Power Point Presentation

Report
1
Agenda
1. Diskusi Kelompok I
2. Konsekuensi Perkawinan Beda Agama
3. Diskusi Kelompok II
4. Mencegah Perkawinan Beda Agama
5. Tanya-jawab
2
DISKUSI KELOMPOK I
•
Silahkan membentuk kelompok:
satu kelompok laki-laki dan satu kelompok perempuan.
Jika jumlah peserta cukup banyak, bisa dibentuk 2 atau 3 kelompok laki-laki
dan 2 atau 3 kelompok perempuan.
•
Diskusikanlah pokok bahasan berikut ini di masingmasing kelompok.
•
Waktu diskusi: 20 menit.
3
DISKUSI KELOMPOK I
Tidak mungkin lagi diubah. Apapun akan kutempuh.
Aku sangat mencintainya dan aku ingin menjadikan dia sebagai pasangan hidupku!
Ia sangat beriman meskipun tidak Katolik seperti diriku, Aku tahu itu!
Aku yakin kami akan bisa mendidik dan membesarkan anak-anak kami dengan baik
walaupun kami berbeda agama.
Tapi, terus terang saja aku bimbang,
banyak pertanyaan yang belum terjawab, misalnya:
1. Bagaimana jika keluargaku atau keluarganya tidak menyetujui pernikahan kami,
apa yang mesti kami tempuh? Membatalkan pernikahan atau “maju terus”?
2. Apakah Gereja bersedia memberikan sakramen perkawinan?
Jika iya, apakah ia dan keluarganya tidak keberatan dengan pemberkatan di Gereja?
Jika tidak, apakah itu berarti aku tidak akan pernah menerima sakramen perkawinan?
4
DISKUSI KELOMPOK I
3. Bagaimana dengan kegiatan keagamaan masing-masing?
Aku ke Gereja sendirian atau minta ditemani olehnya?
Apakah aku mesti menemaninya ke tempat ibadahnya?
4. Bagaimana jika hari raya, apakah aku juga mesti merayakan hari raya agamanya?
Apakah baik jika aku menempatkan Salib Yesus di dinding kamar dan
menempatkan patung Bunda Maria di tempat doa?
Bagaimana dengan simbul-simbul agamanya, boleh juga dipajang atau tidak?
5. Bagaimana dengan pendidikan iman anak-anak kami nantinya?
Apakah akan kami didik secara Katolik atau berdasarkan agamanya?
Atau tidak berdasarkan kedua agama tersebut, biarkan anak menentukan sendiri
agama yang dipilihnya setelah besar nanti?
6. Kendala apa lagi yang harus aku hadapi jika
aku memutuskan kawin beda agama ini?
5
KONSEKUENSI PERKAWINAN BEDA AGAMA
1. Perkawinan sebagai Sakramen.
2. Perkawinan Monogamy yang Tak Terceraikan.
3. Resiko dikucilkan dari Keluarga dan Sangsi Adat.
4. Tak Pernah bersatu dalam Iman.
5. Masalah Pendidikan Iman bagi anak-anak.
6. Ketika kematian memisahkan.
7. Dispensasi Perkawinan Beda Agama.
8. Pernikahan Ganda.
9. Berbenturan dalam keseharian.
6
DISKUSI KELOMPOK II
Semua Kelompok:
a. Guna menghindari resiko berbeda agama,
apakah sebaiknya aku bergaul hanya di lingkungan Mudika saja?
b. Haruskah aku fanatik dengan agamaku ataukah aku rela meninggalkan
iman Katolik-ku untuk calon pasangan hidup yang sangat aku cintai?
7
DISKUSI KELOMPOK II
Kelompok Laki-laki:
c. Bagaimana aku mesti bersikap ketika wanita Katolik yang aku sukai itu
menolak aku, sementara wanita lain yang non-Katolik memberikan
tanda-tanda padaku agar aku menghampirinya?
d. Seandainya terjadi, aku sangat menyukai seorang wanita dan ia juga
menyukaiku,
tapi sayangnya ia bukan Katolik, strategi apa yang mesti aku lakukan?
e. Bolehkah aku membujuk seorang pemudi non-Katolik yang aku sukai
agar ia mau pindah agama menjadi Katolik?
Kelompok Perempuan:
c. Bolehkah aku memilih sendiri siapa calon pasangan hidupku, tidak seperti
sekuntum bunga yang cuma bisa pasrah menantikan kumbang datang?
d. Seandainya terjadi, seorang pemuda yang aku kasih nilai 100 datang
menyatakan cintanya padaku, tapi sayangnya ia bukan Katolik,
strategi apa yang mesti aku lakukan?
e. Seorang Pemuda Non-Katolik yang memang aku suka mulai mendekatiku
dengan caranya sendiri, dan aku tahu bahwa Imannya hanyalah iman KTP.
Apa yang harus aku lakukan:
Melupakannya atau membujuknya untuk menjadi Katolik?
8
Mencegah Perkawinan Beda Agama
1.
Perluas pergaulan, selagi bisa.
2.
Ketertarikan Jasmaniah begitu mudah muncul, tetapi cinta sejati
perlu tumbuh selangkah demi selangkah.
3.
Jangan buru-buru pacaran.
4.
Hal-hal yang perlu diketahui pada saat kedekatan hubungan
dimulai.
5.
Pilih mana: terluka sedikit di awal tapi berpeluang bahagia
di kemudian hari, ataukah takut terluka sekarang tapi siap
menghadapi permasalahan sepanjang hidup?
6.
Kekuatan Doa, mintalah pada-Nya.
7.
Pertemuan yang tak disangka-sangka.
9
10
11

similar documents