Pemasaran Internasional Pertemuan 9 - EMP914

Report
Strategi Kerja Sama
dan Kemitraan Strategi
Global
Kemitraan Strategi Global (KSG)
Dua perusahaan atau lebih mengembangkan
strategi jangka panjang bersama dengan tujuan
mencapai kepemimpinan dunia dengan
mengusahakan biaya paling rendah, diferensiasi
dan menciptakan pemosisian berdasarkan variasi
Hubungannya bersifat timbal balik : setiap mitra
memiliki kelebihan spesifik yang akan dibagikan
pada mitra yg lain : proses belajar hrs terjadi
dikedua belah pihak.
Visi dan usaha mitra benar-benar global, jauh
melampaui batas negara dan wilayah sendiri.
Kemitraan Strategi Global (KSG)
Diperlukan transfer berkelanjutan dari
sumberdaya antara mitra, berbagai teknologi dan
memadukan sumberdaya dianggap suatu norma.
Kedua belah pihak harus memahami kekuatan
inti mereka dan mampu mempertahankan posisi
daya saing serta menciptakan nilai unik bagi
pelanggan
Jika bersaing dalam pasar yang tidak termasuk
kemitraan, para peserta mempertahankan
identitas nasional dan ideologi.
Teori-teori Kemitraan Strategi Global
Market Power Theory : Perusahaan dapat
memperkuat posisinya di pasar melalui
strategi kerjasama dengan perusahaan lain.
Transaction Costs Economics : Biaya produksi
dan transaksi dari suatu kemitraan lebih
rendah dari pada dilakukan sendiri.
Agency Theory : KSG bertindak selaku agen
dimana perusahaan induk bertujuan untuk
meningkatkan aktivitas dan sukses bisnis.
Teori-teori Kemitraan Strategi Global
Increasing Returns Theory : Increasing return
menyebabkan perusahaan perlu melakukan aliansi
untuk menjadi pemain utama dan first mover.
Resource Based View : KSG dibentuk untuk
menciptakan sekumpulan sumberdaya strategis dan
sosial yg berfungsi sebagai sumber keunggulan
kompetitif.
Organizational Learning/Knowledge : Perusahaan
membentuk partnership untuk mengkapitalisasi
peluang untuk mendapatkan dan mempelajari
kemampuan dan keahlian baru
Perkembangan Aliansi
strategi
Jumlah Kemitraan Strategi Global (KSG)
tumbuh dengan kecepatan 20 sampai
dengan 30% sejak pertengahan tahun
1980-an
Tahun 1992 terdapat kira-kira 1.800
kemitraan strategi global
Venture Economics : 2.084 perusahaan di
AS pada tahun 1991mengadakan
kerjasama dengan mitra internasional.
Perkembangan Aliansi strategi
Mengapa perusahaan memasuki KSG
(Roland Smith, Ketua British Aerospace)
Kemitraan adalah salah satu cara yang
paling cepat dan murah untuk
mengembangkan strategi global.
Kelemahan KSG
Masing-masing mitra harus bersedia
mengorbankan sebagian kendali
Terdapat resiko potensial yang
berkaitan dengan menguatnya pesaing
dari negara lain
Daya Tarik KSG
Biaya pengembangan produk yang tinggi
mungkin memaksa sebuah perusahaan
mencari mitra
Perusahaan tidak mempunyai ketrampilan dan
modal
Mengamankan akses pada pasar nasional dan
wilayah
Menyediakan peluang penting untuk belajar
Prof Gary Hamel dari London Business School :
mitra yang terbukti belajar paling cepat akhirnya
dapat mendominasi hubungan.
Contoh Kasus :
Motorola dgn komunikasi telepon udara tanpa
kabel yang dikenal dgn Iridium :
membentuk aliansi dengan selusin perusahaan untuk
menggali kelebihan unik, yaitu kepakaran dalam
komunikasi tanpa kabel
Semua peserta aliansi mempunyai kelebihan unik
sendiri-sendiri, (seperti Lockheed membangun satelit,
Vebacom, Gmbh bertanggung jawab hubungan
telepon untuk geograpi tertentu)
Kemungkinan kecil ada mitra yg mempunyai
kemampuan atau keinginan untuk memperoleh
kompetensi inti milik motorola.
Contoh Lainnya :
Perakit mobil bergantung pada pemasok tidak
hanya untuk membuat tetapi juga merancang
komponen-komponen kunci dari mobil tsb.
Universitas yg melakukan kontrak dengan
perusahaan jasa keparawisataan untuk
memberikan jasa manajemen bagi layanan
penginapan dan makanan disebuah pusat
latihan.
Faktor-faktor penentu sukses
Misi. KSG yg sukses menciptakan situasi
menang-menang, dgn partisipan mengejar
tujuan dengan dasar kebutuhan dan
keunggulan semua pihak.
Strategi. Sebuah perusahaan dapat
mendirikan KGS terpisah dengan mitra yg
berbeda; strategi hrs difikirkan jauh
sebelumnya untuk menghindari konflik.
Budaya. Mengembangkan nilai-nilai secara
bersama-sama
Faktor-faktor penentu sukses
Organisasi. Struktur dan rancangan
inovatif mungkin diperlukan untuk
meniadakan kompleksitas manajemen
multinegara
Manajemen. Perlu adanya
kesepakatan garis wewenang yg akan
menghasilkan komitmen semua mitra.
Seleksi Patner
Kesesuaian Strategik
Kombinasi rantai nilai dari patner yg terlibat dapat
mencapai keunggulan kompetitif yang
berkesinambungan
Kesesuaian bersumber dari sejumlah faktor :
power yang sama (perusahaan besar dengan
besar), sumber daya dan ketrampilan (saling
mengisi kekurangan dan kelebihan) dan sasaran
jangka panjang yg tidak saling berbenturan.
Seleksi Patner
Kesesuaian Kultural
Saling mempelajari perbedaan kultural dan saling
berkompromi thd masalah kultural
Kesesuaian kultural tdk hanya mencakup sistem
dan struktur perusahaan, tapi juga meliputi hal-hal
seperti orientasi thd lingkungan, karyawan,
teknologi, konsumen, inovasi,dll.
Aliansi yg optimal terjadi apabila perusahaan yg
terlibat memiliki kesesuaian strategic dan kultural
yang tinggi
Jenis-jenis Aliansi
Varadarajan & Cunningham (1995) membagi
aliansi ke dalam 3 kelompok :
Aliansi distribusi : kerjasama antar pihak-pihak
yang terlibat dalam hal distribusi produk. Salah
satu patner berkeinginan mengekspansi lini
produknya ke berbagai wilayah, patner lainnya
mencari peluang dan cara penetrasi pasar.
• Keuntungan : mengisi gap market coverage
Jenis-jenis Aliansi
Aliansi manufaktur : aliansi dalam hal
memproduksi komponen-komponen produk di
tempat atau lokasi patner.
• Keuntungan : mengisi gap pada lini produk
Aliansi Research and Development : Dilakukan
sesama pesaing untuk memperoleh informasi yg
akurat dan efektif mengenai gejala pasar ttg
ekspektasi ataupun kepuasan konsumen (Philips
dan Sony mengembangkan produk baru video
disc)
• Keuntungan : pengembangan teknologi untuk mengisi
kekurangan bidang distribusi dan manufaktur
Ada 4 biaya yg signifikan dlm beraliansi
Waktu yg dihabiskan manajemen untuk
negosiasi, implementasi dan integrasi.
Kehilangan fleksibilitas dan kebebasan
bereaksi dalam era joint interest.
Membocorkan pengetahuan yg dimiliki
kepada mitra
Berhentinya pertumbuhan kapabilitas
perusahaan karena telah diberikan kepada
mitranya.
Aliansi juga sering menimbulkan kekecewaan
dan frustasi (George S. Day (1995)
Adanya pergeseran strategi. Pergeseran
ini timbul akibat sharing power yg
diakibatkan oleh perubahan pasar,
teknologi, dll.
Ketidak jelasan tanggung jawab dalam
pengambilan keputusan.
Konflik dalam hal tujuan, budaya dan
gaya pengambilan keputusan.
Strategi kerjasama di Jepang : Keiretsu
Keiretsu dibentuk di awal tahun 1950-an
sebagai pengelompokkan ulang dari 4
konglomerat besar Zaibatsu
Keiretsu adalah aliansi antar bisnis atau
kelompok perusahaan dengan bisnis
keluarga bersatu padu untuk berebut
pangsa pasar.
Keiretsu : Enam Besar
• Mitsui group dan Mitsubisi group
diorganisasikan diseputar perusahaan
perdagangan besar.
• Keduanya bersama-sama dengan kelompok
Sumitomo, Fuyo, Sanwa dan DKB menyusun
Keiretsu enam besar
• Setiap kelompok berjuang berjuang keras
untuk memperoleh posisi kuat dalam setiap
sektor utama dari ekonomi Jepang.
Keiretsu : Enam Besar
Aliansi ini dapat secara efektif
menghambat pemasok luar negeri
untuk memasuki pasar Jepang
Menghasilkan stabilitas perusahaan,
menanggung resiko bersama-sama dan
hubungan kerja jangka panjang yang
baik.
Keiretsu : Pasokan Vertikal dan Distribusi
Aliansi antara pabrik dan pengecer
Matsushita mengendalikan 25.000
rangkaian toko National di Jepang.
Setengah dari penjualan domestik
Matsushita dihasilkan dari rangkaian
national ini.
Keiretsu : Perusahaan Perakit dan pemasok
Toyota dengan jaringan sekitar 175
pemasok primer dan 4.000 pemasok
sekunder
Salah satu pemasoknya adalah Koito.
Toyota memiliki 1/5 saham dan
membeli kira-kira separuh hasil
produksinya

similar documents