Title - yusronsugiarto

Report
Oksigen Terlarut
Kelompok 2 :
Aisyah Ayu N
Antania Hanjani
Deasy Anindya
Leiditya Naristi R
Nabila
Nadia Villarasty
Widyo Bayu Aji
1. DEFINISI
2. MEKANISME
3. ANALISIS DAN PENGUKURAN
4. PENERAPAN
DEFINISI
 Oksigen terlarut (dissolved oxygen, disingkat DO) merupakan
salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air.
 Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut
memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah,
dapat diketahui bahwa air tersebut telah tercemar.
7 Fakta Mengenai Oksigen Terlarut
1.
Oksigen terlarut merupakan parameter penting untuk mengetahui gerakan massa air dan indikator yang peka terhadap proses
biologi dan kimiawi (Grasshoff , 1975)
2.
Kadar oksigen yang terlarut bervariasi, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer (Jeffries dan Millis,
1996)
3.
Selain itu, kelarutan oksigen dan gas-gas lain berkurang dengan meningkatnya salinitas sehingga kadar oksigen dilaut cenderung
lebih rendah daripada kadar oksigen di perairan tawar. Peningkatan suhu sebesar 10 ºC akan meningkatkan konsumsi oksigen
sekitar 10 % (Brown, 1987)
4.
Pada perairan yang mengandung deterjen, suplai oksigen dari udara akan sangat lambat sehingga oksigen dalam air sangat sediki t
(Ganeson, 1955)
5.
Jumlah oksigen yang dibutuhkan organisme akuatik tergantung spesies, ukuran, jumlah pakan yang dimakan, aktivitas, suhu dan
lain-lain. (Boyd, 1990)
6.
Konsentrasi oksigen yang rendah dapat menimbulkan enorexia, stress, dan kematian pada ikan. (Boyd, 1990)
7.
Oksigen terlarut, umumnya berasal dari difusi udara melalui permukaan air, aliran air masuk, air hujan, dan hasil proses
fotosintesis plankton atau tumbuhan air (Grasshoff , 1975)
Mekanisme
*Dalam air, oksigen mengurai komponen kimia menjadi
lebih sederhana. Oksigen mampu untuk beroksidasi
dengan zat pencemar (ex: komponen organik)
sehingga zat tersebut tidak berbahaya
*Oksigen diperlukan oleh mikroorganisme yang
bersifat aerob dan anaerob dalam proses metabolisme
*Dengan adanya oksigen dalam air, mikroorganisme
semakin giat dalam menguraikan kandungan dalam air.
Reaksi yang terjadi dalam penguraian tersebut adalah:
Reaksi yang terjadi dalam penguraian :
BOD
 BOD (Biological Oxygen Demand)
 Analisis empiris untuk mengukur proses-proses biologis
 Merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk
mengukur tingkat pencemaran air
 Pengukuran parameter dapat dilakukan pada air minum
maupun buangan
COD
 COD (Chemical Oxygen Demand)
 Biasanya digunakan untuk mengukur jumlah senyawa organik dalam air secara
tidak langsung
 Kebanyakan digunakan untuk menentukan jumlah polutan organik yang
ditemukan dalam permukaan air atau air limbah. Membuat COD berguna untuk
mengukur kualitas air
Satuan : mg/L atau ppm
Analisis dan Pengukuran
Untuk mengukur kadar DO dalam air ada 2 metode yang sering digunakan :
 Metode Titrasi dengan cara Winkler
 Metode Elektrokimia dengan DO meter
Metode Titrasi dengan cara Winkler
 Prinsip : menggunakan titrasi iodometri
 Metode dengan melibatkan ion Mn2+
 Sampel yang akan dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl 2 dan NaOH – Kl,
sehingga terjadi endapan MnO2
 Metode ini dapat digunakan untuk sample air sungai dan buangan
Reaksi kimia yang terjadi dirumuskan:
 Metode Elektrokimia dengan DO meter
 Prinsip : Menggunakan eletroda yang terdiri dari katoda dan anoda yang terendam dalam larutan
elektrolit (larutan garam)
 Pada DO meter elektroda terdiri dari katoda Ag dan Anoda Pb atau Au
 Sistem elektroda ini dilindungi dengan membran plastik tertentu yang bersifat permeabel terhadap
oksigen dan hanya oksigen yang dapat menembus membran tersebut
Reaksi yang terjadi dalam elektroda :
Alat DO meter
Cara penggunaan DO meter
Kelebihan dan Kelemahan Metode
Titrasi WINKLER
Kelebihan
 Lebih analitis, teliti dan
akurat
Kelemahan
 Dengan metode winkler,
penambahan indikator
amylum harus dilakukan pada
saat mendekati titik akhir
titrasi agar amilum tidak
membungkus iod
Penerapan
 Pengolahan limbah
 Perikanan
 Bioreaktor industri
 Indikator kualitas air
 Ikan dan mikroba membutuhkan Minimal 4 mg/l oksigen





terlarut untuk dapat HIDUP
Tanaman atau Alga berfotosintesis di siang hari, tetapi
mengonsumsi oksigen dimalam hari.
(Alga Blooming)
DO rendah dapat menyebabkan Amoniak booming,
mempengaruhi mikroba dalam siklus nitrifikasi
kandungan oksigen terlarut pada permukaan air lebih banyak
dari pada didasar air
Perlu adanya aerasi agar kandungan oksigen di air stabil
Intinya adalah bagaimana meniciptakan sebanyak mungkin kontak
antara permukaan air dengan udara
PENGOLAHAN LIMBAH
APLIKASI PROSES BIOFILTRASI DAN ULTRAFILTRASI
OKSIGEN TERLARUT MERUPAKAN SYARAT PENTING
DALAM FERMENTOR ATAU BIOREAKTOR
Aerasi berguna mensuplai oksigen ke dalam bioreaktor,
demi kelangsungan hidup mikroba didalamnya
Peran oksigen Terlarut dalam Perikanan
DANKE…!

similar documents