Seminar Inovasi Alsi.. - Kementerian Pertanian

Report
KEBUTUHAN INOVASI ALSINTAN BUDIDAYA PADI
MENUJU SWASEMBADA PANGAN DAN
SWASEMBADA BERKELANJUTAN
Udhoro Kasih Anggoro
DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN
KEMENTERIAN PERTANIAN
Disampaikan pada:
SEMINAR NASIONAL MEKANISASI PERTANIAN
30 OKTOBER 2012,
1 1
BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN
PENDAHULUAN
1. Permintaan beras terus meningkat seiring dengan laju
pertumbuhan penduduk
2. Perubahan
iklim menjadi lebih ekstrim akibat
pemanasan global berdampak pada terganggunya
produksi pangan
3. Pasar beras dunia menjadi terbatas sehingga kita
harus swasembada beras berkelanjutan dan memiliki
cadangan beras yang memadai
4. Beras masih sebagai kontributor utama terhadap inflasi
sehingga harga beras harus terkendali
2
ARAHAN PRESIDEN
1. Pada Sidang Kabinet Paripurna 6 Januari 2011 :
“ Produksi Beras Dalam Negeri harus ditingkatkan sehingga
diperoleh cadangan yang cukup “
2.
Pada RAPIMNAS dengan Gubernur, Bupati/Walikota, DPRD Provinsi dan
Kab/Kota dan Pelaku Usaha Di JCC 10 Januari 2011
“Meskipun dalam sistem perdagangan kita bisa membeli atau menjual, tetapi
untuk pangan kita harus menuju kemandirian pangan”.
3. Arahan Presiden 22 Pebruari 2011 Program Prioritas “Surplus
Beras” :
 Dari swasembada ke surplus beras
 Dalam waktu 5-10 tahun
 Surplus beras minimal 10 juta ton per tahun
4. Hasil Sidang Kabinet Tanggal 6 September 2011 dan Ditegaskan lagi
pada Pidato Pelatikan KIB II Hasil Reshuffle (Political Speech)
Tanggal 19 Oktober 2011:
“ Surplus Beras 10 juta ton harus dicapai pada tahun 2014”
3
PERMASALAHAN
1. Dampak perubahan iklim dan serangan Organisme Pengganggu
Tumbuhan (OPT)
2. Rusaknya infrastruktur usahatani padi
3. Konversi Lahan sawah
4. Keterbatasan akses petani terhadap pembiayaan
5. Kompetisi antar komoditas
6. Tingginya konsumsi beras
7. Belum sinerginya antar sektor dan pusat – daerah dalam menunjang
pembangunan pertanian khususnya produksi padi
8. Kesenjangan hasil antara potensi dan kondisi di lapangan masih tinggi
(rata-rata provitas nasional < 5,017 ton/ha, potensi > 6 ton/ha,
terutama pada lahan irigasi teknis)
4
PELUANG
1. Tersedia teknologi untuk meningkatkan produktivitas (benih
bermutu, jajar legowo, pemupukan berimbang, hemat air,
dll)
2. Potensi sumberdaya lahan sawah, rawa/lebak, lahan kering
(perkebunan, kehutanan dll) yang masih luas
3. Pengetahuan, sikap dan keterampilan SDM (petani, PPL,
POPT dan petugas pertanian lainnya) masih dapat
dikembangkan.
4. Tersediaanya potensi pengembangan produksi pangan
alternatif.
5. Ketersediaan sumber genetik (varietas unggul);
6. Terdapat angka kehilangan hasil panen dan pascapanen yang
masih tinggi (10,82%/survey musim kemarau 2007)
5
PENINGKATAN PRODUKSI PADI
TAHUN 2012-2014
6
PELUANG PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS PADI
N0
1
2
3
4
Provitas
(Ton/Ha)
<4
4- 5
5- 6
>6
Jumlah
Luas Panen
(Ha)
2.009.911
3.974.366
5.616.819
1.652.362
13.253.458
%
15,17
29,99
42,38
12,47
100,00
Prov
22
26
20
8
Lokasi
Kab/Kota
158
146
122
31
Masih peluang untuk meningkatkan produksi melalui peningkatan
Produktivitas, khususnya padi dari yang masih memiliki produktivitas
di bawah 5 ton per ha seluas 5,98 juta ha
7
PELUANG PENINGKATAN INDEKS PERTANAMAN (IP)
No
Indeks Pertanaman
Luas Sawah (Ha)
Luas Tanam
(Ha)
1
IP < 100
3.479.605
1.796.256
2.
100 <= IP <=150
1.418.594
1.803.359
3.
150 <= IP <=200
2.517.066
5.083.395
4.
IP >= 200
2.041.664
4.829.703
Catatan : Rata-rata IP saat ini = 142,89
Sumber BPS, 2010
8
POTENSI LAHAN UNTUK PADI DI INDONESIA
Lahan yang sudah
Potensi yang belum
No Tipologi Lahan dimanfaatkan saat ini
dimanfaatkan (Ha)
(Ha)
1 Lahan sawah
8.061.787
6.642.046
- Irigasi
4.898.822
1.188.682
- Tadah Hujan
3.162.965
5.453.364
Provitas
(Ku/Ha)
40,83
27,13
2 Lahan rawa
- Pasang Surut
- Lebak
- Gambut
1.039.042
810.449
193.052
35.541
8.717.022
1.715.336
944.537
6.057.149
32,50
32,50
25,00
3 Lahan Kering
1.048.000
32.636.452
29,71
9
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Swasembada BERAS berkelanjutan secara nasional, bukan wilayah
(Povinsi, kabupaten/kota)
Pemberian subsidi (pupuk, benih, bunga bank)
Perlindungan Harga (HPP untuk beras, HET untuk pupuk)
Pemberian bantuan (subsidi benih, BLP, BP3, Alsintan, perbaikan
jaringan irigasi).
Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan ( UU 41 Tahun 2009)
Fasilitasi permodalan (KKPE, KUR )
Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani
10
STRATEGI
2.
PERLUASAN AREAL
DAN PENGELOLAAN
LAHAN
1.
PENINGKATAN
PRODUKTIVITAS
SURPLUS
BERAS 10
JUTA TON
3.
PENURUNAN
KONSUMSI
BERAS
4.
PENYEMPURNAAN
MANAJEMEN
11
1. Peningkatan Produktivitas Usahatani
a.Perakitan, Diseminasi dan Penerapan paket
teknologi tepat guna spesifik lokasi
b.Peningkatan penerapan paket teknologi budidaya
spesifik lokasi (SL-PTT, SRI, GP3K)
c. Pengamanan produksi dari gangguan OPT dan DPI
(SL-PHT, SLI, pengamatan, Brigade Proteksi)
d.Penurunan susut hasil (losses panen dan pasca
panen)
e.Penyuluhan, pendampingan dan pengawalan oleh
petugas lapangan
12
2. Perluasan Pengelolaan Lahan
a. Pencetakaan Lahan Sawah Baru
b. Optimasi Lahan Peningkatan IP
c. Pengelolaan air
1) Perbaikan Jaringan Irigasi
2) Pembangunan Dam/Parit/Embung
3) Pengembangan Sumber Air
4) Pengembangan Irigasi Partisipatif (PIP)
d. Pengembangan Mekanisasi
1) Pengadaan Pompa Air
2) Pengadaan Alsin Pra Panen
13
Lanjutan
3. Penurunan Konsumsi Beras
a. Percepatan Penganekaragaman Konsumsi
1) Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan
2) Pengolahan Pangan Lokal
b. Pengembangan pangan untuk orang miskin (Pangkin)
c. Pengembangan agroindustri aneka tepung berbahan
baku lokal
4. Penyempurnaan Manajemen
a. Dukungan Kebijaksanaan dan Regulasi
b. Penyempurnaan Manajemen teknis
c. Penyempurnaan data dan informasi
14
SASARAN PRODUKSI PADI 2010-2014
Tahun
Sasaran Produksi (Ton)
Peningkatan
(%)
GKG
Beras
2010 1)
66.469.394
3.22
2011 2)
2012
2013
2014
65.756.904
67.824.692
72.063.735
76.567.719
(1.10)
3.17
6.25
6.25
Total
Jumlah
Kebutuhan Kebutuhan Surplus
Penduduk
Perkapita/ Beras (Ton) Beras (Ton)
(Jiwa)
Tahun (Kg)
37.222.861 237.556.363
139.15
33,055,968
36.968.531
38.131.042
40.514.232
43.046.372
137.06
135.01
132.98
130.99
33.045.274 3.923.257
33.034.584 5.096.458
33.023.897 7.490.335
33.013.214 10.033.157
241.095.953
244.688.283
248.334.138
252.034.317
4.166.893
*) Catatan:
- 1) Tahun 2010 merupakan Angka Tetap BPS RI
- 2) Tahun 2011 menggunakan Angka Tetap BPS RI
- Penurunan konsumsi perkapita 1,5%/tahun mulai 2010
- Konversi Gabah Kering Giling (GKG) ke beras tersedia untuk konsumsi : 56,22%
15
SASARAN LUAS TANAM DAN PANEN PRODUKTIVITAS
DAN PRODUKSI PADI TAHUN 2012-2014
No
Uraian
2012
2013
2014
1. Luas Tanam (Ha)
14.023.605
14.593.134
15.306.448
2. Luas Panen (ha)
13.538.388
14.088.212
14.776.845
50,10
51,15
51,82
67.824.692
72.063.753
76.567.710
3. Produktivitas (Ku/Ha)
4. Produksi (Ton GKG)
16
SKENARIO PRODUKSI PADI TAHUN 2012-2014
2012
No.
Uraian
1. Peningkatan Produktivitas
a. Kegiatan SL-PTT
b. Kegiatan SRI
c. GP3K
d. Pengamanan Pasca Panen
2. Perluasan Areal Tanam
a. Pencetakan Sawah Baru
b. Pencetakan Sawah Baru (BUMN)
c. Penyiapan Lahan Beririgasi (PLPB)
*)
c. Optimasi Lahan
d. Pengelolaan Air (Kementan & Kemen PU)
3 Pengurangan
a. Serangan OPT dan DPI
b. Konversi Lahan
4 Swadaya Murni Petani *)
Sasaran Produksi
2013
Luas Tanam Luas Panen Produktivit
(Ha)
(ha)
as (ku/ha)
4.560.000
3.400.000
60.000
1.100.000
220.000
310.264
62.100
100.000
22.043
226.121
352.000
132.000
220.000
9.505.341
4.402.224
3.282.360
57.924
1.061.940
212.388
299.528
59.951
14.023.605
55,45
Produksi
(Ton)
Luas Tanam Luas Panen Produktivit
(Ha)
(ha)
as (ku/ha)
Produksi Luas Tanam Luas Panen Produktivit
(Ton)
(Ha)
(ha)
as (ku/ha)
56,77
77.496
276.747
368.783
127.433
241.350
8.189.677
39,16
30,00
30,00
42,00
44,76
56,82
56,82
56,82
48,82
24.651.127
1.121.795
6.241.021
21.875
2.143.442
289.620
289.620
325.481
1.238.721
2.095.270
724.020
1.371.250
39.979.745
5.768.265
4.464.975
241.350
1.061.940
260.658
857.858
96.540
96.540
38.616
386.160
240.002
417.053
127.433
289.620
8.567.775
38,88
30,00
30,00
15,30
42,00
44,81
62,01
62,01
62,01
50,27
32.743.785
24.918.422
1.444.721
6.356.773
23.869
3.335.644
289.620
289.620
59.082
1.621.872
1.075.450
2.585.952
790.152
1.795.800
43.074.242
14.088.212
51,15
72.063.735
15.306.448
14.776.845
51,82
76.567.719
5.719.995
4.464.975
193.080
1.061.940
260.658
547.323
96.540
96.540
21.280
218.297
339.821
127.433
212.388
9.176.456
41,51
30,00
42,00
44,62
51,58
51,58
51,58
47,87
5.925.000
4.625.000
200.000
1.100.000
270.000
566.939
100.000
100.000
80.273
286.666
382.000
132.000
250.000
8.483.195
13.538.388
50,10
67.824.693
14.593.134
56,01 32.035.818
Produksi
(Ton)
5.975.000
4.625.000
250.000
1.100.000
270.000
888.604
100.000
100.000
40.000
400.000
248.604
432.000
132.000
300.000
8.874.844
24.409.596
17.974.155
331.905
6.084.916
18.620
1.243.324
179.854
89.377
974.093
1.752.960
657.360
1.095.600
43.924.733
54,76
57,30
57,30
2014
55,21
58,10
58,77
55,81
59,86
59,86
*) Terdapat fasilitasi pemerintah berupa penyuluhan, subsidi pupuk ,benih dan pembinaan lainnya
17
KEBUTUHAN INOVASI ALSINTAN
BUDIDAYA DAN PASCAPANEN PADI
18
LATAR BELAKANG
PERMASALAHAN :
1.
Makin terbatasnya tenaga kerja di pedesaan
Tuntutan pola tanam, waktu tanam dan panen yang terbatas
Tingkat kehilangan/susut hasil masih tinggi
(BPS 2008 : 10,82 %, FAO 2010 : 14,53 %)
4. Rendemen giling beras masih rendah
2.
3.
DENGAN UPAYA PENANGANAN ALSINTAN, AKAN DIPEROLEH :
1. Peningkatan mutu pengolahan tanah
2. Peningkatan Intensitas Pertanaman (IP)
3. Efisiensi Biaya produksi
4. Penyelamatan kehilangan hasil panen
5. Peningkatan rendemen mutu hasil panen
6. Peningkatan pendapatan petani
19
BAGAN ALUR PENANGANAN PASCAPANEN PADI
DI TINGKAT KELOMPOK TANI
SUSUT PANEN DAN PASCAPANEN*
PROSES PANEN DAN PASCAPANEN
II. PENANGANAN PASCAPANEN PADI
Kadar air GKP : 22-26%
Pemanenan
Susut saat panen (termasuk
saat pengumpulan dan
penumpukan sementara):1,80%
Perontokan
SARANA PANEN DAN PASCAPANEN
-
Sabit bergerigi
Padi mower
Reaper
Stripper
Combine
Harvester
- Gebotan
- Pedal thresher
- Power threher
1. Menyelamatkan Hasil
Susut saat perontokan : 4,10%
- Terpal
- Lantai Jemur
- Dryer
2. Menekan Susut Hasil
Pengeringan
Kadar air GKG : 14%
2.1. TUJUAN
Susut saat penyimpanan gabah
di rumah petani : 1,08%
-
Rice Milling Unit (RMU)
Penggilingan Padi Kecil (PPK)
Penggilingan Padi Menengah (PPM)
Penggilingan Padi Besar (PPB)
Penggilingan
3. Mempertahankan
Mutu
Susut saat penggilingan :
3,25%
4. Mempertahankan dan Memperpanjang Masa Simpan
Setiap tahapan proses
Membutuhkan Alsin Pascapanen
Yang Tepat
BERAS
Susut saat penyimpanan beras
di rumah petani : 0,31%
Keterangan :
* : Data dari Provinsi dan BB Mektan
20
KONDISI UMUM ALSINTAN SAAT INI
1. Jumlahnya belum mencukupi
2. Dijumpai kualitas alsin yang dibawah standar
3. SDM pengelola alsin masih rendah
4. Harga alsintan masih relatif mahal
5. Di beberapa daerah, alsintan secara sosial belum diterima
masyarakat
6.
Sosialisasi dan pengawasan masih rendah
7.
Masih dijumpai harga BBM diatas HET
21
PEMENUHAN KEBUTUHAN
ALSINTAN BUDIDAYA NASIONAL
Jenis
Alsintan
Kecukupan
(%)
1. Traktor roda-2
29
2. Pompa Air
36
3. Power Thresher
23
22
TINGKAT KEJENUHAN TRAKTOR
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
PROPINSI
Provinsi NAD
Provinsi Sumatera Utara
Provinsi Sumatera Barat
Provinsi Riau
Kep. Riau
Provinsi Jambi
Provinsi Bangka Belitung
Provinsi Bengkulu
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Lampung
DKI Jakarta
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Banten
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi D.I. Yogyakarta
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Bali
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Provinsi Kalimantan Barat
LUAS LAHAN KETERSEDIAAN COVERAGE AREA
SAWAH (Ha)
314.768
468.724
229.693
115.961
442
112.434
4.056
92.976
611.386
345.437
1.312
930.268
196.744
962.471
55.523
1.107.276
81.425
238.619
142.479
307.016
(UNIT)
2.859
3.261
2.251
956
60
544
163
4.686
2.413
5.035
38
16.476
2.289
19.327
1.527
16.660
1.749
4.201
950
926
(HA)
57.185
65.216
45.010
19.122
1.200
10.880
3.256
93.720
48.254
100.701
766
329.520
45.778
386.544
30.548
333.207
34.988
84.012
19.002
18.525
%
COVERAGE
18,17
13,91
19,60
16,49
271,49
9,68
80,28
100,80
7,89
29,15
58,36
35,42
23,27
40,16
55,02
30,09
42,97
35,21
13,34
6,03
KETERANGAN
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
JENUH
KURANG
CUKUP
JENUH
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KEBUTUHAN
KEKURANGAN
(UNIT)
(UNIT)
15.738
23.436
11.485
5.798
22 5.622
203
4.649 30.569
17.272
66
46.513
9.837
48.124
2.776
55.364
4.071
11.931
7.124
15.351
12.879
20.175
9.234
4.842
38
5.078
40
37
28.157
12.237
27
30.037
7.548
28.796
1.249
38.703
2.322
7.730
6.174
14.425
Lanjutan…
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
Provinsi Kalimantan Timur
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Gorontalo
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Maluku
Provinsi Maluku utara
Provinsi Papua
Provinsi Papua Barat
82.796
52.789
29.566
136.241
572.089
59.476
82.898
11.451
9.478
27.757
7.711
2.611
833
649
4.919
15.455
810
2.734
77
84
478
101
52.211
16.653
12.987
98.376
309.091
16.203
54.682
1.540
1.680
9.561
2.020
63,06
31,55
43,92
72,21
54,03
27,24
65,96
13,45
17,73
34,44
26,20
TOTAL
8.003.213
117.940
2.358.791
29,47
Keterangan
I
II
Coverage Area Hand Traktor = 20 Ha
Tingkat Kejenuhan
>100 %
= Jenuh
60-100 %
= Cukup
0-60 %
= Kurang
CUKUP
KURANG
KURANG
CUKUP
KURANG
KURANG
CUKUP
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
KURANG
4.140
2.639
1.478
6.812
28.604
2.974
4.145
573
474
1.388
386
1.529
1.807
829
1.893
13.150
2.164
1.411
496
390
910
285
400.161
282.221
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN ALSINTAN
1. Aspek Penyediaan dan Peredaran Alsintan :
a. Surat keterangan hasil uji (test report)
b. Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI
(SPPT-SNI).
c. Terjaminnya suku cadang alsintan
d. Memiliki ijin dari Bupati/Walikota
2. Aspek Penggunaan :
a. Tidak membahayakan keselamatan dan
keamanan operator
b. Tidak merusak lingkungan
c. Sesuai kondisi spesifik lokasi
25
Lanjutan....
3. Aspek Pengawasan :
a. Melindungi kepentingan pengguna, produsen,
dan distributor.
b. Mencegah beredarnya alsin ilegal dan palsu.
4. Aspek Pengelolaan alsintan :
Pengelolaan dilakukan melalui Usaha Pelayanan
Jasa Alsin (UPJA) bagian/diluar unit usaha Gapoktan
5. Aspek Pembiayaan
a. APBN dan APBD
b. Kredit Program
c. PKBL dan CSR
26
DUKUNGAN ALSINTAN TERHADAP
PENINGKATAN PRODUKVITAS PERTANIAN
1. ALSIN Panen :
a. Mengurangi kehilangan hasil
b. Jenis Alsintan : Paddy mower, Reaper,
Stripper, Combine harvester
2. ALSIN Pascapanen :
a. Mengurangi kehilangan hasil
b. Meningkatkan kualitas hasil
c. Jenis Asintan : Power thresher, Dryer, Rice
Milling Unit
27
LANGKAH OPERASIONAL MENDUKUNG
SURPLUS 10 JUTA TON BERAS
I. BRIGADE TANAM
1. Sarana : Traktor Roda 2 dan Rice Transplanter.
2. Manfaat :
- Percepatan tanam
- Tanam Serentak
- Mencegah OPT
- Peningkatan IP
3. Peran Pemda :
• Mobilisasi alsintan antar atau di dalam kab.
• Menyediakan biaya mobillisasi.
• Melakukan Pendampingan
28
II. BRIGADE PANEN
Sarana : Padi Mower, Power Thresher, dan
Combine Harvester
Manfaat :
- Panen serentak dan lebih cepat, mendukung tanam
serentak.
- Penurunan kehilangan hasil.
- Peningkatan kualitas hasil.
III. BRIGADE PROTEKSI :
Sarana : Hand Sprayer dan Power Weeder
Manfaat :
- Pengamanan hasil
- Mengurangi eksplosi OPT
29
KEBUTUHAN ALSINTAN TERHADAP
TARGET PENYELAMATAN HASIL KOMODITAS PADI
Tahun Target Combine
Susut Harvester
(%)
2011
2012
2013
2014
1
1,53
1,79
1,7
(Unit)
329
518
643
651
Dryer
Threser
RMU
(Unit)
(Unit)
(Unit)
Nilai
Investasi
Yang
Dibutuhk
(Juta Rp)
469
740
919
930
467.605
737.290
915.235
926.385
584
921
1.143
1.157
1.314
2.072
2.573
2.603
30
Sasaran Susut Hasil Padi Tahun 2011 - 2014
Tahun
Target
Penurunan
Susut Hasil
(%)
Sasaran
Produksi
(Ton GKG)
Prediksi
Harga *)(Rp)
Pengamanan
Produksi
(Ton GKG)
Nilai Pengamanan
(Rp)
2011
1,00
65.721.601
3.300
657.216
2.168.812.833.000
2012
1,53
67.824.692
4.150
1.037.717
4.306.528.818.000
2013
1,79
72.063.735
4.150
1.289.941
5.353.254.554.000
2014
1,70
76.567.719
4.150
1.301.651
5.401.852.575.000
Ket : *) Harga GKG Rp 4.150 /kg (sesuai Inpres Nomor 3 Tahun 2012)
**) Susut Hasil Tahun 2007 (10,82%) x GKG Rp 2.575/kg = Rp 15.9 triliun
31
DUKUNGAN PASCAPANEN TANAMAN PANGAN
 Disamping kebutuhan inovasi dan fasilitasi alsin
pascapanen, diperlukan upaya untuk menggerakkan
Kelembagaan Tani untuk menangani pascapanen yang
baik.
 Dibutuhkan suatu konsep Pengembangan Manajemen
Pascapanen yang mengawal inovasi dan fasilitasi
Pascapanen di tingkat operasional.
32
PENUTUP
1. Perlu dukungan seluruh sektor terkait, mengingat tidak
semua upaya mencapai sasaran surplus 10 juta ton beras
berada dalam kewenangan Kementan.
2. Diperlukan dukungan anggaran memadai untuk mendukung
strategi dan langkah operasional mencapai surplus 10 juta
ton beras di masing-masing sektor terkait.
3. Perlu Inovasi Teknologi alsintan secara simultan dalam
mendukung proses budidaya dan penurunan susut hasil padi
secara signifikan.
4. Diperlukan pengorganisasian Pengelolaan Alsintan yang
kuat, untuk dapat mengoptimalkan Gerakan Percepatan
Tanam, Percepatan Panen dan Penanganan Serangan OPT
33

similar documents