Tenaga dan Kuasa Menyembuhkan Orang Sakit Dalam Konteks

Report
Tenaga dan Kuasa
Menyembuhkan Orang Sakit
Dalam Konteks Penginjilan
Dr. Davy R. Hermanus, S.Si, DUT,M.A., D.Min
Cara kami dalam melayani
kesembuhan:
“Spesifik pada tugas”
Misalnya…
“Karunia Kesembuhan”
sebagaimana yang
diajarkan di I Korintus 12
secara umum untuk
melayani kesembuhan bagi
orang percaya.
Karunia kesembuhan
1 Korintus 12:4 Ada rupa-rupa
karunia, tetapi satu Roh.
…7 Tetapi kepada tiap-tiap orang
dikaruniakan penyataan Roh
untuk kepentingan bersama.
8 Sebab kepada yang seorang Roh
memberikan karunia untuk berkatakata dengan hikmat, dan kepada
yang lain Roh yang sama memberikan
karunia berkata-kata dengan
pengetahuan.
9 Kepada yang seorang Roh yang
sama memberikan iman, dan kepada
yang lain Ia memberikan karunia
untuk menyembuhkan.
1 Korintus 14:12 Demikian pula
dengan kamu: Kamu memang
berusaha untuk memperoleh
karunia-karunia Roh, tetapi lebih
dari pada itu hendaklah kamu
berusaha mempergunakannya
untuk membangun Jemaat.
Jadi, “karunia Kesembuhan”
bisa terjadi pada perkumpulan
orang percaya untuk
membangun Jemaat
Tetapi tugas kami di sini adalah
untuk melayani kesembuhan di
dalam konteks memberitakan Injil
kepada orang yang terhilang,
sebagaimana yang dilakukan oleh
Kristus dan para murid mula-mula.
Oleh sebab itu pertama kami
mempelajari bagaimana Kristus
melayani kesembuhan kepada
orang sakit di dalam kitab Injil….
Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa percaya
kepada-Ku, ia akan melakukan juga
pekerjaan-pekerjaan yang Aku
lakukan,
Mari kita mempelajari bagaimana Yesus
menyembuhkan orang sakit setelah
dibaptis oleh Roh kudus.
Dengan cara yang sama kita juga akan
menyembuhkan orang sakit.
Bagaimana caranya Yesus melayani
orang sakit?
Lukas 4:31 Kemudian Yesus pergi
ke Kapernaum, sebuah kota di
Galilea, lalu mengajar di situ pada
hari-hari Sabat.
32 Mereka takjub mendengar
pengajaranNya, sebab perkataanNya penuh kuasa.
Pada waktu Yesus dipenuhi oleh
Roh di Sungai Yordan, Dia diberi
otoritas oleh BapaNya.
4:33 Di dalam rumah ibadat itu ada
seorang yang kerasukan setan dan
ia berteriak dengan suara keras:
34 "Hai Engkau,Yesus orang
Nazaret, apa urusan-Mu dengan
kami? Engkau datang hendak
membinasakan kami?..
Kira-kira bagaimana reaksinya orang
percaya yang biasa?
• Lari
• berdoa kepada Tuhan
• orang kharismatik berdoa dalam bahasa
roh
• berkata: “Bapa, dalam nama Yesus kami
perintahkan setan ini keluar.”
Tindakan apa yang akan dilakukan oleh
murid Yesus yang tahu kebenaran?
Murid Yesus yang tahu
kebenaran akan ambil tindakan
serupa dengan yang Yesus
sendiri lakukan
35 Tetapi Yesus menghardiknya, kataNya: "Diam, keluarlah dari
padanya!“
Apakah Yesus berdoa untuk orang ini?
Apakah Yesus berkata: "Bapa, kami
perintahkan setan ini supaya diam dan
keluar dari padanya"?
Apakah Yesus tutup mata pada waktu
mengeluarkan perintah?
Apakah ada kegiatan apapun yang
diarahkan kepada Bapa?
Dan setan itupun menghempaskan
orang itu ke tengah-tengah orang
banyak, lalu keluar dari padanya
dan sama sekali tidak menyakitinya.
Bagaimanakah Yesus melakukan mujizat
ini?
Dengan menjalankan otoritas yang
diberikan kepadaNya oleh BapaNya
Otoritas tidak dijalankan dengan
berdoa, tetapi dengan mengeluarkan
perintah
36 Dan semua orang takjub, lalu
berkata seorang kepada yang lain,
katanya: "Alangkah hebatnya
perkataan ini!
Sebab dengan penuh wibawa dan
kuasa Ia memberi perintah kepada
roh-roh jahat dan merekapun keluar.“
Bukan Yesus tidak pernah berdoa, tetapi
ada saat yang tertentu dimana Dia tidak
berdoa, melainkan mengeluarkan
perintah.
Pada waktu Yesus dipenuhi oleh Roh di
Sungai Yordan, dia menerima otoritas
Allah untuk menguasai setan-setan.
Otoritas ini dijalankanNya dengan
mengeluarkan perintah.
Lebih baik kita belajar menjalankan
otoritas dan kuasa yang Tuhan berikan
kepada kita daripada selalu mementingkan “urapan.”
Lebih bermanfa’at dan lebih alkitabiah
jika kita belajar memakai otoritas
daripada tergantung kepada “urapan.”
Yesus tidak pernah menjanjikan kepada kita
“urapan” Roh untuk melayani orang lain.
Akan tetapi Dia berjanji memberikan kita
“kuasa” untuk menjadi saksiNya.
Kis 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa,
kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan
kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan
di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke
ujung bumi."
37 Dan tersebarlah berita tentang
Dia ke mana-mana di daerah itu.
Bagaimana caranya Yesus melayani
orang yang sakit secara jasmani
saja?
Di gereja kami telah diajarkan
bahwa orang percaya diberi kuasa
untuk mengusir setan-setan.
Akan tetapi,
kalau ada orang yang sakit secara
jasmani saja, kami hanya bisa
berdoa dan minta kepada Tuhan
menyembuhkan orang itu.
Ini yang biasanya diajarkan oleh Gereja.
Yaitu, kita boleh menjalankan otoritas
dan mengeluarkan perintah kepada
setan-setan oleh karena mereka adalah
makluk yang bisa mendengar dan
mengerti kita.
Tetapi terhadap penyakit jasmani, tidak
boleh pakai otoritas karena mereka
tidak bisa mendengar dan mengerti
kita.
Marilah kita lihat bagaimana Yesus
melayani orang yang sakit secara
jasmani saja…
38 Kemudian Ia meninggalkan rumah
ibadat itu dan pergi ke rumah Simon.
Adapun ibu mertua Simon demam
keras dan mereka meminta kepada
Yesus supaya menolong dia.
39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu
menghardik demam itu,
Apakah Yesus berdoa untuk orang ini?
Apakah Yesus berkata: "Bapa, kami
menghardik demam ini"?
Apakah Yesus tutup mata?
Apakah ada kegiatan apapun kepada Bapa?
dan penyakit itupun meninggalkan dia.
Menurut ayat-ayat ini,Yesus
melayani orang sakit dengan cara
yang sangat berbeda dengan cara
tradisional yang kita biasanya pakai.
Setelah Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus dan
berpuasa, Dia menerima otoritas untuk
menguasai setan-setan dan penyakit jasmani;
Makanya, Dia bisa mengeluarkan perintah
terhadap dua-duanya.
Misalnya, kita bisa mengeluarkan perintah
kepada anjing kita dan juga kepada anak kita
oleh karena kita punya otoritas mengatasi
dua-duanya,
sekalipun anjing kita dan anak kita itu tidak
sama dan berbeda jauh.
Lukas 4:40 Ketika matahari
terbenam, semua orang membawa
kepada-Nya orang-orang sakitnya,
yang menderita bermacam-macam
penyakit. Iapun meletakkan
tangan-Nya atas mereka masingmasing dan menyembuhkan
mereka.
Lukas 6:19 Dan semua orang
banyak itu berusaha menjamah
Dia,
karena ada tenaga (”dunamis”)
yang keluar dari pada-Nya dan
semua orang itu disembuhkan-Nya.
Pada waktu Yesus menumpangkan
tanganNya atas orang sakit, tenaga
kesembuhan mengalir untuk
menyembuhkan mereka.
Tenaga ini (dunamis) berada didalam
diri-Nya.
Tenaga ini diberikan kepada Yesus pada
waktu Dia dipenuhi oleh Roh Kudus di
Sungai Yordan.
Tenaga ini tidak sama dengan urapan.
Seringkali Yesus menumpangkan
tanganNya atas orang sakit, tetapi
bukan setiap kali.
Jesus juga pernah menyembuhkan
orang sakit dari jarak jauh dengan
memakai otoritas yang berbeda
dengan tenaga kesembuhan.
Lukas 5:12 Pada suatu kali Yesus
berada dalam sebuah kota. Di situ
ada seorang yang penuh kusta.
Ketika ia melihat Yesus,
tersungkurlah ia dan memohon:
"Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat
mentahirkan aku."
13 Lalu Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu, dan
berkata: "Aku mau,
jadilah engkau tahir."
Apakah Yesus berdoa untuk orang ini?
Apakah Yesus berkata: "Bapa, kami
perintahkan orang ini menjadi tahir"?
Apakah Yesus tutup mata?
Apakah ada kegiatan apapun yang
diarahkan kepada Bapa?
Seketika itu juga lenyaplah penyakit
kustanya.
Matius 12:9 Setelah pergi dari
sana, Yesus masuk ke rumah ibadat
mereka. 10 Di situ ada seorang
yang mati sebelah tangannya.
13 Lalu kata Yesus kepada orang itu:
"Ulurkanlah tanganmu!“
Apakah Yesus berdoa untuk orang ini?
Apakah Yesus berkata: "Bapa, kami
perintahkan orang ini mengulurkan
tangannya"?
Apakah Yesus tutup mata?
Apakah ada kegiatan apapun yang
diarahkan kepada Bapa?
Dan ia mengulurkannya, maka
pulihlah tangannya itu, dan menjadi
sehat seperti tangannya yang lain.
Memang Tuhan Yesus dapat
menyembuhkan orang sakit 2,000
tahun yang lalu.
Tetapi Yesus sudak naik ke sorga
dan tidak ada lagi di bumi untuk
menyembuhkan orang sakit
seperti dulu.
Jadi, siapa yang sekarang
mengerjakan apa yang Yesus
kerjakan waktu Dia di bumi?
Yohanes 14:12 Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya
barangsiapa percaya kepada-Ku, ia
akan melakukan juga
pekerjaan-pekerjaan yang Aku
lakukan…
Apakah yang Yesus lakukan?
• Dia memberitakan injil
• Dia menyembuhkan orang
• Dia mengusir setan
• Dia memuridkan orang
• Sebenarnya, Dia tidak berdoa
untuk orang sakit
Jadi, saudara juga akan:
• memberitakan injil sebagaimana Yesus
lakukan
• menyembuhkan orang sebagaimana
Yesus lakukan
• mengusir setan sebagaimana Yesus
lakukan
• memuridkan orang sebagaimana Yesus
lakukan
• Jadi, jangan hanya berdoa untuk orang
sakit saja, sembuhkanlah mereka
sebagaimana Yesus lakukan
Apakah Alkitab mengajarkan
bahwa kita, para murid
Kristus, telah diberikan kuasa
untuk menyembuhkan orang
sakit seperti yang Yesus
lakukan?
Lukas 9.1 Maka Yesus memanggil kedua
belas muridNya,
lalu memberikan tenaga dan kuasa
kepada mereka untuk menguasai
[segala] setan-setan dan untuk
menyembuhkan penyakit-penyakit.
2 Dan Ia mengutus mereka untuk
memberitakan Kerajaan Allah
dan untuk menyembuhkan orang,
Apakah kedua perintah ini masih
berlaku pada masa kini?
Apakah Gereja pada zaman ini
masih diwajibkan untuk
memberitakan Kerajaan Allah
dan menyembuhkan orang?
Apakah ada banyak hamba Tuhan
dan orang percaya yang
menyembuhkan orang sebagaimana
Yesus lakukan?
• Yesus tidak pernah perintahkan
murid-muridNya mendoakan orang
sakit pada waktu Dia mengutus
mereka memberitakan injil.
• Sebaliknya,Yesus perintahkan
mereka supaya menyembuhkan
orang sakit.
• Kenapa murid-murid Yesus pada
zaman ini lebih suka mendoakan
orang sakit?
Apa perbedaan antara berdoa
untuk orang sakit dan
menyembuhkan orang sakit?
Yang mana lebih mudah:
mendoakan orang sakit
atau
menyembuhkan orang sakit
sebagaimana Yesus lakukan?
Apa artinya “berdoa untuk
orang sakit?”
Mungkinkah kita gagal pada
waktu berdoa untuk orang
sakit?
Apa artinya “menyembuhkan
orang sakit?”
Saudara menyembuhkan orang
sebagaimana Yesus sendiri lakukan
sehingga orang sakit sembuh
nyata
Mungkinkah kita gagal pada
waktu menyembuhkan orang
sakit?
Sedikit orang percaya
menyembuh-kan orang sakit
sebagaimana Yesus perintahkan
kepada murid-muridNya
Maka itu, kesembuhan ilahi jarang
terjadi didalam Gereja
….Lukas 9:6 Lalu pergilah mereka
dan mereka mengelilingi segala
desa sambil memberitakan Injil
dan menyembuhkan orang
sakit di segala tempat.
Pemberitaan injil seharusnya
disertai dengan penyembuhan
orang sakit
Mat 10:1 Yesus memanggil kedua
belas murid-Nya dan memberi
kuasa kepada mereka untuk
mengusir roh-roh jahat dan untuk
melenyapkan segala penyakit dan
segala kelemahan.
Rasul-rasul bisa diberi ukuran
otoritas yang tinggi sekali untuk
menyembuhkan penyakit
Matius 10:7 Pergilah dan
beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah
dekat.
8 Sembuhkanlah orang sakit;
bangkitkanlah orang mati;
tahirkanlah orang kusta;
usirlah setan-setan.
Inilah yang dipertintahkan Tuhan
kepada keduabelas rasul.
Yesus memerintahkan muridmuridNya untuk memberita-kan
Kerajaan Sorga dan untuk
menyembuhkan orang sakit
Sebelum Dia naik ke sorga Yesus
mempercayakan kepada muridmuridNya “Amanat Agung”
Matius 28:18 Yesus mendekati
mereka dan berkata: "Kepada-Ku
telah diberikan segala kuasa di
sorga dan di bumi.
19 Karena itu pergilah, jadikanlah
semua bangsa murid-Ku dan
baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus,
20 dan ajarlah mereka
melakukan segala sesuatu
yang telah Kuperintahkan
kepadamu.”
Apakah yang Yesus perintahkan
kepada murid-muridNya?
Makanya pada masa kini kita harus
mengajar murid-murid Yesus
melalukan apa yang diperintahkanNya
2,000 tahun yang lalu, yaitu:
memberitakan Kerajaan Sorga
dan menyembuhkan orang sakit,
dan menjalankan hal-hal lain yang
diperintahkanNya kepada kita.
Dan ketahuilah, Aku menyertai
kamu senantiasa sampai kepada
akhir zaman."
Apakah perintah ini maasih
berlaku untuk kita pada masa
kini?
Bagaimana dengan para murid
yang bukan para rasul?
Lukas 10.1 Kemudian dari pada itu
Tuhan menunjuk tujuh puluh
murid yang lain,
lalu mengutus mereka berdua-dua
mendahuluiNya ke setiap kota dan
tempat yang hendak dikunjungiNya.
Lukas 10:5 Kalau kamu memasuki
suatu rumah, katakanlah lebih dahulu:
Damai sejahtera bagi rumah ini.
6 Dan jikalau di situ ada orang yang
layak menerima damai sejahtera,
maka salammu itu akan tinggal atasnya.
Tetapi jika tidak, salammu itu kembali
kepadamu.
Mereka disuruh membesuk rumah
orang yang belum percaya
...9 “dan sembuhkanlah orangorang yang ada di situ
dan katakanlah kepada mereka:
Kerajaan Allah sudah dekat
padamu.”
Otoritas untuk menyembuhkan juga
diberi kepada ketujuh puluh murid--yang bukan para rasul---pada waktu
mereka diutus memberitakan kerajaan
Allah.
Brasil – Juli 2010
Ini dijalankan di suatu kota di Brasil
dimana 620 murid dilengkapi untuk
menyembuhkan orang sakit.
Setelah itu dalam satu minggu mereka
pergi membesuk 9,577 rumah orang
yang belum percaya.
1,920 orang sakit disembuhkan dan
1,440 orang menerima Yesus.
Berarti dalam konteks penginjilan,
kehendak Tuhan adalah supaya
orang sakit disembuhkan
...9 “dan sembuhkanlah orangorang yang ada di situ dan
katakanlah kepada mereka:
Kerajaan Allah sudah dekat
padamu.”
• Murid-murid yang bukan rasulrasul juga diberikan sebagian
otoritas menguasai penyakit dan
setan-setan.
• Menurut Firman Tuhan, sebelum
memberitakan Kerajaan Allah, kita
boleh menyembuhkan orang sakit.
Metode ini juga dipakai di Filipina
dimana lebih dari 50 “house church”
dimulai dalam 5 bulan, kebanyaknya
oleh orang yang baru dimuridkan…
yaitu oleh “orang yang layak
menerima damai sejahtera” yang
disebut pada Lukas 10:6.
Di Seremban murid-murid Tuhan
yang baru ikut Training pada bulan
Juni 2009 mau sewa tempat jualan
di pasar malam.
Mereka akan pasang spanduk:
“Kesembuhan ilahi gratis”.
Saudara berani tidak berbuat hal
yang sama?
…17 Kemudian ketujuh puluh
murid itu kembali dengan gembira
dan berkata: “Tuhan, juga setansetan takluk kepada kami demi
namaMu.”
Otoritas untuk menguasai
penyakit and setan dibagikan
kepada siapa saja yang diutus
Tuhan memberitakan
Kerajaan Allah kepada orang
yang terhilang
Setiap murid Yesus Kristus
diutus kepada dunia
sebagai saksiNya
Apakah otoritas atas penyakit
identik dengan “karunia
kesembuhan?”
Ada empat perbedaan
• Otoritas untuk menyembuhkan
diberikan sebelum Hari Pentekosta
pada waktu Roh Kudus turun
membawa karunia-karuniaNya
• Otoritas itu tidak diberikan untuk
membangun tubuh Kristus
melainkan untuk memberitakan injil
kepada orang terhilang
• Otoritas itu diberikan kepada
setiap orang percaya, sedangkan
tidak setiap orang percaya
diberikan karunia kesembuhan
• Cara memakai otoritas untuk
menyembuhkan sangat berbeda
dengan cara memakai karunia
kesembuhan
• Cara pemakaian “karunia
kesembuhan” tidak diuraikan dengan
jelas pada Perjanjian Baru,
• sedangkan cara memakai otoritas
untuk menyembuhkan penyakit dan
untuk mengusir setan-setan diuraikan
dengan jelas dan teliti.
• Didalam Perjanjian Baru ada banyak
mujizat yang dilalukukan dengan
memakai otoritas, disertai penjelasan
tentang cara berfungsinya.
Gereja ini lebih condong memakai
karunia kesembuhan.
Karena sewaktu kita memakai karunia,
kita bergerak mengikuti bimbingan Roh
Kudus dan kita pasti berhasil dan tidak
ada resiko gagal.
Sebaliknya kalau memakai otoritas yang
Tuhan sudah berikan kepada kita,
artinya kita yang bertanggung jawab
menyembuhkan dan kita bisa gagal.
Makanya, kita ragu memakai otoritas.
Jadi, ini semua berdasarkan takut dan
ragu.
Takut dan ragu akan mengakibatkan
kegagalan dan kelemahan.
Akibatnya ketidakseimbangan didalam
Gereja Tuhan mengenai penyembuhan
dengan memakai otoritas, bahkan
penyelewengan memakai karunia Roh
Kudus untuk mengumpulkan harta.
Murid-murid Kristus pernah gagal
menyembuhkan orang sakit
Matius 17.14 Ketika Yesus dan
murid-muridNya kembali kepada
orang banyak itu, datanglah seorang
mendapatkan Yesus dan
menyembah,
15 katanya: “Tuhan, kasihanilah
anakku. Ia sakit ayan dan sangat
menderita. Ia sering jatuh ke dalam
api dan juga sering ke dalam air.
16 Aku sudah membawanya
kepada murid-muridMu, tetapi
mereka tidak dapat
menyembuhkannya.”
17 Maka kata Yesus: “Hai kamu
angkatan yang tidak percaya dan
yang sesat, berapa lama lagi Aku
harus tinggal di antara kamu?
Berapa lama lagi Aku harus sabar
terhadap kamu?
Kenapa Tuhan Yesus membentak
murid-muridNya dengan begitu
keras?
Apakah mereka berbuat dosa yang
besar?
Mereka hanya gagal melakukan
muzijat mengusir setan.
• Tidak mungkin seorang pendeta
pada masa kini mengatakan katakata itu kepada seorang percaya
yang gagal mengusir setan.
• Tetapi Yesus berharap dan
menuntut murid-muridNya
melakukan mujizat itu.
• Dalam hal ini, yang diajar oleh
Tuhan berbeda jauh dengan tradisi
kami pada masa kini.
• Menurut tradisi kita, hanya Allah saja
yang punya otoritas melakukan mujizat.
• Menurut tradisi kita, orang percaya
tidak punya otoritas demikian.
• Makanya, orang percaya tidak harus
bertanggung jawab pada waktu gagal
menyembuhkan orang sakit.
• Siapa yang benar--- tradisi kita atau
Tuhan Yesus?
Dengan alasan apa Tuhan Yesus
dapat menuntut murid-muridNya
melakukan mujizat itu?
• Mereka adalah murid-muridNya dan
dilatih melakukan apa yang dia
lakukan.
• Dia sudah memberikan kepada
mereka otoritas untuk menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan.
• Dia telah mengutus dan perintahkan
mereka memberitakan injil dan
menyembuhkan orang sakit.
Bawalah anak itu ke mari!”
18 Dengan keras Yesus menegor dia,
lalu keluarlah setan itu dari padanya dan
anak itupun sembuh seketika itu juga.
Bagaimana caranya Yesus melakukan
muzijat ini?
Dengan memakai otoritasNya.
Dia mengeluarkan perintah kepadanya.
19 Kemudian murid-murid Yesus
datang dan ketika mereka
sendirian dengan Dia, bertanyalah
mereka: “Mengapa kami tidak
dapat mengusir setan itu?”
Apakah oleh karena mereka tidak
punya otoritas?
Apakah oleh karena mereka tidak
punya “urapan”?
Ada empat alasan yang kita
berikan mengapa orang sakit
tidak disembuhkan sewaktu kita
melayani mereka :
1.
2.
3.
4.
Itu bukan kehendak Tuhan
Itu bukan waktunya Tuhan
Orang sakit itu berdosa
Orang sakit itu kurang iman
Beberapa dari keempat alasan
ini bisa kadang-kadang berlaku,
terutamanya pada waktu kita
melayani orang percaya
• Bukan kehendakNya
• Bukan waktuNya
Kita “menyalahkan” Tuhan
• Orang sakit itu berdosa
• Orang sakit itu kurang iman
Kita “menyalahkan” orang sakit itu
Kita jarang mempersalahkan diri
sendiri apabila orang yang sakit itu
tidak sembuh
Tetapi alasan apa yang Yesus
berikan mengapa anak itu
tidak disembuhkan?
20 Ia berkata kepada mereka:
“Karena kamu kurang percaya.
[“Karena kamu kurang iman.”]
Kesalahan siapa mujizat ini tidak
terjadi?
Apakah karena mereka kurang
“urapan”?
• Tidak boleh setiap kali kita
menyalahkan Tuhan atau orang yang
sakit.
• Kadang kala, kita yang salah.
• Kalau kita yang salah, itu oleh
karena kita kurang iman.
• (Kadang kala kemungkinan juga
kita kurang otoritas.)
• Kita kurang iman macam apakah?
“Karena kamu kurang percaya.
Sebab Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya sekiranya kamu
mempunyai iman seperti biji
sesawi saja…
Menurut bahasa Yunani: “iman
seperti biji sesawi”, bukan “iman
sebesar biji sesawi.”
• Satu biji sesawi itu kecil sekali.
• Yesus baru saja membentak
murid-murid-Nya karena mereka
kurang iman---imannya kecil.
• Jadi fokus-Nya bukan kepada
besarnya biji sesawi itu, melainkan
kepada ciri-cirinya.
Sesungguhnya sekiranya kamu
mempunyai iman seperti biji sesawi
saja…
kamu dapat berkata kepada
gunung ini: Pindah dari tempat ini ke
sana, -- maka gunung ini akan
pindah, dan takkan ada yang mustahil
bagimu.
Para murid kurang
“iman yang memindahkan gunung”
• “Iman seperti biji sesawi” dapat
memindahkan gunung dan
melakukan hal yang mustahil.
• Para murid gagal mengusir setan
itu karena mereka kurang iman
seperti biji sesawi (bukan karena
kurang “urapan”).
Ayat yang berikut tidak ada dalam semua
naskah bahasaYunani Perjanjian Baru:
21 (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali
dengan berdoa dan berpuasa.)"
Doa/puasa itu menghasilkan iman kami
yang bertambah besar sehingga dapat
mengusir setan-setan.
Iman yang memindahkan gunung
Lukas 7.2 Di situ ada seorang
perwira yang mempunyai seorang
hamba, yang sangat dihargainya.
Hamba itu sedang sakit keras dan
hampir mati.
3 Ketika perwira itu mendengar
tentang Yesus, ia menyuruh
beberapa orang tua-tua Yahudi
kepada-Nya untuk meminta,
supaya Ia datang dan
menyembuhkan hambanya….
...6 Lalu Yesus pergi bersama-sama
dengan mereka. Ketika Ia tidak
jauh lagi dari rumah perwira itu,
perwira itu menyuruh sahabatsahabatnya untuk mengatakan
kepada-Nya:
"Tuan, janganlah bersusah-susah,
sebab aku tidak layak menerima
Tuan di dalam rumahku;
…Tetapi katakan saja sepatah
kata, maka hambaku itu akan
sembuh.
Katakan apa?
Mari kita menyelidiki apa yang sangat
dimengerti oleh perwira ini…
8a Sebab aku sendiri seorang bawahan,
dan di bawahku ada pula prajurit.
Perwira ini dibawah otoritas atasannya
dan berotoritas atas bawahannya.
Atasan
Harus tunduk!
Perwira
Harus tunduk!
Bawahan
Lukas 7:8b …Jika aku berkata kepada
salah seorang prajurit itu: Pergi!,
maka ia pergi,
dan kepada seorang lagi: Datang!,
maka ia datang,
ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah
ini!,
maka ia mengerjakannya.“
Apakah perwira ini pernah
meragukan perintahnya harus dan
akan dijalankan oleh bawahannya?
9 Setelah Yesus mendengar
perkataan itu, Ia heran akan dia,
dan sambil berpaling kepada orang
banyak yang mengikuti Dia, Ia
berkata:
"Aku berkata kepadamu, iman
sebesar ini tidak pernah Aku
jumpai, sekalipun di antara orang
Israel!“
Iman besar apakah yang dimiliki
oleh perwira ini?
Tentu saja dia punya iman
kepada Tuhan bahwa Tuhan
dapat menyembuhkan hambanya:
dia beriman kepada Yesus
Lebih lagi, dia mengerti iman
satu macam lagi.
Yaitu, dia tidak ragu dihatinya
bawahannya harus dan pasti
akan tunduk kepada perintahnya.
Inilah iman yang memindahkan
gunung---yaitu iman tanpa
bimbang.
10 Dan setelah orang-orang yang
disuruh itu kembali ke rumah,
didapatinyalah hamba itu telah
sehat kembali.
Iman yang memindahkan
gunung
Mark 11:23 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa berkata
kepada gunung ini: Beranjaklah dan
tercampaklah ke dalam laut!
asal tidak bimbang hatinya, tetapi
percaya, bahwa apa yang dikatakannya
itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi
baginya.
Apa yang dimaksud dengan iman
yang “memindahkan gunung”?
Mark 11:12 Keesokan harinya
sesudah Yesus dan kedua belas
murid-Nya meninggalkan Betania,
Yesus merasa lapar.
13 Dan dari jauh Ia melihat pohon
ara yang sudah berdaun. Ia
mendekatinya untuk melihat kalaukalau Ia mendapat apa-apa pada
pohon itu.
Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak
mendapat apa-apa selain daundaun saja, sebab memang bukan
musim buah ara.
Markus 11.14 Maka kataNya
kepada pohon itu: “Jangan lagi
seorangpun makan buahmu
selama-lamanya!” Dan muridmuridNyapun mendengarnya.
…20 Pagi-pagi ketika Yesus dan
murid-muridNya lewat, mereka
melihat pohon ara tadi sudah
kering sampai ke akar-akarnya.
Bagaimanakah Yesus melakukan
mujizat ini?
Yesus melakukan mujizat ini bukan lewat
doa, melainkan lewat mengeluarkan
perintah kepada pohon itu.
BapaNya telah memberikan kepadaNya
otoritas menguasai pohon itu.
Yesus mau supaya pohon itu mati, jadi
Dia perintahkan dia mati. Pohon itu
tunduk.
Dengan cara bagaimanakah Yesus
perintahkan pohon itu mati sehingga
mujizat itu terjadi?
21 Maka teringatlah Petrus akan apa
yang telah terjadi, lalu ia berkata
kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara
yang Kaukutuk itu sudah kering.”
Petrus ingin tahu bagaimana Yesus
melakukan mujizat ini.
Pada ayat yang berikut,Yesus menyatakan bagaimana Dia menjalakan
otoritas untuk melakukan mujizat ini.
22 Yesus menjawab mereka:
“Percayalah kepada Allah!”
Menurut bahasa Yunani, bisa juga:
“Punyalah iman yang Allah
punya”
Markus 11:22 “Punyalah iman yang
Allah punya.”
23 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa berkata
kepada gunung ini: Beranjaklah dan
tercampaklah ke dalam laut!
“Asal tidak bimbang hatinya, tetapi
percaya, bahwa apa yang
dikatakan-nya itu akan terjadi, maka
hal itu akan terjadi baginya.”
Boleh dikatakan “imanNya Allah”
itu sama dengan “iman yang
memindahkan gunung.”
Yesus melakukan mujizat itu
dengan menjalankan otoritasNya
dan memerintahkan pohon itu
mati dengan imanNya Allah atau
iman yang memindahkan
gunung.
ImanNya Allah:
• tidak bimbang hatinya
• “Apa saja yang saya katakan
harus terjadi”
Biji Sesawi
Biji sesawi---yang hampir tidak
kelihatan---dapat menghasilkan…
Pohon sesawi---yang sangat
nampak
• Biji sesawi itu hampir tidak kelihatan.
• Dengan demikian juga, iman itu tidak
kelihatan.
• Tetapi imannya Allah atau iman seperti
biji sesawi dapat memindahkan
gunung dan mengusir sakitpenyakit dan setan-setan, yaitu halhal yang nampak dan nyata didunia.
Dan imannya Allah tidak
bimbang!
Akibat dari meragukan apakah
kita dapat melakukan apa yang
Tuhan perintahkan untuk kita
lakukan
Petrus berjalan diatas air
Petrus ada didalam perahu di
danau Galilea pada waktu dia
melihat Yesus berjalan diatas air.
Matius 14:28 Lalu Petrus berseru
dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila
Engkau itu, suruhlah aku datang
kepada-Mu berjalan di atas air."
Petrus kagum melihat Yesus
berjalan diatas air dan dia juga
ingin berbuat yang sama.
Petrus menunggu perintah dari
Tuhan Yesus untuk datang
kepadaNya berjalan diatas air.
Petrus sangat bijaksana.
Sebelum dia memberanikan diri menjalankan mujizat ini, Petrus perlu
menerima perintah dari Tuhan untuk melakukannya.
Bagaimana akibatnya kalau kita coba berjalan diatas air lautan tanpa
diperintahkan oleh Tuhan?
29 Kata Yesus: "Datanglah!"
Maka Petrus turun dari perahu
dan berjalan di atas air
mendapatkan Yesus.
Pada waktu Yesus mengeluarkan
perintah supaya “datanglah”, kita tahu
bahwa:
Petrus melakukan mujizat ini menurut
kehendak Tuhan.
Petrus telah diberikan otoritas oleh
Tuhan untuk berjalan diatas air.
Hanya dengan demikian Petrus
memberanikan diri turun dari perahu
dan berjalan diatas air.
Demikian juga, sebelum kita coba
menjalankan suatu mujizat, kita harus
menerima perintah dari Tuhan untuk
melakukannya.
Kalau kita berani coba melakukan
suatu mujizat tanpa diperintahkan oleh
Tuhan, kita kemungkinan ambil resiko.
Misalnya, pernahkah Tuhan dengan
jelas didalam injil perintahkan kita
mengusir roh-roh yang di udara?
29 Kata Yesus: "Datanglah!"
Maka Petrus turun dari perahu
dan berjalan di atas air
mendapatkan Yesus.
30 Tetapi ketika dirasanya tiupan
angin, takutlah ia dan mulai
tenggelam lalu berteriak: "Tuhan,
tolonglah aku!"
31 Segera Yesus mengulurkan
tangan-Nya, memegang dia
dan berkata: "Hai orang yang
kurang percaya, mengapa
engkau bimbang?"
Yesus tidak senang dengar seruan
Petrus karena:
Dia sudah perintahkan Petrus
datang berjalan di atas air dan
menuntut dia berhasil
menjalankan perintahNya
Mengapa Petrus tenggelam?
Yesus berkata: "Hai orang yang
kurang percaya [atau kurang iman],
mengapa engkau bimbang?"
Petrus tenggelam karena dia
bimbang.
Tepatnya apa yang Petrus ragukan?
Kita selalu mengajar umat Tuhan
supaya jangan bimbang terhadap Bapa
kami yang di sorga. Tetapi…
• Apakah Petrus bimbang terhadap
Allah disini?
• Apakah Petrus bimbang terhadap
Tuhan Yesus disini?
• Apakah Petrus bimbang Yesus bisa
berjalan diatas air disini?
• Tepatnya apa yang Petrus ragukan?
Karena Petrus bimbang dia bisa
berjalan di atas air sebagaimana
diperintahkan Yesus, dapat dikatakan
dia kurang...
imanNya Allah
ImanNya Allah
Markus 11:22 Yesus menjawab mereka:
“Punyalah iman yang Allah punya.”
23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung
ini: Beranjaklah dan tercampaklah…!
asal tidak bimbang hatinya, tetapi
percaya, bahwa apa yang dikatakannya
itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi
baginya.
Iman kepada Allah
Saya yakin Tuhan bisa melakukannya
ImanNya Allah
Saya yakin saya bisa melakukannya karena diberikan otoritas & kesanggupan oleh
Tuhan dan diperintahkan oleh Tuhan untuk melakukannya
Setiap murid Tuhan seharusnya punya iman kepada Allah: “tidak ada yang
mustahil untuk Allah.”
Apakah setiap murid juga seharusnya punya imanNya Allah untuk menaati
perintah-perintahNya dan untuk melayani Dia secara efektif?
Tidak cukup kita turun dari
perahu saja.
Kita juga harus berjalan diatas
air dengan tidak tenggelam
Tidak cukup kita hanya berusaha
untuk menyembuh-kan orang
sakit sebagaimana diperintahkan
oleh Tuhan.
Kita juga harus menyatakan kuasa
kesembuhan secara nyata untuk
membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan.
Kemungkinan pada mulanya
saudara akan diuji oleh sesuatu.
Seorang bos bisa diuji oleh
bawahannya.
Dengan demikian juga kita bisa
diuji pada waktu kita menjalankan
otoritas atas penyakit dan setan.
Lima contoh untuk
“imanNya Allah”
1. Bagaimana Allah
memindahkan gunung?
Markus 11:23 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa berkata
kepada gunung ini: Beranjaklah dan
tercampaklah ke dalam laut!
Apakah Allah bimbang bahwa gunung itu
akan menaati Dia?
Asal tidak bimbang hatinya, tetapi
percaya, bahwa apa yang
dikatakannya itu akan terjadi, maka hal
itu akan terjadi baginya.”
Allah tidak bimbang bahwa gunung
itu akan menaati Dia karena Dia
tahu gunung itu ada dibawah
otoritasNya.
Jadi, gunung itu harus menaati Dia.
Maka, pada waktu Allah mengeluarkan perintah kepada gunung itu,
Dia berbicara dengan imanNya
Allah.
2. “Jadilah terang!”
Apakah Tuhan bimbang
bahwa terang itu akan jadi?
Kenapa tidak?
Allah tidak bimbang bahwa terang
itu akan menaati Dia karena Dia
tahu terang itu ada dibawah
otoritasNya.
Jadi, terang itu harus menaati Dia.
Maka, pada waktu Allah
mengeluar-kan perintah kepada
terang itu, Dia berbicara dengan
imanNya Allah.
3. Tuhan Yesus mengutuk
pohon ara
Apakah Tuhan Yesus
bimbang bahwa pohon itu
akan mati?
Kenapa tidak?
Yesus tidak bimbang bahwa pohon
itu akan menaati Dia karena Dia
tahu pohon itu ada dibawah
otoritasNya.
Jadi, pohon itu harus menaati Dia.
Maka, pada waktu Yesus
mengeluar-kan perintah kepada
pohon itu, Dia berbicara dengan
imanNya Allah.
4.Yesus membangkitkan
Lazarus
Apakah Tuhan Yesus
bimbang bahwa Lazarus itu
akan bangkit?
Kenapa tidak?
Yesus tidak bimbang bahwa Lazarus
akan bangkit karena Dia tahu BapaNya
telah memberikan kepadaNya otoritas
untuk membangkitkan orang mati.
Maka, Lazarus harus menaati
perintahNya untuk bangkit.
Yohanes 5:21 Sebab sama seperti Bapa
membangkitkan orang-orang mati dan
menghidupkannya, demikian juga Anak
menghidupkan barangsiapa yang
dikehendaki-Nya.
5. Saudara perintahkan
anjing saudara “duduk”
Apakah saudara bimbang?
Kita tidak bimbang bahwa anjing
peliharaan kita akan menaati
perintah kita karena kita tahu
anjing itu ada dibawah otoritas
kita.
Jadi, anjing itu harus menaati kita.
Maka, pada waktu kita keluarkan
perintah kepada anjing kita, kita
berbicara dengan imanNya Allah.
• Cara yang salah untuk
perintahkan anjing kita duduk
• Cara yang salah untuk mengusir
setan
• Otoritas sendirian tidak cukup
untuk mengusir setan.
• Otoritas harus dijalankan dengan
iman yang memindahkan gunung
atau imanNya Allah.
Pada waktu seorang jenderal
mengeluarkan perintah kepada
bawahannya, dia berbicara tanpa
bimbang dan sama sekali tidak
takut akan ditolak.
Oleh karena dia diberikan otoritas
atas bawahannya, dia percaya
bahwa apa yang dikatakannya
kepada bawahannya itu akan
terjadi.
Pengikut Yesus Kristus yang diutus
untuk memberitakan Kerajaan
Allah telah diberikan otoritas
menguasai penyakit dan
setan.
(Kami tidak mengajar bahwa orang
percaya telah diberikan segala
otoritas sama seperti Allah sendiri)
Jadi pada waktu dalam konteksnya
ini kita perintahkan penyakit dan
setan untuk pergi dalam nama
Kristus, kita berbicara dengan
imanNya Allah, tanpa bimbang
atau takut akan kegagalan.
Otoritas atas penyakit dan setan
harus dijalankan dengan imanNya
Allah atau iman yang memindahkan
gunung.
Akibat daripada kekurangan iman
kemungkinan kegagalan.
Otoritas
“Potensi” untuk menyembuhkan
dalam diri saudara yang diberi oleh
Tuhan
Iman yg memindahkan gunung
mewujudkan potensi ini supaya
menyembuhkan penyakit
Saudara tidak kurang “urapan”;
saudara kurang imanNya
Allah saja
Setelah Yesus dipenuhi oleh Roh
Kudus dan berpuasa, Dia menerima
otoritas untuk menguasai penyakit
dan setan-setan.
Otoritas ini harus dipakai dengan
imanNya Allah untuk
menyembuhkan orang sakit dan
mengusir setan-setan.
ImanNya Allah (tindakan raja)
Untuk perintahkan penyakit & setan
Markus 11:23 Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa berkata
kepada gunung ini: Beranjaklah dan
tercampaklah ke dalam laut! asal tidak
bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa
apa yang dikatakannya itu akan terjadi,
maka hal itu akan terjadi baginya.
Iman kepada Allah
(tindakan imamat)
Untuk berhubung dengan Tuhan
Mark 11:24 Karena itu Aku berkata
kepadamu: apa saja yang kamu minta
dan doakan, percayalah bahwa kamu
telah menerimanya, maka hal itu akan
diberikan kepadamu.
Minta kepada Tuhan iman yang
memindahkan gunung, dan percayalah
bahwa kamu telah menerimanya.
Mengampuni orang lain
Mark 11:25 Dan jika kamu berdiri
untuk berdoa, ampunilah dahulu
sekiranya ada barang sesuatu dalam
hatimu terhadap seseorang, supaya juga
Bapamu yang di sorga mengampuni
kesalahan-kesalahanmu.“
Kalau kita mau Tuhan mengabulkan doa
kita, kita harus mengampuni orang lain.
Allah
“iman
kepada Allah”
Murid-muridYesus
“imanNya
Allah”
Penyakit & setan & daging
Arah
Jabatan imamat: ke atas
Profetik: horizontal
Jabatan raja: ke bawah
Jabatan imamat
Bukan untuk menyelesaikan
Amanat Agung,
melainkan untuk beribadah
kepada Tuhan yang di sorga
Jabatan profetik
Bukan untuk menyelesaikan
Amanat Agung,
melainkan untuk membangun
tubuh Kristus dan sesama
orang percaya di dunia
Jabatan raja
Untuk menyelesaikan Amanat
Agung:
untuk memusnahkah pekerjaan
musuh kita;
untuk menyembuhkan orang sakit
dan memberitakan Kerajaan Sorga
kepada orang terhilang
Demonstrasi

similar documents