Document

Report
BAB I
RUANG LINGKUP SEJARAH EKONOMI
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Apa yang dimaksud dengan Ilmu Ekonomi ?
Apa manfaat mempelajari Ilmu Ekonomi ?
Jelaskan kata ekonomi berasal !
Sebutkan Kaum Perintis Ekonomi dan Sebutkan
Teorinya!
Sebutkan Subjek ekonomi dan Jelaskan !
Apa yang disebut dengan Ekonomi Makro dan
Ekonomi Mikro, Jelaskan!
Sebutkan Tujuan Kebijakan Ekonomi!
8. Sebutkan Metode-Metode dalam Ekonomi dan
Jelaskan!
9. Sebutkan Sistem Ekonomi dan Jelaskan!
10. Sebutkan Aliran –aliran dan Mashab dalam Teori
Ekonomi!
ASAL MULA TEORI EKONOMI

ILMU EKONOMI adalah ilmu yang mempelajari
perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan
kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya
ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia
yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan
yang jumlahnya terbatas. Permasalahan tersebut
kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan
(Ingg: scarcity).


Prof. P.A. Samuelson mendefinisikan ilmu ekonomi yang
dapat diartikan sbb:
“Ilmu ekonomi adalah suatu studi bagaimana orangorang dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau
tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan
sumber daya yang terbatas tetapi dapat
dipergunakan dalam berbagai cara untuk
menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan
mendistribusikannya untuk keperluan konsumsi,
sekarang dan dimasa datang, kapada berbagai orang
dan golongan masyarakat”


Sadono Sukirno: “Ilmu Ekonomi menganalisa biaya
dan keuntungan dan memperbaiki corak
penggunaan sumber daya (sumber daya: SDA &
SDM)
Adam Smith: “studi tentang bagaimana masyarakat
mengelola sumber daya yang selalu terbatas dan
langka”
Manfaat Mempelajari Ilmu Ekonomi
1.
2.
3.
Ilmu ekonomi dapat membantu memahami wujud
perilaku ekonomi dalam dunia nyata secara lebih
baik.
Dengan mempelajari ilmu ekonomi akan membuat
yang mempelajarinya lebih mahir atau lihai dalam
perekonomian.
Dengan menguasai ilmu ekonomi akan
memberikan pemahaman atas potensi dan
keterbatasan kebijakan ekonomi.


Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani
οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah
tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan,
aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan
sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen
rumah tangga."
Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi
atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.
Kaum Perintis Ekonomi

1. Konsep-konsep ekonomi dari kaum perintis
ditemukan terutama dalam ajaran-ajaran agama,
kaidah-kaidah hukum, etika atau aturan-aturan
moral. Misalnya dalam kitab Hammurabi dari
Babilonia tahun 1700 SM, masyarakat Yunani telah
menjelaskan tentang rincian petunjuk-petunjuk
tentang cara-cara berekonomi.


2. Plato
Hidup pada abad keempat sebelum Masehi
mencerminkan pola pikir tradisi kaum ningrat. Ia
memandang rendah terhadap para pekerja kasar dan
mereka yang mengejar kekayaan. Plato menyadari
bahwa produksi merupakan basis suatu negara dan
penganekaragaman (diversivikasi) pekerjaan dalam
masyarakat merupakan keharusan, karena tidak
seorang pun yang dapat memenuhi sendiri berbagai
kebutuhannya. Inilah awal dasar pemikiran Prinsip
Spesialisasi kemudian dikembangkan oleh Adam Smith.


3. Aristoteles
merupakan tokoh pemikir ulung yang sangat tajam, dan
menjadi dasar analisis ilmuwan modern sebab
analisisnya berpangkal dari data. Konsep pemikiran
ekonominya didasarkan pada konsep pengelolaan
rumah tangga yang baik, melalui tukar-menukar.
Aristoteleslah yang membedakan dua macam nilai
barang, yaitu nilai guna dan nilai tukar. Ia menolak
kehadiran uang dan pinjam-meminjam uang dengan
bunga, uang hanya sebagai alat tukar-menukar saja,
jika menumpuk kekayaan dengan jalan
minta/mengambil riba, maka uang menjadi mandul
atau tidak produktif.


4. Xenophon
seorang prajurit, sejarawan dan murid Socrates
yang mengarang buku Oikonomikus (pengelolaan
rumah tangga). Inti pemikiran Xenophon adalah
pertanian dipandang sebagai dasar kesejahteraan
ekonomi, pelayaran dan perniagaan yang
dianjurkan untuk dikembangkan oleh negara, modal
patungan dalam usaha, spesialisasi dan pembagian
kerja, konsep perbudakan dan sektor
pertambangan menjadi milik bersama.



5. Thomas Aquinas (1225-1274),
seorang filosof dan tokoh pemikir ekonomi pada abad
pertengahan, mengemukakan tentang konsep keadilan
yang dibagi dua menjadi keadilan distributif dan
keadilan konvensasi, dengan menegakkan hukum Tuhan
maka dalam jual-beli harus dilakukan dengan harga
yang adil (just-price) sedang bunga uang adalah riba.
Tetapi masalah riba, upah yang adil dan harga yang
layak ini merupakan masalah yang terus-menerus
diperdebatkan dalam ilmu ekonomi.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi
dengan beberapa cara, yang paling terkenal
adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu,
subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif
(deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox,
dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu
terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan
pemerintah.

Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidangbidang selain bidang moneter, seperti misalnya
penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian,
politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya.
Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi
— seperti yang telah disebutkan di atas — adalah
ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori
yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya
adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi,
invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi,
merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Ada sebuah peningkatan trend untuk
mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam
konteks yang lebih luas. Fokus analisis ekonomi
adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai
bidang dimana orang dihadapi pada pilihanpilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan,
kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama.

Gary Becker dari University of Chicago adalah
seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya
ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak
ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi
sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk
menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini
kadang-kadang digambarkan sebagai ekonomi
imperialis oleh beberapa kritikus.
Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang
mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi
terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang
dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka
berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap
berbagai sumber daya yang terbatas untuk
memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi
kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokohtokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl
Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi
tahun 2006, Edmund Phelps.

Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama
mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18
sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu
pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of
Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah
perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai
seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar
moralitasnya terutama yang tertuang dalam The
Theory of Moral Sentiments

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga
berkembang ke arah lain, seperti teori
pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich
Engels, serta aliran institusional yang pertama
dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan
kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Secara garis besar, perkembangan aliran
pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa
yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang
terutama dipelopori oleh Adam Smith ini
menekankan adanya invisible hand dalam mengatur
pembagian sumber daya, dan oleh karenanya
peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena
akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand
ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme
pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi
Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa
pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar
saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes
mengajukan teori dalam bukunya General Theory of
Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa
pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan
karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar
distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini
kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan
menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new
classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain
sebagainya.


Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu
ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode
kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan
Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II
merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri,
yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori
ekonomi.
Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi
adalah model General equilibrium (keseimbangan
umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam
masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain.


Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang
pesat hingga hampir semua makalah ekonomi
sekarang menggunakan salah satu dari keduanya
dalam analisisnya.
Di lain pihak, metode kualitatif juga sama
berkembangnya terutama didorong oleh
keterbatasan metode kuantitatif dalam
menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.
Subyek Ekonomi

1.


subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif
(deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox,
Ilmu Ekonomi Positif
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang
mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya
aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu
pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu
itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi.
Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi
deskriptif dan ekonomi teori.


Ilmu Ekonomi positif hanya membahas deskripsi
mengenai fakta, situasi dan hubungan yang terjadi
dalam ekonomi.
Untuk mengkaji ilmu ekonomi perlu dibedakan pada
dua kondisi yakni kondisi realita dan kondisi ideal yang
diinginkan.
Kondisi realita merupakan fakta apa yang terjadi dan
sedang terjadi dalam suatu perekonomian, sedangkan
 kondisi ideal merupakan kondisi yang dinginkan. Dengan
kondisi yang berbeda tersebut maka digunakan
pendekatan-pendekatan yang berbeda untuk
mempelajarinya.


Ekonomi Terapan (applied economics) disebut
juga ekonomi kebijakan, dengan mengambil konsep
dalam teori ekonomi dicoba untuk menerapkannya
dalam kebijakan ekonomi dengan tetap
memperhatikan pada data dan fakta yang
dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif.


Teori Ekonomi (economics theory) memberikan
pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat
hubungan yang wujud dalam kegiatan ekonomi, dan
ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu
keadaan yang mempengaruhinya mengalami
perubahan.
Tugas teori ekonomi adalah memberikan abstraksi dari
kenyataan yang terjadi dalam perekonomian. Teori
ekonomi bersifat kompleks, untuk itu perlu
penyederhanaan dan abstrasksi yang dituangkan
dalam teori.
2. Ilmu Ekonomi normatif
 Ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi
dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi,
dengan mencoba memberikan penilaian baik atau
buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.
Membahas pertimbangan – pertimbangan nilai
etika. Ilmu ekonomi normatif beranggapan bahwa
ilmu ekonomi harus melibatkan diri dalam mencari
jawaban atas masalah “apakah yang seharusnya
terjadi”.


Pernyataan ini mengaitkan berbagai pertimbangan
nilai (value judgment), etika dan agama, yaitu
pertimbangan tentang apa yang baik dan apa
yang buruk.
Oleh sebab itu, pernyataan normatif berkaitan
dengan masalah-masalah ekonomi kesejahteraan
(welfare economics). Karena, masalah-masalah
tersebut menyangkut hal-hal yang diharapkan atau
diinginkan sebagai akibat atau serangkaian
tindakan kebijakan pemerintah.

Misalnya, banyak pelaku ekonomi yang bertanya,
“Berapakah nilai tukar dollar yang ideal untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga para
eksportir maupun importir sama-sama diuntungkan?”.
Pertanyaan ini adalah salah satu contoh pertanyaan
yang normatif, karena pertanyaan ini menanyakan apa
yang sebaiknya harus terjadi. Kebenaran pernyataan
normatif sangat sulit dibandingkan dengan fakta-fakta
yang ada, karena sangat bergantung pada
pertimbangan-pertimbangan seperti yang telah
disebutkan di atas.
3. Mainstream
 Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa
kombinasi antara teori dengan data yang ada
sudah cukup untuk membuat kita mengerti
fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan
mengalami perubahan besar dalam ide, konsep,
dan metodenya; walaupun menurut pendapat
kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah
merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai
dengan kenyataan yang ada.
Ekonomi Makro dan Mikro

1.

Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga
mudah untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi
yang jelas.
Ekonomi Mikro
Ekonomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus
mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari
keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi
mikro antara lain meliputi perilaku pembeli (konsumen) dan
produsen secara individua dalam pasar. Sikap dan perilaku
konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang
diperolehnya, sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin
dalam menawarkan barangnya. Jadi inti dalam ekonomi mikro
adalah masalah penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering
dinamakan dengan teori harga (price theory).
2. Ekonomi Makro
 Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus
mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu
keseluruhan (agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor
produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran
masyarakat dapat dimaksimumkan.
 Apabila yang dibicarakan masalah produsen, maka yang dianalisis
produsen secara keseluruhan, demikian halnya jika konsumen maka
yang diananlisis adalah seluruh konsumen dalam mengalokasikan
pendapatannya untuk membeli barang/jasa yang dihasilkan oleh
perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan,
penawaran, perusahaan, harga dan sebaginya. Intinya ekonomi
makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang
diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan
sebagai teori pendapatan (income theory).
Peralatan Analisis Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi memerlukan alat analisis untuk
menerangkan teori-teorinya dan untuk menguji
kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva
adalah alat analisis yang utama, pada tingkat
yang lebih mendalam matematika memegang
peranan yang sangat penting. Selain itu, statistika
juga diperlukan untuk mengumpulkan fakta dan
menguji kebenaran teori ekonomi.
Tujuan – tujuan kebijakan ekonomi
antara lain;




1) Mencapai pertumbuhan ekonomi yang pesat,
2) Menciptakan kestabilan harga,
3) Mengatasi masalah pengangguran, dan
4) Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.
Metode ilmu ekonomi


Metode induktif
Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan
mengumpulkan semua data informasi yang ada dalam
realitas kehidupan.
Metode deduktif
Metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum,
ketentuan, atau prinsip umum yang sudah di uji
kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi
mencoba menetapkan cara pemecahan masalah sesuai
dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada
dalam ilmu ekonomi.

Metode Matematika
Metode yang digunakan untuk memecahkan
masalah – masalah ekonomi dengan cara
pemecahan soal – soal secara matematis.
Maksudnya bahwa dalam matematika terdapat
kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil
– dalil. Melalui pembahasan dalil – dalil tersebut
dapat dipastikan bahwa kajiannya dapat diterima
secara umum.


Metode statistika
Suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan
cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran
dan penyajian data dalam bentuk angka – angka
secara statistik. Dari angka – angka yang disajikan
kemudian dapat diketahui permasalahan yang
sesungguhnya. Sebagai contoh, pembahasan
mengenai pengangguran.
Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi pasar (Laissez-Faire Economy),
merupakan sistem ekonomi yang berbasis pada
kebebasan individu dan perusahaan dalam
menentukan berbagai kegiatan ekonomi, seperti
konsumsi dan produksi. Perekonomian akan
menentukan titik keseimbangan dengan
mengandalkan kemampuan pada sistem harga,
yaitu tarik menarik antara permintaan dan
penawaran. Keseimbangan harga serta jumlah
barang dan jasa dalam perekonomian dibimbing
oleh sesuatu yang tidak kelihatan (invisible hand).


Sistem ekonomi terpusat (sistem ekonomi sosialis) atau
disebut Command Economy, yaitu sistem ekonomi dimana
pemerintah membuat semua kebijakan menyangkut
produksi, distribusi, dan konsumsi. Dengan kata lain, dalam
sistem ekonomi sosial yang murni, pemerintah mengatur
semua aspek kegiatan ekonomi.
Sistem ekonomi campuran yaitu gabungan dari sistem
ekonomi pasar dan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem
ekonomi campuran, kebebasan individu dan perusahaan
dalam menentukan kegiatan ekonomi masih diakui, tetapi
pemerintah ikut campur dalam perekonomian sebagai
stabilisator ekonomi dengan memberlakukan berbagai
kebijakan fiskal dan moneter.
Pemisahan aliran-aliran / Mashab
Ekonomi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Pemikiran Ekonomi Kaum Merkatilis
Pemikiran Ekonomi Kaum Fisiokrat
Pemikiran Ekonomi Kaum Klasik
Pemikiran Ekonomi Kaum Sosialisme
Pemikiran Ekonomi Kaum Historis
Pemikiran Ekonomi Mashab Guna Batas
Pemikiran Ekonomi Kaum Keynes
Pemikiran Ekonomi Aliran Monetaris
Pemikiran Ekonomi Aliran Sisi Penawaran
Pemikiran Ekonomi Kaum Ratex
TERIMA KASIH

similar documents