Economic Order Quantity (EOQ) - Manajemen Logistik & Farmasi

Report
Economic Order Quantity
(EOQ)
Oleh :
I G.K.Wijasa,Drs MARS
Pengertian EOQ
EOQ adalah tehnik pemesanan
dalam manajemen pengadaan
 EOQ adalah cara penghitungan
pemesanan barang sekali pesan
dengan biaya yang paling rendah

Jenis biaya ( Cost )
dalam EOQ
Holding cost atau carrying cost
Biaya yang timbul akibat perusahaan menyimpan
persediaan
Ordering cost atau set up cost
Biaya yang timbul akibat pengadaan/pemesanan
Stock -out cost atau shortage cost
Biaya yang timbul akibat perusahaan mengalami
kekosongan atau kehabisan persediaan
Holding atau Carrying Cost








Biaya fasilitas penyimpanan termasuk
penerangan, pendinginan dll
Opportunity cost of capital = peluang
pendapatan atas dana yang diinvestasikan
dalam persediaan
Biaya keusangan
Biaya penghitungan fisik
Asuransi
Pajak persediaan
Biaya resiko pencurian, perusakan atau
perampokan
Biaya penanganan dll

Biaya penyimpanan berkisar anatara 12 sd 40 % dari harga
barang dan rata-rata 25 %
Ordedring Cost or
Procurement Cost








Biaya proses pemesanan dan biaya ekpedisi
Upah
Biaya telepon
Surat –menyurat
Pengepakan dan penimbangan
Biaya penerimaan (pengecekan )
Biaya pengirimanke gudang
dll
Set-up cost
(biaya penyiapan)
Biaya ini terjadi apabila bahan atau
barang tidak dibeli tetapi diproduksi
sendiri
 Biaya –biaya ini meliputi :

• Biaya
• Biaya
• Biaya
• Biaya
mesin menganggur
tenaga kerja langsung
penjadwalan
ekspedisi
Shortage cost
Biaya-biaya :
Kehilangan penjualan
 Kehilangan pelanggan
 Pemesanan khusus
 Ekspedisi
 Selisih harga
 dll

Tehnik Pengendalian Persediaan




Tehnik pengendalian persediaan merupakan
tindakan strategis dalam memperhitungkan
jumlah persediaan yang memadai dan kapan
saatnya mulai mengadakan pemesanan kembali
Tehnik yang umum digunakan adalah Tehnik
Analisa ABC
Jenis persediaan sangat beragam sehingga
dalam tehnik perhitungan ABC barang
dikelompokkan mana yang prioritas mana yang
kurang prioritas
Dalam tehnik analisa ABC persediaan barang
dikelompokkan atas 3 kelompok ;
Kelompok Persediaan ABC
• Kelompok A
adalah kelompok 50 %
terbanyak nilai penjualannya
• Kelompok C adalah kelompok 50 % terendah
nilai penjualannya
• Kelompok B adalah kelompok yang berada
ditengahnya
Model EOQ


Model EOQ digunakan oleh perusahaan untuk
memperoleh barang melalui pemesanan terlebih
Model EOQ hanya bisa digunakan berdasarkan asumsi :




Jumlah kebutuhan barang sudah dapat ditentukan lebih
dahulu secara pasti untuk penggunaan selama 1 tahun
Penggunaan barang selalu pada tingkat yang tetap dan
kontinyu
Pesanan diterima diterima pada saat tingkat persediaan nol
atau diatas safety stock
Analisa EOQ mencakup



Basic cost
Graphical approach
Mathematical Approach
Basic Cost
Basic cost terkait persediaan dibedakan atas 3
kelompok :
1.
Order cost ( biaya pesan )
a.
b.
c.
d.
2.
Carrying cost
a.
b.
c.
d.
3.
Biaya persiapan pemesanan
Biaya pengiriman pesanan
Biaya penerimaan barang
Biaya –biaya untuk keperluan pembayaran
Sewa gudang
Biaya pemeliharaan barang
Asuransi
Biaya angkut, penimbangan dan pengepakan
Total cost
Contoh perhitungan
Diketahui : Rumah sakit X membutuhkan barang / obat tertentu
1600 unit selama 1 tahun
Order cost Rp 500
Carrying cost Rp 100
Ditanya : Berapa kali RS harus memesan barang tersebut
dengan biaya yang paling murah ?
Jawab :
lihat tabel berikut
Order
Quantity
Freq.
Pembelian
Order
Cost
Total
Order
Cost
Average
Inventor
y
Carrying
Cost
Annual
carrying
cost
Total
Cost
1600
1x
500
500
800
100
8000
8500
800
2x
500
1000
400
100
4000
5000
400
4x
500
2000
200
100
2000
4000
200
8x
500
4000
100
100
1000
5000
100
16x
500
8000
50
100
5000
13000
Berdasarkan tabel diatas maka untuk mendapatkan biaya yang paling murah
RS sebaiknya :
Melakukan pemesanan sebanyak 4 x dengan jumlah barang
400 unit
EOQ
Mathematical Approach

Rumus EOQ
EOQ =
V
2 OS
C
S = jumlah kebutuhan dalam unit per tahun
O = order cost
C = carrying cost per tahun
EOQ =
V
2x 500x1600 = 400
100
EOQ & Reorder Point
(ROP)
ROP = Waktu pemesanan kembali
Pemesanan barang pada umumnya dilakukan sebelum
barang persediaan habis terpakai dan ini berarti memerlukan
waktu tenggang ( lead time ) untuk pemesanan kembali
Kembali pada contoh soal sebelumnya bila diasumsikan lead
time 1 minggu dan safety stock 200 unit Waktu hari kerja dalam
setahun 50 minggu maka reorder point jumlah kebutuhan
persediaan perminggu menjadi 1600 unit/50 = 32 unit
ditambah safety stock 200 unit maka ROP menjadi 232 unit
Latihan Soal

Sebuah rumah sakit bermaksud untuk memesan
obat infus Dextrose sebanyak 10.000 botol
pertahun Diketahui biaya pesan (ordering cost)
perbotol Rp 100 dan biaya angkut ( carrying cost )
sebesar Rp 300,- Hitunglah berapa EOQ-nya ? Bila
diketahui Safety stock 1000 botol, hitunglah ROP nya !

similar documents