sHALAT SUNNAH - SMP Negeri 22 Bandar Lampung

Report
SHALAT SUNNAH
PENGERTIAN
 Shalat
sunnah adalah semua shalat yang
dikerjakan di luar shalat yang difardhukan.
 Shalat sunnah merupakan pelengkap shalat
fardhu, artinya shalat sunnah pahalanya
sebagai pelengkap shalat fardhu. Ibarat
dalam suatu bangunan, shalat fardhu
sebagai rumahnya, sedangkan shalat
sunnahnya sebagai perlengkapannya, seperti
kursi, meja dan sebagainya.
HADIST SHALAT SUNNAH
Telah datang seorang Arab gunung, lalu ia berkata,
“Ya Rasulullah, shalat apa yang difardlukan oleh
Allah atas saya?”. Jawab Rasulullah SAW, “Shalat lima
waktu, kecuali kalau engkau mau shalat sunnah”.
[HSR. Bukhari dan Muslim]

Sebaik-baik shalat itu ialah shalat seseorang di rumahnya kecuali
shalat fardlu. [HSR. Bukhari dan Muslim]
Surat Huud:114
Artinya:
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi
siang (pagi dan petang) dan pada bahagian
permulaan daripada malam. Sesungguhnya
perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan
(dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah
peringatan bagi orang-orang yang ingat.
MACAM-MACAM SHALAT SUNNAH
Shalat sunnah pada dasarnya dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu :
a. Shalat sunnah berjamaah
b. Shalat sunnah munfarid ( sendirian )
c. Shalat sunnah berjamaah atau munfarid
a. Shalat sunnah berjamaah
Shalat sunnah yang disunnahkan secara,
berjamaah contohnya :
o Śalat Idul Fitri
Śalat Idul Fitri adalah śalatsunnah dua rakaat yang

dilaksanakan pada hari raya Idul Fitri pada setiap
tanggal 1 Syawal setelah melaksanakan puasa
Ramadan satu bulan lamanya. Hukum
melaksanakan śalat sunnah ini adalah sunnah
mu’akkad (sangat dianjurkan).
o
Śalat Idul Adha
Śalat Idul Adha adalah śalat yang dilaksanakan
pada hari raya Qurban atau hari raya Idul Adha.
LANJUTAN SHALAT SUNNAH YANG
DISUNNAHKAN SECARA,
BERJAMAAH
o
Śalat Kusūf (Gerhana Matahari)
Śalat Sunnah kusūf (kusūfus syamsi) adalah śalat
sunnah yang dilaksanakan ketika terjadi gerhana
matahari. Hukum melaksanakan śalat ini adalah
sunnah muakkad.
o
Śalat Khusūf (Gerhana Bulan)
Śalat sunnah khusuf (khusūful qamari) adalah śalat
sunnah yang dilaksanakan ketika terjadi peristiwa
gerhana bulan. Hukum melaksanakan śalat ini
adalah sunnah muakkad.
LANJUTAN SHALAT SUNNAH YANG
DISUNNAHKAN SECARA,
BERJAMAAH
o
Śalat Istisqā (Memohon Hujan)
Śalat sunnah istisqā adalah śalat sunnah dua rakaat
yang dilaksanakan untuk memohon diturunkan
hujan.
b. Shalat sunnah munfarid
o
Salat Sunnah Rawatib
śalat sunnah rawātib adalah śalat yang
dilaksanakan menyertai atau mengiringi śalat
far«u, baik sebelum maupun sesudahnya.
o
Śalat Tahiyyatul Masjid
Śalat tahiyyatul masjid adalah śalat sunnah
yang dilaksanakan untuk menghormati masjid.
Śalat ini disunnahkan bagi setiap muslim ketika
memasuki masjid.
o
Śalat Istikhārah
Śalat istikhārah adalah śalat dengan maksud
untuk memohon petunjuk Allah Swt.
c. Śalat Sunnah Berjamaah atau Munfarīd
o Śalat Tarāwih
Śalat tarāwih adalah śalat sunnah yang
dilaksanakan pada malam bulan Ramadan.
o
Śalat Witir
Śalat witir adalah śalat yang dilaksanakan dengan
bilangan ganjil (satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau
sebelas rakaat). Hukumnya melaksanakannya
adalah sunnah mu’akkadah.
o
Śalat Duhā
Śalat sunnah duhā atau yang sering disebut dengan
śalat awwābin duhā adalah śalat sunnah yang
dikerjakan pada waktu matahari sudah menaik
sekitar satutombak (sekitar pukul 07.00 atau
matahari setinggi sekitar tujuh hasta) hingga
menjelang śalat Zuhur.
o
Śalat Tahajjud
Śalat sunnah tahajjud adalah śalat sunnah
mu’akkadah yang dilaksanakan pada sebagian waktu
di malam hari. Śalat tahajjud adalah bagian dari
qiyāmullail (Śalat malam) yang langsung
diperintahkan oleh Allah Swt.

Setelah takbir tujuh kali dan membaca tasbih
tersebut dilanjutkan membaca surah al-Fātihāh
dan membaca salah satu surah dalam al- Qur`ān.
Namun, diutamakan surah Qāf atau surah alA’lā.
o
Śalat Tasbih
Śalat sunnah tasbih adalah śalat sunnah yang
dilaksanakan dengan memperbanyak membaca
tasbih. Śalat tasbih ini merupakan sunnah khusus
dengan membaca tasbih sebanyak 300 kali di dalam
śalat.
TATA CARA SHALAT SUNNAH
Tata cara shalat sunnah berjamaah

śalat Idul Fitri



Imam memimpin pelaksanaan śalat Idul Fitri
diawali dengan niat yang ikhlas di dalam hati.
Pada rakaat pertama sesudah membaca do’a iftitah
bertakbir sambil mengangkat tangan sebanyak tujuh
kali.
Setelah takbir tujuh kali dan membaca tasbih
tersebut dilanjutkan membaca surah al-Fātihāh dan
membaca salah satu surah dalam al- Qur`ān. Namun,
diutamakan surah Qāf atau surah al-A’lā.



Setelah takbir tujuh kali dan membaca tasbih
tersebut dilanjutkan membaca surah al-Fātihāh dan
membaca salah satu surah dalam al- Qur`ān. Namun,
diutamakan surah Qāf atau surah al-A’lā.
Pada rakaat kedua, setelah takbir berdiri kemudian
membaca takbir lima kali sambil mengangkat tangan
dan di antara setiap takbir disunnahkan membaca
tasbih. Setelah itu membaca surah al-Fātihāh dan
surah-surah pilihan. Surah yang dibaca diutamakan
surah al-Qamar atau surah al-Gāsyiyah.
Śalat Idul Fitri ditutup dengan salam.



Setelah takbir tujuh kali dan membaca tasbih
tersebut dilanjutkan membaca surah al-Fātihāh dan
membaca salah satu surah dalam al- Qur`ān. Namun,
diutamakan surah Qāf atau surah al-A’lā.
Pada rakaat kedua, setelah takbir berdiri kemudian
membaca takbir lima kali sambil mengangkat tangan
dan di antara setiap takbir disunnahkan membaca
tasbih. Setelah itu membaca surah al-Fātihāh dan
surah-surah pilihan. Surah yang dibaca diutamakan
surah al-Qamar atau surah al-Gāsyiyah.
Śalat Idul Fitri ditutup dengan salam.








Śalat Kusūf (Gerhana Matahari)
Berniat untuk śalat kusūf .
Setelah takbiratul ihram dan selesai membaca doa
iftitah dilanjutkan membaca surah al-Fatihah
dilanjutkan dengan membaca surah-surah yang
panjang.
Rukuk yang lama dan panjang dengan membaca
tasbih sebanyak- banyaknya.
Iktidal dengan mengucapkan ”Sami’allahu liman
hamidah” tangan kembali bersedekap di dada.
Membaca surah al-Fātihah dilanjutkan dengan
membaca surah al- Qur’ān yang lain.
Kembali melakukan rukuk yang panjang dengan
membaca tasbih yang sebanyak-banyaknya.
Iktidal dengan mengucapkan ”Sami’allahu liman
hamidah”.






Sujud seperti biasa tetapi sujudnya agak dipanjangkan
dibanding dengan śalat pada umumnya.
Duduk di antara dua sujud seperti biasa.
Sujud yang kedua agak dipanjangkan.
Bangkit menuju rakaat yang kedua, kemudian
melaksanakan rakaat yang kedua sebagaimana rakaat
yang pertama dilaksanakan.
Pada sujud yang terakhir rakaat yang kedua
dianjurkan untuk memperbanyak istigfar dan tasbih
untuk memohon ampunan kepada Allah Swt.
Shalat ditutup dengan salam.








Śalat Khusūf (Gerhana Bulan)
Berniat untuk śalat kusūf.
Setelah takbiratul ihram dan selesai membaca doa iftitah
dilanjutkan membaca surah al-Fatihah dilanjutkan
dengan membaca surah-surah yang panjang.
Rukuk yang lama dan panjang dengan membaca tasbih
sebanyak- banyaknya.
Iktidal dengan mengucapkan ”Sami’allahu liman hamidah”
tangan kembali bersedekap di dada.
Membaca surah al-Fātihah dilanjutkan dengan membaca
surah al- Qur’ān yang lain.
Kembali melakukan rukuk yang panjang dengan
membaca tasbih yang sebanyak-banyaknya.
Iktidal dengan mengucapkan ”Sami’allahu liman
hamidah”.

Sujud seperti biasa tetapi sujudnya agak dipanjangkan
dibanding dengan śalat pada umumnya.
Duduk di antara dua sujud seperti biasa.
Sujud yang kedua agak dipanjangkan.
Bangkit menuju rakaat yang kedua, kemudian melaksanakan
rakaat yang kedua sebagaimana rakaat yang pertama
dilaksanakan.
Pada sujud yang terakhir rakaat yang kedua dianjurkan untuk
memperbanyak istigfar dan tasbih untuk memohon ampunan
kepada Allah Swt.
Shalat ditutup dengan salam.

Śalat Istisqā (Memohon Hujan)






Setelah semua bersiap untuk śalat, muazin tidak perlu
mengumandangkan azān dan iqāmah.




Śalat Istisqā (Memohon Hujan)
Setelah semua bersiap untuk śalat, muazin tidak
perlu mengumandangkan azān dan iqāmah.
Śalat sunnah dilaksanakan seperti śalat sunnah yang
lainnya. Setelah membaca surah al-Fatihah
dilanjutkan membaca surah-surah yang panjang.
Setelah salam, khatib membaca dua khutbah. Pada
khutbah yang pertama dimulai dengan membaca
istigfar sembilan kali dan yang kedua dimulai dengan
membaca istigfar tujuh kali.
Tata cara shalat sunnah munfarid
 Śalat Rawātib







Niat menurut waktunya
Dikerjakan tidak didahului dengan azan dan iqamah.
Dilaksanakan secara munfarīd (sendirian).
Bila lebih dari dua rakaat gunakan
satu salam
setiap dua rakaat.
Membaca dengan suara yang tidak dinyaringkan
seperti pada saat melaksanakan śalat Zuhur dan
śalat Asar.
Śalat dikerjakan dengan posisi berdiri. Jika tidak
mampu boleh dengan duduk, atau jika masih tidak
mampu boleh berbaring
Sebaiknya berpindah sedikit dari tempat śalat far«u
tetapi tetap menghadap kiblat.







Śalat Tahiyyatul Masjid
Berniat śalat tahiyyatul masjid.
Setelah berniat dilanjutkan dengan takbiratul ihrām,
membaca doa iftitāh, surah al-Fātihah, dan seterusnya
sampai salam.
Śalat Istikhārah
Bangun pada waktu pertengahan malam dan berwu«u.
Melaksanakan śalat istikhārah dengan diawali niat. Niat
śalat harus dilakukan dengan ikhlas di dalam hati.
Pada rakaat pertama setelah membaca surah al-Fātihah
kemudian membaca surah al-Kāfirun. Bacaan surah alKāfirun boleh lebih dari satu kali, yakni tiga, tujuh, atau
sepuluh kali.

Setelah śalat dua rakaat, dilanjutkan dengan
membaca doa istikhārah.
Tata cara Śalat Sunnah Berjamaah atau
Munfarīd
 Śalat Tarāwih

Śalat tarāwih dapat dilaksanakan delapan, dua
puluh, atau tiga puluh enam rakaat. Kita tinggal
memilih jumlah rakaat mana yang mau dan mampu
untuk dilaksanakan. Perbedaan jumlah bilangan
rakaat ini tidak perlu dipermasalahkan. Yang
terpenting adalah umat Islam dapat melaksanakan
dengan khusyu.




Śalat Witir
Śalat witir dilaksanakan dengan bilangan ganjil (satu,
tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat).
Hukumnya melaksanakannya adalah sunnah
mu’akkadah. Adapun waktu śalat witir adalah sesudah
śalat Isya’ sampai menjelang fajar śalat Subuh.
Śalat Duhā
śalat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari sudah
menaik sekitar satu tombak (sekitar pukul 07.00 atau
matahari setinggi sekitar tujuhhasta) hingga menjelang
śalat Zuhur. Kita dapat melaksanakan śalat duhā
sebanyak 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat.
Tata
cara pelaksanaannya tidaklah sulit, sama dengan cara
melaksanakan śalat pada umumnya.








Śalat Tahajjud
Dilaksanakan pada waktu setelah śalat Isya sampai
dengan fajar sidiq (menjelang waktu Subuh) dan setelah
tidur.
Jumlah rakaatnya paling sedikit dua rakat dan paling
banyak tidak dibatasi.
Dilaksanakan sendirian (munfarīd) atau berjamaah.
Lebih utama setiap dua rakaat salam. Apabila
dilaksanakan empat rakaat jangan ada tasyahud awal.
Śalat Tasbih
jika dilaksanakan di malam hari, jumlah rakaatnya ada
empat dengan dua kali salam.
jika dilaksanakan di siang hari, jumlah rakaatnya ada
empat dan sekali salam.







Setelah membaca surah al-Fatihah dan surat-surat
pendek, membaca tasbih 15 kali.
Ketika ruku’ (setelah membaca do’a ruku’) membaca tasbih
10 kali.
Ketika bangun dari ruku’ (setelah membaca do’anya)
membaca tasbih 10 kali.
Ketika sujud pertama (setelah membaca do’a sujud)
membaca tasbih 10 kali.
Ketika duduk di antara dua sujud (setelah membaca
do’anya) membaca tasbih 10 kali.
Ketika sujud kedua (setelah membaca do’anya)membaca
tasbih 10 kali.
Ketika akan berdiriuntuk rakaat yang kedua duduk dulu
(duduk istirahat) membaca tasbih 10 kali.
MANFAAT SHOLAT SUNNAH







Do’anya akan dikabulkan
Orang tersebut akan diangkat derajatnya
Akan dihapus dosa-dosanya
Akan masuk syurga
Disediakan jalan keluar dari segala
permasalahan dan persoalannya dan senantiasa
akan diberikan rezeki yang cukup oleh Allah
Swt.
Menambah kesempurnaan śalat fardu.
Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada
Allah Swt. atas berbagai karunia besar yang
sering kurang kita sadari.
TERIMAKASIH

similar documents