Kebijakan Kurikulum PAUD

Report
KURIKULUM 2013
PAUD
Oleh:
Dra. Enah Suminah, M.Pd
Kasubdit Pembelajaran
dan Peserta Didik, Dit.
Pembinaan Pendidikan
Anak Usia Dini
MENGAPA KURIKULUM BERUBAH
• KONDISI
BERUBAH
• TANTANGAN
BERUBAH
• KEBUTUHAN
BERUBAH
•
•
•
•
•
•
OUT PUT
CARA BERPIKIR
CARA MEMANDANG
CARA BERSIKAP
CARA BERUJAR
CARA MENGAJAR
Kerangka Kompetensi Abad 21
Sumber: 21st Century Skills, Education, Competitiveness. Partnership for 21st Century, 2008
Kehidupan dan Karir
• Berinisiatif dan mandiri
• Keterampilan sosial dan budaya
• Produktif dan akuntabel
• Kepemimpinan & tanggung
jawab
Pembelajaran dan Inovasi
• Kreatif dan inovasi
• Berfikir kritis
• Komunikasi dan kolaborasi
Informasi, Media and
Teknologi
• Melek informasi
• Melek Media
• Melek TIK
Kerangka ini menunjukkan
bahwa berpengetahuan
[melalui core subjects] saja
tidak cukup, harus dilengkapi:
-Berkemampuan kreatif - kritis
-Berkarakter kuat [bertanggung
jawab, sosial, toleran,
produktif, adaptif,...]
Disamping itu didukung dengan
kemampuan memanfaatkan
informasi dan berkomunikasi
Partnership: Perusahaan, Asosiasi Pendidikan, Yayasan,...
3
Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Pendidikan Anak Usia Dini
1. PAUD merupakan pendidikan
paling fundamental.
• Perkembangan anak di masa
selanjutnya sangat ditentukan
oleh berbagai stimulasi yang
diberikan di usia dini.
• Awal kehidupan anak
merupakan masa paling tepat
dalam memberikan dorongan
agar anak dapat berkembang
secara optimal.
Rasional…lanjutan
2.
UU No. 20 /2003, Bab 1 pasal 1 butir 14: menyatakan bahwa
PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada
anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan
melalui rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan
dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki
kesiapan belajar dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
KURIKULUM 2013 PAUD
Pembinaan/
Rangsangan
Efektif Dan
Optimal
Hargai masa emas anak
Program Terencana
Layanan holistik-integratif
Pend.
Lebih
Lanjut
PERKEMBANGAN JARINGAN OTAK MANUSIA
Fungsi kognitif yg lebih tinggi
Pendengaran
& penglihatan
Bahasa
Sumber:
U s i a
Tahun
Tamat SLTA
Bulan
Masuk SD
Lahir
Bulan
Dekade
Meninggal
Konsepsi
?
Sally Gantham-McGregor, et al, Child Development in Developing Countries 1, The Lancet,
Reprint, p 61, Vol 369, UK: Williams Press, 2007.
6
Perkembangan Kemampuan Kepemimpinan
Center on the Developing Child, Harvard University [2011]. Building the Brain ‘ATC’
System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function.
Menekankan pentingnya latihan peran kepemimpinan diberikan pada anak usia dini
PERBANDINGAN KEMAMPUAN
BELAJAR
Ikut PAUD
Tdk Ikut
PAUD
67%
Ready for school at 5
28%
61%
Committed to school at 14
38%
49%
Basic achievement at 14
15%
77%
High school graduate
60%
60%
Earned $20K+ at 40
40%
36%
Arrested 5+ times by 40
55%
0%
20%
40%
60%
80%
100%
Reprinted by Zero to 3 “the Basic for readiness school, May 1997 (World
Bank)
8
STRUKTUR
KURIKULUM
PAUD
DIKDAS
STANDAR
KOMPETENSI
LULUSAN
DIKMEN
PNF
Pengembangan
kepribadian
Muatan umum: nasional, lokal
Muatan umum : nasional, lokal
Peminatan akademik
Peminatan kejuruan
Peminatan lintas minat/ penalaman
minat
Program kecakapan hidup
SIKAP
`
KETERAMPILAN
Kompetensi inti
Kompetensi
Dasar
PENGETAHUAN
Pemerintah
Provinsi
Kab/kota
PENGELOLAAN
KURIKULUM
Satuan pend
Kurikulum satuan/ program
pendidikan
Kurikulum mata pelajaran
pedoman implementasi
Buku Teks Pelajaran
Buku Panduan Guru.
Mulok dikmen
Mulok dikdas`
Mulok, KTSP, RPP dan KBM
Pengertian Kurikulum UU No. 20/2003
kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Tujuan
Kompetensi
Isi dan Bahan
Materi
Cara
Proses
Pengaturan
Penilaian/
Pemantauan
Karakteristik Kurikulum 2013
Pendidikan Anak Usia Dini
1
• STPPA berisi Kompetensi Inti yang dirinci lebih lanjut ke dalam Kompetensi
Dasar
• Keseimbangan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
2
3
4
5
6
• Penerapan pendekatan saintifik yang diintegrasikan dengan kegiatan
belajar melalui bermain;
• Memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar
• Memberi waktu yang cukup untuk mengembangkan berbagai potensi anak.
• Penerapan penilaian otentik secara tepat
STANDAR
PAUD
Permendikbud
No. 137/2014
POTENSI
ANAK
KURIKULUM
Permendikbud No.
146/2014
KEARIFAN
LOKAL
OUTPUT
IDEAL
STANDAR PAUD:
PENDIDIK, PROSES, STPPA
ISI, PENILAIN, SARANA,
PRASARANA, PENGELOLAAN
PEMBIAYAAN
POTENSI
ANAK
1. Prinsip
2. Program: Tujuan (KD)
3. Pelaksanaan:
- Isi Bahan: Materi
- Waktu: Pembukaan, Inti,
Penutup
- Strategi: sentra, area,
kelompok
- Proses: saintifik approach
- Penilaian: otentik, portofiolio
1. Kebijakan Daerah
2. Norma-norma yang berlaku
3. Pandangan Masy/Kelm/Kelg
STPPA = KI
-Berkarakter (sikap)
-Cerdas (pengetahuan)
-Kreatif (keterampilan)
PEMETAAN PENGEMBANGAN DAN KD
Nilai Agama
Dan Moral
Fisik Motorik
SIKAP
Pengetahuan
Keterampilan
SIKAP
Pengetahuan
Keterampilan
Kognitif
Pengeta
huan
Nilai Ag & Moral,
Fisik Motorik,
Kognitif, Bahasa,
Sosem, Seni
Keteram
pilan
Nilai Ag & Moral,
Fisik Motorik,
Kognitif, Bahasa,
Sosem, Seni
SIKAP
Pengetahuan
Keterampilan
DST
SIKAP
SIKAP
Pengetahuan
Keterampilan
Nilai Ag & Moral,
Fisik Motorik,
Kognitif, Bahasa,
Sosem, Seni
PAUD memberikan dasar bagi pengembangan
manusia Indonesia berkualitas:
1. Berakar pd budaya bangsa yg beragam
2. Pst didik adlh pewaris budaya bangsa yang
kreatif dan peduli.
3. Pst didik adlh pembelajar aktif dan memiliki
talenta
4. Kompetensi sikap spiritual, sikap sosial,
pengetahuan, dan keterampilan dikemb scr
menyeluruh, berimbang dan berkesimabungan.
LANDASAN PENGEMBANGAN
KURIKULUM 2013 PAUD
1. UUD Negara RI Tahun 1945;
2. UU No. 20/2003 tentang SPN;
3. UU No 17/2005 ttg Rencana
Pembangunan Jangka Panjang
Nasional, beserta segala ketentuan
yang dituangkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah
Nasional;
4. PP No 19/2005 ttg SNP sebagaimana
telah diubah dgn PP No 32/2013 ttg
Perubahan Atas PP No 19/2005 ttg
SNP
5. Perpres No 60/2013 Ttg
Pengembangan Anak Usia Dini
Holistik-Integratif;
6. Permendiknas RI No 58/2009 Ttg
Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
FILO
SOFIS
SOSIO
LOGIS
YURIDIS
LANDASAN
KUR 2013
PAUD
PSIKOPEDA
GOGIS
Pengembangan Kur PAUD:
1. Mengakui AUD sbg individu yg unik
2. Cara mendidik selaras dgn karakteristik
dan kebutuhan anak
Kurikulum PAUD
menyesuaikan dgn:
1. Tuntutan (harapan)
masy
2. Norma-norma yang
berlaku di masy.
TEORITIS
Pendidikan = standard-based education
Kurikulum = competency-based curriculum
Hasil belajar= kombinasi dari taught curriculum
dgn learned-curriculum
CAKUPAN KRITERIA MINIMAL
PERKEMBANGAN PADA STPPA
1. Nilai-nilai agama dan moral, meliputi:
mengenal agama yang dianut, mengerjakan ibadah,
berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga
kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama,
dan menghormati (toleransi) agama orang lain.
STPPA…lanjutan
2. Fisik Motorik, meliputi:
a. Motorik Kasar: memiliki kemampuan
gerakan tubuh secara terkoordinasi,
lentur, seimbang, dan lincah dan
mengikuti aturan.
b. Motorik Halus: memiliki kemampuan
menggunakan alat untuk mengeksplorasi
dan mengekspresikan diri dalam berbagai
bentuk.
c. Kesehatan dan Perilaku Keselamatan:
memiliki berat badan, tinggi badan,
lingkar kepala sesuai usia serta memiliki
kemampuan untuk berperilaku hidup
bersih, sehat, dan peduli terhadap
keselamatannya.
STPPA…lanjutan
3. Kognitif, meliputi:
a. Belajar dan Pemecahan Masalah:
mampu memecahkan masalah
sederhana dalam kehidupan sehari-hari
dengan cara yang fleksibel dan diterima
sosial dan menerapkan pengetahuan
atau pengalaman dalam konteks yang
baru.
b. Berfikir logis: mengenal berbagai
perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif,
berencana, dan mengenal sebab akibat.
c. Berfikir simbolik: mengenal,
menyebutkan, dan menggunakan
lambang bilangan 1-10, mengenal abjad,
serta mampu merepresentasikan
berbagai benda dalam bentuk gambar.
STPPA…lanjutan
4. Bahasa, meliputi:
a. Memahami (reseptif) bahasa:
memahami cerita, perintah, aturan,
dan menyenangi serta menghargai
bacaan.
b. Mengekspresikan Bahasa: mampu
bertanya, menjawab pertanyaan,
berkomunikasi secara lisan,
menceritakan kembali apa yang
diketahui
c. Keaksaraan: memahami hubungan
bentuk dan bunyi huruf, meniru
bentuk huruf, serta memahami kata
dalam cerita.
STPPA…lanjutan
5. Sosial-emosional, meliputi:
a. Kesadaran diri: memperlihatkan
kemampuan diri, mengenal perasaan
sendiri dan mengendalikan diri, serta
mampu menyesuaian diri dengan orang
lain
b. Rasa Tanggung Jawab untuk Diri dan
Orang lain: mengetahui hak-haknya,
mentaati aturan, mengatur diri sendiri,
serta bertanggung jawab atas
perilakunya untuk kebaikan sesama.
c. Perilaku Prososial: mampu bermain
dengan teman sebaya, memahami
perasaan, merespon, berbagi, serta
menghargai hak dan pendapat orang
lain; bersikap kooperatif, toleran, dan
berperilaku sopan.
STPPA…lanjutan
6. Seni, meliputi:
mengeksplorasi dan
mengekspresikan diri,
berimaginasi dengan
gerakan, musik, drama,
dan beragam bidang seni
lainnya (seni lukis, seni
rupa, kerajinan), serta
mampu mengapresiasi
karya seni.
Rumusan tentang Kompetensi Dasar PAUD…
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
KI-1: Menerima ajaran
agama yang dianutnya
1.1 Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya
1.2 Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan
KI-2: Memiliki perilaku
hidup sehat, rasa ingin
tahu, kreatif dan estetis,
percaya diri, disiplin,
mandiri, peduli, mampu
bekerja sama, mampu
menyesuaikan diri, jujur,
rendah hati dan santun
dalam berinteraksi
dengan keluarga,
pendidik dan/atau
pengasuh, dan teman
2.1 Memiliki perilaku yang mencerminkan hidup sehat
2.2 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap ingin tahu
2.3 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap kreatif
2.4 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap estetis
2.5 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap percaya diri
2.6 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap taat terhadap aturan
sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
2.7
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu
giliran, mau mendengar ketika orang lain berbicara) untuk melatih
kedisiplinan
2.8 Memiliki perilaku yang mencerminkan kemandirian
2.9 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli dan mau
membantu jika diminta bantuannya
2.10 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan
toleran kepada orang lain
2.11 Memiliki perilaku yang dapat menye-suaikan diri
2.12 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap tanggungjawab
2.13 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur
2.14 Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap rendah hati dan santun kepada
orang tua, pendidik, dan teman
Uraian tentang kompetensi dasar…lanjutan
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
KI-3: Mengenali diri,
keluarga, teman,
pendidik dan/atau
pengasuh, lingkungan
sekitar, teknologi,
seni, dan budaya di
rumah, tempat
bermain dan satuan
PAUD dengan cara:
mengamati dengan
indra (melihat,
mendengar,
menghidu, merasa,
meraba); menanya;
mengumpulkan
informasi; mengolah
informasi/mengasosia
sikan,dan
mengkomunikasikan
melalui kegiatan
bermain
3.1 Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
3.2 Mengenal perilaku baik sebagai cerminan akhlak mulia
3.3 Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan
motorik kasar dan motorik halus
3.4 Mengetahui cara hidup sehat
3.5 Mengetahui cara memecahkan masalah sehari-hari dan berperilaku
kreatif
3.6 Mengenal benda -benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran,
pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
3.7 Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya,
transportasi)
3.8 Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
3.9 Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan
pertukangan, dll)
3.10 Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
3.11 Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal dan non verbal)
3.12 Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
3.13 Mengenal emosi diri dan orang lain
3.14 Mengenali kebutuhan,
keinginan, dan minat diri
3.15 Mengenal berbagai karya dan aktivitas seni
Uraian tentang kompetensi dasar…lanjutan
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
KI-4: Menunjukkan
yang diketahui,
dirasakan,
dibutuhkan,dan
dipikirkan melalui
bahasa, musik,
gerakan, dan karya
secara produktif
dan kreatif, serta
mencerminkan
perilaku anak
berakhlak mulia
4.1 Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa
4.2 Menunjukkan perilaku santun sebagai cerminan akhlak mulia
4.3 Menggunakan anggota tubuh untuk pengembangan motorik kasar dan halus
4.4 Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
4.5 Menyelesaikan masalah sehari-hari secara kreatif
4.6 Menyampaikan tentang apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya
(nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
melalui berbagai hasil karya
4.7 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll
tentang lingkungan sosial (keluarga, teman, tempat tinggal, tempat ibadah, budaya,
transportasi)
4.8 Menyajikan berbagai karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh,
dll tentang lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
4.9 Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain,
peralatan pertukangan, dll) untuk menyelesaikan tugas dan kegiatannya
4.10 Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)
4.11 Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara verbal
dan non verbal)
4.12 Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam berbagai bentuk karya
4.13 Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar
4.14 Mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan minat diri dengan cara yang tepat
4.15 Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media
Pengertian Kompetensi Menurut PP 32/2013
Kompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai
oleh Peserta Didik setelah mempelajari suatu muatan
pembelajaran, menamatkan suatu program, atau
menyelesaikan satuan pendidikan tertentu.
Muatan
Pembelajaran 1
Sikap
Muatan
Pembelajaran 2
Pengetahuan
Muatan
Pembelajaran n
Keterampilan
Kompetensi Peserta
Didik
25
Komposisi Kompetensi pada Tiap Jenjang
PT
SMA/K
Pengetahuan
Keterampilan
SMP
SD
PAUD-TK
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
Sikap
Beban belajar…lanjutan
Tabel Struktur Program Pengembangan dan Beban Belajar PAUD
Lahir-2 tahun
Program
Kompetensi
Pengembangan*)
Nonformal**)
1. Moral dan
agama
2. Motorik
3. Kognitif
4. Bahasa
5. Sosial
emosional
6. Seni
4-6 tahun
2-4 tahun
Nonformal**)
A. Sikap
120 menit per 360 menit
(spiritua minggu
per
l dan
minggu
sosial)
B. Pengeta
huan
C. Keteram
pilan
Nonformal**)
Formal
900 menit per 900 menit per
minggu
minggu (150
terdiri atas
menit untuk 6
540 menit tatap pertemuan
muka dan 360 per minggu
menit
atau 180
pengasuhan
menit untuk 5
terprogram
pertemuan
per minggu)
Keterangan :
*) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Pasal 77G
*) jam pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jam operasional lembaga penyelenggara
PAUD Nonformal yang menyelenggarakan program kegiatan usia 4-6 tahun
Penyempurnaan Pola Pikir = MODAL DASAR
1
Berpusat pada Guru
Berpusat pada Siswa
2
Satu Arah
Interaktif
3
Isolasi
Lingkungan Jejaring
4
Pasif
Aktif-Menyelidiki
5
Maya/Abstrak
Konteks Dunia Nyata
6
Pribadi
Pembelajaran Berbasis Tim
7
Luas (semua materi
diajarkan)
8
Stimulasi Rasa Tunggal
(beberapa panca indera)
Stimulasi ke Segala Penjuru
(semua Panca indera)
Alat Tunggal (papan tulis)
Alat Multimedia (berbagai
peralatan teknologi pendidikan)
Hubungan Satu Arah
Kooperatif, dan berulang
9
10
Menuju
Memberdayakan Kaidah
Keterikatan
28
Perubahan Pola Pikir
No
Pola Pikir
1
Sumber belajar bukan hanya Guru dan Buku Teks
2
Kelas bukan satu-satunya tempat belajar
3
Belajar dengan beraktivitas
4
Menggunakan pendekatan saintifik, melalui mengamati, menanya, dst
5
Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering bertanya
6
Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu
7
Pembelajaran Pengetahuan  Keterampilan  Sikap
Langsung
Taklangsung
8
Menekankan kolaborasi  melalui pengerjaan projek
9
Pentingnya proses: prosedural
10
Mendahulukan pemahaman Bahasa Indonesia
11
Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal, pengayaan, remedial
12
Penekanan pada higher order thinking & mampu berasumsi (realistis)
13
Pentingnya data (terkait pengamatan dll)
29
Pembelajaran dengan
Pendekatan Saintifik
Strategi pembelajaran yang
membentuk kemampuan :
1. Mengamati,
2. Menanya,
3. Mengumpulkan informasi
4. Mengasosiasi
5. mengkomunikasikan.
bertujuan
MENGAMATI
Mengamati dilakukan dengan:
a. Melihat (baik langsung maupun
dengan alat)
b. Mendengar
c. Meraba, menyentuh dan menekan
d. Menghidu
e. Mengecap
PEMBELAJARAN HARUS MEMBANGUN HINGGA
TAHAP BERFIKIR TINGGI
CREATING
EVALUATING
ANALYSING
APPLYING
UNDERSTANDING
REMEMBERING
Penilaian dilakukan oleh
pendidik dengan
menggunakan Pendekatan
Otentik(Authentic
Assessment)
Pendidik yang memahami perkembangan
anak menjadi syarat mutlak untuk sebuah
penilaian yang otentik
Penilaian Otentik berhubungan
dengan kondisi nyata dan dalam
konteks yang bermakna.
Penilaian Otentik dilakukan pada
saat anak terlibat dalam kegiatan
bermain (tugas) secara mandiri
atau bersama anak lain.
Nama : Nino
Usia : : 4,5 tahun
Hasil Karya Anak
Hasil Pengamatan
Tanggal: 1 Juli 2014
 Huruf-huruf berlum terangkai
KD
3.12 menuliskan hurufhuruf
 Gambar kepala, tangan dan
kaki tanpa badan
.3.3 Mengenal anggota
tubuh dan koordinasi
 Warna biru, hijau, dan merah
tangan mata
 Gambar mama, papa, anak,
Mengenal
dan
dan adik (berdasarkan cerita 3.6
anak)
membedakan warna

anak, dan adik (berdasarkan
cerita anak)
 Beberapa bentuk lingkaran
dan garis
3.7 Mengenal lingkungan
sosial
(anggota
keluarga)
• [email protected]
Pendekatan saintifik
• Pendekatan saintifik adalah proses anak
belajar menggali pengetahuan, mengenal
lingkungan, dan memahami dunianya dengan
cara:
– mengamati,
– menanya,
– mengumpulkan informasi,
– mengasosiasi, dan
– mengkomunikasikan.
Mengamati
Bertanya untuk
mencari tahu
Pengalaman
Melakukan
untuk
mendapatkan
jawaban
Berpikir kritis
Pemecahan masalah
Dialog
Mengasosiasikan
Mengkomunikasikan
Pendekatan Saintis pada AUD
Konsep pembelajaran
tematik
Pembelajaran tematik suatu
pembelajaran yang mengaitkan tema
dengan beberapa aspek untuk
memberikan pengalaman yang
bermakna kepada peserta didik
Tema merupakan payung keseluruhan kegiatan
dan topik yang akan dijadikan pembahasan
dalam bermain dan bereksplorasi bersama
anak.
Tema bukan merupakan tujuan pembelajaran
melainkan sebagai strategi untuk membantu
keluasan wawasan berpikir anak.
Buah
Sayur
Obatobatan
Tanaman
bunga
Umbiumbian
Pisang
Jeruk
Tanaman
buah
Pepaya
KD 1
KD 2
KD 3
KD 4
Mangga
Mengapa Kurikulum PAUD berubah?
1. Tantangan Abad 21
Kecakapan Keaksaraan Digital:
Pola Berpikir Tinggi:
- Keaksaraan dasar, sain, ekonomi dan
teknologi
-Menyesuaikan diri, mengelola
kerumitan, mengatur diri sendiri.
-Keaksaraan Informasi
-Peka, kreatif, berani mengambil
tantangan, berpikir tinggi, dan
menggunakan pertimbangan matang
- Kesadaran multikultural
Pembelajaran
Abad 21
Komunikasi yang efektif:
Produktivitas Tinggi:
-Kemampuan bekerjasama, menjadi tim,
interpersonal, jati diri.
-Mampu membuat
prioritas,perencanaan dan mengelola
hasil.
-Memiliki tanggung jawab pribadi,
kelompok, dan masyarakat.
-Memiliki kemampuan berkomunikasi
secara interaktif.
-Efektif dalam menggunakan alat dan
bahan yang tersedia.
-Mampu menghasilkan sesuatu yang
Mengapa Kurikulum PAUD berubah?
2. PP No. 32 tahun 2013
• Pasal 77 B (5) Struktur Kurikulum PAUD formal
berisi program Pengembangan pribadi anak.
• Pasal 77 G (1) Struktur Kurikulum pendidikan
anak usia dini formal berisi program-program
Pengembangan nilai agama dan moral, motorik,
kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
The Early Childhood Curriculum
CHILD
CONTENT
What the child already knows
What the child needs to know
What the child wants to know
CONTEXT
People, culture, race, gender
Special educational needs,
access, materials & physical
Environment, outdoors,
indoors, places, events
PERUBAHAN DALAM KURIKULUM
2013
• Perubahan Pola Pikir
• Perubahan Pendekatan Pembelajaran
• Perubahan Struktur Kurikulum
Keseimbangan antara Sikap, Keterampilan dan
Pengetahuan untuk Membangun
Soft Skills dan Hard Skills1
PT
SMA/SMK
SMP
PAUD-SD
Sumber: Marzano (1985), Bruner (1960).
49
49
Perubahan Pola Pikir dalam Kurikulum 2013
1
Berpusat pada Guru
Berpusat pada Siswa
2
Satu Arah
Interaktif
3
Isolasi
Lingkungan Jejaring
4
Pasif
Aktif-Menyelidiki
5
Maya/Abstrak
Konteks Dunia Nyata
6
Pribadi
Pembelajaran Berbasis Tim
7
Luas (semua materi
diajarkan)
8
Stimulasi Rasa Tunggal
(beberapa panca indera)
Stimulasi ke Segala Penjuru
(semua Panca indera)
Alat Tunggal (papan tulis)
Alat Multimedia (berbagai
peralatan teknologi pendidikan)
Hubungan Satu Arah
Kooperatif
9
10
Menuju
Perilaku Khas Memberdayakan
Kaidah Keterikatan
50
Perubahan Pola Pikir
No
Pola Pikir
1
Sumber belajar bukan hanya Guru dan Buku Teks
2
Kelas bukan satu-satunya tempat belajar
3
Belajar dengan beraktivitas
4
Menggunakan pendekatan saintifik, melalui mengamati, menanya, dst
5
Membuat siswa suka bertanya, bukan guru yang sering bertanya
6
Mengajak siswa mencari tahu, bukan diberi tahu
7
Pembelajaran Pengetahuan  Keterampilan  Sikap
Langsung
Taklangsung
8
Menekankan kolaborasi  melalui pengerjaan projek
9
Pentingnya proses: prosedural
10
Mendahulukan pemahaman Bahasa Indonesia
11
Siswa memiliki kekhasan masing-masing: normal, pengayaan, remedial
12
Penekanan pada higher order thinking & mampu berasumsi (realistis)
13
Pentingnya data (terkait pengamatan dll)
51
Struktur Kurikulum PAUD 2013
SKL
KI dan KD
Sikap Religius
Anak
Siap
Belaj
ar
Sikap Sosial
Pengetahuan
Keterampilan
Indikator
•Aspek
Perkem
bangan
•Tahapan
Perkem
bangan
Anak
Proses
Observasi
Bertanya
Bernalar
Mengkomuni
kasikan
Fenomena
alam
Sain
Matematika
Sosial
Seni &
Budaya
Standar Kompetensi Lulusan = KESIAPAN BELAJAR
SIKAP
Mempunyai perilaku yang mencerminkan sikap
beragama, peduli, rasa ingin tahu, percaya diri,
disiplin, mandiri, dan interaktif dengan keluarga,
teman, dan guru di lingkungan rumah, tempat
bermain, dan satuan PAUD.
KETERAM
PILAN
Memiliki kemampuan berpikir dan bertindak yang
produktif dan kreatif melalui bahasa, karya, dan
gerakan yang sederhana
PENGETA
HUAN
Memiliki kemampuan berpikir dan bertindak yang
produktif dan kreatif melalui bahasa, karya, dan
gerakan yang sederhana
53
KOMPETENSI INTI & KOMPETENSI DASAR
• Memuat kemampuan esensi yang diperlukan agar
anak siap dan mencapai keberhasilan di sekolah kelak.
• Secara konseptual, kurikulum mangakomodasikan
secara sistematis dimensi-dimensi pengembangan
peserta didik mencakup pengembangan nilai agama
dan moral, fisik motorik, kognitif, sosial-emosional,
bahasa, dan seni.
• Program-program pengembangan tersebut pada
dasarnya pengembangan dimensi pribadi (karakter),
dimensi kecerdasan, dimensi sosial, dan dimensi
budaya.
Perubahan Pendekatan
Pembelajaran
Observing
(mengamati)
Questioning
(menanya)
Experimenting
(mencoba)
Communicating
(Mengkomuni
kasikan)
Pendekatan Ilmiah dalam Pembelajaran PAUD
55
Mengamati
Bertanya untuk
mencari tahu
Pengalaman
Melakukan
untuk
mendapatkan
jawaban
Berpikir kritis
Pemecahan masalah
Dialog
Mengasosiasikan
Mengkomunikasikan
Pendekatan Saintis pada AUD
• Mengamati (Observing)
• Menanya (Questioning)
• Menanya (Questioning)
• Mengasosiasi (Associating)
• Mengkomunikasikan (Communicating)
BAGAIMANA ANAK MENDAPATKAN
PENGETAHUAN/ BELAJAR ?
• Mengamati dengan cara:
• mendengar, melihat,
• merasa, menghidu,
• meraba
• Menanya
• Mengeksplor
• Mencoba
• Melakukan
• Membandingkan
• Menganalisa,
• Mengevaluasi
PROSES PENERAPAN KURIKULUM
Mengoptimalkan fungsi
penginderaan anak.
Mengenalkan segala
sesuatu dari konkrit ke
abstrak.
Dilakukan secara
menyenangkan, atas
inisiatif sendiri, bebas dari
paksaan
Dapat bereksplorasi
menggunakan ide sendiri
PENDEKATAN SAINTIS DALAM MEMBANGUN
KEMAMPUAN BERFIKIR TINGGI
CREATING
EVALUATING
ANALYSING
APPLYING
UNDERSTANDING
REMEMBERING
PROSES PENERAPAN KURIKULUM
Membangun pengalaman
nyata anak untuk
membangun
pengetahuannya sendiri.
Didukung dengan pijakan
guru yang tepat
Inkuiri; membangun critical
thinking dan problem
solving pada anak.
PENILAIAN
• Memberikan informasi
perkembangan yang spesifik
• Membantu guru menetapkan
tujuan dan merencanakan
program
• Mendapatkan profil anak (guru
dan ortu)
• Bermanfaat utk diagnosa anak
berkebutuhan khusus sehingga
dapat dibuat program pendidikan
individual dan layanan untuk
keluarga
• Evaluasi keberhasilan program,
PRINSIP PENILAIAN
– Asesmen harus menggunakan informasi dan sumber yang
beragam
– Asemen harus bermanfaat untuk perkembangan dan
belajar anak
– Asemen harus melibatkan anak beserta keluarganya
– Asesmen harus sesuai dan fair untuk anak
– Asesmen harus otentik
– Asesmen harus bermakna bagi anak dan merefleksikan
cara anak menerapkan pengetahuan yang diperolehnya
dalam kehidupan sehari –hari.
– Asesmen harus memiliki tujuan yang spesifik dan bersifat
reliabel, valid dan sesuai dengan tujuan yang kan dicapai
PROSES PENILAIAN
• Dilakukan secara individual dengan
membandingkan perkembangan anak
saat ini dan sebelumnya,
• Mempertimbangkan adanya
perbedaan dalam perkembangan,
pengalaman, dan budaya anak.
• Bukan dilakukan dalam situasi tes,
melainkan alamiah
• Kemajuan tentang anak dilaporkan
dalam konteks individual sehubungan
dengan performansinya dalam tahap
usianya, dan bukan merupakan sistem
ranking.
Implementasi Kurikulum
Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara
Pemerintah dengan pemerintah daerah provinsi dan pemerintah
daerah kabupaten/kota.
1. Pemerintah bertanggungjawab dalam mempersiapkan guru
dan kepala sekolah untuk melaksanakan kurikulum.
2. Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi
pelaksanaan kurikulum secara nasional.
3. Pemerintah provinsi bertanggungjawab dalam melakukan
supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di
propinsi terkait.
4. Pemerintah kabupaten/kota bertanggungjawab dalam
memberikan bantuan profesional kepada guru dan kepala
sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota
terkait.
65
Rencana Implementasi
Pelatihan Guru
Persiapan
Pelatih Nasional
Guru Inti
Guru
PELAKSANAAN
Pendampingan
EVALUASI
PERSIAPAN (Jan-Jun)
IMPLEMENTASI (Jul)
66
Pelaksanaan Kurikulum PAUD 2013
IMPLEMENTASI (mulai Juli 2014)
LEMBAGA PAUD (TERBATAS)
Guru Inti
Kepala Sekolah
Pengawas
67
PAUD sebagai pendidikan yang
paling fundamental dalam
mempersiapkan SDM berkualitas
Anak dihargai sebagai individu yang
memiliki potensi luar biasa (usia
emas) dan oleh sebab itu mereka
diposisikan sebagai investasi masa
depan bangsa.
PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES MERANGKAI SEL NEURON
69
Standar Tingkat Pencapaian
Perkembangan Anak (STPPA)
MoralAgama
FisikMotorik
Seni
STTPA
Sosem
Kognitif
Bahasa
STPPA merupakan kriteria
minimal tentang
kualifikasi perkembangan
anak yang mencakup
aspek nilai agama dan
moral, fisik motorik,
kognitif, bahasa, sosialemosional, dan seni. Jadi
STPPA sebagai output dari
layanan PAUD.
Kompetensi Inti
Kompetensi Inti (KI) pada Kurikulum 2013
Pendidikan Anak Usia Dini merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai STPPA yang harus
dimiliki peserta didik PAUD pada usia 6 tahun.
Adapun kompetensi inti mencakup:
1. KI-1: adalah sikap spiritual.
2. KI-2: adalah sikap sosial.
3. KI-3: adalah pengetahuan.
4. KI-4: adalah keterampilan.
Kompetensi Dasar
1.
Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
berisikan kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu tema
pembelajaran pada PAUD yang mengacu pada Kompetensi Inti.
2. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu
program pengembangan.
3. Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan
pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut:
1) Kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam
rangka menjabarkan KI-1;
2) Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka
menjabarkan KI-2;
3) Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka
menjabarkan KI-3; dan
4) Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka
menjabarkan KI-4.
Distribusi Kompetensi dasar
dari setiap Cakupan Kompetensi Inti
NO
KOMPETENSI INTI
JUMLAH
KOMPETENSI DASAR
1. KI-1: Sikap spiritual.
2 Rumusan
2. KI-2: Sikap sosial.
14 Rumusan
3. KI-3: Pengetahuan.
15 Rumusan
4. KI-4: Keterampilan.
15 Rumusan
Alur Pengembangan Kurikulum
(PP 32 th 2013)
UU 20/2003 Sisdiknas
Perpres 5/2010 RPJMN
PP 19/2005 SNP
PP 32/2013 Perubahan SNP
Dokumen Kurikulum
satuan/program
pendidikan
Dokumen Pelatihan
Pedoman implementasi
Buku Panduan Guru
Dokumen Kurikulum/
Juknis-juknis
DOKUMEN
KURIKULUM
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
STPP
Muatan lokal
KTSP
Kompetensi inti
Kompetensi dasar
Materi pembelajaran
Kegiatan pembelajaran
Penilaian
Alokasi waktu
Sumber belajar.
KERANGKA DASAR
KURIKULUM
STRUKTUR KURIKULUM
NASIONAL
Kesiapan Belajar Anak
Kompetensi Inti,
Kompetensi Dasar,
Muatan Pembelajaran,
Mata pelajaran,
Beban belajar
PAUD
DIKDAS
DIKMEN
PNF
• Pembangunan SDM handal dilakukan secara
terstruktur dan berkesinambungan melalui
jenjang pendidikan sejak usia dini hingga
perguruan tinggi.
• Kurikulum sebagai suatu program yang
ditujukan untuk mendukung pencapaian
tujuan pendidikan nasional sehingga harus
dilaksanakan dalam satu sistem yang berlaku
sejak jenjang pendidikan paling awal hingga
jenjang pendidikan paling tinggi.

similar documents