementasi

Report
PERAN PROFESI BIMBINGAN DAN
KONSELING DALAM IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
Muh Farozin
Dosen FIP UNY
Disajikan dalam Seminar Nasional yang
diselenggarakan oleh Prodi BK FIP UPI
Bandung, 12 Maret 2013
2 HAL PENTING UNTUK BERPERAN DALAM
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013
1
• Memahami dan memiliki secara mendalam
konsep profesi bimbingan dan konseling
2
• Memahami KURIKULUM 2013 yang
diberlakukan, kita tunggu dari Kemendikbud
• Melakukan AKSI BERDASARKAN KONSEP BK
Modal dasar untuk memahami profesi
bimbingan dan konseling secara formal
1. Menempuh program studi S-1 Bimbingan dan
Konseling,
2. Mempelajari berbagai upaya pengembangan
yang dilakukan organisasi bimbingan dan
konseling
3. Mempelajari Undang-Undang /
Peraturan/Keputusan Pemerintah yang terkait
dengan profesi bimbingan dan konseling
Secara informal = belajar mandiri
Upaya memahami lebih lanjut terhadap profesi
bimbingan dan konseling secara formal
1. Menempuh Pendidikan Profesi Konselor
2. Menempuh studi lanjut S-2 dan S-3
bimbingan dan konseling
3. Melakukan penelitian bidang bimbingan
dan konseling
Secara informal = belajar mandiri
Beberapa catatan perkembangan
Profesi BK di Indonesia, antara lain :
1. Program studi Sarjana Muda bimbingan dan
penyuluhan ( BA)
2. Program studi Sarjana bimbingan dan
penyuluhan (Drs., Dra.,)
3. Program Studi bimbingan dan konseling
jenjang S-1 (S.Pd)  S-2 (M.Pd) S-3 (Dr.)
4. Memorandum PB IPBI 17 Desember 1996 untuk
penyelenggaraan program PPK
5. UU no. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional yang memuat nama
KONSELOR
5. Naskah Dasar Standarisasi Profesi Konseling
2003
6. Standar Kompetensi Konselor Indonesia
berdasar Kongres ABKIN 2005 di Semarang.
7. Program PPK dimulai di UNP (1999)
 UNNES (2007) UPI (2009)
8. Naskah Penataan Pendidikan Profesional
Konselor dan Rambu-rambu Penyelenggaraan
Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur
Pendidikan Formal (BUKU BIRU),2007.
10. Pengumuman PB ABKIN tgl. 15 Januari 2007
antara lain memuat bahwa nama profesi adalah
BIMBINGAN DAN KONSELING
11. Program BK Pola 17 Plus,
12. Progam BK Komprehensif,
13. Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Konselor
14. PP 74 Tahun 2008 tentan Guru, penegasan
sebutan Guru Bimbingan dan Konseling atau
Konselor.
15. Dan lain-lain
13. Bimbingan dan Penyuluhan
 Bimbingan dan Konseling
 Bimbingan Karir
 Bimbingan dan Konseling
 Konseling
 Bimbingan dan Konseling
Pengembangan Diri ---- BK berperan
 Peminatan Siswa ---- BK berperan
Profesi bimbingan dan konseling dalam
setting pendidikan formal, antara lain :
1. BK untuk semua peserta didik, baik yang
memerlukan atau peserta didik yang
dipandang perlu bimbingan dan konseling.
2. Bertujuan membantu peserta didik dalam
mencapai kemandirian, perkembangan
optimal, pengentasan masalahnya.
3. Tercapainya peserta didik menjadi berakhlak
mulia, cerdas/ berpengetahuan luas dan
terampil  mandiri , sejahtera dan bahagia.
4. Bidang geraknya BK pribadi, sosial, belajr, dan
karir
5. Bantuan diberikan secara ilmiah, baik secara
individual, kelompok, maupun klasikal.
6. Cara kerja adalah dapat dilakukan secara
sinergi dan kolaboratif serta referal.
7. Teknik konseling individual, konseling
kelompok, bimbingan kelompok, bimbingan
klasikal.
8. Bertumpu pada pencapaian tujuan penas
9. Layanan bantuan berbasis kebutuhan peserta
didik , nilai-nilai luhur dan prospek peserta
didik
FUNGSI BIMBIANGAN DAN KONSELING
1.
2.
3.
4.
5.
Pencegahan
Perbaikan
Penyembuhan
Pemeliharaan
Pengembangan
1.
2.
3.
4.
5.
Fasilitasi
Advokasi
Pemahaman
Penyaluran
penempatan
Guru bimbingan dan konseling atau
konselor hendaknya :
Memiliki, menguasai, dan menerapkan kompetensi
Konselor secara utuh dalam layanan ahli bk.
1. memahami secara mendalam konseli yang hendak
dilayani
2. Menguasai landasan teoritik bimbingan dan
konseling
3. Menyelenggarakan layanan bimbingan dan
konseling yang memandirikan
4. Mengembangkan kepribadian dan profesionalitas
secara berkelanjutan
Guru BK atau konselor hendaknya
mampu menunjukan minimal 10 sbb.:
1. Berakhlak mulia
2. Wawasan luas dan
mendalam tentang
profesi bimbingan dan
konseling
3. Berpengetahuan luas
4. Terampil
melaksanakan tugas
profesi bk
5. Berpenampilan
menarik (senyum)
6. Berbusana sopan, rapi,
suci.
7. Bertutur kata santun
8. Senang menolong
9. Disenangi
10. Diteladani
Kurikulum pendidikan saat kini.
• Kurikulum yang berlaku sekarang adalah KTSP
2006, PENGEMBANGAN DIRI, profesi BK berperan
• Draf Kurikulum 2013 (bahan uji publik),
PEMINATAN SISWA, profesi BK berperan
• Pemberlakuan Kurikulum 2013 direncanakan
secara bertahap, mulai tahun 2013  2014 
2015 (lihat uji publik)
• 2103, diberlakukan bagi kelas I, IV, VII, X, untuk
seluruh sekolah
• 2014, diberlakukan bagi kelas I, II, IV, V, VI, VII, X,
XI, untuk seluruh sekolah
• 2015, diberlakukan bagi kelas I, II, III, IV, V, VI, VII,
VIII, IX, X, XI, XII, untuk semua sekolah dan semua
kelas sudah menerapkan kurikulum 2013 (bupk13)
SEMOGA PENDIDIDIKAN KITA LEBIH BAIK DARI
SEBELUMNYA.
Yang Perlu dipahami oleh Guru BK tentang
peminatan peserta didik dalam kurikulum
SMA/SMK
1. Sebaran matapelajaran dan JP
2. Macam peminatan-keahlian dan JP
(SMA/SMK)
3. UN di semester berapa, berdampak pada
sebaran JP kelas X, XI, XII
4. Peminatannya di kelas X atau X awal
SMA/SMK:
5. peminatannya semenjak awal
tetap sampai lulus atau berganti
/berubah.
6. bila ganti, apa persaratan pindah
peminatan belajar siswa.
7. DLL.
Dalam satuan pendidikan, masyarakat profesi BK
meyakini dan berharap bahwa :
1. BK merupakan sub sistem /bagian integral
dalam pendidikan,
2. Bersama guru matapelajaran dapat terbentuk
hubungan kolabotayif dalam membantu
perkembangan peserta didik
3. BK mempunyai peran dan fungsi dalam
penyelenggaraan pendidikan
4. Adanya pengembangan kebijakan program
kerja yang dapat diequivalenkan dengan jam
kerja.
Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan
Wilayah
Manajemen &
Kepemimpinan
Wilayah
Pembelajaran
yang Mendidik
Wilayah
Bimbingan dan
Konseling yang
Memandirikan
Manajemen
& Supervisi
Pembelajaran
Bidang Studi
Bimbingan &
Konseling
Tujuan:
Perkembangan
Optimal tiap
Peserta Didik
Guru BK – Guru Matapelajaran
1. Saling mendukung tercapainya perkembangan
optimal peserta didik
2. Saling referal pengentasan masalah peserta didik
atas dasar keahlian dalam kerja
3. Guru BK menyelenggarakan layanan BK yang
memandirikan, sedangkan guru mapel adalah
menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik
4. Bidang layanan guru BK : pribadi,sosial, belajar
dan karir, sedang guru mapel : materi mapel
sesuai bidang keahliannya.
Peran bimbingan dan konseling dalam
satuan pendidikan
1. menguatkan pembelajaran yang mendidik
2. Menciptakan hubungan kerja sama dengan
lingkungan sekolah untuk pembelajaran
3. menyelenggarakan pemilihan dan peminatan
peserta didik
4. menyelenggarakan pembinaan/pendampingan
peminatan peserta didik dengan kolaborasi dengan
pendidik lain
5. Menyelenggarakan pengembangan dan
penyaluran peminatan peserta didik
6. Menyelenggarakan evaluasi dan tindak lanjut
peminatan peserta didik
Perlukah BK masuk kelas ?
Penjelasan Pasal 52 ayat 6 PP 74 th 2008 tentang GURU,
Layanan bimbingan dan konseling adalah
pemberian perhatian, pengarahan,
pengendalian, dan pengawasan kepada
sekurang-kurangnya 150 peserta didik, yang
dapat dilaksanakan dalam bentuk pelayanan
tatap muka terjadwal di kelas dan layanan
perorangan atau kelompok bagi yang dianggap
perlu atau memerlukan.
Salah satu pendekatan Program Kerja
Bimbingan dan Konseling
Disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan
peserta didik dan dilaksanakan menggunakan
teknik/strategi yang sesuai . Materi layanan
meliputi BK pribadi, sosial, belajar dan karir
dalam upaya pencapaian perkembangan
optimal.
Layanan dasar == untuk semua peserta didik
Layanan responsif
Layanan perencanaan individual
Dukungan sistem dan kolaboratif
Proporsi Layanan BK setiap Komponen
BENTUK LAYANAN
SD
SMP
SMA/SMK
Layanan Dasar
35 – 45 %
25 – 35 %
15 – 25 %
Layanan Responsif
30 – 40 %
30- 40 %
25 – 35 %
Layanan
Perencanaan
Individual
15 – 10 %
15 – 25 %
25 – 35 %
10 – 15 %
10 – 15 %
15 – 20 %
Dukungan Sistem
dan Kolaboratif
Perhitungan Equivalensi Tugas
Guru BK atau Konselor
BENTUK LAYANAN
BIMBINGAN DAN
KONSELING
PEMBAGIAN WAKTU PELAYANA DI SMA/SMK
24 – 40 jam kerja
Layanan Dasar
20 % X (24 - 40 jam kerja) = 5 - 8 jam kerja
Layanan Responsif
35 % X (24 – 40 jam kerja) = 8 – 14 jam kerja
Layanan
Perencanaan
Individual
30 % X (24- 40 jam kerja) = 7 – 12 jam kerja
Dukungan sistem
dan Kolaboratif
15 % X (24 -40 jam kerja) = 4 – 6 jam kerja
Usulan Pemikiran profesi BK dalam satuan
pendidikan, mungkinkah ?
• Equivalensi program kerja antara rasio guru BK :
peserta didik dengan perhitungan jam kerja
dimaksudkan memberikan pengembangan
pemikiran bahwa kinerja guru BK dapat juga
dirancang dan dipertanggungjawabkan
berdasarkan jam kerja.
• Dapat diperkirakan jumlah kelasnya adalah 3
kelas / rombongan belajar siswa.
• Penyederhanaan administrasi BK tetapi
mengoptimalkan aksi layanan bagi peserta didik.
Pengembangan materi bimbingan dan
konseling masuk kelas, antara lain
1. Dikembangkan atas dasar SKKPD
2. Dikebangkan atas dasar analisis kebutuhan
3. Dikembangkan atas dasar bidang gerak/ ruang
lingkup.
3 hal penting dalam implementasi
Kurikulum 2013
Penjurusan menjadi
PEMINATAN SISWA
Pembelajaran
dan penilaian
Manajemen
satuan
pendidikan
Peminatan belajar peserta didik
1. merupakan proses pemahaman dan
pengambilan keputusan pilihan oleh siswa
tentang peminatan belajar atau kompetensi
keahlian
yang didasarkan atas
pemahaman potensi dirinya dan peluang
yang diselenggarakan pada satuan
pendidikan.
2. merupakan pendekatan pembelajaran
berbasis minat peserta didik dan
kesempatan belajar yang ada dalam
satuan pendidikan
3. merupakan proses yang
berkesinambungan untuk memfasilitasi
peserta didik dalam mencaai tujuan
pendidikan nasional.
Dalam KTSP 2006, terdapat program
PENGEMBANGAN DIRI, peran profesi
bimbingan dan konseling dibutuhkan,
Dalam implementasi kurikulum 2013, terdapat
program PEMINATAN PESERTA DIDIK , peran
profesi bimbingan dan konseling dibutuhkan,
Di samping itu profesi BK juga melaksanakan
program ekstra kurikuler, serta melaksanakan
SECARA UTUH profesi bimbingan dan
konseling dalam satuan pendidikan.
Macam Peminatan belajar yang perlu
layanan profesi bimbingan dan konseling
Peminatan belajar peserta didik berkaitan
kegiatan
intra kurikuler
ekstra kurikuler
Di SMA = peminatan akademik, peminatan
matapelajaran pendalaman
Di SMK = peminatan akademik dan vokasi.
Lingkup Peminatan belajar siswa SMA
1.
2.
3.
Kelompok matapelajaran A , wajib
Kelompok matapelajaran B , wajib
Kelompok matapelajaran C
(peminatan akademik)
a. Matematika dan Sains
b. Sosial
c. Bahasa
4. Matapelajaran pendalaman dan atau lintas
peminatan/sekolah
Lingkup Peminatan belajar siswa SMK
Sedangkan dalam draf kurikulum 2013
terdapat struktur sebagai berikut :
1. Kelompok matapelajaran A, wajib
2. Kelompok matapelajaran B, wajib
3. Kelompok matapelajaran C
(Peminatan akademik dan vokasi)
Peminatan akademik dan vokasi SMK
1. Bidang studi keahlian
2. Program studi keahlian
3. Kompetensi keahlian/Paket
KURIKULUM DEFINITIF
KITA TUNGGU DARI KEMENDIKBUD RI
8 BIDANG STUDI KEAHLIAN, 45 PROGRAM
STUDI KEAHLIAN, 141 PAKET KEAHLIAN
DELAPAN BIDANG STUDI KEAHLIAN
1. Teknologi dan Rekayasa
2. Teknologi Informasi dan Komunikasi
3. Kesehatan
4. Agrobisnis dan Agroteknologi
5. Perikanan dan Kelautan
6. Bisnis dan Manajemen
7. Pariwisata
8. Seni dan Kerajinan
Penelusuran Peminatan peserta didik
1. Teknik non tes
a. Wawancara
b. Angket
c. Observasi
d. Dokumentasi
2. Teknik tes
Kapan pemilihan dan penetapan peminatan
belajar peserta didik di SMA/SMK
1. Peminatan belajar peserta didik dipilih dan ditetapkan
bersamaan dengan kegiatan penerimaan siswa baru.
Pemeriksaan fisik dan kesehatan , wawancara
peminatan belajar dilaksanakan sebagai serangkaian
kegiatan seleksi penerimaan calon peserta didik baru.
2. Peminatan belajar peserta didik dipilih dan ditetapkan
pada minggu /awal bulan pertama tahun pelajaran
baru.
DIAGRAM ALIR MEKANISME PEMINATAN (1)
MENGISI
FORMULIR
MENGEMBALIKAN
FORMULIR
MENDAFTAR &
MENGAMBIL
FORMULIR
CALON
PESERTA
DIDIK
BARU
SELEKSI ADMINISTRASI
OLEH PANITIA PDB
SELEKSI AKADEMIK
PEMINATAN CALON SISWA
PENGUMUMAN
PPDB/PER
SYARATAN PPDB
ORANG TUA
CALON PESERTA DIDIK BARU
WAWANCARA
(GURU BK/TIM)
PENETAPAN
PEMINATAN
Ditolak
Diterima
LAPOR DIRI
Layanan peminatan siswa pada minggu/awal
bulan pembelajaran tahun ajaran baru
1. Pemberian informasi dan orientasi tentang
peminatan belajar peserta didik, quota, jenis,
komponen, mekanisme, dll.
2. Pengumpulan data peminatan peserta didik
3. Analisis data dan penetapan peminatan peserta
didik
4. Pengumuman penetapan peminatan belajar
peserta didik
5. Layanan konsultasi peminatan ( peserta didik dan
atau orang tua)
Layanan peminatan siswa pada minggu/awal
bulan pembelajaran tahun ajaran baru (lanjutan)
6. Penetapan peminatan berdasarkan hasil analisis
dan konsultasi antara siswa-orang tua dengan
guru BK atau konselor.
7. Lapor diri peserta didik tentang penetapan
pilihan peminatan belajar
8. Menempuh pembelajaran dengan guru
matapelajaran
9. Guru Bk atau konselor
melaksanakanpembinaan/pendampingan,
pengembangan dan penyaluran, evaluasi dan
tindak lanjut program peminatan belajar .
Pindah peminatan belajar peserta didik
1. Pindah peminatan belajar bagi peserta didik
dapat dilakukan dengan catatan dapat
terselenggara di satuan pendidikan yang
bersangkutan.
2. Pindah peminatan memerlukan
pencermatan berkaitan dengan dukungan
penyelenggaraannya.
Komponen peminatan belajar peserta
didik SMA/SMK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Prestasi belajar SMP/MTs kelas VII,VIII,IX
Prestasi non akademik dari SD sd SMP
Nilai Ujian Nasional SMP/MTs
Minat siswa dinyatakan saat masuk di SMA/SMK
Perhatian orang tua dinyatakan saat putra-putri
akan masuk di SMA/SMK
Rekomendasi dari guru BK/Konselor SMP
Hasil diteksi peminatan yang diperoleh saat peserta
didik akan masuk SMA/SMK
DIAGRAM PENGORGANISASIAN PEMINATAN BELAJAR SISWA
Prestasi
Belajar
Nilai
UN
Perhatian Orang
Tua
Prestasi Non
Akademik
Minat
siswa
Penetapan Peminatan
Peserta Didik
Diteksi potensi
SMA
3 Peminatan Siswa
Penetapan Peminatan
Peserta didik
SMK
8 Bidang studi keahlian
45 Program studi
121 kompetensi keahlian
Penetapan Peminatan
Peserta didik
Peran bimbingan dan konseling dalam
implementasi kurikulum 2013
1
2
3
4
5
• Memberikan informasi dan orientasi peminatan
• Menyelenggarakan pemilihan dan peminatan belajar peserta didik
• Menyelenggarakan pembinaan /pendampingan peminatan belajar
peserta didik berkolaborasi dengan guru mapel / pendidik lain
• Menyelenggarakan pengembangan dan penyaluran peminatan peserta
didik berkolaborasi dengan guru mapel / pendidik lain/dudi/instansi
• Menyelenggarakan evaluasi dan tindak lanjut peminatan peserta didik
Layanan Bimbingan dan Konseling
untuk Peminatan Belajar Peserta Didik
Pribadi, sosial, belajar, Karier
PT
SMTA
SMTP
SD
Konseling individual, konseling kelompok,
Bimbingan kelompok, bimbingan klasikal,
Konsultasi -, referal, praktik, magang ,
kerja sama/kolaborasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Peminatan belajar?
Keahlian?
Mata pelajaran?
Studi lanjut?
Pekerjaan?
Jabatan?
Keluarga?
Akhlak mulia, Cerdas, Terampil
Mandiri, Bahagia,
Sejahtera
1. Pemilihan +
penetapan
2. Pembinaan
3. Pengembangan
+ penyaluran
4. Evaluasi dan
tindak lanjut
Terima kasih
Wassalamu’alaikum wr.wb
47

similar documents