Ilmu Hukum-1 - STIE Mandala Jember

Report
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL RI
UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS HUKUM
PROGRAM MAGISTER ILMU HUKUM
Jl. Kalimantan 37 Jember Telp (0331) 335462, Fax (0331) 330482
MATAKULIAH ILMU HUKUM
DIPROGRAMKAN PADA SEMESTER I
(2 SKS)
Pembina Matakuliah:
Prof. Dr. M. Arief Amrullah, S.H., M.Hum.
Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H.




Hukum pada dirinya sendiri tidak pernah merupakan suatu
tujuan, tetapi suatu sarana untuk mencapai suatu tujuan nonhukum
Finalitas dari hukum bukan hukum karena itu ia memperoleh
dorongan pertumbuhannya dari luar hukum
Faktor-faktor ekstra-yuridis memelihara proses pertumbuhan
hukum yang dinamis dan berlangsung terus
Contoh mengenai hal ini: tidak ada penjualan tanpa maksud
untuk memperoleh uang dengan melepaskan sebuah barang;
tidak ada perkawinan (menurut faham Barat) jika kedua
pasangan mempunyai maksud untuk mengembangkan
seksual dan materi; tidak ada UUD yang melimpahkan
kekuasaan negara kepada parlemen hasil Pemilu, jika orang
tidak mempunyai tujuan untuk mengorganisasi suatu
demokrasi dengan perwakilan
PERISTILAHAN ILMU HUKUM
(Dalam Bahasa Asing)




RECHTSWETENSCHAP
RECHTSTHEORIE
JURISPRUDENCE
LEGAL SCIENCE
Istilah dlm bhs Belanda
Istilah dlm bhs Inggris
Rechtswetenschap & Rechtstheorie
mengandung makna dalam arti sempit dan
dalam arti luas
Sosiologi Hukum
Dogmatika Hukum
(Ilmu Hukum dalam arti sempit)
Teori Hukum
(dalam arti luas)
Teori Hukum
(dalam arti sempit)
Ilmu Hukum
Dalam Arti Luas
Filsafat Hukum
Hukum Ekonomi
Politik Hukum
Perbandingan Hukum
Kurnas S-1
Ilmu Hukum Positif
Ilmu Menerapkan/Law Enforcement
Kurnas S-2
Law Making
Politik Hukum
Ilmu membuat/memperbaharui
Kurnas S-2
Law Reform/
Development
Perbandingan Hukum
Memperluas Wawasan: untuk POLITIK HUKUM



Legal science is concerned with empirically observable
facts and events (berkaitan dengan fakta dan peristiwa
hukum yang dapat diamati secara empiris).
Jurisprudence involves the study of general theoretical
questions about the nature of law and legal system,
about the relationship of law to justice
and morality, and about the social nature of law
(meliputi kajian terhadap soal teori umum mengenai
hakikat hukum dan sistem hukum, mengenai
hubungan hukum dengan keadilan dan moralitas, dan
kenyataan hukum dalam masyarakat).
Sehubungan dengan itu menurut Jan Gijssels dan Mark
van Hoecke bahwa perkataan ilmu hukum sebagai
nama (istilah) mencakup untuk semua hal yang
berkaitan dengan kegiatan mempelajari hukum.
Padanannya adalah Jurisprudence dalam bahasa
Inggris dan Jurisprudenz dalam bahasa Jerman.
PERISTILAHAN ILMU HUKUM
(Dalam Bahasa Indonesia)
Dalam kepustakaan bahasa Indonesia, istilah
ilmu hukum begitu saja disejajarkan dengan
istilah dalam bahasa asing: RECHTSWETENSCHAP,
RECHTSTHEORIE; JURISPRUDENCE, LEGAL SCIENCE,
LEGAL PHILOSOPHY.
RUANGLINGKUPNYA
ILMU HUKUM
MENCAKUP & MEMBICARAKAN SEGALA
HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN
HUKUM.
OBJEKNYA
HUKUM
HUKUM PADA HAKIKATNYA ADALAH
NORMA, PENGERTIAN HUKUM SEBAGAI
NORMA BERBEDA DENGAN BENTUK
ATAU PERWUJUDANNYA. BENTUK ATAU
PERWUJUDAN
DARI
HUKUM,
BISA
BERMACAM-MACAM
IN-ABSTRACTO
HUKUM POSITIF
HUKUM YANG
AKAN DATANG
DOKTRIN HUKUM
NILAI HUKUM YANG
HIDUP DI MASYARAKAT
HUKUM
HUKUM POSITIF
ASING
IN-CONCRETO
KEPUTUSAN HAKIM
BEKERJANYA/
BERFUNGSINYA HUKUM
PROSES PENEGAKAN
HUKUM
APAKAH ILMU HUKUM
ILMU?


Pandangan Positivistik
Pandangan Normatif



Menganut teori kebenaran Korespondensi
Kebenaran adalah kesamaan antara teori dan
dunia kenyataan
Hubungan sentral di dalam ilmu adalah
hubungan antara Subjek (ilmuwan) dan Objek
(dunia kenyataan)


Positivisme berasal dari kata dasar positif, yang dimaksud dengan
positif adalah:
a. sebagai lawan atau kebalikan dari sesuatu yang bersifat khayal,
positif diartikan sebagai pensifatan sesuatu yang nyata.
b. sebagai lawan atau kebalikan dari yang bersifat kabur, positif
diartikan sebagai pensifatan sesuatu yang jelas atau tepat.
Positivisme adalah paham filsafat yang membatasi pengetahuan
benar manusia kepada hal-hal yang dapat diperoleh dengan
menggunakan metode ilmu pengetahuan (science). Suatu fakta
positif, berarti sesuatu yang mesti dibenarkan oleh setiap orang
yang mempunyai kesempatan sama untuk menilainya.
o Menganut teori kebenaran Pragmatik
o Kebenaran adalah jika teori berfungsi
secara memuaskan
o Hubungan inti di dalam ilmu adalah
hubungan antara Subjek dan Subjek
PRAGMATISME


Suatu pertimbangan itu benar apabila
terbukti bahwa pertimbangan itu berguna
secara praktis, mempunyai nilai praktis bagi
kehidupan dan juga berguna dalam ilmu,
seni dan agama.
Pragmatis merupakan aliran filsafat yang
lahir di Amerika, tokohnya: John Dewey.
PARADIGMA DALAM ILMU HUKUM


Tesis-tesis tidak diperoleh melalui observasi,
tetapi melalui judgments (contoh: perintah
tidak boleh memperkosa, mencuri, dsb.).
Ilmu normatif bertolak dari judgments.
Moral Judgment
(Philosophical)
Sollen, what ought to be
JUDGMENT
Positif Judgment
What it is in the book
UNTUK ILMU HUKUM MENGANUT TEORI
KEBENARAN PRAGMATIK
BERDASARKAN KEBENARAN
TERSEBUT, BERARTI ILMU HUKUM
ADALAH ILMU
Temuan maha besar dari Ilmu Hukum
(Normatif), antara lain adalah badan
hukum sebagai subjek hukum,
pertanggungjawaban pidana korporasi,
asas-asas umum pemerintahan yang baik
Ilmu Formal
Ilmu Teoretis
Ilmu Empiris
Pengelompokan
Ilmu
• Ditujukan untuk memperoleh pengetahuan saja,
atau untuk mengubah, penambah pengetahuan.
• Penerapan ilmu pengetahuan disebut teknologi
Nomologis
Ilmu Praktis
Normologis
• Ilmu yang mempelajari aktivitas penerapan itu
sendiri sebgai objeknya
• Penerapan ilmu ini disebut ars (kiat), atau keahlian
berkeilmuan
• Tujuannya untuk mengubah keadaan, atau menawarkan penyelesaian terhadap masalah konkrit.
Logika
ILMU FORMAL
Matematika
Teori sistem
ILMU TEORETIS
Ilmu yang tidak bertumpu pada pengalaman atau
empiris. Kebenarannya tidak memerlukan pembuktian
(verifikasi) empiris, melainkan pembuktian rasional.
Jadi, berdasarkan validitasnya (proses nalarnya). Sistem formal yang dihasilkan adalah produk rekaan akal
budi (pemikiran) manusia semata. Krn itu, pengetahuan yg dihasilkan disebut pengetahuan “a
ILMU EMPIRIS
priori”.
Ilmu Alam
Ditujukan untuk memperoleh pengetahuan faktual
ttg kenyataan aktual. Krn bersumber & bertumpu
pada empiris, maka pengetahuan yg dihasilkan
disebut pengetahuan “a
posteriori”.
Ilmu Praktis
NOMOLOGIS
o Berusaha memperoleh pengetahuan faktual-empiris
Ilmu Praktis dibagi
kedalam dua Jenis
o Produknya dpt diungkapkan dlm rumus logikal: jika A (ada/
terjadi), maka B (ada/terjadi). Dlm ilmu kedokteran, misalnya,
jika sudah dpt dipastikan X menyebabkan penyakit Y, maka
utk menyembuhkannya pasien, X harus dinetralisir.
.
Ilmu Praktis
NORMOLOGIS
o Berusaha menemukan hubungan antara dua hal atau lebih
berdsarkan azas imputasi (menautkan tanggung jawab/
kewajiban) utk menetapkan apa yg seharusnya menjadi kewajiban subjek tertentu dlm situasi konkrit tertentu, sehubungan
dg terjadinya perbuatan tertentu.
o Apa yang seharusnya terjadi itu tidak niscaya dg sendirinya
terjadi. Jika A (terjadi/ada), maka seyogyanya B (terjadi).
LAPISAN ILMU HUKUM
FILSAFAT HUKUM
(Eksplanasi reflektif)
TEORI HUKUM
(Eksplanasi analisis)
DOGMATIKA HUKUM
(Eksplanasi teknik yuridis)
PRAKTIK HUKUM
HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT HUKUM,
TEORI HUKUM DAN DOGMATIKA HUKUM
FILSAFAT HUKUM
Meta-meta teori
Meta teori
TEORI HUKUM
Meta teori
DOGMATIKA HUKUM
T e o r i
HUKUM POSITIF
Hubungan Filsafat Hukum dan
Teori Hukum
Filsafat hukum sebagai ajaran nilai harus dilihat
sebagai meta disiplin dari Teori Hukum
Hubungan Dogmatika Hukum
dan Teori Hukum
1. Dogmatika hukum mempelajari hukum positif
pada suatu tempat tertentu dan di suatu
tempat tertentu memilki kekuatan berlaku
2. Teori hukum mempelajari hukum dalam
keumumannya lepas dari aturan-aturan
hukum kokret dan sistem-sistem hukum
konkret.
3. Teori hukum tidak membatasi diri pada
pemaparan dan sistematisasi sebagaimaa
dalam Dogmatika hukum, tetapi memainkan
peranan menjelaskan dan menjernihkan.
Filsafat Hukum
1. Filsafat hukum tidak menanyakan: misalnya apa
hukum di Belgia tahun 1982, tetapi apa hukum itu
pada umumnya, sekarang dan dahulu pada
masyarakat-masyarakat lain.
2. Filsafat hukum harus memberikan pengertianpengertian dan nilai-nilai fundamental yang akan
digunakan pada karya ilmiah dalam Dogmatika
hukum dan Teori Hukum.
3. Dengan pertanyaan tentang hakikat hukum
(ontologi), maka sesuai dengan sifatnya suatu
keseluruhan rangkaian persoalan-persoalan
fundamental ditampilkan sebagai hubunganhubungan antar-manusia sendiri di dalam himpunan
orang-orang dan dengan demikian manusia itu
sendiri dalam aspek yuridisnya.
Filsafat Hukum (Lanjutan)
1. Akhirnya, filsafatlah yang menguraikan :
o apa sebuah perikatan hukum itu dibedakan dari
banyak perikatan-perikatan yang lain
o Apa sebuah kaidah itu dan dalam hal apa sebuah
kaidah hukum berbeda dari kaidah-kaidah lain
dan berdasarkan syarat-syarat apa ia legitimit
o Mengenai legitimasi dari hukum terkait dengan
pertanyaan tentang nilai-nilai yang harus
dipenuhi oleh hukum (seperti keadilan,
kelayakan/kepatutan, kepastian)
2. Penggolongan ke dalam bagian-bagian dari berbagai
jenis tentang hukum (dogmaika hukum, teori hukum
dan filsafat hukum) adalah tugas dari filsafat hukum.
Teori Hukum
(Eksplanasi Analsis)
1. Teori hukum sebagai disiplin mandiri telah
tumbuh dari Dogmatika Hukum dan Filsafat
Hukum
2. Teori hukum adalah keseluruhan pernyataan yang
saling berkaitan berkenaan dengan sistem
konseptual aturan-aturan hukum dan keputusankeputusan hukum, yang untuk suatu bagian
penting sisem tersebut memperoleh bentuk dalam
hukum positif.
Dogmatika Hukum
(Eksplanasi Teknik Yuridis)
 Dengan istilah Dogmatikan Hukum ini dicakup
semua kegiatan ilmiah yang diarahkan untuk
mempelajari isi dari sebuah tatanan hukum positif
yang konkrit.
 Dogmatika hukum bukalah ilmu empirik dalam arti
gambaran standar, juga bukan sebagai ilmu
normatif sebagaimana diuraikan oleh Kelsen
Dimensi dari
Dogmatika Hukum
Sifat Khas dari
Hukum Positif
(objeknya)
Jika yang ditonjolkan sifat normatif
dari objeknya itu (yang dilakukan
oleh Kelsen), maka orang cenderung
memandang Dogmatika Hukum
sebagai Ilmu Normatif
Dogmatika Hukum juga menjalankan
suatu pengaruh menormai
(mengkaidahi, menetapkan
keharusan).
Ini berarti aspek normatif dan faktual berjalan
saling menyilang, sehingga sebagaimana
Scholten: bahwa dogmatikan hukum tidak
hanya mengenai suau dimensi memaparkan,
tetapi juga dimensi mengkaidahi (preskripsi).
Dogmatika Hukum
DOGMATIKA HUKUM
1. adalah sebagai memaparkan, mengalisis, mensistematisasi &
menginterpretasi hukum positif (Meuwissen)
2. adalah cabang ilmu hukum (dalam arti sempit) yang memaparkan
& mensistematisasi hukum positif yang berlaku dalam suatu
masyarakat tertentu & pada suatu waktu tertentu dari sudut
pandang normatif (van Hoecke).
OBJEK TELAAH
OBJEK TELAAH DOGMATIKA HUKUM ADALAH
TEKS OTORITATIF, YANG TERDIRI
ATAS: PRODUK PERUNDANG-UNDANGAN
(UNDANG-UNDANG DALAM ARTI LUAS),
PUTUSAN-PUTUSAN HAKIM, HUKUM
TIDAK TERTULIS. Bahan-bahan hukum ini
yang disebut dengan bahan hukum primer.
Di samping menelaan bahan hukum primer tersebut,
maka untuk meningkatkan mutu hukum positif yang
berlaku (ius constitutum) perlu pula menelaah karyakarya akademik yang memperkaya pengetahuan
orang tentang hukum positif yang berlaku
Tujuannya adalah
legal problem solving
Tujuan tersebut dibutuhkan ars
yang merupakan ketrampilan
ilmiah (Skill based on knowledge)
 Ars dibutuhkan para yuris untuk menyusun legal opinion
sebagai output dari langkah legal problem solving.
 Ars yang dimaksud adalah legal reasoning
Para pihak yg berperkara
mengemukakan penafsiran yg berbeda
DOGMATIKA HUKUM
Terjadi kekosongan hukum
TEORI HUKUM
FILSAFAT HUKUM
Isu hukum harus mengandung
Konsep hukum (penyalahgunaan wewenang, korporasi, dll.)
Isu hukum berkaitan dg
asas hukum (tiada pidana
tanpa kesalahan)

similar documents