Paparan Forum SKPD ESDM 2015 Updated 17 Mar 2014

Report
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PROVINSI JAWA BARAT
KEBIJAKAN PEMERINTAH PROVINSI
JAWA BARAT BIDANG ENERGI
TAHUN 2015
Disampaikan Oleh:
Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA Kepala Bappeda
Provinsi Jawa Barat
Pada Acara:
Rakor Forum OPD
Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat
Bandung, 18 Maret 2014
SISTEMATIKA PEMBAHASAN
I
PENDAHULUAN
II
ARAH KEBIJAKAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2015
III
SASARAN PEMBANGUNAN
PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
IV
ISU STRATEGIS KEWILAYAHAN TAHUN 2015
V
PENGEMBANGAN BIDANG ENERGI &
SUMBER DAYA MINERAL
I
PENDAHULUAN
VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025
DAN
VISI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 - 2018
VISI PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
VISI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2005 – 2025
TAHUN 2013-2018
DENGAN IMAN DAN TAKWA,
PROVINSI JAWA BARAT TERMAJU DI INDONESIA
JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK
SEMUA
TUJUH BIDANG UNGGULAN SEBAGAI PENCIRI
Jawa Barat TERMAJU DI INDONESIA TAHUN 2025
MISI
MISI PERTAMA :
Membangun Masyarakat yang Berkualitas dan
Berdaya saing
1.
Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Bermutu (Beyond
The Expectation), Akuntabel dan Berbasis Ilmu
Pengetahuan
MISI KEDUA :
Membangun Perekonomian yang Kokoh dan
Berkeadilan
2.
Masyarakat yang Cerdas, Produktif dan Berdaya Saing
Tinggi
3.
Pengelolaan Pertanian dan Kelautan.
4.
Energi Baru dan Terbaharukan serta Pengelolaan Sumber
Daya Air
5.
Industri Manufaktur, Industri Jasa dan Industri Kreatif
6.
Infrastruktur Yang Handal dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup yang Berimbang Untuk Pembangunan yang
Berkelanjutan.
7.
Pengembangan Budaya Lokal dan Menjadi Destinasi
Wisata Dunia.
MISI KETIGA :
Meningkatkan Kinerja Pemerintahan,
Profesionalisme Aparatur, dan Perluasan Partisipasi
Publik
MISI KEEMPAT :
Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan
Pembangunan Infrastruktur Strategis yang
Berkelanjutan
MISI KE LIMA :
Meningkatkan Kehidupan Sosial, Seni dan Budaya, Peran
Pemuda dan Olah Raga serta Pengembangan Pariwisata
dalam Bingkai Kearifan Lokal
Penjabaran Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Tahun 2013 - 2018
Visi: JAWA BARAT MAJU DAN SEJAHTERA UNTUK SEMUA
MISI 4 : Mewujudkan Jawa Barat yang
Nyaman dan Pembangunan Infrastruktur
Strategis yang Berkelanjutan
Pembangunan Jawa Barat yang selaras dengan kondisi daya
dukung dan daya tampung lingkungan, memiliki infrastruktur
dasar yang memadai, serta didukung oleh tersedianya
infrastruktur yang mampu meningkatkan konektivitas antar
wilayah dan pertumbuhan ekonomi.
SOSOK MASA DEPAN JAWA BARAT 2025
SOSOK SUMBER DAYA INSANI JAWA BARAT YANG AGAMIS DENGAN PENCIRI UTAMA:
5 NILAI-NILAI LUHUR :
7 KARAKTER :
1. JUJUR DAN KONSISTEN
2. TANGGUH DAN DISIPLIN
3. KEPELOPORAN DAN
KETELADANAN
4. RAMAH DAN BIJAKSANA
5. KEBERSAMAAN DAN
KESETARAAN
1. SEHAT, CERDAS DAN CERMAT
2. PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI
3. MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI
4. BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN
5. PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL
6. BERINTEGRITAS TINGGI
7. BERMARTABAT
KONDISI UMUM JAWA BARAT (2013)
Proyeksi Perkembangan Jumlah Penduduk
44,3
Juta
45,34
Juta
Jiwa
Kabupaten/Kota
Luas
Kecamatan
Kelurahan
Desa
: 27
: 3.709.528,44 Ha
: 626
: 646
: 5.316
Penduduk
Indonesia (2012) : 244.215.984 Jiwa
Jawa Barat
: 45.340.800 Jiwa
Penduduk Miskin (2013) : 9,61 %













PDRB
PDRB per kapita
Inflasi
LPE
IPM
RLS
AMH
AKI (2011)
AKB (2012)
APK SD
APK SLTP
APK SLTA
APK PT
: Rp. 386,84 Trilyun (adhb)
: Rp. 23,603 Juta (adhb)
: 9,15 %
: 6,05 %
: 73,40*
: 8,09 th
: 96,49 %
: 217 per 100.000 Kel Hidup
: 30 per 1.000 Kel Hidup
: 119,55 %
: 95,25 %
: 70,19 %
: 17,09 %
II
ARAH KEBIJAKAN PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2015
RESPON RPJMD PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 - 2018
TERHADAP PROGRAM NASIONAL
1. Prioritas 1, Reformasi Birokrasi dan
Tata Kelola
2. Prioritas 2, Pendidikan
3. Prioritas 3, Kesehatan
4. Prioritas 4, Penanggulangan
Kemiskinan;
5. Prioritas 5, Ketahanan Pangan;
6. Prioritas 6, Infrastruktur;
7. Prioritas 7, Iklim Investasi dan Iklim
Usaha;
8. Prioritas 8, Energi;
9. Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan
Pengelolaan Bencana;
10. Prioritas 10, Daerah Tertinggal,
Terdepan, Terluar dan Pasca Konflik;
11. Prioritas 11, Kebudayaan, Kreativitas
dan Inovasi Teknologi;
12. Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum
dan Keamanan;
13. Prioritas 13, Bidang Perekonomian;
14. Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan
Rakyat;
INPRES NOMOR 3 TAHUN 2010
(4 P)
RPJMD JAWA BARAT
2013-2018
RPJMN 2010 – 2014
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
CG 1 : Meningkatkan Aksesibilitas
dan Mutu Pendidikan (P2)
CG 2 : Meningkatkan Aksesibilitas
dan Kualitas Layanan Kesehatan (P3)
CG 3 Mengembangkan
Infrastruktur Wilayah,
Energi dan Air Baku (P6, P8)
CG 4 : Meningkatkan Ekonomi
Pertanian (P4, P5, P13)
CG 5 : Meningkatkan Ekonomi Non
Pertanian (P4, P7, P 13)
CG 6 : Meningkatkan
pengelolaan sumber daya
alam, lingkungan hidup dan
kebencanaan (P9)
CG 7 : Meningkatkan pengelolaan
seni, budaya dan wisata serta
kepemudaan dan olah raga (P11)
CG 8 : Meningkatkan ketahanan
keluarga dan kependudukan (P14)
CG 9 : Menanggulangi kemiskinan,
Penyandang Masalah kesejahteraan
Sosial dan Keamanan (P2, P12, P14)
CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan
Pembangunan Perdesaan (P1)
1.
Pro Growth :
CG 3, CG 4, CG 5
2.
Pro Job :
CG 4, CG 5, CG 7, CG 10
3.
Pro Poor :
CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 9
4.
Pro Environment :
CG 6
RPJMN 2010-2014
TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan
(CG 1, CG 2, CG 9)
Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua
(CG 1)
Mendorong Kesetaraan Gender dan
Pemberdayaan Perempuan (CG8)
Menurunkan Angka Kematian Anak (CG 2)
Meningkatkan Kesehatan Ibu (CG 2)
Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan
penyakit menular lainnya (TB) (CG 2)
Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup
(CG 6)
Mengembangkan Kemitraan untuk
Pembangunan (CG 10)
KEGIATAN PRIORITAS
(2013 – 2018)
TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT
CG 1 Meningkatkan Aksesibilitas dan Mutu Pendidikan
1.
2.
3.
4.
5.
Jabar bebas putus jenjang sekolah
Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun ke
atas
Pendidikan berkebutuhan khusus
Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi
Peningkatan fasilitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik
CG 2 Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan Kesehatan
1.
2.
3.
4.
Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya
kesehatan
Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak
Peningkatan Layanan Rumah sakit Rujukan dan Rumah sakit Jiwa
Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih
dan sehat
CG 3 Mengembangkan Infrastruktur Wilayah, Energi dan Air
Baku
1.
2.
3.
4.
5.
Penanganan kemacetan lalu lintas di Metropolitan Bodebek-Karpur dan Bandung Raya
Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, Cianjur-Sukabumi-Bogor, Jakarta-Cirebon, Bandungtasikmalaya serta Jabar selatan
Infrastruktur jalan dan perhubungan
Infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis;
Kawasan industry terpadu, infrastruktur permukiman dan perumahan;
6. Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar kebutuhan
domestik; dan
7.
1.
2.
3.
4.
5.
Pemenuhan kecukupan air baku dan pengembangan infrastruktur air bersih perkotaan dan perdesaan di
Jawa Barat
1.
Konservasi dan rehabilitasi kawasan lindung 45%
Pengendalian pencemaran limbah industri, limbah domestic dan pengelolaan sampah
regional
4. Penanganan bencana longsor dan banjir
CG 7 Meningkatkan pengelolaan seni, budaya dan wisata serta
kepemudaan dan olah raga
1.
2.
3.
4.
Pengembangan fasilitas olahraga dan kepemudaan
Pelestarian seni budaya tradisonal dan benda cagar budaya di Jawa Barat
Gelar karya dan kreativitas seni budaya di Jawa Barat
Pengembangan Destinasi wisata
CG 8 Meningkatkan ketahanan keluarga dan kependudukan
1.
2.
3.
Peningkatan ketahanan keluarga dan program keluarga berencana
Peningkatan pemberdayaan perempuan dan ekonomi keluarga
Peningkatan pengelolaan kependudukan
CG 9 Menanggulangi kemiskinan, Penyandang Masalah kesejahteraan
Sosial dan Keamanan
1.
2.
Jabar sebagai sentra produksi benih/bibit nasional
Pengembangan agribisnis, forest business, marine business, dan agroindustry
Perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, pemenuhan 13 juta ton GKG dan swasembada protein
hewani
Jawa Barat bebas rawan pangan
Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan dan irigasi) di sentra produksi pangan
3.
Peningkatan budaya masyarakat bekerja, perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha UMKM
Perkuatan peran BUMD dalam pembangunan dan mewujudkan Jawa Barat sebagai tujuan investasi
Pengembangan skema pembiayaan alternative
Pengembangan industry manufaktur
Pengembangan industry keratif dan wirausahawan muda kreatif
Pengendalian pemanfaatan sumber daya mineral dan non mineral
2.
3.
CG 4 Meningkatkan Ekonomi Pertanian
CG 5 Meningkatkan Ekonomi Non Pertanian
1.
2.
3.
4.
5.
CG 6 Meningkatkan Pengelolaan Sumber Daya Alam,
Lingkungan Hidup dan kebencanaan
Pengurangan Kemiskinan
Peningkatan rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, jaminan sosial dan perlindungan
sosial terhadap PMKS;
Peningkatan ketentraman dan keamanan masyarakat
CG 10 Modernisasi Pemerintahan dan Pembangunan Perdesaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Efektivitas Pemerintahan dan profesionalisme aparatur
Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi public
Penataan sistem hukum dan penegakan hukum
Kerjasama program pembangunan dan pendanaan multipihak
Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan serta
pengelolaan aset dan keuangan; dan
Peningkatan sarana dan prasarana Pemerintahan dan Desa
KEGIATAN PRIORITAS
(20013 – 2018)
TEMATIK KEWILAYAHAN JAWA BARAT
WKPP II (WILAYAH PURWAKARTA)
1. Pengembangan industri manufaktur;
2. Pengembangan industri keramik dan gerabah;
3. Pengembangan industri perberasan dan makanan,
olahan berbasis bahan baku lokal, perkebunan,
budidaya ikan air tawar dan air payau,serta ternak sapi
perah, sapi potong, kambing/domba, ayam ras serta
unggas lokal;
4. Pengembangan wisata sejarah dan wisata pilgrimage
(ziarah);
5. Pengembangan metropolitan BODEBEK KARPUR.
WKPP I (WILAYAH BOGOR )
1. Pengembangan sentra ternak sapi potong, sapi perah,
ayam ras dan unggas lokal;
2. Pengembangan agribisnis ikan air tawar, dan ikan hias
untuk pasar regional dan global;
3. Pengembangan pusat pemuliaan padi varietas pandan
wangi dan varietas unggul lainnya;
4. Pengembangan agrowisata koridor Bogor-PuncakCianjur; ekowisata pemandangan alam dan bahari
koridor Bogor, Sukabumi Pelabuhanratu dan mengelola
cagar biosfer Cibodas.
5. Pengembangan pusat pertumbuhan baru (growth
center) Pelabuhan Ratu dan Metropolitan BODEBEK
KARPUR.
WKPP III (WILAYAH CIREBON)
1. Pengembangan industri mangga gedong gincu dan
industrialisasi perikanan;
2. Pengembangan sistem perdagangan komoditi beras dan
palawija;
3. Pengembangan industri batik dan rotan, serta industri
makanan olahan berbahan baku lokal;
4. Pelestarian keraton, wisata sejarah, wisata ziarah
(pilgrimage) dan mengembangkan ekowisata;
5. Pengembangan Metropolitan Cirebon Raya serta Kawasan
BIJB dan Aerocity Kertajati.
WKPP IV (WILAYAH PRIANGAN)
1. Pengembangan Kawasan Pendidikan Tinggi dan Riset
Terpadu di Jatinangor;
2. Pengembangan klaster unggas, perikanan budidaya air
tawar dan tangkap, serta ternak sapi perah, sapi potong,
domba Garut, kambing dan jejaringnya serta
pengembangan sentra produksi pakan ternak;
3. Pengembangan produksi tanaman industri (kopi, teh,
kakao, karet, atsiri) dan hortikultura (sayuran, buahbuahan, tanaman hias) yang berorientasi ekspor;
4. Pengembangan jasa perdagangan, industri kreatif dan
pariwisata;
5. Pengembangan Metropolitan Bandung Raya, pusat
pertumbuhan baru (growth center) Pangandaran dan
Rancabuaya.
37 PROGRAM DAN KEGIATAN UNGGULAN PROVINSI JAWA BARAT
(SK Gubernur No. 500/Kep. 66-Org/2014)
Asisten Pemerintahan,
Hukum dan HAM
1.
Infrastruktur Desa
dan Perdesaan.
2.
Rehab 100 ribu
Rumah Rakyat
Miskin.
3.
Revitalisasi 50 ribu
Posyandu
Multifungsi
4.
Meningkatkan
Kualitas Laporan
Penyelenggaraan
Pemerintahan
Daerah (LPPD).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Asisten Kesejahteraan Rakyat
Asisten Administrasi
Penanganan limbah di
Kawasan Kahatex Rancaekek,
Kawasan Industri Kulit
Sukaregang Garut, Limbah
Batubara, serta Penambangan
Pasir Besi .
1.
Sekolah Gratis SD/SLTP/SLTA.
1.
2.
Beasiswa Pendidikan untuk
Pemuda, Tenaga Medis,
Keluarga Atlet Berprestasi
dan Guru.
Modernisasi Tata
Kelola
Pemerintahan
Provinsi Jawa
Barat
Penanganan Banjir Cileuncang
di Kota Bandung dan Kota
Bekasi.
3.
2 Juta Serapan Tenaga Kerja.
2.
4.
Pembangunan Gelanggang
Olahraga di Kab/kota.
12.
Pengelolaan Terintegrasi DAS
Citarum, DAS Ciliwung dan
DAS Cimanuk.
5.
Pembangunan Pusat seni dan
Budaya.
Perwujudan Kawasan Lindung
45% (Jabar Green Province).
6.
Pengurangan Kemiskinan.
7.
TPPAS Legok Nangka di Kab.
Bandung dan TPPAS Nambo
di Kab. Bogor.
Penerapan Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN).
8.
Pembangunan Venues dan
Pelaksanaan PON XIX.
Mempertahankan
Predikat Wajar
Tanpa
Pengecualian
(WTP) dan
Meningkatkan
Kualitas Laporan
Akuntabilitas
Kinerja Instansi
Pemerintah
(LAKIP)
3.
9.
Pembangunan Masjid
Monumental Jawa Barat.di 5
Wilayah.
Pembangunan
Monorel di
Metropolitan
Bandung Raya.
1.
100.000 wirausahaan
baru.
2.
Mempersiapkan
Cetak Sawah Baru
100.000 Ha (2015)
(Nasional).
3.
Kontribusi Surplus 10
Juta Ton Beras
(Nasional).
4.
Pengelolaan Jaringan
Irigasi Terpadu.
5.
Destinasi Wisata
Dunia.
13.
Pengembangan
Kawasan Industri
Manufaktur.
14.
7.
Ketahanan Pangan
(Nasional).
15.
Kemandirian Energi
Perdesaan.
8.
Pembangunan TOL
dan Jalan Lintas
Cepat.
16.
Sanitasi Lingkungan Kab/Kota.
17.
Rasio Elektrifikasi Rumah
18.
Penyelesaian Dampak Sosial
dan Lingkungan
Pembangunan Waduk
Jatigede.
6.
9.
Pembangunan
Bandara
Internasional
Kertajati (BIJB
Kertajati) dan
Aerocity Kertajati.
10.
11.
10. Pembangunan Kampus Baru
Perguruan Tinggi Di Luar
Domisili (PDD) di Jawa Barat.
11.
Pembangunan Ruang Kelas
Baru
12. Pembangunan Kobong
Pondok Pesantren
III
SASARAN PEMBANGUNAN
PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
Tema Pembangunan 2015
Meningkatkan Kualitas Hasil Pembangunan
Untuk Kemajuan Masyarakat Jawa Barat
ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN JAWA BARAT
TAHUN 2015
1. Aksesibilitas dan kualitas pendidikan pada semua jenjang
masih rendah
12. Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional Tahun 2016 serta
sarana prasarana olahraga di kabupaten/kota
2. Aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam upaya meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat masih kurang
13. Pertumbuhan penduduk dan persebarannya tidak merata
3. Kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur dasar dan
strategis, moda transportasi, serta permukiman masih kurang
14. Penanganan pengangguran, ketenagakerjaan dan kemiskinan
4. Ketahanan energi dan kualitas air baku
15. Efektivitas tata kelola pemerintahan daerah
5. Produktivitas lahan pertanian,dan Ketahanan Pangan
16. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan peningkatan
kualitas demokrasi
6. Kurangnya tenaga penyuluh pertanian, peternakan, perikanan
dan kehutanan
17. Perlindungan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi buruh,
korban trafficking, dan anak
7. Diversifikasi industri padat karya, kelembagaan dan modal
usaha
18. Pembangunan di wilayah perbatasan antar Provinsi dan antar
Perbatasan Kabupaten/Kota
8. Pengendalian eksploitasi berlebihan sumber daya mineral
dan non mineral
19. Reformasi Birokrasi berbasis Profesionalisme dan Kesejahteraan
serta Keseimbangan Kualitas SDM Lintas Pemerintahan
9. Kualitas lingkungan hidup dan Pengendalian Pemanfaatan
Ruang serta bagi peran hulu-hilir
20. Kesenjangan hasil pembangunan ekonomi dan infrastruktur
perdesaan
10. Kecepatan dan ketepatan penanganan bencana dan adaptasi
masyarakat terhadap bencana.
21. Kerjasama untuk Percepatan Pembangunan berbasis Multipihak
Dalam negeri dan Luar Negeri
11. Pelestarian budaya, sarana seni dan budaya, serta destinasi
wisata
22. Pembangunan metropolitan dan pusat pertumbuhan Jawa Barat
PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG ENERGI DAN
SUMBER DAYA MINERAL (RPJMD 2013-2018)
1. Belum optimalnya cakupan pelayanan elektrifikasi rumah
2. Terbatasnya pemanfaatan energi baru terbarukan serta
belum optimalnya konservasi energi dan sumber daya
mineral
3. Belum optimalnya pendayagunaan produksi energi sumber
daya mineral
4. Belum optimalnya penanganan dan mitigasi bencana alam
geologi
5. Belum teridentifikasi dan terpetakannya sumber daya
geologi dan mineral untuk peruntukan lainnya seperti
geowisata dan geopark
6. Belum diberdayakannya potensi/peruntukan sumber daya
geologi dan mineral lainnya seperti sumber daya keragaman
geologi untuk geoheritage dan geopark
CAPAIAN DAN TARGET
PEMBANGUNAN DI JAWA BARAT
2012
No.
Indikator Kinerja
2013
Satuan
Target
Capaian
Target
Capaian
TARGET
2014
TARGET
2015
MISI KEEMPAT : Mewujudkan Jawa Barat yang Nyaman dan Pembangunan InfrastrukturStrategis yang
Berkelanjutan
Ribu Jiwa
44.310
44.548.,31
45.284,2
45.340,8
46.035,9
46.800,1
Capaian Fungsi Kawasan Lindung
terhadap Luas Wilayah
Persen
31 – 34
34,5
36 – 37
n/a
37 – 38
38 – 39
3.
Penurunan emisi Gas Rumah Kaca
(GRK)
Persen per
Tahun
n/a
2,07
3-2
n/a
4-3
5-4
4.
Tingkat Ketersediaan Fasilitas
Perlengkapan Jalan Provinsi
Persen
n/a
10,86
11,5 – 12,03
n/a
12,03 –
25,09
25,09 –
39,77
5.
Tingkat Kondisi Baik Jaringan Irigasi di
Daerah Irigasi Kewenangan Provinsi
Persen
n/a
64,52
64 - 66
65,98
66 - 71
71 - 76
6.
Rasio Elektrifikasi Rumah Tangga
Persen
71 – 73
73.55
71-7
80,05
80 - 82
82 - 84
7.
Cakupan Pelayanan Persampahan
(Perkotaan)
Persen
62 – 65
63.53
65-70
64,70
64 - 65
65 - 67
8.
Cakupan Pelayanan Air Minum
Persen
60 – 65
51.76
60-65
60,52
58 - 63
63 – 70
9.
Cakupan Pelayanan Air Limbah
(Domestik Perkotaan)
Persen
61 – 67
63.21
67-72
63,40
63,5 - 64
64 - 65
10.
Pencapaian Status Mutu Sungai Utama
dan Waduk Besar dengan tingkat cemar
sedang
Persen
n/a
9,6
9,6 - 10,4
7,1
10,4 - 10,8
10,8 - 11,2
11.
Tingkat Kemantapan Jalan (kondisi baik
& sedang) 1)
Persen
93 – 94
97.05
93-94
97,56
97,10 – 97,4
97,20 – 97,50
1.
Jumlah Penduduk
2.
IV
ISU STRATEGIS KEWILAYAHAN TAHUN 2015
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK
WILAYAH I BOGOR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2015
NO
1
ISU BIDANG FISIK
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
KABUPATEN/KOTA
Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan
Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros
Lintas Desa Menuju Sentra Wisata Dan Sentra
Produksi Pertanian
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota
bersama Dunia Usaha
Seluruh Kab/Kota di Wilayah I Bogor
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra
Industri, Sentra Wisata dan Sentra Pertanian
Kab/Kota Bogor, Kab/Kota Sukabumi,
Kab. Cianjur
2
Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan
Jalan Tol
Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol
BOCIMI 54 Km
Kab. Bogor, Kab/Kota Sukabumi
3
Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta
Belum Terintegrasinya Transportasi Massal
Perkotaan
Percepatan Pembangunan Jalan Poros Timur – Puncak
untuk mengurai kemacetan
Kab. Bogor
Pengembangan Infrastruktur Transportasi Massal
Kab/Kota Bogor, Kota Depok, Kota
Sukabumi
Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan
Kultural dalam perbaikan DAS Ciliwung selain
pendekatan STRUKTUR
Percepatan Pembanguan Waduk Ciawi
Kab. Bogor
Valuasi dan Pengelolaan SDA dan Hayati
Seluruh Kab/Kota di Wilayah I Bogor
Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan
Pemanfaatan Ruang di BOPUNJUR dan Pantai
Selatan
Pengendalian dan Penertiban Pertambangan Pasir Besi di Kab. Sukabumi, Kab. Cianjur
Pantai Selatan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten
Cianjur
4
5
Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang
JABODETABEK-PUNJUR
6
7
Pengembangan Metropolitan Kembar Bodebek Pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Laut
Karpur dan Metropolitan Jakarta
Peningkatan Rasio Elektrifikasi Rumah Tangga
Pengembangan Pusat Pertumbuhan
Palabuhanratu
Kab/Kota Bogor, Kota Depok
Kab. Sukabumi
Kab.Bogor, Kab. Sukabumi, Kab.
Cianjur
Penyusunan Strategi Implementasi Rencana
Pembangunan Metropolitan Bodebek Karpur
Kab/Kota Bogor, Kota Depok
Percepatan Pembangunan TPPAS Regional Nambo
Kab/Kota Bogor, Kota Depok
Penyusunan Strategi Implementasi Rencana
Pembangunan Pusat Pertumbuhan
Kab. Sukabumi
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK
WILAYAH II PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT
NO
1
2
3
4
5
6
ISU BIDANG FISIK
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan
Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha
Lintas Menuju Sentra Industri Dan Sentra
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju
Produksi Pertanian
Sentra Industri dan Sentra Pertanian
Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan
Pelabuhan
Pelabuhan Laut Cilamaya
Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta Percepatan Pembangunan Jalan Horisontal
Belum Terintegrasinya Transportasi Massal
Poros Tengah untuk mengurai kemacetan
Perkotaan
Pengembangan Infrastruktur Transportasi
Massal
Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan Pengendalian & Penertiban Bantaran Saluran
Kultural dalam perbaikan DAS Citarum selain
Tarum Barat
pendekatan STRUKTUR
Valuasi dan Pengelolaan SDA dan Hayati
Jasa Lingkungan Pemanfaat Air Citarum
Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan
Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan
Pemanfaatan Ruang di Bodebek Karpur
Lindung, Pemenuhan RTH Kab/Kota dan
Pengendalian alih fungsi lahan pertanian
Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata
Ruang Bodebek Karpur
GRLK Pesisir Pantai Utara
Pengembangan Metropolitan Kembar
Infrasktruktur Antar Kawasan Industri
Bodebek Karpur dan Metropolitan Jakarta
Penataan dan Pengembangan Rumah Vertikal
dan Gedung dengan Teknologi Hijau
Penyusunan Strategi Implementasi Rencana
Pembangunan Metropolitan Bodebek Karpur
Kabupaten/Kota
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Kab. Karawang
Kab. Bekasi
Kota/Kab.Bekasi, Kab. Karawang
Kab.Bekasi
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Kab. Bekasi, Kab. Subang, Kab. Karawang,
Kab. Purwakarta
Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab.
Purwakarta
Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang
Kab.Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang,
Kab. Purwakarta
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab.
Purwakarta
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK
WILAYAH II PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT
NO
1
2
3
4
5
6
ISU BIDANG FISIK
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan
Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha
Lintas Menuju Sentra Industri Dan Sentra
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju
Produksi Pertanian
Sentra Industri dan Sentra Pertanian
Lambatnya Pembebasan Lahan Pembangunan Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan
Pelabuhan
Pelabuhan Laut Cilamaya
Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta Percepatan Pembangunan Jalan Horisontal
Belum Terintegrasinya Transportasi Massal
Poros Tengah untuk mengurai kemacetan
Perkotaan
Pengembangan Infrastruktur Transportasi
Massal
Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan Pengendalian & Penertiban Bantaran Saluran
Kultural dalam perbaikan DAS Citarum selain Tarum Barat
pendekatan STRUKTUR
Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan Hayati
Jasa Lingkungan Pemanfaat Air Citarum
Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan
Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan
Pemanfaatan Ruang di Bodebek Karpur
Lindung, Pemenuhan RTH Kab/Kota dan
Pengendalian alih fungsi lahan pertanian
Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata
Ruang Bodebek Karpur
GRLK Pesisir Pantai Utara
Pengembangan Metropolitan Kembar
Infrasktruktur Antar Kawasan Industri
Bodebek Karpur dan Metropolitan Jakarta
Penataan dan Pengembangan RumahVertikal
dan Gedung dengan Teknologi Hijau
Penyusunan Strategi Implementasi Rencana
Pembangunan Metropolitan Bodebek Karpur
Kabupaten/Kota
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Kab. Karawang
Kab. Bekasi
Kota/Kab.Bekasi, Kab. Karawang
Kab.Bekasi
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Kab. Bekasi, Kab. Subang, Kab. Karawang,
Kab. Purwakarta
Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab.
Purwakarta
Kab. Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang
Kab.Bekasi, Kab. Karawang, Kab. Subang,
Kab. Purwakarta
Seluruh Kab/Kota di WKPP II
Kab/Kota Bekasi, Kab.Karawang, Kab.
Purwakarta
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK
WILAYAH III CIREBON PROVINSI JAWA BARAT
NO
ISU BIDANG FISIK
1
Rendahnya Tingkat Kemantapan Jalan
Kabupaten/Kota dan Rusaknya Jalan Poros
Lintas Desa Menuju Sentra Wisata Dan
Sentra Produksi Pertanian
Lambatnya Pembebasan Lahan
Pembangunan Jalan Tol
Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa serta
Belum Terintegrasinya Transportasi Massal
Perkotaan
Lambatnya Pembangunan Bandara Udara
Penerapan pendekatan NON STRUKTUR dan
Kultural dalam perbaikan DAS Cimanuk selain
pendekatan STRUKTUR
2
3
4
5
6
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota
bersama Dunia Usaha
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra
Industri, Sentra Wisata dan Sentra Pertanian
Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol
CISUMDAWU
Percepatan Pembangunan Transportasi Multi Moda dan
Reaktivasi Kereta Api
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Percepatan Pembangunan Bandara Udara Kertajati
Percepatan Pembanguan Waduk Kuningan
Kab. Majalengka
Kab. Kuningan
Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan Hayati
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Rendahnya Pengendalian dan Pengawasan
Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung,
Pemanfaatan Ruang di Metropolitan Cirebon Pemenuhan RTH Kab/Kota dan Pengendalian alih fungsi
Raya
lahan pertanian
Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang
METROPOLITAN CIREBON RAYA
Pencegahan dan Pengendalian Dampak Limbah Industri
GRLK Pesisir Pantai Utara
7
Pengembangan Metropolitan Cirebon Raya
Kabupaten/Kota
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Kab. Majalengka
Kab/Kota Cirebon, Kab. Majalengka
Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab.
Kuningan, Kab. Majalengka
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Kab. Cirebon, Kab. Indramayu, Kab.
Majalengka, Kab. Kuningan
Kab. Indramayu, Kab. Cirebon
Penataan dan Pengembangan Rumah Vertikal dan Gedung Seluruh Kab/Kota di WKPP III
dengan Teknologi Hijau
Pengembangan Kawasan Industri Hijau
Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Seluruh Kab/Kota di WKPP III
Metropolitan Cirebon Raya
ISU DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK
WILAYAH IV PRIANGAN PROVINSI JAWA BARAT
NO
ISU BIDANG FISIK
1 Rendahnya Tingkat Kemantapan
2
3
KEGIATAN YANG DIPERLUKAN
Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Kabupaten/Kota bersama Dunia Seluruh Kab/Kota di WKPP IV
Jalan Kabupaten/Kota (……-…. %)
Usaha
dan Rusaknya Jalan Poros Lintas Desa Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan menuju Sentra Industri, Sentra
Menuju Sentra Wisata Dan Sentra
Wisata dan Sentra Pertanian
Produksi Pertanian
Lambatnya Pembebasan Lahan
Percepatan Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan Tol BIUTR
Pembangunan Jalan Tol
Kemacetan Lalu Lintas yang luar biasa Percepatan Pembangunan Jalan Lintas Cepat (Short Cut Kemacetan)
serta Belum Terintegrasinya
untuk mengurai kemacetan
Transportasi Massal Perkotaan
Pengembangan Infrastruktur Transportasi Massal
Reaktivasi Jalur Kereta Api Cijulang – Pengandaran dan Jalur Kereta Api
Garut Selatan
Percepatan Pembangunan Jalan Tol Bandung- Tasikmalaya
4
5
6
7
KABUPATEN/KOTA
Peningkatan dan Pelebaran jalan vertikal Poros Timur PangandaranCiamis-Cikijing-Cirebon
Pembangunan Jalur Tengah Selatan – Selatan
Jasa Lingkungan Pemanfaatan Air Citanduy
Seluruh Kab/Kota di WKPP IV
Kota Bandung, Kab. Bandung
Kota Cimahi, Kota Bandung, Kab. Bandung,
Kab. Sumedang, Kab. Bandung Barat, Kota
Tasikmalaya
Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Sumedang,
Kab. Bandung Barat, Kota Banjar, Kab.
Pangandaran, Kab. Garut
Kab. Garut, Kab. Pangandaran, Kota Banjar
Kota/Kab. Bandung, Kab, Garut, Kab.
Tasikmalaya
Kab. Pangandaran, Kab. Ciamis
Kab. Garut, Kab. Tasik, Kab. Ciamis
Penerapan pendekatan NON
Kab/Kota Tasik, Kota Banjar, Kab.Ciamis
STRUKTUR dan Kultural dalam
Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan Hayati
Seluruh Kab/Kota di WKPP IV
perbaikan DAS Citanduy selain
pendekatan STRUKTUR
Rendahnya Pengendalian dan
Pengendalian dan Penertiban Pertambangan Pasir Besi di Pantai Selatan Kab. Tasikmalaya, Kab. Garut, Kab.
Pengawasan Pemanfaatan Ruang di Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut dan Kabupaten Pangandaran Pangandaran
Priangan dan Pantai Selatan
Pengendalian, Penertiban dan Penataan Tata Ruang Priangan
Seluruh Kab/Kota di WKPP IV
Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung, Pemenuhan RTH
Seluruh Kab/Kota di WKPP IV
Kab/Kota dan Pengendalian alih fungsi lahan pertanian
Penyelesaian Limbah Industri Kulit di Sukaregang dan Limbah Industri
Kab.Garut, Kab. Tasikmalaya
Kerajinan Batik
Pengembangan Metropolitan
Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Metropolitan Kab/Kota Bandung, Kota Cimahi, KBB, Kab.
Bandung Raya
Bandung Raya
Sumedang
Pengembangan Pusat Pertumbuhan Penyusunan Strategi Implementasi Rencana Pembangunan Pusat
Kab. Pangandaran
Pangandaran dan Rancabuaya
Pertumbuhan
Peningkatan Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran
Kab. Pangandaran
Pembangunan Terminal Khusus sebagai Pintu Gerbang Jawa Barat Bagian Kab. Pangandaran, Kab. Tasikmalaya
Selatan
V
PENGEMBANGAN BIDANG ENERGI &
SUMBER DAYA MINERAL
PERWUJUDAN JAWA BARAT GREEN PROVINCE
Melalui Strategi Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral
Pel.Cirebon
Pemanfaatan dan
Pengembangan
Energi Baru
Terbarukan
Konservasi
PKN
Energi
dan Air
Tanah
PALABUHANRATU
TPI Pelabuhan Ratu
Pembangunan
Infrastruktur
Energi
Berwawasan
Lingkungan
Tol Kanci-Pejagan
MCR
MCB
Rencana Aksi
Daerah
Penurunan Emisi
RANCABUAYA
Gas Rumah Kaca
Bidang Energi
Mitigasi
Bencana
Alam Geologi
ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025
Pemanfaatan
Sumber Daya
Alam
PKNp
PANGANDARAN
Berwawasan
Lingkungan
2. 586 TRILIUN KEBUTUHAN INVESTASI UNTUK PEMBANGUNAN
INFRASTRUKTUR STRATEGIS JABAR 2005-2025
NO
INFRASTRUKTUR
TRANSPORTASI DARAT
KEBUTUHAN
ANGGARAN
NO
1
1
2
JALAN TOL (568,69 KM)
NON JALAN TOL
(882,135 Km)
3
PEMBANGUNAN FLY OVER
4
REAKTIVASI DAN
REVITALISASI JALUR
KERETA API (142 Km)
PEMBANGUNAN SHORT
CUT JALUR KERETA API
(16,7 Km)
5
6
PEMBANGUNAN TERMINAL
TOTAL (Rp.)
NO
1
NO
1
INFRASTRUKTUR
TRANSPORTASI UDARA
PENGEMBANGAN DAN
PEMBANGUNAN BANDARA
KERTAJATI MAJALENGKA
INFRASTRUKTUR
TRANSPORTASI LAUT
PENGEMBANGAN DAN
PEMBANGUNAN PELABUHAN
LAUT CILAMAYA KARAWANG
69.979.907.565.043
4.261.909.934.730
2
INFRASTRUKTUR SUMBER
DAYA AIR
PEMBANGUNAN WADUK (22
WADUK)
PEMBANGUNAN D.I DAN
BENDUNG (5 Bendung)
1.813.000.000.000
NO
1.904.000.000.000
1
KAWASAN PERMUKIMAN
PERKOTAAN
2
PENGOLAHAN PERSAMPAHAN
DAN AIR LIMBAH PERKOTAAN
10.427.343.000.000
3
328.400.000.000
88.714.560.499.773
KEBUTUHAN
ANGGARAN
9.799.000.000.000
4
NO
1
2
INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN
PENYEDIAAN AIR BERSIH
PERKOTAAN
INFRASTRUKTUR DASAR
PERMUKIMAN PERDESAAN
PERKOTAAN
TOTAL
INFRASTRUKTUR ENERGI
PEMBANGUNAN PEMBANGKIT
TENAGA LISTRIK (10 Pembangkit)
PENGEMBANGAN ENERGI PANAS
BUMI (10 Unit)
KEBUTUHAN ANGGARAN
12.973.018.748.432
10.434.110.000.000
KEBUTUHAN ANGGARAN
18.815.759.672.000
4.501.434.319.222
29.908.627.779.185
14.789.370.000.000
68.015.191.770.407
KEBUTUHAN ANGGARAN
75.122.000.000.000
301.354.035.000.000
KEBUTUHAN
ANGGARAN
NO
9.745.445.549.551
1
Sumber: Telaah RPJPD 2005-2025
KAWASAN INDUSTRI
PENGEMBANGAN KAWASAN
INDUSTRI CIKARANG DAN AERO CITY
MAJALENGKA
KEBUTUHAN ANGGARAN
9.963.000.000.000
RAM IP CITARUM
(2014-2015 : PENANGANAN SEGMEN I SEPANJANG 20 KM –
Kec. Paseh, Pacet, Ibun, Majalaya, Kertasari)
KONDISI DAS CITARUM
Panjang Sungai : 269 Km
• Degradasi Fungsi Prasarana Jaringan Irigasi dan
Prasarana Pengendali Banjir
• Banjir
• Pencemaran
• Sedimentasi
• Berkembangnya
permukiman
tanpa
perencanaan yang baik
• Masalah Konservasi dan Kurangnya Prasarana
Pengendali Banjir serta Abrasi Pantai di Muara
Sungai
Mata Air : Gunung Wayang
Estuari : Tanjung Karawang
Populasi :
mencapai ± 12 juta jiwa
Average Discharge :
5,7x 109/m3/tahun
Curah hujan : 2.300 mm/thn
Irigasi : 300.000 ha
Waduk besar: - Saguling/1986 : 982 x106 m3
- Cirata/1988
: 2.165 x106 m3
- Jatiluhur/1963 : 3.000 x106 m3
 energi listrik 5.000 gigawatthour (5 x
109KWH)/thn
Sumber air baku : DKI
Jakarta, Kab Bekasi, Kab
Karawang, Kab Purwakarta,
Kab Bandung, Kota Bandung ,
Kota Cimahi
•
•
•
•
Sistem Operasi Waduk Cascade Belum Optimal;
Keberadaan jaring apung;
Pendangkalan waduk;
Pencemaran waduk sampah rumah tangga, sampah
padat, industri, serta adanya penambangan pasir.
• Berkurangnya
fungsi
kawasan
lindung (hutan dan non hutan);
• Berkembangnya permukiman tanpa
perencanaan yang baik;
• Erosi, Lahan Kritis;
• Limbah peternakan;
• Pola Pertanian yang tidak sesuai
dengan kaidah konservasi;
• Limbah Industri, domestik, sampah;
• Pengendalian tata ruang;
• Dominan genangan banjir;
• Sampah.
28
29
Dinas ESDM Prov. Jabar
Pengembangan Bio Energi :
Pembangunan Instalasi
Biogas 70 Unit
30
PROFIL EMISI GRK JAWA BARAT KONDISI BAU (2020)
KOMITMEN PRESIDEN PADA G-20
PITTSBURGH DAN COP15
26%
Upaya Sendiri
41%
Upaya Sendiri dan
Dukungan
Internasional
PERPRES NO. 61/2011
PERPRES NO. 71/2011
RENCANA AKSI
NASIONAL
PENURUNAN EMISI GAS
RUMAH KACA
PENYELENGGARAAN
INVENTARISASI GRK
NASIONAL
KOMITMEN PROVINSI JAWA BARAT
1. PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA
RAD-GRK PROVINSI JAWA BARAT
 SK Kepala Bappeda Provinsi Jawa
Barat No. 674/Kep.1631/Fisik/2012 yang
direvisi dengan SK Kepala Bappeda
Provinsi Jawa Barat No.
674/Kep.1482/Fisik/2013
 SEBAGAI
Tim operasional dari Tim Koordinasi
Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim
(KepGub No.
660.1/Kep.1163.BPLHD/2011)
2. PENETAPAN PERATURAN GUBERNUR
NO. 56/2012
TENTANG RENCANA AKSI DAERAH
PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA
(RAD-GRK) PROVINSI JAWA BARAT
RAD-GRK PROVINSI JAWA BARAT (PERGUB NO. 56 TAHUN 2012)
Bidang Pertanian
Emisi CO2 dari Pertanian
(juta ton CO2 eq)
KEGIATAN PENDUKUNG
KEGIATAN INTI
12,89 juta ton CO2eq (9,89%)
1. System Rice Indentification
(SRI)
2. Peningkatan Produksi &
Produktivitas Padi
3. Biogas Asal Ternak Bersama
Masyarakat (BATAMAS)
4. Penyebaran dan Penerapan
Teknologi Pakan
Bidang Energi dan Transportasi
0,34 juta ton CO2eq (2%)
11,48 juta ton CO2e (4,59%)
1. Rehabilitasi Hutan dan Lahan
- Gerakan Rehabilitasi Lahan
Kritis (GRLK)
- Peningkatan Pengelolaan
Tahura Ir.H.Djuanda
- Konservasi Daerah Tangkapan
Air dan DAS Prioritas
- Pembinaan Pengembangan
Sumber Daya Hutan &
Ekosistemnya
1. Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu
(SLPTT) Padi
2. Pengendalian Organisme
Pengganggu Tanaman (OPT)
Pangan di Jawa Barat
3. Kajian Pencemaran Akibat
Limbah Kotoran Ternak
120,000,000.0
250
Bidang Kehutanan
1. Pemantapan Kawasan Hutan dan
Kawasan Lindung
2. Pemantauan Pemanfaatan
Kawasan Lindung
3. Pembinaan dan Pengendalian
Pengusahaan Hutan
4. Pengembangan Kelembagaan
Pemanfaatan Sumber Daya Hutan
5. Fasilitasi Gerakan Multi Aktivitas
Agribisnis (GEMAR) Dan Gerakan
Pengembangan Perikanan Pantai
Selatan dan Utara (GAPURA)
6. Pembinaan dan Pengendalian
Pemanfaatan Hasil Hutan dan
Aneka Usaha Kehutanan
7. Pengembangan Obyek Wisata
Alam Hutan Jawa Barat
8. Program Menuju Indonesia Hijau
10,16%
249.976.997
100,000,000.0
200
80,000,000.0
150
224.570.008
100
60,000,000.0
50
40,000,000.0
0
20,000,000.0
0.0
2010
2015
Tahun
2020
Total CO2
teremisi
dengan
RAD GRK
(ton CO2
eq)
Total CO2
teremisi
tanpa
RAD GRK
(ton CO2
eq)
1. Program Rencana Induk Konservasi
Nasional di Jawa Barat (RIKEN) :
- Program Konversi Minyak Tanah
ke LPG untuk Sektor Rumah
Tangga & Komersial
- Pemanfaatan energi terbarukan
berbasis energi air, surya,
biofuel, biomass, biogas &
panas bumi
11. Pendidikan dan Pelatihan Pengujian
Kendaraan Bermotor
12. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di 3
Wilayah PKN (Bodebek, Metropolitan
Bandung dan Metropolitan Cirebon)
13. Manajemen dan Rekayasa Lalulintas pada
Perlintasan Sebidang
14. Pembangunan Jalur KA di Jawa Barat
15. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di
Ruas Jalan Provinsi PKN-PKW (Pusat
Kegiatan Nasional-Pusat Kegiatan
Wilayah, antar Pusat Kegiatan Wilayah
(PKW) dan PKL-PKW (Pusat Kegiatan
Lokal-Pusat Kegiatan Wilayah)
0,48 juta ton CO2eq (9,24%)
1. Minimasi Sampah dengan Prinsip 3R (Reduce, Reuse,
Recycle)
2. Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu
(TPST)
3. Operasional TPA Semi-Aerobic & Sanitary Landfill dan
Pengadaan Tanah Timbun
4. Recovery gas metan di TPA Sumur Batu (CDM-Project)
5. Migrasi Pit-Latrin ke Septic-Tank :
- Pembangunan MCK Plus
- Pembangunan MCK Sanitasi Berbasis Masyarakat
(Sanimas) dan Septic-Tank Komunal
- Perluasan Layanan Instalasi Pengolahan Air Limbah
(IPAL) Perkotaan
2. Program Mandatori BBN 15% di
tahun 2025 untuk jenis bahan
bakar premium dan minyak solar
dari sektor transportasi
1. Pembinaan Pengawasan dan
Pengendalian Pemanfaatan Batubara
2. Fasilitasi Pengujian Batubara
3. Pengembangan Pemanfaatan
4. Peningkatan Upaya Konservasi dan
Penghematan Energi
5. Pengembangan Desa Mandiri Energi
Berbasis Energi Terbarukan
6. Pemantauan Kualitas dan Kuantitas
Penggunaan BBM dan Pelumas
7. Penyusunan Database Sumur Idle
Panas Bumi di Jawa Barat
8. Fasilitasi Pengembangan WKP
Panas Bumi dan Migas
9. Fasilitasi Teknik dan Lingkungan Bidang
Panas Bumi dan Migas
10.Pembinaan, Pengawasan dan
11. Pengendalian Pemanfaatan Pembangkit
Listrik untuk Kepentingan Sendiri dan
Kepentingan Umum
Bidang Limbah dan Sampah
Bidang Industri (0%)
1. Sosialisasi Produksi Bersih
2. Pelatihan Produksi Bersih
3. Audit Lingkungan
4. Revitalisasi Mesin/Peralatan
Industri
5. Implementasi Kebijakan
Pemberian Insentif bagi
Perusahaan yang Sudah
Melakukan Pengendalian
Pencemaran
6. Sosialisasi Industri Hijau
7. Penganugerahan Penghargaan
Industri Hijau
8. Fasilitasi Audit Energi,
Konservasi Energi dan
Manajemen Energi
1. Penyusunan Masterplan Persampahan
2. Penyusunan Studi Kelayakan dan Detailed Engineering
Design (DED) Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
3. Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
4. Sosialisasi Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan
Pemilahan Sampah
5. Program Kampung Iklim
6. Rehabilitasi/Pembangunan TPA Un-managed Deep
menjadi Semi-aerobic Landfill di 10 kabupaten/kota
7. Penyusunan Masterplan Air Limbah
8. Penyusunan Studi Kelayakan dan Detailed Engineering
Design (DED) Mandi Cuci Kakus (MCK) Komunal dan
Septic Tank Komunal
9. Sosialisasi Rencana Pembangunan Mandi Cuci Kakus
(MCK)-Septic Tank Komunal
Proyeksi Jumlah
Emisi CO2 eq
Tanpa Aksi RAD GRK
(juta ton CO2 eq)
Proyeksi Jumlah Emisi
CO2 eq
Dengan Aksi RAD GRK
(juta ton CO2 eq)
Jumlah
Jumlah
2010
124,1
124,1
0,00
2015
182,5
176,5
3,31
2020
249,9
244,6
10,16
Tahun
Indikasi Penurunan Emisi GRK Jawa Barat melalui RAD-GRK di Tahun 2020 : 10,16% dari BAU
Target
Penurunan Emisi
(%)
EMISI GRK JABAR KONDISI BUSINESS AS USUAL & DENGAN AKSI MITIGASI PADA
TAHUN 2020
140,000,000.00
12.890.043
120,000,000.00
10.381.004
100,000,000.00
BAU (Tanpa
Aksi Mitigasi)
80,000,000.00
60,000,000.00
1.098.480
Dengan Aksi
Mitigasi
40,000,000.00
479.901
341.490
20,000,000.00
Bidang
-
Pertanian
Ton eCO2
(20,000,000.00)
Kehutanan
Energi
Transportasi
Limbah Domestik
HASIL PEMANTAUAN EVALUASI & PELAPORAN RAD-GRK JABAR TAHUN 2010-2012
Capaian Penurunan Emisi GRK Tahun 2010-2012
Ton eCO2
Bidang
HASIL SEMENTARA PEP RAD-GRK JABAR
III. BIDANG ENERGI
REKAPITULASI
No.
Komponen
1 Jumlah Kegiatan Inti
Jumlah kegiatan
2
pendukung eksisting
Total anggaran kegiatan
3
inti
Total anggaran kegiatan
4
pendukung
Target penurunan emisi
5
2020
Capaian penurunan emisi
2010-2012
6
Capaian dari target
penurunan emisi 2020
Biaya penurunan emisi
7
per kegiatan inti
Biaya penurunan emisi
8 per total kegiatan
(inti+pendukung)
Satuan
Kuantitas
2010
2011
2012
kegiatan
6
6
7
kegiatan
7
4
3
Rp.
Rp.
45.703.903.611 16.620.805.250 43.322.922.280
3.690.825.500
ton eCO2
ton eCO2
4.796.434.330
10.381.004
327,74
133,22
0,01 %
Rp./ton
Rp./ton
2.625.251.160
162.038.790,55
179.082.786,91
191,03
III. AKSI MITIGASI BIDANG
ENERGI (TAHUN 2010-2012)
KEGIATAN INTI
1. Pemanfaatan energi terbarukan (off grid)
 Pengembangan Desa Mandiri Energi melalui pembangunan
PLTMH, PLTS/PJUTS, pikohidro
2. Substitusi bahan bakar
 Substitusi minyak tanah oleh biogas (pembangunan biodigester/unit
pengolahan biogas)
KEGIATAN PENDUKUNG
1. Pengembangan Desa Mandiri Energi Berbasis Energi Terbarukan di Jawa
Barat
2. Kegiatan Penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Di Jawa Barat
3. Pengembangan Potensi Panas Bumi di Jawa Barat
4. Pembinaan Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Batubara
5. Pengembangan Pemanfaatan Gas di Jawa Barat
6. Peningkatan Upaya Konservasi dan Penghematan Energi
7. Aplikasi Teknologi Tepat Guna Dalam Diversifikasi Pemanfaatan Mineral Dan
Energi
KEGIATAN TAHUN 2015 ?????
MARI KITA WUJUDKAN
SATU DATA
UNTUK PEMBANGUNAN JAWA BARAT
Mari Kelola Birokrasi Jawa Barat Sebaik-baiknya, dan
Jangan Menyesal Setelah Tidak Menjabat
TERIMA KASIH
SMS JABAR MEMBANGUN
0811 200 5500
Informasi lebih lanjut :
 Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
Jalan Diponegoro No.22 Bandung Telp. (022) 4204483
 Bappeda Provinsi Jawa Barat
Jalan. Ir H.Juanda No. 287 Telp. (022) 251 6061, Fax, (022) 2510731
Website : http//www.jabarprov.go.id,
www.bappeda.jabarprov.go.id
RKPDJabar
-ONLINE
KM-0 Pro Poor JABAR-ONLINE
SMS SATU DATA JABAR
08778 200 5500
Contoh: RLS*JAWA BARAT*2011#
ANALISIS Kebijakan Energi
 Permasalahan energi di Indonesia adalah krisis bahan bakar bermutu
tinggi. Impor bahan bakar minyak menjadi penyebab negatifnya neraca
perdagangan Indonesia.
 Membangun industri bahan baku nabati menjadi hal yang strategis
untuk menjawab krisis bahan baku bermutu tinggi.
Rekomendasi Kebijakan Energi
 Jawa Barat perlu membangun industri bahan baku nabati. Kemiri
Sunan sebagai penghasil minyak nabati, perlu ditindaklanjuti
pengembangannya.
 Menjalin komunikasi dan forum yang erat dan aktif dengan para pakar
dan institusi terkait untuk mewujudkan Jawa Barat menjadi pusat
keunggulan nasional (dan dunia) di bidang panas bumi, sehingga
potensi panas bumi yang ada dapat berkontribusi maksimal pada
pertumbuhan ekonomi propinsi.
Road Map Pengembangan Panas Bumi 2006 – 2025
(Kompilasi Target Nasional dan Target Jabar)
TARGET NASIONAL
2006
2008
2012
852 MW
(Produksi)
2000 MW
3442 MW
1148 MW
Existing
WKP
TARGET
PROVINSI
JAWA BARAT
Kondisi 2010
1075 MW (89%)
Tahun 2010
2014
2016
2020
2025
4600 MW
6000 MW
9500 MW
Target
Nasional
1158 MW
Existing +
WKP Baru
1400 MW
WKP Baru
3500 MW
WKP Baru
3.267 MW
Target Jabar
27% Target
Nasional
1729 MW
Tahun 2014
?

similar documents