FGD 6c Bandung Raya - Metropolitan Jabar

Report
Focus Group Discussion
Metropolitan Bandung Raya
Infrastruktur Drainase, Energi, Telekomunikasi
berkelanjutan Skala Metropolitan
Sri Maryati
Kelompok Keahlian Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota
Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan
Institut Teknologi Bandung
DRAINASE
• Metropolitan Bandung Raya
terletak di DAS Citarum Hulu,
yang merupakan bagian dari
DAS Citarum (WS CidanauCiujung-Cidurian-CisadaneCiliwung-Citarum)
Pembagian Wilayah Sungai
di Jawa Barat
(Sumber: RTRW Provinsi Jawa Barat 2009-2029)
Juta m3 / tahun
No
1.
2.
3.
4.
5.
Wilayah
Sungai
CidanauCiujungCidurianCisadaneCiliwungCitarum
CimanukCisanggarung
Citanduy
Ciwulan-Cilaki
CisadeaCibareno
Total
Luas
(Km2)
15.810,3
Lintas
Lokal
Total
Prov./
Kab./Kot
Kab./Kota
a
16.367,06
2.095,99 18.463,06
6.972,80
7.572,64
305,43
7.878,07
8.033,70
7.069,50
3.625,68 10.695,19
8.813,06
4.908,71
6.078,76 10.987,47
39.629,86
35.917,91
12.105,86 48.023,77
DAS Citarum
• DAS terbesar dan terpanjang di Provinsi Jawa Barat
• Jumlah penduduk sebesar 15.303.758 jiwa (Data BPS
2009).
• Meliputi 5 DAS yaitu DAS Citarum, DAS Cipunegara,
DAS Cilamaya, DAS Cilalanang dan DAS Ciasem yang
melalui 9 Kabupaten dan 3 Kota meliputi Kabupaten
Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten
Subang, Kabupaten Purwakarta,Kabupaten Karawang,
sebagian Kabupaten Sumedang, sebagian Kabupaten
Cianjur,sebagian Kabupaten Bekasi, sebagian
Kabupaten Indramayu, serta Kota Bandung, Kota Bekasi
dan Kota Cimahi.
DAS Citarum Hulu
 Zona Citarum Hulu : Hulu sungai di
Gunung Wayang – Ujung Saguling
• Zona Citarum Tengah : Saguling – Cirata –
Jatiluhur
• Zona Citarum Hilir : Citarum Hilir – Muara
Citarum
b
KOTA CIMAHI
3 Kecamatan
4.023 ha
541.139 jiwa (2010)
b
a
e KABUPATEN SUMEDANG
1.072.447 jiwa (2027)
e
5 Kecamatan
15.486 ha
349.514 jiwa (2010)
a
d
30 Kecamatan
16.279 ha
2.393.633 jiwa (2010)
c
729.480 jiwa (2027)
KOTA BANDUNG
4.945.139 jiwa (2027)
d
KABUPATEN BANDUNG BARAT
15 Kecamatan
130.577 ha
1.513.634 jiwa (2010)
2.615.221 jiwa (2028)
c
KABUPATEN BANDUNG
31 Kecamatan
176.238 ha
3.174.449 jiwa (2010)
5.459.083 jiwa (2026)
Permasalahan DAS Citarum Hulu
• Berkurangnya fungsi kawasan lindung (hutan dan non hutan),
• Berkembangnya permukiman tanpa perencanaanyang baik, dan budi daya
pertanian yang tidak sesuai dengan kaidah konservasi yang menyebabkan
banyaknya lahan kritis, kadar erosi yang semakin tinggi
• Sungai tercemar limbah permukiman, industri dan pertanian karena
perilakumasyarakat,
• Degradasi fungsi konservasi sumber daya air, luas lahan kritis mencapai
26.022,47 ha, yang mengakibatkan run off sebesar 3.632,50 juta m3
/tahun serta sedimentasi sebesar 7.898,59 ton/ha.
• Tingkat pengambilan air tanah diluar kendali. Diperkirakan pengambilan
air tanah mencapai tiga kali lipat dari jumlah yang dilaporkan oleh
pemerintah. Diperkirakan 90 % penduduk dan 98 % industri di Cekungan
Bandung menggantungkan kebutuhan air sehari – hari pada air tanah.
– Semua permasalahan di Citarum Hulu tersebut berakibat hampir
setiap tahun luapan Sungai Citarum menyebabkan banjir, kekurangan
air di musim kemarau, peningkatan suhu akibat perubahan iklim global
Luas Lahan Kritis 2003
RTRW Provinsi Jawa Barat 2009-2029
N
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
KABUPATEN/KOTA
KAB. GARUT
KAB. SUKABUMI
KAB. BANDUNG
KAB. MAJALENGKA
KAB. CIANJUR
KAB. BOGOR
KAB. INDRAMAYU
KAB. KARAWANG
KAB. SUBANG
KAB. CIAMIS
KAB. SUMEDANG
KAB. TASIKMALAYA
KAB. PURWAKARTA
KAB. KUNINGAN
KAB. BEKASI
KAB. CIREBON
KOTA TASIKMALAYA
KOTA BANJAR
KOTA BOGOR
KOTA CIMAHI
KOTA DEPOK
KOTA BANDUNG
KOTA SUKABUMI
KOTA BEKASI
KOTA CIREBON
JUMLAH
LUAS (HA)
82,696.46
67,525.05
47,365.08
47,114.92
46,773.23
45,637.12
40,494.47
31,123.00
30,897.00
25,364.31
23,689.87
23,409.03
18,195.00
18,065.45
13,454.00
8,056.00
4,928.00
2,500.00
883.50
609.00
432.00
350.00
293.00
279.43
262.00
580,396.92
Tingkat Kekritisan Sumberdaya Air
(RTRW Provinsi Jawa Barat 2009-2029)
Wilayah
Sungai
Cidanau
Ciujung
Cidurian
Cisadane
Ciliwung
Citarum
1
DAS
Ciliwung
2
Cisadane
3
Ciberang
4
Cidurian
5
Cimanceuri
6
Kali Cakung
7
Kali Sunter
8
Kali Bekasi
9
Citarum
10
Kali Pegadungan
11
Cilamaya
12
Ciasem
13
Cipunegara
ALIRAN MANTAP
Ratio kebutuhan
dan ketersediaan
Mengalir Ke
air
Kategori DAS
Utara
553.71 SANGAT KRITIS
Utara
296.03 SANGAT KRITIS
Utara
70.55 TIDAK KRITIS
Utara
182.59 SANGAT KRITIS
Utara
647.24 SANGAT KRITIS
Utara
814.04 SANGAT KRITIS
Utara
1,106.62 SANGAT KRITIS
Utara
1,136.86 SANGAT KRITIS
Utara
SANGAT
366.11 KRITIS
Utara
1,752.86 SANGAT KRITIS
Utara
1,244.74 SANGAT KRITIS
Utara
607.35 SANGAT KRITIS
Utara
312.91 SANGAT KRITIS
VISI 2050
• Das Citarum Hulu
•hijau
•bersih
•bebas banjir
Konsep
• Infrastruktur Hijau Terintegrasi
– Infrastruktur Hijau: bagian dari pendekatan
dalam penggunaan lahan yang dibangun atas
dasar pelayanan bagi ekosistem
– Manfaat Infrastruktur Hijau: air, udara, ruang
terbuka hijau, iklim
– Terintegrasi: direncanakan sebagai sebuah sistem
(saat ini masih bersifat sporadis, sebagai contoh
bioretention sebaiknya dibangun di daerah hulu)
Hal Strategis
• Transformasi infrastruktur abu-abu
menjadi infrastruktur hijau
–Aspek Policy  lintas administratif
–Aspek Manajemen
–Aspek Operasional
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
1. Kelembagaan dan Perencanaan Integrated Water Resources Management (IWRM)
Komponen ini berhubungan dengan penguatan kelembagaan, termasuk kedalamnya adalah peningkatan
kapasitas lembaga, pengembangan kebijakan diantaranya kebijakan yang mengatur penggunaan dan
pembagian air, pengelolaan limbah, pengelolaan pengairan secara partisipatif, dan lain sebagainya.
2. Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air
Fokus utama komponen ini berhubungan dengan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur sumber daya
air yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air, serta meningkatkan penggunaan air secara efisien.
3. Penggunaan dan Pembagian Air
Komponen ini meliputi proses hak penggunaan air, perlindungan dan konservasi air, serta alokasi air yang adil
bagi penggunaan berbagai sektor seperti irigasi pertanian, domestik dan industri, atau pembagian air secara
geografis meliputi bagian hulu, hilir atau lintas batas.
4. Perlindungan Lingkungan
Kegiatan yang berhubungan dengan konservasi hutan dan kawasan hulu DAS, perlindungan dan konservasi
sumber air (sungai, danau, rawa), serta pemulihan atau perbaikan lingkungan yang rusak.
5. Pengelolaan Bencana
Pengelolaan bencana meliputi pengelolaan bencana banjir atau banjir lumpur dan kekeringan. Kegiatan ini
meliputi perencanaan dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan aliran lumpur seperti
pembangunan tanggul, bendungan atau waduk; pengembangan dan implementasi mitigasi bencana,
manajemen daerah aliran sungai (DAS), dan sistem peringatan dan peramalan banjir; serta penyediaan
informasi mengenai resiko bencana/banjir ke masyarakat.
6. Pemberdayaan Masyarakat
Keterlibatan dan partisipasi masyarakat dapat dikatakan merupakan pondasi dasar dan jiwa dari seluruh
komponen program.
7. Data, Informasi dan Dukungan Kebijakan
Data dan informasi yang akurat merupakan dasar dari seluruh aspek pengelolaan sumber daya air.
Kegiatannya meliputi pengumpulan, validasi, penyimpanan, pengelolaan dan diseminasi data sumber daya air,
sosial ekonomi, penggunaan lahan, populasi, dan data lain yang relevan, serta penelitian‐penelitian yang dapat
mendukung stakeholder dalam pengambilan kebijakan.
8. Program Manajemen
Program manajemen ini termasuk kegiatan monitoring, evaluasi dan pelaporan yang efektif dalam
pelaksanaan program‐program sehingga sesuai dengan rencana dan tepat waktu. Aspek penting dalam
program manajemen adalah mengembangkan mekanisme konsultasi efektif dan pertukaran informasi
diantara stakeholder sehingga tercipta efektifitas dan peningkatan kinerja.
Contoh Infrastruktur Hijau
• Teknologi Bioretensi
• Bioretensi adalah tehnologi aplikatif dengan mengambungkan
unsur tanaman, (green water) dan air (blue water) di dalam suatu
bentang lahan dengan semaksimal mungkin merespkan air ke
dalam tanah supaya supaya selama mungkin berada di dalam DAS
untuk mengisi aquifer bebas, sehingga air dapat dikendalikan dan
dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat.
• Pembuatan bioretensi dapat dilakukan di halaman rumah, selokan,
trotoar, taman, lahan parkir dan di gang-gang sempit yang padat
penduduk
• Jabodetabek : 261,622 unit dengan kemampuan meresapkan air
hujan 437.2 m3/det. Jika semuanya direalisasikan memerlukan
biaya sebesar Rp 1 trilyun sedangkan dengan kapasitas yang sama
pembangunan banjir kanal Timur (BKT) memerlukan biaya sekitar
Rp 13 triyun
ENERGI
• Interkoneksi Jawa Bali (Jamali)
• Captive Power (terutama industri)
• Isolated System
ENERGI
• Permasalahan
• tingkat elektrifikasi 99,59%, hanya tinggal 12 desa
yang belum teraliri listrik yaitu 7 desa di
Kabupaten Cianjur (Desa Cibuluh, Desa
Cimaragang, Desa Mekarjaya, Desa Gelarpawitan,
Desa Karangwangi, Desa Puncak Sari, dan Desa
Mekarlaksana) dan 5 desa di Kabupaten Garut
(Desa Cikarang, Desa Karangsewu, Desa
Purwajaya, Desa Mekarmukti, dan Desa
Girimukti).
• angka rasio elektrifikasi (RE) rumah tangga
pada akhir 2007 baru mencapai 60,41%, atau
setara 6.652.101 rumah tangga dari total
11.011.044 rumah tangga di Jawa Barat yang
dapat mengakses listrik.
• Elektrifikasi (PLN) di BMR 87%
Visi 2050
• Green and Clean Energy:
– Daerah yang belum terlayani: isolated system
dengan menggunakan renewable energy, sesuai
dengan ketersediaan energy lokal
Telekomunikasi
No
Kabupaten/
1
Kabupaten Bandung
2
Kabupaten Sumedang
3
Kota Bandung
4
Cimahi
Jumlah
Penduduk
(jiwa)
Jumlah
Telepon
SST
3,326,899
87,047
Jml
Jumlah
%
Penduduk yg
Pengguna
Pengguna
belum
Telepon*)
Telepon
terlayani
435,235
2,891,664
13.08%
Teledensitas
2.6
904,063
9,589
47,945
856,118
5.30%
1.1
1,806,090
257,279
1,286,395
519,695
71.23%
14.2
368,343
34,686
173,430
194,913
47.08%
9.4

similar documents