Akad dan Kontrak

Report
Akad dan Kontrak dalam perspektif
syariah dan konvesional
Suryo Mulyono
Hengky Sanjaya
Anjar N
Dios Andri
M. Febriangga
Ikhsan Yoga U
• Apa yang dimaksud dengan akad ?
• Apa yang dimaksud dengan kontrak ?
Definisi Akad
• Secara literal, Pengertian akad berasal dari bahasa arab
yaitu a’qqoda, ya’qidu,a’qdan yang berarti perjanjian
atau persetujuan (yang tercatat) atau kontrak.
• Secara terminologi ulama fiqih, Dari segi umum,
pengertian akad yaitu segala sesuatu yang dikerjakan
oleh seseorang berdasakan keinginananya sendiri
seperti waqaf, talak, pembebasan, dan segala sesuatu
yang pembentukannya membutuhkan keinginan dua
orang seperti jual beli, perwakilan, dan gadai.
• Sedangkan menurut ulama syari'ah akad
adalah ikatan antara ‘ijab' dan ‘qabul' yang
diselenggarakan menurut ketentuan syari'ah
di mana terjadi konsekuensi hukum atas
sesuatu yang karenanya akad tersebut
diselenggarakan.
Definisi Kontrak
• pengertian kontrak menurut Pasal 1313
KUHPerdata adalah suatu perbuatan dimana satu
orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap
satu orang lain atau lebih.
• Secara umum kontrak adalah seperangkat janjijanji dan akibat pengingkaran atau pelanggaran
atasnya hukum yang membrikan pemulihan atau
menetapkan kewajiban bagi yang ingkar janji
disertai sanksi dan pelaksanaanya.
Rukun Aqad
• Aqid (orang yang menyelenggarakan aqad)
• M a’qud ‘alaih (objek transaksi)
• Sighat (ijab dan qobul)
Syarat terjadinya akad
Syarat terjadinya akad adalah segala sesuatu yang
disyaratkan untuk terjadinya akad secara syara’.
Syarat ini terbagi menjadi dua yaitu
• Syarat umum adalah syarat–syarat akad yang
wajib sempurna wujudnya dalam berbagai akad.
• Syarat khusus adalah syarat-syarat yang wujudnya
wajib ada dalam sebagian akad. Syarat ini juga
sering disebut syarat idhafi (tambahan yang harus
ada disamping syarat-syarat yang umum, seperti
syarat adanya saksi dalam pernikahan.
Syarat Pelaksanaan akad
• Kepemilikan.
Sesuatu yang dimiliki oleh seseorang sehingga
ia bebas beraktivitas dengan apa-apa yang
dimilikinya sesuai dengan aturan syara’ dan,
• kekuasaan.
• Kemampuan seseorang dalam ber-tasharuf
sesuai dengan ketentuan syara’.
Akad dalam pandangan Islam
• Islam memandang akad sebagai sesuatu yang
sangat penting tanpa akad yang benar dan
shahih sebuah transaksi bisnis tidak menjadi
sah dan halal dalam mata agama, karena
pentingnya maka akad dijelaskan di dalam Al
Qur’an seperti tertuang di dalam surat Al
Baqarah 232, al-Maidah ( [5] : 1 ), Surat anNisa’ ( [4]: 29 ) . Yang menjadi dasar hukum
dari akad itu sendiri di dalam agama Islam.
Akad syariah dalam bisnis
•
•
•
•
•
•
•
Bentuk aplikasi dari akad syariah dalam bisnis,
diantaranya ;
Al Musyarakah (Kerjasama Modal Usaha),
Al Mudharabah (Kerjasama Mitra Usaha dan Investasi),
Al Murabahah (Jual Beli dengan Pembayaran Tangguh),
Bai’ As Salam (Pesanan Barang dengan Pembayaran di
Muka),
Bai’ Al Istishna’ (Jual Beli Berdasarkan Pesanan),
Al Ijarah (Sewa/ Leasing),
Qard Al Hasan (Pinjaman Kebajikan).
Akad dalam syariah dan konvesional
• ijab qobul (tawaran dan penerimaan)
• Kepemilikan barang dan transaksinya benar
dan sah
• Komoditas yang ditransaksikan berbentuk
harta yang bernilai
• Harga yang ditetapkan merupakan harga
potensilan dan wajar
Perbedaan proses bisnis syariah dan
konvesional
• Proses bisnis konvensional mengedepankan
sistem bunga sebagai instrumen provitnya
• Bersumber dari dasar pemikiran manusia
untuk bertahan hidup dalam kehidupan
perekonomian yang bersifat temporal
• Bisnis syariah berdasar kan Quran dan Hadits
yang tidak bisa dibandingkan dengan
pemikiran manusia
Langit adalah batas impianmu, jangan pernah
bercita-cita terlalu rendah, jangan
terlalurendah dalam meminta, Jikaengkau
Dapat Menaikitangga Ke Langit,mengapa
Hanyabertahan Di Bumi
Terimakasih…

similar documents