Pertemuan 1 – Pengantar - i`m darmanto

Report
AKTUARIA
Darmanto
Program Studi Statistika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Brawijaya
Semester Gasal Thn. 2014/2015
AKTUARIA ~ AKTUARIS
• Ilmu aktuaria adalah ilmu yang menggabungkan dan
mengaplikasikan metode matematika dan statistika untuk
memprediksi resiko dalam industri asuransi dan keuangan.
• Aktuaris adalah seorang yang menerapkan ilmu aktuaria untuk
menyelesaikan persoalan-persoalan yang terkait dengan
analisis kejadian masa depan (uncertainty) yang berdampak
secara finansial.
• Alat pengukur resiko finansial yang digunakan aktuaris:
•
•
•
•
Tabel anuitas
Tabel mortalitas
Tabel mordibitas
Dll.
• Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) atau The Society of Actuaries of
Indonesia
• Ujian Profesional Aktuaria terdiri dari sepuluh (10) modul sebagai
berikut:
• Untuk Tingkat Associate:
• A-10 : Matematika Keuangan
A-20 : Probabilitas dan Statistik
A-30 : Ekonomi
A-40 : Akuntansi
A-50 : Metode Statistik
A-60 : Matematika Aktuaria
A-70 : Teori Resiko
A-80 : Pendidikan Profesionalisme
• Untuk Tingkat Fellow:
• F-10 : Asset Managemen dan Investasi
F-20 : Managemen Aktuaria
F-31 : Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Jiwa atau
F-32 : Aspek Aktuaria Dalam Dana Pensiun atau
F-33 : Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Umum atau
F-34 : Aspek Aktuaria Dalam Asuransi Kesehatan
• Lingkup Pekerjaan:
•
•
•
•
•
•
•
Asuransi Jiwa
Asuransi Umum/Kerugian
Kesehatan
Pensiun
Manfaat Karyawan
Kebijakan Sosial
Keuangan, Investasi dan Manajemen Resiko
• Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
426/KMK.06/2003 BAB III Pasal 16:
“Perusahaan asuransi jiwa harus mengangkat seorang aktuaris sebagai aktuaris
perusahaan yang memiliki kualifikasi sebagai aktuaris dari Persatuan Aktuaris
Indonesia (PAI) atau asosiasi sejenis dari luar negeri yang terdaftar sebagai
anggota penuh International Association of Actuaries”
• Fungsi Aktuaria dalam perusahaan asuransi adalah sebagai berikut:
1.
Aktuaris harus memastikan customer / nasabah membayar premi
sesuai dengan risikonya.
Aktuaris harus memastikan premi yang terkumpul cukup untuk
membayar klaim yang terjadi dan menutupi biaya operasional
perusahaan.
Aktuaris harus memastikan premi yang terkumpul harus wajar dan
bersaing.
2.
3.
• Pekerjaan seorang aktuaria (aktuaris):
• Membuat dan menetapkan sebuah harga Produk asuransi dengan
menggunakan:
•
•
•
•
•
Tingkat Mortalita; Morbidita
Tingkat Investasi
Skala Penjualan
Skala Biaya
Klasifikasi Risiko
• Membuat estimasi / Cadangan atas Risiko yang akan/telah
dijamin
• Menjaga Kesehatan keuangan
• Memastikan kecukupan kewajiban
• Membuat proyeksi dan analisis teknis perkembangan perusahaan
•
•
•
•
•
•
Membuat analisis kecukupan Pemasukan dan kewajiban
Meninjau ulang kecukupan tingkat mortalita; morbidita
Meninjau ulang kecukupan tingkat Investasi
Meninjau ulang kecukupan dan kewajaran biaya-biaya
Meninjau ulang risiko yang ada dengan kewajarannya
Meninjau Ulang harga atas penjualan dengan volume penjualan
ASURANSI
LIFE is UNCERTAIN
One thing is certain:
uncertainty of our life.
(Radhanath Swami)
MINIMIZE THE UNCERTAINTY
• Asuransi berasal dari kata assurance atau insurance, artinya
jaminan atau pertanggungan.
• Menurut undang-undang nomor 2 tahun 1992 pasal 2 ayat 1
“Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak
atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri
kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk
memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian,
kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau
tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan
diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak
pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan
atas meninggalnya atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan.”
• Prinsip Dasar Asuransi:
1.
2.
3.
4.
Indemnity.
Pada prinsip ini, penanggung bersedia untuk membayar tidak lebih dari
nilai aktual yang harus ditanggung oleh tertanggung. Prinsip ini dibuat
dengan 3 alasan. Pertama, tujuan kontrak asuransi adalah mengembalikan
posisi ekonomi sama saat kerugian belum terjadi. Kedua, tertanggung tidak
memperoleh keuntungan dari adanya kerugian. Ketiga, mengurangi moral
hazard dengan mengeliminasi insentif keuntungan.
Insurable interest.
Prinsip ini mengatakan bahwa tertanggung harus berada dalam posisi
menderita secara finansial saat kerugian terjadi. Prinsip ini dibuat untuk
menghindari spekulasi, mengurangi moral hazard, serta agar tidak
menanggung lebih dari kebutuhan keuangan tertanggung (mendukung
prinsip indemnity).
Utmost good faith
Utmost good faith artinya nilai kejujuran sangat dijunjung tinggi dalam
kontrak asuransi.
Subrogation
Subrogation artinya penanggung hanya berkewajiban membayar sesuai
dengan yang tertuang dalam polis.
Istilah Asuransi
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Agen : Orang yang telah terikat perjanjian keagenan dengan perusahaan asuransi untuk bertindak mewakili
perusahaan tersebut dalam mencari nasabah, merundingkan dan menyampaikan ketentuan-ketentuan polis dan
melayani para pemegang polis.
Akad: Istilah dalam polis asuransi syariah yang berasal dari bahasa Arab al ‘aqd yang berarti perikatan, perjanjian
atau permufakatan. Dalam fikih, akad didefinisikan sebagai “pertalian ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan
qabul (pernyataan penerimaan ikatan) sesuai dengan kehendak syariat yang berpengaruh pada obyek perikatan.
Aktuaris : Orang yang secara profesional telah menjalani pelatihan dalam berbagai aspek teknis asuransi, pensiun
dan bidang-bidang terkait lainnya. Aktuaris bertanggung jawab memperkirakan berapa dana yang diperlukan
dalam bentuk premi atau iuran pensiun untuk pembayaran manfaat jangka panjang. Unit kerja di mana para
aktuaris bekerja disebut aktuaria.
Anuitas : Serangkaian pembayaran periodik yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis
anuitas atau tanggungannya.
Anuitan : Orang yang usianya dipakai sebagai patokan dalam penghitungan manfaat polis anuitas.
Aplikasi : Dokumen yang berisi pernyataan fakta-fakta yang dibuat oleh seseorang yang mengajukan permintaan
pertanggungan asuransi untuk digunakan oleh perusahaan asuransi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
penerbitan polis. Aplikasi dapat berupa Surat Permintaan Asuransi Jiwa (SPAJ), Surat Permintaan Anuitas (SPA) dan
Surat Permintaan Asuransi Kumpulan (SPAK) berikut kelengkapnnya. Aplikasi menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari polis asuransi yang diterbitkan.
Asuransi Berjangka (Term Insurance) : Polis asuransi jiwa dengan masa pertanggungan tertentu (tidak seumur
hidup)
Asuransi Berjangka yang Dapat Diperpanjang (Renewable Term Life Insurance): Polis asuransi jiwa berjangka
yang dapat diperpanjang pada akhir jangka waktunya, tanpa perlu bukti kelayakan asuransi (insurability). Namun,
polis baru mungkin memiliki premi yang lebih mahal.
Asuransi Berjangka yang dapat Dikonversi (Convertible Term Insurance): Polis asuransi jiwa berjangka yang
dapat diubah menjadi polis asuransi jiwa permanen di atas permintaan pemegang polis.
Asuransi Seumur Hidup (Whole life Insurance): Polis asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan seumur
hidup. Disebut juga asuransi permanen.
• Bancassurance : Metode distribusi penjualan asuransi menggunakan bank sebagai
penyalur, umumnya menggunakan nasabah bank sebagai target pemasaran. Bancassurance
juga mengacu pada perpaduan (konvergensi) layanan perbankan dan asuransi dalam satu
tempat.
• Bancatakaful : Metode distribusi penjualan asuransi syariah menggunakan bank
syariah/bank umum sebagai penyalur, umumnya menggunakan nasabah bank sebagai
target pemasaran.
• Broker : Perantara penjual dalam asuransi jiwa dan kesehatan
• Bukti Insurabilitas (Proof of insurability): Bukti bahwa seseorang adalah risiko yang dapat
diterima oleh perusahaan asuransi.
• Daftar Manfaat (Benefit Schedule) : Dalam asuransi kumpulan, tabel atau daftar yang
menunjukkan jumlah pertanggungan untuk setiap kelas tertanggung, yang biasanya dibagi
menurut tingkat pendapatan, jabatan atau posisi.
• Dana : Sekelompok kekayaan yang dikelola oleh perusahaan asuransi yang dapat
diidentifikasikan secara terpisah sebagai milik pemegang polis yang diinvestasikan sesuai
dengan ketentuan polis.
• Deferred Premium Clause : Klausul yang mengatur mengenai pembayaran premi asuransi
kumpulan secara angsuran.
• Endorsement/Addendum Polis : Surat (dokumen) yang menyatakan perubahan terhadap
beberapa data dalam polis yang telah diterbitkan, dapat berupa seperti perubahan ahli
waris, premi, atau tanggal efektif polis, atau perubahan lainnya.
• Excess Claim : Sejumlah uang kelebihan atas pengeluaran biaya pelayanan kesehatan dari
jumlah maksimum manfaat yang berlaku atas seorang peserta/tanggungan atau suatu
jumlah biaya pelayanan kesehatan yang tidak termasuk yang dijamin oleh perusahaan
asuransi sesuai dengan Ketentuan Polis.
• Explanation of Benefits (EOB) – Surat Pernyataan dari Perusahaan Asuransi yang
menunjukkan klaim-klaim apa saja yang telah setuju untuk dibayar.
• Fact Finding: proses penggalian informasi kebutuhan asuransi calon nasabah.
• Field Underwriting : Proses seleksi risiko awal yang dilakukan oleh agen dan tenaga
penjualan lainnya.
• Group Saving Plan : Program asuransi pensiun dengan manfaat pembayaran tunda setelah
masa pensiun yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada para peserta namun
pembayaran preminya ditanggung oleh pemberi kerja.
• Ilustrasi : Penjelasan oleh perusahaan asuransi mengenai bagaimana program asuransi akan
berjalan. Dalam ilustrasi dijelaskan proyeksi polis dari tahun ke tahun dengan rincian berapa
premi pada masing-masing tahun, manfaat asuransi yang diterima, suku bunga yang
dijamin, dan keterangan tambahan lainnya. Ilustrasi hanyalah alat presentasi penjualan,
bukan merupakan bagian dari polis yang akan diterbitkan.
• In force : Status di mana polis asuransi “aktif” dan mengikat secara hukum.
• Karyawan : Dalam program asuransi kumpulan, adalah seorang pekerja tetap, aktif bekerja
penuh waktu minimum 30 (tiga puluh) jam kerja setiap minggu dan terikat hubungan kerja
dengan Pemegang Polis Asuransi Kumpulan.
• Ketentuan Polis (Policy Provisions): Pernyataan-pernyataan yang terdapat di dalam polis
asuransi yang menerangkan tata cara dan syarat-syarat kontrak pertanggungan asuransi.
• Klaim : Permintaan atau tuntutan pembayaran manfaat sesuai dengan ketentuan yang
diatur dalam polis.
• Komisi : Bagian dari premi yang dibayarkan kepada agen atau tenaga penjual lainnya
sebagai imbal jasa dalam mendapatkan dan melayani pemegang polis.
• Koordinasi Manfaat (Coordination of Benefits /COB): Ketentuan atau prosedur yang
digunakan Perusahaan Asuransi untuk menghindari pembayaran ganda ketika seseorang
ditanggung oleh lebih dari satu polis.
• Laporan Pemeriksaan Kesehatan (medical report) : Laporan mengenai kondisi kesehatan calon
tertanggung yang diisi oleh dokter umum atau spesialis berdasarkan pemeriksaan fisik maupun
wawancara dengan calon tertanggung.
• Laporan Investasi (Unit Statement) : Adalah laporan yang berisi rincian saldo dana investasi
(dalam unit dan rupiah) dan mutasinya dalam satu periode tertentu yang diberikan oleh
perusahaan asuransi kepada para pemegang polis unit-link.
• Lapse : Pembatalan atau penghentian masa efektif polis karena premi tidak dibayar setelah
melewati masa tenggang.
• Manfaat Polis : Jumlah yang akan dibayar oleh perusahaan asuransi kepada pihak yang
mengajukan klaim/ahli waris/yang mewakili atau pihak yang memberikan jasa kesehatan
(provider), tergantung jenis pertanggungan.
• Manfaat Kematian: Jumlah yang dibayarkan setelah kematian tertanggung.
• Masa Tenggang (Grace Period) : Periode waktu setelah tanggal jatuh tempo premi lanjutan di
mana premi masih dapat dibayar tanpa dikenai bunga dan pertanggungan masih in force. Masa
tenggang bervariasi tergantung jenis polis dan tahapan pembayaran.
• Masa Tunggu (Waiting Period): Masa waktu tertentu setelah polis diterbitkan di mana biaya
kesehatan tertanggung tidak dijamin oleh polis. Lama masa tunggu umumnya adalah enam bulan
sampai 2 tahun dan hanya berlaku untuk biaya kesehatan karena penyakit, bukan karena
kecelakaan.
• Nasabah (klien) : Nasabah adalah individu atau kelompok yang menjalin hubungan bisnis dengan
perusahaan asuransi. Nasabah dapat berupa calon pemegang polis (prospek), pemegang polis,
maupun mantan pemegang polis atau keluarga/perwakilannya.
• Nilai Aktiva Bersih / NAB (Net Asset Value): Adalah nilai pasar bersih dari investasi yang bergerak
mengikuti kecenderungan pasar. Nilai Aktiva Bersih dibagi dengan keseluruhan unit penyertaan
yang ada dalam satu dana investasi menghasilkan unit price yaitu nilai rupiah per satu unit
investasi.
• Nilai Tunai/Tebus (Cash/Surrender Value): Komponen “tabungan” dalam asuransi jiwa tradisional,
yaitu kelebihan uang yang disisihkan dari premi setelah dikurangi biaya-biaya asuransi berikut
akumulasi hasil pengembangannya (bunganya).
• Pemegang Polis : orang atau sekelompok orang yang melakukan perikatan kontrak asuransi
(polis) dengan perusahaan asuransi. Pemegang polis (policy holder) yang juga disebut
pemilik polis (policy owner) adalah pihak yang melakukan pembayaran premi.
• Pemulihan Polis (Reinstatement) : Pemulihan kembali efektivitas pertanggungan bagi polis
yang sudah lapse.
• Penebusan Polis (Surrender) : Pembatalan polis sebelum berakhirnya masa pertanggungan
oleh pemegang polis.
• Perpanjangan Polis (Renewal) : Perpanjangan masa pertanggungan melewati batas waktu
awalnya oleh pemegang polis dan disetujui oleh perusahaan asuransi dengan dibayarnya
sejumlah premi lanjutan.
• Periode Pemulihan (Reinstatement Period) : Masa di mana polis yang telah lapse masih
dapat dipulihkan. Masa pemulihan biasanya adalah satu tahun setelah tanggal jatuh tempo
terakhir, di mana pemegang polis harus membayar tunggakan premi berikut bunganya agar
polis dapat dipulihkan.
• Penerima Manfaat (Beneficiary) : Orang atau organisasi yang mendapatkan pembayaran
manfaat polis.
• Pengaju Klaim (Claimant): Orang atau organisasi yang mengajukan klaim. Pengaju klaim
adalah peserta, pemegang polis atau provider (untuk klaim asuransi kesehatan) dan ahli
waris atau bank untuk asuransi jiwa dan anuitas.
• Peserta : Karyawan yang memenuhi syarat untuk dipertanggungkan, telah didaftarkan oleh
Pemegang Polis dan disetujui oleh perusahaan asuransi berdasarkan hasil seleksi risiko
(underwriting).
• Pernyataan Kesehatan: Formulir yang diisi dan ditandatangani oleh calon tertanggung yang
menyatakan kondisi kesehatannya.
• Persyaratan Kepesertaan (Eligibility Requirements): Persyaratan yang haru dipenuhi
seseorang agar diperbolehkan menjadi peserta asuransi kumpulan.
• Persetujuan Klaim Ex-Gratia : adalah persetujuan untuk membayar
klaim meskipun secara hukum perusahaan asuransi tidak berkewajiban
membayarnya, misalnya karena risiko tidak termasuk yang
dipertanggungkan dalam polis.
• Pinjaman Polis: Suatu pinjaman yang diberikan perusahaan asuransi
kepada pemegang polis yang dijamin dengan nilai tunai polis tersebut.
Jumlah saldo pinjaman mengurangi manfaat polis.
• Polis : Perjanjian asuransi antara penanggung dan pemegang polis serta
dokumen lainnya yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dengan perjanjian asuransi tersebut, termasuk sertifikat peserta dalam
bagi asuransi kumpulan. Polis asuransi juga sering disebut kontrak polis
atau kontrak.
• Polis Asuransi Unit-Link: Polis asuransi jiwa yang memenuhi kriteria
sebagai berikut: a. nilai manfaat yang dijanjikan ditentukan oleh kinerja
subdana investasi yang dibentuk untuk unit link tersebut; b. nilai
manfaat yang diperoleh dari subdana investasi dinyatakan dalam unit;
dan c. mengandung pertanggungan risiko kematian alami.
• Polis Asuransi Tradisional: Polis asuransi yang tidak memiliki komponen
investasi yang terpisah seperti dalam polis asuransi unit-link. Polis
asuransi jiwa tradisional dapat mengandung komponen tabungan
maupun tidak (murni asuransi).
• Polis Anuitas : Polis yang menampung dan mengembangkan sejumlah
dana yang dapat digunakan setelah melewati usia pensiun. Setelah
umur yang ditentukan, perusahaan asuransi akan membayarkan
manfaat anuitas secara bulanan dan sekaligus berupa sejumlah uang
bila tertanggung (anuitan) mencapai usia tertentu atau meninggal
dunia.
• Polis Individu : Polis asuransi yang memberikan pertanggungan asuransi
kepada perorangan/individu dan, dalam beberapa kasus, anggota
keluarganya.
• Polis Kumpulan : Polis asuransi yang memberikan pertanggungan
kepada seorang pemberi kerja atau pihak lain untuk risiko asuransi
sekelompok orang yang secara resmi bekerja atau memiliki ikatan bisnis
lain dengannya.
• Pre-existing Condition: Masalah kesehatan yang sudah ada sebelum
tanggal efektif pertanggungan asuransi (enam bulan sampai 2 tahun).
Umumnya perusahaan asuransi tidak menanggung pre-existing
condition, atau hanya menanggung setelah melewati masa tunggu
(waiting period).
• Premi : Sejumlah uang yang tercantum dalam polis yang disetujui oleh
pemegang polis, untuk dibayarkan kepada perusahaan asuransi sesuai
yang diperjanjikan agar polis tetap aktif. Yang termasuk dalam Premi
adalah Premi Pertama, Premi Lanjutan, Premi Perpanjangan dan Premi
Perubahan Polis.
• Profit sharing (Pembagian Keuntungan): (1) Pengembalian sebagian
dari premi asuransi kumpulan kepada pemegang polis yang memiliki
riwayar klaim lebih baik daripada yang diperkirakan pada waktu premi
dihitung. (2) Pengembalian sebagian premi reasuransi kepada
perusahaan asuransi yang memiliki riwayay klain lebih baik daripada
yang diperkirakan saat premi dihitung. Juga disebut experience refund
atau dividen.
• Prospecting: Proses untuk mencari calon nasabah (prospect).
• Proposal : Penjelasan oleh perusahaan asuransi mengenai
manfaat/uang pertanggungan yang dijamin dalam program asuransi
kumpulan yang ditawarkan untuk masing-masing peserta beserta
besaran premi dan syarat-syarat pokok pertanggungan. Proposal
asuransi kumpulan juga sering disebut quotation.
• Rasio Klaim (Claims Ratio): Jumlah rupiah klaim yang dibayarkan oleh
Perusahaan Asuransi dibandingkan dengan jumlah premi yang diterima.
Rasio klaim seringkali ditunjukkan sebagai persentase klaim untuk setiap
rupiah yang diterima.
• Reasuransi : Pengalihan pertanggungan oleh perusahaan asuransi lain,
yang biasa disebut reasuradur, sebagian porsi risiko yang diterima oleh
perusahaan asuransi penerbit polis. Reasuransi dapat dilakukan
melalui treaty (otomatis) atau secara facultative (kasus per kasus).
• Reduced Paid-Up: Manfaat non-klaim (non-forfeiture) di mana nilai
tunai bersih dari polis asuransi digunakan sebagai premi tunggal
untuk membeli pertanggungan dengan jenis dan periode yang sama
dengan polis yang ditebus, namun dengan uang pertanggungan yang
lebih kecil.
• Rekanan (Provider) : Rumah sakit, laboratorium kesehatan atau
klinik/balai pengobatan yang menjalin kerjasama dengan
perusahaan asuransi untuk memberikan pelayanan kesehatan
kepada nasabah-nasabahnya atas beban biaya perusahaan asuransi
tersebut sebatas jumlah yang dijamin (dinyatakan dalam sebuah
surat jaminan).
• Retention Limit : Jumlah nominal rupiah di mana perusahaan
asuransi dapat mempertanggungkan sepenuhnya tanpa bantuan
reasuransi.
• Rider : Ketentuan yang melekat pada polis yang memberikan
manfaat tambahan atau pembatasan.
• Ringkasan Polis : Dokumen yang berisi intisari dari pertanggungan
polis.
• Risiko : Kerugian yang dapat terjadi atau individu yang
dipertanggungkan
• Sertifikat Asuransi : Lembar pernyataan pertanggungan yang diberikan
kepada seseorang yang menjadi peserta dalam asuransi jiwa/kesehatan
kumpulan, yang berisi manfaat polis dan ketentuan-ketentuan pokok
yang mengikat berikut tanggal efektif pertanggungan.
• Service Level : Batas waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan baik underwriting, penerbitan polis, perubahan polis,
konfirmasi persetujuan/penolakan akseptasi dan pelaporan.
• Surat Jaminan Rawat Inap: Surat yang disampaikan oleh perusahaan
asuransi kepada rumah sakit provider yang berisi jaminan pembayaran
biaya-biaya rawat inap oleh perusahaan asuransi sejumlah maksimal
tertentu untuk peserta asuransi kesehatan yang namanya tercantum
dalam surat tersebut.
• Switching: Pemindahan dana investasi unit-link dari satu jenis dana ke
dana lainnya.
• Tabel Mortalitas: Tabel yang menunjukkan tingkat kematian untuk
sekelompok individu yang dibagi berdasarkan usia.
• Tanggungan (Dependant): Seorang suami/istri dan anak-anak yang sah.
• Tertanggung (Insured) : orang atau sekelompok orang yang risikonya
dipertanggungkan dalam kontrak asuransi.
• Top-Up: Penambahan dana investasi unit link di luar pembayaran
premi reguler/sekaligus.
• Uang Pertanggungan : Sejumlah uang yang menjadi kewajiban
perusahaan asuransi untuk mengganti semua atau sebagian
kerugian keuangan yang terjadi pada tertanggung sebagaimana
disebutkan dalam polis. Uang Pertanggungan dalam asuransi
kesehatan biasa disebut manfaat polis.
• Underwriting : Proses untuk mengevaluasi, menyeleksi dan
menyetujui risiko asuransi dan menentukan berapa jumlah risiko dan
apa syarat-syaratnya yang dapat diterima oleh perusahaan asuransi.
Pegawai yang melakukan proses undewriting disebut underwriter.
• Unit: Satuan jumlah penyertaan pemegang polis dalam setiap dana
yang dipilih.
• Wakalah: Dalam asuransi syariah, penyerahan, pendelegasian atau
pemberian mandat dari seseorang ke orang lain semasa pemberi
mandat masih hidup.
ASURANSI JIWA
• Dalam asuransi jiwa, perlindungan terhadap kerugian keuangan
diberikan kepada orang-orang yang Anda cintai bila mereka
kehilangan pencari nafkah utama keluarga, yaitu Anda.
• Asuransi jiwa sangat berbeda dengan jenis asuransi lainnya. Bila
asuransi lain melindungi ANDA dari sesuatu yang MUNGKIN terjadi
(misalnya, kendaraan Anda dicuri atau Anda mengalami sakit),
asuransi jiwa melindungi KELUARGA ANDA dari sesuatu yang PASTI
terjadi, yaitu kematian Anda. Kita mungkin tidak pernah berpikir
mengenai kematian, tetapi cepat atau lambat kita semua akan mati.
• Dalam asuransi lain, bila Anda beruntung maka premi Anda akan
digunakan untuk menutup klaim orang lain yang mengalami
musibah. Dalam asuransi jiwa permanen, ahli waris kita PASTI akan
mendapatkan uang pertanggungan.
Jenis Asuransi Jiwa
• Dari segi pertanggungannya, secara umum asurannsi jiwa dikelompokkan
menjadi:
• Asuransi jiwa seumur hidup (whole life): membayar kapan pun tertanggung
meninggal dunia.
• Asuransi jiwa berjangka n-tahun: membayar bila tertanggung meninggal dalam ntahun yang dijamin. Bila tertanggung tetap hidup setelah n-tahun, tidak ada
pembayaran.
• Asuransi jiwa dwiguna n-tahun: membayar bila tertanggung meninggal dalam ntahun atau tetap hidup setelah n-tahun.
• Dari segi komponen investasinya, asuransi jiwa dikelompokkan menjadi:
• Asuransi jiwa tradisional: komponen investasi dari polis-polis disatukan dalam
satu rekening bersama.
• Asuransi jiwa unit-link: komponen investasi dari polis-polis dipisahkan dalam subsub rekening pribadi yang dapat dialokasikan secara fleksibel ke dana investasi
yang dipilih.
• Dari segi pola pengelolaannya, asuransi jiwa dibedakan menjadi:
• Asuransi jiwa konvensional: pengelolaan manajemen asuransi dan
investasi dilakukan secara konvensional.
• Asuransi jiwa syariah: pengelolaan manajemen asuransi dan investasi dilakukan
sesuai dengan aturan syariah Islam.
Cara Kerja Asuransi
• Ketika polis asuransi dibeli seseorang, uang premi dari polis
tersebut digabungkan ke dalam apa yang disebut pool asuransi.
Dalam pool tersebut, sejumlah besar orang ikut berpartisipasi.
Anggota baru bergabung, anggota lama meninggal atau
membatalkan keikutsertaan. Setiap anggota dijanjikan oleh
Perusahaan Asuransi akan dibayar sejumlah uang bila kerugian yang
dipertanggungkan terjadi, asalkan premi yang menjadi kewajibannya
telah dibayar.
• Keikutsertaan seseorang dalam program asuransi diikat dalam
kontrak hukum yang disebut polis asuransi. Dalam polis tersebut
dijelaskan secara rinci semua hak, tanggung jawab dan kewajiban
pemegang polis/tertanggung dan perusahaan asuransi. Jika
seseorang menderita kerugian yang tercakup dalam polis, dia
mengajukan klaim. Klaim adalah laporan lengkap kerugian yang
dialami dan nilainya. Jumlah uang yang dibayarkan kepada
seseorang didasarkan pada kerugian yang terjadi dan batas
maksimum yang dapat diberikan menurut polis.
Meninggal Segera Setelah
Membeli Polis
• Perusahaan asuransi menjalankan bisnis pengambilalihan atau
pengelolaan risiko. Ketika Anda membeli asuransi jiwa
misalnya, perusahaan asuransi tentu berharap Anda berumur
panjang agar dapat membayar semua kewajiban premi Anda
ke dalam pool. Namun, perusahaan asuransi juga tahu bahwa
ada kemungkinan Anda meninggal tidak lama setelah
membayar premi pertama. Dalam hal ini, perusahaan asuransi
berisiko membayar jauh lebih besar daripada yang Anda
kontribusikan.
• Untuk mengukur risiko ini, perusahaan asuransi menggunakan
statistik yang dapat memprediksi jumlah orang yang benarbenar akan meninggal dunia/mengalami kerugian dan
mengajukan klaim dalam suatu periode. Perusahaan asuransi
memang tidak bisa tahu kapan orang tertentu dalam pool
akan mengalami risiko, tetapi mereka dapat memperkirakan
jumlah orang yang akan meninggal/mengalami kerugian di
tahun pertama, tahun berikutnya dan seterusnya. Karena
sebagian besar orang yang ikut berasuransi tidak mengajukan
klaim, perusahaan asuransi dapat membayar klaim-klaim yang
bernominal jauh lebih besar dibandingkan uang premi yang
diterima dari pemegang polis.
• Statistik ini juga membantu untuk menentukan jumlah premi.
Perusahaan asuransi mengumpulkan informasi tentang
tertanggung untuk dapat mengelompokkan mereka sesuai
karakteristik risiko yang sama dan menghitung tingkat premi
berdasarkan kelompok risikonya. Mereka yang memiliki risiko
yang sama membayar premi yang sama. Proses ini dikenal
sebagai klasifikasi risiko atau underwriting. Dengan
mengenakan premi sesuai risiko, perusahaan asuransi dapat
bertindak adil kepada semua pemegang polis.
Penerima Manfaat Asuransi Jiwa
• Ada empat pihak dalam sebuah kontrak asuransi:
1.
2.
3.
4.
perusahaan asuransi
pemegang/pemilik polis
tertanggung
penerima manfaat.
• Penerima manfaat:
• Umumnya, polis asuransi dapat memiliki lebih dari satu penerima manfaat. Misalnya,
penerima utama adalah dua orang anak yang masing-masing menerima 50%. Anda juga bisa
menyebutkan pembagian dalam nominal, misalnya masing-masing Rp100 juta. Namun,
karena asuransi Anda mungkin memiliki komponen tabungan dan mendapatkan distribusi
surplus, jumlah manfaat tidak selalu sama dengan nominal yang tertera dalam polis (bisa
lebih besar). Oleh karena itu, lebih dianjurkan dalam bentuk persentase.
• Pada setiap tahap kehidupan, Anda perlu meninjau ulang penerima manfaat asuransi Anda.
Jika Anda membeli polis asuransi jiwa ketika Anda masih lajang, Anda harus meninjaunya
ketika Anda menikah. Hal yang sama berlaku jika Anda bercerai, memiliki anak pertama, anak
kedua, dst. Anda mungkin tidak ingin mantan pasangan Anda menjadi penerima manfaat dari
polis Anda. Ketika Anda semakin tua dan anak-anak Anda tidak lagi tergantung pada Anda,
Anda mungkin perlu mengubah penerima manfaat sehingga pasangan Anda menjadi pewaris
tunggal polis asuransi Anda.
Proses Klaim
•
Pengaju klaim menginformasikan kematian tertanggung ke perusahaann asuransi
Perusahaan asuransi biasanya akan meminta/mengecek nomor polis dan status polis tertanggung dan
menanyakan beberapa informasi terkait dengan kematian tertanggung sebelum mengirimkan formulir klaim untuk
dilengkapi.
•
Pengaju klaim melengkapi berkas klaim sesuai persyaratan.
•
Berkas klaim asuransi jiwa yang lengkap biasanya terdiri dari:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Formulir Klaim Asuransi Jiwa yang sudah diisi lengkap
Polis dan Endorsement/Addendum Polis (Asli)
Surat Keterangan Dokter (yang menyebutkan sebab kematian)
Surat Keterangan Meninggal Dunia dari Pamong Praja
Surat Bukti Pemakaman dari Dinas Pemakaman
Surat Keterangan Pemeriksaan Mayat dari Rumah Sakit/Dinas Kesehatan (bila sempat dibawa ke rumah sakit)
Bila sebab kematian adalah kecelakaan dan polis memiliki manfaat tambahan uang pertanggungan untuk kematian karena
kecelakaan maka harus disertakan juga Surat Keterangan Kecelakaan dari Kepolisian/Instansi yang Berwenang. Bila
tertanggung dipertanggungkan pada lebih dari satu polis, Anda harus menyertakan semua polis untuk disatukan proses
penyelesaiannya.
Sebaiknya Anda mem-fotokopi semua berkas klaim sebelum mengirimkannya ke perusahaan asuransi. Salinan tersebut
mungkin diperlukan untuk referensi Anda, terlebih bila klaim asuransi Anda ditolak dan terjadi sengketa dengan
perusahaan asuransi.
Setelah semua dokumen diserahkan, perusahaan asuransi akan menganalisa klaim, yang terdiri dari beberapa
tahap:
•
•
•
Memeriksa kelengkapan berkas-berkas klaim.
Mengubah status polis dari efektif (inforce) menjadi batal karena meninggal sehingga proses penagihan premi atau
pembebanan premi otomatis (pada asuransi unit-link) akan berhenti.
Melakukan analisa persetujuan klaim dengan melakukan verifikasi:
• Bila klaim dinilai valid, perusahaan asuransi akan menghitung
jumlah kewajiban klaim.
• Jumlah manfaat polis yang dibayarkan dapat sebesar penjumlahan
dari:
• Uang Pertanggungan Dasar (base plan)
• Uang Pertanggungan Tambahan (rider) untuk Kematian karena
Kecelakaan
• Nilai Tunai untuk polis tradisional atau nilai anuitas untuk polis anuitas
atau nilai investasi untuk polis unit-link. Tanggal NAB nilai investasi
biasanya adalah tanggal kematian tertanggung (date of death).
• Saldo premi yang belum menjadi biaya (unearned premium).
• Dikurangi dengan:
• Hutang Polis (policy loan)
• Kewajiban premi yang belum dibayar
• Bunga pinjaman dan beban administrasi lainnya.
• Melakukan proses pembayaran klaim.

similar documents