Perencanaan Program Gizi dan PKL Pertemuan 11

Report
Erry Yudhya Mulyani,M.Sc


Indeks Antropometri adalah pengukuran dari
beberapa parameter.
Indeks antropometri merupakan rasio dari
suatu pengukuran terhadap satuatau lebih
pengukuran.

Untuk mengkaji status gizi secara akurat,
beberapa pengukuran secaraspesifik juga
diperlukan dan pengukuran ini mencakup
Umur, BB (beratBadan), TB (tinggi badan),
Lingkar Kepala, BMI atau IMT (index
masatubuh), Berat Badan Relatif (BBR), dan
Rasio Pinggang Panggul (LPP),Lingkaran
Perut, Lipatan Trisep, LLA dan LOLA
a. Meminta surat kelahiran, kartu keluarga atau
catatan lain yangdibuat oleh orang tuanya.
Jika tidak ada, bila memungkinkan
catatanpamong desa
b.Jika diketahui kalender lokal seperti bulan
Arab atau bulan lokal (Sunda, Jawa dll),
cocokan dengan kalender nasional.
c. Jika tetap tidak ingat, dapat berdasarkan
daya ingat ortu, atauberdasar kejadian
penting (lebaran, tahun baru, puasa,
pemilihankades, pemilu, banjir, gunung
meletus dll).
d.Membandingkan anak yang belum diketahui
umurnya dengan anak kerabat/ tetangga
yang diketahui pasti tanggal lahirnya.
e. Jika hanya bulan dan tahunnya yang
diketahui, tanggal tidak diketahui, maka
ditentukan tanggal 15 bulan

Pengukuran BB dapat dilakukan dengan
menggunakan alat yaitu timbangan Berat
Badan, namun ada kekhususan dalam
mengukur BB bayi,yaitu dapat dilakukan:
Dalam mengukur tinggi badan dapat dilakukan
dengan menggunakan Alat ukur, seperti;
a.Microtoise: untuk anak yang sudah dapat
berdiri
b.Alat Pengukur Panjang Badan Bayi : untuk
bayi atau anak yang belum dapat berdiri.

Pengukuran lingkar kepala dapat dilakukan
seperti pada gambar dibawah ini

Body Mass Index (BMI) atau dalam bahasa
Indonesia disebut Index Masa Tubuh (IMT)
adalah sebuah ukuran “berat terhadap tinggi”
badan yang umum digunakan untuk
menggolongkan orang dewasa ke dalam
kategori Underweight (kekurangan berat
badan), Overweight (kelebihanberat badan)
dan Obesitas (kegemukan)
Rumus atau cara menghitungBMI yaitu
dengan membagi berat badan dalam
kilogram dengan kuadratdari tinggi badan
dalam meter (kg/m²)
 Keterbatasan BMI adalah tidak dapat
digunakan bagi:
a.Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan
b.Wanita hamil
c.Orang yang sangat berotot, contohnya atlet



Berat badan relative merupakan alternative
lain untuk menentukan status gizi seseorang.
Berat badan relative adalah persentase berat
badan dalam kilogram terhadap berat badan
normal (tinggi badan dikurangi dengan 100).
Namun, pengukuran BBR kini jarang
dilakukan di rumahsaakit karena peranannya
untuk menentukan status gizi seseorang
sudahbanyak diganti oleh IMT




Penilaian berdasarkan berat badan relatif :
•kurus (underweight) bila < 90%
•normal (ideal) bila 90 - 110%
•gemuk (overweight) bila > 110%
•obesitas bila > 120%
-obesitas ringan bila 120 - 130%
obesitas sedang bila 130 - 140%
-obesitas berat bila 140 - 200%
-obesitas Morbid bila > 200%


Rasio pi-pa diukur mula-mula mengukur
lingkaran pinggang (perut) pada lingkaran
terkecil diatas umbilikus.
Kemudian, lingkaran panggul diukur lewat
tonjolan gluteus yang paling maksimal


Hasil kedua pengukurankemudian digambar
padanomogram dan dengan meletakkan hasil
pengukuran lingkaran pinggangpada sklala di
sebelah kiri, sementara hasil pengukuran
lingkaran panggulpada skala di sebelah
kanan.
Hubungkan kedua hasil pada skala
tersebutdengan garis lurus yg akan
memotong garis AGR/WHR (abdominalgluteal ratioatau waist hip-ratio) yg terletak
antara kedua skala



Rasio pi-pa (WHR) sebesar 1,0 atau kurang bagi
laki-laki dan 0,8 atau kurang bagi wanita
merupakan nilai yang normal. (Hartono, Andry.
2006)
Perlu ditekankan bahwa resiko penyaki tyang
berhubungan dengan lingkar pinggang adalah
bervariasi pada populasi dan kelompok etnik yang
berbeda. Sebagai contoh, lemak di sekitar perut
pada wanita kulit hitam kurang menunjukan
hubungan yang kuat dengan resiko penyakit
jantung dan diabetes dibandingkandengan wanita
kulit putih.
Oleh karena itu,diperlukan nilai maksimum (cut-off
points) yang lebih spesifikberdasarkan seks dan
populasi
Pria
Wanita
Pengukura Resiko
Resiko
Resiko
n
Meningkat Sangat
Meningkat
Meningkat
Lingkar
 94 cm
 102 cm  80 cm
Pinggang
Perbanding
an
Lingkar/Lin
gkar
Pinggul
0,9
1,0
0,8
Resiko
Sangat
Meningkat
 88 cm
0,9


Pengukuran lingkaran perut (waist
circumference) kini menjadi metode paling
populer kedua (sesudah IMT) untuk
menentukan status gizi.
Cara pengukuran lingkaran perut ini dapat
membedakan obesitas menjadi jenis perifer
(obesitas tipe gynoid), abdominal (obesitas
tipe android), danobesitas tipe ovid
(DivisionXenical, 2007)

Lemak disimpan di sekitar pinggul
danbokong Tipe ini cenderung dimiliki
wanita.Resiko terhadap penyakit pada tipe
gynoidumumnya kecil, kecuali resiko
terhadappenyakit arthritis dan varises vena
(varicoseveins).


Biasanya terdapat pada pria. dimanalemak
tertumpuk di sekitar perut. Resikokesehatan
pada tipe ini lebih tinggidibandingkan dengan
tipe Gynoid, karena sel-sel lemak di sekitar perut
lebih siap melepaskan lemaknya ke dalam
pembuluh darah dibandingkan dengan selsellemak di tempat lain.
Lemak yang masuk ke dalam pembuluh darah
dapat menyebabkan penyempitan arteri
(hipertensi), diabetes, penyakitgallbladder,
stroke, dan jenis kanker tertentu (payudara
danendometrium).


dapat disimpulkan bahwa seorang pria kurus
dengan perut gendut lebih beresiko
dibandingkan denganpria yang lebih gemuk
dengan perut lebih kecil.
Untuk diagnosis obesitas abdominal (tipe
Android), lingkaranperut bagi wanita Asia
adalah ≥ 80 cm dan bagi pria Asia adalah≥
90cm (bagi wanita Kaukasian≥ 35 inci dan
pria Kaukasian≥ 40 inci).

Ciri dari tipe ini adalah "besar diseluruh
bagian badan". Tipe Ovid umumnyaterdapat
pada orang-orang yang gemuksecara
genetic.


Lipatan Triseps
Pengukuran lipatan triseps dimaksudkan
untuk menentukanstatus lemak tubuh,
sementara LLA dan LOLA untuk
mengetahuistatus protein otot. Kurang lebih
separuh jaringan adipose tubuhterdapat
dalam jaringan bawah kulit (subkutan)
sehingga pengukuranstatus lemak tubuh
dapat dilakukan pada lipatan kulit
triseps,subskapuler, abdominal, panggul,
serta paha.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa
penilaian lemaksubkutan lewat pengukuran
lipatan kulit merupakan cara yang
cukupakurat. Pengukuran lipatan triseps
dilakukan dengna menggunakan caliper.



Cara pengukurannya adalah lengan yang lipatan
triseps akan diukur dibiarkan digantung bebas
disisi tubuh. Peganglah lipatan kulit tersebut
seperti menjepitnya dengan ibu jari dan telunjuk
tangansedikit di atas titik tengah lengan atas
yang sudah ditandai.
Gunakankaliper untuk mengukur tebalnya,
tunggu 2 hingga 3 detik, kemudianbacalah hasil
pengukuran tersebut pada 1,0 mm yang
terdekat.
Ulangi prosedur pengukuran hingga 3 kali hitung
rata-rata dari hasil pengukuran.

Nilai Normal bagi penduduk Indonesia belum
ada sampai saatini. Bagi orang Kaukasian
(kulit putih), nilai normalnya: 90% standar=
11,3 mm untuk laki-laki, 14,9 mm untuk
wanita.

Ukuran lingkaran lengan atas (LLA)
menentukan massa ototdan jaringan
subkutan. Biasanya cara ini digunakan pada
anak-anakkendati dapat pula dipakai untuk
mengukur Lingkaran Oktot LenganAtas
(LOLA) pada orang dewasa.



Cara pengukuran adalah dengan menggunakan pita
pengukuryang tidak mulur (sebaiknya pita pengukur
produksi RossLaboratories, Columbus, OH untuk
memudahkan pembacaannya)
lingkarkan pita tersebut pada titik tengah lengan atas
yang non-dominan (lengan kiri) di antara puncak
prosesus akromialis scapuladan prosesus olekranon
os ulna, sementara lengan bawah difleksikan90o.
Dengan lengan dalam posisi bergantung bebas,
kencangkan pitapengukur yang telah dipasang
melingkari titik tengah lengan atastanpa
menimbulkan penekanan pada jaringan lunak.
Lakukanpembacaan pada sentimeter terdekat.
(Hartono, Andry. 2006)


Ukuran lingkaran otot lengan atas (LOLA)
yang dihitungberdasarkan tebal triseps dan
ukuran LLA akan menghasilkan indeksmassa
otot (simpanan protein tubuh).
Pengukurannya dilakukan dalamsentimeter
dengan rumus:
LOLA (cm) = LLA cm – (0,314 x tebal kulit
triseps (mm))

Nilai Normal bagi penduduk Indonesia belum
ada sampai saatini. Bagi orang Kaukasian
(kulit putih), nilai normalnya: 90% standar=
22,8 cm untuk laki-laki, 20,9 cm untuk
wanita. (Hartono, Andry. 2006)

similar documents