Materi

Report
PERANAN AUDIT DALAM PENINGKATAN
KINERJA UNIVERSITAS
BY
HADI WAHYUDI
MANAJEMEN
ORGANIZING
PLANNING
ACTUATING
CONTROLLING
TATA KELOLA BLU YANG BAIK (GOOD CORPORATE
GOVERNANCE)
Pengelolaan Keuangan
yang Otonom
Tata Kelola yang baik
(Good Corp. Governenace)
Lingkungan
BLU
Kinerja
(output/outcome)
Msyarkt
Etc.
Govt.
Employee
Investor
Fleksibiltas Pengelolaan Keuangan
BLU










Pendapatan dan Belanja
Pengelolaan Kas
Pengelolaan Piutang dan Utang
Investasi
Pengelolaan Barang
Surplus/Defisit
Akuntansi
Remunerasi
Status Kepegawaian PNS dan non PNS
Nomenklatur kelembagaan dan pimpinan
Sumber Pendapatan BLU
5
-Belanja Pegawai, barang/jasa dan modal di APBN
-Penarikan dana dgn SPM
Alokasi APBN
Imbalan Jasa BLU
PNBP
K/L
Hasil Kerjasama
Dgn Pihak Lain
Hibah Terikat
Dapat dikelola
langsung sesuai RAB
Sesuai persyaratan
pemberi hibah
Psl 6,7,8
Akuntansi, Pelaporan dan
Pertanggungjawaban Keuangan
6






BLU menyelenggaran akuntansi sesuai dengan PSAK
Jika tidak ada standar akuntasi, dapat menerapkan standar
akuntansi industri yang spesifik setelah mendapat persetujuan
Menteri Keuangan
Laporan Keuangan terdiri dari LRA, Neraca, LAK dan CaLK
disertai laporan kinerja.
Laporan keuangan tersebut disampaikan kepada
menteri/pimpinan lembaga secara berkala
LK tersebut menjadi bagian dari LK kementerian/ lembaga.
LK sebagai LPJ BLU diaudit auditor eksternal.
New paradigm auditor :
Finding bukan
Mencari kesalahan
Saran rekomendasi
solutif
Asistensi
perbaikan
Jenis Audit

Audit OPERASIONAL, untuk memperbaiki
kegiatan organisasi sehingga lebih ekonomis
dalam perolehan sumber daya, efisien dalam
pelaksanaan dan efektif dalam mencapai
tujuan.

Audit KEPATUHAN, untuk mengetahui
apakah peraturan yang berlaku telah
dipatuhi oleh organisasi.

Audit atas KEWAJARAN LAPORAN
KEUANGAN, untuk mengetahui apakah
laporan keuangan yang diterbitkan
organisasi telah disajikan secara wajar dan
sesuai standar
Pola Relasi Pengendalian Internal dan
Jenis Audit
SISTEM PENGENDALIAN
INTERNAL
JENIS DAN RUANG
LINGKUP AUDIT
Alat Manajemen
untuk membangun dan
memastikan
untuk menilai
Efektivitas dan efisiensi
operasi organisai
1
Audit
Operasional/Manajemen
Ketaatan terhadap hukum dan
peraturan yang berlaku
2
Audit
Ketaatan/Kepatuhan
Keandalan dari laporan
keuangan
3
Audit atas Kewajaran
Laporan Keuangan
Audit Operasional
Tujuan audit ini untuk mengetahui informasi
mengenai:
1. Tingkat ekonomis, efisiensi dan efektifitas
strategis, kebijakan dan prosedur dalam
pencapaian tujuan Organisasi yang telah
ditetapkan,
2. Efektifitas struktur pengendalian internal
Manajemen Pelaksana dalam mendorong
peningkatan tingkat ekonomis, efisiensi dan
efektifitas Organisasi.
Audit Operasional
Umumnya, pengujian dapat dilakukan dengan
pendekatan:
•
•
Menelaah buku pedoman atau manual sistem dan
kemudian mengujinya dengan pelaksanaan
kegiatan/program yang dipilih.
Mengamati secara langsung dengan menelusuri
tindakan dan proses sebenarnya yang dilaksanakan
dari awal sampai akhir (walkthrough).
Audit Operasional
Unsur manajemen yang penting dalam pemeriksaan
atas operasional manajemen, antara lain:
ORGANISASI
Struktur Organisasi adalah alat untuk menyusun sumber daya organisasi,
yaitu orang dan aset lain menjadi kelompok-kelompok kecil yang
produktif. Kelompok-kelompok ini akan berinteraksi dan menentukan
keberhasilan organisasi. Bentuk struktur organisasi amat mempengaruh
perilaku organisasi, sehingga akan mempengaruhi juga alat-alat
pengendalian yang dibutuhkan. Bentukan struktur dapat juga dipengaruhi
oleh lingkungan operasi organisasi.
Pemeriksa perlu menguji kecocokan bentuk Struktur Organisasi terutama
dengan memperhatikan pemisahan fungsi. Jika ternyata struktur yang
tersusun terlalu kecil sehingga tidak memungkinkan pemisahan secara
tegas fungsi-fungsi tersebut, maka harus dikompensasi dengan
pengendalian tambahan, misalnya dengan cara memperkecil satuan
transaksi, atau penambahan frekuensi supervisi.
PERSONALIA
Penyusunan Struktur yang tepat saja belum dapat menjamin
produktivitas unit yang diaudit. Persyaratan kompetensi personil yang
mengisi struktur juga harus sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab
yang telah ditetapkan.
Tugas wewenang dan tanggung jawab hendaknya diberikan kepada
pegawai yang mampu melaksanakan. Pegawai tersebut hendaknya
diangkat menurut kualifikasi yang dibutuhkan atau yang dapat dilatih
untuk melaksanakan tugas dengan baik dan disertai sistem pengawasan
pegawai yang memadai.
Audit Operasional
KEBIJAKAN
Pengelolaan organisasi tidak dapat dilakukan dengan suatu rumusan
umum, namun biasanya bersifat unik khusus bagi Organisasi tersebut.
Proses memilih metode dan cara yang dianggap cocok oleh manajemen
ini yang disebut sebagai penetapan kebijakan. Kebijakan akan berfungsi
sebagai alat untuk mengatur mana yang boleh dan mana yang tidak
boleh dilakukan dalam pengelolaan Organisasi.
PERENCANAAN
Perencanaan adalah penetapan di muka apa yang akan dicapai dan
bagaimana cara mencapainya. Perencanaan yang dilakukan secara
benar, akan mampu digunakan sebagai panduan pelaksanaan kerja, alat
untuk menyamakan persepsi di antara para pelaksana, motivator bagi
para manajer, dan sekaligus patokan bagi evaluasi kinerja.
Rencana bisa berupa uraian kualitatif, tetapi akan lebih berarti jika
dijabarkan dalam paparan kuantitatif. Paparan kuantitatif dari suatu
rencana, biasa disusun dalam bentuk anggaran. Dalam proses
perencanaan dikenal berbagai jenis anggaran yang masing- masing
mempunyai kelebihan dan kegunaan yang spesifik sebagai alat
perencanaan.
Menurut metode penyusunannya, perencanaan dan penganggaran dapat
disusun secara top-down, dimana akan dihasilkan rencana yang bersifat
visioner namun terkadang tidak cukup mengakomodasi kondisi
lapangan.,
Atau kebalikannya yaitu metode bottom-up yang akan lebih mudah
dilaksanakan, tetapi mungkin berwawasan lebih sempit sehingga kurang
mendorong terjadinya lompatan-lompatan kinerja Organisasi.
Organisasi didorong untuk memadukan kedua metode tersebut dalam
suatu proses perencanaan yang partisipatif.
Audit Operasional
PENCATATAN
Pencatatan dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan personil
manajemen untuk mengolah dan menyimpan informasi.
Setiap kegiatan harus dicatat dengan teliti, diklarifikasikan dengan tepat
dan dapat diandalkan sehingga dapat menjamin pengendalian yang
cukup atas harta milik dan kewajiban organisasi. Secara lebih spesifik
terhadap pengendalian harta dan kewajiban milik Organisasi terdapat
pencatatan melalui sistem akuntansi.
PELAPORAN
Sistem pelaporan hendaknya disusun agar penanggung jawab operasi
dapat memperoleh informasi yang mutakhir dan cukup mengenai apa
yang terjadi, sehingga yang bersangkutan dapat mengambil keputusan
dan tindakan yang diperlukan.
Beberapa karakteristik laporan yang memuaskan antara lain: dapat
dimengerti oleh pemakainya, diterbitkan tepat waktu, menyajikan
informasi umpan balik yang dapat digunakan untuk menghindarkan
kesalahan yang sama, menyajikan informasi yang dapat digunakan untuk
memprediksi kejadian sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan,
dapat diyakini kebenarannya dan menghasilkan manfaat yang lebih besar
dari pada biaya penyusunannya.
Audit Kepatuhan
Pemeriksaan atas kepatuhan/ketaatan
(compliance audit) merupakan pemeriksaan
untuk mengetahui:
1. Kepatuhan Manajemen Pelaksana terhadap
persyaratan perundangan, peraturan, ketentuan,
kontrak atau hibah tertentu; baik bersifat keuangan
maupun non keuangan; dan
2. Efektivitas struktur pengendalian internal
Manajemen Pelaksana dalam menjamin kepatuhan
terhadap persyaratan tertentu di atas.
Audit Kepatuhan
Tipe pemeriksaan terhadap kepatuhan akan sangat
bervariasi berdasarkan sifat persyarat kepatuhan.
Pemeriksa harus mampu mendeteksi kecurangan dan
kekeliruan yang terjadi terkait dengan kepatuhan atas
prasyarat yang berlaku. Pemeriksa harus mampu
membedakan kecurangan dan kekeliruan yang terjadi,
dengan menilai apakah tindakan yang merugikan
tersebut dilakukan secara sengaja atau tidak
disengaja.
Terdapat 3 Resiko Audit Kepatuhan, yaitu:
•
•
Resiko BAWAAN
Resiko PENGENDALIAN
•
Resiko DETEKSI
Audit Kepatuhan
Resiko BAWAAN: Resiko dapat terjadinya ketidakpatuhan
yang material terhadap persyaratan tertentu, dengan
anggapan tidak ada kebijakan pengendalian internal yang
terkait. Faktor yang relevan dipertimbangkan adalah:
•
•
Kompleksitas persyaratan kepatuhan tertentu,
Panjangnya jangka waktu persyaratan kepatuhan
tertentu,
•
Pengalaman dan track record kepatuhan
manajemen sebelumnya,
Akibat potensial dari ketidakpatuhan.
•
Audit Kepatuhan
Resiko PENGENDALIAN: Resiko dapat terjadinya
ketidakpatuhan yang material yang tidak dapat dicegah
atau dideteksi tepat waktu dengan kebijakan pengendalian
internal yang terkait. Faktor yang relevan dipertimbangkan
adalah:
•
•
Pemahaman memadai tentang sistem pengendalian
internal manajemen,
Identifikasi tipe ketidakpatuhan,
•
Desain pengujian ketidakpatuhan material.
Audit Kepatuhan
Resiko DETEKSI: Resiko prosedur yang dilaksanakan oleh
Pemeriksa di mana Pemeriksa berkesimpulan bahwa tidak
terdapat ketidakpatuhan, padahal kenyataannya
ketidakpatuhan tersebut terjadi. Faktor yang relevan
dipertimbangkan adalah:
•
•
Pemahaman tentang persyaratan tertentu,
Bukti pengujian yang cukup,
•
Peristiwa sebelum dan sesudah periode
pemeriksaan.
Audit Kewajaran Laporan Keuangan
Pengujian oleh Pemeriksa harus dilakukan untuk memperoleh
keyakinan yang memadai atas kewajaran penyajian laporan
keuangan oleh Manajemen Pelaksana.
LAPORAN
POSISI
KEUANGAN
LAPORAN
AKTIVITAS
NERACA
SALDO
BUKU
BESAR
JURNAL
- KHUSUS
- UMUM
- HARIAN
LAPORAN
ARUS KAS
BUKU
BESAR
PEMBANTU
DOKUMEN
AKUNTANSI
DOKUMEN
PENDUKUNG
DOKUMEN
SUMBER
LAINNYA
Tujuan AIMA




Memeriksa kesesuaian atau ketidaksesuaian unsurunsur sistem mutu dengan standar yang tetah
ditentukan;
Memeriksa keefektifan pencapaian tujuan mutu
yang tetah ditentukan;
Memberi kesempatan teraudit memperbaiki sistem
mutu;
Memenuhi syarat-syarat peraturan/perundangan.
PADA LEVEL MANA BSC DIGUNAKAN
?
Setiap level dari
Top Level sampai individu
Tangga (Cascade)
Individu
Perguruan Tinggi
Departemen
Fakultas
BSC & Peran Fakultas (Departemen)
Peran
Fakultas /
Departemen
5
Perspektif
BSC
Usulan Indikator Kunci
(Key Performance Indicator - KPI)
untuk Fakultas / Departemen
KPI PERSPEKTIF RESEARCH & ACADEMIC EXCELLENCE
STAKEHOLDER
CAPACITY
BUILDING
FINANCIAL
EXCELLENT
INTERNAL
BUSSINESS
PROCESSES
3
Text
RESEARCH
& ACADEMIC
EXCELLENCE
KPI PERSPEKTIF RESEARCH & ACADEMIC EXCELLENCE
Objektif : Mengembangkan Research and Teaching Quality
Fakultas
• Jumlah publikasi pada jurnal nasional
Sasaran Kinerja :
Produktivitas dan kualitas penelitian,
pengabdian kepada masyarakat serta
publikasi
terakreditasi per departemen.
• Jumlah publikasi pada jurnal internasional
terindeks pada google scholar dan database per
departemen.
• Jumlah mitra binaan kegiatan pengabdian pada
masyarakat per departemen.
• Jumlah bahan ajar/buku yang diterbitkan (ISBN)
per departemen.
uin
• Jumlah publikasi pada jurnal nasional
terakreditasi.
• Jumlah publikasi pada jurnal internasional
terindeks pada google scholar dan database
• Jumlah mitra binaan kegiatan pengabdian
pada masyarakat.
• Jumlah bahan ajar/buku yang diterbitkan
(ISBN).
Departemen
• Rata-rata jumlah publikasi pada jurnal nasional
terakreditasi per dosen.
• rata-rata jumlah publikasi pada jurnal internasional
terindeks pada google scholar dan database per dosen.
•Jumlah mitra binaan kegiatan pengabdian pada
masyarakat .
• Rata-rata jumlah bahan ajar/buku yang diterbitkan (ISBN)
per dosen.
IKK PERSPEKTIF RESEARCH & ACADEMIC EXCELLENCE
Objektif : Meningkatkan Kualitas Input Mahasiswa
Sasaran Kinerja :
Tingkat selektivitas
UIN
• Rasio
pelamar terhadap yang diterima-program diploma.
• Rasio pelamar terhadap yang diterima-program S1.
• Rasio pelamar terhadap yang diterima-program Pascasarjana
(S2/S3).
Fakultas
Rasio pelamar terhadap yang diterimaprogram S1 per departemen.
Departemen
Rasio pelamar terhadap yang diterimaprogram S1.
Ruang Lingkup AIMA
Tingkat Jurusan/Program Studi:
 Manual Prosedur
 Instruksi Kerja
 Spesifikasi Program Studi
 Kompetensi Lulusan
 Dokumen Pendukung (Evaluasi Diri Program studi,
Rencana Strategis Jurusan, Borang)
Audit Kewajaran Laporan Keuangan
KEBERADAAN
(EXISTENCE)
Tujuan pemeriksaan ini menyangkut apakah transaksi yang
dicatat dalam laporan keuangan memang seharusnya
dicatat, Keberadaan merupakan tujuan pemeriksaan yang
berhubungan dengan pernyataan manajemen mengenai
keberadaan atau keterjadian sebuah transaksi.
KELENGKAPAN
(COMPLETENESS)
Tujuan pemeriksaan ini menyangkut apakah semua
transaksi yang seharusnya dicatat memang telah dicatat
secara lengkap. Kelengkapan merupakan tujuan
pemeriksaan yang berhubungan dengan pernyataan
manajemen mengenai kelengkapan sebuah transaksi.
AKURASI
(ACCURACY)
Tujuan pemeriksaan ini mengacu apakah jumlah yang
dicatat adalah benar. Akurasi merupakan tujuan
pemeriksaan yang berhubungan dengan penilaian atau
alokasi.
Audit Kewajaran Laporan Keuangan
KLASIDIKASI
(CLASSIFICATION)
Tujuan pemeriksaan ini mengacu apakah transaksi yang
dicatat dalam jurnal telah diklasifikasi dalam akun dengan
tepat. Klasifikasi merupakan tujuan pemeriksaan yang
berhubungan dengan penilaian atau alokasi.
PISAH BATAS
(CUTOFF)
Tujuan pemeriksaan ini memastikan apakah transaksitransaksi yang terjadi dekat (sebelum atau setelah) dengan
tanggal neraca dicatat dalam periode yang tepat. Pisah
batas digunakan untuk memutuskan apakah suatu transaksi
telah dicatat dalam periode yang tepat. Pisah batas
merupakan tujuan pemeriksaan yang berhubungan dengan
penilaian atau alokasi.
KECOCOKAN RINCIAN
(DETAIL TIE-IN)
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan apakah
rincian dalam neraca saldo sesuai dengan angka-angka
dalam buku besar, dan hasil penjumlahan ke bawah saldo
telah benar. Kecocokan merupakan tujuan pemeriksaan
yang berhubungan dengan penilaian atau alokasi.
Audit Kewajaran Laporan Keuangan
NILAI REALISASI
(REALIZABLE VALUE)
Tujuan pemeriksaan ini menyangkut apakah aktiva
dinyatakan pada jumlah estimasi yang dapat direalisasi,
yaitu nilai tercatat (biaya perolehan) dikurangi dengan
penurunan nilainya. Tujuan ini hanya dapat diterapkan
pada akun aktiva dan berhubungan dengan penilaian atau
alokasi
HAK DAN KEWAJIBAN
(RIGHTS AND
OBLIGATIONS)
Tujuan pemeriksaan ini menyangkut apakah jumlah aktiva
yang dicatat dalam laporan keuangan merupakan aktiva
yang secara sah dimiliki (menjadi hak). Demikian pula atas
akun kewajiban haruslah benar-benar telah menjadi
kewajiban. Ini merupakan tujuan pemeriksaan yang
berhubungan dengan pernyataan manajemen mengenai hak
dan kewajiban.
PENYAJIAN DAN
PENGUNGKAPAN
(PRESENTATION AND
DISCLOSURE)
Tujuan pemeriksaan ini menyangkut apakah persyaratan
pengungkapan menurut PSAK (Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan) telah disajikan dengan memadai
dalam laporan keuangan. Ini merupakan tujuan
pemeriksaan yang berhubungan dengan pernyataan
manajemen mengenai penyajian dan pengungkapan.
MISI AIMA

Menjamin pencapaian standar mutu akademik
Universitas/Fakultas/
Jurusan yang telah ditetapkan secara konsisten
dan berkelanjutan, sehingga stakeholders
memperoleh kepuasan atas lulusan yang
dihasilkan.
Ruang Lingkup AIMA
Tingkat Universitas:
 Kebijakan Akademik
 Standar Akademik
 Peraturan Akademik
 Manual Mutu Akademik
 Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu
 Dokumen Pendukung (Rencana Strategis Universitas,
Statuta dll.)
Alasan Pelaksanaan AIMA



Memfasilitasi evaluasi kinerja, sistem kontrol dan
prosedur penjaminan mutu.
Meyakinkan bahwa institusi akuntabel pada mutu
dan standar yang telah ditentukan.
Meningkatkan kemampuan institusi untuk
memprioritaskan lingkup tertentu dan memfasilitasi
pengambilan keputusan.
LIMA PERSPEKTIF BSC
STAKEHOLDER
CAPACITY
BUILDING
UIN SUSKA
FINANCIAL
EXCELLENT
INTERNAL
BUSSINESS
PROCESSES
3
Text
RESEARCH
& ACADEMIC
EXCELLENCE
KPI PERSPEKTIF RESEARCH & ACADEMIC EXCELLENCE
Objektif : Meningkatkan Kualitas Lulusan
Sasaran Kinerja :
Masa studi mahasiswa program multi strata
UIN
Persentase lulusan SO-S3 yang selesai tepat
waktu.
Fakultas
Persentase lulusan yang selesai tepat waktu per
departemen.
Departemen
Persentase lulusan yang selesai tepat waktu .
Audit Operasional
ACTUAL
INPUT
efisiensi
ACTUAL
OUTPUT
economic
scale
efektivitas
PLANNED
INPUT
PLANNED
OUTPUT

similar documents