Lantar-Belakang

Report
LATAR BELAKANG
INVESTASI DI INDONESIA
OLEH
HERNAWAN HADI,SH MH
Hernawan Hadi.doc.
Latar Belakang Perundingan Putaran
Uruguay di Bidang Investasi
New Issue (Bidang Baru)
Prinsip”Fair”
Bagi negara maju “Fair” adl perundingan
yg dpt menimbulkan ketentuan2 yg
menyangkut bidang2 yg merupakan
kepentingan mereka yakni terutama
ketentuan2 dlm bidang dimana memilki
keunggunlan komparatif :
Hernawan Hadi.doc.
lanjutan
1. Bidang perlindungan thd Hak Atas Kekayaan
Intelektual (HKI) atau Trade Related Intelektual
Property Right (TRIPs), dimana negara maju
sbg penghasil utama karya tehnologi.
2. Bidang jasa2 atau Trade Sevices dimana
negara maju mempunyai keungulan komparatif
yg tinggi terutama bidang jasa2 yg
mengandung kadar tehnologi dan
pengetahuan spesialitis yg tinggi.
3. Bidang investasi dimana perusahaan multi
nasional banyak yg datang dr negara maju,shg
perundingan Putaran Uruguay juga mencakup
Trade Related Investment Meansures(TRIMs).
Hernawan Hadi.doc.
KEPENTINGAN NEGARA
BERKEMNBANG
Kepentingan utama mereka adl terjaganya
akses kepasar negara maju utk produk2
hasil negara berkembang, misal Produk
manufaktur hasil tropis.
Hernawan Hadi.doc.
Ketentuan GATS yg berkaitan dg
Investasi
Pemerintah membedakan antara masalah
perdagangan dg investasi.
1. Jasa yg diproduksi negara asing yg
diedarkan (diperdagangkan) adl
masalah perdagangan.
2. Jasa milik asing yg digunakan utk
aktivitas lokal adl masalah investasi.
Hernawan Hadi.doc.
Hal-hal yg perlu diperhatikan dlm perumusan
kebijakan investasi asing di negara berkembang
PROMOSIONAL
1. Investasi asing sbg sumber permodalan
semakin sulit diperoleh dari luar krn
serentak di asia timur timbul permintaan
yg meningkat secara pesat.
2. Investasi sbg sumber kemampuan
managerial : bgm menciptakan suasana
dimana dpt terjadi peralihan managerial
skill atau ketrampilan.
Hernawan Hadi.doc.
lanjutan
3. Investasi sbg sumber tehnologi; bgm
menciptakan pengalihan tehnologi dpt dilakukan
tanpa menimbulkan kesenjangan/perbedaan
kepentingan.
4. Investasi sbg sumber mitra utk meningkatkan
kemampuan pengusaha nasional agar
perusahaan Indonesia dpt menjadi mitra dan
meningkatkan kemampuan usaha.
5. Bgm merumuskan kebijakan yg menjamin agar
iklim usaha di Indonesia dpt menjadi semakin
kompetitif dan efisien.
Hernawan Hadi.doc.
Tindak Preventif Akibat Kebijakan
Investasi Asing
1. Mencegah kekawatiran pengusahan nasional
di karenakan semakin meningkatnya saingan
dari perusahaan asing sekaligus mencegah
keengganan pihak asing utk menanam
modalnya di Indonesia.
2. Mencegah tekanan utk meningkatkan upah yg
terlalu cepat karena bisa menimbulkan
keenggana pihak asing utk menanamkan
modal di bidang yg dpt menyerap tenaga kerja.
Hernawan Hadi.doc.
lanjutan
Bgn sikap kita seharusnya terhadap
relokasi usaha kelonggaran thd peraturan
lingkungan hidup.
Bgm dpt diterapkan ketentuan mengenai
“FAIR BUSINESS PRACTICES” baik
dikalangan pengusaha asing maupun
kalangan pengusaha domestik.
Hernawan Hadi.doc.
Tujuan GATT/WTO
(General Agreement on Tariffs and Trades/World
Trade Organization)
Mewujudkan sistem perdagangan
internasional yg stabil dan transparan.
Melaksanakan Liberalisasi perdagangan
Internasional.
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dlm
ranka mewujudkan kesejahteraan
manusia.
Hernawan Hadi.doc.
Fungsi GATT
Perangkat hukum internasional yg
mengatur sistem dan mekanisme
perdagangan internasional.
Forum negosiasi antar bangsa utk
mewujudkan liberalisasi perdagangan
internasional.
Forum konsultasi dan penyelesaian
sengketa perdagangan internasional antar
anggotanya.
Hernawan Hadi.doc.
Prinsip2 GATT-TRIPs (Trade Related
Aspects of Intellectual Property Rights)
National Treatment (NT) : Negara2
anggota harus memperlakukan barang
dan jasa impor seperti halnya barang dan
jasa produksi dalam negeri.
Misalnya : JIka Ind. Memberi perlindungan
Paten 20 th utk produksi domestiknya,
jangka waktu perlindungan yg sama harus
juga diberikan kpd Paten yg berasal dr
negara lain.
Hernawan Hadi.doc.
lanjutan
Most Favoured National Treatment (MFN)
setiap ketentuan ygdiberikan oleh suatu
negara anggota thd suatu negara lainya
haruslah sama dg yg diberikan kpd semua
anggota lainnya (Prinsip anti diskriminasi)
misalnya : Jika Ind. Melindungi Paten
Varietas Tanaman dari
Amerika,perlindungan yg sama hrs juga
diberikan varietas tanaman asal Eropa
atau Jepang.
Hernawan Hadi.doc.

similar documents