Yaa Allah, berilah ia pakaian yang indah dari surga.. - Pertamina-PTC

Report
Definisi ramadhan…
• Berasal dari kata ra-ma-dha bermakna
membakar
• Artinya di bulan ramadhan ini, sebagaimana
alam juga memang dalam keadaan terik
matahari.. Ada sesuatu yang membakar…
• Untuk aspek spiritual kita. Maka bulan
ramadhan adalah kesempatan setiap orang
untuk dapat “membakar” keburukan-keburukan
dirinya….
Hikmah 30 hari ramadhan
1. 10 hari pertama: Pensucian diri (takhalli)
2. 10 hari kedua : Penghiasan diri dengan
amal-amal kebaikan (tahalli)
3. 10 hari terakhir : Penganugerahan Allah
(tajalli)
Ada dua pengertian khusus ibadah
shaum menurut Imam Alghazali
• Pertama: Shaum itu mencegah dan meninggalkan. Di
dalam shaum itu sendiri terdapat rahasia. Tak ada
padanya perbuatan yang terlihat. Oleh karena itu tidak
ada yang dapat melihat secara khusus seseorang itu
shaum secara ikhlas atau tidak melainkan Allah Ta’ala.
Di dalam ibadah shaum terkandung sebuah amalan
batin dengan kesabaran semata-mata.
• Kedua: Dengan shaum terdapat sebuah perlindungan
yang melemahkan musuh Allah Azza wa Jalla. Karena
Hawa Nafsu dan syahwat akan menguat dengan
penuhnya perut oleh makanan dan minuman.
3 Tingkatan umat Rasulullah Saw.
melaksanakan shaum:
•
•
•
Shaum awam: Hanya sekedar menahan diri
dari keinginan perut dan kemaluan,
Shaumnya orang khusus: Mencegah juga dari
tindakan lahiriyah berupa indera penglihatan,
pendengaran, lidah, tangan , kaki dan anggota
tubuh lainnya daripada dosa.
Shaumnya yang khusus dari khusus: itulah
shaumnya qalbu, dari segala cita-cita hina,
dan dorongan hawa nafsu lainnya.
enam langkah penting dalam menemukan hikmah
bathiniyah sebuah ibadah shaum:
1.
Menundukkan pandangan dan menahan diri dari
leluasanya pandangan kepada segala sesuatu yang
tercela dan dibenci atau kepada sesuatu yang
menyebabkan kelalaian hati serta melengahkannya
dari berdzikir atau ingat kepada Allah Ta’ala.
Rasulullah bersabda, “Pandangan itu adalah panah
yang beracun dari panah-panah iblis yang dilaknat
Allah, maka barangsiapa meninggalkan pandangan,
karena takut kepada Allah, niscaya didatangkan Azza
wa Jalla kepadanya sebuah keimanan yang
merupakan kelezatan di dalam qalbunya.”
2. Menjaga lidah dari senda gurau yang tidak
berguna, berdusta, mengumpat, mengadu
domba, perkataan kotor, caci makian,
permusuhan, dan memamerkan kebaikan
(riya’).
“Lima hal yang membatalkan makna shaum:
Berdusta, mengumpat / memaki, mengadu
domba, bersumpah palsu, memandang
sesuatu dengan syahwat.” (HR Anas bin
Malik)
3. Menahan pendengaran dari mendengar
segala sesuatu yang dibenci, sebab
segala sesuatu yang haram diucapkan,
maka haram pulalah didengarkan.
4. Menahan anggota tubuh lainnya dari segala
perbuatan dosa dari segala yang dibenci,
demikian pula segala makanan yang
meragukan (syubhat).
Rasulullah bersabda, “Banyak sekali orang
yang melaksanakan ibadah shaum, tetapi tidak
ada yang diperolehnya dari shaumnya itu
melainkan hanya lapar dan haus belaka.”
5.
Janganlah kiranya terlampau banyak makan diwaktu
berbuka, sekalipun makanan itu halal dan diperoleh dari
jalan yang halal, sehingga membuat padat perut.
Sungguh tidak ada wadah yang paling dibenci oelh Allah
Ta’ala melainkan perut yang terisi penuh makanan
sekalipun halal.
Jiwa dan rahasia shaum adalah melemahkan kekuatan
yang menjadi jalan masuk syetan dalam menggelincirkan
manusia di dalam kejahatan, Dan yang demikian itu tidak
akan berhasil selain dengan menyedikitkan makanan,
yaitu dengan memakan makanan yang dimakan di
malam hari ketika telah berbuka.
Sebuah sabda suci Nabi, “Syetan mengalir dalam diri
anak Adam sebagaimana aliran darah, maka
sempitkanlah tempat alirannya itu dengan rasa lapar.
6. Hendaknya setelah berbuka itu, hatinya masih
mempunyai perasaan yang goncang yakni
antara ketakutan kepada Allah Ta’ala dengan
penuh harapan untuk diterimanya amalan
yang dilakukan sehari penuh itu. Sebabnya
ialah karena ia sendiri pasti tidak dapat
mengetahui apakah diterima shaumnya itu
atau tertolak. Hendaklah perasaan sedemikian
itu tetap ada pada setiap seseorang itu selesai
melakukan segala macam peribadatan.
Renungan Sabda Suci Nabi Saw.
Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw bersabda,..
“Dibulan Ramadlan, apabila seseorang terbangun dari tidurnya, lalu ia menggerakgerakkan tubuhnya di atas ranjangnya, maka malaikat berseru kepadanya,…“Bangunlah segera, semoga Allah memberkati dan merahmatimu…”
Kemudian apabila ia tegak, dan hendak melakukan shalat, maka ranjang tempat
tidurnya berdo’a,..
“Allahumma_a’thihil_furusyal_marfuu’ata
“Yaa Allah, gantikanlah baginya (kelak dengan ranjang-ranjang yang tinggi tebal.”
Dan ketika ia memakai pakaian, maka pakaian itu pun berdoa:
“Allahumma_a’thihii_min_hulalil_jannah.
“Yaa Allah, berilah ia pakaian yang indah dari surga..”
Di saat memakai sandal, maka sandal pun berdo’a
untuknya,…“Allahumma_tsabbitqaddami’alashshiraath.
“Yaa Allah teguhkanlah kedua kakinya di atas shirath,…”
Ketika menuju tempat air, maka tempat air pun
berdo’a,..“Allahumma_a’thihii_min_akwabil_jannah
“Yaa Allah berilah ia tempat-tempat minum dari surga…”
Ketika ia berwudlu’, maka air pun berdo’a,…
“Allahumma_thahhirhu_minadz_ dzunuubi_wal_ khathaayaa..”
“Yaa Allah bersihkanlah ia dari segala noda dan dosa,…”
Akhirnya, ketika ia tegakkan shalat di dalam rumah, maka rumahnya
pun juga ikut berdo’a demikian,…
“Allahumma_wassi’_qabrahuu_
wanawwir_hufratahuu_wazid_rahmatahuu
“Yaa Allah, lapangkanlah kuburnya, dan terangilah lubang lahatnya,
serta tingkatkan rahmat, kasih sayangMu padanya…”
Do’a mereka dikabulkan dan Allah menatap orang tersebut dengan
penuh kasih sayang, dan firman-Nya,…“Wahai hambaku,… engkau
yang berdo’a dan Akulah yang mengabulkan, engkau yang
meminta dan Akulah yang memberi, engkau yang memohon
ampun dan Akulah yang memberi ampunan.”
Rasulullah saw bersabda,..
“Andaikata umatku tahu pasti tentang sesuatu
yang tersembunyi dalam bulan Ramadhan, pasti
mereka berharap seluruh bulan dalam setahun
menjadi bulan Ramadhan. Sebab ia
menghimpun segala kebaikan dan taat yang
dikabulkan, do’a-do’a yang dipenuhi, segala
dosa diampuni dan surga merindukan mereka.”
(DN, 14)
Rasulullah Saw, bersabda,. ..
“Umatku telah di karuniai 5 hal yang istimewa yang belum
pernah diberikan kepada umat-umat sebelum mereka:
Bau mulut orang yang shaum lebih harum disisi Allah Swt.
dari pada harum kesturi.
Ikan-ikan di lautan memohonkan ampunan bagi mereka
hingga mereka berbuka shaumnya.
Allah Swt. menghiasi surga-Nya setiap hari kemudian
berfirman, ‘Sebentar lagi hamba-hamba-Ku yang saleh
akan diangkat segala kesusahan dari mereka dan
mereka akan datang kepadamu’.
Syetan-syetan yang jahat akan dibelenggu supaya tidak
dapat bebas menggoda mereka sebagaimana yang
biasa mereka lakukan di luar Ramadlan.
Pada malam terakhir bulan Ramadlan mereka yang
bershaum akan di ampuni.”
Ungkapan Suci Imam Alghazali
“Apabila engkau shaum berniatlah untuk menahan
hawa nafsumu.
Shaum berarti hilangnya keinginan nafsu.
Didalamnya ada kesucian hati, kurusnya anggota
badan, perhatian untuk berbuat baik pada fakir
miskin, kemauan untuk meminta tolong kepada
Allah, berterima kasih atas semua nikmat, dan
keringanan hisab yang diberikanNya.
Anugerah Allah yang telah memberikan taufik
kepadamu untuk shaum adalah lebih besar
daripada syukurmu terhadapnya. Dari puasamu
engkau bisa mendapat ganti atau imbalan.”
PEROLEHAN AGUNG IBADAH PUASA
Allah Swt berfirman:
“Wahai Ahmad!... Mengertikah engkau hasil dari puasa?..”
“Tidak..” jawab Nabi Saw.
Allah Ta’ala menjawab,..
“Hasil dari puasa adalah sedikit berbicara dan sedikit makan,…
“Hasil dari diam adalah kebijaksanaan;
Hasil dari kebijaksanaan adalah pencerahan;
Hasil dari pencerahan adalah keyakinan;
Dan ketika seseorang mencapai kedudukan keyakinan yang
mulia, ia senantiasa tidak menjadi cemas,
bagaimana ia akan memulai hari-harinya,
Apakah dengan kemudahan, atau dengan kesulitan,…
tragedi ataukah kesenangan...
Yang demikian itu adalah keadaan orang-orang yang telah mencapai kedudukan
spiritual ridha.
Barangsiapa mencapai kedudukan ini, maka ia akan mendapatkan tiga ciri-ciri
yang tak terpisahkan:
Bersyukur yang tidak dikotori dengan kebodohan,
Zikir yang tidak bercampur dengan kelalaian,
Dan cinta yang tidak bercampur dengan cinta yang lain.
Barangsiapa yang mencintai-Ku dengan cara yang demikian, tanpa
mencampurkan cinta yang lain dengan persahabatan-Ku,..
Maka Aku pun mencintainya dan menjadikan yang lain mencintainya;…
Menjadikan mata hatinya terbuka,…
Sehingga ia dapat menyaksikan keindahan dan keagunganKu, Aku akan
memberinya pengetahuan dan pencerahan.....
( Hadits Qudsi )
Wallahu a’lam bish-shawab
Walhamdulillahirrabbil’alamin.

similar documents