Presentasi BK

Report
BK Rombel 48 Kelompok 3
HOME
Member
Orientasi
Fungsi
Kesimpulan
BK Rombel 48 Kelompok 3
Prinsip
Tanya Jawab
Dyah Wahyu Mentari
Novliansari Nikmah
Riska Wahyu Apriliana
Lilis Maria Gohana Silalahi
Nur Afifah Dewi
Elinda Nur Faizah
5302412051
5302412054
5302412059
5302412066
5302412067
5302412071
BK Rombel 48 Kelompok 3
1. Fungsi Pemahaman
Merupakan fungsi bimbingan dan konseling yang
akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh
pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan
pengembangan peseta didik.
Pemahaman tersebut meliputi :
a. Pemahaman tentang Klien
b. Pemahaman tentang Masalah Klien
c. Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas
BK Rombel 48 Kelompok 3
2. Fungsi Pencegahan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan
menghasilkan tercegahnya dan terhindarnya peserta
didik dari berbagai permasalahan yang mungkin
timbul yang akan dapat mengganggu, menghambat,
ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugian
tertentu dalam proses perkembangannya.
BK Rombel 48 Kelompok 3
Kegiatan dalam fungsi pencegahan dapat berupa
program-program yang dapat di kembangkan melalui
tahap-tahap:
a. Identifikasi permasalahan yang mungkin timbul
b. Mengidentifikasi dan menganalisis sumber-sumber
penyebab timbulnya masalah-masalah tersebut
c. Mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat membantu
pencegahan masalah tersebut
d. Menyusun rencana program pencegahan
e. Pelaksanaan dan monitoring
f. Evaluasi
BK Rombel 48 Kelompok 3
3. Fungsi Pengentasan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan
menghasilkan terpecahnya atau teratasinya berbagai
permasalahan yang dialami klien.
4. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi ini berarti bahwa layanan bimbingan dan
konseling yang diberikan dapat membantu para klien
dalam memelihara dan mengembangkan keseluruhan
pribadinya secara mantap, terarah, dan berkelanjutan.
5. Fungsi advokasi
Yaitu bimbingan dan konseling yang akan
menghasilkan teradvokasi atau pembelaan terhadap
peserta didik dalam rangka upaya pengembangan seluruh
potensi secara optimal
BK Rombel 48 Kelompok 3
Prinsip merupakan paduan hasil kajian teoritik dan
telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman
pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan. Pemahaman
tentang prinsip-prinsip dasar ini sangat penting dan
perlu terutama kaitannya dengan kepentingan
penerapan
dilapangan.
Prinsip-prinsip
dalam
bimbingan dan konseling dibedakan menjadi dua :
1. Prinsip-prinsip Umum
2. Prinsip-prinsip Khusus
BK Rombel 48 Kelompok 3
1. Prinsip-prinsip Umum
a. Bimbingan berhubungan dengan kepribadian
individu yang unik dan ruwet
b. Perlu dipahami perbedaan antar individu
c. Berpusat pada individu yang dibimbing
d. Asas alih tangan
e. Identifikasi kebutuhan-kebutuhan individu
f. Bimbingan harus bersifat fleksibel
g. Asas keahlian
h. Penilaian yang teratur
BK Rombel 48 Kelompok 3
2. Prinsip-prinsip Khusus
a. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran
layanan
b. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan
permasalahan individu
c. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program
layanan
d. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan
pelaksanaan pelayanan
BK Rombel 48 Kelompok 3
Orientasi yang dimaksudkan disini ialah “pusat
perhatian” atau “titik berat pandangan”. Titik berat
pandangan atau pusat perhatian konselor terhadap
kliennya itulah orientasi bimbingan dan konseling.
Dalam bimbingan konseling ini orientasi di bagi atas 3
macam yaitu :
1. Orientasi Perseorangan
2. Orientasi Perkembangan
3. Orientasi Permasalahan
BK Rombel 48 Kelompok 3
1. Orientasi Perseorangan
adalah orientasi yang lebih mengarah kepada satu
orang siswa yang sedang mengalami masalah.
Di mana Kaidah-kaidah yang berkaitan dengan
orientasi perseorangan dalam BK ini adalah:
a. Semua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka
pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi
peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu
yang menjadi sasaran layanan.
b. Setiap klien harus diterima sebagai individu dan
harus ditangani secara individual.
BK Rombel 48 Kelompok 3
c. Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi
kegiatan berkenaan dengan individu untuk
memahami
kebutuhan-kebutuhan,
motivasimotivasinya,
dan
kemampuan-kemampuan
potensialnya, yang semuanya unik, serta untuk
membantu individu agar dapat menghargai
kebutuhan, motivasi, dan potensinya itu kea rah
pengembangannya yang optimal, dan pemanfaatan
yang sebesar-besarnya bagi diri dan lingkungan.
d. Menjadi tanggungjawab konselor untuk memahami
minat, kemampuan, dan persaan klien serta untuk
menyesuaikan program-program pelayanan dengan
kebutuhan klien setepat mungkin.
BK Rombel 48 Kelompok 3
2. Orientasi Perkembangan
adalah orientasi yang lebih memperhatikan
kepada tingkah laku perkembangan anak baik itu
masih kecil maupun sampai menuju ke dewasa.
Perkembangan merupakan konsep inti dan
terpadukan, serta menjadi tujuan dari segenap
layanan bimbingan dan konseling. Selanjutnya
ditegaskan pula bahwa praktek bimbingan dan
konseling tidak lain adalah memberikan kemudahan
yang berlangsung pada perkembangan yang
berkelanjutan.
BK Rombel 48 Kelompok 3
3. Orientasi Permasalahan
adalah orientasi yang mewaspadai akan adanya
masalah-masalah yang timbul akibat perbuatanperbuatan yang tidak memungkinkan.
Roos L. Money membagi 330 masalah yang
digolongkan dalam 11 kelompo masalah yaitu :
a. Perkembangan jasmani dan kesehatan (PJK)
b. Keuangan, keadaan lingkungan dan pekerjaan
(KLP)
c. Kegiatan social dan reaksi (KSR)
d. Hubungan muda-mudi, pacaran dan perkawinan
(HPP)
BK Rombel 48 Kelompok 3
d. Hubungan social kejiwaan (HSK)
e. Keadaan pribadi kejiwaan (KPK)
f. Moral dan agama (MDA)
g. Keadaan rumah tangga dan keluarga (KRK)
h. Masa depan pendidikan dan pekerjaan (MPP)
i. Penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah (PTS)
j. Kurikulum sekolah dan prosedur pengajaran (KPP)
BK Rombel 48 Kelompok 3
Dalam memberikan sebuah pelayanan konseling,
seorang konselor dianjurkan harus sudah memiliki
pemahaman dan pengetahuan yang mendalam
mengenai fungsi, prinsip-prinsip serta orientasi BK, agar
bimbingan dan konseling dapat berjalan dengan baik.
Sehingga dapat meminimalisir terjadinya penyimpangan
dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan
demikian, pelaksanaan bimbingan dan konseling yang
baik akan menimbulkan dampak positif bagi
masyarakat.
BK Rombel 48 Kelompok 3
BK Rombel 48 Kelompok 3

similar documents