Penggunaan KS Dalam Katekese

Report
Penggunaan KS Dalam Katekese
Disampaikan oleh Ignas L.
Pendahuluan
• Harus diakui bahwa tidaklah sangat mudah menggunakan
KS dalam hidup kita , termasuk dalam sebuah katekese.
Karena, KS mempunyai sejarah panjang yang perlu
“ditelusuri” pada zamannya, hingga sampai di tangan kita
pada zaman ini.
• Namun demikian bukan berarti kita menghindarinya,
melainkan semakin tertarik karena KS sejatinya memang
sangat mempesona (fascinosum). Karena itu, ikutilah
nasehat St. Agustinus ini : “tole lege “ (angkat dan bacalah
)!
• Harapan dari penyampaian materi ini supaya para peserta
kursus semakin mencintai KS. Konkritnya menyusun sebuah
katekese dengan penggunaan KS.
Mengapa menggunakan KS ?
•
•
•
•
•
•
•
Sabda / Firman Tuhan dan Rahasia Rahmat.
KS adalah buku iman
Buku pegangan umat beriman
Buku kesalehan sejati
Sumber inspirasi dan nilai-nilai keutamaan
Sumber utama pewartaan
Mendidik umat ( 2 Tim. 3:15-17)
Cara penggunaan KS yang praktis
dalam Katekese
• Pertama-tama KS sebagai sarana atau alat dari Tuhan untuk kepentingan
manusia. Oleh karena itu, tidak pernah dapat dibenarkan apabila manusia
justru dikorbankan demi KS
• KS adalah sumber inspirasi dan nilai-nilai keutamaan. Karena itu, dapat
lebih dahulu ditentukan dan baru kemudian dijelaskan dan dicarikan
penerapannya dalam kehidupan. Atau lebih dahulu diungkapkan suatu
pengalaman dalam kehidupan dan baru kemudian dibenarkan oleh KS
• Membaca KS , memahami, pembahasan dan penerapannya secara konkrit
• Pengalaman/peristiwa/cerita dianalisis, dilanjutkan dengan perumusan
nilai-nilai yang termuat di dalamnya, dan pada akhirnya dicarikan
pembenaran dari KS
Cat: Perlu diingat bahwa KS adalah satu di antara yang lain. Oleh karena itu
tak pernah dapat dimutlakan sebagai satu-satunya seperti yang terdengar
dalam semboyan “Sola Scriptura” (Hanya Kitab Suci). Selain itu KS berisi
prinsip atau ajaran umum. Dengan demikian diperlukan aturan, hukum,
atau norma disipliner dalam penerapannya. Tujuan yang baik menuntut
cara yang baik pula !
Beberapa hal pokok untuk memahami
KS
• Tuhan sendirilah penulis sejati KS. Ia memberikan ilham
kepada manusia berkarya dalam dan melalui manusia (
DV 11)
• Roh Kudus adalah penterjemah KS. (Lk. 24:45)
• Kristus adalah pusat dan puncak
• Kepada manusia dengan cara manusiawi (DV 12)
• KS sebagai satu kesatuan (Lk. 24:44-47)
• KS dimengerti dalam tradisi Gereja secara keseluruhan.
• KS hanya dapat dimengerti dalam semangat iman atau
dalam analogi iman (Rom.12:6)
Bagaimana cara memahami KS ?
• Dalam tradisi Gereja dibedakan 2 pemahaman KS,
yakni Literal/ Hurufiah dan Spiritual/Rohani
• Arti Literal adalah arti yang disampaikan oleh kata-kata
yang digunakan dalam KS dan biasanya dilakukan oleh
ahli exegese dengan menerapkan metode yang logis,
teratur dan sistematik. Arti KS pada umumnya
didasarkan pada kata-kata yang tertulis itu.
• Arti spiritual adalah arti yang bukan teks itu sendiri
melainkan peristiwa atau kenyataan yang diungkapkan
atau ditandakan oleh kata –kata itu. Dalam bahasa
sehari-hari hal ini disebut sebagai hal yang bukan
tersurat tetapi tersirat.
•
•
•
•
•
Arti spiritual terbagai dalam 3 hal, yakni arti alegoris, arti moral dan arti Anagogis.
Dengan arti alegoris ingin disampaikan bahwa berbagai peristiwa dimengerti
dengan lebih mendalam dengan menghubungkannya dengan Kristus. (Misalnya
:Penyeberangan laut merah adalah tanda kemenangan Kristus dan juga
melambangkan pembaptisan (l Kor.10:2)
Dengan arti moral mau dikatakan bahwa peristiwa yang disampaikan dalm KS
membimbing, mengarahkan, dan mendorong orang untuk bertindak jujur, adil,
dan benar. Berhubungan dengan arti ini, Paulus berkata, “....semuanya itu ditulis
sebagai contoh atau peringatan bagi kita... (l Kor 10:11 ; Ibr. 3:4,12
Dengan arti anagogis dimaksudkan bahwa kenyataan dan peristiwa dimengerti
dalam konteks keabadian yang senantiasa mengarahkan manusia kepada tujuan
akhir kehidupan, Tanah Air Surgawi. Gereja di dunia ini merupakan tanda dari
Yerusalem Surgawi (Why. 21:1-25:5)
Dalam abad pertengahan, ke-4 arti ini disimpulkan dalam satu kalimat :”Lettera
gesta docet, quid credas allegoria, moralis quid agas, quo tendas anagogia”
(Tulisan menyampaikan perbuatan, alegori tentang iman, moral tentang
bagaimana berbuat, dan anagogi tentang tujuan)
MEMBANGUN GAYA HIDUP IMAN
ANAK DAN REMAJA YANG MISIONER
Tugas !
Susunlah sebuah bahan Katekese dengan
memperhatiakan langkah besar, yakni :
• Langkah I : Proses mengamati dan menyadari
suatu fenomena tertentu dalam masyarakat yang
kita angkat sebagai katekese
• Langkah II : Menyadari dan merefleksikan situasi
yang telah dianalisis dalam terang Sabda Allah
(KS)
• Memikirkan dan merencanakan aksi untuk
bertindak.
Cat: Tentukan tema yang menarik dan susunlah
secara lengkap, mulai dari gagasan pokok/pokok
pikiran sampai dengan proses pelaksanaanya.
Membangun Gaya Hidup Iman Anak
Dan Remaja Yang Misioner
1. ORANG TUA MENJADI TELADAN IMAN ANAK
DAN REMAJA
2. MEMUPUK KEBIASAAN HIDUP KRISTIANI
DALAM KELUARGA
3. IMAN YANG BERKEMBANG DALAM HIDUP
BERMASYARAKAT
4. KEMANDIRIAN HIDUP BERIMAN

similar documents