Mengenal Rasulullah SAW

Report
Oleh : H. Zaenal Asyikin, Lc.
Tubuh Rasulullah saw. Tidak tinggi, juga tidak
pendek. Tubuhnya amat baik,berdada lebar (bidang)
hingga dua belah pundaknya tampak agak berjauhan.
Warna kulitnya tidak terlalu putih dan tidak terlalu
coklat.
Rambutnya terurai indah, tidak terlalu keriting dan
tidak pula sangat lurus. Rambut beliau kadangkadang dibiarkan panjang hingga menyentuh pundak,
kadang dipotong pendek hingga hanya sampai pada
bagian bawah telinga. Rambut Rasulullah selalu
terlihat rapi, akan tetapi beliau tidak terlalu sering
menyisir rambut.
Dari Aisyah, “Aku sering menyisirkan rambut
Rasulullah Saw dalam keadaan Haid”.
Ketika beliau wafat, pada kepala dan
janggutnya hanya ada dua puluh helai uban
saja.
Suatu hari abu bakar berkata: “Ya
rasulullah.. Engkau sekarang terlihat tua?!”.
Ia menjawab: “Surat Hud, Waqi’ah,
Mursalat, An Naba, At Takwir lah yang
membuatku
tua..”.
Aisyah meriwayatkan:
‫كان اليفارقه سواكه والمشطه وكان ينظر في املرآة إذا سرح لحيته‬
Rasulullah tidak pernah meninggalkan Siwak dan Sisir, dan Ia selalu melihat
cermin setiap kali merapihkan janggutnya.
‫ص َلى َ‬
‫َ‬
‫َعنْ َعا ِئ َ‬
‫ّللاُ َع َل ْي ِه‬
‫ّللا‬
‫ِ‬
‫َ‬
‫ش َة َقا َل ْت ‪َ :‬كانَ َر ُ‬
‫سول ُ‬
‫ُ‬
‫ِب ال َت َيا ُمنَ فِي ُكل َ‬
‫ور ِه‬
‫ه‬
‫ط‬
‫ش ْي ٍء َح َتى فِي‬
‫ُ‬
‫س َل َم ُيح ُّ‬
‫َو َ‬
‫ِ‬
‫َو َت َن ُّعلِ ِه َو َت َر ُّجلِ ِه َو َ‬
‫شأْ ِن ِه ُكل ِه‬
Anas bin Malik menyebutkan, ”Rasulullah saw
banyak mengeluarkan keringat, Setiap kali
wajahnya mengeluarkan keringat, terlihat
bening seperti permata dan harum melebihi
wangi kesturi”.
Kedua tapak tangan dan jari-jarinya berkulit tebal, besar dan lebar.
Telapak tangannya lebih lembut dari sutra dan mengeluarkan wangi
seperti wangi tutup botol minyak wangi. Pergelangannya tampak kuat
dan agak panjang. Kepala dan tulang lehernya besar dan kuat. Bentuk
wajahnya agak bulat. Beliau bermata lebar dengan bagian tengah
berwarna hitam pekat serta bulu mata yang panjang lentik. Penghujung
matanya (saluran air mata) Nampak berwarna kemerah-merahan. Di
bagian tengah dada, dari atas memanjang ke bawah hingga pusar
banyak tumbuh rambut halus bagaikan lembaran memanjang.
Wajah beliau bersinar berseri-seri dan cerah bagaikan bulan purnama.
Suara beliau nyaring terdengar, dua belah pipinya rata pada permukaan
wajahnya, dan bagian rahangnya tampak kokoh. Rata pada bagian
dada dan perut. Dari bagian bawah bahu hingga lengan kedua
tangannya tumbuh rambut halus,demikian juga pada bagian atas dada.
Pada bagian bawah bahu belakang sebelah kiri terdapat khatam an
Nubuwwah (“Stempel Kenabian”) tampak seperti bulatan seperti telur
merpati.
Beliau menutupi kepalanya dan
menanggalkan tutup kepalanya sewaktuwaktu, memakai celak yang terbuat dari
itsmid (para ahli ilmu kimia menyebutnya:
antimony) setiap malam, dengan
mengusapkannya pada tiap
kelopak mata tiga kali sebelum tidur.
Pakaian yang beliau sukai adalah gamis berwarna putih dan
habrah (jenis pakaian terbuat dari 8 bulu berwarna agak
kemerah-merahan). Lengan gamis beliau memanjang hingga
pergelangan tangan. Pada saat merasa letih,beliau memakai
pakaian longgar berwarna merah tua (agak coklat), izar
(semacam sarung) dan rida’ (kain penutup punggung). Ada
kalanya beliau memakai pakaian rangkap (dua baju) berwarna
seperti warna tanah (a’far). Kadang-kadang beliau memakai
jubah agak sempit dengan lengan panjang,dan kadang-kadang
juga memakai qaba’ (semacam gamis berlengan melebihi
panjang tangan hingga ujungnya dapat dimasukkan ke dalam
gamis). Ada kalanya juga beliau memakai ‘imamah (sorban)
berwarna hitam dan menyampirkan kedua ujungnya di atas
bahu beliau. Kadang-kadang beliau suka memakai kisa’
(semacam kain selimut atau kain panas) terbuat dari bulu.
Beliau memakai cincin, Khuf (semacam sepatu terbuat dari kain
tebal) dan terompah (na’l).

similar documents