telaah kritis CASE CONTROL study

Report
TELAAH ARTIKEL
“PREMENOPAUSAL SERUM
ANDROGENS AND BREAST CANCER
RISK: A NESTED CASE-CONTROL
STUDY”
Oleh :
MIA ENDAH ASMALASARI
2009710045
RIWAYAT PENULIS
• Anne Zeleniuch-Jacquotte, Karen L Koenig & Mengling Liu  Department of
Environmental Medicine, New York University School of Medicine, 650 First Avenue,
New York, NY 10016, USA. ; New York University Cancer Institute, New York University
School of Medicine, 530 First Avenue, New York, NY 10016, USA.
• Yelena Afanasyeva, Alan A Arslan & Stephanie Scarmo  Department of Environmental
Medicine, New York University School of Medicine, 650 First Avenue, New York, NY
10016, USA.
• Rudolf Kaaks  Division of Cancer Epidemiology, German Cancer Research Centre, Im
Neuenheimer Feld 280, D-69120 Heidelberg, Germany.
• Sabina Rinaldi International Agency for Research on Cancer, 150, Cours Albert
Thomas, 69372 Lyon Cedex 08, France.
• Paolo Toniolo1,2,5,6 Department of Environmental Medicine, New York University
School of Medicine, 650 First Avenue, New York, NY 10016, USA. ; New York University
Cancer Institute, New York University School of Medicine, 530 First Avenue, New York,
NY 10016, USA. ; Department of Obstetrics and Gynecology, New York University School
of Medicine, 550 First Avenue, New York, NY 10016, USA. ; Unit of Cancer Epidemiology,
Institute of Social and Preventive Medicine, Centre Hospitalier Universitaire Vaudois,
Biopôle 1, 2 Route de la Corniche, CH-1066 Epalinges, Switzerland.
• Roy E Shore  Department of Environmental Medicine, New York University School of
Medicine, 650 First Avenue, New York, NY 10016, USA. ; Radiation Effects Research
Foundation, 5-2 Hijiyama Park, Minami-ku, Hiroshima, 732-0815, Japan.
Authors Contribution
• AZJ participated in the design of the study, statistical analysis, and
manuscript preparation.
• YA performed the statistical analysis and contributed to manuscript
preparation.
• RK participated in the conception of the study and manuscript
preparation.
• SR performed serum hormone analyses and contributed to manuscript
preparation.
• SS contributed to manuscript preparation.
• ML participated in the statistical analysis and manuscript preparation.
• AAA participated in data acquisition and manuscript preparation.
• PT and RES participated in the conception and design of the study and
manuscript preparation.
• KLK participated in the design of the study, the statistical analysis and
manuscript preparation.
• All authors read and approved the final manuscript.
REVIEW
Introduction
• Studi epidemiologi prospektif secara konsisten menunjukkan
bahwa tingkat dari sirkulasi androgen pada wanita
menopause positif berhubungan dengan risiko kanker
payudara. Namun, data pada wanita premenopause terbatas
• Sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu melihat hubungan
sirkulasi androgen pada wanita premenopouse yang
berhubungan dengan risiko kanker payudara.
• Metode yang digunakan disini adalah pengukuran
testosteron, androstenedione, dehydroandrosterone sulfat
(DHEAS) dan hormon seks pengikat globulin (SHBG)
menggunakan immunoassay langsung. Hormon testosteron
bebas pun dihitung.
Discussion
• Konsentari serum testoteron & free testoteron  berhubungan
erat secara positif dengan kejadian kanker payudara
• Hasil statistik menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan
dengan androstenodione (P = 0.07), tetapi tidak ada hubungan
dengan DHEAS atau SHBG
• Hasilnya tetap konsisten dalam analisis pengelompokkan
berdasarkan jenis tumor (invasif, in situ), status estrogen reseptor,
usia saat donor darah, dan status menopause pada diagnosa.
Korelasi intra-kelas koefisien untuk sampel dikumpulkan dari 0,8-5,3
pada tahun terpisah (median 2 tahun) dalam 138 kasus dan 268
kontrol lebih besar dari 0,7 untuk semua biomarker kecuali
androstenedion (0,57 di kontrol). (tabel 2)
Conclussion
• In agreement with other cohort  Konsentrasi testosteron dan
testosteron bebas pada premenopause menunjukan hubungan
terjadinya risiko kanker payudara.
• Hasil dari studi prospektif lain juga konsisten dengan hasil yang
didapatkan.
• Dampak dari pengaruh adanya testosteron maupun testosteron
bebas dalam model prediksi risiko kanker payudara pada
perempuan antara usia 40 dan 50 tahun harus dikaji lagi.
• Meningkatkan model prediksi risiko pada kelompok usia ini dapat
membantu pengambilan keputusan mengenai kedua skrining dan
chemoprevention dari kanker payudara.
TELAAH KRITIS
ARTIKEL
1. Apakah pertanyaan riset relevan?
• Treatment
• Relevan  jelas peneliti memiliki background penelitian yang mendukung
(cancer institute, epidemiolog kanker, agenci penelitian kanker, ObGyn)
• Alat/instrumen yg dipakai dr hasil treatment ini sesuai yaitu dengan uji
immunoassay langsung pada testoterone, androstenedione, DHEAS &
SHBG di Hormones and Cancer Group at the International Agency for
Research on Cancer in Lyon, France.
• Testosterone and DHEAS were measured by direct radioimmunoassays from
Immunotech (Marseille, France),
• Androstenedione and FSH by direct double-antibody radioimmunoassays
from DSL (Diagnostic System Laboratories, Webster, Texas), and
• SHBG by a direct ‘sandwich’ immunoradiometric assay (Cis-Bio, Gif-surYvette, France).
2. Apakah Studi Menambahkan Sesuatu yg Baru?
• Pada artikel ini studi menambahkan sesuatu yang baru yaitu perlunya
pengkajian dari dampak pengaruh adanya testosteron maupun
testosteron bebas dalam model prediksi risiko kanker payudara pada
perempuan antara usia 40 dan 50 tahun.
• Hasil yang didapat yaitu “We also observed a marginally significant
positive association with androstenedione but no association with DHEAS
or SHBG”
• Selain itu studi juga mengkonfirm data penelitian terdahulu yaitu hasil
yang sama mendukung pada penelitian ini, yaitu :
• Two prospective studies also reported statistically significant positive
associations between premenopausal concentrations of testosterone and
free testosterone and breast cancer risk, three reported non-significant
positive associations, and the smallest (17 cases) reported no association.
• Overall, results are consistent across studies.
3. Apa tipe pertanyaan penelitian?
• Tipe pertanyaan pada penelitian sudah sesuai dengan desain
studi yang diapakai yaitu nested case control.
• Tipe pertanyaan ini dinyatakan secara eksplisit pada
introduction yaitu “hubungan sirkulasi androgen dengan
risiko kanker payudara pada wanita premenopause terbatas,
sehingga diperlukan penelitian tentang ini”
• Artikel ini sangat cocok bagi perkembangan ilmu
pengetahuan mengenai kanker payudara pada wanita
premenopouse
4. Apakah desain studi sesuai dg pertanyaan
penelitian?
• Nested case control menyajikan desain penelitian yang berbasis
kohort dan memiliki kasus dan kontrol pula. Kelebihan dari desain
ini adalah efisiensi biaya, dan juga pengamatan yang dilakukan
secara continue dan longitudinal sehingga memiliki kekuatan untuk
menjelaskan masalah kesehatan dan menerangkan hubungan
dinamika antara faktor resiko dengan efeknya secara temporal dan
dengan seefisien mungkin.
• Seperti desain kasus kontrol yang langkah awalnya mendefinisikan
populasi untuk mencari kasus lalu memasangkannya dengan
kontrol, nested case control pun dimulai dari defined population
untuk menentukan kasus yang dipilih lalu mencari subjek sebagai
kontrolnya.
Next...
• Tujuan dari nested case control ini adalah untuk membandingkan
sejarah (dan kadang-kadang pengukuran klinis kontemporer) dari
individu-individu yang mengembangkan penyakit dengan mereka
yang tidak mengembangkan penyakit tersebut selama masa studi.
Nested studi kasus-kontrol adalah metode yang efisien untuk
mempelajari hubungan kasus kontrol antara kohort sekali jumlah
kasus muncul.
• Contoh study nested case control :
• “Premenopausal serum androgens and breast cancer risk
• Misalkan ingin melihat kadar kolesterol tinggi yang berdampak pada
kejadian Coronary Heart Disease (CHD) pada 5.000 orang di suatu populasi.
5. Apakah metode dalam studi mempertimbangkan
sumber bias potensial yg paling penting?
• Ya, karena penelitian ini berkonsentrasi pada 356 kasus dan 683 sebagai
kontrol. Sehingga semua bias dipertimbangkan.
• Disisi lain adanya “missing” pada data subject yang disajikan sebab tidak
semua responden dapat secara patuh mengikuti ketentuan yang
seharusnya. Namun hal tersebut sudah bisa diatasi dengan
pengelompokan karakteristik subjek. Yaitu :
• Premenopouse  jika adanya satu siklus menstruasi dalam 6 bulan
sebelum kunjungan
• 72%  mengembalikan postcard
• 15%  tidak mengembalikan postcard, namun tetap ada laporan bahwa adanya
siklus menstruasi kembali pada siklus 20-41 hari sejak donor darah
• 13%  dikelompokan dengan siklus kurang dari 20 hari atau lebih dari 41 hari
• Studi ini telah disetujui oleh the Institutional Review Board at the New
• York University School of Medicine.
6. Apakah studi disajikan sesuai dg protokol
standar asli?
• Ya, penelitian ini sesuai dengan tujuannya yaitu menilai hubungan
risiko kanker payudara pada wanita premenopouse.
• Untuk desain nested case control, tahap awal adalah melakukan
pengambilan sampel darah. Kemudian sample darah disimpan di
freezer. Kemudian responden itu dilakukan follow up hingga terjadi
kasus breast cancer. Jika terdapat kasus, maka diantara orang
sisanya dipilih secara random sebagai control.
• Penelitian ini sudah sesuai perencanaan nested case control
7. Apakah studi menguji hipotesis yg telah disebutkan?
• Ya, karena hipotesis yang dibuat mengenai pengaruh premenopouse pada
risiko kanker yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan
8. Apakah analisis statistik sudah benar?
• Ya, studi ini menggunakan “conditional logistic regression model”  yang
membandingkan konsentrasi pada kasus dan kontrol
9. Apakah data yg disajikan membenarkan/mendukung kesimpulan? Ya,
data penelitian membenarkan kesimpulan yang disajikan.
10. Apakah ada konflik kepentingan dlm studi?
Penulis mendeklarasikan bahwa tidak adanya konflik kepentingan yang
mendanai penelitian ini
TERIMA KASIH

similar documents