gerakan-gerakan modernis islam di indonesia

Report
SEJARAH PERADABAN ISLAM
“MEMBAWA KEMAJUAN DALAM ISLAM”
 BARAT
-
Pikiran, aliran, gerakan dan usaha untuk
merubah faham-faham adat istiadat, institusiinstitusi
lama
dan
sebagainya
untuk
disesuaikan dengan suasana baru yang
ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi
 ISLAM
-
Berusaha menghadirkan Islam dalam bentuk
yang sesuai dengan perkembangan zaman.
 BARAT
-
Untuk menyesuaikan ajaran-ajaran yang terdapat
dalam agama Katholik dan Protestan dengan ilmu
pengetahuan dan filsafat modern”
“
INILALAH
YANG
MENYEBABKAN
LAHIRNYA
SEKULARISME DI BARAT ”
 ISLAM
-
Mendorong untuk menelaah serta menjelaskan kembali
doktrin-doktrin islam dalam bahasa dan rumusan yang
dapat diterima oleh pikiran-pikiran modern.

MODERNISME DALAM ISLAM DIMULAI PADA ABAD 19
DENGAN
MASUKNYA
IDE-IDE
BARAT
SEPERTI;
RASIONALISME, NASIONALISME, DEMOKRASI DLL.

Kemunculan gerakan pemikiran “baru” dalam Islam
terutama
merupakan
upaya
menjembatani
kesenjangan antara idealitas Islam dan realitas umat.
 Peride
klasik ( 650 – 1250)
Fase Disentegrasi ( 1000 – 1250 )
Pada masa ini Khalifah sebagai lambang kesatuan politik
umat Islam mulai luntur dan lemah ( 1258 M )
 Periode
Pertengahan ( 1250 – 1800 )
Fase kemunduran
 Periode
Modern ( 1800 M )
 Menjelang
akhir abad ke-19, seorang putra
Minangkabau menjadi imam Masjid al-Haram
di Makkah, yaitu Syaikh Ahmad Khatib al-Jawi
al-Minankabawi (1840–1916).
 Dia banyak mempunyai murid yang datang
dari tanah air, antara lain Ahmad Dahlan
(1868–1923)
yang
kelak
mendirikan
Muhammadiyah serta Hasyim Asy`ari (1871–
1947) yang kelak mendirikan Nahdlatul`Ulama’.
1.
2.
3.
Jalur haji dan mukim, yakni tradisi
(pemuka) umat Islam Indonesia yang
menunaikan ibadah haji ketika itu
bermukim untuk sementara waktu guna
menimba
dan
memperdalam
ilmu
keagamaan atau pengetahuan lainnya.
Jalur publikasi, yakni berupa jurnal atau
majalah-majalah yang memuat ide-ide
pembaharuan Islam
Peran mahasiswa yang sempat menimba
ilmu di Timur-Tengah
 Gerakan
pembaharuan itu dilandasi oleh dua
hal, yaitu:
1.
2.
Pertama, keyakinan akan universalitas Islam
yang membawa rahmat bagi semesta alam,
tetapi tidak semua ajaran yang universal itu
diformulasikan secara detail dan rinci oleh alqur’an dan al-hadits.
Kedua, keyakinan agama Islam sebagai agama
wahyu
terakhir,
berimplikasi
terhadap
keyakinan bahwa tidak akan muncul seorang
Nabi yang membawa wahyu dan petunjuk
agama setelah Nabi Muhammad SAW. wafat.

Pemurnian ajaran Islam dari syirik takhayul,
bid’ah, khurafat, animisme, kembali pada Al
Qur’an dan Hadits.

Menghargai akal.

Pembukaan ijtihad.

Menolak taklid.

Persatuan umat islam / ukhuwah islamiyah.

Penolakan paham fatalisme.
 Modernisasi
bukanlah upaya pembaratan
(westernisasi, baik
eropanisasi
atau
amerikanisasi)
atau
bukan
penimuran
(easternisasi).
 Dalam arti yang sempit, modern
berarti
“yang terbaru” atau mutakhir.
 Dengan demikian, yang dimaksud “dunia
modern”, adalah kehidupan yang maju
(mutaakhir) atau kehidupan baru sebagai
lawan kahidupan lama

similar documents