JENIS-JENIS TULISAN - StaffSite Pradnya Paramita

Report
BY : LIONI RINDI
Jenis-jenis tulisan
Ada 5 macam jenis tulisan antara lain :
 Narasi
 Eksposisi
 Persuasif
 Deskripsi
 Argumentasi
NARASI
 Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf
dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari
waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal,
tengah, dan akhir.
Jenis-Jenis Narasi
 Narasi informative
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran
penyampaian informasi secara tepat tentang suatu
peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan
orang tentang kisah seseorang
 Narasi ekspositorik
Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki
sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang
suatu peristiwa dengan tujuan memperluas
pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam
narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu
peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya.
 Narasi artistic
Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk
memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan
suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau
pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa
yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak
memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.
 Narasi sugestif
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk
memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan
suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau
pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
Ciri-ciri Karangan Narasi
 Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
 Dirangkai dalam urutan waktu.
 Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
 Ada konfiks. Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini
tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita,
konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap
lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
 Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis.
 Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa
yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata
imajinasi atau gabungan keduanya.
 Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi
tidak menarik.
 Memiliki nilai estetika.
 Menekankan susunan secara kronologis.
Langkah-langkah Menulis Karangan Narasi
 Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
 Tetapkan sasaran pembaca
 Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan




dalam bentuk skema alur
Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal,
perkembangan, dan akhir cerita
Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail
peristiwa sebagai pendukung cerita
Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut.
Contoh Karangan Narasi
Aku berjalan menuju halaman rumah-rumah yang
sunyi. Aku terus berjalan d kota kecil yang sunyi,
hingga kutemukan patung sepeda-sepedaan di tengah
taman. Ada seorang gadis berbaju hijau mengintipku
dari balik rerimbun daun. Aku mengejarnya. Lantas, ia
berhenti di salah satu sudut taman. Kami berpandangpandangan sebelum aku tahu ia benar-benar hilang.
Bolak-balik aku mencoba untuk mencarinya. Sebelum
aku benar-benar menemukannya, dering jam weker
cukup mengejutkanku. Cahaya matahari sudah
menerobos masuk jendela kamarku.
Eksposisi
 Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan
paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis
dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan
pengertian dengan gaya penulisan yang singkat,
akurat, dan padat.
Ciri-ciri dari Karangan Eksposisi
 Menggali melalui analisis dan sintesis
 Diperjelas dengan fakta yang dilengkapi dengan
angka, peta, grafik, statistik, gambar atau bagan
sebagai ilustrasi
 Uraian bersifat objektif, semata-mata hanya untuk
menambah pengetahuan pembaca tanpa didasari
maksud tertentu
 Berisi tentang pendapat, gagasan, atau keyakinan
penulis terhadap suatu masalah bidang tertentu
 Paragraf diakhiri dengan penegasan, bukan ajakan
atau permintaan dukungan
Langkah-langkah Menulis Karangan Eksposisi
 Menentukan tema
 Menentukan tujuan karangan
 Memilih data yang sesuai dengan tema
 Membuat kerangka karangan
 Mengembangkan kerangka menjadi karangan
Contoh Karangan Eksposisi
 Angin adalah gerakan udara dari daerah bertekanan
tinggi ke daerah bertekanan rendah. Gerakan udara ini
dikendali kan panas matahari. Udara panas lebih
ringan daripada udara dingin. Udara panas naik jika
dipanasi matahari, lalu tempatnya digantikan oleh
udara dingin.
Persuasif
 Karangan persuasif merupakan karangan yang
bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat
sesuatu. Karangan ini biasanya berisi ide, gagasan,
atau pendapat penulis disertai imbauan atau ajakan
kepada orang lain, dimana pengarang mengharapkan
adanya sikap motorik berupa gerakan yang dilakukan
oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis
dalam karangannya dan pembaca yakin bahwa ide,
gagasan atau pendapat tersebut adalah benar dan
terbukti.
Ciri-ciri Karangan Persuasif
 Ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu
 Persuasi bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia




dapat diubah.
Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya
Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau
penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan
pembaca.
Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar
kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan
pendapatnya tercapai.
Persuasif memerlukan fakta dan data
Langkah-langkah Menyusun Karangan Persuasif
 Menentukan topik atau tema
 Merumuskan tujuan
 Mengumpulkan data dari berbagai sumber
 Menyusun kerangka karangan
 Mengembangkan kerangka karangan menjadi
karangan persuasi
Contoh Tema yang Tepat untuk Persuasif
 Katakan “tidak” pada NARKOBA
 Hemat energi demi generasi mendatang
 Hutan sahabat kita
 Hidup sehat tanpa rokok
 Membaca memperluas cakrawala
Contoh Karangan Persuasif
 Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan.
Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap tahun
membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun
kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga
selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan
perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara
berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang
dimiliki tidak cukup untuk itu
Deskripsi
 Paragraf deskripsi adalah paragraf yg berisi
penggambarkan suatu objek, tempat, atau peristiwa
tertentu kepada pembaca secara jelas dan terperinci
sehinggga pembaca seolah-olah mlihat dan merasakan
sendiri apa yg dideskripsikan oleh penulis.
Ciri-ciri Karangan Deskripsi
 Menggambarkan atau melukiskan sesuatu.
 Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya
dengan melibatkan kesan indera.
 Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri
atau mengalami sendiri.
 Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran,
bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci.
Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi
 Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini
menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau
tempat.
 Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini
menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan
perasaan penulis.
 Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini
menggambarkan objek dengan apa adanya atau
sebenarnya.
Langkah-langkah menyusun Karangan deskripsi
 Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan
 Tentukan tujuan
 Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang
akan dideskripsikan
 Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik
(menyusun kerangka karangan)
 Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi
yang sesuai dengan tema yang ditentukan
Contoh Karangan Deskripsi
 Yogya sangat mempesona. di sebelah kiri terlihat tebing
yang sangat tinggi dan di sebelah kanan kita bisa melihat
batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga
gempuran ombak yang datang setiap saat. Banyaknya
wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini
membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di
pantai Parangtritis ini kita bisa bermain pasir dan
merasakan hembusan segar angin laut. Kita juga bisa naik
kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa
membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat
indah. Disore hari, kita bisa melihat matahari terbenam
yang merupakan momen sangat istimewa melihat
matahari yang seolah-olah amsuk ke dalam hamparan air
laut.
Argumentasi
Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan
paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan
untuk meyakinkan atau membujuk (rujukan)
pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat
berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun
ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi,
dan sebab akibat.
Ciri-ciri Karangan Argumentasi
 Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenara gagasan





pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca
Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel,
gambar
Dalam argumentasi pengarang berusaha
mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca
menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan
subjektivitas
Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita
dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian
Langkah-langkah Menyusun
Karangan Argumentasi
 Menentukan topik/tema
 Menetapkan tujuan
 Mengumpulkan data dari berbagai sumber
 Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik
yang dipilih
 Mengembangkan kerangka menjadi karangan
argumentasi
Contoh Karangan Argumentasi
 Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan
dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan,
pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan
sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi
nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa
besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh,
dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat
dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di
berbagai bidang.

similar documents