ka bappeda musrenbang priangan timur 2013

Report
Disampaikan oleh:
PROF. DR. Ir. DENY JUANDA PURADIMAJA, DEA
Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Barat
Pra Musrenbang Provinsi di BKPP I Bogor
Botani Square Bogor, 26 Maret 2013
Pra Musrenbang Provinsi di BKPP II Purwakarta
Graha Vidya Jatiluhur, 27 Maret 2013
Pra Musrenbang Provinsi di BKPP III Cirebon
Pusdiklatpri Cirebon, 27 Maret 2013
Pra Musrenbang Provinsi di BKPP IV Priangan Timur
Hotel Asri, Tasikmalaya, 28 Maret 2013
Pra Musrenbang Provinsi di BKPP IV Priangan Barat
Hotel Puri Khatulistiwa, Sumedang, 01 April 2013
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT
PROSES DAN JADWAL MUSRENBANG 2013
UNTUK PERENCANAAN 2014
RANGKAIAN MUSRENBANG PROVINSI
2 – 31 Januari 2013
MUSRENBANG
DESA/
KELURAHAN
Januari
18-22 Maret 2013
FORUM OPD
PROVINSI
Februari
25 Maret – 1 April 2013
PRA
MUSRENBANG
KEWILAYAHAN
(BKPP)
Maret
MUSRENBANG
KECAMATAN
MUSRENBANG
KABUPATEN/
KOTA
1 – 28 Pebruari 2013
1 – 20 Maret 2013
INOVASI MUSRENBANG JABAR
9 - 10 April 2013
15 Mei 2013
MUSRENBANG
PROVINSI
PENETAPAN
PERATURAN
GUBERNUR
TENTANG RKPD
2014
April
Mei
15 – 19, 24 April 2013
25 April 2013
PRA
MUSRENBANG
NASIONAL
MUSRENBANG
NASIONAL
PASCA
MUSRENBANG
NASIONAL
Minggu ke-2
Mei 2013
RANGKAIAN MUSRENBANG NASIONAL
2
1
SOSOK MASA DEPAN JAWA BARAT 2025
SOSOK INSAN JAWA BARAT YANG AGAMIS DENGAN 7 (TUJUH) PENCIRI UTAMA:
1. SEHAT, CERDAS DAN CERMAT
2. PRODUKTIF DAN BERDAYA SAING TINGGI
3. MANDIRI DAN PANDAI MENGATUR DIRI
4. BERDAYA TAHAN TINGGI DALAM PERSAINGAN
5. PANDAI MEMBANGUN JEJARING DAN PERSAHABATAN GLOBAL
6. BERINTEGRITAS TINGGI
7. BERMARTABAT
SOSOK PEMBANGUNAN FISIK JAWA BARAT TAHUN 2025
Pel.Cirebon
Pel.Cirebon
Tol Kanci-Pejagan
Tol Kanci-Pejagan
RANCABUAYA
PKW
PKW
RANCABUAYA
RANCABUAYA
TPITPI
Pelabuhan
Ratu
Pelabuhan Ratu
ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025
2
KONSEP PENGELOLAAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT MELALUI MODEL HYBRID : MEMADUKAN
PENGEMBANGAN METROPOLITAN DI JAWA BARAT
PENGELOLAAN PEMBANGUNAN BERBASIS DAERAH OTONOM DAN METROPOLITAN
3
1. Pengembangan
metropolitan sebagai
penghela percepatan
pembangunan Jawa
Barat.
2. Pengembangan
Koridor Ekonomi
Indonesia di Jawa
Barat bertumpu pada
pengembangan 3
Metropolitan :
Bodebek Karpur,
Bandung Raya, dan
Cirebon Raya
RENCANA PEMBANGUNAN
PELABUHAN LAUT CILAMAYA
Jakarta
5
6
Sentul
2
Metro
Bodebekkarpur
PELABUHAN LAUT
CIREBON
Cariu
1
Sk.makmur
Aerocity
Kertajati
Metro
Bandung Raya
4
PKNp
Metro
Cirebon Raya
7
Pelabuha
Palabuhanratu
n Ratu
PELABUHAN LAUT
PALABUHAN RATU
Prov. Jaw
Tengah
Surade
Tegalbuleud
NO
JALAN TOL
1
Cikampek-Palimanan (116 km)
2
Bogor Ring Road (11 km)
3
Cikarang-Tj.Priok (34,5 km)
4
Ciawi-Sukabumi (54 km)
5
Cimanggis-Cibitung (25,4 km)
6
Depok-Antasari (21,7 km)
7
Cileunyi-Sumedang-Dawuan (60,1 km)
Cidaun
PKNp
Rancabuaya
PanganPangandaran
daran
Kelapagenep
Jalan Tol Eksisting
Jalan SNR
Rencana Jalan Tol
Jalan Alternatif Puncak
310
TIGA METROPOLITAN DAN DUA GROWTH CENTER
DI PROVINSI JAWA BARAT
METROPOLITAN
BODEBEK
KARPUR
Growth
Center
Palabuhan
Ratu
METROPOLITAN
BANDUNG
RAYA
METROPOLITAN
CIREBON RAYA
Growth
Center
Pangandaran
metropolitan.jabarprov.go.id
4
RENCANA TATA RUANG KAWASAN JABAR SELATAN
PKN Bodebek
PKN Perkotaan
Bandung Raya
PKW Sukabumi
PKNp Palabuhanratu
Garut
PKWp Banjar
Pangalengan
Tegalbuleud
Sindangbarang
PKW Tasikmalaya
PKNp Pangandaran
GREEN TEA
PKWp Rancabuaya
CREATIVE CITY
Pameungpeuk
Pamegatan
“GERBANG SELATAN INDONESIA”
Cibalong
BATAS JABSEL
CHRISTMAS
ISLAND
Kalapagenep
BLK
KOTA WISATA PENYU
ORGANIC TEA PLANTATION
MONUMEN TSUNAMI JABAR
PELABUHAN SAMUDERA
KOTA WISATA/INDUSTRI
‘AGROMARINA’
TAMAN NASIONAL SANCANG
GEO-EDU TOURISM
PUSAT TERUMBU KARANG
EUROPEAN RETIREMENT
TOWN
BANDARA
BLK
MINAT KHUSUS/SURF
MINAPOLITAN
PPI/TPI
PANAS BUMI
WADUK (SUKASARI)
MINING INDUSTRY
MARINE INDUSTRY
SOCIETY
HOT SPRING/ SPA
512
PETERNAKAN SAPI
POTONG
GROWTH CENTER PANGANDARAN
“Growth Center Pangandaran dikembangkan
sebagai PUSAT PERTUMBUHAN berbasis
SEKTOR PARIWISATA “
Sumber Peta: Analisis WJPMDM 2012, SP 2010,GIS Bappeda Jabar 2010
metropolitan.jabarprov.go.id
6
STUKTUR PENDUDUK JAWA BARAT MENURUT HASIL FINAL SP2010
Sumber : BPS Prov. Jabar ; olahan [email protected]
7,04% dari jumlah total penduduk
Jabar berusia 60 tahun ke atas
Kelompok Usia Tua
63,69% dari jumlah total penduduk
Jabar berusia 15 s.d 59 tahun
Kelompok Usia Produktif
29,26% dari jumlah total penduduk
Jabar berusia 0 s.d 14 tahun
Kelompok Usia Muda
BALITA (0-4 Tahun) di Jawa Barat sebesar 9,58%
7
2023-2025
RPJPD
PROVINSI
JAWA BARAT
20182023
2013-2018
20082013
2005-2008
PENATAAN DAN
PERSIAPAN
PRANATA
PENDUKUNG
MELALUI
KUALITAS
SUMBER DAYA
MANUSIA
MENCAPAI
KEUNGGULAN
MASYARAKAT
JAWA BARAT
DISEGALA
BIDANG
MENCAPAI
KEMANDIRIAN
MASYARAKAT
JAWA BARAT
MEMANTAPKAN
PEMBANGUNAN
SECARA
MENYELURUH
PENYIAPAN
KEMANDIRIAN
MASYARAKAT
JAWA BARAT
TEMA PEMBANGUNAN JAWA BARAT 2014*:
Pembangunan Jawa Barat yang Lebih Fokus, Efektif dan Efisien
Melalui Sinkronisasi dan Sinergi Berderajat Tinggi
Berbasis Multi Pihak dan Mitra Strategis Global Untuk
Mewujudkan Masyarakat Jawa Barat yang Lebih Maju dan Sejahtera
* Rancangan Awal RKPD 2014
8
TRANSFORMASI PARADIGMA PEMBANGUNAN JAWA BARAT
MELALUI PENDEKATAN
4 PILAR UTAMA PEMBANGUNAN (ABGC) DAN 1 SIMPUL (LR)
“JABAR MASAGI”
Strengthening Local Actors
G
B
B
LR
A
A
G
Sumber : Deny Juanda P., 2011
A
B
G
C
LR
C
: Academician/akademisi
: Businessman/pelaku usaha
: Government/pemerintahan
: Community/komunitas dan Cyber
= Laws and Regulations
9
ALUR PROSES PENYUSUNAN DOKUMEN RKPD 2014
TARGET-TARGET
RPJMN
RAKORBANGPUS
KONSULTASI
TRIWULANAN
RANCANGAN
AWAL RKP
KOMUNIKASI PUBLIK :
1. MEDIA ELEKTRONIK,
2. MEDIA CETAK
3. SMS
JABARMEMBANGUN
PRA
MUSRENBANGNAS
DAN MUSRENBANG
NASIONAL
RESES,
RESES,
PEMBAHASAN
KOMISI
DPRD
PEMBAHASAN
KOMISI
DPRD
RKPD 2014
DOKUMEN
RANCANGAN
AWAL
RKPD 2014
1.MUSRENBANG
KAB/KOTA,
2. PRA MUSRENBANG
WILAYAH
3.FORUM OPD/BIRO
DOKUMEN
RANCANGAN
RKPD 2014
MUSRENBANG
PROVINSI
RANCANGA
N AKHIR
RKPD 2014
PERATURAN
GUBERNUR
1. RPJMD 2008-2013
2.KONSULTASI
OPD/BIRO
3.FGD
MULTISTAKEHOLDERS
1. HASIL KOMITE
PERENCANA
2. HASIL
METROPOLITAN DEV.
MANAGEMENT
DOKUMEN HASIL
PEMBAHASAN
PADA
1. MUSRENBANG
KAB/KOTA
2. PRAMUSRENBA
NG WILAYAH
3. FORUM
OPD/BIRO
Proses Teknokratik
VERIFIKASI
PROGRAM
DAN
KEGIATAN
PRIORITAS
Proses Partisipatif dan Bottom
Up
DOKUMEN
HASIL
PEMBAHASA
N PADA
MUSRENBAN
G PROVINSI
VERIFIKASI
PROGRAM
DAN
KEGIATAN
PRIORITAS
Proses Politik
Proses Top
Down
10
SINERGI PERENCANAAN PUSAT DAN DAERAH
RPJPD
PROV
DIACU
DIPERHATIKAN
RPJMD
PROV
PEDOMAN
RPJMD
K/K
PEDOMAN
RENSTRA
K/L
DIJABARKAN
DIJABARKAN
PEDOMAN
RKPD
PROV
Bappenas RI,2013
RENJA
K/L
PEDOMAN
RAPBD
PROV
DIACU
PEDOMAN
RKPD
K/K
RENJA
SKPD PROV
PEDOMAN
RAPBD
K/K
DIACU
PEDOMAN
RENSTRA
SKPD K/K
RAPBN
DIACU
PEDOMAN
RENSTRA
SKPD PROV
PEDOMAN
RKP
DIACU DAN
DISERASIKAN
DIJABARKAN
DIACU DAN
DISERASIKAN
DIACU
PEDOMAN
RPJMN
DIPERHATIKAN
PEDOMAN
RPJPN
RPJPD
K/K
1 TAHUN
5 TAHUN
20 TAHUN
PEDOMAN
RENJA
SKPD K/K
11
PEMANGKU KEPENTINGAN PEMBANGUNAN JAWA BARAT
Forum SKPD
Reses DPRD
8
PRA-MUSRENBANG WKPP I-IV
KUNKER
PIMPINAN
25 Maret- 1 April
2013
RANCANGAN RKPD 2014
MUSRENBANG PROVINSI
9-10 April
RANCANGAN AKHIR RKPD 2014
EVALUASI KEMENDAGRI BERSAMA 12 K/L
RKPD 2014
Hal
Baru
12
PROSES TEKNOKRATIK DAN POLITIK DALAM PENGANGGARAN TAHUNAN
PROSES TEKNOKRATIK DOMINAN
RKP
(PP 20/2004)
Rancangan
RKPD P/K/K
KUA/PPAS
APBD
RKPD
P/K/K/Desa
Rancangan
Renja SKPD
Jan
Feb
RAPBD
Mrt
Apr
Mei
Renja SKPD
Jun
Juli
RKA-SKPD
Agt
Sept
Okt
Nov
Des
Musrenbang
NAS
Musrenbang
PROV
Musrenbang
RKPD K/K
Forum
SKPD
Musrenbang
Kecamatan
Musrenbang
Desa/kel
Rancangan
Interim RKP
(PP 40/2006)
Pra
Musrenbang
Kewilayahan
KETERANGAN:
Inovasi Jawa Barat berupa Pendekatan
Kewilayahan
Sumber : Permendagri No 54 Tahun 2010
13
JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL
POTENSI JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL :
•
•
•
•
•
•
•
JUMLAH PENDUDUK TERBANYAK 44.286.519 JIWA (2011), 44.548.431 Jiwa ( 2012)
PUSAT KEGIATAN INDUSTRI MANUFAKTUR DAN STRATEGIS NASIONAL
INSTALASI VITAL NASIONAL (PENDIDIKAN, LITBANG DAN HANKAM), DIANTARANYA BERKELAS
DUNIA
BERBATASAN DENGAN IBUKOTA NEGARA
MEMILIKI TIGA PUSAT KEGIATAN NASIONAL (PKN) DAN 2 PKN-P
MEMILIKI KONDISI ALAM DENGAN STRUKTUR GEOLOGI YANG KOMPLEKS
MEMILIKI TAMAN NASIONAL, SUAKA MARGASATWA DAN CAGAR ALAM
KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL :
•
•
•
•
•
BERKONTRIBUSI THD PDB NASIONAL (14,33%)
KONTRIBUSI TERHADAP PDB SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR (60%)
KONTRIBUSI PMA JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL (34,46%)
MENYUMBANG PRODUKSI BERAS NASIONAL (17,76% )
PROVINSI PRODUSEN KOMODITI EKSPOR NASIONAL
(AS 18,4%, Jepang 12,52%)
KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP REGIONAL JAWA BALI :
•
•
•
•
•
•
•
LINTASAN UTAMA ARUS REGIONAL BARANG DAN PENUMPANG SUMATERA-JAWA-BALI
PMDN TERTINGGI DI P. JAWA-BALI
PENYEDIA LISTRIK DENGAN KAPASITAS DAYA TERPASANG 4.654 MW : PLTA 1.941 MW, PLT
GEOTERMAL 1.061 MW, LAINNYA 1.652 MW
LUAS KAWASAN HUTAN TERBESAR DI JAWA-BALI SEBESAR (1,04 JT HA)
MEMILIKI 40 DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
MERUPAKAN TUJUAN WISATA
DEBIT AIR PERMUKAAN 81 MILYAR M3/TAHUN DAN AIR TANAH 150 JT M3/TAHUN
KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP IBUKOTA NEGARA :
Luas Jawa Barat :
3.709.528,44 Ha
•
•
•
PENYEDIA AIR BAKU UNTUK DKI
PENYEDIA BAHAN PANGAN UNTUK DKI
PENYEDIA LAHAN DAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG AKTIVITAS DKI
14
PROVINSI JAWA BARAT (2012)
Perkembangan Jumlah Penduduk
Kabupaten/Kota
Luas
Kecamatan
Kelurahan
Desa
: 26
: 3.709.528,44 Ha
: 627
: 638
: 5.316
Penduduk 2012
Indonesia
: 244.215.984 Jiwa
Jabar
: 44.548.431 Jiwa
Penduduk Miskin : 9,89%
PDRB (2012)
Inflasi (2012)
LPE (2012)
IPM (2012)
RLS (2012)
AKI (2011)
AKB (2012)
APK SD
APK SMP
APK SMA
APK PT
: 364,41 Trilyun
: 3,86%
: 6,21%
: 73,19*
: 8,15 th
: 217 per 100.000 Kel Hidup (rev)
: 30 per 1.000 Kel Hidup (rev)
: 96,97 Rangking 10 (2011/2012)
: 94,55 Rangking 23 (2011/2012)
: 67,78 Rangking 26 (2011/2012)
: 15,19 (2012)
15
ENVIRONMENT RANKING AND SCORE
FOR TOP 10 INDONESIA PROVINCES YEAR 2010
MACROECONOMIC STABILITY (MS)
GOVERNMENT & INSTITUTIONAL SETTING (GIS)
RANK
ECONOMY
SCORE
RANK
ECONOMY
SCORE
1
DKI Jakarta
3.2084
1
DKI Jakarta
1.1172
2
Jawa Timur
0.9111
2
Jawa Timur
0.6472
3
Jawa Barat
0.9083
3
Jawa Tengah
0.5804
4
Kalimantan
Timur
0.6212
4
Banten
0.5707
5
DI Yogyakarta
0.5480
5
Kepulauan Riau
0.3875
6
0.4770
6
Jawa Tengah
0.2862
Sulawesi
Selatan
7
Banten
0.2649
7
Gorontalo
0.4074
8
Bali
0.1384
8
Jawa Barat
0.4011
9
Riau
0.1354
9
0.3566
10
Sumatera Utara
0.0246
Sumatera
Selatan
10
Sulawesi Utara
0.3145
Sumber : Lee Kuan Yew School of Public Policy
16
ENVIRONMENT RANKING AND SCORE
FOR TOP 10 INDONESIA PROVINCES YEAR 2010
FINANCIAL, BUSINESSES &
MANPOWER CONDITIONS (FBMC)
QUALITY OF LIFE & INFRASTRUCTURE
DEVELOPMENT (QLID)
RANK
ECONOMY
SCORE
RANK
ECONOMY
SCORE
1
DKI Jakarta
1.3852
1
DKI Jakarta
1.2172
KalimantanTimur 0.9569
2
DI Yogyakarta
0.9930
3
Kepulauan Riau
0.6863
4
Kalimantan Timur
0.6358
5
Bali
0.4582
6
Banten
0.3824
7
Sulawesi Utara
0.2317
8
Kalimantan
Selatan
0.2258
9
Jawa Timur
0.2250
2
3
Jawa Timur
0.8626
4
Jawa Tengah
0.7059
5
Jawa Barat
0.6512
6
Riau
0.5489
7
Papua
0.1646
8
Sumatera
Selatan
0.1118
9
Kepulauan Riau
0.0563
10
Sulawesi Selatan
0.1884
10
Lampung
-0.0310
11
Riau
0.1759
Sumber : Lee Kuan Yew School of Public Policy
12
Jawa Barat
0.1415
17
PETA WILAYAH SUNGAI DI JAWA BARAT
KEWENANGAN PUSAT
KEWENANGAN PROVINSI
BERDASARKAN KEPPRES NO. 12 TAHUN 2012 TENTANG PENETAPAN WILAYAH SUNGAI
18
DAS CITARUM
•
•
•
•
•
Luas DAS 675.433 Ha
Meliputi 13 Kab/Kota(1.269 Desa)
Penduduk ±12.010.143 Jiwa
Sawah 214.958 Ha
Hutan 127.026 Ha
DAS CILIWUNG
•
•
•
•
•
Luas DAS 56.439 Ha
Meliputi 4 Kab/Kota (222 Desa)
Penduduk ±4.528.752 Jiwa
Sawah 3.918 Ha
Hutan 4.977 Ha
DAS CIMANUK
•
•
•
•
•
Luas DAS 370.528 Ha
Meliputi 4 Kab./Kota (979 Desa)
Penduduk ±4.554.111 Jiwa
Sawah 125.141 Ha
Hutan 50.204 Ha
Sumber:
Analisis SIG berdasarkan data Potensi
Desa SP 2010 dan Peta Tutupan Lahan
2010
DAS CITANDUY
•
•
•
•
•
Luas DAS 270.029 Ha
Meliputi 5 Kab/Kota (542 Desa)
Penduduk ±2.744.677 Jiwa
Sawah 73.251 Ha
Hutan 35.782 Ha
19
RUMAH TANGGA SASARAN HASIL PPLS 2011
PROVINSI JAWA BARAT
PPLS : PENDATAAN PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL
KETERANGAN:
(1) Rumah Tangga Sasaran yang di Survey Hasil PPLS: 4.311.524 (40% dari
Total Rumah Tangga Jawa Barat)
(2) Klasifikasi RTS Dengan Status Sosial Ekonomi 40% Terendah adalah :
1. K1 (0-10%) : 990.009 RTS
2. K2 (10-20%) : 1.164.607 RTS
3. K3 (20-30%) : 1.164.587 RTS
4. K4 (30-40%) : 992.321 RTS
Sumber : TNP2K 2012
PANTURA JABAR:
1.263.941 RTS (29%)
- Kab. Bekasi
: 154.881 RTS
- Kota Bekasi
: 106.204 RTS
- Kab. Karawang : 242.466 RTS
- Kab. Subang
: 196.950 RTS
- Kab. Indramayu : 248.095 RTS
- Kab. Cirebon
: 288.088 RTS
- Kota Cirebon
: 27.257 RTS
TENGAH JABAR:
1.699.795 RTS (40%)
- Kab. Bogor
: 315.000 RTS
- Kota Bandung
: 309.991 RTS
- Kab. Bandung Barat : 159.141 RTS
- Kab. Kuningan
: 138.305 RTS
- Kab. Majalengka
: 151.947 RTS
- Kab. Sumedang
: 127.440 RTS
- Kab. Purwakarta
: 82.704 RTS
- Kota Bogor
: 64.989 RTS
- Kota Sukabumi
: 23.720 RTS
- Kota Bandung
: 128. 852 RTS
- Kota Depok
: 80.285 RTS
- Kota Cimahi
: 35.278 RTS
- Kota Tasikmalaya : 66.228 RTS
- Kota Banjar
: 15.915 RTS
PANSELA JABAR :
1.347.788 RTS (31%)
- Kab. Sukabumi : 347.980 RTS
- Kab. Cianjur
: 305.082 RTS
- Kab. Garut
: 302.328 RTS
- Kab. Tasikmalaya : 205.894 RTS
- Kab. Ciamis
: 186.498 RTS
20
ISU STRATEGIS WILAYAH BKPP IV (PRIANGAN TIMUR)
PROVINSI JAWA BARAT
BIDANG FISIK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
Perbaikan Jalan Kabupaten/Kota bersama Dunia Usaha,
Persampahan, RUTILAHU dan Air Bersih
Bantuan Pendidikan LALIN dan SIM untuk Angkutan Umum
Jalan menuju Sentra Industri, Sentra Wisata dan Sentra
Pertanian
Pembangunan Jalan Lintas Cepat (Short Cut Kemacetan)
Pengembangan Transportasi Massal Perkotaan dan Terminal
Elektrifikasi Rumah Tangga
Valuasi dan Pengelelolaan SDA dan Hayati
Pengurangan Lahan Kritis pada Kawasan Lindung,
Pemenuhan RTH Kab/Kota dan Pengendalian alih fungsi
lahan pertanian
Penyelesaian Limbah Industri Kulit di Sukaregang dan
Limbah Industri Kerajinan Batik
Kemacetan di Limbangan dan Pasar Kadungora
Pembangunan Tol Cileunyi - Tasikmalaya
Penyelesaian Jalan Lingkar Utara Tasikmalaya dan Jalan
Poros CISINGA
Pengembangan 5 Pusat Pertumbuhan Kawasan Terpadu
Pantai Selatan
Peningkatan Bandara Nusawiru
Pembangunan Jalur Tengah Selatan – Selatan
Pengendalian Pertambangan Pasir Besi dan Reklamasi
Pertambangan serta Penanganan Paska Tambang di Pantai
Selatan
Penanganan Bersama Jalan Strategis Nasional
Pangandaran –Pelabuhan Ratu
Jasa Lingkungan Pemanfaatan Air Citanduy
Pembangunan Jembatan Gantung Pedesaan untuk
mendukung Pendidikan, Kesehatan dan Perekonomian
Pembangunan Terminal Khusus sebagai Pintu Gerbang
Jawa Barat Bagian Selatan
Reaktivasi Jalur Kereta Api Cijulang – Pengandaran dan
Jalur Kereta Api Garut Selatan
BIDANG SOSIAL BUDAYA :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
Pelayanan Akses Pendidikan Gratis SD/MI-SLTA/MA, RKB
Negeri/Swasta, Asrama/Kobong, Kesejahteraan Guru,
Pendidikan Misi Khusus (SMP dan SMK IPM), Transportasi Anak
Sekolah serta Pendidikan Inklusif
Beasiswa dan Bantuan Tugas Akhir untuk Mahasiswa dan
Kerjasama Riset
Pelayanan Kesehatan antara Kota dan Kabupaten,
Pembangunan Gedung Rawat GAKIN di RS Kab/Kota, Gedung
UGD di Kecamatan dan Revitalisasi Posyandu
Penanganan Pengangguran serta Lapangan Kerja
Pemugaran Keraton, Pengelolaan Cagar Budaya dan
Pelestarian Budaya Lokal
Penanganan terpadu untuk Balita dan Lansia
Penanganan Kemiskinan dan PMKS
Pembangunan Stadion Olahraga
Sarana untuk Gelar Karya dan Ekspresi Pemuda di Kab/Kota
Perpustakaan Daerah E-Library dan Pengembangan
Perpustakaan Perpustakaan Desa
Pengembangan Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi
Rendahnya RLS dan Daya Beli
Masyarakat Siaga Bencana
Pembangunan Rumah Sakit Jalur Lintas Selatan
Penyelesaian Proses Penegerian UNSIL
Perlindungan Tenaga Kerja dan Bantuan Hukum di Luar Negeri
Kesejahteraan Guru dan Tenaga Medis antar Provinsi
Perluasan Penyelenggaraan Pendidikan SMK dan Politeknik
Orientasi Agro Industri dan Agro Marine
Pencegahan Penyakit Menular (TBC, Hepatitis C dan HIV-AIDS)
Pengendalian dan Pencegahan Bahaya Narkoba
Pelibatan Komunitas Muda dalam Pembangunan
Kelestarian Komunikasi Kultural antar Permukiman sepanjang
Jalan TOL
21
ISU STRATEGIS WILAYAH BKPP IV (PRIANGAN TIMUR)
PROVINSI JAWA BARAT
BIDANG EKONOMI :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
Kawasan Industri dengan Pelayanan Terintegrasi
(Perumahan, Pendidikan, Kesehatan dan
Transportasi) untuk Solusi Kesejahteraan
Peningkatan Daya Beli
Rawan Pangan dan Pemanfaatan Lahan yang Kurang
Produktif
Komoditi Unggulan
Pelabuhan Perikan
Bantuan Proses Ijin Usaha serta Modal Usaha bagi
KUMKM melalui KCR
Investasi Lebih Kondusif
Pencetakan Sawah Baru di Jawa Barat Selatan
Lumbung Padi Nasional dan Surplus 10 Jt Ton Beras
Tahun 2014
Moderenisasi ALSINTAN Mandiri
Regenerasi dan Pencitraan Petani
Produksi dan Usaha Perikanan Laut dan Tawar
Peningkatan Produksi dan Distribusi Perunggasan
serta Ternak Sapi dan Domba
Pengembangbiakan Sapi Rancah
Pengembangan Sentra Industri Fashion
Kewirausahaan Kaum Pemuda Pengembangan
Industri Kerajinan Berbasis Komunitas Pesantren
dan Komunitas Umum
Wisata Volcano, Wisata Alam dan Wisata Kelautan
Pengendalian Lahan Sawah Berkelanjutan
Penetapan Kawasan Destinasi Wisata Dunia dan
Pencetakan Pemandu Wisata
BIDANG PEMERINTAHAN :
1. Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang Fokus
2. Bantuan Pendidikan Aparatur
3. Sinergi Pembangunan perbatasan Provinsi dan
Kab/Kota serta Batas Antar Kab/Kota dan Provinsi
4. Infrastruktur Perdesaan dan Pemerintahan Desa
serta Fasilitas Kerja Kecamatan
5. Pelibatan Community Outreach dalam
Pembangunan
6. Efektivitas Pemanfaatan Peran TJSL
7. Sinergi Pembangunan Daerah bersama BUMN dan
Perusahaan Asing
8. Pengendalian Keamanan dan TANTRIBUM
9. Tata Kelola Pengembangan Jawa Barat Bagian
Selatan
10. Tugu Perbatasan Jawa Barat pada Jalan Tol dan
Jalan Nasional.
11. Penyelesaian Status Lahan Kabupaten dan Kota
untuk Percepatan Pembangunan
12. Sinergi Perwujudan Program Tematik
Kewilayahan
13. Keamanan dan Ketertiban Laut Jabar Selatan
(Imigran dan Narkoba)
14. Perlindungan dan Pengamanan Instalasi Strategis
Nasional
22
2013 : PERKUATAN KEWILAYAHAN
1.Pengembangan Kawasan Pendidikan dan
Riset Terpadu di Jatinangor
2.Integrasi pengembangan agribisnis jagung
dan ternak unggas, budidaya ikan air
tawar di Kab. Ciamis dan Tasikmalaya
serta ternak sapi perah di Kab. Bandung,
Kab. Bandung Barat, Sumedang dan Garut,
domba Garut di Garut dan jejaringnya
serta pengembangan sentra produksi
pakan ternak di Kab. Garut
3.Pengembangan produksi sayuran dan
tanaman hias di Kab. Bandung dan
Bandung Barat
4.Pengembangan jasa perdagangan dan
industri kreatif di Kota Bandung, Kota
Cimahi, Kab. Bandung Barat dan Kota
Tasikmalaya
5.Pengembangan aktivitas ekonomi melalui
destinasi wisata internasional, agribisnis
dan bisnis kelautan dalam rangka
perintisan PKN Pangandaran
(Kesepakatan Bersama antara Gubernur dengan
Bupati/Walikota Nomor 912/05/Bapp)
24
23
PERKEMBANGAN 2011,2012 DAN TARGET INDIKATOR MAKRO
PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2013 dan 2014
No.
Indikator
1.
a. Jumlah Penduduk (jiwa)
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
LKPJ – 2011
LKPJ – 2012
Target KU-APBD
Tahun 2013
Terget RKPD
2014
44.286.519
44.548.431
45.626.109
45.521.410
b. Laju Pertumbuhan
Penduduk (%)
1,9
1,6
1,60 – 1,80
1,30
Laju Pertumbuhan Ekonomi
(%)
Inflasi (%)
6,48
6,21
6,5 - 7,0
6,5 – 7,0
3,10
3,86
4,5 – 5
4,5 – 5,0
Nilai PDRB adhk 2000 (Rp
trilyun)
Persentase
Penduduk
Miskin terhadap Jumlah
Penduduk
Laju Pertumbuhan Investasi
(%) (adhb)
Tingkat
Pengangguran
Terbuka (%)
343,11
364,41
389,16
402,53
10,57
9,89
5,39 – 9,07
9,0 – 9,5
14,43
13,86
12 - 16
12 - 16
9,83
9,08
8-9
8–9
Nilai Investasi/PMTB adhb
(Rp. Trilyun)
156,34
175,20
188,381
210,986
Catatan:PDB per kapita:Rp.21.250.000,-
(2012)
24
Kondisi Perekonomian Jawa Barat
Sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Barat terutama didorong oleh konsumsi
rumah tangga dan investasi. Tingginya konsumsi didukung oleh daya beli yg relatif
terjaga (karena inflasi yang rendah), keyakinan konsumen yang tinggi, peningkatan
kelas berpendapatan menengah. Investasi yang tinggi dikarenakan konsumsi yang
tinggi, stabilitas ekonomi yang terjaga, iklim investasi yang membaik, perbaikan
sovereign rating, belanja modal pemerintah yang meningkat.
25
"Sentra Produksi
dan Pengolahan
Hasil Bumi dan
Lumbung Energi
Nasional"
1,688
2,064
''Pusat Produksi dan
Pengolahan Hasil
Pertanian,
Perkebunan, dan
Perikanan Nasional''
"Pusat Produksi dan
Pengolahan Hasil
Tambang & Lumbung
Energi Nasional"
398
499
356
2003
2005
2010
Koridor Sulawesi
587
569
541
2,327
2003
2005
92
86
76
2003
2005
2010
2010
Koridor Papua
2003
2005
2010
19,529
508
Koridor Jawa
16,607
515
516
2005
2010
16,996
2003
Koridor Bali Nusa Tenggara
"Pendorong Industri
dan Jasa Nasional"
2003
2005
2010
''Pintu Gerbang
Pariwisata Nasional
dan Pendukung
Pangan Nasional''
"Pengolahan Sumber
Daya Alam yang
Melimpah dan SDM
yang Sejahtera"
26
Pertumbuhan PDB Nasional & Industri
Pertumbuhan Ekonomi (%)
Pertumbuhan PDB Nasional
PERTUMBUHAN SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR NON
MIGAS
Subsektor Makanan, Minuman dan Tembakau
Subsektor Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki
Subsektor Brg. kayu & Hasil hutan lainnya.
Subsektor Kertas dan Barang cetakan
Subsektor Pupuk, Kimia & Barang dari karet
Subsektor Semen & Brg. Galian bukan logam
Subsektor Logam Dasar Besi & Baja
Subsektor Alat Angk., Mesin & Peralatannya
Subsektor Barang lainnya
2001
3,64
2002
4,50
2003
4,78
2004
5,03
2005
5,69
2006
5,50
2007
6,35
2008
6,01
2009
4,63
2010
6,20
2011
6,46
2012 - TW 1
6,31
4,86
1,07
3,40
0,54
-4,78
0,50
19,08
-1,00
17,22
12,64
5,69
0,19
3,23
0,62
5,26
4,73
6,56
-1,28
18,09
-11,08
5,97
2,69
6,18
1,19
8,41
10,71
7,06
-7,97
8,88
17,74
7,51
1,39
4,06
-2,07
7,61
9,01
9,53
-2,61
17,67
12,77
5,86
2,75
1,31
-0,92
2,39
8,77
3,81
-3,70
12,38
2,61
5,27
7,21
1,23
-0,66
2,09
4,48
0,53
4,73
7,55
3,62
5,15
5,05
-3,68
-1,74
5,79
5,69
3,40
1,69
9,73
-2,82
4,05
2,34
-3,64
3,45
-1,48
4,46
-1,49
-2,05
9,79
-0,96
2,56
11,22
0,60
-1,38
6,34
1,64
-0,51
-4,26
-2,87
3,19
5,09
2,73
1,74
-3,50
1,64
4,67
2,16
2,56
10,35
2,98
6,83
9,19
7,52
0,35
1,50
3,95
7,19
13,06
7,00
1,82
6,13
8,19
1,41
-0,86
0,50
9,19
6,11
5,57
6,23
4,21
Pertumbuhan PDB Nasional & Industri Manufaktur Non-Migas
(Dalam %)
7.51
4.86
3.64
2001
5.69
4.50
5.97
4.78
5.86
5.03
5.69
5.50
6.35
4.63
5.15
5.27
6.83
6.46
6.20
6.01
5.09
6.31
6.13
4.05
2.56
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012 - TW 1
Pertumbuhan PDB Nasional
PERTUMBUHAN SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR NON MIGAS
27
Produksi Tanaman Pangan Unggulan 2009 – 2011
(Ton)
Jawa Barat sebagai Produsen Padi Terbesar di Indonesia
12,000,000
10,000,000
8,000,000
Padi
Kedelai
6,000,000
Jagung
Mangga
Cabe Merah
4,000,000
2,000,000
2007
2008
Nilai Tukar Petani (NTP) : 108,7 (2011)
110,3 (2012)
2009
2010
2011
INTENSITAS TANAM PADI (%)
: 190 (2008)
198 (2011)
Target Midterm (2011) : 194 - 198
28
PETA SENTRA KOMODITI TANAMAN PANGAN DAN
HORTIKULTURA JAWA BARAT
BKPP WIL. CIREBON
BKPP WIL.PURWAKARTA
1. Padi
1. Padi
2. Jagung
2. Kacang Tanah
3. Kedelai
3. Kacang Hijau
4. Kacang Tanah
Kab. Bekasi
4. Manggis
5. Kacang Hijau
Kota Bekasi
Kab. Karawang
Kota Depok
BKPP WIL.B O G O R
6. Durian
Kab. Subang
Kab.Bogor
Kota Bogor
Kab. Purwakarta
8. Mangga
Kab. Cirebon
1. Jagung
Kota Cirebon
2. Kedelai
Kota Cimahi
3. Kacang Tanah
Kota Sukabumi
4. Durian
Kab. Sumedang
Kota Bandung
5. Manggis
Kab. Majalengka
Kab. Kuningan
Kab. Bandung
6. Pisang
7. Krisan
7. Jeruk
Kab. Indramayu
Kab. Sukabumi
BKPP WILL.PRIANGAN
1.Jagung
Kota Tasikmalaya
Kab. Cianjur
6. Jeruk
2.Kedelai
7. Manggis
3.Kacang Tanah
8. Pisang
4.Kacang Hijau
9. Cabe merah
5. Durian
10. Krisan
Kab. Garut
Kota Banjar
Kab. Tasikmalaya
Kab. Ciamis
29
BIDANG PERTANIAN
KEBIJAKAN
Meningkatkan produksi dan nilai tambah pertanian
•
•
PROGRAM
•
•
•
STRATEGI
•
•
•
•
•
Program Peningkatan Kuantitas, Kualitas Sumber Daya Pelaku
Tani
Program Pencetakan Sawah Baru Jawa Barat 100.000 Ha (Tahun
2017)
Program Peningkatan Produksi Pertanian Berbasis Hasil-hasil
Produk Ilmu Pengetahuan danTeknologi
Program Perlindungan Kehidupan bagi Para Petani secara
Terintegrasi
Mendorong Industrialisasi Alat Sistem Pertanian yang
Modern
Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian
Peningkatan kinerja sumber daya dan kelembagaan
pertanian
Pengendalian hama dan penyakit tanaman
Pengembangan usaha dan sarana prasarana pengolahan
serta pemasaran produk pertanian
Pencetakan sawah baru di wilayah Jawa Barat bagian
Selatan
30
PROVINSI MEMANDU PENGELOLAAN
SELURUH DAERAH IRIGASI DI JAWA
BARAT DENGAN TARGET :
INTENSITAS TANAM > 200% DAN
KONDISI BAIK JARINGAN IRIGASI
>70%
31
PROVINSI MEMANDU
PENGELOLAAN SELURUH JARINGAN
JALAN DI JAWA BARAT DENGAN
TARGET :
KONDISI JALAN MANTAP NASIONAL
DAN PROVINSI 95 %
SERTA KAB./KOTA 75 %
Status Jalan Nasional
1.351,13 Km
Total Panjang Jalan di
Provinsi Jawa Barat
36.174,07 Km
Status Jalan Provinsi
2.191,29 Km
Status Jalan Kab/Kota
32.438,84 Km
Termasuk Jalan Nasional
Rencana (SNR)
235,63 Km
Termasuk Jalan Strategis
Provinsi Rencana (SPR)
336,54 Km
Sumber :
1. Jalan Nasional Berdasarkan Kepmen PU No. 567/KPTS/M/2010
2. Jalan Provinsi Berdasarkan KepGub Jabar No. 620/Kep.1530-Admrek/2011
3. Jalan Kabupaten/Kota berdasarkan KepGub Jabar No. 620/Kep.1529-Admrek/2011
Jalan Non Status
210,93 Km
(SNR di jalan
Horizontal Jawa
Barat Selatan )
32
SKEMA JARINGAN JALAN DI
PROVINSI JAWA BARAT
Kawasan Wisata
Industri dan
Bisnis
PKN MetroBekasi Karawang
Kawasan Wisata
Agro
Purwakata - Subang
Bodebek
•JARINGAN JALAN YANG MENDUKUNG
PERGERAKAN ORANG ,BARANG DAN JASA
KE SENTRA INDUSTRI; SENTRA PERTANIAN
DAN KAWASANWISATA
• JALUR HORISONTAL TENGAH SELATAN –
SELATAN PANTAI JAWA BARAT UNTUK
AKSES JALAN KE WILAYAH PENGEMBANGAN
DI KAWASAN JABAR SELATAN
Kawasan Wisata
Alam Pegunungan
Puncak
Kawasan Wisata
Budaya Pesisir
Cirebon
PKN Metro Cirebon
PKW
Palabuhanratu
Kawasan
Ekowisata
Palabuhanratu
PKN Metro
Bandung
PKL Sindangbarang
Sentra Pertanian
Kawasan Industri
Sentra Usaha Mikro
Kawasan Wisata
Jalan Tol
Jalan Nasional
Jalan Provinsi
PKWp
Rancabuaya
Kawasan Wisata
Minat Khusus
Jabar Selatan
PKL Pameungpeuk
Kawasan Wisata
Rekreasi Pantai
Pangandaran
PKW Pangandaran
33
Perhubungan (2012)
No.
Uraian
Jumlah
Keterangan
total tanah yang telah
dibebaskan sampai dengan
tahun 2012 seluas 647,5 Ha
Pembebasan Tanah
1
Bandara Internasional Kertajati di
Kabupaten Majalengka
± 81,5 Ha
2
Shortcut Jalur Kereta Api Cibungur
18,797 Ha
(Purwakarta)-Tanjungrasa (Subang)
RENCANA 2013 dan 2014:
(1)REAKTIVASI KERETA API: 5 JALUR UTAMA DI JAWA BARAT
(2)PEMBANGUNAN PELABUHAN LAUT CILAMAYA DI KARAWANG
34
Energi
No.
Uraian
Jumlah
1
Jaringan Listrik dan Sambungan
Rumah (SR/IR)
26.389
SR/IR
2
Capaian rasio elektrifikasi rumah
tangga
73,55%
3
Pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)
3 unit
4
Pembangunan Pembangkit Lsitrik
Tenaga Surya (PLTS)
100 unit
5
Pengembangan Potensi Panas
Bumi
(2012)
Keterangan
Untuk 277 sambungan rumah di
Kabupaten Cianjur, Garut dan Ciamis
Untuk 100 rumah tangga di Kabupaten
Ciamis
Sudah dilakukan fasilitasi untuk
penerbitan izin Usaha Pertambangan
Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung
Ciremai di Kabupaten Kuningan dan
Majalengka
35
Los Angels
Long
Beach
Roterdarm
Answerpn
New york
Dubai
Hongkong
Shainghai
Shangen
Koeshang
Pusan
Tokyo
Yokohama
Singapura
PortKlang
Tj. Priok
Sidney
Melborne
Aukland
36
AREA FOKUS PENGENDALIAN
INDUSTRI BESAR YANG HARUS
RAMAH LINGKUNGAN
Banten
DKI
Jakarta
Sumber Emisi Penghasil CO2:
Kawasan Industri
Transportasi
z
Persampahan
Persawahan
37
EXPOSURE PADA PASAR GLOBAL 2010
120
K-1
K-2
100
80
Ind. Alas Kaki
202 Ribu Tenaker
60
-20
0
20
40
%Ekspor
60
40
80
100
Ind. Pakaian Jadi Kain
481 Ribu Tenaker
120
20
Ind. Benang & Kain
363 Ribu Tenaker
K-3
Ind. Tembakau
327 Ribu Tenaker
Ind. Makanan Lainnya
0
322 Ribu Tenaker
Ind. Makanan Olahan
265 Ribu Tenaker
-20
K-4
%Impor
Brg.
Konsumsi
TPT
Elektronik
Otomotif
38
POTENSI EKONOMI PERIKANAN LAUT DI JAWA BARAT BAGIAN SELATAN
TAHUN 2012
Sumber :
kabarbisnis.com
TAHUN 2013
39
BLUE FIN TUNA / TUNA SIRIP BIRU
Sumber : jpnn.com - Jawa Pos
Informasi dari Direktur Sumber Daya Ikan
Kementerian Kelautan dan Perikanan:
tahun 2011 pemanfaatan tuna sirip biru di
Indonesia BARU MENCAPAI KISARAN 473
TON DARI KUOTA 651 TON (2011) dan
KUOTA 750 TON (2012), jumlah itu bisa
lebih, karena masih ada nelayan yang tidak
terdaftar, di antaranya nelayan Pelabuhan
Ratu dan Cilacap.
Sumber: Kompas,11Oktober 2011, Hal.18
Realisasi IPM 2011,2012 dan Target IPM 2013-2014
INDIKATOR.
LKPJ 2011
LKPJ -2012
KU-APBD
TAHUN 2013
Target RKPD
2014
IPM
72,82
73,19*)
74,85 – 75,03
75,62 – 75,89
Indeks Pendidikan
82,55
82,75*)
84,70 – 85,26
84,93 – 85,64
a. AMH
96,48
96,97*)
97,89
98,16 – 98,33
8,20
8,15*)
8,75 – 9,00
8,77 9,04
Indeks Kesehatan
72,34
72,67*)
75,00
76,54
a. AHH (tahun)
68,40
68,60*)
70,00
70,93
N/A ( 25 pada
Tahun 2010)
30*)
26 – 30
24
N/A
217*)
205 - 210
200
63,57
64,17*)
64,83
65,39 – 65,49
635,10
637,67*)
640.550
642,96 – 643,37
b. RLS (tahun)
b. AKB (per 1.000 KH)
c. AKI (per 100.000 KH)
Indeks Daya Beli
a. PPP (ribu rupiah)
*) angka perkiraan BPS Jabar,2012
40
JUMLAH SEKOLAH DAN SISWA NEGERI DAN SWASTA
DI JAWA BARAT TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Jenjang
Sekolah
Uraian
Negeri
TK/RA/PAUD
SMP/MTS
SMA/MA/SMK
Total
Total
Swasta
Terbanyak di
%
180
0,98%
18.160
99,02%
18.340 Kab. Bogor
10.584
0,60%
1.753.193
99,40%
1.763.777 Kab. Bandung
Lembaga
Siswa
19.524
4.585.271
80,73%
4.660
727.483
19,27%
13,69%
24.184 Kab. Bogor
5.312.754 Kab. Bogor
Lembaga
Siswa
1.795
1.092.886
31,45%
3.913
833.636
68,55%
43,27%
5.708 Kab. Garut
1.926.522 Kab. Bogor
Lembaga
Siswa
Lembaga
Siswa
758
519.533
22.257
5.689.260
20,07%
3.018
960.044
29.751
4.274.356
79,93%
64,89 %
57,20%
42,90%
3.776 Kab. Bogor
1.479.577 Kab. Garut
52.008
9.963.616
Lembaga
Siswa
SD/MI
%
86,31%
56,73%
35,11 %
42,80%
57,10%
Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
41
1
Kematian Ibu dan Kematian Bayi
6000
5719
5070
4982
4650
5000
4000
3000
2000
804
828
1000
851
780
0
2009
2010
Jumlah Kematian Bayi
2011
2012
Jumlah Kematian Ibu
AKB (2012) : 30 Orang/1.000 KH [ 39,38 (2007) ]
AKI (2011) : 217 Orang/100.000 KH [ 228 (2007) ]
AHH(2012) : 68,6 Tahun [ 67,6 Tahun (2007) ]
42
DIAGRAM CLUSTER : IPM KAB/KOTA DI JAWA BARAT
TAHUN 2011 (DATA 2010)
CLUSTER 2
C-1
Tinggi
C-2
Sedang
C-3
Rendah
CLUSTER 3
CLUSTER 1
Diolah oleh : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat
43
Komponen 1 (AMH, IK)
ANALISIS POSISI RELATIF KAB/KOTA (BERDASARKAN IPM) TAHUN 2011 (DATA
2010)
Kluster 1
IP (AMH), IK
Tidak ada prioritas
Kota Banjar
IP (RLS)
IP (RLS),
IDB
Kab. Ciamis
Kluster 2
Kluster 3
Diolah oleh : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat
44
Komponen 2 (RLS, IDB)
BKPP I Bogor
BKPP II
BKPP III Cirebon
BKPP IV Priangan Timur
BKPP IV Bandung Raya
HUBUNGAN ANTARA LAJU
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN IPM
JAWA BARAT (BPS Pusat, tahun 2011, data tahun 2010)
Rata-rata kab/kota di Jabar (72.60)
11
Karawang
9
Kota Bandung
7
Bek asi
Kota Suk abumi
Purwak arta
Kota Bogor
Bandung
Kota Bek asi
Kota Tasik malay a
Garut
Kota Banjar Bandung Barat
C irebon
Kuningan
C iamis
Kota C imahi
Subang Bogor
Tasik malay a
C ianjur Majalengk a
Sumedang
Suk abumi
Kota C irebon
5
3
66
68
70
72
74
76
78
Kota Depok
Rata-rata kab/kota di Jabar (5.753)
Pertumbuhan Ekonomi
Indramay u
80
IPM
BKPP I Bogor
BKPP II
Purwakarta
Hasil olahan : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat
BKPP III Cirebon
BKPP IV Priangan Timur
BKPP IV Bandung Raya
45
HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN
PENDUDUK MISKIN JAWA BARAT
(BPS Pusat, tahun 2011, data tahun 2010)
Rata-rata kab/kota di Jabar (11.37)
11
Indramay u
9
Kota Bandung
7
Kota Depok
5
3
BKPP I Bogor
Kota Suk abumi
Kota Bogor
Purwak arta
Kota Bek asi
Bandung
Kota Banjar
Garut
Bandung Barat
Bogor
Kota C imahi
C irebon
C iamis
Subang Kuningan
Majalengk a
Tasik malay a
Suk abumi
C ianjur
Sumedang
Kota C irebon
Bek asi
5
BKPP II
Purwakarta
Kota Tasik malay a
10
15
Persentase Penduduk Miskin
Hasil olahan : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat
BKPP III Cirebon
BKPP IV Priangan Timur
Rata-rata kab/kota di Jabar (5.753)
Pertumbuhan Ekonomi
Karawang
20
BKPP IV Bandung Raya
46
HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN
EKONOMI DAN TINGKAT PENGANGGURAN
TERBUKA JAWA BARAT
(BPS Pusat, tahun 2011, data tahun 2010)
Rata-rata kab/kota di Jabar (10.35)
11
9
Karawang
Kota Bandung
7
Kota Depok
Kota Tasik malay a
Garut
5
Kota Banjar
C iamis
Bek asi
Purwak arta
C ianjur
Suk abumi
Sumedang
3
5
BKPP I Bogor
7
BKPP II
Purwakarta
Hasil olahan : BAPPEDA Provinsi Jawa Barat
9
Kota Suk abumi
Kota Bek asi
Bandung Barat
Kota C imahi
Bogor
Subang
Kuningan
Tasik malay a
Majalengk a
Bandung
C irebon
Kota C irebon
11
TPT
BKPP III Cirebon
13
15
Rata-rata kab/kota di Jabar (5.753)
Pertumbuhan Ekonomi
Indramay u
17
47
BKPP IV Priangan Timur
BKPP IV Bandung Raya
4 (EMPAT) SASARAN NASIONAL
UNTUK PROVINSI JAWA BARAT
1
PEMERINTAH
(RPJMN 2010 – 2014):
1. Prioritas 1, Reformasi Birokrasi
dan Tata Kelola
2. Prioritas 2, Pendidikan
3. Prioritas 3, Kesehatan
4. Prioritas 4, Penanggulangan
Kemiskinan;
5. Prioritas 5, Ketahanan Pangan;
6. Prioritas 6, Infrastruktur;
7. Prioritas 7, Iklim Investasi dan
Iklim Usaha;
8. Prioritas 8, Energi;
9. Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan
Pengelolaan Bencana;
10.Prioritas 10, Daerah Tertinggal,
Terdepan, Terluar dan Pasca
Konflik;
11.Prioritas 11, Kebudayaan,
Kreativitas dan Inovasi Teknologi;
12.Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum
dan Keamanan;
13.Prioritas 13, Bidang Perekonomian;
14.Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan
Rakyat;
NO
INDIKATOR
RPJMN
LKPJ 2012
NASIONAL
2014 UNTUK
JABAR
RKPD
2014
6,2 – 6,8
6,21
6,5 – 7,0
4,15 – 4,12
9,89
9,0 – 9,5
8,8 – 9,8
9,08
8–9
24
30
24
2 PEMBANGUNAN
1.
Pertumbuhan Ekonomi (%)
2.
Kemiskinan (%)
3.
Pengangguran (%)
4.
Angka Kematian Bayi (/1000
Kelahiran Hidup)
5.
Angka Harapan Hidup
(tahun)
71,41
68,60
70,93
6.
Angka Pendapatan per
Kapita (Rp. Ribu) ADHK
8,650
8,180
8,680
INPRES NO. 3 TAHUN 2010
TENTANG
PROGRAM PEMBANGUNAN
BERKEADILAN
3
1. Pro Growth
2. Pro Job
3. Pro Poor
4. Pro
Environment
NO
4
RPJMN 2010-2014
TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs
1
Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan
2
Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua
3
Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan
4
Menurunkan Angka Kematian Anak
5
Meningkatkan Kesehatan Ibu
6
Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya
(TB)
7
Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup
8
Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan
48
RESPON RPJMD PROVINSI JAWA BARAT 2008-2013 TERHADAP PROGRAM
NASIONAL
RPJMD JAWA BARAT
2008-2013
RPJMN 2010 – 2014
1. Prioritas 1, Reformasi Birokrasi
dan Tata Kelola
2. Prioritas 2, Pendidikan
3. Prioritas 3, Kesehatan
4. Prioritas 4, Penanggulangan
Kemiskinan;
5. Prioritas 5, Ketahanan Pangan;
6. Prioritas 6, Infrastruktur;
7. Prioritas 7, Iklim Investasi dan
Iklim Usaha;
8. Prioritas 8, Energi;
9. Prioritas 9, Lingkungan Hidup dan
Pengelolaan Bencana;
10.Prioritas 10, Daerah Tertinggal,
Terdepan, Terluar dan Pasca
Konflik;
11.Prioritas 11, Kebudayaan,
Kreativitas dan Inovasi Teknologi;
12.Prioritas 12, Bidang Politik, Hukum
dan Keamanan;
13.Prioritas 13, Bidang Perekonomian;
14.Prioritas 14, Bidang Kesejahteraan
Rakyat;
1.
CG 1 : Peningkatan kualitas
pendidikan (P2)
2. CG 2 :Peningkatan kualitas
kesehatan (P3)
3. CG 3 : Peningkatan daya beli
masyarakat (P4, P7, P10 dan
P13)
4. CG 4 : Kemandirian pangan
(P5 dan P 14)
5. CG 5 : Peningkatan kinerja
aparatur (P1, P7, P 12, P 13
dan P 14)
6. CG 6 : Pengembangan
infrastruktur wilayah (P6, P7
dan PL 13)
7. CG 7 : Kemandirian energi
dan Kecukupan Air Baku (P8)
8. CG 8 : Penanganan bencana
dan pengendalian lingkungan
hidup (P9)
9. CG 9 : Pembangunan
perdesaan (P10 dan P14)
10. CG 10 : Pengembangan
budaya lokal dan destinasi
wisata (P10 ,P11 dan P14)
INPRES NOMOR 3 TAHUN 2010
(4 P)
1.
Pro Growth :
CG 3, CG 4, CG 7, CG 8, CG 9 dan
CG 10.
2.
Pro Job :
CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 7, CG
8, CG 9 dan CG 10
3.
Pro Poor :
CG 1, CG 2, CG 3, CG 4, CG 7, CG
8, CG 9 dan CG 10
4.
Pro Environment :
CG 6, CG 7, CG 8, CG 9 dan CG 10
RPJMN 2010-2014
TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan
(CG 3, CG 4, CG 7 dan CG 9)
Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua
(CG 1)
Mendorong Kesetaraan Gender dan
Pemberdayaan Perempuan (CG5)
Menurunkan Angka Kematian Anak
(CG2)
Meningkatkan Kesehatan Ibu (CG 2)
Mengendalikan HIV dan AIDS, Malaria dan
penyakit menular lainnya (TB) (CG 2)
Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup
(CG 6, CG 8 dan CG 10)
Mengembangkan Kemitraan untuk
Pembangunan
49
SISRENBANGDA
JABAR
SMART Planning
PERDA NO 6 TAHUN 2009
PERENCANAAN BERBASIS
EVALUASI DIRI DAN PARTISIPATIF
Perencanaan Program dan Kegiatan,
dengan
Pendekatan SMART Planning, yaitu :
Specific (spesifik)
Measurable (terukur)
Achievable (dapat dicapai)
Resources availability (ketersediaan
sumberdaya)
Time (Time)
Shewhart Cycle
(Plan-Do–Check–Act)
MAKNA OPERASIONAL berbasis ISO 9001-2008:
1. TULIS APA YANG AKAN DIKERJAKAN
2. KERJAKAN APA YANG TELAH DITULIS
3. MONITORING, ASESMEN DAN EVALUASI (MAE).
4. PERTANGGUNGJAWABKAN APA YANG TELAH DITULIS DAN
DIKERJAKAN KEMUDIAN TINDAKLANJUTI DENGAN UPAYA
YANG TEPAT UNTUK PERBAIKAN KINERJA.
OPD Jabar Ber –ISO dan Berbasis Ilmu Pengetahuan
50
SKEMA PROSES PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN
4 PILAR
PEMBANGUNAN
OPD/Biro
Terkait
Tataran Nasional
VISI & MISI
KEBIJAKAN
Komitmen
DPRD Kab/Kota
Akademisi
PROGRAM
DAN KEGIATAN
PEMBANGUNAN
SKALA PROVINSI
SASARAN
PROGRAM DAN
CAPAIAN
KINERJA PROVINSI
Dunia Usaha
Komunitas
Sasaran
Komunitas
Pendukung
Notes:
Perencanaan Berbasis Multi Stakholder
dengan paradigma “ACTIVITY BASED”
dan melibatkan MULTI-STAKEHOLDERS
terintegrasi
51
KEK Industri (Bekasi)
Pusat Perikanan
Budidaya
(Purwakarta,Subang)
Pusat Batik
(Cirebon)
Pengembangan
Taman Hutan Raya
(Ciremai)
PKN
BODEBEK
KARPUR
Pusat
Pengembangan
Wisata (Bogor,dan
Puncak)
Pusat Benih
Ikan Air Tawar
(Sukabumi)
Pusat Agribisnis
(Pantura)
PKN
Cirebon
PKNp
Pelabuh
an Ratu
Pusat Beras Pandan
Wangi (Cianjur)
PKN
Cekungan
Bandung
Pusat Industri
kreatif (Bandung)
PUSAT EKONOMI DAN INOVASI
JAWA BARAT
Pusat Unggas
(Ciamis)
PKNp
Panganda
ran
Pusat Industri Kreatif
(Tasikmalaya)
52
INTEGRASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI PROVINSI JAWA BARAT
SINERGI : NASIONAL – PROVINSI – KABUPATEN/KOTA
MENGGUNAKAN PENDEKATAN KEGIATAN TEMATIK SEKTORAL DAN
KEGIATAN TEMATIK KEWILAYAHAN
53
KEGIATAN PRIORITAS TEMATIK SEKTORAL JAWA BARAT
Kegiatan untuk menangani masalah kronis dan meningkatkan performance pembangunan di Jawa Barat
CG 1 PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Jabar bebas putus jenjang sekolah pendidikan fokus pendidikan 9 tahun di kabupaten dan 12
tahun untuk kota; serta pendidikan menengah universal
Peningkatan pelayanan pendidikan non formal plus kewirausahaan dengan sasaran usia 15 tahun
ke atas dan pendidikan berbasis masyarakat untuk percepatan peningkatan RLS
Pengembangan pendidikan kejuruan dan pendidikan bertaraf internasional
Pendidikan berkebutuhan khusus
Peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan tinggi dan Beasiswa serta Bantuan Pendidikan
Pengembangan Fasilitas Pendidikan Olahraga dan Kepemudaan
CG 2 PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Peningkatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas, Puskesmas PONED dan pemenuhan sumber daya kesehatan.
Peningkatan Program Keluarga Berencana
Pemenuhan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak (Gerakan Penyelamatan Masa Depan/Gemamapan : gizi buruk,
posyandu, jamkesnas provinsi dan penyediaan fasilitas Rawat Gakin pada rumah sakit di 5 wilayah
Peningkatan Layanan Rumah Sakit Rujukan HIV/AIDS , TBC, Flu Burung dan Narkoba
Pemberantasan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
Pengembangan jaminan pembiayaan kesehatan masyarakat Provinsi Jawa Barat
CG6 PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH
1.
Peningkatan Kemantapan Jalan dan Penanganan kemacetan lalu lintas di Pusat Kegiatan Ekonomi di
Tanjung sari, Nagreg, Padalarang, Cicurug, Cisarua – Puncak dan Kota Bandung dan sekitarnya
Pembangunan Infrastruktur Strategis di Koridor Bandung-Cirebon, dan Cianjur – Sukabumi- Bogor,
Jakarta – Cirebon, Bandung – Tasikmalaya serta Jabar Selatan
Peningkatan kondisi infrastruktur jalan dan perhubungan di wilayah perbatasan antar provinsi dan
antar Kab/kota serta penciptaan pusat-pusat pertumbuhan baru dan penanganan jalur horisontal lintas
tengah selatan-selatan Jabar wilayah selatan dan peningkatan ruas jalan Jabar wilayah utara.
Melanjutkan Pembangunan Bandara Internasional Kertajati .
Pembangunan infrastruktur sumber daya air dan irigasi strategis di Jawa Barat.
2.
3.
4.
CG 7 KEMANDIRIAN ENERGI DAN KECUKUPAN AIR
BAKU
1. Jabar mandiri energi perdesaan untuk listrik dan bahan bakar
kebutuhan domestik serta rasio elektrifikasi.
2. Infrastruktur Air Bersih Perkotaan dan Perdesaan di Jawa Barat
CG 8 PENANGANAN BENCANA DAN PENGENDALIAN
LINGKUNGAN HIDUP
CG 3 PENINGKATAN DAYA BELI MASYARAKAT
1. Peningkatan budaya masyarakat bekerja,perluasan lapangan kerja dan kesempatan
berusaha UMKM serta Pengentasan Kemiskinan berbasis komunitas
2. Jawa Barat sebagai daerah tujuan investasi
3. Pengembangan skema pembiayaan alternatif
4. Pengembangan agribisnis, forest bisnis, marine bisnis, agroindustri, dan industri
manufaktur
5. Pengembangan Industri Kreatif dan wirausahawan muda kreatif
CG 4 KEMANDIRIAN PANGAN
1.
2.
3.
4.
Jabar sebagai Sentra Produksi Benih/Bibit Nasional tahun 2013
Tercapainya 13 juta ton GKG dan swasembada protein hewani tahun 2013
Jawa Barat bebas rawan pangan (Ketahanan Pangan)
Meningkatnya dukungan infrastruktur (jalan, jembatan & irigasi) di sentra produksi
pangan dukungan surplus 10 juta ton beras -2014
CG 5 PENINGKATAN KINERJA APARATUR DAN
TATA KELOLA PEMERINTAHAN
1. Profesionalisme aparatur untuk mewujudkan pemerintah daerah yang bersih dan akuntabel
2. Peningkatan kualitas komunikasi organisasi dan komunikasi publik yang berkualitas
berbasis IT melalui Jabar Cyber Province
3. Penataan Sistem Hukum di Daerah & Penegakan hukum, Pengawalan Implementasi Produk
Hukum serta peningkatan peran masyarakat dalam penyusunan dan penerapan kebijakan
4. Kerjasama Pembangunan antar wilayah dan wilayah perbatasan serta penyelesaian
masalah perbatasan, aset dan dampak lanjut Daerah Otonom baru
5. Peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas pembangunan
MULAI RKPD 2013
1. Penanganan banjir lintas wilayah di Cekungan Bandung, Pantura dan Bodebek
2. Konservasi dan rehabilitasi kawasan hulu DAS prioritas (Citarum, Cimanuk,
Ciliwung, Citanduy) dan Kawasan Pesisir serta pulau kecil melalui Jabar
Green Province, serta dukungan percepatan pembangunan Bendungan
Jatigede
3. Pengendalian pencemaran limbah industri , limbah domestik dan pengelolaan
sampah regional
CG 9 PEMBANGUNAN PERDESAAN
1.
2.
3.
4.
Peningktanan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan Desa
Peningkatan Sarana Pemerintahan Desa
Peningkatan Infrastruktur Dasar Perdesaan
Penerapanan Prinsip Desa Membangun: Kemandirian Desa, Pusat Pembanguan Ekonomi dan Pusat
Gotong Royong
CG 10 BUDAYA LOKAL DAN DESTINASI WISATA
1. Pelestarian seni budaya tradisional dan benda cagar budaya serta kearifan
lokal sebagai jati diri masyarakat Jawa Barat
2. Gelar Karya dan Kreativitas Seni Budaya Jawa Barat
3. Pengembangan Destinasi wisata dengan fokus ekowisata, wisata budaya,
heritage, wisata IPTEK dan Wisata Industri yang terintegrasi dalam rangka
destinasi wisata Jawa-Bali; Pencarian Ikon Wisata Dunia.
54
PENDEKATAN TEMATIK KEWILAYAHAN
(Kesepakatan Bersama antara Gubernur dengan Bupati/Walikota Nomor 912/05/Bapp/2010)
1.
2.
Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Industri
Karawang-Bekasi
Pengembangan industri manufaktur
3. Pengembangan industri perberasan
4.
5.
Pengembangan perikanan budidaya ikan air tawar dan air
payau serta mangrove
Pengembangan wisata sejarah dan wisata pilgrimage (ziarah)
1. Integrasi sentra penggembalaan ternak sapi potong
dan domba di Kab. Cianjur dan Kab./Kota
Sukabumi
2. Pengembangan destinasi wisata Bogor, Puncak,
Sukabumi dan Cianjur
3. Pengembangan aktivitas ekonomi berbasis
agribisnis, bisnis kelautan dan pertambangan
dalam rangka perintisan PKN Pelabuanratu
4. Pusat Pengembangan benih ikan air tawar dan ikan
hias untuk memenuhi pasar regional dan
internasional
5.Pengembangan sistem agribisnis beras
berkualitas (varietas pandan wangi)
1. Pengembangan agribisnis mangga dan industrialisasi
perikanan
2. Pengembangan sistem perdagangan komoditi beras dan
palawija
3. Pengembangan destinasi wisata pilgrimage (ziarah) dan
cagar budaya
4. Pengembangan Taman Hutan Raya Ciremai (Kebun Raya
Kuningan)
5. Pengembangan batik, industri makanan dan minuman
olahan
1. Pengembangan Kawasan Pendidikan dan Riset
Terpadu di Jatinangor
2. Integrasi pengembangan agribisnis jagung dan ternak
unggas, budidaya ikan air tawar di Kab. Ciamis dan
Tasikmalaya serta ternak sapi perah di Kab. Bandung,
Kab. Bandung Barat, Sumedang dan Garut, domba
Garut di Garut dan jejaringnya serta pengembangan
sentra produksi pakan ternak di Kab. Garut
3. Pengembangan produksi sayuran dan tanaman hias di
Kab. Bandung dan Bandung Barat
4. Pengembangan jasa perdagangan dan industri kreatif
di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat
dan Kota Tasikmalaya
5. Pengembangan aktivitas ekonomi melalui destinasi
wisata internasional, agribisnis dan bisnis kelautan
dalam rangka perintisan PKN Pangandaran
55
Tenaga Kerja
Komposisi Lapangan Pekerjaan Utama
(Juta Jiwa)
Tenaga Kerja Sektor Industri
16.00
14.00
12.00
12.9
14.4
13.8
10.00
40.1
41.2
14.5
41.3
41.6
16.0
14.4
15.8
41.5
39.3
41.2
22.5
23.4
24.0
8.00
6.00
4.00
19.2
20.6
21.2
22.0
12.0
13.1
14.0
16.0
16.7
17.4
11.4
11.9
12.4
12.6
12.8
13.8
14.5
14.2
Aug-06
Aug-07
Aug-08
Aug-09
Aug-10
Aug-11
Feb-12
2.00
-
Industri
Jasa Kemasyarakatan
Perdagangan
Pertanian
Lainnya
56
PERKEMBANGAN UNIT USAHA, SERAPAN TENAGA KERJA DAN PDRB
UMKM DI JAWA BARAT
Tahun
Jumlah
Unit
Usaha
Serapan
Tenaga
Kerja
(Jiwa)
Mikro
Kecil
Menengah
Besar
Total
2009
8,410,238
106,751
7,504
1,536
8,526,039
2010
8,616,294
106,591
7,408
1,536
8,731,790
Tahun
2011
2009
Mikro
8,626,671
12.558.336
Kecil
116,062
560.337
Menengah
8,181
423.623
Besar
1,728
2.121.539
8,752,643
15.663.835
2010
12.964.464
547.765
454.082
2.121.539
16.087.850
2011
13.172.794
607.236
498.372
2.270.763
16.549.165
Total
Skala Usaha
Peranan
Terhadap
PDRB
(Persen)
Tahun
Mikro,Kecil dan Menengah
Besar
2009
52,84 %
47,07 %
2010
53,75 %
46,25 %
2011
54,20 %
45,80 %
Sumber: BPS Jabar (2012)
57
DUNIA
USAHA
KOMUNITAS
AKADEMISI
RESES DPRD
Provinsi
RKPD JaBaR
DESA
ONLINE
2101
PEMERINTAH
Kab/Kota
USER SATU PERENCANAAN JABAR
OPD/Biro
PROVINSI
FORM ISIAN
OPD/BIRO PROVINSI & PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
142
RESES DPRD PROVINSI/DESA/AKADEMISI/DUNIA USAHA/KOMUNITAS
10
58
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Provinsi Jawa Barat
Simulasi Pembobotan dalam Penentuan Bantuan
No
Uraian
Pembobotan
Persentase
1
Klaster IPM
Semakin besar capaian IPM semakin
tinggi bobotnya
15%
2
Capaian IPM (∆ IPM t-2 dengan t-1)
Semakin besar nilainya semakin tinggi
bobotnya
10%
3
Jumlah Penduduk
Semakin besar semakin besar bobotnya
15%
4
Luas Wilayah
Semakin luas wilayahnya semakin tinggi
bobotnya
10%
5
Kawasan Lindung / Luas Wilayah
berbanding Proporsi target Kawasan
Lindung 2018
Semakin tinggi perbandingannya
semakin tinggi bobotnya
10%
6
PAD dibagi Jumlah Penduduk
Semakin tinggi semakin besar bobotnya
20%
7
Capaian Rata-rata Lama Sekolah
Semakin tinggi semakin besar bobotnya
10%
8
∆ AKB 2007 - 2008
Semakin rendah ∆ nya semakin tinggi
bobotnya
10%
59
BEBERAPA CATATAN
ADMINISTRASI
1. Forum SKPD diharuskan melibatkan 4 (empat) pemangku
kepentingan pembangunan(stakeholders): Pemerintahan, Dunia
Usaha, Akademisi, dan Komunitas berbasis masyarakat, dengan
Berita Acara ditandatangani oleh semua pihak.
2. Semua komunikasi dan usulan kegiatan dikelola melalui RKPD
JABAR Online (www.rkpdjabar.jabarprov.go.id atau
www.bappeda.jabarprov.go.id)
3. Semua proposal, surat pengantar dan dokumen SMART
Planning untuk: (1) bantuan keuangan, (2) hibah dan (3) bansos
juga dikelola dalam 2 (dua) versi:
a.
b.
melalui RKPD JABAR ONLINE (Soft file dan scan lembar tanda
tangan pengusul)
melalui penyampaian langsung berupa dokumen lengkap (hard
copy) dengan alamat:
Kepada Yth. Gubernur Jawa Barat
up. Kepala SKPD
60
62
61
KEBIJAKAN PENDAPATAN TAHUN 2014
1. Memantapkan Kelembagaan dan Sistem Operasional Pemungutan
Pendapatan Daerah;
2. Meningkatkan Pendapatan Daerah dengan intensifikasi dan
ekstensifikasi;
3. Meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang Pendapatan
Daerah dengan Pemerintah Pusat, OPD Penghasil, Kabupaten/Kota,
POLRI;
4. Meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah dalam upaya
meningkatkan kontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan
Daerah;
5. Meningkatkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai
upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar
retribusi daerah;
6. Meningkatkan peran dan fungsi UPT, UPPD dan Balai Penghasil
dalam peningkatan pelayanan dan pendapatan.
7. Meningkatkan pengelolaan asset dan keuangan daerah.
8. Penerimaan SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang telah
menerapkan pola BLUD (PPK-BLUD) agar lebih dioptimalkan.
62
KEBIJAKAN DANA PERIMBANGAN TAHUN 2014
1.Mengoptimalkan
upaya
intensifikasi
dan
ekstensifikasi pemungutan PBB, Pajak Orang Pribadi
Dalam Negeri (PPh OPDN) dan PPh Pasal 21 serta
Pengupayaan Perolehan dari Pajak Ekspor;
2.Meningkatkan akurasi data Sumber Daya Alam
sebagai dasar perhitungan pembangian dalam Dana
Perimbangan;
3.Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Pusat
dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan Dana
Perimbangan.
63
KEBIJAKAN UMUM BELANJA DAERAH TAHUN 2014
1. Program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah sesuai yang
tercantum dalam RPJMD 2013-2018, RKPD Tahun 2014, dan mendukung
capaian MDGs serta Inpres No. 3 Tahun 2010 tentang Program
Pembangunan Berkelanjutan (Pro-Growth, Pro-Job, Pro-Poor and ProEnviroment)
2. Pencapaian IPM merujuk kepada RPJP 2005-2025 dan ketentuan PP No.
6 Tahun 2008.
3. Alokasi anggaran untuk belanja pemenuhan urusan (26 urusan wajib dan
8 urusan pilihan), dikaitkan dengan urusan yang menjadi kewenangan
daerah sesuai tugas dan fungsi OPD/Biro.
4. Program dan kegiatan berbasis prioritas Common Goals : Kegiatan
Tematik Sektoral dan Kegiatan Tematik Kewilayahan.
5. Alokasi anggaran untuk fungsi pendidikan sebesar 20% dari total
belanja, dalam rangka peningkatan Indeks Pendidikan.
6. Alokasi anggaran untuk fungsi kesehatan, secara bertahap 10%, dalam
rangka peningkatan Indeks Kesehatan.
64
Lanjutan …..
7. Alokasi anggaran untuk bidang infrastruktur minimal 10% dari total
PKB, PBBKB dan BBNKB sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009 Tentang
Pajak dan Retribusi Daerah (termasuk diperhitungkan belanja bagi hasil
kab/kota).
8. Alokasi anggaran fungsi perekonomian dan infrastruktur penunjang
perekonomian secara bertahap 10% dalam rangka peningkatan Indeks
Daya Beli.
9. Mendanai kegiatan yang bersifat terobosan (program baru/ terobosan).
10. Alokasi anggaran untuk pembangunan desa-desa perbatasan lintas
kabupaten/lintas provinsi
11. Alokasi anggaran untuk pembangunan 3 metopolitan dan 2 growth
center
12. Alokasi anggaran untuk pembangunan pusat-pusat daerah otonomi baru
(DOB)
13. Alokasi anggaran untuk bantuan keuangan Kab/Kota, bantuan Desa,
Hibah, Bansos dan Subsidi.
14. Alokasi anggaran yang diarahkan (earmark), antara lain : Dana Alokasi
Khusus, Dana Bagi Hasil Cukai tembakau, dan dana BOS Pusat.
65
KEBIJAKAN PEMBIAYAAN TAHUN 2014
A. Penerimaan Pembiayaan
Struktur pembiayaan daerah untuk sumber penerimaan pembiayaan
tahun anggaran 2014 adalah bersumber dari SiLPA tahun lalu.
B. Pengeluaran Pembiayaan
1. Sisa Lebih Anggaran tahun Sebelumnya (SiLPA) dipergunakan sebagai
sumber penerimaan pada APBD tahun berikutnya dan rata-rata SiLPA
diupayakan seminimal mungkin dengan melaksanakan perencanaan
dan pelaksanaan anggaran secara konsisten.
2. Penyertaan modal manakala terjadi surplus anggaran.
3. Penyertaan modal BUMD dilaksanakan dengan mempertimbangkan
hasil kajian dan tindak lanjut revitalisasi dan restrukturisasi kinerja
BUMD serta pendayagunaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan
dalam rangka efisiensi pengeluaran pembiayaan.
4. Penyediaan dana bergulir (Kredit Cinta rakyat).
5. Penyiapan pelaksanaan penerbitan Obligasi Daerah untuk membiayai
pembangunan infrastruktur strategis.
66
MARI KITA KEMBANGKAN DAN GUNAKAN
SATU DATA
PEMBANGUNAN JAWA BARAT
Mari Kelola Perencanaan Pembangunan Jawa Barat
Sebaik-baiknya, dan
Jangan Menyesal Setelah Tidak Menjabat
TERIMA KASIH
SMS JABAR MEMBANGUN
0811 200 5500
Informasi lebih lanjut :
 Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat
Jalan Diponegoro No.22 Bandung
Telp. (022) 4204483
 Bappeda Provinsi Jawa Barat
Jalan. Ir H.Juanda No. 287
Telp. (022) 251 6061, Fax, (022) 2510731
Website : http//www.jabarprov.go.id, www.bappeda.jabarprov.go.id
RKPDJabar
-ONLINE
KM-0 Pro Poor JABAR-ONLINE
SMS SATU DATA JABAR
08778 200 5500
Contoh: RLS*JAWA
BARAT*2011#
Pel.Cirebon
Tol Kanci-Pejagan
PKW
PKW
RANCABUAYA
RANCABUAYA
TPI Pelabuhan Ratu
ILUSTRASI JAWA BARAT TAHUN 2025
Telah terbit 15 SPM, penerapan 9 SPM di provinsi dan
15 SPM di kab/kota, sebagai berikut:
Provinsi mencakup (1) Perumahan Rakyat, (2) Perhubungan, (3)
Lingkungan Hidup, (4) Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, (5) Sosial, (6) Ketenagakerjaan, (7)
Penanaman Modal, (8) Kesenian, dan (9) Ketahanan Pangan.
Kab/kota mencakup (1) Pendidikan, (2) Kesehatan, (3) Pekerjaan
Umum dan Penataan Ruang, (4) Perumahan Rakyat, (5)
Perhubungan, (6) Lingkungan Hidup, (7) Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak, (8) Keluarga Berencana, (9)
Sosial, (10) Ketenagakerjaan, (11) Penanaman Modal, (12)
Kesenian, (13) Pemerintahan Dalam Negeri, (14) Kominfo, dan
(15) Ketahanan Pangan.
70
Produksi, Ketersediaan, dan Kebutuhan Pangan di Jawa Barat
Tahun 2010-2011
2010
No
Komoditas
1. Padi
2. Jagung
Produksi
(Ton)
Ketersediaan
(Ton)
11,737,070
6,684,152
923,962
821,217
2011
Kebutuhan
(Ton)
Surplus
(Ton)
Produksi
(Ton)
Ketersediaan
(Ton)
Kebutuhan
(Ton)
4,528,047
2,156,105
11,633,83
6
6,625,470
4,134,180
13,681
807,536
944,350
839,338
11,395
52,686
408,027
56,139
Surplus
(Ton)
2,491,290
827,943
-355,341
3. Kedelai
55,823
52,390
351,101
-298,711
4. Kacang Tanah
99,076
48,379
23,404
24,975
73,673
35,975
13,148
5. Kacang Hijau
14,624
13,739
13,810
-71
14,219
13,359
14,463
6. Ubi Kayu
2,014,402
1,895,784
349,251
1,546,532
2,022,762
1,939,222
386,990
7. Ubi jalar
430,998
379,278
65,178
314,100
426,177
375,036
78,888
8. Daging
550.716
530.000
342.497
187.513
646,582
622,271
327,386
294,885
9. Telur
184,768
174,677
322,535
-147,858
199,641
188,741
302,405
-113,664
10. Susu
262,177
221,015
85,097
135,918
302,602
286,080
259,445
11. Ikan
805,200
781,044
705,128
75,916
909,633
882,344
604,809
22,827
-1,104
1,552,232
296,148
26,635
277,535
PERINGKAT 5 BESAR
1. Peringkat Sentra Produksi Padi
Kabupaten / Kota
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Karawang
Kabupaten Subang
Kabupaten Garut
Kabupaten Tasikmalaya
1
2
3
4
5
Produksi (Ton)
1.415.050
1.135.863
1.059.905
907.011
813.908
2. Peringkat Sentra Produksi Kedelai
1
2
3
4
5
Kab./Kota
Kabupaten Garut
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Sukabumi
Produksi (Ton)
444.196
106.658
72.695
57.532
56.740
3. Peringkat Sentra Produksi Jagung
1
2
3
4
5
Kab./Kota
Kabupaten Garut
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Tasikmalaya
Kabupaten Bandung
Produksi (Ton)
15.300
10.330
5.944
5.435
4.985
Realisasi IPM 2011 dan Target IPM 2012-2014
INDIKATOR
LKPJ 2011
TARGET -2012
KU-APBD
TAHUN 2013
Target RKPD
2014
IPM
72,82
74,04 – 74,27
74,85 – 75,03
75,62 – 75,89
Indeks Pendidikan
82,55
83,81 – 84,37
84,70 – 85,26
84,93 – 85,64
a. AMH
96,48
97,41 – 97,42
97,89
98,16 – 98,33
8,20
8,49 – 8,74
8,75 – 9,00
8,77 9,04
Indeks Kesehatan
72,34
74,17 – 74,27
75,00
76,54
a. AHH (tahun)
68,40
69,50 – 69,56
70,00
70,93
N/A ( 25 pada
Tahun 2010)
30 – 35
26 – 30
24
205 - 210
205 - 210
200
63,57
64,15 – 64,18
64,83
65,39 – 65,49
635,10
637,74
640.550
642,96 – 643,37
b. RLS (tahun)
b. AKB (per 1000 KH)
c. AKI (per 100000 KH)
Indeks Daya Beli
a. PPP (ribu rupiah)
N/A
73
JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL
POTENSI JAWA BARAT DALAM KONSTELASI NASIONAL :
•
•
•
•
•
•
•
JUMLAH PENDUDUK TERBANYAK 44.286.519 JIWA (2011), 44.548.431 Jiwa ( 2012)
PUSAT KEGIATAN INDUSTRI MANUFAKTUR DAN STRATEGIS NASIONAL
INSTALASI VITAL NASIONAL (PENDIDIKAN, LITBANG DAN HANKAM), DIANTARANYA BERKELAS
DUNIA
BERBATASAN DENGAN IBUKOTA NEGARA
MEMILIKI TIGA PUSAT KEGIATAN NASIONAL (PKN) DAN 2 PKN-P
MEMILIKI KONDISI ALAM DENGAN STRUKTUR GEOLOGI YANG KOMPLEKS
MEMILIKI TAMAN NASIONAL, SUAKA MARGASATWA DAN CAGAR ALAM
KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL :
•
•
•
•
•
BERKONTRIBUSI THD PDB NASIONAL (14,33%)
KONTRIBUSI TERHADAP PDB SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR (60%)
KONTRIBUSI PMA JAWA BARAT TERHADAP NASIONAL (34,46%)
MENYUMBANG PRODUKSI BERAS NASIONAL (17,76% )
PROVINSI PRODUSEN KOMODITI EKSPOR NASIONAL
(AS 18,4%, Jepang 12,52%)
KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP REGIONAL JAWA BALI :
•
•
•
•
•
•
•
LINTASAN UTAMA ARUS REGIONAL BARANG DAN PENUMPANG SUMATERA-JAWA-BALI
PMDN TERTINGGI DI P. JAWA-BALI
PENYEDIA LISTRIK DENGAN KAPASITAS DAYA TERPASANG 4.654 MW : PLTA 1.941 MW, PLT
GEOTERMAL 1.061 MW, LAINNYA 1.652 MW
LUAS KAWASAN HUTAN TERBESAR DI JAWA-BALI SEBESAR (1,04 JT HA)
MEMILIKI 40 DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
MERUPAKAN TUJUAN WISATA
DEBIT AIR PERMUKAAN 81 MILYAR M3/TAHUN DAN AIR TANAH 150 JT M3/TAHUN
KONTRIBUSI JAWA BARAT TERHADAP IBUKOTA NEGARA :
Luas Jawa Barat :
3.711.654 Ha
•
•
•
PENYEDIA AIR BAKU UNTUK DKI
PENYEDIA BAHAN PANGAN UNTUK DKI
PENYEDIA LAHAN DAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG AKTIVITAS DKI
14
CAPAIAN INDIKATOR PEMBANGUNAN JAWA BARAT
TAHUN 2008-2012
CAPAIAN INDIKATOR MAKRO (LKPJ)
NO
INDIKATOR
Tahun
Baseline
2008
2009
2010
2011
2012
2007
1.
a. Jumlah Penduduk (jiwa)
42.194.869
42.693.951
1,83
1,71
1,90
1,89
IPM
70,71
71,12
71,64
72,08
72,82
73,19*)
a) Indeks Pendidikan
80,21
80,35
81,14
81,67
82,55
82,75*)
7,50
7,50
7,72
7,95
8,20
8,15*)
95,32
95,53
95,98
96,00
96,48
96,97*)
71,00
71,33
71,67
72,00
72,34
72,67*)
67,60
67,80
68,00
68,20
68,40
68,60*)
60,93
61,66
62,10
62,57
63,57
64,17*)
623,64
626,81
628,71
630,77
635,10
0,21
0,28
0,36
0,37
0,41
0,41
13,55
13,01
11,96
11,27
10,57
9,89
6,48
6,21
4,29
6,09
6,48
6,21
13,08
12,08
10,96
10,33
9,83
9,08
5,10
11,11
3,09
6,46
3,10
3,86
15,68
21,26
9,70
17,38
9,77
13,84
b. Laju Pertumbuhan Penduduk (%)
2.
44.548.431
1,644.548.43
1
1,90
6
41.483.729
- Rata-rata Lama Sekolah (Tahun)
- Angka Melek Huruf (%)
b) Indeks Kesehatan
- Angka Harapan Hidup (Tahun)
c) Indeks Daya beli
- Purchasing Power Parity/PPP
(Rp.000)
3.
Indeks Gini
4.
Persentase Penduduk Miskin thd Total
penduduk (%)
5.
Laju Pertumbuhan Ekonomi (%)
6.
Tingkat Pengangguran Terbuka (%)
7.
Inflasi (%)
8.
Laju Pertumbuhan Investasi (PMTB
adhb)(%)
43.021.826 44.286.519
637,67*)
PROVINSI JAWA BARAT (2012)
Perkembangan Jumlah Penduduk
Kabupaten/Kota
Luas
Kecamatan
Kelurahan
Desa
: 26
: 3.709.528,44 Ha
: 627
: 638
: 5.316
Penduduk 2012
Indonesia
: 244.215.984 Jiwa
Jabar
: 44.548.431 Jiwa
Penduduk Miskin : 9,89%
PDRB (2012)
Inflasi (2012)
LPE (2012)
IPM (2012)
RLS (2012)
AKI (2011)
AKB (2012)
APK SD
APK SMP
APK SMA
APK PT
: 364,41 Trilyun Kontribusi PDRB Jawa
Barat terhadap PDB
: 3,86%
Nasional : 13,93 %
(Thn. 2011)
: 6,21%
: 73,19*
Investasi (2010) : 46,6 T
(PMA: 28 T, PMDN: 18,6 T)
: 8,15 th
: 217 per 100.000 Kel Hidup (rev)
: 30 per 1.000 Kel Hidup (rev)
: 96,97 Rangking 10 (2011/2012)
: 94,55 Rangking 23 (2011/2012)
: 67,78 Rangking 26 (2011/2012)
: 15,19 (2012)
15

similar documents